Musnad Ahmad: 401-500

Musnad Ahmad 401: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abu Bakar Telah menceritakan kepada kami Khalid Bin Al Harits Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dzi`b dari Sa’id Bin Abdullah Bin Qaridz dari Abu ‘Ubaid dia berkata; aku melihat Ali dan Utsman melaksanakan shalat pada hari Aidul Fitri dan Aidul Adha, kemudian selesai shalat keduanya memberikan nasihat kepada orang-orang, aku mendengar keduanya berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang dari berpuasa pada dua hari ini.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Bakr telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij Telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari ‘Atho` Bin Yazid Al Junda’i bahwa dia mendengar Humran mantan hamba sahaya Utsman Bin Affan berkata; aku telah melihat Amirul Mukminin Utsman berwudlu, kemudian dia menuangkan air ke atas tangannya tiga kali, kemudian beristintsar (memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya) tiga kali dan berkumur-kumur tiga kali.” kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan haditsnya Ma’mar.

Musnad Ahmad 402: Telah menceritakan kepada kami Yazid Bin Harun telah memberitakan kepada kami Al Jurairi dari ‘Urwah Bin Qabishah dari seorang lelaki berasal dari Anshar dari bapaknya bahwa Utsman berkata; “Ketahuilah, maukah aku perlihatkan kepada kalian bagaimana wudlu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Para sahabat menjawab; “Ya” lalu dia mengambil air, kemudian berkumur-kumur tiga kali dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung) tiga kali, kemudian membasuh wajahnya dan kedua tangannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya tiga kali, lalu berkata; “Dan ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kedua telinga adalah bagian dari kepala, ” lalu dia berkata; “Aku telah jelaskan dengan rinci kepada kalian tatacara wudlu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Musnad Ahmad 403: Telah menceritakan kepada kami Ishaq Bin Yusuf Telah menceritakan kepada kami ‘Auf Al A’rabi dari Ma’bad Al Juhani dari Humran Bin Aban dia berkata; ketika kami berada di sisi Utsman Bin ‘Affan, dia mengambil air dan berwudlu, ketika selesai berwudlu dia tersenyum, kemudian bertanya; “Apakah kalian tahu kenapa aku tertawa?” Dia berkata; Utsman berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berwudlu seperti wudluku kemudian beliau tersenyum, lalu beliau bertanya; “Apakah kalian tahu kenapa aku tertawa?” Utsman berkata; maka kami menjawab; “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya, apabila seorang hamba berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian melaksanakan shalat dan menyempurnakan shalatnya, maka dia selesai dari shalatnya sebagiamana ketika keluar dari perut ibunya yaitu bersih dari dosa.”

Musnad Ahmad 404: Telah menceritakan kepada kami Rauh Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dia berkata; aku mendengar Abdullah Bin Syaqiq berkata; bahwa Utsman melarang dari haji tamattu’, akan tetapi Ali berfatwa membolehkannya, maka Utsman mengatakan sesuatu kepadanya, kemudian Ali menjawabnya; “Bukankah kamu telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya?” Utsman menjawab; “Betul, akan tetapi ketika itu kita dalam kondisi takut.” Syu’bah berkata; aku berkata kepada Qatadah; “Apa yang mereka takutkan?” Dia menjawab; “Tidak tahu.”

Musnad Ahmad 405: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami SyU’bah dari Qatadah dia berkata; Abdullah Bin Syaqiq berkata; bahwa Utsman melarang haji tamattu’, akan tetapi Ali berfatwa membolehkannya, maka Utsman mengatakan sesuatu kepadanya, kemudian Ali menjawab; “Bukankah kamu telah mengetahui bahwa kita pernah melakukan tamattu’ ketika bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Utsman menjawab; “Betul, akan tetapi ketika itu kita dalam kondisi takut.”

Musnad Ahmad 406: Telah menceritakan kepada kami Rauh Telah menceritakan kepada kami Kahmas dari Mush’ab Bin Tsabit dari Abdullah Bin Az Zubair dia berkata; Utsman Bin Affan berkata ketika berkhutbah di atas mimbarnya; “Sesungguhnya aku ingin menceritakan kepada kalian sebuah hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak ada yang menghalangiku untuk menceritakannya kepada kalian kecuali keraguan kepada kalian, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berjaga semalam di jalan Allah Ta’ala lebih utama dari pada seribu malam, yang malamnya digunakan shalat dan siangnya digunakan untuk berpuasa.”

Musnad Ahmad 407: Telah menceritakan kepada kami Abdul Kabir Bin Abdul Majid Abu Bakar Al Hanafi Telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid yaitu Ibnu Ja’far, dari bapaknya dari Mahmud Bin Labid dari Utsman Bin Affan dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah yang semisalnya di Syurga.”

Musnad Ahmad 408: Telah menceritakan kepada kami Utsman Bin Umar Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dzi’b dari Sa’id Bin Khalid Bin Abdullah Bin Qaridz dari Abu ‘Ubaid mantan budak Abdurrahman Bin Azhar, dia berkata; aku melihat Ali dan Utsman melaksanakan shalat pada hari Aidul Fithri dan Aidul Adha, kemudian keduanya bergegas memberikan nasehat kepada orang-orang, ” Abu ‘Ubaid berkata; dan aku mendengar keduanya berkata; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berpuasa pada dua hari ini.”

Musnad Ahmad 409: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperri hadits sebelumnya dari Ali bin Abi Thalib; dia berkata; dan aku mendengar Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kalian menyisakan daging kurban kalian melebihi tiga hari.”

Musnad Ahmad 410: Telah menceritakan kepada kami Shafwan Bin Isa dari Muhammad Bin Abdullah Bin Abu Maryam dia berkata; aku pergi menemui Ibnu Darah mantan budak Utsman, dia (Muhammad) berkata; dia mendengarku sedang berkumur-kumur. Muhammad berkata; maka dia berkata; “Wahai Muhammad, ” Muhammad berkata; aku menjawab; “Labbaika (aku penuhi panggilanmu).” Ibnu Darah berkata; “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang tatacara wudlu Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam?” Dia melanjutkan; aku melihat Utsman duduk di sebuah bangku meminta diambilkan air wudlu, kemudian dia berkumur-kumur tiga kali dan berisytinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) tiga kali, kemudian membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya tiga kali, kemudian membasuh kedua telapak kakinya, lalu berkata; “Barangsiapa ingin melihat bagaimana wudlu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka inilah wudlu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Musnad Ahmad 411: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Bin Harb dan ‘Affan secara makna, keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Zaid Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Sa’id dari Abu Umamah Bin Sahl dia berkata; ketika kami terkepung di dalam rumah bersama Utsman, kemudian dia masuk lewat sebuah pintu yang apabila dia memasukinya maka orang-orang yang ada di atas lantai akan mendengar perkataannya. Abu Umamah melanjutkan; maka dia masuk melewati pintu itu lalu keluar menemui kami seraya berkata; “Sesungguhnya tadi mereka mengancam akan membunuhku, ” maka kami berkata; “Cukup Allah yang melindungimu dari mereka wahai Amirul Mukminin.” Utsman berkata; “Kenapa mereka hendak membunuhku, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal; seseorang yang kafir setelah memeluk Islam (murtad), atau berbuat zina setelah dia menikah, atau membunuh seseorang maka dia harus dibunuh karenanya.” Demi Allah aku tidak ingin ada Dien (agama) selain Islam sejak Allah memberikan hidayah kepadaku, aku tidak pernah sama sekali berbuat zina baik dimasa jahiliyah maupun di masa Islamku, dan aku tidak pernah membunuh seseorang, maka kenapa mereka hendak membunuhku?” Telah bercerita kepada kami Ubaidullah Bin Umar Al Qawariri dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Zaid dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Sa’id dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Umamah Bin Sahl Bin Hunaif dia berkata; “Sungguh aku bersama Utsman di rumah ketika dia dalam kondisi terkepung.” dan Abu Umamah berkata; “Dan kami masuk melalui sebuah pintu, ” kemudian dia menyebutkan hadits yang semisalnya dan berkata; “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: kemudian dia menyebutkan hadits yang semisalnya atau yang semakna dengannya.

Musnad Ahmad 412: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad Telah menceritakan kepada kami Al Qasim yaitu Ibnu Al Fadlal Telah menceritakan kepada kami ‘Amru Bin Murrah dari Salim Bin Abul Ja’d dia berkata; Utsman memanggil salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan diantara mereka Amar Bin Yasir, kemudian Utsman berkata; “Sesungguhnya aku bertanya kepada kalian, dan sesungguhnya aku suka kalian jujur kepadaku, aku bersumpah kepada kalian dengan nama Allah, apakah kalian tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih mengutamakan orang-orang Quraisy dari semua orang dan lebih mengutamakan Bani Hasyim dari seluruh orang Quraisy?” Maka para sahabat terdiam, kemudian Utsman berkata; “Seandainya kunci Syurga di tanganku maka pasti akan aku berikan kepada Bani Umaiyah sampai orang yang paling terakhir dari mereka memasukinya.” Maka di utuslah kepada Thalhah dan Zubair, kemudian Utsman berkata kepada keduanya; “Maukah aku ceritakan kepada kalian berdua tentang dia yaitu Ammar, suatu ketika aku datang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil beliau memegang tanganku dan kami jalan jalan di Bathha`, ketika kami sampai kepada bapak dan ibunya dan keduanya sedang disiksa, maka bapak Amar berkata; “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sepanjang masa begini?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Sabarlah!” Kemudian beliau bedoa: “Ya Allah ampunilah keluarga Yasir, dan aku telah berbuat.”

Musnad Ahmad 413: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad Telah menceritakan kepada kami Huraits Bin As Sa`ib dia berkata; aku mendengar Al Hasan berkata; Telah menceritakan kepadaku Humran dari Utsman Bin Affan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Segala sesuatu selain atap rumah, roti yang tidak ada lauknya, pakaian yang menutupi aurat dan air, maka yang lebih dari ini semua, tidak ada haq bagi anak Adam.”

Musnad Ahmad 414: Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Bakr Telah menceritakan kepada kami Humaid Ath Thawil dari Syaikh orang Tsaqif, Humaid telah menceritakan kebaikannya, – dia menyebutkan bahwa pamannya telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia melihat Utsman Bin Affan duduk di pintu kedua dari masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dia meminta diambilkan daging bagian punggung dan memakannya, lalu dia berdiri melaksanakan shalat dan tidak berwudlu, kemudian dia berkata; “aku duduk di tempat duduk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, memakan apa yang dimakan oleh Nabi Salallahu ‘Alaihi wa sallam, dan aku mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Nabi Salallahu ‘Alaihi wa sallam.”

Musnad Ahmad 415: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah Telah menceritakan kepada kami Zuhrah Bin Ma’bad dari Abu Shalih mantan budak Utsman, bahwa dia bercerita kepadanya, dia berkata; aku mendengar Utsman berkata ketika berada di Mina; “Wahai orang-orang, sesungguhnya aku hendak menceritakan kepada kalian suatu hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: “Ribath sehari di jalan Allah, adalah lebih utama dari seribu hari yang lain, maka hendaknya setiap orang melakukan ribath menurut yang dia kehendaki, apakah saya telah menyampaikan?” Para sahabat menjawab; “Ya.” Beliau berkata: “Ya Allah saksikanlah.”

Musnad Ahmad 416: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mantan hamba sahaya Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami ‘Ikrimah Bin Ibrahim Al Bahili Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Abdurrahman Bin Abu Dzubab dari bapaknya bahwa Utsman Bin Affan shalat di Mina empat rakaat, maka orang-orang mengingkarinya, kemudian dia berkata; “Wahai manusia, sesungguhnya aku memulai ihram di Makkah sejak kedatanganku, dan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memulai ihram di negri (Makkah) maka shalatlah seperti shalatnya orang yang mukim (menetap).”

Musnad Ahmad 417: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Lahi’ah Telah menceritakan kepada kami Musa Bin Wardan dia berkata; aku mendengar Sa’id Bin Al Musayyib berkata; aku mendengar Utsman berkhutbah di atas mimbar dan berkata: “Aku membeli kurma dari salah satu Qabilah yahudi yang dinamakan Banu Qoinuqo’ kemudian aku menjualnya dengan mendapat keuntungan, kemudian hal itu sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau berkata: “Wahai Utsman, jika kamu membeli maka takarlah dan jika kamu menjual maka takarlah.” Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Ishaq Telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah Telah menceritakan kepada kami Musa Bin Wardan dari Sa’id Bin Al Musayyib dari Utsman Bin Affan, kemudian dia menyebutkan hadits yang semisal dengannya.

Musnad Ahmad 418: Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaid Bin Abu Qurrah Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Az Zinad dari bapaknya dari Aban Bin Utsman dari bapaknya, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca; ‘Bismillaahil ladzii la yadlurru ma’asmihi syai’un fil ardli walaa fis samaa’wahuwas samii’ul aliim (dengan nama Allah yang dengan namaNya tidak akan berbahaya sesuatu apapun baik di bumi maupun di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui) ‘ maka tidak ada sesuatu yang akan membahayakannya.”

Musnad Ahmad 419: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab Al Khaffaf Telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Muslim Bin Yasar dari Humran Bin Aban bahwa Utsman Bin Affan berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh aku mengetahui sebuah kalimat yang tidaklah seorang hamba mengucapkannya dengan hati yang ikhlas, kecuali pasti akan di haramkan neraka untuknya.” Maka Umar Bin Al Khaththab berkata kepadanya; “Saya akan menceritakannya kepadamu kalimat apa itu, yaitu kalimat ikhlas yang dengannya Allah Tabaraka wa Ta’ala memuliakan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, yaitu kalimat Taqwa yang telah Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam baca berulang ulang kepada pamannya Abu Thalib menjelang wafatnya, yaitu persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah selain Allah.”

Musnad Ahmad 420: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah bercerita kepadaku bapakku Telah menceritakan kepada kami Al Husain yaitu Al Mu’allim dari Yahya yaitu Ibnu Abi Katsir dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bahwa ‘Atho` Bin Yasar telah mengabarkan kepadanya, bahwa Zaid Bin Khalid Al Juhani telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia telah bertanya kepada Utsman Bin Affan, aku bertanya; “Bagaimana pendapatmu jika seseorang menggauli istrinya akan tetapi tidak keluar mani?” Utsman menjawab; “Dia harus berwudlu seperti wudlu untuk shalat kemudian mencuci kemaluannya.” Dan Utsman berkata; “Aku telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian aku tanyakan hal itu kepada Ali Bin Abu Thalib, Zubair Bin Awwam, Thalhah Bin Ubaidillah dan kepada Ubai Bin Ka’ab, dan mereka semuanya memerintahkan seperti itu.”

Musnad Ahmad 421: Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaid Bin Abu Qurrah dia berkata; aku mendengar Malik Bin Anas berkata tentang ayat (Kami tinggikan siapa yang kami kehendaki beberapa derajat) (QS Al An’am ayat 83), maka dia berkata; “Yaitu dengan Ilmu.” Aku bertanya; “Siapa yang telah menceritakan kepadamu?” Dia menjawab; ” Zaid Bin Aslam mengira demikian.”

Musnad Ahmad 422: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair Telah menceritakan kepada kami Masarrah Bin Ma’bad dari Yazid Bin Abu Kabsyah dari Utsman Bin Affan dia berkata; seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bertanya; “Wahai Rasulullah, aku telah melaksanakan shalat tapi aku tidak tahu apakah aku shalat dengan genap atau ganjil?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hindarilah agar setan tidak mempermainkan shalat kalian, maka barangsiapa diantara kalian yang melaksanakan shalat, kemudian dia lupa apakah sudah shalat dengan genap atau ganjil, maka lakukanlah sujud dua kali karena itu dapat melengkapi shalatnya.” Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Ma’in dan Ziyad Bin Ayyub keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Sawwar Abu Umarah Ar Ramli dari Maisarah Bin Ma’bad dia berkata; Yazid Bin Abu Kabsyah shalat Ashar mengimami kami, kemudian dia menghadap kepada kami setelah shalatnya dan berkata; “Sungguh aku shalat dengan Marwan Bin Hakam kemudian dia sujud seperti dua sujud ini, kemudian dia menghadap kepada kami, maka tahulah kami bahwa dia shalat bersama Utsman dan menceritakan dari Nabi Salallahu ‘Alaihi wa sallam, ” kemudian dia menyebutkan yang serupa dan semakna dengannya.

Musnad Ahmad 423: Telah menceritakan kepada kami Ishaq Bin Sulaiman dia berkata; aku mendengar Mughirah Bin Muslim Abu Salamah, menyebutkan dari Mathor dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwa Utsman muncul dihadapan para sahabatnya ketika dalam kondisi terkepung, lalu dia berkata; “Atas dasar apa kalian membunuhku, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal darah seorang muslim, kecuali dengan salah satu dari tiga sebab; seorang lelaki yang berbuat zina setelah muhshon (pernah menikah dan bersetubuh dengan istrinya), maka dia harus dihukum rajam. atau seseorang yang membunuh dengan sengaja, maka dia harus dihukum Qishas, atau seseorang yang murtad (kembali kafir) setelah masuk Islam, maka dia harus dibunuh.” Maka demi Allah, aku tidak pernah berbuat zina sejak masa jahiliyah sampai memeluk Islam, dan aku tidak pernah membunuh seseorang sehingga aku dihukum qishas, dan aku juga tidak pernah murtad sejak aku memeluk Islam, sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.”

Musnad Ahmad 424: Telah menceritakan kepada kami Hasan Bin Musa Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Lahi’ah Telah menceritakan kepada kami Abu Qabil dia berkata; aku mendengar Malik Bin Abdullah Al Bardadi bercerita dari Abu Dzar, bahwa dia datang untuk meminta izin kepada Utsman Bin Affan, kemudian Utsman mengizinkannya sementara di tangannya ada sebuah tongkat, kemudian Utsman berkata; “Wahai Ka’b sesungguhnya Abdurrahman telah wafat dan meninggalkan harta, maka apa pendapatmu dengan hal ini?” Ka’b menjawab; “Jika hartanya mencapai pada hak Allah maka tidak apa-apa atasnya.” Kemudian Abu Dzar mengangkat tongkatnya dan memukulkannya kepada Ka’b dan berkata; “aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku tidak menyukai jika aku memiliki gunung emas ini kemudian aku infaqkan dan infaqku diterima, dan aku tinggalkan enam uqiyah (satu uqiyah empat puluh dirham perak) di belakangku.” Aku bersumpah kepada Allah wahai Utsman, apakah kamu telah mendengarnya?” Tiga kali. maka Utsman menjawab; “Ya.”

Musnad Ahmad 425: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Ma’in Telah menceritakan kepada kami Hisyam Bin Yusuf Telah menceritakan kepadaku Abdullah Bin Bahir Al Qash dari Hani’ mantan hamba sahaya Utsman, dia berkata; ketika Utsman berdiri di sebuah kuburan dia menangis sampai jenggotnya basah, kemudian dikatakan kepadanya; “Kamu menyebutkan Syurga dan Neraka sementara kamu tidak menangis tapi justru kamu menangis dengan ini?” Kemudian dia menjawab; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Kuburan adalah tempat pertama dari tempat tempat akhirat, jika seseorang selamat darinya maka apa yang ada setelahnya adalah lebih ringan darinya, dan jika tidak selamat darinya maka apa yang ada setelahnya adalah lebih berat darinya.” Utsman berkata; “Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah, aku tidak melihat tempat yang lebih mengerikan sama sekali kecuali kuburan adalah tempat yang paling mengerikan.”

Musnad Ahmad 426: Telah menceritakan kepada kami Zakaria Bin ‘Adi dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Ali Bin Mushir dari Hisyam Bin ‘Urwah dari bapaknya dari Marwan -dan kami tidak menganggapnya tertuduh, – Marwan berkata; Utsman terkena mimisan pada musim penyakit mimisan, sehingga dia tertinggal dari melaksanakan Haji, dan dia memberikan nasihat, kemudian datanglah seseorang dari Quraisy kepadanya dan berkata; “Angkatlah penggantimu!” Marwan berkata; dan orang-orang mengatakan demikian, maka Utsman menjawab; “Ya.” Orang Quraisy tadi bertanya; “Siapa?” Marwan berkata; tetapi Utsman diam, kemudian datang orang yang lainnya dan mengatakan seperti yang dikatakan oleh orang pertama, dan Utsman pun menjawab seperti jawaban dia semula, kemudian Utsman berkata; “Mereka meminta Zubair sebagai pengganti.” Dia berkata; “Ya, ” maka Utsman berkata; “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangannya, jika dia adalah orang yang paling baik diantara mereka dan paling dicintai oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam (bisa jadi), tetapi aku tidak mengetahuinya.” Telah menceritakannya kepada kami Suwaid bin Sa’id dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Ali Bin Mushir dengan sanad yang semisalnya.

Musnad Ahmad 427: Telah menceritakan kepada kami Zakaria Bin Abu Zakaria Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Sulaim Telah menceritakan kepada kami Isma’il Bin Umaiyah dari Musa Bin Imran Bin Mannah dia berkata; Aban Bin Utsman melihat jenazah lewat, kemudian dia berdiri sambil berkata; ” Utsman melihat jenazah lewat lalu dia berdiri, kemudian dia bercerita, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat jenazah lewat lalu beliau berdiri.”

Musnad Ahmad 428: Telah menceritakan kepada kami Hasan Bin Musa Telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Yahya Bin Abi Katsir dari Abu Salamah bahwa ‘Atho` Bin Yasar telah mengabarkan kepadanya dari Zaid Bin Khalid Al Juhani, bahwa dia telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia bertanya kepada Utsman Bin ‘Affan, Zaid berkata; aku bertanya; “Bagaimana pendapatmu apabila seseorang bersetubuh dengan isterinya akan tetapi tidak mengeluarkan mani?” Maka Utsman menjawab; “Hendaknya dia berwudlu seperti wudlu untuk shalat dan mencuci kemaluannya.” Dia berkata; dan Utsman berkata; “Aku telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu aku menanyakannya hal itu kepada Ali Bin Abu Thalib, Az Zubair, Thalhah dan Ubai Bin Ka’ab, mereka semunya menyuruh demikian.”

Musnad Ahmad 429: Telah menceritakan kepada kami Hasan Bin Musa Telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Yahya dari Muhammad Bin Ibrahim Bin Al Harits At Taimi dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Mu’adz Bin Abdurrahman bahwa Humran Bin Aban telah mengabarkan kepadanya, dia berkata; aku datang menemui Utsman Bin Affan, ketika itu dia sedang duduk di sebuah bangku, lalu dia berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian dia berkata; aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di tempat duduk ini sambil berwudlu, lalu beliau menyempurnakan wudlunya, kemudian beliau bersabda: “Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian datang ke masjid dan melaksanakan shalat dua raka’at, maka akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu, ” dan dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dan janganlah kalian terpedaya.”

Musnad Ahmad 430: Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah Bin Muhammad Bin Hafs Bin Umar At Taimi dia berkata; aku mendengar bapakku berkata; aku mendengar pamanku Ubaidullah Bin Umar Bin Musa berkata; ketika aku sedang di sisi Sulaiman Bin Ali, datanglah seorang lelaki yang sudah tua dari Quraisy, maka berkatalah Sulaiman; “Lihatlah kepada orang tua itu dan dudukkan dia di kursi yang bagus, karena bagi orang Quraisy ada haq.” maka aku berkata kepadanya; telah disampaikan kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menghinakan orang Quraisy maka Allah akan menghinakannya.” Sulaiman berkata; “Subhaanallahu, alangkah bagusnya hadits ini, siapakah yang menceritakannya kepadamu?” Aku menjawab; telah menceritakan kepadaku Rabi’ah Bin Abu Abdurrahman dari Sa’id Bin Musayyib dari ‘Amru Bin Utsman Bin Affan dia berkata; bapakku berkata kepadaku; “Wahai anakku, jika kamu diangkat untuk mengurusi urusan manusia maka muliakanlah orang-orang Quraisy, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menghinakan orang Quraisy maka Allah akan menghinakannya.”

Musnad Ahmad 431: Telah menceritakan kepada kami Isma’il Bin Aban Al Warraq Telah menceritakan kepada kami Ya’qub dari Ja’far Bin Abu Al Mughirah dari Ibnu Abza dari Utsman Bin Affan, dia berkata; ketika terkepung Abdullah Bin Zubair berkata kepadanya; “Sesungguhnya aku mempunyai hewan hewan pilihan yang sudah aku persiapkan untukmu, maka apakah kamu mau berpindah ke Makkah sehingga akan datang kepadamu orang yang ingin datang kepadamu?” Utsman menjawab; “Tidak, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan dikebumikan di Makkah seekor kambing kibas dari Quraisy namanya Abdullah yang membawa di atasnya seperti separuh dosa dosa manusia.”

Musnad Ahmad 432: Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Bakr dan Muhammad Bin Ja’far keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Muthor dan Ya’la Bin Hakim dari Nafi’ dari Nubaih Bin Wahab dari Aban Bin Utsman Bin Affan dari Utsman Bin Affan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan dan tidak boleh mengkhitbah.”

Musnad Ahmad 433: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Kahmas Telah menceritakan kepada kami Mush’ab Bin Tsabit dari Abdullah Bin Az Zubair dia berkata; Utsman berkata ketika sedang berkhutbah di atas mimbarnya; “Sesungguhnya aku akan menceritakan kepada kalian sebuah hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi tidak ada yang menghalangiku untuk menceritakannya kepada kalian kecuali karena keraguan kepada kalian, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berjaga semalam di jalan Allah adalah lebih utama dari pada seribu malam, yang malamnya digunakan untuk shalat dan siangnya digunakan untuk berpuasa.”

Musnad Ahmad 434: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata; aku mendengar Khalid dari Abu Bisyr Al ‘Anbari dari Humran Bin Aban dari Utsman Bin Affan dari Nabi Salallahu ‘Alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa meninggal dan dia mengetahui bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, maka dia masuk Syurga.”

Musnad Ahmad 435: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Abdul Warits Telah menceritakan kepada kami Ayyub Bin Musa Telah menceritakan kepadaku Nubaih Bin Wahab bahwa kedua mata Umar Bin ‘Ubaidillah Bin Ma’mar kemasukan pasir sedangkan dia dalam keadaan ihram, ketika dia hendak memberi celak kedua matanya, dia dilarang oleh Aban Bin Utsman, dan memerintahkannya agar memberikan celak dengan Ash Shobir (perasan air pepohonan rasanya pahit digunakan untuk obat termasuk jenis celak), dia mengaku bahwa Utsman bercerita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau melakukan demikian.”

Musnad Ahmad 436: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Abdul Warits Telah menceritakan kepada kami Ayyub Bin Musa dari Nubaih Bin Wahab bahwa Umar Bin ‘Ubaidillah hendak menikahkan anak lelakinya padahal dia sedang ihram, akan tetapi dilarang oleh Aban, dan dia menganggap bahwa Utsman bercerita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah dan tidak boleh menikahkan.”

Musnad Ahmad 437: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Jarir Bin Hazim dia berkata; aku mendengar Muhammad Bin Abdullah Bin Abu Ya’qub bercerita dari Rabah, dia berkata; “Keluargaku menikahkan aku dengan seorang budak perempuan Romawi milik mereka, dia melahirkan seorang anak lelaki hitam sepertiku, kemudian dia dirusak (digauli) oleh seorang budak lelaki Romawi yang bernama Yohannas, dia berbicara kepadanya dengan bahasanya (Romawi), kemudian dia (budak wanita) hamil, dahulu dia melahirkan seorang anak lelaki hitam sepertiku, kemudian dia datang dengan membawa seorang anak lelaki seperti seekor tokek, kemudian aku bertanya kepadanya; “Apa ini?” Budak wanita itu menjawab; “Ini anak dari Yohannas.” Kemudian aku tanyakan kepada Yohannas, dan Yohannas mengakuinya, maka aku menemui Utsman Bin Affan dan menceritakan kejadian tersebut kepadanya, lalu keduanya dibawa kehadapan Utsman, dan Utsman bertanya kepada keduanya, kemudian berkata; “Aku akan putuskan perkara kalian dengan keputusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa anak milik yang memiliki tempat tidur dan bagi pezina adalah batu (hukum rajam).” Kemudian dia mempertemukannya denganku, dia berkata; lalu Utsman mendera keduanya, setelah itu dia melahirkan untukku seorang anak lelaki hitam.”

Musnad Ahmad 438: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Zaid Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Sa’id dari Abu Umamah Bin Sahl dia berkata; ketika aku bersama Utsman terkepung di dalam rumah, -Abu Umamah berkata; – “Dan kami masuk melalui sebuah pintu yang jika kami memasukinya niscaya kami dapat mendengar pembicaraan orang-orang yang berada di atas loteng, ” -dia berkata; – “maka pada suatu hari masuklah Utsman untuk suatu keperluan, lalu keluar menemui kami dengan wajah berwarna pucat seraya berkata; “Sesungguhnya tadi mereka mengancam hendak membunuhku.” Dia berkata; maka kami menjawab; “Cukuplah Allah sebagai pelindung bagimu dari mereka wahai Amirul Mukminin, ” dia berkata; lalu Utsman bertanya; “Lalu atas kesalahan apa mereka hendak membunuhku? Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “TIdak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal; seseorang yang kafir setelah memeluk Islam (murtad), atau berbuat zina dan dia adalah Muhshon, atau membunuh orang lain tanpa dasar yang hak.” Demi Allah, aku tidak pernah berzina sejak masa jahiliyah sampai masuk Islam, dan aku tidak pernah berangan angan mengganti agamaku sejak Allah memberikan hidayah kepadaku, dan aku tidak pernah membunuh seseorang, maka mengapa mereka hendak membunuhku?”

Musnad Ahmad 439: Telah menceritakan kepada kami Ishaq Bin Isa Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Bin Abu Zinad, dan Telah menceritakan kepada kami Suraij dan Husain keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Az Zinad dari bapaknya dari ‘Amir Bin Sa’d, Husain Bin Abi Waqqs berkata; aku mendengar Utsman Bin Affan berkata; “Tidak ada yang menghalangiku untuk menceritakan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melainkan karena aku bukan orang yang paling hafal dari para sahabatnya, akan tetapi aku bersaksi bahwa aku mendengar beliau bersabda: “Barangsiapa berkata atas namaku padahal aku tidak mengatakannya maka siapkanlah tempat duduknya di neraka.” Dan Husain berkata; “Orang yang paling hafal dari para sahabatnya.”

Musnad Ahmad 440: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Telah menceritakan kepada kami Laits Telah menceritakan kepadaku Zuhrah Bin Ma’bad Al Qurasyi dari Abu Shalih mantan budak Utsman Bin Affan, dia berkata; aku mendengar Utsman Bin Affan berkata di atas mimbar; “Wahai orang-orang, sesungguhnya aku menyembunyikan dari kalian sebuah hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena khawatir kalian akan berpisah dariku, akan tetapi kemudian tampak bagiku untuk menceritakannya kepada kalian, hendaklah setiap orang memilih untuk dirinya menurut yang sesuai baginya, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ribath sehari fi sabilillah Ta’ala adalah lebih baik dari pada seribu hari di tempat lain.”

Musnad Ahmad 441: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far Ar Razi dari Abdul Aziz Bin Umar dari Shalih Bin Kaisan dari seorang lelaki dari Utsman Bin Affan, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim keluar dari rumahnya untuk bepergian atau yang lainnya, kemudian ketika keluar dia membaca; ‘BISMILLAAHI AAMANTU BILLAAHI I’TASHAMTU BILLAAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAHI LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI (dengan Nama Allah, aku beriman kepada Allah, berpegang teguh kepada Allah, bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah), niscaya diberi rizqi lebih baik dari tempat keluarnya dan dihindarkan dari keburukan selama keluarnya.”

Musnad Ahmad 442: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Zaid dari Al Hajjaj dari ‘Atho` dari Utsman dia berkata; “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu kemudian membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya satu kali.”

Musnad Ahmad 443: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Shakhrah yaitu Jami’ Bin Syaddad, dia berkata; aku mendengar Humran Bin Aban bercerita kepada Abu Burdah di sebuah Masjid di `Bashrah, ketika itu aku berdiri bersamanya, bahwa dia mendengar Utsman Bin Affan bercerita dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan wudlunya sebagaimana yang Allah perintahkan, maka Shalat lima waktu adalah penghapus dosa diantara satu Shalat dengan Shalat yang lainnya.”

Musnad Ahmad 444: Telah menceritakan kepada kami Suraij Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Zinad dari bapaknya dari Aban Bin Utsman dia berkata; aku mendengar Utsman Bin Affan berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa di permulaan siang atau permulaan malamnya membaca; “BISMILLAAHIL LADZII LAA YADLURRU MA’AS MIHI SYAI’UN FIL ‘ARDLI WALA FIS SAMAA’WAHUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak akan ada sesuatupun yang membahayakan pada hari atau malam itu.”

Musnad Ahmad 445: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Salamah telah memberitakan kepada kami Abu Sinan dari Yazid Bin Mauhab bahwa Utsman berkata kepada Ibnu Umar; “Hendaklah kamu menjadi qodli di antara orang-orang!” Ibnu Umar menjawab; “Tidak, aku tidak akan menjadi qodli di antara dua orang dan aku tidak akan memimpin dua orang lelaki, tidakkah kamu mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Barangsiapa berlindung kepada Allah, maka dia telah berlindung dengan perlindungan yang benar”, Utsman berkata; “Tentu” lalu dia berkata; “Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah agar kamu tidak mengangkatku menjadi pegawai.” Maka dia memaafkannya dan berkata; “Jangan kamu ceritakan perkara ini kepada seorangpun.”

Musnad Ahmad 446: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid Bin Ziyad dari Utsman Bin Hakim Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Al Munkadir dari Humran dari Utsman Bin Afan dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, maka dosa dosanya akan keluar dari tubuhnya sampai keluar dari bawah kuku kukunya.”

Musnad Ahmad 447: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakannya kepada kami Suwaid Bin Sa’id pada tahun ke dua puluh enam (Hijriyah), Telah menceritakan kepada kami Risydin Bin Sa’d dari Zuhrah Bin Ma’bad dari Abu Shalih mantan budak Utsman, bahwa Utsman berkata; “Wahai manusia, berhijrahlah, sesungguhnya aku akan berhijrah.” Maka merekapun berhijrah. kemudian berkata; “Wahai manusia, aku akan menyampaikan sebuah hadits yang tidak pernah aku katakan sebelumnya sejak aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai sekarang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya ribath satu hari fi sabilillah lebih utama dari pada seribu hari yang lainnya.” Maka setiap orang berjihadlah semampunya, apakah aku telah menyampaikan kepada kalian?” Mereka menjawab “Ya.” Dia berkata: “Ya Allah persaksikanlah.”

Musnad Ahmad 448: Telah menceritakan kepada kami Abu Al Mughirah Telah menceritakan kepada kami Al Auza’i Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Abu Katsir dari Muhammad Bin Ibrahim At Taimi Telah menceritakan kepadaku Syaqiq Bin Salamah dari Humran dia berkata; Utsman duduk di bangku dan meminta dibawakan air wudlu, kemudian berwudlu dan berkata; “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu di bangku ini kemudian beliau bersabda: ” Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian berdiri melaksanakan Shalat dua rakaat, niscaya dosa dosanya yang telah lalu akan diampuni”, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian terpedaya.”

Musnad Ahmad 449: Telah menceritakan kepada kami Abu Al Mughirah Telah menceritakan kepada kami Arthah yaitu Ibnul Mundzir, telah mengabarkan kepadaku Abu ‘Aun Al Anshari bahwa Utsman Bin Affan bertanya kepada Ibnu Mas’ud; “Apakah kamu bisa berhenti dari tindakanmu yang telah sampai kepadaku?” Maka Ibnu mas’ud meminta maaf dengan beberapa alasan, dan berkatalah Utsman; “Celaka kamu, sesungguhnya aku mendengar dan menghafalnya dan bukan seperti yang kamu dengar, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Seorang Amir (pemimpin) akan terbunuh, seorang pelompat akan melompat.” Dan sesungguhnya akulah orang yang akan terbunuh dan bukan Umar, karena yang membunuh umar adalah satu orang sedangkan yang membunuhku adalah orang banyak.”

Musnad Ahmad 450: Telah menceritakan kepada kami Bisyr Bin Syu’aib Telah menceritakan kepadaku bapakku dari Az Zuhri Telah menceritakan kepadaku ‘Urwah Bin Az Zubair, bahwa Ubaidullah Bin ‘Adi Bin Al Khiyar telah mengabarkan kepadanya, bahwa Utsman Bin Affan berkata kepadanya; “Wahai anak saudaraku, apakah kamu bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ubaidullah berkata; maka aku menjawab kepadanya; “Tidak, akan tetapi pengetahuan tentang beliau telah sampai kepadaku dan keyakinanku telah mantap, seperti sampainya berita tersebut kepada seorang gadis dalam kamarnya, ” Ubaidullah berkata; kemudian Utsman bersaksi dan berkata; “‘Amma ba’du, sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa kebenaran, dan aku termasuk orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya serta beriman kepada apa yang dibawa oleh Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian aku berhijrah dua kali sebagaimana aku katakan, aku telah menjadi menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku membai’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. maka demi Allah aku tidak pernah bermaksiat dan tidak pernah membohongi beliau sampai Allah mewafatkan beliau.”

Musnad Ahmad 451: Telah menceritakan kepada kami Ali Bin ‘Ayyasy Telah menceritakan kepada kami Al Walid Bin Muslim dia berkata; dan telah mengabarkan kepadaku Al Auza’i dari Muhammad Bin Abdul Malik Bin Marwan bahwa dia telah menceritakannya dari Al Mughirah Bin Syu’bah bahwa dia menemui Utsman yang sedang terkepung, lalu dia berkata; “Sesungguhnya kamu adalah pemimpin manusia, akan tetapi telah terjadi (peristiwa) seperti yang kamu lihat, aku akan menawarkan kepadamu tiga pilihan, maka pilihlah salah satunya; kamu keluar dan memerangi mereka, sesungguhnya kamu memiliki banyak pendukung dan kekuatan, kamu berada di pihak yang benar sedangkan mereka berada di pihak yang batil, atau kami siapkan untukmu sebuah pintu (keluar) yang lain yang tidak dijaga oleh mereka, lalu kamu duduk di kendaraanmu dan pergi ke Makkah, sehingga mereka tidak dapat membunuhmu karena kamu berada di Makkah, atau kamu pergi ke Syam, sesungguhnya mereka adalah penduduk Syam dan di sana ada Mu’awiyah.” Utsman menjawab; “Apabila aku keluar dan berperang, sungguh aku tidak ingin menjadi khalifah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pertama yang membuat pertumpahan darah dikalangan ummatnya, apabila aku keluar ke Makkah pasti mereka tidak akan membunuhku di sana, akan tetapi aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang Quraisy akan menjadi kufur di Makkah dan dia akan ditimpakan separoh adzab dunia.” Aku tidak ingin menjadi orang seperti itu. Adapun apabila aku pergi ke Syam, sesungguhnya mereka adalah penduduk Syam dan di Syam ada Mu’awiyah, sungguh aku tidak ingin berpisah dari negeri tempatku berhijrah dan bertetangga dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Telah menceritakan kepadanya Ali bin Ishak dari Ibnu Mubarak.

Musnad Ahmad 452: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj dan Yunus, keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Laits telah berkata Hajjaj Telah menceritakan kepadaku Yazid Bin Abu Habib dari Abdullah Bin Abu Salamah dan Nafi’ Bin Jubair Bin Muth’im dari Mu’adz Bin Abdurrahman At Taimi dari Humran mantan budak Utsman, dari Utsman dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian berjalan menuju (untuk melaksanakan) Shalat wajib kemudian melaksanakannya niscaya dosanya diampuni.”

Musnad Ahmad 453: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari ‘Ashim dari Al Musayyib dari Musa Bin Thalhah dari Humran dia berkata; Utsman biasa mandi sekali dalam sehari sejak dia masuk Islam, pada suatu hari aku menyiapkan air wudlu untuknya untuk melaksanakan Shalat, setelah berwudlu dia berkata; “Aku ingin menceritakan kepada kalian sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ” kemudian dia melanjutkan; “Kemudian nyata olehku untuk tidak menceritakannya kepada kalian.” Maka berkatalah Al Hakam Bin Abil ‘Ash; “Wahai Amirul Mukminin, jika hal itu baik akan kami ambil akan tetapi jika buruk akan kami jauhi.” Utsman menjawab; “Maka aku akan menceritakannya kepada kalian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu seperti wudluku ini kemudian beliau bersabda: “Barangsiapa berwudlu seperti wudlu ini dan membaguskan wudlunya, kemudian berdiri melaksanakan Shalat dan menyempurnakan ruku’ serta sujudnya, niscaya akan diampuni dosanya (yang dilakukan) diantara Shalatnya dengan Shalat yang lain selama tidak melakukan Maqtalah yaitu dosa besar.”

Musnad Ahmad 454: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Salamah dari Yunus dari ‘Atho’ Bin Farrukh dari Utsman Bin ‘Affan dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah akan memasukkan kedalam Surga seorang lelaki yang bersikap mudah saat memberi hutang dan menagihnya, saat menjual dan membeli.”

Musnad Ahmad 455: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Ibrahim Bin Al Muhajir dari Ikrimah Bin Khalid Telah menceritakan kepadaku seorang lelaki dari penduduk Madinah, bahwa seorang mu’adzin telah mengumandangkan adzan untuk Shalat Ashar, dia (Ikrimah) berkata; kemudian Utsman meminta air untuk bersuci lalu dia bersuci, kemudian Utsman berkata; “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersuci sesuai yang diperintahkan, dan melaksanakan Shalat sesuai yang diperintahkan, niscaya dosa dosanya akan diampuni.” Kemudian Utsman meminta untuk disaksikan oleh empat orang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mereka bersaksi untuknya dengan hadits itu atas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Musnad Ahmad 456: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Asyja’i Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Sufyan dari Salim Bin Abu An Nadlr dari Busr Bin Sa’id dia berkata; Utsman datang ke tempat duduk lalu dia meminta air wudlu, kemudian berkumur-kumur, beristinsyaq (menghirup air ke hidung), kemudian membasuh wajah tiga kali, kedua tangan tiga kali tiga kali, lalu mengusap kepala dan (membasuh) kaki tiga kali tiga kali. Setelah itu dia berkata; “Aaku telah melihat Rasulullah melakukan wudlu seperti ini, wahai saudara-saudara apakah seperti ini?” Mereka menjawab; “Ya.” Utsman berkata kepada beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang ada di sisinya.

Musnad Ahmad 457: Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Al Walid Telah menceritakan kepada kami Sufyan Telah menceritakan kepadaku Salim Abu An Nadlr dari Busr Bin Sa’id dari Utsman bin Affan bahwa ia meminta air kemudian berwudlu di sampping bangku, dia berwudlu tiga kali tiga kali kemudian berkata kepada para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Apakah kalian melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan ini?” Mereka menjawab: “Ya”. Bapakku menerangkan; “Orang Al ‘Adani ini dahulu di Makkah sebagai orang yang mendektekan kepada Ibnu ‘Uyainah.”

Musnad Ahmad 458: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Ibrahim Bin Al Harits At Taimi dari Mu’adz Bin Abdurrahman At Taimi dari Humran Bin Abban mantan budak Utsman Bin Affan, dia berkata; aku melihat Utsman Bin Affan meminta dibawakan air wudlu dan dia berada di pintu masjid, kemudian mencuci kedua tangannya dan berkumur-kumur lalu memasukkan air kedalam hidungnya dan mengeluarkannya, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya hingga kedua sikunya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan melewatkan kedua tangannya di permukaan telinganya kemudian melewatkan keduanya ke jenggotnya, kemudian membasuh kedua kakinya hingga kedua mata kakinya tiga kali, kemudian berdiri melaksanakan Shalat dua rakaat, setelah selesai dia berkata; “Aku berwudlu untuk kalian seperti aku melihat Rasulullah berwudlu, kemudian aku Shalat dua rakaat seperti aku melihat beliau ruku’, ” kemudian Utsman berkata; “Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai dari dua rakaat beliau bersabda: “Barangsiapa berwudlu seperti wudluku, kemudian Shalat dua rakaat dan selama itu tidak membatalkan dirinya, niscaya akan diampuni dosanya (yang dilakukan) diantara Shalat dua rakaatnya dengan Shalat Shalatnya yang lalu.”

Musnad Ahmad 459: Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah Bin ‘Amru Telah menceritakan kepada kami Zaidah dari ‘Ashim dari Syaqiq dia berkata; Abdurrahman Bin Auf bertemu dengan Al Walid Bin Uqbah, kemudian Al Walid berkata kepadanya; “Mengapa aku melihatmu berbuat kasar kepada Amirul Mukminin Utsman?” Abdurrahman menjawabnya; “Sampaikan kepadanya bahwa aku tidak lari pada hari Ainain.” ‘Ashim berkata; Abdurrahman melanjutkan; ” (tidak lari) pada hari Uhud, aku tidak tertinggal dari perang Badar dan aku tidak akan meninggalkan sunnah Umar.” Dia berkata; maka berlalulah Al Walid dan menyampaikannya kepada Utsman, kemudian Utsman berkata; “Adapun perkataannya, sesungguhnya aku tidak lari pada hari ‘Ainain maka bagaimana dia menejelek-jelekkanku karena sebuah kesalahan padahal Allah telah memaafkannya dan berfirman: “sesungguhnya orang-orang yang berpaling pada hari bertemunya dua pasukan, hanyasannya mereka telah digelincirkan oleh Syetan akibat dari sebagian apa yang mereka lakukan, dan Allah telah memaafkan mereka.” (QS Ali Imran: 155) dan adapun perkataannya, sesungguhnya aku tertinggal pada perang Badar, maka sesungguhnya aku mengobati Ruqayyah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada saat wafatnya, dan Rasulullah telah membidikkan panahku untukku, dan apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membidikkan panahnya untuknya berarti beliau telah bersaksi, dan adapun perkataannya, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan sunnahnya Umar, maka sesunguhnya aku tidak mampu melakukannya begitu juga dia, maka datangilah dia dan sampaikan itu kepadanya.”

Musnad Ahmad 460: Telah menceritakan kepada kami Ishak Bin Yusuf Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Sahl yaitu Utsman Bin Hakim Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Bin Abu ‘Amrah dari Utsman Bin Affan, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melaksanakan Shalat Isya berjama’ah, maka sama (pahalanya) seperti bangun (untuk Shalat) separuh malam, dan barangsiapa melaksanakan Shalat Isya dan Shubuh dengan berjama’ah, maka sama (pahalanya) seperti melaksanakan Shalat sepanjang malam.”

Musnad Ahmad 461: Telah menceritakan kepada kami Isma’il Telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Nafi’ dari Nubaih Bin Wahab dia berkata; Ibnu Ma’mar hendak menikahkan anak lelakinya dengan putri Syaibah Bin Jubair, kemudian dia mengutusku menemui Aban Bin Utsman yang ketika itu dia sebagai pemimpin jama’ah haji. Aku menemuinya dan mengatakan kepadanya; “Saudaramu hendak menikahkan anak lelakinya, dan dia ingin kamu menjadi saksi pernikahan itu.” Dia menjawab; “Ketahuilah, aku melihatnya dia seorang Irak yang kasar.” Sesungguhnya orang yang sedang melakukan ihram tidak boleh menikah dan tidak juga menikahkan.” Kemudian dia menceritakan hadits yang semisal dengannya dari Utsman secara marfu’.

Musnad Ahmad 462: Telah menceritakan kepada kami Sufyan Bin ‘Uyainah dari Hisyam dari bapaknya dari Humran mantan budak Utsman Bin Affan, bahwa Utsman berwudlu sambil duduk dibangku, kemudian membasuh tiga kali tiga kali, lalu dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian melaksanakan Shalat, maka dosa dosanya akan berguguran.” Yaitu dari wajah, kedua tangan, kedua kaki dan kepalanya.

Musnad Ahmad 463: Telah menceritakan kepada kami Sufyan Bin ‘Uyainah dari Ayyub Bin Musa dari Nubaih Bin Wahab dia berkata; Umar Bin Ubaidillah Bin Ma’mar menderita sakit mata, lalu dia pergi kepada Aban Bin Utsman, -Sufyan berkata; – “dan Aban Bin Utsman adalah pemimpin jama’ah haji.” Nubaih Bin Wahab berkata; “Apa yang harus dilakukan dengan kedua matanya?” Aban menjawab; “Berilah celak kedua matanya dengan shobir, karena aku mendengar Utsman menceritakan hal itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Musnad Ahmad 464: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Al Hakam Bin Musa Abu Shalih Telah menceritakan kepada kami Sa’id Bin Maslamah dari Isma’il Bin Umaiyah dari Musa Bin Imran Bin Mannah dari Aban Bin Utsman bahwa dia melihat jenazah datang, ketika melihatnya dia berdiri dan berkata; “Aku melihat Utsman melakukan demikian dan menceritakan kepadaku bahwa dia melihat Nabi melakukannya.”

Musnad Ahmad 465: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub Bin Musa dari Nubaih Bin Wahab dari Aban Bin Utsman dari Utsman, dan sanadnya sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Orang yang sedang melaksanakan Ihram tidak boleh menikah dan (tidak juga) melamar.”

Musnad Ahmad 466: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub Bin Musa Bin ‘Amru Bin Sa’id dari Nubaih Bin Wahab seorang lelaki dari Hajabah, dari Aban Bin Utsman, dia meriwayatkan dari Utsman, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan Rukhsoh (keringanan hukum), atau beliau berkata tentang orang yang sedang melakukan Ihram: “Apabila dia mengeluh sakit mata, maka hendaknya dia memberinya celak dengan shobir.”

Musnad Ahmad 467: Telah menceritakan kepada kami Isma’il dari Khalid Al Hadzdza’ dari Al Walid Abu Bisyr dari Humran dari Utsman dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa meniggal dunia dan dia mengetahui bahwa tidak ada ilah (yang berhak disembah) selian Allah, niscaya dia akan masuk Syurga.”

Musnad Ahmad 468: Telah menceritakan kepada kami Isma’il Bin Ibrahim Telah menceritakan kepada kami ‘Auf Bin Abu Jamilah Telah menceritakan kepadaku Yazid Al Farisi Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas dia berkata; aku bertanya kepada Utsman; “Apa yang mendorong kalian menyandarkan surat Al Anfal yang merupakan surat Al Matsani (surat yang terdiri dari puluhan ayat) kepada surat Bara’ah (surat At Taubah) yang termasuk surat Al Mi`in (surat yang terdiri dari ratusan ayat), kemudian kalian membaca keduanya dan tidak menulis pemisah diantara keduanya dengan Bismillahirrahmanirrahim, lalu kalian meletakkannya termasuk ke dalam As Sab’u Ath Thiwal (tujuh surat yang panjang), apa alasan yang mendorong kalian melakukan demikian?” Utsman menjawab; “Pada suatu waktu turunlah surat yang memiliki banyak ayat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan kebiasaan beliau apabila diturunkan wahyu kepadanya beliau memanggil sebagian sahabat juru tulisnya, lalu beliau bersabda: “Letakkan ayat ini dalam surat yang di dalamnya disebutkan begini dan begini.” Dan apabila turun beberapa ayat kepadanya beliau bersabda: “Letakkanlah ayat ayat ini dalam surat yang di dalamnya disebutkan begini dan begini.” Apabila turun satu ayat kepadanya, maka beliau bersabda: “Letakkanlah ayat ini dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini.” Surat Al Anfal merupakan salah satu surat yang pertama kali diturunkan di Madinah, sedangkan surat Bara’ah merupakan salah satu surat Al Qur’an yang terakhir kali diturunkan, ” Utsman berkata; “Cerita yang terdapat di akhir surat Al Anfal mirip dengan dengan cerita yang ada di awal surat Bara’ah, kami mengira bahwa dia (surat Al Anfal) adalah bagian darinya (surat Bara’ah). Hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat dan beliau belum menjelaskan kepada kami bahwa dia (surat Al Anfal) adalah bagian darinya (surat Bara’ah), oleh karena itu, aku menyertakan antara keduanya dan tidak menulis; “Bismillahirrahmanirrahim” sebagai pemisah antara keduanya dan aku meletakkannya termasuk ke dalam As Sab’u Ath Thiwal.”

Musnad Ahmad 469: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Sa’id dari Sufyan dan Syu’bah, dari ‘Alqamah Bin Martsad dari Sa’d Bin ‘Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Utsman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, -Sufyan berkata; – “Yang paling utama diantara kalian” -sementara Syu’bah berkata; “Orang yang paling baik diantara kalian- adalah yang belajar dan mengajarkan Al qur’an.”

Musnad Ahmad 470: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Isma’il Bin Abu Khalid dia berkata; Qais berkata; Telah menceritakan kepadaku Abu Sahlah bahwa Utsman berkata pada hari pengepungan rumahnya; “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjanjikan sesuatu kepadaku dan aku harus bersabar dengannya.” Qais berkata; “Orang-orang melihat (terjadinya janji Rasulullah) pada hari itu.”

Musnad Ahmad 471: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Mahdi Bin Maimun dari Muhammad Bin Abdullah Bin Abu Ya’qub dari Al Hasan Bin Sa’d dia berkata; Telah menceritakan kepadaku Rabah, dia berkata; “Majikanku menikahkanku dengan seorang budak wanita keturunan Romawi, kemudian aku menggaulinya dan melahirkan seorang anak laki-laki hitam sepertiku yang aku beri nama Abdullah. Kemudian aku menggaulinya lagi dan melahirkan anak laki-laki hitam sepertiku yang aku beri nama Ubaidillah, kemudian datanglah padaku seorang lelaki Romawi, ” -Al Hasan Bin Sa’d berkata; aku mengiranya dia berkata; – “Kepada keluargaku orang Romawi dia di panggil dengan nama Yohannas, kemudian berbicara dengan bahasanya yang tidak difahami yaitu “bahasa Romawi “kemudian bersetubuh dengannya dan lahirlah seorang anak laki-laki berkulit merah seperti seekor tokek, maka aku bertanya kepadanya; “Apa ini?” Dia menjawab; “Ini anak dari Yohannas.” Kemudian kami adukan kepada utsman Bin Affan dan keduanya mengakui, lalu Utsman berkata; “Jika kalian menghendaki, aku akan putuskan perkara kalian dengan keputusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sesunguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memutuskan bahwa anak adalah bagi pemilik ranjang, ” perawi berkata; aku mengiranya berkata; “Dan Utsman lalu menjilid keduanya.”

Musnad Ahmad 472: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Jami’ Bin Syaddad dia berkata; aku mendengar Humran Bin Aban bercerita kepada Abu Burdah di sebuah masjid, bahwa dia mendengar Utsman Bin Affan yang bercerita dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan wudlu seperti yang Allah perintahkan, maka Shalat-Shalat wajib (yang dikerjakan) adalah sebagai penghapus dosa antara satu Shalat dengan yang lainnya.”

Musnad Ahmad 473: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Simak Bin Harb dia berkata; aku mendengar ‘Abbad Bin Zahir Abu Ruwa’ berkata; aku mendengar Utsman berkhutbah, lalu dia berkata; “Demi Allah, sesungguhnya kami telah menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik ketika bepergian ataupun ketika bermukim, dan kebiasaan beliau adalah menjenguk orang-orang yang sakit di antara kami, mengantar jenazah kami, berperang bersama kami, dan membantu kami dengan sesuatu yang sedikit atau banyak. Sesungguhnya para sahabat memberitahuku tentang beliau seakan akan di antara mereka tidak ada yang pernah melihat beliau sama sekali.”

Musnad Ahmad 474: Telah menceritakan kepada kami Al Walid Bin Muslim Telah menceritakan kepadaku Syu’aib Abu Syaibah, dia berkata; aku mendengar ‘Atho’ Al Khurasani berkata; aku mendengar Sa’id Bin Al Musayyib berkata; aku melihat Utsman duduk di atas bangku meminta makanan yang dibakar lalu memakannya, kemudian dia berdiri melaksanakan Shalat, lalu Utsman berkata; “Aku duduk di bangku Rasulullah lalu memakan makanan Rasulullah dan Shalat seperti Shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Musnad Ahmad 475: Telah menceritakan kepada kami Adl Dlahak Bin Makhlad Telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid Bin Ja’far Telah menceritakan kepadaku bapakku dari Mahmud Bin Labid, bahwa Utsman hendak memugar masjid madinah, akan tetapi orang-orang tidak setuju, mereka lebih senang membiarkan keadaan masjid seperti semula, Utsman berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah yang sama untuknya di Syurga.”

Musnad Ahmad 476: Telah menceritakan kepada kami Abdul Kabir Bin Abdul Majid Abu Bakar Al Hanafi Telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid Bin Ja’far dari bapaknya dari Mahmud Bin Labid dari Utsman Bin Affan, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa sengaja berbohong atas namaku maka siapkanlah rumah di neraka.”

Musnad Ahmad 477: Telah menceritakan kepada kami Isam’il Telah menceritakan kepada kami Yunus telah bercerita kapada kami ‘Atho’ Bin Farrukh mantan budak orang-orang Quraisy, dari Utsman Bin Affan, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah akan memasukkan seseorang ke dalam Syurga lantaran dia berlaku mudah saat membeli dan menjual serta saat berhutang dan menagih hutang.”

Musnad Ahmad 478: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Bin Harb Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Zaid dari Yahya Bin Sa’id dari Abu Umamah Bin Sahl Bin Hunaif dia berkata; ketika kami bersama Utsman yang sedang terkepung di dalam rumahnya, Utsman bertanya; “Mengapa mereka hendak membunuhku? Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Darah seorang muslim tidak halal kecuali karena salah satu dari tiga hal; seseorang yang menjadi kafir setelah memeluk Islam, atau berbuat zina setelah muhshon (sudah menikah) atau karena membunuh jiwa maka harus dibunuh karenanya.”

Musnad Ahmad 479: Telah menceritakan kepada kami Utsman Bin Umar Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dzi’b dari Sa’id Bin Abu Khalid Bin Abdullah Bin Qaridz dari Abu ‘Ubaid mantan budak Abdurrahman Bin Azhar, dia berkata; aku melihat Ali dan Utsman melaksanakan Shalat pada hari Aidul Fitri dan Aidul Adlha, kemudian keduanya bergegas memberikan nasihat kepada orang-orang. Abu ‘Ubaid berkata; dan aku mendengar keduanya berkata; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berpuasa pada dua hari ini.”’

Musnad Ahmad 480: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, dari Ali bin Abi Thalib; dia berkata; dan aku mendengar Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kalian menyisakan sedikit dari hewan qurban setelah tiga hari.”

Musnad Ahmad 481: Telah menceritakan kepada kami Bahz Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah Telah menceritakan kepada kami Hushain dari ‘Amru Bin Jawan dia berkata; Al Ahnaf berkata; kami pergi melaksanakan haji dan melewati Madinah, ketika kami berada di rumah kami, tiba tiba datanglah seseorang lalu mengatakan bahwa orang-orang yang ada di masjid ketakutan, maka aku dan sahabatku pergi (menuju ke arahnya) dan ternyata orang-orang sedang berkumpul mengerumuni seseorang di masjid, kemudian aku menorobos mereka sehingga aku berdiri di hadapan mereka, dan ternyata di sana ada Ali Bin Abu Thalib, Zubair, Thalhah dan Sa’d Bin Abi Waqash, tidak lama kemudian muncullah Utsman datang dengan berjalan, lalu dia bertanya; “Apakah di sini ada Ali?” Orang-orang menjawab; “Ya.” Dia bertanya lagi; “Apakah di sini ada Zubair?” Mereka menjawab; “Ya.” Lalu dia bertanya lagi; “Apakah di sini ada Thalhah?” Mereka menjawab; “Ya.” Dia bertanya lagi; “Apakah di sini ada Sa’d?” Mereka menjawab; “Ya.” Kemudian dia berkata; “Aku bersumpah kepada Allah yang tidak ada ilah kecuali Dia, tahukah kalian bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Siapakah yang mau membeli mirbad (tempat berkumpulnya unta) milik bani Fulan, niscaya Allah akan mengampuninya, ” maka aku membelinya, kemudian aku datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku katakan bahwa aku telah membelinya, maka beliau berkata; “Jadikan tempat itu milik masjid kita sedangkan pahalanya untukmu, ” para sahabat menjawab; “Ya.” Kemudian Utsman berkata; “Aku bersumpah kepada Allah yang tidak ada ilah kecuali Dia, tahukah kalian bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Siapakah yang mau membeli sumur Rumah?” Kemudian aku membelinya dengan harga segini dan segini, lalu aku datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku katakan bahwa aku telah membelinya (yaitu sumur Rumah), kemudian beliau bersabda; “Jadikan dia sebagai sumber air minum milik kaum muslimin sedangkan pahalanya untukmu.” Para sahabat menjawab; “Ya” dia (Utsman) berkata lagi; “Aku bersumpah kepada Allah yang tidak ada ilah kecuali Dia, tahukah kalian bahwa pada hari perang Jaisyul Usrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ke arah wajah orang-orang (mencari), kemudian beliau bertanya; “Siapa yang dapat menyiapkan (keperluan perang) untuk mereka, niscaya Allah akan mengampuninya.” Lalu aku menyiapkan untuk mereka, sampai sampai sabuk dan talipun tidak terluputkan dari mereka.” Kemudian para sahabat menjawab; “Demi Allah ya.” Lalu dia berkata; “Ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah.” Kemudian dia pergi.

Musnad Ahmad 482: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Bakar telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Sulaiman Bin ‘Atiq dari Abdullah Bin Babaih dari salah seorang Bani Ya’la Bin Umaiyah, dia berkata; Ya’la berkata; “Aku melaksanakan thawaf bersama Utsman, kemudian kami mengusap rukun (hajar Aswad), ” Ya’la berkata; ketika aku berada di sisi Ka’bah, dan ketika kami sampai pada rukun gharbi (barat) yang terletak setelah hajar Aswad, aku menjulurkan tangan untuk mengusapnya, namun Utsman berkata; “Apa apaan kamu ini?” Aku menjawab; “Tidakkah kamu mengusapnya?” Ya’la berkata; lalu dia (Utsman) balik bertanya; “Sudah pernahkah kamu melaksanakan thawaf bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Aku menjawab; “Ya.” Lalu dia bertanya lagi; “Apakah kamu melihat beliau mengusap kedua rukun Gharbi ini?” Aku menjawab; “Tidak.” Utsman berkata; “Bukankah pada diri beliau itu adalah suri tauladan yang baik?” Aku menjawab; “Ya.” Dia berkata; “Kalau begitu, laksanakanlah untukmu.”

Musnad Ahmad 483: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Al Muqri’ Telah menceritakan kepada kami Haiwah telah memberitakan kepada kami Abu ‘Aqil bahwa dia mendengar Al Harits mantan budak Utsman berkata; pada suatu hari Utsman duduk dan kamipun duduk bersamanya, kemudian datang seorang Mu’adzin membawakan air wudlu dalam bejana, aku mengiranya sebanyak satu mud, kemudian dia berwudlu dan berkata; “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu seperti wudluku ini dan beliau bersabda: “Barangsiapa berwudlu seperti wudluku, kemudian berdiri melaksanakan Shalat dzuhur, niscaya akan diampuni dosanya (yang dilakukan) diantara dzuhur dan shubuh, kemudian melaksanakan Shalat Ashar, niscaya akan diampuni dosanya diantara Ashar dan Dzuhur, kemudian melaksanakan Shalat Maghrib, nsicaya akan diampuni dosanya diantara Maghrib dan Shalat Ashar, kemudian melaksanakan Shalat Isya, niscaya akan diampuni dosanya antara Isya dan Maghrib, dan mugkin dia berjaga di malam harinya, jika dia bangun dan berwudlu kemudian melaksanakan Shalat Shubuh, niscaya akan diampuni dosanya diantara shubuh dan Shalat Isya, itulah al hasanaat (kabaikan yang banyak) yang akan manghapus As sayyi’at (dosa yang banyak), ” para sahabat bertanya; “Kalau ini adalah Al Hasanat maka apa itu Al Baqiyat wahai Utsman?” Dia menjawab; “Itu adalah kalimat laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah), subhaanallah (maha suci Allah), al hamdulillaah (segala puji bagi Allah), Allahu akbar (Allah maha besar) dan walaa haula walaa quwwata illa billaah (tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah).

Musnad Ahmad 484: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj Telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari Yahya Bin Sa’id Bin Al Ash bahwa Sa’Id Bin Al Ash telah mengabarkan kepadanya, bahwa Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Utsman keduanya telah bercerita kepadanya, bahwa Abu Bakar meminta izin masuk kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang berbaring di tempat tidurnya dengan mengenakan mirth (jenis pakaian terbuat dari wol) milik Aisyah, kemudian beliau mengizinkan Abu Bakar dan beliau tetap dalam kondisi seperti itu, maka Abu Bakar menyelesaikan keperluannya dengan beliau lalu pergi. Kemudian datanglah Umar meminta izin masuk dan beliau mengizinkannya sementara beliau masih tetap pada kondisinya semula, maka Umar menyelesaikan keperluannya dengan beliau lalu pergi. Utsman berkata; kemudian aku datang meminta izin masuk kemudian beliau duduk dan berkata kepada Aisyah; “Kumpulkanlah olehmu pakaianmu, ” lalu beliau menyelesaikan keperluanku dan akupun lalu pergi.” Aisyah berkata; “Wahai Rasulullah, mengapa aku tidak melihat engkau terkejut terhadap Abu Bakar dan Umar sebagaimana engkau terkejut kepada Utsman?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Sesungguhnya Utsman adalah seorang lelaki pemalu, dan aku khawatir dia tidak akan menyampaikan keperluannya kepadaku, jika aku mengizinkannya sementara aku masih dalam kondisi seperti itu.” Laits berkata; “Kebanyakan para perawi mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Aisyah: ” Tidak malukah kamu kepada orang yang para Malaikat pun malu kepadanya?” Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih, Ibnu Syihab berkata; Telah mengabarkan kepadaku Yahya Bin Sa’id Bin Al Ash Shunabihi bahwa Sa’id Bin Al Ash Shunabihi telah mengabarkan kepadanya, bahwa Utsman dan Aisyah keduanya telah bercerita kepadanya, bahwa Abu Bakar meminta izin masuk kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sementara beliau dalam keadaan berbaring di tempat tidurnya dengan mengenakan kain mirth milik Aisyah, kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan hadits ‘Uqail.

Musnad Ahmad 485: Telah menceritakan kepada kami Yunus Telah menceritakan kepada kami Laits dari Yazid Bin Abu Habib dari Abdullah Ibnu Abi Salamah dan Nafi’ Bin Jubair Bin Muth’im dari Mu’adz Bin Abdurrahman At Taimi dari Humran mantan budak Utsman Bin Affan, dari Utsman bin Affan, dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berwudlu dan membaguskan wudlunya, kemudian berjalan menuju (melaksanakan) Shalat wajib lalu melaksanakannya, niscaya dosanya akan diampuni.”

Musnad Ahmad 486: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah Ibnu Abdurrahman Bin Mauhab telah mengabarkan kepadaku pamanku Ubaidullah Bin Abdullah Bin Mauhab dari Abu Hurairah, dia berkata; ketika Utsman pergi menuju Makkah untuk melaksanakan haji, datanglah istri Muhammad Bin Ja’far Bin Abu Thalib kepada Muhammad Bin Ja’far Bin Abu Thalib dan bermalam bersamanya hingga waktu shubuh, di pagi hari masih melekat bekas minyak wangi dan pakaian mu’ashfar (yang dilebur warna kuning) padanya, kemudian dia menjumpai orang-orang pada jenuh sebelum mereka berangkat, dan ketika Utsman melihatnya dia langsung menggerutu dan menghardiknya sambil berkata; “Apakah kamu memakai pakaian mu’ashfar? Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarangnya, ” maka Ali Bin Abu Thalib berkata kepadanya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melarangnya dan tidak juga padamu, akan tetapi beliau hanya melarangku.”

Musnad Ahmad 487: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami bapakku dan Abu Khaitsamah keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Ya’qub. Bapakku berkata di dalam (meriwayatkan) haditsnya, dia berkata; telah mengabarkan kepada kami anak saudaraku Ibnu Syihab. Dan Abu Khaitsamah berkata; telah menceritakan kepadaku dari pamannya, dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Shalih Bin Abdullah Bin Abu Farwah bahwa ‘Amir Bin Sa’id Bin Abu Waqqash telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar Aban Bin Utsman berkata; Utsman telah berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana pendapatmu apabila di halaman salah seorang dari kalian ada sebuah sungai yang airnya mengalir, kemudian setiap hari dia mandi di dalamnya sebanyak lima kali, maka bukankah tidak akan tersisa kotoran padanya.” Para sahabat menjawab; “Tidak tersisa sedikitpun”, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya Shalat-Shalat (wajib) itu dapat menghapuskan dosa dosa seperti air menghilangkan kotoran.”

Musnad Ahmad 488: Abu Abdurrahman berkata; aku mendapatkan di dalam kitab bapakku tertera; Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Bisyr telah menceritakan kepadaku Abdullah Bin Abdullah Bin Al Aswad dari Hushain Bin Umar dari Mukharik Bin Abdullah Bin Jabir Al Ahmasi dari Thariq Bin Syihab dari Utsman Bin Affan, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menipu orang Arab, maka tidak akan masuk dalam Syafa’atku dan tidak akan mendapatkan kecintaan dariku.”

Musnad Ahmad 489: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Abbas Bin Muhammad dan Abu Yahya Al Bazzaz, keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hajjaj Bin Nushair Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al ‘Awwam Bin Muzahim salah seorang Bani Qais Bin Tsa’labah, dari Abu Utsman An Nahdi dari Utsman, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Al Jammaa` (binatang yang tidak bertanduk) pasti akan melakukan qishash terhadap Al Qarna’ (binatang yang bertanduk) kelak pada hari Kiamat.”

Musnad Ahmad 490: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Syaiban Bin Abu Syaibah Telah menceritakan kepada kami Mubarak Bin Fadhalah Telah menceritakan kepada kami Al Hasan dia berkata; “Aku menghadiri khutbah yang disampaikan oleh Utsman, dia memerintahkan dalam khutbahnya agar membunuh anjing dan menyembelih burung merpati.”

Musnad Ahmad 491: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Utsman Bin Abi Syaibah Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al Mughirah dari Ummu Musa dia berkata; “Utsman adalah orang yang paling ganteng.”

Musnad Ahmad 492: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Suwaid Bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Bin Sa’d telah menceritakan kepadaku bapakku dari bapaknya dia berkata; ketika aku sedang Shalat, tiba tiba lewatlah seorang lelaki di hadapanku, kemudian aku menahannya akan tetapi dia melawan (menorobos), maka aku bertanya kepada Utsman Bin Affan, dan dia menjawab; “Wahai anak saudaraku, itu tidak akan merusakmu (Shalatmu).”

Musnad Ahmad 493: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Suwaid Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Bin Sa’d telah menceritakan kepadaku bapakku dari bapaknya dia berkata; Utsman berkata; “Jika kalian dapati di dalam kitabullah ‘azza wajalla perintah agar kalian meletakkan kakiku ke dalam tali, maka letakkanlah oleh kalian.”

Musnad Ahmad 494: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Ahmad Bin ‘Abdah Al Bashri Telah menceritakan kepada kami Al Mughirah Bin Abdurrahman Bin Al Harits Al Makhzumi telah menceritakan kepadaku bapakku Abdurrahman Bin Al Harits dari Zaid Bin Ali Bin Husain dari bapaknya Ali Bin Husain dari Ubaidillah Bin Abi Rafi’ mantan budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Ali Bin Abu Thalib, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan wuquf di Arafah sambil membonceng Usamah Bin Zaid kemudian beliau bersabda: “Ini adalah tempat wuquf, dan semua Arafah adalah tempat wuquf, ” kemudian beliau berjalan agak cepat dan para shabat saling dorong ke kanan dan ke kiri, maka beliau menoleh seraya berkata; “Tenanglah wahai orang-orang, tenanglah wahai orang-orang.” Setelah sampai di Muzdalifah beliau menjama’ dua Shalat (Maghrib dan Isya) dan berhenti di Muzdalifah, kemudian beliau berdiri di atas bukit Quzah dengan membonceng Fadlal Bin Abbas lalu beliau bersabda: “Ini adalah tempat berhenti dan Muzdalifah seluruhnya tempat berhenti.” Kemudian beliau berjalan bergeser sedikit sementara para shahabat saling dorong ke kanan dan ke kiri, maka beliau menoleh seraya berkata: “Tenanglah wahai orang-orang tenanglah wahai orang-orang.” Kemudian Ali menyebutkan hadits yang panjang.

Musnad Ahmad 495: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Utsman Bin Abi Syaibah Telah menceritakan kepada kami Yunus Bin Abi Al Ya’fur Al ‘Abdi dari bapaknya dari Muslim Abu Sa’id mantan budak Utsman Bin Affan, bahwa Utsman Bin Affan membebaskan dua puluh orang budak, ketika dia meminta sebuah celana kemudian dia membentangkannya, akan tetapi dia tidak memakainya baik ketika masa jahiliyah ataupun setelah masuk Islam, dan dia berkata; “Sesungguhnya tadi malam aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mimpi, dan aku juga melihat Abu Bakar dan Umar, dan mereka semuanya mengatakan kepadaku; “Bersabarlah, karena sesungguhnya besok malam kamu akan berbuka bersama kami.” Kemudian dia meminta mushaf dan dibukakan di hadapannya, kemudian dia terbunuh sedangkan Al Qur’an berada di hadapannya.

Musnad Ahmad 496: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami dan Abu Ar Rabi’ Az Zahrani keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Zaid dari Al Hajjaj dari ‘Atho’ dari Utsman, dia berkata; “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu, kemudian beliau membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya tiga kali dan membasuh kedua lengannya tiga kali tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya dengan satu basuhan.”

Musnad Ahmad 497: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Ishaq Al Musayyabi Telah menceritakan kepada kami Anas Bin ‘Iyadl dari Abu Maudud dari Muhammad Bin Ka’b dari Aban Bin Utsman dari Utsman bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca ‘BISMILLAAHIL LADZII LAA YADLURRU MA’AS MIHI SYAI’UN FIL ARDLI WALA FIS SAMAA’WAHUWAS SAMII’UL ‘ALIIM’ (dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak akan dikejutkan oleh suatu kejutan berupa penyakit hingga malam hari, dan barangsiapa membacanya di waktu sore maka tidak akan dikejutkan oleh suatu kejutan berupa penyakit hingga pagi hari jika Allah menghendaki.”

Musnad Ahmad 498: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Al Hakam Bin Musa Telah menceritakan kepada kami Sa’id Bin Maslamah dari Isma’il Bin Umaiyah dari Musa Bin Imran Bin Mannah dari Aban Bin Utsman bahwa dia melihat kedatangan jenazah yang di usung, ketika melihatnya dia langsung berdiri sambil berkata; “Aku melihat Utsman melakukan hal demikian, dan dia telah mengabarkan kepadaku, bahwa dia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan demikian.”

Musnad Ahmad 499: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Abu Ibrahim At Turjumani Telah menceritakan kepada kami Isma’il Bin ‘Ayyasy dari Ibnu Abi Farwah dari Muhammad Bin Yusuf dari ‘Amru Bin Utsman Bin Affan dari bapaknya dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidur pagi dapat menolak rizqi.”

Musnad Ahmad 500: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Suraij Bin Yunus Telah menceritakan kepada kami Mahbub Bin Muhriz dari Ibrahim Bin Abdullah Bin Farrukh dari bapaknya, dia berkata; “Aku melihat Utsman Bin Affan dimakamkan masih dengan mengenakan pakaiannya dan dengan darahnya dan tidak dimandikan.”

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: