Musnad Ahmad: 1001-1100

Musnad Ahmad 1001: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Mujammi’ bin Yahya dari Abdullah bin Imran Al Anshari dari Ali. Dan Al Mas’udi dari Utsman bin Abdullah bin Hurmuz dari Nafi’ bin Jubair dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pendek dan tidak tinggi, kepalanya besar dan jenggotnya lebat, telapak tangan dan kakinya kasar, tulang tengkoraknya besar, wajahnya kemerah-merahan, bulu dadanya panjang. Jika beliau berjalan agak condong kedepan seolah-olah beliau melangkah mantap dari tempat yang keras. Saya belum pernah melihat orang seperti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum dan sesudahnya.” Abu Nadlr berkata; “Bulu dada.” Dia juga menambahkan; “Seolah-olah sedang melangkah ke tempat yang rendah.” Abu Qathn berkata; “Bulu dada.” Yazid juga berkata demikian.

 

Musnad Ahmad 1002: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Shalih Al Hakam bin Musa telah menceritakan kepada kami Syihab bin Khirasy telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj bin Dinar dari Hushain bin Abdurrahman dari Abu Juhaifah berkata; “Saya berpendapat bahwa Ali Radhiallah ‘anhu adalah manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Lantas dia menyebutkan sebuah hadits. Saya berkata; “Tidak, demi Allah, Wahai Amirul Mukminin, saya berpendapat bahwa tidak ada seorangpun dari kalangan kaum musilimin yang lebih utama setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam daripada kamu.” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Maukah saya beritahu kepadamu manusia yang paling utama setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” saya menjawab; “Ya tentu.” Dia berkata; “Dia adalah Abu Bakar” dia menambahkan; “Maukah saya kabarkan kepadamu manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar?” saya menjawab; “Ya.” dia berkata; “Umar Radhi Allahu ‘anhu.”

 

Musnad Ahmad 1003: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Suraij bin Yunus telah menceritakan kepada kami Marwan Al Fazari telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik bin Sal’ dari Abdu Khair, dia berkata; saya mendengarnya berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berdiri di atas mimbar menceritakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah wafat dan digantikan oleh Abu Bakar Radhi Allahu ‘anhu. Dia melakukan apa yang dilakukan oleh beliau dan berjalan dengan jalan beliau sehingga Allah ‘azza wajalla mewafatkannya dalam keadaan demikian. Kemudian digantikan oleh Umar Radhialla ‘anhu, dia juga berada di atas jalan keduanya sampai Allah ‘azza wajalla mewafatkannya dalam keadaan demikian juga.”

 

Musnad Ahmad 1004: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Israil dari Abu Ishaq dari Ali bin Rabi’ah berkata; saya dibonceng Ali Radhiallah ‘anhu, tatkala dia meletakkan kakinya pada kendaraannya, dia membaca: “BISMILLAH (Dengan nama Allah).” Tatkala sudah berada di atas kendaraannya, dia membaca: “ALHAMDU LILLAHI SUBHANALLADZI SAKHKHARA LANA HADZA WA MAA KUNNA LAHU MUQRININ WA INNA ILA RABBINA LAMUNQALIBUN (Segala puji bagi Allah. Maha Suci Dzat yang telah menundukkan semua Ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami).” Abu Sa’id, mantan budak Bani Hasyim berkata; “Kemudian dia memuji Allah tiga kali, membaca ALLAHU AKBAR tiga kali, dan Subhanallah tiga kali. lantas membaca; LA ILAHA ILLA ANTA (tidak ada ilah kecuali Kamu), kemudian kembali pada hadits Waki’: “Maha suci Engkau, sesungguhnya aku telah menganiaya diri saya maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” Kemudian dia tertawa. Saya bertanya; “Apa yang membuat anda tertawa?” dia menjawab; “Saya pernah dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas saya melihat beliau melakukan sebagaimana kamu melihat apa yang aku perbuat lalu beliau tertawa, maka saya berkata; ‘Wahai Rasulullah, apa yang membuat anda tertawa?” Beliau menjawab; “Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman: ‘mengherankan bagi hambaku, dia tahu bahwasanya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selainku.”

 

Musnad Ahmad 1005: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Syu’bah dari ‘Amru bin Murrah dari Abdullah bin Salamah dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; saya tertimpa sakit kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemuiku, (waktu itu) saya mengucapkan; “Ya Allah, jika memang ajalku akan datang maka istirahatkanlah aku, jika memang masih lama, maka sembuhkanlah aku atau sehatkanlah aku, jika ini memang cobaan maka sabarkanlah aku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Apa yang kau baca?” saya pun mengulanginya, maka beliau mengusap dengan tangan beliau dan membaca: ALLAHUMMASYFIHI atau ‘AFIHI (Ya Allah sembuhkanlah dia). Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Setelah itu saya tidak merasa sakit lagi.”

 

Musnad Ahmad 1006: Telah menceritakan kepada kami Waki’ ‘ dari Sufyan dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada sepuluh akhir bulan ramadlan.

 

Musnad Ahmad 1007: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dari Abdul Malik bin Sal’ dari Abdu Khair, dia berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Allah mewafatkan NabiNya dengan sebaik-baik kondisi ketika mewafatkan seorang nabi dari para Nabi ‘Alaihimussallam, kemudian digantikan Abu Bakar Radhi Allahu ‘anhu, dia melakukan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sunnah NabiNya, dan Umar Radhi Allahu ‘anhuma demikian juga.”

 

Musnad Ahmad 1008: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Yahya Rahmawaih telah menceritakan kepada kami Umar bin Mujasyi’ dari Abu Ishaq dari Abdu Khair berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata saat berada di mimbar; “Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar Radhi Allahu ‘anhuma. Kalau saja saya mau menyebutkan orang yang ketiga, maka saya akan menyebutkannya.” mka seorang laki-laki berkata kepada Abu Ishaq; “Mereka mengatakan bahwa kamu pernah berkata; ‘Orang yang paling utama dalam hal kejahatan.’ Maka Abu Ishaq bertanya; ‘Apakah (mereka) orang-orang Haruri?”

 

Musnad Ahmad 1009: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Israil dan Ali bin Shalih dari Abu Ishaq dari Syuraih bin An Nu’man dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kami untuk mengecek mata dan telinga, dan agar kami tidak menyembelih asy syarqa`, al kharqa`, al muqabalah dan al mudabarah.”

 

Musnad Ahmad 1010: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari ‘Adi bin Tsabit dari Zirr bin Hubaisy dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan kepadaku; “bahwasanya tidak akan mencintaimu kecuali orang mukmin dan tidak memusuhimu kecuali orang munafiq.”

 

Musnad Ahmad 1011: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Simak bin Harb dari Hanasy Al Kinani; bahwa suatu kaum di Yaman menggali lubang untuk (menangkap) singa, kemudian seekor singa terperangkap didalamnya, lantas orang-orang pun mengurungnya, tiba-tiba seorang lelaki terjatuh kedalamnya dan dia berpegangan kepada yang lainnya, dan orang (yang ditarik) berpegangan kepada yang lainnya, dan orang tersebut pun berpegangan kepada yang lainnya, sehingga jumlah mereka empat orang. Akhirnya mereka saling berselisih dalam masalah ini sampai-sampai mereka saling mencabut senjata untuk menyerang satu sama lain. Maka Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepada mereka; “Apakah kalian akan membunuh dua ratus orang karena empat nyawa? Saya akan memutuskan perkara ini diantara kalian jika kalian rela dengan keputusanku. Bagi orang yang pertama seperempat diyat, bagi orang yang kedua sepertiga diyat, bagi orang yang ketiga setengah diyat dan bagi orang yang keempat satu diyat penuh.” Mereka tidak menerima keputusan tersebut kemudian mereka mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Saya akan memutuskannya diantara kalian.” Hanasy Al Kinani berkata; ketika beliau diberitahu dengan keputusan yang di putuskan Ali Radhiallah ‘anhu maka beliau pun menyetujuinya.

 

Musnad Ahmad 1012: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dan Abdurrahman, dari Sufyan dari Habib dari Abu Wa`il dari Abu Al Hayyaj berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepadaku. Dan Abdurrahman berkata; bahwa Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepada Abu Al Hayyaj; “Saya akan mengutusmu sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutusku, untuk tidak meninggalkan kuburan yang meninggi kecuali kamu ratakan, dan juga patung kecuali kamu hancurkan.”

 

 

Musnad Ahmad 1013: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zubaid dari Sa’d bin ‘Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak ada ketaatan kepada manusia dalam hal maksiat kepada Allah.”

 

Musnad Ahmad 1014: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah berkata; saya mendengar Jurai bin Kulaib menceritakan dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang hewan yang telinganya cacat dan tanduknya rusak.” Abdurrahman bin Mahdi berkata; Saya bertanya kepada Sa’id bin Musayyab, apakah Al ‘Adlab itu? dia menjawab; “Setengah (telinga atau tanduk) atau lebih dari itu.”

 

Musnad Ahmad 1015: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Za`idah dari Manshur dari Sa’d bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Kami menghadiri jenazah di Baqi’ Al Gharqad, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kami. Beliau duduk dan mereka ikut duduk di sekelilingnya. Beliau saat itu membawa tongkat yang beliau gunakan untuk memukul. Beliau mengangkat pandangannya dan bersabda: “Tidak ada seorangpun dari kalian yang hidup kecuali telah ditetapkan tempatnya apakah dia di syurga atau di neraka, apakah dia sengsara atau bahagia.” Mereka bertanya; “Wahai Rasulullah, alangkah sebaiknya kita menetapi ketentuan tersebut dan tidak perlu beramal. Karena sudah ditetapkan bahwa jika dia termasuk orang yang bahagia maka akan berjalan ke arah sana. Jika dia termasuk orang yang celaka niscaya dia akan menuju ke arah sana.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak begitu, beramallah! Semuanya akan dimudahkan. Jika dia termasuk orang yang celaka maka dia akan dimudahkan dalam melakukan amalan orang yang akan celaka. Jika dia termasuk orang yang bahagia maka dia akan dimudahkan dalam melakukan amalan orang yang akan bahagia.” Kemudian beliau membaca; (Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa.) Sampai pada firmanNya: (Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.) Telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Abdullah Al Bakka`i telah menceritakan kepada kami Manshur dari Sa’id bin ‘Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Kami menghadiri jenazah di Baqi’ Al Gharqad…”kemudian menyebutkan hadits secara makna.

 

Musnad Ahmad 1016: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Al Hamdani telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Hisyam dari Sufyan Ats Tsauri dari Jabir dari Sa’ad bin Ubaid dari Abu Abdurrahman dari Ali, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari Asyura’ dan memerintahkannya.

 

Musnad Ahmad 1017: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata; dan telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Hisyam Al Bazzar telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abdul ‘A’la dari Abu Abdurrahman dari Ali Radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa berdusta atas kedua matanya niscaya akan dibebankan kepadanya untuk mengikat dua ujung tepung pada Hari Kiamat.”

 

Musnad Ahmad 1018: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bahr Abdul Wahid bin Ghiyats Al Bashri dan telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar dan Sufyan bin Waki’ dan telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Ayyub mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyasy dari Abu Hushain dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu, berkata; Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi dan saya malu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena anak perempuannya menjadi istriku. Lantas saya menyuruh seseorang untuk menanyakannya. Beliau menjawab: “Jika mendapatinya maka cukup berwudhu.”

 

Musnad Ahmad 1019: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil dari Muhammad bin Al Hanafiyah dari Ali Radhiallah ‘anhu, berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pembuka shalat adalah berwudhu, mulai diharamkannya (dari selain shalat) dengan takbir dan dihalalkannya (selain shalat) dengan salam.”

 

Musnad Ahmad 1020: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dengan Sufyan dan Syu’bah dari Manshur dari Hilal dari Wahb bin Al Ajda’ dari Ali Radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Janganlah kalian shalat setelah ashar, kecuali shalat pada saat matahari masih tinggi.”

 

Musnad Ahmad 1021: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Yahya Rahmawaih dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakkar dan telah menceritakan kepada kami Isma’il Abu Ma’mar dan Suraij bin Yunus, mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Yazid Al Asham berkata; Abu Ma’mar mantan budak quraisy berkata; telah mengabarkan kepadaku As Sudi, dan Rahmawaih berkata dalam haditsnya; saya mendengar As Sudi dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Tatkala Abu Thalib wafat, saya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyampaikan bahwa; “pamanmu yang sudah tua telah meninggal.” Beliau bersabda: “Pergi dan kuburkan dia, dan janganlah kau ceritakan mengenainya sedikitpun sampai kamu menemuiku.” maka saya menguburkannya dan menemui beliau, beliau bersabda: “Pergi dan mandilah! Dan jangan kau cerita apapun sampai kamu menemuiku.” maka saya mandi dan menemui beliau kembali, beliau mendoakanku dengan doa yang sangat menyenangkanku daripada unta merah dan unta hitam.” Ibnu Bakkar menyebutkan dalam haditsnya, As Sudi berkata; “Jika Ali Radhiallah ‘anhu memandikan mayat maka dia mandi.”

 

Musnad Ahmad 1022: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abdul A’la bin Hammad An Narsi telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abdul A’la dari Abu Abdurrahman dari Ali Radhiallah ‘anhu, berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah tempat duduknya di neraka.”

 

Musnad Ahmad 1023: Ahmad bin Hanbal berkata; telah menceritakannya kepada kami Ibnu Yusuf telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari ‘Ashim dari Ali Radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Janganlah kalian shalat setelah ashar, kecuali shalat pada saat matahari masih tinggi.” Sufyan berkata; “Saya tidak tahu apakah itu di Makkah atau pada tempat yang lainnya.”

 

Musnad Ahmad 1024: Telah menceritakannya kepada kami Waki’ telah menceritakannya kepada kami Mis’ar dari Abu ‘Aun dari Abu Shalih Al Hanafi dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Ukaidir Dumah memberi hadiah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam perhiasan atau pakaian dari sutra. Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Beliau memberikannya kepadaku dan bersabda: “sobeklah pakaian itu agar menjadi kerudung (kemudian bagikan) diantara kaum wanita!”

 

Musnad Ahmad 1025: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Abdullah bin Sabu’ berkata; saya mendengar Ali berkata; ” (jenggotku) ini akan diwarnai (darah) dari sini, dan tidak menungguku selain kesengsaraan.” Para sahabat bertanya; “Wahai Amirul Mukminin beritahukan kepada kami orang itu, agar kami bunuh keluarganya.” Ali berkata; “Kalau begitu, demi Allah, kalian akan membunuh selain pembunuhku.” Mereka berkata; “Angkatlah khalifah pengganti untuk memimpin kami!” Ali menjawab; “Tidak, tapi aku tinggalkan kepada kalian apa yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tinggalkan untuk kalian.” Mereka bertanya; “Apa yang akan kamu katakan kepada Rabbmu jika kamu menghadapNya?” dalam kesempatan lain Waki’ berkata; “Jika kamu bertemu dengan-Nya?” Ali berkata; “Aku akan katakan; ‘Ya Allah, Engkau tinggalkan aku bersama mereka sebagaimana tampak bagiMu, kemudian Engkau cabut nyawaku dan Engkau bersama mereka. Jika Engkau berkehendak, perbaikilah mereka dan jika Engkau berkehendak maka hancurkanlah mereka’.”

 

Musnad Ahmad 1026: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Hani` bin Hani` dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Kami duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka datanglah ‘Ammar dan meminta izin, maka beliau bersabda: “Berilah izin kepadanya, selamat datang orang yang baik dan orang yang harus dipelakukan dengan baik.”

 

Musnad Ahmad 1027: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dari Al A’masy dari ‘Amru bin Murrah dari Abu Al Bakhtari dari Ali bin Abu Thalib radliallahu ‘anhu berkata; “Jika saya menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka anggaplah bahwa beliau adalah orang yang paling mengembirakan dan yang paling mendapat petunjuk dan yang paling bertakwa.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Utsman telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari ‘Amru bin Murrah dari Abu Al Bakhtari dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu seperti hadits di atas.

 

Musnad Ahmad 1028: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Ayyub telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyasy dari Al A’masy dari Sa’d bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu, berkata; “Jika disampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka anggaplah bahwa beliau adalah orang yang paling mendapat petunjuk, dan beliau yang paling menggembirakan.”

 

Musnad Ahmad 1029: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Abdullah bin Numair berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Hushain bin Abdurrahman dari Sa’d bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku bersama Abu Martsad dan Az Zubair bin Al Awam, kami semua menunggang kuda. Beliau bersabda: “Berangkatlah kalian, sampai kalian tiba di Raudhah Khakh -Demikian Ibnu Abu Syaibah berkata; ‘Khakh’, Ibnu Numair menyebutkan dalam riwayatnya; ‘Raudhah ini dan itu.’- dan telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Khalid dari Hushain seperti di atas, yaitu Raudhah Khakh.

 

Musnad Ahmad 1030: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Mis’ar dan Sufyan dari Abu Hushain dari Umair bin Sa’id berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Tidaklah seorang lelaki yang aku tegakkan hukum had atasnya kemudian meninggal dan membekas dalam jiwaku kecuali peminum khamer. Jika dia meninggal, pasti aku membayar diyatnya” -Sufyan menambahkan- “Hal itu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mencontohkannya.”

 

Musnad Ahmad 1031: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dan Sufyan, menurut jalur yang lain; telah menceritakan kepada kami Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Al Khalil dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Saya mendengar seseorang memintakan ampun untuk kedua orang tuanya yang masih musyrik, maka saya bertanya; “Kamu memintakan ampun untuk kedua orang tuamu padahal keduanya adalah musyrik?” Dia menyanggahnya; “Bukankah Ibrahim juga memintakan ampun untuk bapaknya padahal dia musyrik.” Hal itu saya sampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka turunlah ayat: (Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, …” sampai akhir ayat dan ayat setelahnya. Abdurrahman berkata; Maka Allah menurunkan ayat: (Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah Karena suatu janji yang Telah diikrarkannya kepada bapaknya itu.)

 

Musnad Ahmad 1032: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Al A’masy, dan Abdurrahman dari Sufyan dari Al A’masy dari Khaitsamah dari Suwaid bin Ghafalah berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata; apabila aku menceritakan kepada kalian sebuah hadits dari Rasulullah, maka lebih baik aku dijatuhkan dari langit dari pada aku berdusta kepada beliau, Jika aku menyampaikan hadits antara aku dan kalian, ketahuilah bahwa Perang adalah tipu daya, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “di akhir zaman nanti akan keluar suatu kaum yang usianya masih muda, mereka bodoh -Abdurrahman berkata; pemikiran mereka sangat dangkal, – mereka berkata dengan perkataan sebaik-baik makhluq, membaca al Qur`an namun tidak sampai pada tenggorokan mereka. -Abdurrahman berkata; iman mereka tidak melebihi tenggorokan mereka, – Mereka telah melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari sasarannya. Jika kalian mendapati mereka, bunuhlah, karena membunuh mereka berpahala bagi orang yang membunuhnya disisi Allah pada Hari Kiamat’. sedang menurut redaksi Abdurrahman berkata; “maka apabila kamu menjumpai mereka, bunuhlah mereka, karena membunuh mereka akan mendapat pahala bagi orang yang membunuhnya pada hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 1033: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bukair dari Israil dari Abdul A’la dari Abu Abdurrahman dari Ali Radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkaitan dengan tafsir dari ayat; (Kamu mengganti rezki (yang Allah berikan)…) beliau menafsirinya dengan; “yaitu rasa syukur kalian, ” (dengan mendustakan Allah.) beliau menafsirinya: “kalian mengatakan; ‘Kami mendapatkan hujan karena bintang ini dan itu.”

 

Musnad Ahmad 1034: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Qabishah telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul A’la dari Abu Abdurrahman dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; – saya berpendapat, dia memarfu’kannya, – “Barangsiapa berdusta dalam mimpinya niscaya akan dibebankan kepadanya untuk mengikat tepung pada Hari Kiamat.”

 

Musnad Ahmad 1035: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al Hasan Al Muqri` Al Bahili telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abdul A’la dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa berdusta dalam mimpinya maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di neraka, ”

 

Musnad Ahmad 1036: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Abu Awanah telah menceritakan kepada kami Hushain telah menceritakan kepadaku Sa’d bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu, berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku bersama Az Zubair dan Abu Martsad, kami semua menunggang kuda. Beliau bersabda: “Berangkatlah sampai kalian di Raudhah Khakh -Demikian Abu Awanah mengatakan- karena di sana ada seorang wanita yang membawa surat dari Hathib bin Abu Baltha’ah untuk orang-orang musyrik.” Lantas dia menyebutkan hadits panjang tersebut.

 

Musnad Ahmad 1037: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali Radhiallah ‘anhu, berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memutuskan (untuk melunasi) hutang dahulu sebelum (melaksanakan) wasiat, padahal kalian membacanya: (…sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya…) dan saudara seibu dan sebapak saling mewarisi tanpa saudara sebapak dari banyak ibu.

 

Musnad Ahmad 1038: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari ‘Amru bin Murrah dari Abu Al Bakhtari dari Abu Abdurrahman As Sulami berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Jika disampaikan hadits kepada kalian dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka anggaplah bahwa beliau orang yang paling menggembirakan dan yang paling mendapat petunjuk serta yang paling bertakwa.”

 

Musnad Ahmad 1039: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Najiyah bin Ka’ab dari Ali berkata; Tatkala Abu Thalib mati, saya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “sesungguhnya pamanmu yang sudah tua lagi tersesat telah mati.” Maka beliau bersabda: “Pergi dan kuburkanlah dan janganlah kau ceritakan sedikitpun sampai kamu menemuiku.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; maka saya menguburkannya kemudian menemui beliau, dan beliau menyuruhku agar mandi setelah itu beliau mendoakanku dengan doa yang sangat menyenangkanku daripada diberi apapun.”

 

Musnad Ahmad 1040: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Al Munkadir dari Mas’ud bin Al Hakam dari Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri karena ada jenazah, lantas kami ikut berdiri kemudian setelah itu beliau duduk dan kamipun duduk.”

 

Musnad Ahmad 1041: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Ibnu Mahdi dari Sufyan dari Zubaid dari Sa’d bin ‘Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak ada ketaatan kepada mahluq dalam bermaksiat kepada Allah ‘azza wajalla.”

 

Musnad Ahmad 1042: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ali bin Zaid dari Sa’id bin Al Musayyab berkata; Ali berkata; “Wahai Rasulullah! maukah saya tunjukkan seorang wanita muda yang paling cantik dari kalangan Quraisy?” beliau bertanya: “Siapakah dia?” Dia menjawab; “Dia adalah anak gadis Hamzah.” Beliau bersabda: “Tidakkah kau tahu bahwa dia adalah putri saudara sesusuanku. Allah mengharamkan pada jalur persusuan sebagaimana yang diharamkan pada jalur keturunan.”

 

Musnad Ahmad 1043: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya memberi keringanan kepada kalian mengenai zakat kuda dan budak, namun berikanlah dua setengah persen yaitu satu Dirham untuk setiap empat puluh Dirham.”

 

Musnad Ahmad 1044: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dan Utsman bin Umar berkata; telah menceritakan kepada kami Usamah bin Zaid, menurut redaksi Waki’, dia berkata; saya mendengar Abdullah bin Hunain, sedang menurut redaksi Utsman, dia mengatakan; dari Abdullah bin Hunain, saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku dan aku tidak mengatakan bahwa beliau melarang kalian untuk memakai celupan yang berwarna kuning dan memakai cincin emas.”

 

Musnad Ahmad 1045: Telah menceritakan kepadaku Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Sa’d bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Ali, berkata; “Wahai Rasulullah, kenapa saya melihat anda cenderung kepada orang Quraisy dan meninggalkan kami (Bani Hasyim)?” Beliau bertanya; “Apakah ada sesuatu?” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Anak perempuan Hamzah.” Beliau bersabda: “Itu adalah putri saudaraku sesusuan.”

 

Musnad Ahmad 1046: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Saif bin Sulaiman Al Makki dari Mujahid dari Ibnu Abu Laila dari Ali bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyembelih hewan sembelihan, beliau menyuruhku menyedekahkan daging dan kulit serta penutup (punggungnya). Telah menceritakan kepada kami Waki’ berkata; Sufyan menambahkan, dan Abdurrahman dari Sufyan dari Abdul Karim dari Mujahid dari Ibnu Abu Laila dari Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku agar tidak memberikan orang yang menyembelih atas pekerjaan tersebut sedikitpun bagian.”

 

Musnad Ahmad 1047: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku memakai cincin emas, pelana sutra, pakaian yang dihiasi dengan bahan dari sutra dan arak yang terbuat dari bahan gandum.

 

Musnad Ahmad 1048: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyasy dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali berkata; “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memasuki sepuluh hari terakhir, beliau membangunkan keluarganya dan mengangkat sarungnya.” Ditanyakan kepada Abu Bakar; “Apakah yang dimaksud mengangkat sarung’?” dia menjawab; “Menjauhi wanita.”

 

Musnad Ahmad 1049: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsmah telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Sufyan Syu’bah dan Israil dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadlan.

 

Musnad Ahmad 1050: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Yusuf As Shafar mantan budak Bani Umayyah dan Sufyan bin Waki’ berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyasy dari Abu Ishaq dari Hubairah bin Yarim dari Ali berkata; “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memasuki sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan sarungnya dan membangunkan para sitrinya.” Ibnu Waki’ mengatakan; “Mengangkat sarung”

 

Musnad Ahmad 1051: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Bakkar mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abu Waki’ Al Jarrah bin Mulaih dari Abu Ishaq Al Hamdani dari Hubairah bin Yarim dari Ali bin Abu Thalib berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami untuk mengecek mata dan telinga dan seterusnya.”

 

Musnad Ahmad 1052: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Abu Hasyim bin Katsir dari Qais Al Kharifi dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar radliallahu ‘anhu yang ketiga menyusul juga, kemudian kita tertimpa atau terkena fitnah. Dan Allah yang menghedaki itu terjadi.”

 

Musnad Ahmad 1053: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Utsman Ats Tsaqafi dari Salim bin Abu Al Ja’ad dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami mengawinkan silangkan antara keledai dan kuda.”

 

Musnad Ahmad 1054: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari bapakku dari Abdullah bin Ja’far dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita umat ini adalah Khadijah dan sebaik-baik wanita pada umat saat itu adalah Maryam binti ‘Imran.”

 

Musnad Ahmad 1055: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Sa’d bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Kami duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadiri jenazah..” -menurutku dia berkata; di Baqi’ Al Gharqad.- Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Beliau memukul (dengan tongkatnya) ke tanah, lalu mengangkat kepalanya dan bersabda: “Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali telah ditetapkan tempatnya di syurga dan tempatnya di neraka’.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, kalau begitu kita bertawakkal saja.” Beliau bersabda: “Tidak, beramallah! Semuanya akan dimudahkan.” Kemudian beliau membaca; (Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa.) Sampai pada firmanNya: (Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.)

 

Musnad Ahmad 1056: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa’id telah mengabarkan kepadaku Abdul Hamid bin Al Hasan Al Hilali dari Abu Ishaq dari Hubairah bin Yarim dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Carilah Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan. Jika kalian tidak mampu maka jangan terlewatkan pada tujuh hari yang tersisa.”

 

Musnad Ahmad 1057: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Rib’i bin Hirasy dari seorang laki-laki dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan dianggap beriman seorang hamba sehingga dia mengimani empat hal: beriman kepada Allah, (beriman) bahwa Allah telah mengutusku dengan Al Haq, beriman dengan hari kebangkitan setelah kematian dan beriman kepada taqdir entah yang baik maupun buruk.”

 

Musnad Ahmad 1058: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Yahya bin ‘Abbad telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepadaku Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang (mengenakan) cincin emas dan memakai pakaian yang dihiasi dengan bahan dari sutra serta pelana sutra.”

 

Musnad Ahmad 1059: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Ayyasy telah menceritakan kepadaku Abu Ishaq dari Hubairah bin Yarim dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir dan mengangkat sarungnya.”

 

Musnad Ahmad 1060: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Suraij bin Yunus telah menceritakan kepada kami Salm bin Qutaibah dari Syu’bah dan Israil dari Abu Ishaq dari Hubairah bin Yarim dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam (terakhir bulan Ramadlan).

 

Musnad Ahmad 1061: Telah menceritakan kepadaku Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ali bin Hakim Al Audi telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Hubairah bin Yarim berkata; “Ketika kami sedang bersama Ali, dia memanggil anak laki-lakinya yang bernama Utsman yang rambutnya dikepang.”

 

Musnad Ahmad 1062: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ibnu Abu Laila dari Al Minhal bin ‘Amru dari Abdurrahman bin Abu Laila berkata; Bapakku berbincang-bincang dengan Ali pada malam hari, dan Ali selalu memakai pakaian musim panas pada saat musim dingin, dan memakai pakaian musim dingin pada saat musim panas. (Kejadian itu menggelitik) seseorang untuk berkata; “Andai saja kau tanyakan kepadanya.” maka seseorang menanyakan kepadanya dan dia menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutusku pada Perang Khaibar, pada saat itu saya sedang sakit mata, maka saya berkata; “Wahai Rasulullah, mataku sakit.” Lalu beliau meludahi mataku dan membaca; “ALLAHUMMA ADZHIB ‘ANHU AL HARRA WA AL BARD (ya Allah, hilangkanlah panas dan dingin darinya).” Maka semenjak itu saya tidak merasakan lagi panas dan dingin. Dan (pada waktu itu) beliau bersabda: “Sungguh saya akan mengutus seseorang yang Allah dan RasulNya mencintainya dan dia mencintai Allah dan RasulNya serta tidak lari (dari peperangan) ” Abdurrahman berkata; “Lantas orang-orang mengajukan diri untuk memperoleh tugas tersebut sebagai penghormatan, tetapi beliau mengutus Ali Radhiallah ‘anhu.”

 

Musnad Ahmad 1063: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu As Sari, Hannad bin As Sari telah menceritakan kepada kami Syarik, dan telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim Al Audi telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali Radhiallah ‘anhu. (Menurut redaksi) Ali bin Hakim dalam haditsnya; “Tidakkah kalian cemburu bila istri-istri kalian keluar?” sedangkan (menurut redaksi) Hannad, dia berkata dalam haditsnya; “Tidakkah kalian malu atau cemburu, sungguh telah sampai kepadaku kabar bahwa istri-istri kalian keluar ke pasar berdesakan dengan laki laki kafir.”

 

Musnad Ahmad 1064: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam berkata; saya mendengar Al Qasim bin Mukhaimirah menceritakan dari Syuraih bin Hani` bahwa dia bertanya kepada Aisyah Radhi Allahu ‘anha tentang mengusap kedua khuff, maka Aisyah menjawab; “Tanyakanlah kepada Ali Radhiallah ‘anhu, karena dia sering berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Lantas Syuraih menanyakannya kepada Ali, maka Ali menjawab; “Bagi musafir tiga hari tiga malam, sedang bagi orang yang mukim adalah sehari semalam.” Ditanyakan kepada Muhammad; apakah dia memarfu’kannya? Dia berkata bahwa dia berpendapat itu adalah marfu’ tapi dia ingin memberi penghormatan kepadanya.

 

Musnad Ahmad 1065: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu ‘Adi dari Ibnu Aun dari Asy Sya’bi berkata; “Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan hasil riba, penulisnya dan saksinya, orang yang ditato dan orang yang meminta ditato.” -Ibnu Aun berkata; Saya berkata; “Kecuali karena adanya suatu penyakit.” Dia menjawab; “Ya.” (Dia melanjutkan); ” (dan melaknat) al muhallil dan al muhallal lah, orang yang tidak membayar zakat. Dan beliau melarang meratap, tetapi tidak menggunakan lafazh melaknat.” Saya bertanya; “Siapa yang telah menceritakannya kepadamu? ‘ dia menjawab; ” Al Harits Al A’war Al Hamdani.”

 

Musnad Ahmad 1066: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Hajjaj An Naji dan Muhammad bin Aban bin ‘Imran Al Wasithi, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, dan redaksi ini menurut Muhammad bin Aban, dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Zadzan dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membiarkan sehelai rambut tidak terkena air maka dia ditimpa begini dan begitu dari neraka.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Oleh karena itu, saya selalu memendekkan rambutku sebagaimana yang kalian lihat.”

 

Musnad Ahmad 1067: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami Syarik dari Ibnu Umair -Syarik berkata; Saya bertanya kepadanya; dari siapa wahai Ibnu Umair, dari siapa menceritakannya? – dia menjawab; dari Nafi’ bin Jubair dari Bapaknya dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang kepalanya besar, warnanya putih kemerah-merahan, jari-jari kaki dan tangannya tebal, jenggotnya lebat dan bulu dadanya panjang, tulang tengkoraknya besar, jika berjalan pada tempat yang menurun beliau condong ke kanan dan ke kiri. Beliau tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi. Saya belum pernah melihat orang seperti beliau baik sebelum dan sesudahnya.”

 

Musnad Ahmad 1068: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Laila dari ‘Amru bin Murrah dari Abdullah bin Salamah dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membacakan al Qur`an kepada kami selama beliau tidak junub.”

 

Musnad Ahmad 1069: Telah menceritakan kepada kami Ali bin ‘Ashim telah mengabarkan kepada kami ‘Ashim bin Kulaib Al Jarmi dari Abu Burdah bin Abu Musa berkata; Ketika saya duduk bersama bapakku, tiba-tiba datanglah Ali, dia mengucapkan salam dan menyuruh Abu Musa untuk mengurusi salah satu urusan orang banyak. Kemudian Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Mintalah petunjuk kepada Allah, yang kamu maksudkan untuk petunjuk jalan. Dan mintalah istiqamah kepada Allah, yang kamu maksudkan dengan istiqamah tersebut adalah seperti istiqamahnya anak panah” dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku untuk memakai cincinku pada jari ini dan itu yaitu jari telunjuk atau jari tengah. Ali melanjutkan; Beliau saat itu sedang berdiri, namun saya tidak tahu yang mana tepatnya (yang dilarang)? dia menambahkan; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang memakai al matsirah dan al qasiyah.” Kami bertanya; “Wahai Amirul Mukminin! Apakah al mitsarah itu?” dia menjawab; “pelana yang dibuat kaum wanita untuk tempat duduk kendaraan mereka.” Kami bertanya; “Apakah al qasiyah itu?” dia menjawab; “Pakaian yang berasal dari Syam yang bergaris-garis coraknya tebal dan meliuk-liuk.” ‘Ashim berkata; Abu Burdah berkata; “Tatkala saya melihat kain as Sabani, maka saya tahu bahwa yang dimaksud dalam hadits adalah kain itu.”

 

Musnad Ahmad 1070: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Wahb bin Baqiyyah Al Wasithi telah menceritakan kepada kami Khalid bin Abdullah dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Maisarah dan Zadzan berkata; Ali Radhiallah ‘anhu minum dengan berdiri lantas dia berkata; “Jika saya minum dengan berdiri, itu karena saya telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan berdiri. Jika saya minum dengan duduk, saya juga telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan duduk.”

 

Musnad Ahmad 1071: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan, dan Abdurrazzaq berkata; telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari ‘Amru bin Qais dari Al Hakam dari Al Qasim bin Mukhaimirah dari Syuraih bin Hani` dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan bagi musafir tiga hari tiga malam, sedang bagi orang yang mukim adalah sehari semalam.”

 

Musnad Ahmad 1072: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dan Muhammad bin Ja’far mikeduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Aun bin Juhaifah dari bapaknya berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Jika saya menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kalian, maka saya harus di dijatuhkan dari langit ke bumi lebih saya sukai daripada saya berkata atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak beliau sabdakan, namun Perang adalah tipu daya.”

 

Musnad Ahmad 1073: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al Hajjaj telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Zadzan bahwa Ali bin Abu Thalib minum dengan berdiri, maka orang-orang melihatnya dan mengingkarinya. Lantas Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Apa yang kalian lihat! Jika saya minum dengan berdiri, itu karena saya telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan berdiri. Jika saya minum dengan duduk, saya juga telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan duduk.”

 

Musnad Ahmad 1074: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Hafs, ‘Amru bin Ali telah menceritakan kepada kami Abu Daud telah mengabarkan kepadaku Warqa` dari Abdul A’la dari Abu Jamilah dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam dan memberi orang yang membekam upahnya.

 

Musnad Ahmad 1075: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim, dan Abu Abdurrahman berkata; dan telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Ziyad telah menceritakan kepada kami Abu Daud berkata; telah menceritakan kepada kami Warqa` dari Abdul A’la dari Abu Jamilah dari Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam dan menyuruhku untuk memberikan upah kepada orang yang membekamnya.”

 

Musnad Ahmad 1076: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Muhammad bin ‘Utsman dari Zadzan dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Khadijah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang dua anaknya yang meninggal di masa jahiliyah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Keduanya berada di dalam neraka.” Ketika beliau melihat wajahnya yang menunjukkan tidak suka beliau bersabda: “Seandainya kamu melihat tempat keduanya, pasti kamu akan marah kepada keduanya.” Khadijah bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana anakku yang darimu?” beliau menjawab; “Di dalam Syurga.” Ali berkata; Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang mukmin dan anak-anak mereka berada di syurga dan orang-orang musyrik dan anak-anak mereka berada di Neraka.” lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: (Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka.)

 

Musnad Ahmad 1077: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Syu’bah dari Al Hakam dari Yahya bin Al Jazzar dari Ali, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada Perang Khandaq duduk di salah satu jalan masuk ke Khandaq, lantas beliau bersabda: “Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi perut dan rumah mereka dengan api.”

 

Musnad Ahmad 1078: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Za`idah bin Qudamah dari Khalid bin ‘Alqamah telah menceritakan kepada kami Abdu Khair berkata; Ali duduk setelah shalat fajar di Rahabah, lantas dia berkata kepada pelayannya; “Bawakan air untukku.” Maka pelayan itu membawakan bejana yang berisi air dan mangkuk. -Abdu Khair berkata; – Kami duduk sambil mengamatinya, maka dia mengambil bejana dengan tangan kanannya dan meratakan pada tangan kirinya. Kemudian dia membasuh kedua tangannya. Dia mengambil lagi bejana dengan tangan kanannya dan menumpahkan pada tangan kirinya dan membasuh kedua tangannya. Dia melakukannya tiga kali. -Abdu Khair berkata; – Semuanya dengan tidak memasukkan tangannya kedalam bejana sampai dia selesai membasuhnya tiga kali. setelah itu dia memasukkan tangan kanannya kedalam bejana, kemudian berkumur-kumur dan beristinsyaq dengan tangan kirinya sebanyak tiga kali. Kemudian memasukkan tangan kanannya kedalam bejana dan membasuh wajahnya tiga kali, membasuh tangan kanannya tiga kali sampai ke siku, dan membasuh tangan kirinya tiga kali sampai ke siku juga. Kemudian memasukkan tangan kanannya kedalam bejana sampai airnya meluber, setelah itu mengangkatnya sambil mencidukkan air, lalu membasuhnya dengan tangan kirinya. Kemudian membasuh kepalanya dengan kedua tangannya sekali, kemudian menyiramkan dengan tangan kanannya tiga kali pada kaki kanannya kemudian membasuhnya dengan tangan kirinya, dan menyiramkannya dengan tangan kanannya ke kaki kirinya, kemudian mencucinya dengan tangan kirinya tiga kali. Kemudian memasukkan tangan kanannya dan mencidukkan dengan telapak tangannya untuk diminumnya, setelah itu dia berkata; “Ini adalah tatacara wudhu Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam, barangsiapa suka melihat tatacara wudhu Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka begitulah caranya.”

 

Musnad Ahmad 1079: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab dari Sa’id dari Qatadah dari Abu Hassan Al A’raj dari ‘Abidah As Samani dari Ali bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada saat Perang Khandaq; “Ya Allah, penuhilah rumah mereka dan kuburan mereka dengan api, karena mereka menyibukkan kami dari shalat wusthaa sampai tenggelam matahari.”

 

Musnad Ahmad 1080: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim telah memberitakan kepada kami Ayyub dari Mujahid berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Saya merasa sangat lapar ketika berada di Madinah, maka saya keluar untuk mencari kerja di pinggiran Madinah, akhirnya saya mendapati seorang wanita yang sedang mengumpulkan tanah yang kering, saya menyangka bahwa dia hendak membasahinya, lalu saya mengerjakannya dengan imbalan setiap ember penuh dengan satu kurma, sehingga saya dapat mengumpulkan enam belas ember sampai tanganku melepuh. Kemudian saya mendatangi tempat air dan membasahinya, setelah itu mendatangi wanita tersebut sambil berkata kepadanya dengan kedua telapak tanganku ke hadapannya -Isma’il membentangkan kedua tangannya dan mengumpulkannya.- maka dia memberiku enam belas buah kurma. Setelah itu saya mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahukan kepada beliau kejadian ituian itu, maka beliau memakan sebagiannya bersamaku.

 

Musnad Ahmad 1081: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki’. Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata; dan telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Waki’ telah menceritakan kepada kami bapakku dari Abu Janab dari Abu Jamilah Ath Thuuhawwi berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam kemudian berkata kepada orang yang membekam ketika telah selesai: “Berapa upahmu?” dia menjawab; “Dua sha'” maka beliau memberikan satu sha’ dan menyuruhku (untuk memberikan satu sha’ lagi) maka saya pun memberikan kepadanya satu sha lagi.

 

Musnad Ahmad 1082: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan, dan menurut jalur yang lainnya; telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata; dan telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul A’la Ats Tsa’labi dari Abu Jamilah dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa seorang budak perempuan milik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan zina, maka beliau menyuruhku melaksanakan hukuman had kepadanya, namun aku menemukan dia masih dalam Haid, maka saya menemui Nabi dan memberitahukan kepada beliau, maka beliau menjawab; “Apabila darah haidnya sudah kering, laksanakanlah hukuman untuknya. Laksanakanlah hukuman kepada budak-budak wanita kalian!” dan redaksi hadits ini merupakan redaksi Ishaq bin Isma’il. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Al Abbas bin Al Walid berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Abdul A’la dari Abu Jamilah dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendapat berita bahwa budak wanitanya telah melakukan perbuatan zina…” kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap.

 

Musnad Ahmad 1083: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah dari Al Hakam dari Ali bin Hassan dari Marwan bin Al Hakam berkata; saya melihat Ali dan Utsman pada saat dipertengahan antara Makkah dan Madinah. Utsman melarang haji tamuttu’ dan menggabungkan keduanya. Tatkala Ali Radhiallah ‘anhu melihat hal itu, dia berihram menggabungkan keduanya, kemudian dia membaca; “LABAIKA BI UMRAH WA HAJJIN.” Maka Utsman Radhi Allahu ‘anhuma berkata; “Kamu melihat saya melarang orang-orang melakukannya, malah kamu melakukannya.” Dia menjawab; “Saya tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena pendapat seorang manusia.”

 

Musnad Ahmad 1084: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku bapakku dan Ishaq bin Isma’il berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail dari ‘Atho` bin As Sa`ib. dan telah menceritakan kepada kami Abdullah; dan telah menceritakan kepadaku Sufyan bin Waki’ telah menceritakan kepada kami Imran bin Uyainah semuanya dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Maisarah; saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu minum dengan berdiri, maka aku bertanya; “Kamu minum dengan berdiri?” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Jika saya minum dengan berdiri, itu karena saya telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan berdiri. Jika saya minum dengan duduk, saya juga telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan duduk.”

 

Musnad Ahmad 1085: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al Hakam berkata; saya mendengar Ibnu Abu Laila berkata; telah menceritakan kepada kami Ali; bahwa Fathimah Radhi Allahu ‘anha merasa mengeluhkan rasa sakit akibat alat penggiling pada tangannya, saat itu ada seorang tawanan yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Fathimah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam namun tidak mendapatinya, malah dia bertemu Aisyah Radhi Allahu ‘anha dan menceritakan keadaan itu kepadanya. Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang, Aisyah mengabari tentang kedatangan Fathimah kepadanya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang, padahal kami sudah berada ditempat pembaringan, kami pun bangun, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tetaplah di tempat kalian berdua!” kemudian beliau duduk di antara kami, sampai saya bisa merasakan dingin kaki beliau dengan dadaku. Beliau bersabda; “Maukah saya ajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik daripada yang kalian minta. Jika hendak tidur, bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbih tiga puluh tiga kali dan bertahmid tiga puluh tiga kali. Hal itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pelayan.”

 

Musnad Ahmad 1086: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Bakar mantan budak Bani Hasyim, dan Abu Ar Rabi’ Az Zarani keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Waki’ Al Jarrah bin Malih dari Abdul A’la Ats Tsa’labi dari Abu Jamilah dari Ali Radhiallah ‘anhu, sedang menurut redaksi Abu Rabi’ dalam haditsnya; dari Maisarah Abu Jamilah dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku kepada salah seorang budaknya yang berwarna hitam yang telah berzina agar menjilidnya sebagai pelaksanaan had.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Namun aku mendapatinya masih Haid. Maka saya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengabari beliau tentang hal itu, maka beliau berpesan kepadaku: “Apabila sudah suci dari darahnya, jilidlah lima puluh kali.” Sedangkan menurut redaksi Abu Ar Rabi’ dalam haditsnya, Ali berkata; Saya kabarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: “Jika telah kering dari darahnya, laksanakanlah hukuman had!” kemudian beliau bersabda: “Tegakkanlah hukum hudud!”

 

Musnad Ahmad 1087: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Abdullah bin Muhammad bin Umar bin Ali dari bapaknya dari kakeknya bahwa Ali radhiallahu ‘anhu berjalan sampai matahari tenggelam dan telah gelap, maka dia singgah dan shalat maghrib, lalu shalat isya’ langsung setelahnya, kemudian dia berkata; “Demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya.” Telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepada kami Al Hakam berkata; saya mendengar Ibnu Abu Laila; bahwa Ali radhiallahu ‘anhu menceritakan kepada mereka, “bahwa Fathimah radhiallahu ‘anha mengadu kepada bapaknya mengenai apa yang mengenai kedua tangannya karena alat penggiling.” Kemudian dia menyebutkan makna hadits Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah.

 

Musnad Ahmad 1088: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru bin Murrah berkata; saya mendengar Abu Al Bakhtari Ath Tha`i berkata; telah mengabarkan kepadaku seseorang yang mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku ke Yaman, saya berkata; “Anda mengutusku, padahal aku masih berusia sangat muda, dan saya tidak memiliki banyak pengalaman ilmu untuk memutuskan sesuatu perkara.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menepuk dadaku dan bersabda: “Pergilah, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla akan meneguhkan lidahmu dan menunjuki hatimu! ‘” dia menambahkan; Maka tidak ada persengketaan diantara dua orang yang dapat menyulitkanku.

 

Musnad Ahmad 1089: Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru bin Murah dari Sa’id bin Musayyab berkata; Ali dan Utsman berkumpul di ‘Usfan. Utsman Radhi Allahu ‘anhuma melarang (menggabung antara haji) tamattu’ dengan umrah, maka Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Apa yang kau inginkan terhadap sesuatu yang telah dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan kamu melarangnya?” Utsman menjawab; “biarkan kami.”

 

Musnad Ahmad 1090: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah, sedang Hajjaj berkata; telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Sa’d bin Ibrahim berkata; saya mendengar Abdullah bin Syaddad berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan kedua orang tuanya untuk seseorang selain kepada Sa’d bin Malik. Pada Perang Uhud beliau bersabda: “Panahlah, tebusanmu adalah bapakku dan ibuku.”

 

Musnad Ahmad 1091: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku bapakku dan Ubaidullah bin Umar Al Qawariri dan Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami dan Muhammad bin Basyar Bundar mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam berkata; telah menceritakan kepadaku bapakku. Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata; dan telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Abdushshamad dan Mu’adz, dari Hisyam dari Qatadah dari Abu Harb bin Abu Al Aswad dari Abu Al Aswad, menurut redaksi Abu Khaistamah dalam haditsnya; Ibnu Abu Al Aswad dari bapaknya dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kencing bayi laki-laki yang masih menyusu cukup diperciki sedang bayi perempuan harus dicuci.” Qatadah menerangkan; “Hal itu selama keduanya belum memakan makanan, jika mereka telah makan maka keduanya harus dicuci.” Abdullah berkata; “Abu Khitsamah tidak menyebutkan dalam haditsnya perkataan Qatadah.”

 

Musnad Ahmad 1092: Telah menceritakan kepada kami Abdushshamad bin Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Qatadah dari Abu Harb bin Abu Al Aswad Ad Dili dari bapaknya dari Ali bin Abu Thalib radliallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai masa persusuan: “Cukup diperciki jika bayi laki-laki sedangkan dicuci jika bayi tersebut perempuan.” Qatadah berkata; “Hal itu selama keduanya belum memakan makanan, jika mereka telah makan maka keduanya harus dicuci.”

 

Musnad Ahmad 1093: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata; saya mendengar Qatadah dari Abu Hassan Al A’raj dari ‘Abidah dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada Perang Khandaq: “Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan mereka dengan api, atau rumah atau perut mereka.” Syu’bah ragu, apakah dengan menggunakan lafazh rumah atau perut.

 

Musnad Ahmad 1094: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepadaku Syu’bah berkata; saya mendengar Qatadah berkata; saya mendengar Abu Hassan menceritakan dari ‘Abidah dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada Perang Ahzab: “Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah atau perut mereka dengan api.” Syu’bah ragu pada lafazh rumah atau perut, sedangkan pada lafazh kuburan dia tidak ragu.

 

Musnad Ahmad 1095: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dlamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir pada setiap malam, baik pada awalnya, pertengahannya atau waktu akhirnya dan beliau mengakhirinya pada waktu akhirnya.”

 

Musnad Ahmad 1096: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadlan.

 

Musnad Ahmad 1097: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa diberikan hadiah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa pakaian dari sutra, kemudian beliau memberikannya kepadaku. Ali Radhiallah ‘anhu berkata; maka saya keluar dengan memakainya, tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “aku tidak rela jika (diri) mu melakukan sesuatu yang saya sendiri tidak menyukainya.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Beliau menyuruhku menyobeknya dan dibagi-bagikan kepada para wanita (keluarga) ku sebagai kerudung yaitu kepada Fathimah dan bibinya (dari pihak bapak).”

 

Musnad Ahmad 1098: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Ubaid bin Hisab telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami ‘Utaibah, -dan kondisi dia tuna netra-, dari Buraidah bin Ashram berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Ada seorang laki-laki dari Ahlu Suffah (shahabat yang tinggal di pinggiran masjid nabawi yang di beri atap) yang meninggal dunia, kemudian ada yang berkata; “Wahai Rasulullah, dia meninggalkan (hutang) dinar dan dirham.” Beliau bersabda: “Dua keping api. shalatlah atas sahabat kalian!” Telah menceritakan kepada kami Abdullah, dan telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Habban bin Hilal telah menceritakan kepada kami Ja’far, kemudian menyebutkan hadits secara lengkap.

 

Musnad Ahmad 1099: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepadaku Syu’bah dari Qatadah berkata; saya mendengar Jurai bin Kulaib berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang hewan yang tanduknya cacat dan telinganya robek.” Qatadah berkata; Saya bertanya kepada Sa’id bin Musayyab, apakah hewan yang telinganya robek?” dia menjawab; ” (hewan) yang setengah telinganya (hilang) atau lebih banyak (robeknya) dari itu.”

 

Musnad Ahmad 1100: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Jurai bin Kulaib dia mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk berkorban dengan hewan yang tanduknya cacat dan telinganya robek.” Qatadah berkata; Saya sampaikan hal itu kepada Sa’id bin Musayyab, dia menjawab; “Ya. yang telinganya robek yaitu setengah telinganya robek atau atau lebih banyak (robeknya) dari itu.”

Sumber : http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: