Nikmat Rezeki

Nikmat Rezeki

Kisah 1

Dikisahkan bahwa suatu ketika Ibrahim bin Adham duduk bersiap menyantap makanannya. Namun tiba-tiba seekor kucing datang dan membawa lari sepotong daging yang hendak dia makan. Ibrahim bin Adham pun mengikuti arah lari kucing itu. Tidak lama kemudian, kucing itu berhenti dan meninggalkan daging yang dibawanya di atas lubang yang dalam dan gelap.

Ibrahim heran ketika melihat seekor ular buta keluar dari lubang itu dan mengambil daging lalu membawanya masuk ke dalam lubangnya. Ibrahim bin Adham pun mengangkat kepalanya ke arah langit seraya berkata,”Mahasuci Engkau ya Allah, Zat yang telah menundukkan makhluk-makhluk yang bermusuhan untuk saling menyampaikan rezeki mereka satu sama lain.”

Kisah 2

Dikisahkan bahwa suatu ketika suaminya keluar karena suatu keperluan. Putrinya semata wayang tengah sakit parah, suhu tubuhnya kian naik. Ia hanya duduk terdiam di samping anaknya yang tertidur. Ia menangis dan merendahkan hatinya dihadapan Allah. Ia berpikir, bagaimana ia dapat memanggil dokter, sedang untuk membelikan makan sang anakpun ia tidak mampu.

Peristiwa ajaib terjadi ketika pada pukul dua dini hari tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya. Iapun terbangun dan melihat siapa yang ada di balik pintu. Ia kaget karena ternyata seorang dokter yang mengetuk pintu rumahnya. Dalam keadaan bingung, ia mempersilakan sang dokter untuk memeriksa keadaan putrinya. Setelah memeriksa dan menuliskan resep untuk anaknya, dokter itu pamit dan menunggu di luar; memberi isyarat sedang menunggu biaya pengobatan.

Ia berdiri termenung dan merasa malu. Dokter itu lalu berkata,”Aku belum dibayar.” Ia mengatakan tidak memiliki uang. Dokter pun berteriak di wajahnya,”Apakah kamu tidak memiliki malu? Bagaimana mungkin kamu meneleponku pada dini hari, kemudian mengaku tidak memiliki uang?” Ia menangis dan mengaku,”Demi Allah, wahai dokter, aku tidak mungkin menghubungimu karena aku tidak memiliki telpon.”

Dokter itu berteriak lagi dengan nada lebih tinggi,”Bukankah ini adalah rumah fulan?”

“Bukan, fulan tinggal di rumah yang ada di sebelah kami,”jawabnya.

Dokter ini amat terkejut lalu menanyakan keadaannya. Ia pun memberitahukan hal sebenarnya. Tidak lama setelah itu, sang dokter datang lagi dengan membawa makanan, obat dan kebutuhan untuk perempuan itu dan anaknya.

Dinukilkan dari buku “Ensiklopedia Akhlak Muhammad SAW” karangan Mahmud al-Mishri dengan penerbit Pena Pundi Aksara hal. 160-161

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: