Musnad Ahmad : 1101-1200

Musnad Ahmad 1101: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang atau melarangku memakai pelana sutra, pakaian yang dihiasi dengan bahan dari sutra dan cincin emas.

 

Musnad Ahmad 1102: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Hani` bin Hani` dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa ‘Ammar meminta izin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau menjawab; “Orang yang baik dan harus diperlakukan dengan baik, izinkanlah dia!”

 

Musnad Ahmad 1103: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq berkata; saya mendengar Haritsah bin Mudlar menceritakan dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Saya menyaksikan pada malam peristiwa Badar bahwa tidak seorangpun kecuali tertidur selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau shalat di bawah pohon dan berdoa sampai pagi. Tidak ada di antara kami yang mengendarai kuda selain Al Miqdad bin Al Aswad.”

 

Musnad Ahmad 1104: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Isma’il bin Sumai’ telah menceritakan kepadaku Malik bin Umair berkata; Zaid bin Shuhan menemui Ali Radhiallah ‘anhu dan berkata; “Ceritakan kepadaku apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam larang terhadapmu.” Dia menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku (menggunakan) al hantam, ad dubbaa’, an naqir dan ji’ah. Dan beliau juga melarang cincin emas” atau berkata; “anting emas, sutra, al qasi dan pelana merah yang terbuat dari sutra.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi perhiasan sutra, kemudian beliau memberikannya kepadaku. Akupun keluar rumah dengan memakainya, tetapi beliau mengambilnya dan memberikannya kepada Fathimah atau bibinya.” Demikian menurut redaksi yang diriwayatkan Isma’il. Telah menceritakannya kepada kami Yunus telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid lalu dia menyebutkan redaksi dengan sanad dan maknanya kecuali lafazh; Sha’sha’ah bin Shuhan menemui Ali Radhiallah ‘anhu.

 

Musnad Ahmad 1105: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bukkair telah menceritakan kepada kami Hibban bin Ali dari Dhirar bin Murrah dari Husain Al Muzani berkata; Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu berkata di atas mimbar; Wahai manusia, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada yang dapat memutus shalat kecuali berhadats.” Saya tidak malu kepada kalian seperti halnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak malu dalam masalah ini.” Ali berkata; “Berhadats adalah kentut tidak bersuara atau kentut bersuara.”

 

Musnad Ahmad 1106: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Qathan bin Nusair Abu ‘Abbad Adz Dzari’ telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami ‘Utaibah Adl Dlarir telah menceritakan kepada kami Buraid Bin Ashram berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Ada seorang laki-laki dari Ahlu Suffah yang meninggal dunia dan dia meninggalkan (hutang) Dinar dan Dirham, maka ada yang menyampaikan kepada Nabi; “Wahai Rasulullah, dia meninggalkan dinar dan dirham.” Beliau bersabda: “Dua keping api. Shalatlah atas sahabat kalian’!”

 

Musnad Ahmad 1107: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Salamah yaitu Ibnu Abu Al Husam, telah menceritakan kepada kami Muslim bin Abu Maryam dari seorang laki-laki dari Anshar dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menjenguk orang yang sakit, maka dia telah berjalan ke suatu kebun syurga. Jika dia duduk di sisinya, maka dia telah menceburkan diri pada rahmat. Jika dia keluar meninggalkannya maka akan diwakilkan untuknya tujuhpuluh ribu Malaikat yang memohonkan ampun untuknya pada hari itu.”

 

Musnad Ahmad 1108: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah, sedang menurut Hajjaj; telah memberitakan kepada kami Syu’bah berkata; saya mendengar Muhammad bin Al Munkadir berkata; saya mendengar Mas’ud Bin Al Hakam berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; menurut Hajjaj, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ali Radhiallah ‘anhu, berkata; “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri karena jenazah (lewat) dan kami mengikuti beliau di belakangnya. Kemudian kami melihat beliau duduk dan kami juga ikut duduk.”

 

Musnad Ahmad 1109: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Ashim bin Kulaib berkata; saya mendengar Abu Burdah berkata; saya mendengar Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah: ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA HUDA WASSADADA (Ya Allah, saya meminta petunjuk dan istiqamah kepadamu), dan ingatlah bahwa petunjuk itu adalah petunjukmu meniti jalan, dan ingat istiqamah sebagaimana istiqamahnya anak panah).” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Beliau melarang atau melarangku (memakai) pakaian yang dicampur dengan bahan dari sutra dan (melarang) pelana sutra serta cincin pada jari telunjuk dan jari tengah.”

 

Musnad Ahmad 1110: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu ‘Aun berkata; saya mendengar Abu Shalih berkata; Ali berkata; Saya menyebutkan putri Hamzah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau menanggapinya: “Dia adalah putri saudaraku dari jalur persusuan.”

 

Musnad Ahmad 1111: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Daud Al Mubariki, Sulaiman bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Syihab dari Syu’bah dari Al Hakam dari Abu Al Muwarri’ dari Ali berkata; Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada jenazah, beliau bersabda: “Barangsiapa mendatangi Madinah, maka janganlah meninggalkan satu kuburanpun kecuali meratakannya, tidak meninggalkan satu gambarpun kecuali merusaknya, dan tidak meninggalkan satu berhalapun kecuali menghancurkan.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; maka seorang laki-laki berkata; “Saya.” Tetapi dia merasa segan kepada penduduk Madinah lantas dia pun duduk. Ali Radhiallah ‘anhu berkata; maka saya berangkat dan kembali menemui Rasulullah dan berkata; “Wahai Rasulullah, saya tidak meninggalkan satu kuburanpun kecuali meratakannya, tidak meninggalkan satu gambarpun kecuali merusaknya, dan tidak meninggalkan satu berhalapun kecuali menghancurkan.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa kembali dan membuat sedikit saja hal itu, maka dia telah kafir dengan apa yang Allah turunkan kepada Muhammad, Wahai Ali! Janganlah kamu menjadi sumber fitnah atau Orang yang sombong, atau pedagang kecuali pedagang yang baik karena mereka itulah orang-orang yang menunda-nunda dalam amalnya.”

 

Musnad Ahmad 1112: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu ‘Aun dari Abu Shalih berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi hadiah berupa perhiasan sutra, lantas beliau mengirimkannya kepadaku, kemudian saya keluar dengan memakainya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam marah dengan Pemandangan yang terlihat pada wajah beliau. Beliau bersabda: “Saya memberikannya kepadamu bukan untuk kau pakai! ‘” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; kemudian beliau menyuruhku memberikan kepada para istriku.

 

Musnad Ahmad 1113: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ali Bin Mudrik dari Abu Zur’ah dari Abdullah bin Nujai dari bapaknya dari Ali Radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar, orang junub dan anjing.”

 

Musnad Ahmad 1114: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdul Malik bin Maisarah dari An Nazal bin Sabrah bahwa dia menyaksikan Ali Radhiallah ‘anhu shalat zhuhur lalu duduk untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di Rahabah. Tatkala masuk waktu ashar, dibawakan kepadanya bejana, maka dia mengambil air dengan kedua tangannya, mengusap kedua tangannya, kedua sikunya, wajahnya, kepalanya dan kedua kakinya, kemudian meminum sisa air wudhunya dengan berdiri. Kemudian dia berkata; “Ada beberapa orang yang tidak suka minum dengan berdiri, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan sebagaimana yang saya lakukan. Inilah tatacara wudhu bagi orang yang tidak berhadats.” Telah menceritakan kepada kami ‘affan telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah memberitakan kepada kami Abdul Malik bin Maisarah berkata; saya mendengar An Nazal bin Sabrah berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu, lalu dia menyebutkan maknanya tetapi dia menggunakan lafazh; Dibawakan kepadanya sebuah teko.

 

Musnad Ahmad 1115: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata; Al Hakam telah mengabarkan kepadaku, dari Abu Muhammad dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusnya ke Madinah dan menyuruhnya untuk meratakan kuburan.”

 

Musnad Ahmad 1116: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Syaiban, Abu Muhammad telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Salamah, telah memberitakan kepada kami Hajjaj bin Arthah dari Al Hakam bin ‘Utaibah dari Abu Muhammad Al Hudzali dari Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seorang laki-laki dari Anshar untuk meratakan setiap kuburan dan menghancurkan semua patung. Dia berkata; “Wahai Rasulullah, Saya tidak suka masuk ke rumah kaumku.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Kemudian beliau mengutusku. Tatkala saya sampai kembali (di Madinah) beliau berkata; “Wahai Ali, janganlah kamu menjadi sumber fitnah, orang yang sombong, atau pedagang kecuali pedagang yang baik karena mereka itulah orang-orang yang menunda-nunda dalam amalnya atau orang-orang yang tertinggal dalam beramal.”

 

Musnad Ahmad 1117: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far berkata; Hajjaj berkata; telah menceritakan kepadaku Syu’bah berkata; saya mendengar Malik bin ‘Urfuthah berkata; saya mendengar Abdu Khair berkata; Saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu diberi kursi, maka dia mendudukinya. Kemudian didatangkan kepadanya bejana dari batu berisi air. Abdu Khair berkata; Dia membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur-kumur tiga kali berbarengan dengan memasukkan air ke hidung dengan satu air. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali dan kedua lengannya tiga kali. -Hajjaj berkata; “Tiga kali-tiga kali.”- dengan satu tangan serta meletakkan kedua tangannya dalam bejana, kemudian dia mengusap rambutnya. -Hajjaj memberi isyarat dengan kedua tangannya- dari bagian depan rambutnya sampai bagian belakangnya.” Abdu Khair berkata; “Saya tidak tahu, apakah dia mengulanginya ke bagian depannya atau tidak. Kemudian dia mencuci kedua kakinya tiga kali. -Hajjaj berkata; tiga kali-tiga kali.- kemudian berkata; “Barangsiapa hendak melihat tatacara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, demikianlah tatacara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1118: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Jamil bin Murrah dari Abu Al Wadhi`i berkata; Saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu tatkala dia membunuh penduduk Nahrawan, Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Carikan untukku orang yang cacat tangannya.” Mereka mencarinya di antara para korban, kemudian mereka berkata; “Kami tidak mendapatkannya.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Kembali dan cari! Demi Allah, saya tidak berdusta dan juga tidak diberi kabar dusta.” Mereka kembali mencarinya, dan dilakukan berulang-ulang, dan setiap (memerintahkan untuk mencarinya) dia bersumpah kepada Allah; “Saya tidak berdusta dan juga tidak diberi kabar dusta.” Kemudian mereka bergegas (mencarinya) dan akhirnya menemukannya di bawah para kurban di atas tanah. Mereka mengeluarkannya dan dibawa kehadapannya. Abu Al Wadhi`i berkata; “saya sempat melihatnya, dia adalah seorang Habasyi, yang tubuhnya terdapat payudara yang menutupi salah satu tangannya yang mirip payudara wanita, diatas payudaranya terdapat bulu seperti bulu yang biasa terdapat pada ekor tikus yang berekor panjang dan berbulu.”

 

Musnad Ahmad 1119: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sulaiman dari Ibrahim At Taimi dari Al Harits bin Suwaid dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang ad dubbaa’ dan al muzaffat.

 

Musnad Ahmad 1120: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sulaiman dari Sa’d bin ‘Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa pada suatu ketika beliau berada pada suatu jenazah, kemudian beliau mengambil ranting yang ada di atas tanah dan bersabda: “Tidaklah seorangpun di antara kalian kecuali telah ditulis tempatnya, apakah dia di neraka atau di syurga.” Mereka bertanya; “Wahai Rasulullah, kalau begitu kita bertawakkal saja.” Beliau bersabda: “Beramallah! Semuanya akan dimudahkan. (Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.) ” Syu’bah berkata; Telah menceritakannya kepadaku Manshur bin Al Mu’tamir dan saya tidak mengingkari hadits Sulaiman sedikitpun.”

 

Musnad Ahmad 1121: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata; saya mendengar Sulaiman menceritakan dari Al Mundzir Ats Tsauri dari Muhammad bin Ali dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Saya merasa malu untuk bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang madzi karena Fathimah, maka aku menyuruh Al Miqdad bin Al Aswad menanyakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas beliau menjawab; “Mengenai hal itu, cukup dengan berwudhu.”

 

Musnad Ahmad 1122: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far dari Sa’id dari Qatadah dari Al Hasan bahwa Umar bin Khattab hendak merajam perempuan gila. Maka Ali bertanya kepadanya; Kenapa kamu hendak melakukan hal itu? saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diangkat pena (tidak dianggap sebagai dosa) dari tiga orang: orang yang tidur hingga bangun, anak kecil sampai dia bermimpi dan orang gila sampai sadar atau dia berakal.” Maka Umar meninggalkannya.

 

Musnad Ahmad 1123: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far dari Sa’id dari Abdullah Ad Danaj dari Hudhain berkata; ditunjukkan kesaksian atas Al Walid bin ‘Uqbah dihadapan ‘Utsman bahwa dia meminum khamer, maka Ali Radhiallah ‘anhu membicarakan perkaranya dengan ‘Utsman. ‘Utsman berkata; “Tangkaplah anak pamanmu! Dan jilidlah?” Ali berkata; “Bangkitlah Wahai Hasan!” tetapi Utsman berkata; “apa urusanmu antara kamu dengan orang ini? serahkan kepada yang lainnya” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Kamu tidak mampu, lemah dan tidak cekatan. Bangunlah Wahai Abdullah bin Ja’far?” maka Abdullah menjilidnya sedang Ali Radhiallah ‘anhu menghitungnya. Tatkala sampai pada hitungan ke empat puluh, Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Cukup atau tahan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar menjilid empat puluh kali dan Umar menambahnya menjadi delapan puluh kali, dan semua itu adalah sunnah.”

 

Musnad Ahmad 1124: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Asy Sya’bi bahwa Syarahah Al Hamdaniyah menemui Ali Radhiallah ‘anhu dan berkata; “Saya telah berzina.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Barangkali bukan kamu, atau barangkali kamu hanya bermimpi, atau bisa jadi kamu dipaksa.” Semuanya dijawab dengan kata; “Tidak” maka Ali Radhiallah ‘anhu menjilidnya pada hari kamis dan merajamnya pada hari jum’at, lalu dia berkata; “Saya menjilidnya karena kitab Allah dan saya merajamnya karena sunnah Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1125: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Ma’mar telah memberitakan kepada kami Az Zuhri dari Abu ‘Ubaid mantan budak Abdurrahman bin ‘Auf berkata; saya menyaksikan Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang menyimpan sembelihannya lebih dari tiga hari.”

 

Musnad Ahmad 1126: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb dan Sufyan bin Waki’ bin Al Jarrah berkata; telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Al Minhal bin ‘Amru dari Nu’aim bin Dijajah Al Asadi berkata; saya bersama Ali Radhiallah ‘anhu kemudian Abu Mas’ud menemui kami, maka Ali berkata kepadanya; “Wahai Farruh, apakah kamu yang mengatakan bahwa tidak akan berlangsung seratus tahun dan di atas bumi masih ada mata yang berkedip? sungguh duburmu masuk ke dalam lubang. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Tidak akan berlangsung waktu seratus tahun kepada manusia dan diatas bumi terdapat mata yang masih berkedip dari orang yang hidup hari ini.” Sesungguhnya kesenangan dan kelapangan bagi umat ini setelah seratus tahun nanti.”

 

Musnad Ahmad 1127: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Jamil bin Murrah dari Abu Al Wadhi`i berkata; saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu ketika membunuh penduduk Nahrawan, dia berkata; “Carikan untukku orang yang cacat tangannya di antara para korban.” Mereka berkata; “Kami tidak mendapatkannya.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Cari! Demi Allah, saya tidak berdusta juga tidak diberi kabar dusta.” Sampai akhirnya mereka mengeluarkan orang tersebut di bawah para korban Perang. Abu Al Wadhi`i berkata; “saya sempat melihatnya, dia adalah seorang Habasyi, yang salah satu tangannya seperti payudara wanita, yang berbulu seperti bulu yang biasa terdapat pada ekor tikus yang berekor panjang dan berbulu.”

 

Musnad Ahmad 1128: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Hajjaj bin Asy Sya’ir telah menceritakan kepadaku Abdushshamad bin Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Shalih bahwa Abu Al Wadhi`i ‘Abbad menceritakan kepadanya, dia berkata; Kami sedang menuju Kufah bersama Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu, tatkala kami sudah dalam perjalanan selama dua malam atau tiga dari daerah Harura`, keluarlah dari kami sekelompok orang dalam jumlah yang cukup banyak. Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Janganlah tindakan mereka menjadikan kalian takut, mereka kelak akan kembali.” Lalu dia menyebutkan haditsnya yang panjang. Abu Al Wadhi`i berkata; Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhubi’ah memuji Allah dan berkata; “Kekasihku memberitahuku bahwa pemimpin mereka adalah seorang yang tangannya cacat, payudaranya berbulu seperti ekor tikus yang berekor panjang dan berbulu, maka carilah! ‘ tetapi mereka tidak menemukannya. Maka kami mendatanginya dan mengatakan kepadanya bahwa kami tidak menemukannya, tetapi dia tetap mengatakan; “Carilah!. Demi Allah saya tidak berdusta dan tidak dikabari dengan berita dusta.” Sebanyak tiga kali. Kami berkata; “Kami tidak menemukannya.” Ali Radhiallah ‘anhu datang sendiri dan berkata; “Baliklah ini dan baliklah itu.” Sampai akhirnya seorang laki-laki datang dari Kufah dan berkata; “Ini dia.” Maka Ali Radhiallah ‘anhu berseru; “ALLAH AKBAR (Allah Maha Besar). Jika saja ada seseorang yang datang untuk memberitahu mengenai siapakah bapak orang ini.” orang-orang berkata; “Ini adalah seorang raja, ini adalah seorang raja.” Ali Radhiallah ‘anhu bertanya: “Anak siapakah orang ini?”

 

Musnad Ahmad 1129: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammam bin Salamah telah memberitakan kepada kami Salamah bin Kuhail dari Asy Sya’bi bahwa Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepada Syarahah; “Barangkali kamu dipaksa, barangkali suamimu yang mendatangimu, barangkali ini dan itu.” Namun dia menjawab; “Tidak.” Tatkala dia telah melahirkan Ali Radhiallah ‘anhu menjilidnya kemudian merajamnya. Ada yang bertanya; “Kenapa anda menjilid dan merajamnya?” dia menjawab; “Saya menjilidnya karena kitab Allah dan saya merajamnya karena sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1130: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Habbah Al ‘Urani berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Saya adalah orang yang pertama kali shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1131: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu ‘Ubaid mantan budak Abdurrahman bin ‘Auf berkata; kemudian saya melihatnya bersama Ali shalat sebelum khutbah tanpa disertai dengan azan dan iqamah kemudian baru berkhutbah. Dia berkata; “Wahai manusia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang memakan sembelihan kurban kalian setelah tiga hari, janganlah kalian memakannya setelah tiga hari tersebut.”

 

Musnad Ahmad 1132: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Manshur dari Hilal bin Yasaf dari Wahb bin Al Ajda’ dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Janganlah kalian shalat setelah ashar kecuali kalian shalat dan matahari masih tinggi.”

 

Musnad Ahmad 1133: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Israil dari Abdul A’la dari Muhammad bin Ali dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyambung dari sahur sampai waktu sahur kembali.

 

Musnad Ahmad 1134: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ibnu Uyainah dari Muhammad bin Suqah dari Mundzir Ats Tsauri dari Muhammad bin Ali berkata; beberapa orang datang kepada Ali Radhiallah ‘anhu dan mengadukan petugas zakat Utsman. Maka bapakku berkata; “Pergilah kepada Utsman dengan membawa surat ini dan katakan kepadanya bahwa manusia telah mengadu tentang petugas zakatmu, dan ini adalah perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam masalah zakat, maka perintahkan kepada mereka supaya mengambilnya.” Muhammad bin Ali berkata; “Maka aku menemui Utsman dan menceritakan hal itu kepadanya.” Muhammad bin Ali berkata; “Seandainya Ali ingin mengingatkan Utsman tentang sesuatu (keburukan), maka pada hari itu dia akan mengingatkannya.”

 

Musnad Ahmad 1135: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Hajjaj bin Asy Sya’ir telah menceritakan kepadaku Abdushshamad bin Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Yazid bin Shalih bahwa Abu Al Wadhi`i ‘Abbad menceritakan kepadanya, dia berkata; Kami menuju Kufah bersama Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu.., kemudian dia menyebutkan tentang pemilik tangan cacat. Ali berkata; “Demi Allah, saya tidak berdusta juga tidak diberi kabar dusta, -tiga kali- kekasihku telah mengabariku bahwa ada tiga saudara dari kalangan jin. Ini adalah yang paling besar, sedang yang kedua mempuai kelompok yang besar, sedang yang ketiga pada dirinya terdapat kelemahan.”

 

Musnad Ahmad 1136: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Yazid Rahmawaih telah menceritakan kepada kami Syarik dari Khalid bin ‘Alqamah dari Abdu Khair berkata; “Kami shalat subuh kemudian kami duduk bersama Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu. Dia meminta air wudhu, lalu membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur-kumur dua kali dari satu tangan, kemudian membasuh wajahnya tiga kali dan kedua lengannya tiga kali, terakhir dia mencuci kedua kakinya tiga kali. kemudian berkata; “Ini adalah tatacara wudhu Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam, maka laksanakanlah.”

 

Musnad Ahmad 1137: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Khalid bin ‘Alqamah dari Abdu Khair berkata; “Kami menemui Ali Radhiallah ‘anhu ketika dia selesai shalat. Dia meminta bejana kemudian dia berkumur-kumur tiga kali, beristinsyaq tiga kali, kemudian berkumur-kumur dengan air yang barusan dia ambil. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali, tangan kanannya tiga kali, tangan kirinya tiga kali, kemudian berkata; “Barangsiapa suka melihat tatacara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, demikianlah wudhu beliau’.”

 

Musnad Ahmad 1138: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Laits dari Mujahid dari Abu Ma’mar berkata; kami bersama Ali Radhiallah ‘anhu kemudian ada jenazah yang lewat, maka orang-orang berdiri. Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Siapakah yang telah memberi fatwa kepada kalian?” mereka menjawab; “Abu Musa.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya sekali, dan itu nampak sebuah penyerupaan dengan ahli kitab. Tatkala hal itu dilarang maka beliau meninggalkannya.”

 

Musnad Ahmad 1139: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari Ali bin Hushain bin Ali dari bapaknya, Husain bin Ali dari Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu berkata; Aku dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendapat bagian unta tua dari harta rampasan Perang Badar. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku tambahan satu ekor unta lagi. Pada suatu hari aku menderumkan keduanya di depan pintu salah seorang Anshar. Saya ingin membawa daun Idkhir di atas kedua unta tersebut untuk aku jual, saat itu aku bersama seorang tukang masak dari Bani Qainuqa’ untuk membantuku dalam walimah Fathimah, sementara Hamzah sedang minum di rumah itu. Hamzah marah dengan kedua unta tersebut, sambil membawa pedang kemudian dia memotong kedua punuk unta dan membelah lambungnya kemudian dia mengambil hati kedua unta tersebut.” Saya (Ibnu Juraij) bertanya kepada Ibnu Syihab; “Dia memotong punuknya?” dia menjawab; “Memotong kedua punuknya dan membawanya” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Aku menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu, maka aku menemui Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sementara di sisinya ada Zaid bin Haritsah, maka aku ceritakan kejadian itu kepada beliau. Beliau keluar bersama Zaid berjalan mendatangi Hamzah dan beliau memarahinya. Hamzah mengangkat pandangannya ke atas kemudian berkata; “Bukankah kalian hanya budak-budak bapakku” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mundur ke belakang kemudian pulang sampai meninggalkan mereka, dan kejadian itu sebelum dilarangnya khamer.

 

Musnad Ahmad 1140: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah berkata; ada beberapa sahabat Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepadanya; “Maukah kamu menceritakan tentang shalat sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada siang hari?” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Demi Allah, kalian tidak akan bisa melakukannya.” Mereka berkata; “Kabarkan kepada kami sehingga kami mengerjakan yang kami mampu.” Lalu dia menyebutkan hadits panjangnya. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Al Jahdari, Fudhail bin Husain secara dikte kepadaku dari kitabnya. Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa dia ditanya tentang shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada waktu siang. Dia menjawab; “Beliau shalat enam belas raka’at.” Ali melanjutkan; “Beliau shalat ketika posisi matahari ada di sana (diarah timur dengan ketinggian) seperti ketinggiannya saat berada disini (arah barat) waktu shalat ashar, dan beliau shalat ketika posisi matahari ada di sana seperti ketinggiannya berada di arah sini (barat) pada waktu shalat zhuhur sebanyak empat raka’at, dan beliau shalat sebelum zhuhur empat raka’at dan shalat setelahnya dua kali dan sebelum ashar empat raka’at.”

 

Musnad Ahmad 1141: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Al Hasan dan Abdullah keduanya anak Muhammad bin Ali Radhiallah ‘anhu, dari bapaknya, Muhammad bin Ali Radhiallah ‘anhu bahwa dia mendengar bapaknya Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu berkata kepada Ibnu Abbas ketika sampai kepadanya bahwa Ibnu Abbas memberi keringanan berkaitan dengan nikah mut’ah. Maka Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepadanya; “bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarangnya (nikah mut’ah) pada saat perang Khaibar dan melarang daging keledai jinak.”

 

Musnad Ahmad 1142: Telah menceritakan kepada kami dari Abdurrazaq dari Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Hayyah bin Qais dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa dia berwudhu tiga kali-tiga kali, lalu mengusap rambutnya dan meminum air sisa wudhunya kemudian berkata; “Barangsiapa suka melihat tatacara wudhu Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka lihatlah.”

 

Musnad Ahmad 1143: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Sufyan dari salah seorang syaikh dari mereka yang bernama Salim, dari Abdullah bin Mulail berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Setiap Nabi diberi tujuh orang pilihan dari kalangan umatnya. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diberi empat belas pilihan dari umatnya, di antaraa mereka adalah Abu Bakar dan Umar radliallahu ‘anhuma.”

 

Musnad Ahmad 1144: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Ali bin Zaid dari Al Hasan dari Qais bin ‘Ubad berkata; Kami bersama Ali Radhiallah ‘anhu, apabila dia melihat pemandangan atau mendekati sebuah dataran tinggi atau menuruni lembah dia membaca; “SUBHANALLAAH SHADAQALLAHU WA RASULUHU (Maha Suci Allah, Maha Benar Allah dan RasulNya) ” maka aku berkata kepada seorang lelaki dari Bani Yasykur; “Pergilah kamu bersama kami kepada Amirul Mukminin, untuk menanyakan kepadanya tentang ucapannya: SHADAQALLAH WA RASULUHU (Maha Benar Allah dan RasulNya) ” Qais berkata; Kami menemuinya lalu bertanya; “Wahai Amirul Mukminin! kami melihatmu apabila melihat suatu pemandangan atau menuruni sebuah lembah atau mendekati sebuah dataran tinggi kamu membaca; “SHADAQALLAH WA RASULUHU (Maha Benar Allah dan RasulNya) Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan sesuatu kepadamu tentang hal itu?” Qais berkata; Kemudian dia berpaling dari kami dan kami terus bersikeras kepadanya. Ketika dia melihat demikian, dia berkata; “Demi Allah! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mewasiatkan sesuatu kepadaku kecuali wasiat yang beliau sampaikan kepada manusia, tapi manusia telah berbuat aniaya kepada Utsman dan membunuhnya, sehingga orang selainku lebih parah keadaan dan perbuatannya dalam masalah ini ketimbang aku. Saya berpendapat bahwa aku lebih berhaq daripada mereka dalam hal (kepemimpinan) ini, sehingga aku pun merebutnya. sungguh Allah Maha Tahu apakah kami melakukan tindakan yang benar atau tindakan yang salah.”

 

Musnad Ahmad 1145: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il dan Abu Khaitsamah, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Abu Ishaq, menurut jalur yang lainnya Abdullah berkata; dan telah menceritakan kepadaku bapakku, telah menceritakan kepada kami Waki’ ‘ telah menceritakan kepada kami Sufyan dan Israil, dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah berkata; Kami bertanya kepada Ali Radhiallah ‘anhu tentang shalat sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada siang hari. Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “enam belas raka’at shalat sunnah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada siang hari, namun jarang orang membiasakannya.” Telah menceritakan kepada kami Waki’ berkata; Bapakku berkata; Habib bin Abu Tsabit berkata; “Wahai Abu Ishaq, saya lebih suka mendapati haditsmu ini, daripada mendapati emas sepenuh masjid ini.”

 

Musnad Ahmad 1146: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Najih dari Mujahid dari Ibnu Abu Laila dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku untuk mengurus hewan sembelihannya dan menyedekahkan kulit dan penutup (punggung) nya.

 

Musnad Ahmad 1147: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakaria bin Abu Za`idah telah mengabarkan kepada kami Mujalid dari ‘Amir berkata; Syurahah hamil sedang suaminya tidak ada. Maka tuannya berangkat menemui Ali. Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Barangkali suamimu yang mendatangimu, atau barangkali ada seseorang yang memaksamu” Namun dia menjawab; “Tidak.” Dia mengakui telah berzina, lalu Ali Radhiallah ‘anhu menjilidnya pada Hari Kamis dan saya termasuk yang menyaksikannya, dan merajamnya pada hari Jum’at saya juga sebagai saksinya. Dia menyuruh agar digali untuknya sampai pada pusarnya dan berkata; “Rajam adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga telah turun ayat rajam, yang mana orang yang hafal ayat-ayat tersebut dan juga ayat al Qu`ran lainnya telah wafat di Yamamah.”

 

Musnad Ahmad 1148: Telah menceritakan kepada kami Hushain bin Ali dari Zai`dah dari Simak dari Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika ada dua orang yang meminta keputusan kepadamu maka janganlah kamu ambil keputusan untuk orang pertama sampai kamu mendengar apa yang dikatakan pihak lainnya, niscaya kamu akan bisa melihat apa yang harus kamu putuskan.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Sejak saat itu saya selalu dapat memutuskan perkara.”

 

Musnad Ahmad 1149: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya bahwa Abdullah bin Ja’far menceritakannya, bahwa dia mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita pada umat saat itu adalah Maryam binti ‘Imran dan sebaik-baik wanita umat ini adalah Khadijah.”

 

Musnad Ahmad 1150: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abbad telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mu’adz yakni As Shan’ani, dari Ma’mar dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Barangsiapa ingin dipanjangkan umurnya, dilapangkan rizqinya dan di hindarkan dari kematian yang buruk maka hendaknya dia bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturrahim (tali persaudaraan).”

 

Musnad Ahmad 1151: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah ‘azza wajalla ganjil dan menyukai yang ganjil, lakukan shalat witir wahai ahli Qur`an.”

 

Musnad Ahmad 1152: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepadaku Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepadaku Syu’bah dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terkadang melakukan shalat witir pada permulaannya, pertengahannya dan waktu akhirnya, dan pada akhirnya beliau melakukannya pada akhir malam.”

 

Musnad Ahmad 1153: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Al Hur telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin ‘Utaibah dari seorang yang bernama Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Terjadi gerhana matahari, maka Ali Radhiallah ‘anhu shalat bersama orang-orang, dia membaca surat Yasin atau yang lainnya, kemudian ruku’ selama kira-kira bacaan satu surat. Kemudian bangun dari ruku’ dan membaca; “SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH” kemudian berdiri selama kira-kira bacaan satu surat, kemudian berdoa dan takbir, lalu ruku’ lagi selama kira-kira bacaan satu surat dan mengucapkan “SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH” kemudian bangun kembali selama kira-kira bacaan satu surat juga sampai dia shalat empat kali ruku’ kemudian membaca “SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH” lalu sujud dan bangun untuk raka’at yang kedua kemudian dia melakukan seperti yang dia lakukan pada raka’at pertama. Setelah itu dia duduk berdoa dan memohon sampai gerhana matahari berhenti, kemudian berkata; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya seperti itu.”

 

Musnad Ahmad 1154: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Jarir dan Muhammad bin Fudhail dari Mutharrif dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melaksanakan shalat (fardhu) kecuali setelahnya (mengiringi dengan) shalat dua raka’at.

 

Musnad Ahmad 1155: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Mutharrif dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir pada awal malam, pertengahannya dan waktu akhir, kemudian menetapkannya pada waktu akhir malam.

 

Musnad Ahmad 1156: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Israil dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Abu Abdurrahman berkata; aku mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang hamba selesai shalat kemudian duduk di tempat shalatnya, maka Malaikat akan memohonkan kesejahteraan kepadanya, adapun permohonan mereka untuknya adalah’ ‘ALLAHUMMAGHFIRLAHU, ALLAAHUMMAR HAMHU (Ya Allah! Ampunilah dia, ya Allah berikanlah rahmat kepadanya) ‘, dan jika duduk menunggu shalat, maka para Malaikat akan memohonkan kesejahteraan untuknya, adapun permohonan mereka adalah ‘ALLAAHUMMAGHFIRLAHU WAR HAMHU (Ya Allah! Ampunilah dia dan berikanlah rahmat kepadanya).”

 

Musnad Ahmad 1157: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali bin hakim Al Audi telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Witir bukanlah hal yang wajib, namun itu adalah sunnah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkannya. Lakukan shalat witir Wahai ahli Qur`an!”

 

Musnad Ahmad 1158: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari ‘Abidah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada saat Perang khandaq: “Ya Allah, penuhilah rumah mereka dan kuburan mereka dengan api, karena mereka menghalangi kami shalat wustha sampai matahari tenggelam.”

 

Musnad Ahmad 1159: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Zakaria dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Kalian membaca ayat: (…sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya…) dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan untuk melunasi hutang terlebih dulu sebelum memenuhi wasiat. Sesungguhnya saudara seibu dan sebapak saling mewarisi tanpa saudara sebapak dari banyak ibu. Seorang laki-laki akan mewarisi harta saudara laki-laki seayah dan seibu tanpa melibatkan saudara seayah.”

 

Musnad Ahmad 1160: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Mis’ar dari Abdul Malik bin Maisarah dari An Nazal bin Sabrah berkata; dibawakan kepada Ali Radhiallah ‘anhu bejana berisi air lalu dia meminumnya dengan berdiri. Dia berkata; “telah sampai kabar kepadaku bahwa beberapa kaum membenci salah seorang dari mereka yang minum dengan berdiri, padahal saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan sebagaimana yang saya lakukan.” Lalu dia mengambil sebagian air dan mengusapkan (pada anggota wudhu) dan berkata; “Beginilah cara wudhu bagi orang yang tidak berhadats besar.”

 

Musnad Ahmad 1161: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari ‘Abidah berkata; Ali berkata tentang penduduk Nahrawan, di antara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya kecil atau tangannya pendek. Jikalau bukan karena kalian akan berlebihan niscaya akan saya beritakan tentang apa yang telah Allah janjikan melalui lisan NabiNya shallallahu ‘alaihi wasallam bagi orang yang membunuh mereka.” ‘Abidah berkata; saya bertanya kepada Ali Radhiallah ‘anhu; “Apakah benar kamu telah mendengar dari beliau.” Dia menjawab; “Ya. Demi rab ka’bah.” Dia bersumpah dengan sumpah itu tiga kali.

 

Musnad Ahmad 1162: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil maka lakukanlah shalat witir Wahai ahli Qur`an!.”

 

Musnad Ahmad 1163: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah As Saluli dari Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat dua raka’at setiap habis shalat fardhu kecuali setelah shalat subuh dan shalat ashar.”

 

Musnad Ahmad 1164: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Jarir dan Muhammad bin Fudhail bin Ghazwan dari Mutharrif dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengerjakan satu shalatpun (shalat fardhu) kecuali beliau (mengiringi dengan) shalat setelahnya dua raka’at.”

 

Musnad Ahmad 1165: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepadaku ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil maka lakukanlah shalat witir Wahai ahli Qur`an!.”

 

Musnad Ahmad 1166: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Al Awwam dari ‘Amru bin Murrah dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemui kami pada suatu malam. Beliau meletakkan kakinya antara aku dan Fathimah, kemudian mengajari kami apa yang kami baca jika hendak merebahkan diri di tempat tidur kami. Yaitu: tiga puluh tiga kali tasbih, tiga puluh tiga kali tahmid dan empat puluh tiga kali takbir.” Ali berkata; “Sejak saat itu, saya tidak pernah meninggalkannya.” Ada seorang laki-laki yang bertanya; “Walau pada malam Perang Shiffin?”. Dia menjawab; “Walaupun pada malam Perang Shiffin.”

 

Musnad Ahmad 1167: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah memberitakan kepada kami Sa’id bin Abu ‘Arubah dari Abdullah Ad Danah dari Hudhain bin Al Mundzir bin Al Harits bin Wa’lah bahwa Al Walid bin Uqbah mengimami orang-orang pada shalat subuh empat raka’at, kemudian dia menoleh kepada mereka dan berkata; “Saya sengaja menambahnya.” Hal itu disampaikan kepada Utsman, maka dia menyuruh agar dijilid. Ali berkata kepada Al Hasan bin Ali; “Bangunlah Wahai Hasan! dan jilid!” Dia menyanggahnya; “Kenapa dengan anda?” Ali menjawab; “Kenapa kamu lemah dan loyo? Wahai Abdullah bin Ja’far, jilidlah dia!” Abdullah bin Ja’far bangkit dan menjilidnya, sedang Ali menghitungnya. Tatkala sampai pada hitungan empat puluh, dia berkata; “Tahan!” lalu dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memukul pada masalah minum khamer empat puluh kali, Abu Bakar juga demikian, dan Umar sampai pada masa pertengahan kekhilafahannya, kemudian dia menyempurnakannya menjadi delapan puluh kali keduanya adalah sunnah.”

 

Musnad Ahmad 1168: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Sufyan bin Sa’id dari Abdul A’la Ats Tsa’labi dari Abu Jamilah dari Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu bahwa seorang budak wanita Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengalami nifas karena melakukan zina. Lantas beliau menyuruhku melaksanakan hukum had kepadanya, namun aku mendapati dia masih berdarah dan belum mengering, maka saya kembali menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengabarinya. Beliau bersabda; “Apabila darahnya sudah kering, jilidlah sebagai hukuman had untuknya.” Lantas beliau menambahkan; “Laksanakanlah hukuman hudud kepada budak-budak wanita kalian!”

 

Musnad Ahmad 1169: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Amru bin Muhammad bin Bukair An Naqid telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Daud Al Khuraibi dari Ali bin Shalih dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Witir bukanlah hal yang wajib, namun itu adalah sunnah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam contohkan. Lakukan shalat witir Wahai ahli Qur`an!”

 

Musnad Ahmad 1170: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Al Abbas bin Al Walid An Narsi telah menceritakan kepada kami Abu Awanah telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya memberi keringanan kalian mengenai zakat kuda dan budak, namun berikanlah zakat budak untuk setiap empat puluh Dirham, satu dirham. Jika jumlahnya hanya seratus sembilan puluh maka tidak ada kewajiban pada hal itu, namun jika sampai pada jumlah dua ratus maka zakatnya adalah lima dirham.”

 

Musnad Ahmad 1171: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Al Abbas bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah berkata; Ali Radhiallah ‘anhu ditanya tentang shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka menjawab; “Beliau shalat pada malam hari enam belas raka’at.”

 

Musnad Ahmad 1172: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Israil bin Yunus dari Tsuwair bin Abu Fakhitah dari bapaknya dari Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu berkata; “Raja Kisra memberi hadiah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas beliau menerimanya. Raja Kaisar juga memberi beliau hadiah dan beliau menerimanya. Para raja yang lain menghadiahkan kepada beliau dan beliau menerimanya.”

 

Musnad Ahmad 1173: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Rabi’ah bin An Nabighah dari bapaknya dari Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang ziarah kubur dan (melarang) beberapa bejana serta (melarang) menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari. Kemudian beliau bersabda: “Saya pernah melarang kalian melakukan ziarah kubur, sekarang ziarahlah karena hal itu bisa mengingatkan akhirat. Saya juga melarang beberapa bejana, sekarang minumlah darinya, namun hindarilah semua yang memabukkan. Saya juga pernah melarang menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, sekarang simpanlah semau kalian.” Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid dari Rabi’ah bin An Nabighah dari Bapaknya dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang ziarah kubur, lantas dia menyebutkan secara makna kecuali perkataan; “Hindarilah semua yang memabukkan!”

 

Musnad Ahmad 1174: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Syarik dari Ar Rukain bin Ar Rabi’ dari Hushain bin Qabishah dari Ali berkata; “Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, namun saya malu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena anak perempuannya. Lantas saya menyuruh Al Miqdad untuk menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai seseorang yang mengeluarkan madzi. Beliau menjawab: “Itu adalah air kemaluan, dan setiap kemaluan ada airnya, maka basuhlah kemaluannya dan buah pelirnya lalu berwudhullah sebagaimana wudhu untuk shalat.”

 

Musnad Ahmad 1175: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Asy’ats bin Sawwar dari Ibnu Asywa’ dari Hanasy bin Al Mu’tamir bahwa Ali Radhiallah ‘anhu mengutus petugas keamanannya dengan berpesan; “Saya utus kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku, agar kalian tidak meninggalkan satupun kuburan kecuali kalian meratakannya atau satu patungpun kecuali kalian hancurkan.”

 

Musnad Ahmad 1176: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Muhammad bin Salim dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “tanaman yang dihasilkan dari siraman air hujan zakatnya adalah sepersepuluh, sedang yang dihasilkan dari siraman dengan ember dan timba, zakatnya setengah dari sepersepuluh.” Abu Abdurrahman berkata; “Saya ceritakan kepada bapakku hadits Utsman dari Jarir, tetapi dia mengingkarinya, dan bapakku tidak menceritakan hadits dari Muhammad bin Salim, karena menurutnya dia lemah dan dia juga menolak haditsnya.”

 

Musnad Ahmad 1177: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman bin Umar telah menceritakan kepada kami Abdurrahim yaitu Ar Razi, dari Al Ala` bin Al Musayyab dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat pada malam hari enam belas raka’at selain shalat wajib.”

 

Musnad Ahmad 1178: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar telah mengabarkan kepada kami Abdurrahim Ar Razi dari Zakaria bin Abu Za`idah dan Al Ala` bin Al Musayyab dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah berkata; kami menghadap kepada Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu, dan berkata; “Wahai amirul mukminin, ceritakanlah kepada kami mengenai shalat sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” dia menjawab; “Apakah ada di antara kalian yang mampu mengerjakannya?” mereka menjawab; “Kami akan berusaha yang kami mampu.” Dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat pada siang hari enam belas raka’at selain shalat wajib.”

 

Musnad Ahmad 1179: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Sufyan dan Syarik dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya memberi keringanan kepada kalian mengenai zakat kuda dan budak, bayarlah dua setengah persennya!”

 

Musnad Ahmad 1180: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Israil bin Yunus telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ali, saya menyukai untukmu apa yang aku sukai pada diriku. Saya membenci bagimu apa yang aku benci bagi diriku. Janganlah membaca al Qur`an saat kamu sedang ruku’ maupun sujud. Janganlah shalat dalam keadaan menggulung rambut, karena itu dijadikan pijakan setan. Jangan melakukan duduk dengan menegakkan betis dan pahanya pada saat duduk antara dua sujud. Janganlah bermain main dengan kerikil dan janganlah kau bentangkan kedua lenganmu. Janganlah mendahului imam. Janganlah memakai cincin emas. Janganlah memakai pakaian yang dihiasi dengan sutra dan janganlah kamu menaiki kendaraan yang pelananya dari sutra.”

 

 

 

Musnad Ahmad 1181: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari ‘Amru bin Qais dari Al Hakam dari Al Qasim bin Mukhaimirah dari Syuraih bin Hani` berkata; Saya menemui Aisyah untuk menanyakan kepadanya tentang (mengusap) kedua khuff, dia menjawab; “Temuilah Ibnu Abu Thalib dan tanyakan kepadanya karena dia sering melakukan perjalanan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Maka saya menemuinya dan menanyakan kepadanya, dia menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan tiga hari tiga malam untuk musafir dan sehari semalam bagi orang yang mukim.”

 

Musnad Ahmad 1182: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu Adh Dhuha dari Syutair bin Syakl Al ‘Absi berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu tatkala Perang Ahzab berkata; Kami shalat ashar pada waktu antara waktu maghrib dan waktu isya’. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mereka telah menyibukkan kami dari shalat wustha, shalat ashar, semoga Allah memenuhi kuburan mereka dan perut mereka dengan api neraka.”

 

Musnad Ahmad 1183: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Syaiban Abu Muhammad telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Dzakwan dari ‘Amru bin Khalid dari Habib bin Abu Tsabit dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jibril ‘Alaihs Salam hendak menemuiku, namun dia tidak jadi masuk ke dalam rumah.” Beliau bertanya: “Apa yang membuatmu tidak jadi masuk.” Dia menjawab; “Kami tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar ataupun air kencing.” Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata; dan sekali lagi telah menceritakannya kepada kami Syaiban, telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Husain bin Dzakwan dari ‘Amru bin Khalid dari Habbah bin Abu Habbah dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Jibril menemuiku kemudian mengucapkan salam…” kemudian menyebutkan hadits seperti di atas. Abu Abdurrahman berkata; bapakku tidak menceritakan dari ‘Amru bin Khalid, karena haditsnya jauh dari standar (tidak bernilai) sama sekali menurutnya.

 

Musnad Ahmad 1184: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepadaku Yazid Abu Khalid Al Baisari Al Qurasyi telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Habib bin Abu Tsabit dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Janganlah kamu tampakkan pahamu dan janganlah kamu melihat kepada paha orang yang masih hidup maupun yang sudah mati!”

 

Musnad Ahmad 1185: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir, Husain dan Abu Ahmad Az Zubairi mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Hubairah bin Yarim dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; saya berkata kepada Fathimah; “Kalau saja kamu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meminta kepada beliau seorang pelayan maka lebih baik, karena Pekerjaan dan tepung itu telah melelahkanmu.” Menurut redaksi Husain, Ali berkata; “Tepung dan pekerjaan telah menjadikanmu lelah.” Demikian juga Abu Ahmad berkata. Maka Fathimah berkata; “Berangkatlah bersamaku.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; maka saya berangkat bersamanya dan meminta kepada beliau. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah saya tunjukkan kepada kalian berdua, yang lebih baik dari itu. Jika kalian menuju ke tempat tidur maka bertasbihlah kalian berdua kepada Allah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali dan bertakbirlah tiga puluh empat kali. Itu jumlahnya ada seratus jika diucapkan dan seribu dalam timbangan.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah saya mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ada seorang laki-laki bertanya; “Walau pada malam Perang Shiffin?” dia menjawab; “Ya.”

 

Musnad Ahmad 1186: Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Israil dari ‘Atho` bin As Sa`ib berkata; saya menemui Abu Abdurrahman As Sulami setelah dia melaksanakan shalat fajar yang sedang duduk dia suatu tempat. Saya berkata; “Jika saja kamu menuju ke tempat tidurmu niscaya itu lebih bagus bagimu.” Dia menjawab; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa shalat fajar kemudian dia duduk pada tempat shalatnya, niscaya Malaikat akan mendoakannya. Doa mereka adalah: ALLAHUMMAGHFIRLAHU ALLAHUMMARHAMHU (Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, berilah dia rahmat). Barangsiapa menunggu shalat niscaya malaikat akan mendoakannya. Doa mereka adalah: ALLAHUMMAAGHFIRLAHU ALLAHUMMARHAMHU (Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, berilah dia rahmat).”

 

Musnad Ahmad 1187: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar telah menceritakan kepada kami Al Muharibi dari Fudhail bin Marzuq dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat dluha ketika matahari berada di timur (sama posisinya) seperti di barat pada saat shalat ashar.”

 

Musnad Ahmad 1188: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Yahya bin Abu Saminah telah menceritakan kepada kami Abdushshamad telah menceritakan kepadaku bapakku telah menceritakan kepada kami Hasan bin Dzakwan dari Habib bin Abu Tsabit dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa meminta-minta sesuatu padahal dia dalam kondisi berkecukupan (zhahir ghinan), berarti dia memperbanyak batu yang membara di Jahannam.” Para sahabat bertanya; “Apa yang dimaksud ‘Dzahru ghinan? ‘ beliau menjawab: “Makan untuk satu malam.”

 

Musnad Ahmad 1189: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Yahya dari Abdushshamad telah menceritakan kepadaku bapakku telah menceritakan kepada kami Hasan bin Dzakwan dari Habib bin Abu Tsabit dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dari memakan semua hewan yang memiliki taring dan burung yang berkuku tajam (cakar). Beliau juga melarang hasil penjualan bangkai, daging keledai peliharaan, upah dari hasil zina, upah dari mengawinkan hewan, pelana yang terbuat dari sutra dan celupan yang warnanya sangat merah.

 

Musnad Ahmad 1190: Telah menceritakan kepada kami Abu Nua’im telah menceritakan kepada kami Israil dari Ibrahim bin Abdul A’la dari Thariq bin Ziyad berkata; Ali Radhiallah ‘anhu melakukan perjalan menuju Nahrawan, kemudian membunuh orang-orang khawarij. Dia berkata; “Carilah mereka, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan datang suatu kaum yang berbicara dengan perkataan yang haq namun tidak sampai tenggorokan mereka. Mereka meluncur dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya. Tanda mereka -atau- di antara mereka ada seorang yang berkulit hitam dan tangannya cacat, pada tangannya terdapat rambut-rambut hitam.” Jika itu terdapat pada mereka maka kalian telah membunuh orang yang paling jahat dan jika tidak ada, maka kalian telah membunuh manusia yang baik.” Thariq berkata; “Kemudian kami menemukan orang yang tangannya cacat tersebut. Maka kami menyungkurkan diri bersujud dan Ali juga menyungkurkan diri bersujud bersama kami.”

 

Musnad Ahmad 1191: Telah menceritakan kepada kami Abu Nua’im telah menceritakan kepada kami Syarik dari Al Aswad bin Qais dari ‘Amru bin Sufyan berkata; Ada seorang laki-laki yang berkhutbah pada peristiwa Bashrah ketika Ali Radhiallah ‘anhu menang, maka Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “khatib ini adalah seorang orator. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar radliallahu ‘anhu yang ketiga menyusul juga, kemudian kita tertimpa fitnah sepeninggal mereka. Dan Allah yang menghedaki itu terjadi.”

 

Musnad Ahmad 1192: Telah menceritakan kepada kami Abu Nua’im telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Abu Aun dari Abu Shalih Al Hanafi dari Ali berkata; Pada perang Badar, dikatakan kepada Abu Bakar dan Ali; “bersama salah satu dari kalian berdua Jibril, sedangkan Mika`il bersama yang lainnya, dan Israfil malaikat yang besar ikut menyaksikan peperangan.” atau Ali berkata; “ikut bergabung dengan barisan perang.”

 

Musnad Ahmad 1193: Telah menceritakan kepada kami Abu Nua’im telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Abu Ishaq dari ‘Ashim dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat empat raka’at sebelum zhuhur.

 

Musnad Ahmad 1194: Telah menceritakan kepada kami Abu Nua’im telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al Qasim bin Katsir, Abu Hisyam, Bayya’ As Sabiri dari Qais Al Kharifi berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata di atas mimbar ini; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar radliallahu ‘anhu yang ketiga menyusul juga, kemudian kita tertimpa atau terkena fitnah sepeninggal mereka. Dan Allah yang menghedaki itu terjadi.”

 

Musnad Ahmad 1195: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abduwaih, Abu Muhammad mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terkadang melakukan shalat witir pada permulaannya, pertengahannya dan waktu akhirnya, dan pada akhirnya beliau melakukannya pada akhir malam.”

 

Musnad Ahmad 1196: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Khutsaim, Abu Ma’mar Al Hilali telah menceritakan kepada kami Fudhail bin Marzuq dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu shalat sunnah delapan raka’at dan pada siang harinya dua belas raka’at.”

 

Musnad Ahmad 1197: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shandal dan Suwaid bin Sa’id, semuanya pada tahun dua ratus dua puluh enam, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyas dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah As Saluli berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Ketahuilah, witir bukanlah hal yang wajib sebagaimana shalat fardhu, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir dan beliau bersabda: “Lakukan shalat witir Wahai ahli Qur`an, lakukan shalat witir. Sesungguhnya Allah ganjil menyukai yang ganjil’.” Ini adalah menurut redaksi hadits Abdullah bin Shandal, sedangkan makna keduanya adalah satu.

 

Musnad Ahmad 1198: Telah menceritakan kepada kami Abu Nua’im telah menceritakan kepada kami Fithr dari Katsir bin Nafi’ An Nawa` berkata; saya mendengar Abdullah bin Mulail berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seorang Nabipun sebelumku kecuali telah diberi tujuh teman setia, orang pilihan dan mentri. Dan saya diberi empat belas orang; Hamzah, Ja’far, Ali, Hasan, Husain, Abu Bakar, Umar, Al Miqdad, Abdullah bin Mas’ud, Abu dzar, Hudzaifah, Salman, ‘Ammar dan Bilal.”

 

Musnad Ahmad 1199: Telah menceritakan kepada kami Abu Nua’im telah menceritakan kepada kami Yunus dari Abu Ishaq dari Abdu Khair berkata; saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu berwudhu dan mengusap kedua khufnya, kemudian berkata; “Seandainya saya tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sebagaimana yang kalian lihat, menurutku bagian bawah kaki lebih layak untuk diusap daripada bagian atasnya.”

 

Musnad Ahmad 1200: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Tidak ada kewajiban zakat pada harta kecuali sudah sampai waktu satu tahun.”

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: