Musnad Ahmad: 601-700

Musnad Ahmad 601: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Mujalid telah menceritakan kepadaku ‘Amir dari Al Harits dari Ali dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat sepuluh orang; pemakan riba, pemberi makannya, penulisnya, kedua saksinya, muhallil dan muhallal lahu, orang yang menolak membayar zakat, pembuat tato dan yang di tato.”

 

Musnad Ahmad 602: Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Al A’masy dari ‘Amru Bin Murrah dari Abul Bakhtari dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku ke Yaman ketika aku masih berusia muda, ” Ali berkata; kemudian aku berkata; “Engkau mengutusku kepada suatu kaum yang banyak permasalahan timbul diantara mereka, sementara aku tidak memiliki ilmu tentang perkara hukum.” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah akan meluruskan lisanmu dan menetapkan hatimu.” Ali berkata; “Maka setelah itu aku tidak merasa ragu untuk memutuskan perkara yang terjadi di antara dua orang.”

 

Musnad Ahmad 603: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah Telah menceritakan kepada kami ‘Amru Bin Murrah dari Abdullah Bin Salamah dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewatiku, sedang aku dalam keadaan sakit, kemudian aku berdoa; “Ya Allah, jika ajalku telah tiba maka istirahatkanlah aku, akan tetapi apabila masih lama maka berilah aku kekuatan, dan jika ini merupakan suatu ujian maka berilah aku kesabaran.” Ali berkata; maka beliau bertanya; “Apa yang kamu ucapkan?” Lalu aku mengulanginya kepada beliau, dan beliau memukulku dengan kakinya seraya mengulangi pertanyaannya: “Apa yang kamu ucapkan?” Lalu aku mengulanginya lagi, dan beliau membaca; “Ya Allah ampunilah dia, ” atau beliau bersabda: “Sembuhkanlah dia.” Ali berkata; “Setelah itu aku tidak mengeluh kesakitan lagi.” Telah menceritakan kepada kami ‘Affan Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru Bin Murrah dia berkata; aku mendengar Abdullah Bin Maslamah dari Ali radliallahu ‘anhu, dia berkata; “Aku mengeluh (sakit), kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewatiku, ” lalu dia menyebutkan makna hadits, akan tetapi dia mengatakan: “Ya Allah ampunilah dia ya Allah sembuhkanlah dia).” maka aku tidak mengeluhkan sakit lagi setelah itu.

 

Musnad Ahmad 604: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepadaku ‘Amru Bin Murrah dari Abdullah Bin Salamah, dia berkata; aku bersama dua orang laki-laki datang menemui Ali, kemudian dia berkata; “Pernah Rasulullah membuang hajat, kemudian beliau keluar dan membaca Al Qur’an, makan daging bersama kami dan tidak ada yang menghalanginya.” Sepertinya Ali mengatakan; ” (tidak ada) sesuatu yang menghalangi beliau dari membaca Al Qur’an kecuali junub.”

 

Musnad Ahmad 605: Ahmad Bin Hambal berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Numair Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari bapaknya dari Abdullah Bin Ja’far dari Ali radliallahu ‘anhu, dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik baik wanita dunia dalah Maryam Binti Imran dan sebaik baik wanita dunia adalah Khadijah.”

 

Musnad Ahmad 606: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari Abu Abdurrahim Al Kindi dari Zadzan Abu Umar dia berkata; aku mendengar Ali meminta kesaksian orang-orang di halaman, dia berkata; “Siapakah yang menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Ghodir Khum dan beliau mengatakan apa yang beliau katakan?” Kemudian bangkitlah tiga belas orang laki-laki dan bersaksi bahwa mereka mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menjadikan diriku sebagai walinya, maka Ali adalah walinya.”

 

Musnad Ahmad 607: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair Telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari ‘Adi Bin Tsabit dari Zirr Bin Hubaisy, dia berkata; Ali berkata; “Bahwa diantara apa yang dipesankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepadaku adalah; bahwa tidaklah ada orang yang membenciku kecuali dia seorang munafiq dan tidaklah ada yang mencintaiku kecuali dia seorang mukmin.”

 

Musnad Ahmad 608: Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah telah memberitakan kepada kami Zaidah Telah menceritakan kepada kami ‘Atho’ Bin As Sa`ib dari bapaknya dari Ali radliallahu ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyiapkan (membekali) Fatimah berupa kain tebal, geriba, bantal dari kulit yang isinya dedaunan pohon idkhir.”

 

Musnad Ahmad 609: Telah menceritakan kepada kami Asbath Bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami Nu’aim Bin Hakim Al Mada`ini dari Abu Maryam dari Ali radliallahu ‘anhu, dia berkata; aku dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan sehingga kami tiba di Ka’bah, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku; “Duduklah!” Lalu beliau naik ke atas pundakku dan aku berdiri untuk menggendong beliau, namun ketika beliau melihat aku lemah (tidak kuat) beliau turun, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendudukkan dirinya untukku seraya berkata: “Silahkan naik ke atas pundakku!” Ali berkata; “Maka aku menaiki pundak beliau.” Ali berkata; “Kemudian beliau berdiri menggendongku.” Ali berkata; “Terbayang dipikiranku seandainya aku mau niscaya aku sampai ke atap langit, kemudian aku naik ke atas ka’bah dan di atasnya terdapat patung berwarna kuning atau tembaga, maka aku menghancurkan patung-patung yang ada disebelah kanannya, sebelah kirinya, dihadapannya dan dibelakangnya, sehingga ketika aku merobohkannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku; “Lemparkan dia, ” kemudian aku melemparkannya sehingga pecah seperti botol botol yang pecah, lalu aku turun dan berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan tergesa-gesa sampai kami menghilang diperumahan karena khawatir bertemu dengan seseorang (melihat perbuatan kami).”

 

Musnad Ahmad 610: Telah menceritakan kepada kami Fadlal Bin Dukain Telah menceritakan kepada kami Yasin Al ‘Ijli dari Ibrahim Bin Muhammad Bin Al Hanafiyah dari bapaknya dari Ali radliallahu ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al Mahdi adalah dari kami yaitu ahlul bait, Allah memperbaikinya dalam satu malam.”

 

Musnad Ahmad 611: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin ‘Ubaid Telah menceritakan kepada kami Hasyim Bin Al Barid dari Husain Bin Maimun dari Abdullah Bin Abdullah seorang qadli daerah Ray, dari Abdurrahman Bin Abu Laila, dia berkata; aku mendengar amirul mukminin Ali berkata; “Aku dan Fatimah berkumpul bersama Al ‘Abbas serta Zaid Bin Haritsah di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Al ‘Abbas berkata; “Wahai Rasulullah usiaku semakin tua, tulang belulangku semakin rapuh dan beban hidupku semakin banyak, apabila engkau wahai Rasulullah hendak memerintahkanku dengan ini dan itu, mengumpulkan satu wasaq makanan, maka lakukanlah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kami akan melakukannya.” Kemudian Fatimah berkata; “Wahai Rasulullah, jika engkau hendak memerintahkanku sebagaimana yang engkau perintahkan kepada pamanmu, maka lakukanlah.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kami akan melakukan demikian.” Kemudian Zaid Bin Haritsah berkata; “Wahai Rasulullah, dahulu engkau pernah memberiku sebidang tanah sebagai sumber penghasilan bagiku, kemudian engkau tarik kembali, seandainya engkau melihat hendak mengembalikannya kepadaku, maka lakukanlah”, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Kami akan lakukan demikian.” kemudian Fatimah berkata; “Wahai Rasulullah, jika engkau melihat hendak memerintahkan kepadaku sebagaimana yang engkau perintahkan kepada pamanmu, maka lakukanlah”, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kami akan lakukan demikian.” Ali berkata; maka aku berkata; “Saya wahai Rasulullah, jika engkau melihat hendak menyerahkan Al Hak ini kepadaku, yang telah Allah jadikan bagi kami dalam Kitab-Nya (Al Qur’an) berupa harta Al humus (seperlima harta ghanimah), maka bagikanlah semasa engkau hidup, agar tidak ada seorangpun yang mempersengketakannya kepadaku sepeninggal engkau”, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Kami akan lakukan demikian.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyerahkannya kepadaku, kemudian aku membagikannya semasa hidup beliau, kemudian Abu Bakar menyerahkannya kepadaku, lalu aku membagikannya semasa Abu Bakar hidup. Kemudian Umar menyerahkannya kepadaku, lalu aku membagikannya semasa dia hidup, hingga tahun terakhir dari masa Umar di mana harta berdatangan semakin banyak.”

 

Musnad Ahmad 612: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin ‘Ubaid Telah menceritakan kepada kami Syurahbil Bin Mudrik Al Ju’fi dari Abdullah Bin Nujai Al Hadlrami dari bapaknya dia berkata; Ali berkata kepadaku; “Dahulu aku punya kesempatan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak dimiliki oleh seorangpun dari makhluq, aku biasa mendatangi beliau di waktu sahur, kemudian mengucapkan salam kepada beliau sehingga beliau berdehem. pada suatu malam aku datang kepada beliau dan mengucapkan salam kepada beliau, aku mengucapkan; ‘ASSALAAMU ‘ALAIKA YA NABIYALLAH’ kemudian beliau menjawab: “Tetap di tempatmu wahai Abu Hasan, sampai aku keluar menemuimu.” Ketika beliau keluar menemuiku, aku bertanya; “Wahai Nabiyullah apakah ada seseorang yang membuatmu marah?” Beliau menjawab: “Tidak”, aku bertanya; “Lalu mengapa pada malam malam yang telah lalu engkau tidak berbicara kepadaku kemudian malam ini engkau berbicara kepadaku?” Beliau menjawab: “Aku mendengar ada gerakan di dalam kamar, kemudian aku bertanya; ‘Siapa ini? ‘ dia menjawab: ‘Saya Jibril’, aku berkata: ‘Masuklah! ‘ Namun dia menjawab: ‘Tidak, akan tetapi keluarlah kamu (menemui) ku’, ketika aku keluar, dia berkata: ‘Sesungguhnya di dalam rumahmu ada sesuatu, yang membuat Malaikat tidak memasukinya selama masih ada di dalam rumah’, aku bertanya: ‘Aku tidak mengetahuinya wahai Jibril?” Dia menjawab: “Pergilah dan lihatlah!” Lalu aku membuka (masuk) ke dalam rumah, akan tetapi aku tidak menemukan sesuatu di dalam rumah selain anak anjing yang biasa dimainkan oleh Al Hasan, aku berkata: ‘Aku tidak dapatkan sesuatu selain anak anjing.’ Dia berkata: ‘Sesungguhnya ada tiga hal yang membuat para Malaikat tidak akan mungkin memasukinya selama masih ada di dalamnya, salah satunya adalah anjing atau junub atau gambar yang bernyawa.”

 

Musnad Ahmad 613: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ubaid Telah menceritakan kepada kami Syurahbil Bin Mudrik dari Abdullah Bin Nujai dari bapaknya bahwa dia berjalan bersama Ali radliallahu ‘anhu, dan dia adalah pembela Ali, ketika sampai di Niwaya dan dia sedang menuju ke Shifin, Ali menyeru: “Sabarlah wahai Abu Abdullah, sabarlah Abu Abdullah di tepi sungai Eufrat.” Maka aku berkata; “Ada apa?” Dia berkata; Ali menjawab; “Aku berkunjung kepada Nabi Salallahu ‘Alaihi wa sallam suatu hari dan aku dapati kedua matanya berlinang air mata, maka aku bertanya; “Wahai Nabiyullah, tidak ada seorangpun yang membuat engkau marah, kenapa kedua matamu berlinang air mata?” Beliau menjawab: “Akan tetapi Jibril bergegas berdiri dari sisiku tadi, dia menceritakan kepadaku bahwa Al Husain akan terbunuh di tepi sungai Eufrat.” Ali berkata; maka beliau bersabda: “Apakah kamu ingin mencium bau tanahnya?” Maka aku menjawab; “Iya.” Maka beliau mengulurkan tangannya dan menggenggam segenggam tanah, kemudian memberikannya kepadaku, maka aku tidak kuasa untuk menahan kedua mataku berderai air mata.”

 

Musnad Ahmad 614: Telah menceritakan kepada kami Marwan Bin Mu’awiyah Al Fazari telah memberitakan kepada kami Al Azhar Bin Rasyid Al Kahili dari Al Khadir Bin Al Qawwas dari Abu Sukhailah dia berkata; Ali berkata; “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang ayat yang paling utama dalam kitabullah Ta’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menceritakannya kepada kami, (yaitu ayat): (Apa apa yang menimpa kalian berupa musibah, maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kalian dan Allah memaafkan kebanyakannya) (QS Asy Syura: 30), dan saya akan menafsirkannya kepadamu wahai Ali, apa-apa yang menimpa kalian berupa sakit, siksaan atau cobaan di dunia, maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kalian, dan Allah Ta’ala maha pemurah dari hendak mengadzab dua kali kepada mereka ketika di akhirat, sedangkan apa-apa yang Allah maafkan di dunia, maka Allah Ta’ala maha lembut dari hendak kembali setelah memaafkannya.”

 

Musnad Ahmad 615: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan dan Israil dan bapakku, dari Abu Ishaq dari ‘Ashim Bin Dlamrah dia berkata; kami bertanya kepada Ali tentang Shalat sunnah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di siang hari, maka dia menjawab; “Kalian tidak akan mampu mengerjakannya.” ‘Ashim berkata; “Beritahukan saja kepada kami Shalat sunnah beliau, kami akan mengambil yang kami mampu, ” Ali berkata; “Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak melaksanakan Shalat fajar (shubuh), beliau menundanya sehingga apabila matahari terbit dari arah sini yaitu dari arah timur, ukurannya seperti Shalat Ashar ketika matahari dari arah sini yaitu dari arah barat, maka beliau melaksanakan Shalat dua rakaat. Kemudian beliau menunda sehingga apabila matahari terbit dari arah sini yaitu dari arah timur, ukurannya jika dari Shalat Dzuhur dari arah sini yaitu dari arah barat, kemudian beliau melaksanakan Shalat sunnah empat rakaat, dan empat rakaat sebelum dzuhur apabila matahari telah tergelincir, dan shalat dua rakaat setelah Shalat dzuhur, kemudian beliau melaksanakan Shalat sunnah sebelum Shalat Ashar empat rakaat pada setiap dua rakaat dipisah dengan salam kepada para Malaikat, para Nabi serta orang-orang yang mengikuti mereka dari kaum mukminin dan muslimin.” Ashim berkata; Ali berkata; “Itulah enam belas rakaat Shalat sunnahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di siang hari dan sangat sedikit orang mampu menekuninya.” Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari bapaknya dia berkata; Habib Bin Abu Tsabitberkata kepada Abu Ishaq ketika bercerita kepadanya; “Wahai Abu Ishaq haditsmu ini sama saja dengan memenuhi masjidmu dengan emas.”

 

Musnad Ahmad 616: Telah menceritakan kepada kami Aswad Bin Amir dan Husain keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; “Pada setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan witir baik di permulaan, pertengahan atau akhir malam, kemudian witir ditetapkan diakhir malam.”

 

Musnad Ahmad 617: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari ‘Ashim Bin Dlamrah dari Ali radliallahu ‘anhu, dia berkata; “Witir bukan wajib seperti shalat wajib, akan tetapi dia merupakan sunnah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sunnahkan.”

 

Musnad Ahmad 618: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari ‘Ashim Bin Dlamrah dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan Shalat witir di permulaan malam, akhir malam dan pertengahan malam, kemudian berakhir witirnya sampai waktu sahur.”

 

Musnad Ahmad 619: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Haritsah Bin Mudlarrib dari Ali, dia berkata; “Sungguh aku melihat kami pada hari perang Badar, dan kami berlindung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sementara beliau berada paling dekat dengan musuh, dan beliau hari itu adalah orang yang paling pemberani.”

 

Musnad Ahmad 620: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik Bin Muslim Al Hanafi dari bapaknya dari Ali, dia berkata; seorang arab badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata; “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami berada di daerah pedalaman, lalu salah seorang dari kami mengeluarkan bau (kentut), ” maka Nabi Salallahu ‘Alaihi wa sallam menjawab: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak malu dari kebenaran, apabila salah seorang melakukan itu, maka hendaknya dia berwudlu, dan janganlah kalian menggauli istri-istri kalian di belakang-belakang mereka.” Dan kesempatan lain beliau bersabda: “Di dubur-dubur mereka”

 

Musnad Ahmad 621: Telah menceritakan kepada kami Ishaq Bin Isa Ath Thabba’ telah menceritakan kepadaku Yahya Bin Sulaim dari Abdullah Bin Utsman Bin Khutsaim dari Ubaidillah Bin Iyadl Bin ‘Amru Al Qari dia berkata; Abdullah Bin Syaddad datang kemudian menemui Aisyah, sementara kami sedang duduk duduk di sisinya sepulangnya dari Iraq pada hari-hari terbunuhnya Ali, kemudian Aisyah bertanya kepadanya; “Wahai Abdullah Bin Syaddad, apakah kamu jujur kepadaku tentang apa yang aku tanyakan kepadamu, kamu menceritakan kepadaku tentang suatu kaum yang diperangi oleh Ali?” Abdullah menjawab; “Mengapa aku tidak jujur kepadamu?” Aisyah berkata; “Maka ceritkanlah kepadaku tentang cerita mereka!” Abdullah berkata; “Sesungguhnya ketika Ali mengadakan perjanjian dengan Mu’awiyah, dan dua orang sebagai hakim telah memutuskan, maka keluarlah dari Ali delapan ribu orang dari para Qori’, dan mereka menetap di suatu tempat bernama Harura’ terletak di sebelah Kufah, mereka mencela Ali dengan mengatakan; “Kamu telah melepas pakaian yang Allah Ta’ala pakaikan kepadamu, dan dari nama yang telah Allah Ta’ala berikan kepadamu, kemudian kamu bergegas menghukumi dengan atas agama Allah, padahal tidak ada hukum kecuali hukum Allah Ta’ala.” maka ketika berita tentang celaan mereka sampai kepada Ali dan mereka memisahkan diri darinya, maka Ali memerintahkan seseorang untuk menyerukan, agar tidak masuk ke Amirul Mukminin kecuali seseorang yang membawa Al Qur’an, dan ketika ruangan telah dipenuhi oleh para Qori’ Al Qur’an, Ali meminta sebuah mushaf Imam besar, kemudian dia letakkan di kedua tangannya dan menekannya dengan tangannya seraya berkata; “wahai Mushaf beritakan kepada orang-orang.” Maka orang-orangpun menyerunya, mereka mengatakan; “Wahai Amirul Mukminin, mengapa kamu bertanya kepadanya, padahal dia hanyalah sebuah tulisan tinta pada lembaran kertas, dan kami berbicara berdasarkan apa yang diriwayatkan darinya kepada kami, lalu apa yang engkau maksud?” Ali menjawab; “Sahabat-sahabat kalian, yaitu mereka orang-orang yang keluar dariku, padahal diantara aku dan mereka ada kitabullah, Allah Ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya tentang seorang wanita dan laki laki: (Dan jika kalian khawatir akan terjadi perpecahan diantara keduanya, maka kirimkanlah seorang penengah dari keluarga laki-laki dan dari keluarga wanita, jika keduanya menghendaki islah (perdamaian) niscaya Allah akan mendamaikan keduanya). Sedangkan darah Ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih besar dan lebih terhormat daripada hanya sekedar seorang lelaki dan seorang wanita, dan mereka dendam kepadaku karena aku mengadakan perjanjian dengan Mu’awiyah. Ali Bin Abu Thalib telah menulis perjanjian ketika datang kepada kami Suhail Bin ‘Amru, dan kami pada saat itu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Hudaibiyah ketika beliau mengadakan perjanjian damai dengan kaumnya dari quraisy, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menulis; “Bismillaahir rahmaanir rahiim, ” maka Suhail berkata; “Jangan kamu tulis “Bismillaahir rahmaanir rahiim.” Maka beliau bertanya; “Lalu apa yang kami tulis?” Suhail berkata; “Tulislah; bismika allahumma, ” kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tulislah Muhammad Rasulullah!” Maka Suhail berkata; “Seandainya aku tahu bahwa kamu adalah Rasulullah, niscaya saya tidak akan menyelisihimu.” Kemudian beliau menulis: “Ini adalah perdamaian Muhammad Bin Abdullah dengan orang Quraisy”, Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya: “Telah ada pada diri Rasulullah contoh teladan bagi kalian, bagi siapa yang berharap kepada Allah dan hari akhir.” Maka Ali mengutus Abdullah Bin Abbas kepada mereka (orang-orang khawarij), aku keluar bersama Abdullah Bin Abbas, ketika kami telah berada di tengah-tengah pasukan mereka, bangkitlah Ibnul Kawaa’ dan berkhutbah di hadapan mereka dengan mengatakan; “Wahai para pembawa Al Qur’an, sesungguhnya ini adalah Abdullah Bin Abbas, barangsiapa belum mengenalnya, maka saya akan memperkenalkan dia dari kitabullah sehingga dapat mengenalnya, inilah diantara ayat yang diturunkan tentang dia dan kaumnya (suatu kaum yang berselisih) maka kembalikanlah kepada ahlinya dan janganlah kalian menguji dia tentang kitabullah.” Kemudian para ahli khutbah mereka berdiri dan mengatakan; “Demi Allah, kami pasti akan menguji dia dengan kitabullah, jika dia datang dengan membawa Al Haq, maka kami mengenalnya dan pasti kami akan mengikutinya, akan tetapi apabila dia datang dengan membawa kebatilan, maka kami akan mencelanya atas kebatilannya.” Kemudian mereka menguji Abdullah dengan Al Qur’an selama tiga hari, lalu empat ribu orang dari mereka kembali (kepada Al Haq), mereka semuanya bertaubat dan diantara mereka adalah Ibnul Kawwa’ sehingga mengembalikan mereka kepada Ali di Kufah, kemudian Ali mengutusnya kepada sisanya (yang masih keluar dari Ali), maka Abdullah berkata; “Kalian telah saksikan perkara yang terjadi diantara kita dan orang-orang, maka berhentilah jika kalian menghendaki sehingga Ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersatu, diantara kami dan kalian jangan saling menumpahkan darah yang haram, janganlah kalian menyamun atau menzhalimi orang yang ada ikatan perjanjian, sesunggunya jika kalian melakukannya, maka kami lakukan peperangan dengan kalian secara adil, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang khianat.” Kemudian Aisyah bertanya; “Wahai Ibnu Syaddad, sungguh dia telah memerangi mereka?” Kemudian Abdullah Bin Syaddad menjawab; “Demi Allah, Ali tidak mengutus kepada mereka sehingga mereka menyamun, menumpahkan darah dan menghalalkan ahli Dzimmah.” Kemudian Aisyah berkata; “Demi Allah?” Abdullah menjawab; “Demi Allah, yang tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia, itulah yang terjadi.” Aisyah bertanya; “Lalu apa yang sampai kepadaku tentang ahli dzimmah? Mereka memperbincangkannya, mereka mengatakan; ‘Pemilik buah dada pemilik buah dada.'” Abdullah berkata; “Sungguh aku melihatnya dan aku berdiri bersama Ali ketika berada di antara para korban, kemudian Ali memanggil orang-orang seraya berkata; “Apakah kalian mengenal orang ini? Alangkah banyaknya apa yang dia datangkan.” Abdullah berkata; “Sungguh aku sering melihat dia melaksanakan Shalat di masjid fulan dan di masjid fulan.” Dan orang-orang tidak mendatangkan sesuatu yang pasti yang dapat mengenalinya kecuali hanya itu.” Lalu Aisyah bertanya; “Lalu apa yang dikatakan oleh Ali ketika dia berdiri di hadapannya sebagaimana anggapan penduduk Iraq?” Abdullah menjawab; aku mendengar dia mengatakan: “Maha benar Allah dan Rasul-Nya.” Aisyah berkata; “Apakah kamu mendengar dia mengatakan sesuatu yang lain?” Abdullah menjawab; “Allahumma (demi Allah) tidak.” Aisyah berkata; “Benar, maha benar Allah dan Rasul-Nya, semoga Allah merahmati Ali, sesungguhnya diantara ucapannya bahwa dia tidak melihat sesuatu yang membuat dia ta’ajub kecuali dia mengucapkan; “Maha benar Allah dan Rasul-Nya.” Namun penduduk Iraq mendustakannya dan menambah nambahi kata katanya.”

 

Musnad Ahmad 622: Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Syu’bah dari Al Hakam dari Abu Muhammad Al Hudzali dari Ali, dia berkata; ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di sisi jenazah, beliau bersabda: “Siapakah diantara kalian yang mau pergi ke Madinah, maka jangan meninggalkan patung kecuali menghancurkannya, jangan meninggalkan kuburan kecuali meratakannya dan jangan meninggalkan gambar melainkan melumurinya”, kemudian salah seorang lelaki berkata; “Saya wahai Rasulullah.” Maka berangkatlah dia, akan tetapi dia takut terhadap penduduk Madinah dan kembali pulang. Kemudian Ali berkata; “Saya yang pergi wahai Rasulullah.” Lalu beliau bersabda: “Berangkatlah!” Maka berangkatlah Ali lalu kembali pulang sambil berkata; “Wahai Rasulullah saya tidak meninggalkan patung kecuali menghancurkannya, tidak meninggalkan kuburan kecuali meratakannya dan tidak meninggalkan gambar melainkan melumurinya.” kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa kembali membuat sesuatu ini (patung, meninggikan kuburan dan membuat gambar), maka dia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”, kemudian melanjutkan: “Janganlah kalian menjadi pembuat fitnah, angkuh dan juga pedagang kecuali pedagang yang baik, karena mereka adalah orang-orang yang tertinggal dalam masalah amal.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari seorang lelaki penduduk `Bashrah -dan penduduk Bashrah meberinya kuniyah Abu Muwarri’, Al Hakam berkata; “sedangkan penduduk Kufah memberinya kuniyah Abu Muhammad, – dia berkata; ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di sisi jenazah, ” kemudian dia menyebutkan hadits, akan tetapi dia tidak mengatakan dari Ali, dan beliau bersabda: “Jangan meninggalkan gambar melainkan melumurinya, ” maka Ali berkata; “Aku tidak akan kembali kepadamu wahai Rasulullah sampai aku tidak meninggalkan gambar kecuali aku melumurinya.” Kemudian beliau menjawab: “Janganlah kamu menjadi pembuat fitnah dan orang yang sombong.”

 

Musnad Ahmad 623: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Bin Abu Al Abbas Telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Ali berkata; “Beliau mengerjakan Shalat witir ketika adzan hendak dikumandangkan dan mengerjakan Shalat sunnah dua rakaat (Shalat sunnah fajar) ketika iqamat hendak dikumandangkan.”

 

Musnad Ahmad 624: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Bin Al Walid Telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far yaitu Ar Razi dari Hushain Bin Abdurrahman dari Asy Sya’bi dari Al Harits dari salah seorang lelaki sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, -dia berkata; “Tidak ragu lagi bahwa dia adalah Ali, – dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pemakan riba, pemberinya, kedua saksinya dan penulisnya, dan melaknat pembuat tato dan yang minta dibuatkan, melaknat pelaku nikah muhallil dan muhallal lah serta melaknat orang yang menolak berzakat, dan beliau melarang berbuat niyahah (meratapi mayit).”

 

Musnad Ahmad 625: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Telah menceritakan kepada kami Qais dari Al Asy’ats Bin Sawwar dari ‘Adi Bin Tsabit dari Abu zhabyan dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ali, jika kamu memerintah (memimpin) sepeninggalku, maka keluarkanlah penduduk Najran dari Jazirah Arab.”

 

Musnad Ahmad 626: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far yaitu Ar Razi dan Khalid yaitu Ath Thahhan dari Yazid Bin Abu Ziyad dari Abdurrahman Bin Abu Laila dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Aku adalah seorang yang sering keluar madzi, kemudian aku bertanya kepada Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam; maka beliau menjawab: “Adapun tentang mani maka harus mandi, sedangkan tentang madzi maka harus berwudlu.”

 

Musnad Ahmad 627: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Telah menceritakan kepada kami Khalid dari Mutharrif dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang meninggikan suaranya ketika membaca Al Qur’an baik sebelum maupun sesudah Isya, dikhawatirkan akan membuat salah teman-temannya yang sedang Shalat.

 

Musnad Ahmad 628: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Telah menceritakan kepada kami Khalid dari ‘Ashim Bin Kulaib dari Abu Burdah Bin Abu Musa bahwa Ali berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mohonlah petunjuk dan ketepatan kepada Allah Ta’ala, sebutlah petunjuk seperti petunjukmu jalan yang lurus dan sebutlah ketepatan seperti ketepatanmu melepas anak panah.”

 

Musnad Ahmad 629: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ash Shabbah, Abdullah berkata; dan aku mendengarnya dari Muhammad Bin Ash Shabbah Telah menceritakan kepada kami Isma’il Bin Zakaria dari Katsir An Nawwa’ dari Abdullah Bin Mulail, dia berkata; aku mendengar Ali berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “tidaklah seorang Nabi sebelumku kecuali telah diberi tujuh wakil, menteri dan dermawan. Dan sesungguhnya aku telah diberi empat belas menteri, wakil dan dermawan, tujuh dari Quraisy dan tujuh dari Muhajirin.”

 

Musnad Ahmad 630: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Haritsah Bin Mudlarrib dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku ke Yaman, kemudian aku berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengutusku kepada suatu kaum yang lebih tua dariku untuk memutuskan perkara diantara mereka.” Beliau menjawab: “Berangkatlah, karena Allah Ta’ala akan meneguhkan lisanmu dan menunjuki hatimu.”

 

Musnad Ahmad 631: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair Telah menceritakan kepada kami Aban yaitu Ibnu Abdullah telah menceritakan kepadaku ‘Amru Bin Ghuzai telah menceritakan kepadaku pamanku Ilba’ dari Ali, dia berkata; “Seekor unta sedekah berlalu melewati Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam, ” Ali berkata; kemudian beliau menangkap dengan tangannya rambut dari samping unta, kemudian beliau berkata: “Aku tidaklah lebih berhaq dengan rambut ini dari seorang lelaki muslim.”

 

Musnad Ahmad 632: Telah menceritakan kepada kami Hasan Bin Musa Telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah Telah menceritakan kepada kami Al Harits Bin Yazid dari Abdullah Bin Jurair Al Ghafiqi dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Ketika kami sedang melaksanakan Shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba tiba beliau keluar (dari Shalatnya) sementara kami masih berdiri, kemudian beliau kembali dengan kepala meneteskan (air) dan beliau memimpin Shalat bersama kami kembali, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya aku teringat bahwa aku mengalami junub ketika aku berdiri melaksanakan Shalat sedangkan aku belum mandi, maka barangsiapa mengeluarkan angin dari perutnya (kentut) atau mengalami seperti yang aku alami, maka keluarlah (dari Shalat) sehingga selesai dari hajatnya atau mandinya kemudian kembali kepada Shalatnya.” Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Ishaq Telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah dari Al Harits Bin Yazid dari Abdullah Bin Zurair dari Ali. Kemudian dia menyebutkan hadits yang semisal dengannya.

 

Musnad Ahmad 633: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abdullah Telah menceritakan kepada kami Ar Rabi’ yaitu Ibnu Abu Shalih Al Aslami telah menceritakan kepadaku Ziyad Bin Abu Ziyad aku mendengar Ali Bin Abu Thalib bersaksi kepada orang-orang seraya mengatakan; “Aku bersaksi kepada Allah terhadap seorang lelaki muslim yang telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada hari Ghadir Khum tentang apa yang beliau sabdakan.” Ziyad berkata; “Maka berdirilah dua belas orang ahli badar, mereka semuanya bersaksi.”

 

Musnad Ahmad 634: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abdullah Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pelaku riba, pemakannya, penulisnya, kedua saksinya, dan pelaku muhallil dan muhallalah.”

 

Musnad Ahmad 635: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mantan budak Bani Hasyim Telah menceritakan kepada kami Isma’il Bin Muslim Al ‘Abdi Telah menceritakan kepada kami Abu Katsir mantan budak Anshar dia berkata; pada waktu orang-orang Nahrawan terbunuh, aku bersama majikanku Ali Bin Abu Thalib, maka seakan-akan mereka marah karena terbunuhnya orang-orang mereka, maka Ali berkata; “Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menceritakaan kepada kami suatu kaum yang keluar dari Islam, sebagaimana panah keluar dari busurnya, kemudian mereka tidak kembali kepada Islam selamanya sehingga panah kembali kepada busurnya, dan tanda-tandanya adalah diantara mereka ada seorang lelaki hitam, cacat tangannya dan salah satunya seperti payudara wanita yang memiliki mata seperti mata buah dada wanita, di sekitarnya ada rambut rambut kecil, maka carilah dia karena aku melihatnya ada diantara mereka.” Kemudian mereka mencarinya dan mendapatkannya di tepi sungai di bawah tumpukan mayat, lalu mereka mengeluarkannya, maka bertakbirlah Ali seraya berkata; “Allah maha besar maha benar Allah dan Rasul-Nya” dan sesungguhnya orang itu dalam keadaan menyelendangkan busurnya yaang buatan arab, kemudian Ali mengambil busurnya dengan tangannya dan menusukkan ketangannya yang cacat, maka Ali berkata; “Maha benar Allah dan Rasul-Nya, ” maka orang-orangpun bertakbir ketika melihatnya dan bergembira serta hilanglah kemarahan yang ada dalam hati mereka.

 

Musnad Ahmad 636: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” (Hak) bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya dalam kebaikan ada enam hal; mengucapkan salam apabila bertemu dengannya, menjawab do’a apabila dia bersin, menjenguknya apabila sakit, mendatangi undangannya apabila diundang, melayatnya ketika meninggal dan mencintainya seperti mencintai dirinya sendiri serta menasehatinya ketika tidak ada.” Telah menceritakan kepada kami Husain Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits. Kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan sanad dan maknanya.”

 

Musnad Ahmad 637: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Telah menceritakan kepada kami Israil Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga salah seorang dari para sahabatku dicari-cari (kesalahannya), layaknya barang hilang yang dicari-cari, akan tetapi tidak menemukannya.”

 

Musnad Ahmad 638: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Haritsah Bin Mudlarrib dari Ali, dia berkata; pada hari perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa diantara kalian yang dapat menawan salah seorang dari Bani Muthallib, maka sesungguhnya mereka (Bani Abdul Muthallib) keluar (berperang) karena dipaksa.”

 

Musnad Ahmad 639: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Telah menceritakan kepada kami Israil Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: (Dan kamu menjadikan rizqi yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan-Nya), (QS Al Waki’ah: 82). Beliau bersabda: ” (Perbuatan) syirik kalian (kepada Allah) adalah (ucapan kalian) kami mendapat hujan karena angin ini dan ini dan karena bintang ini dan ini.”

 

Musnad Ahmad 640: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair dan Aswad Bin Amir keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan Shalat witir dengan membaca tujuh surat dari Al Mufashal (surat surat pendek).” -Aswad berkata; – “Pada rakaat pertama beliau membaca: “Al haakumut takaatsur” dan “inna anzalnaahu fii lailatil qodri” serta “idzaa zulzilatil ‘ardlu” kemudian pada rakaat kedua beliau membaca “wal ‘ashri “dan “idzaa jaa’a nashrullaahi wal fath” serta “innaa a’thainaa kal kautsar.” Sedangkan pada rakaat ke tiga beliau membaca “qul yaa ayyuhal kaafiruun” dan “tabbat yadaa abii lahabin” serta “qul huwallahu ahad.”

 

Musnad Ahmad 641: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah aku mendengar Abdul A’la bercerita dari Abu Jamilah dari Ali, bahwa ada seorang budak wanita berzina kemudian dia hamil, maka Ali datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakannya, kemudian beliau berkata kepadanya: “Biarkan dia sampai melahirkan atau sampai mempunyai anak, kemudian deralah dia.”

 

Musnad Ahmad 642: Telah menceritakan kepada kami Hasyim dan Hasan keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Syaiban dari ‘Ashim dari Zirr Bin Hubaisy, dia berkata; Ibnu jurmuz meminta izin kepada Ali, kemudian Ali bertanya; “Siapakah orang ini?” Orang-orang menjawab; “Ibnu Jurmuz, dia meminta izin”, kemudian Ali berkata; “Izinkan dia, agar supaya si pembunuh Az Zubair masuk ke dalam neraka, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki hawariy (para pengikut setia) sedangkan pengikut setiaku adalah Zubair.”

 

Musnad Ahmad 643: Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah Bin ‘Amru Telah menceritakan kepada kami Zaidah dari ‘Ashim dari Zirr Bin Hubaisy dia berkata; Ibnu jurmuz meminta izin kepada Ali dan saya berada di sisinya, kemudian Ali berkata; “Berikan kabar gembira kepada pembunuh anak Shafiyyah dengan api neraka.” Kemudian Ali berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya setiap Nabi memiliki para pengikut setia dan pengikut setiaku adalah Zubair.” Aku mendengar Sufyan menerangkan; “Al Hawary adalah penolong.”

 

Musnad Ahmad 644: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Bin Daud telah memberitakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dia mendengar ‘Ashim Bin Dlamrah dari Ali, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa melaksanakan Shalat dhuha.”

 

Musnad Ahmad 645: Telah menceritakan kepada kami Yunus Bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Salamah dari Yunus Bin Khabbab dari Jarir Bin Hayyan dari bapaknya bahwa Ali berkata; “Aku mengutusmu untuk suatu tugas sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku, beliau memerintahkan kepadaku agar meratakan setiap quburan dan menghancurkannya.”

 

Musnad Ahmad 646: Telah menceritakan kepada kami Yunus Telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abdullah Bin Muhammad Bin ‘Aqil dari Muhammad Bin Ali dari bapaknya dia berkata; “Rasulullah adalah kepalanya besar, bola matanya besar, bulu mata alisnya lebat, merah matanya, jenggotnya lebat, kulitnya putih bercahaya, apabila berjalan condong ke depan seakan akan berjalan di ketinggian, apabila menoleh beliau menoleh dengan seluruh badannya, kedua telapak tangan dan kedua telapak kakinya kasar.”

 

Musnad Ahmad 647: telah menceritakan kepadaku Aswad Bin ‘Amir telah mengabarkan kepada kami Abu Bakar dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan Shalat witir tiga rakaat.”

 

Musnad Ahmad 648: Telah menceritakan kepada kami Aswad Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca setelah berhadats sebelum menyentuh air.” Dan mungkin saja Israil berkata dari seorang lelaki dari Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Musnad Ahmad 649: Telah menceritakan kepada kami Aswad Telah menceritakan kepada kami Syarik dari Musa Ash Shaghir Ath Thahhan dari Mujahid dia berkata; Ali berkata; “Aku keluar menuju sebuah kebun”, -Mujahid berkata; kemudian Ali berkata- “Aku (bekerja dengan) satu ember (diupah) dengan satu kurma, kemudian aku mengisi ember sehingga telapak tanganku penuh (dengan kurma), lalu aku pergi menuju air untuk meminum air tawar, kemudian aku datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberikan sebagiannya (kurma) untuk dimakan beliau sedangkan sebagiannya lagi aku makan.”

 

Musnad Ahmad 650: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Bin Al Qasim Telah menceritakan kepada kami Israil dari Jabir dari Muhammad Bin Ali dari bapaknya dari Ali dia berkata; seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dia berkata; “Sesungguhnya aku pernah bernadzar untuk menyembelih untaku begini dan begitu.” Maka beliau berkata: “Adapun untamu maka sembelihlah, sedangkan begini dan begitu adalah dari Setan.”

 

Musnad Ahmad 651: Telah menceritakan kepada kami Abu Nuh yaitu Qurad telah memberitakan kepada kami Syu’bah dari Abu at Tayyah aku mendengar Abdullah Bin Abu Al Hudzail bercerita dari seorang lelaki dari Bani Asad dia berkata; Ali Bin Abu Thalib keluar menemui kami, kemudian orang-orang bertanya kepadanya tentang Shalat witir, -lelaki tersebut berkata; – maka Ali menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami untuk mengerjakan witir pada waktu seperti ini, tegakkan Shalat wahai Ibnu An Nabbah atau kumandangkan adzan atau kumandangkan iqamat.”

 

Musnad Ahmad 652: Telah menceritakan kepada kami Husain Bin Ali dari Zaidah dari Simak dari Hanas dari Ali, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku: “Apabila datang kepadamu dua orang yang berselisih, maka jangan hanya mendengarkan perkataan orang pertama tetapi sampai kamu mendengar dari perkataan orang ke dua, maka kamu akan dapat melihat bagaimana memutuskannya.” Hanas berkata; Ali berkata; “Maka setelah itu aku terus menjadi Qadli (hakim).”

 

Musnad Ahmad 653: Telah menceritakan kepada kami Abu An Nadlar Hasyim Bin Al Qasim Telah menceritakan kepada kami Abu Sallam Abdul Malik Bin Muslim Al Hanafi dari Imran Bin Zhabyan dari Hakim Bin Sa’d Abu Yahya dari Ali, dia berkata; apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak bepergian beliau berdo’a: “ALLAHUMMA BIKA ASHUULU WA BIKA AJUULU WA BIKA ASIIRU (ya Allah dengan (kekuasaan) Mu aku sampai, dengan nama-Mu aku berkeliling dan dengan-Mu aku berjalan.”

 

Musnad Ahmad 654: Telah menceritakan kepada kami Abu An Nadlar Hasyim dan Abu Daud keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Warqa’ dan Abdul A’la Ats Tsa’labi dari Abu Jamilah dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam, kemudian beliau memerintahkan aku agar memberi upah tukang bekamnya.”

 

Musnad Ahmad 655: Telah menceritakan kepada kami Bakar Bin Isa Ar Rasibi Telah menceritakan kepada kami Umar Bin Al Fadlal dari Nu’aim Bin Yazid dari Ali Bin Abu Thalib dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepadaku untuk membawakan kepadanya sabaq (batu tulis) untuk menulis; di dalamnya perkara yang membuat ummatnya tidak tersesat sepeninggalnya” Ali berkata; “Maka aku khawatir kehilangan beliau, ” Ali berkata; aku berkata; “Aku akan menghafalnya dan memahami.” Beliau bersabda: “Aku berwasiat tentang Shalat, zakat dan sesuatu yang kalian miliki berupa budak-budak kalian.”

 

Musnad Ahmad 656: Telah menceritakan kepada kami Hujain Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abdul A’la dari Abu Abdurrahman dari Ali Bin Abu Thalib, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa berdusta atas namaku dalam mimpinya, maka akan dibebankan kepadanya untuk menghitung biji-biji gandum pada hari Kiamat.”

 

Musnad Ahmad 657: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami Telah menceritakan kepada kami Fudlail Bin Sulaiman yaitu An Numairi, Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abu Yahya dari ‘Iyas Bin ‘Amru Al Aslami dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya akan terjadi perpecahan atau perkara sepeninggalku, jika kamu mampu untuk berlaku damai maka lakukanlah.”

 

Musnad Ahmad 658: telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ja’far al Warkani dan Isma’il bin Yunus as Suddi, dan telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Yahya Rahmawaih mereka berkata; telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Sa’id bin Dzi Huddan dari Ali, dia berkata; “Sesungguhnya Allah menamakan perang berdasarkan lisan NabiNya dengan tipu daya.” Berkata Rahmawaih didalam hadits yang dia riwayatkan; “Berdasarkan lisan Nabi kalian”

 

Musnad Ahmad 659: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku bapakku dan Ubaidullah Bin Umar Al Qawariri keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Bin Mahdi dari Sufyan dari Abu Ishaq dari Sa’id Bin Dzi Huddan dia berkata; telah menceritakan kepadaku orang yang mendengar Ali berkata; “Perang itu adalah tipu daya berdasarkan lisan Nabi kalian Salallahu ‘Alaihi wa sallam.”

 

Musnad Ahmad 660: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ishaq Bin Isma’il Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin ‘Abbad Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdul Malik Bin Maisarah yang telah mendengar Zaid Bin Wahab dari Ali, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendapat hadiah kain yang terbuat dari sutra, kemudian dikirimkan kepadaku dan aku membawanya, maka aku mengetahui dari wajahnya bahwa beliau marah, maka aku bagikan kepada kerabat wanitaku.”

 

Musnad Ahmad 661: Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Al Walid dan Abu Ahmad Az Zubairi keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul A’la dari Abu Abdurrahman dari Ali Bin Abu Thalib, -Sufyan berkata; aku tidak mengetahuinya kecuali telah di sambungkan kepada Rasulullah- bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa berdusta dengan mimpinya, maka akan dibebankan kepadanya pada hari Kiamat untuk menghitung biji gandum.” Abu Ahmad berkata; “Aku mengira hadits ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 662: Telah menceritakan kepada kami Hujain Bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abdul A’la dari Abu Abdurrahman dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyambung puasa sampai sahur.”

 

Musnad Ahmad 663: Telah menceritakan kepada kami Rauh Telah menceritakan kepada kami Usamah Bin Zaid dari Muhammad Bin Ka’ab Al Kurazhi dari Abdullah Bin Syaddad Bin Al Hadi dari Abdullah Bin Ja’far dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajariku (doa) apabila aku sedang dirundung kesulitan agar aku membaca; “LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HALIIMUL KARIIM SUBHANALLAAHI WATABAARAKALLAAHU RABBUL ‘ARSYIL ADZIIM WALHAMDULILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah yang maha lembut lagi maha pemurah, mahasuci Allah pemberi berkah Rabb pemilik Arsy yang maha agung, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).”

 

Musnad Ahmad 664: Telah menceritakan kepada kami Ubaidah Bin Humaid telah menceritakan kepadaku Tsuwair Bin Abu Fakhitah dari bapaknya dia berkata; Abu Musa Al Asy’ari mengunjungi Hasan Bin Ali kemudian Ali masuk dan berkata; “Wahai Abu Musa Al Asy’ari, kamu datang untuk berkunjung atau menjenguk?” Maka Abu Musa menjawab; “Tidak, wahai Amirul Mukminin akan tetapi untuk menjenguk.” Maka Ali berkata; sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain, kecuali tujuh puluh ribu Malaikat akan memohonkan kesejahteraan sejak dia berada di waktu shubuh sampai waktu sore, dan Allah Ta’ala akan menyediakan baginya sebuah parit di Syurga, ” maka kami bertanya; “Wahai Amirul Mukminin apakah parit itu?” Dia menjawab; “Sungai yang mengairi pohon kurma.”

 

Musnad Ahmad 665: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ali Bin Hakim Al Audi telah memberitakan kepada kami Syarik dari Utsman Bin Abu Zur’ah dari Zaid Bin Wahab dia berkata; ” Ali mendatangi suatu kaum penduduk kota `Bashrah dari kalangan orang Khawarij, diantara mereka ada seorang lelaki yang dipanggil dengan nama Ja’d Bin Ba’jah, kemudian dia berkata kepada Ali; “Takutlah kamu kepada Allah wahai Ali, karena sesungguhnya kamu adalah mayit.” Maka Ali menjawab; “Akan tetapi terbunuh, pukulan mengenai ini kemudian mewarnai ini- yaitu jenggotnya dari kepalanya-, perkara yang telah dijanjikan dan keputusan yang telah ditetapkan, maka merugilah orang yang mendustakannya.” Kemudian lelaki tersebut mencela Ali karena pakaiannya, maka Ali berkata; “Apa urusan kalian dengan pakaian, itu adalah lebih jauh dari kesombongan dan lebih pantas untuk diikuti oleh orang muslim.”

 

Musnad Ahmad 666: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq dia berkata; dan Muhammad Bin Ka’ab Al Qurazhi menyebutkan dari Al Harits Bin Abdullah Al A’war dia berkata; sungguh aku akan mendatangi Amirul Mukminin dan menanyakan padanya tentang sesuatu yang aku dengar di waktu isya.” Dia berkata; “Maka aku mendatanginya setelah Shalat Isya dan menemuinya, ” kemudian dia menyebutkan hadits, maka Ali berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jibril mendatangiku dan berkata; ‘Wahai Muhammad sesungguhnya ummatmu beselisih sepeninggalmu.” Nabi bersabda: “Aku tanyakan padanya; ‘Maka apa solusinya wahai Jibril? ‘ Jibril menjawab; ‘Kitabullah yang dengannya Allah membinasakan setiap penguasa zhalim, barangsiapa berpegang teguh dengannya maka dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya maka dia akan binasa dua kali, itulah perkataan yang jelas dan lugas yang tidak mengandung senda gurau, yang tidak lagi diperselisihkan oleh lisan dan tidak akan punah keajaibannya, di dalamnya terdapat kisah orang terdahulu, yang memutuskan perkara diantara kalian dan berisi berita tentang apa yang akan terjadi setelah kalian.”

 

Musnad Ahmad 667: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq telah menceritakan kepadaku Hakim Bin Hakim Bin ‘Abbad Bin Hunaif dari Muhammad Bin Muslim Bin Ubaidillah Bin Syihab dari Ali Bin Husain dari bapaknya dari kakeknya Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Pada suatu malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menemui aku dan Fatimah, kemudian beliau membangunkan kami untuk Shalat, ” Ali berkata; “Kemudian beliau kembali pulang ke rumahnya dan melaksanakan Shalat malam dalam waktu yang cukup lama.” Ali berkata; “Kemudian tidak terdengar suara lagi oleh kami, ” Ali berkata; “Lalu beliau kembali datang kepada kami untuk membangunkan, seraya berkata; “Bangunlah kalian berdua dan Shalatlah!” Ali berkata; maka aku terduduk sambil mengucek-ngucek mataku dan berkata; “Sesungguhnya kami, demi Allah, tidak akan shalat kecuali menurut apa yang telah ditetapkan bagi kami, bahwasannya jiwa kami berada di tangan Allah, jika menghendaki untuk membangunkan kami niscaya Dia membangunkan kami.” Ali berkata; kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi dan membaca ayat sambil menepukkan tangannya ke pahanya: “Kami tidak akan Shalat kecuali menurut apa yang telah ditetapkan pada kami, kami tidak akan Shalat kecuali menurut apa yang telah ditetapkan pada kami. (Manusia adalah makhluq yang paling banyak membantah.) ” (Al Kahfi: 54)

 

Musnad Ahmad 668: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Ahmad Bin Jamil Abu Yusuf telah mengabarkan kepada kami Yahya Bin Abdul Malik Bin Humaid Bin Abu Ghaniyyah dari Abdul Malik Bin Abu Sulaiman dari Salamah Bin Kuhail dari Zaid Bin Wahab, dia berkata; ketika orang-orang khawarij keluar ke Nahrawan, Ali berdiri di hadapan para sahabatnya seraya berkata; “Sesungguhnya mereka adalah suatu kaum yang telah menumpahkan darah yang haram, mereka menyerbu ketika manusia sedang lengah dan mereka adalah musuh kalian yang paling dekat. Jika kalian berangkat menuju musuh-musuh kalian, maka aku takut apabila menyusul kalian dari belakang kalian, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan keluar sekelompok dari ummatku, shalat kalian tidak ada apa apanya dengan shalat mereka, puasa kalian tidak ada apa apanya dengan puasa mereka, bacaan kalian tidak ada apa apanya dengan bacaan mereka, mereka membaca Al Qur’an dan menyangka bahwa itu untuk mereka padahal sebenarnya ancaman bagi mereka, bacaan mereka tidak melebihi tenggorokan mereka dan mereka keluar dari Islam seperti lepasnya anak panah dari busurnya, tanda-tandanya adalah di antara mereka ada seorang lelaki yang berotot akan tetapi tidak memiliki lengan seperti puting payudara berambut putih, seandainya pasukan yang menyerang mereka tahu apa yang akan mereka peroleh melalui lisan nabi mereka, niscaya mereka akan berpangku tangan kepada tugas ini, maka berangkatlah dengan nama Allah.” Kemudian dia menyebutkan hadits yang panjang.

 

Musnad Ahmad 669: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq telah menceritakan kepadaku Yahya Bin ‘Abbad Bin Abdullah Bin Az Zubair dari bapaknya dari Abdullah Bin Zubair dia berkata; demi Allah, kami bersama Utsman Bin Affan di Juhfah dan bersama dia sekelompok orang syam, diantara mereka ada Habib Bin Maslamah Al Fihri, tiba tiba Utsman berkata dan disebutkan kepadanya Haji Tamatu’ yaitu Umrah untuk Haji; “Sesungguhnya Haji dan Umrah yang paling sempurna adalah hendaknya keduanya tidak pada bulan-bulan Haji, seandainya kalian akhirkan umrah ini sampai kalian berziarah ke Rumah ini (Ka’bah) dua kali adalah lebih baik, karena sesungguhnya Allah Ta’ala telah membuka luas kebaikan, ” sementara Ali Bin Abu Thalib sedang berada di tengah lembah mengembala untanya, kemudian disampaikanlah kepadanya apa yang dikatakan oleh Utsman, maka Ali datang kepadanya dan menemui Utsman, kemudian berkata; “Apakah kamu sengaja menyalahi Sunnah yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sunnahkan dan keringanan yang telah Allah Ta’ala berikan kepada hamba-Nya dalam kitab-Nya, kamu persempit dan kamu larang mereka darinya, padahal mereka ada yang mempunyai keperluan mendesak dan tempat tinggal yang jauh sehingga berniat melaksanakan Umrah dan Haji sekaligus, ” kemudian Utsman mendatangi manusia dan berkata; “Apakah aku melarang darinya, sesungguhnya aku tidak melarang darinya akan tetapi itu adalah pendapat yang aku utarakan, maka barangsiapa berkendak silahkan mengambilnya dan barangsiapa tidak berkehendak tinggalkanlah.”

 

Musnad Ahmad 670: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq telah menceritakan kepadaku Abdullah Bin Abi Salamah dari Mas’ud Bin Al Hakam Al Anshari kemudian Az Zuraqi, dari ibunya bahwa dia bercerita kepadanya, dia berkata; sepertinya aku melihat Ali Bin Abu Thalib berada di atas keledai milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang berwarna putih, ketika beliau berhenti di perkampungan Al Anshar pada waktu haji wada’, dan dia berkata; sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hari ini bukanlah hari-hari untuk berpuasa, akan tetapi hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir.”

 

Musnad Ahmad 671: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub dan Sa’d keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami bapakku dari bapaknya dari Abdullah Bin Syaddad telah berkata Sa’d Bin Al Hadi; aku mendengar Ali berkata; “Aku tidak pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan kepada salah seorang dengan menggabungkan bapak dan ibunya sekaligus kecuali kepada Sa’d Bin Abi Waqqas, sesungguhnya aku mendengar beliau bersabda pada saat perang Uhud: “Lemparlah wahai Sa’d tebusanmu adalah bapak dan ibuku.”

 

Musnad Ahmad 672: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq telah menceritakan kepadaku Ibrahim Bin Abdullah Bin Hunain dari bapaknya dia berkata; aku mendengar Ali Bin Abu Thalib berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku, aku tidak mengatakan; beliau melarang kalian dari memakai cincin yang terbuat dari emas, dari memakai Al Qosi (pakaian terbuat dari bahan sutra), Al Mu’shfar (yang dilebur warna kuning) dan dari membaca ayat Al Qur’an ketika aku sedang ruku’, dan beliau memberiku dua kain terbuat dari bahan sutra, kemudian aku keluar dengan mengenakannya, maka beliau berkata: “Wahai Ali, sesungguhnya aku memberikannya bukan untuk kamu dipakai.” Ali berkata; “Kemudian aku kembalikan kepada Fatimah, maka aku berikan kepadanya sebagian, dan sebagian yang lain dipakai untuk selimut kami berdua, namun aku menyobeknya menjadi dua, ” Ali berkata; maka Fatimah berkata; “Celaka tanganmu wahai Ibnu Abu Thalib, apa yang kamu perbuat?” Ali berkata; maka aku menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarangku dari memakainya, maka pakailah olehmu dan berikanlah kepada teman-temanmu.”

 

Musnad Ahmad 673: Telah menceritakan kepada kami Suraij Bin An Nu’man Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abu Ishaq dari ‘Ashim Bin Dlamrah dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku telah bebaskan kalian dari (zakat) kuda dan budak, maka berikanlah zakat dari budak setiap empat puluh dirham satu dirham, pada setiap seratus sembilan puluh tidak ada zakatnya, dan apabila mencapai dua ratus maka zakatnya adalah lima dirham.”

 

Musnad Ahmad 674: Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az Zubairi Telah menceritakan kepada kami Ali Bin Shalih dari Abu Ishaq dari ‘Amru Bin Murrah dari Abdullah Bin Salamah dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat, yang apabila kamu membacanya niscaya (dosamu) akan diampuni meski sudah diampuni bagimu, yaitu; ‘LAA ILAAHA ILLALLAHU AL HALIIMUL KARIIM LAA ILAAHA ILLAALLAHU AL ‘ALIYYUL ‘AZHIIM SUBHAANALLAHI RABBIL ‘ARSYIS SAMAAWAATIS SAB’I WA RABBIL ‘ARSYIL ‘AZHIIM AL HAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, yang maha lembut dan maha pemurah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang maha tinggi dan maha agung, maha suci Allah Rabb pemilik Arsy langit yang ke tujuh dan Rabb pemilik Arsy yang maha agung, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.”

 

Musnad Ahmad 675: Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Telah menceritakan kepada kami Syarik dari Imran Bin Zhabyan dari Abu Tihya, dia berkata; ketika Ibnu Muljim menusuk Ali satu kali tusukan, Ali berkata; “Perlakukanlah dia sebagaimana ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hendak memperlakukan seorang yang hendak membunuhnya, kemudian beliau berkata: “Bunuh dia dan bakarlah.”

 

Musnad Ahmad 676: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Sabiq Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Bin Thahman dari Manshur dari Al Minhal Bin ‘Amru dari Nu’aim Bin Dijajah, dia berkata; Abu Mas’ud Uqbah Bin ‘Amru Al Anshari datang kepada Ali Bin Abu Thalib, kemudian Ali berkata kepadanya; “Kamukah yang berkata; tidak akan sampai pada manusia seratus tahun dan di atas muka bumi mata yang berkedip, akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan sampai pada manusia seratus tahun dan di muka bumi mata yang berkedip dari orang yang hidup pada hari ini.” Demi Allah harapan Ummat ini adalah setelah seratus tahun.”

 

Musnad Ahmad 677: Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah Bin ‘Amru dan Abu Sa’id keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Za’idah dari ‘Atho’ Bin As Sa`ib dari bapaknya dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempersiapkan untuk Fatimah berupa kain yang tebal, geriba, bantal dari kulit yang berisi dari idkhir (jenis tumbuhan yang baunya wangi).” Abu Sa’id berkata; “Serabut”

 

Musnad Ahmad 678: Telah menceritakan kepada kami Husain Bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah dan Al Mujalid dari Asy Sya’bi bahwa keduanya mendengarnya bercerita; bahwa ketika Ali merajam seorang wanita dari penduduk Kufah, dia menderanya hari kamis dan merajamnya pada hari Jum’at, kemudian dia berkata; “Aku menderanya dengan kitabullah dan merajamnya dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 679: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Bin Daud Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman yaitu Ibnu Abi Zinad, dari Musa Bin ‘Uqbah dari Abdullah Bin Al Fadlal Bin Abdurrahman Bin Fulan Bin Rabi’ah Bin Al Harits Bin Abdul Muthallib Al Hasyimi dari Abdurrahman Al A’raj dari Ubaidullah Bin Abu Rafi’ dari Ali Bin Abu Thalib dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa apabila beliau berdiri untuk melaksanakan Shalat fardlu beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua bahunya, dan beliau melakukan seperti itu apabila selesai dari bacaannya dan hendak ruku’, dan melakukannya apabila mengangkat kepalanya dari ruku’, kemudian beliau tidak mengangkat kedua tangannya dalam Shalatnya ketika duduk, dan apabila bangun dari dua sujud beliau juga mengangkat kedua tangannya dan bertakbir.”

 

Musnad Ahmad 680: Telah menceritakan kepada kami Ali Bin Hafsh telah memberitakan kepada kami Warqa` dari Manshur dari Al Minhal dari Nu’aim Bin Dijajah dia berkata; Abu Mas’ud datang menemui Ali, kemudian Ali berkata; “Kamukah yang mengatakan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan sampai pada manusia seratus tahun dan di muka bumi ada jiwa yang bernafas, ” akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan sampai pada manusia seratus tahun dan di muka bumi ada jiwa yang bernafas dari orang yang hidup pada hari ini.” Dan sesungguhnya harapan Ummat ini setelah seratus tahun.”

 

Musnad Ahmad 681: Telah menceritakan kepada kami Ali Bin Ishaq telah memberitakan kepada kami Abdullah Telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj Bin Arthah dari ‘Atho’ Al Khurasani bahwa dia telah menceritakannya dari mantan budak milik istrinya dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Apabila datang hari Jum’at, Setan-Setan keluar untuk mengikat manusia ke pasar pasar mereka dan mereka membawa bendera, sementara para Malaikat duduk di pintu-pintu masjid mencacat manusia berdasarkan tingkatan mereka yang lebih awal dan orang yang Shalat dan berikutnya sampai Imam keluar, maka barangsiapa mendekat kepada imam kemudian diam atau mendengar dan tidak lalai maka baginya dua bagian pahala, dan barangsiapa menjauh dari imam kemudian mendengar dan diam dan tidak lalai maka baginya satu bagian dari pahala, dan barangsiapa mendekat kepada imam kemudian lalai dan tidak diam serta tidak mendengarkan maka baginya dua bagian dari dosa, dan barangsiapa menjauh dari imam kemudian lalai dan tidak diam serta tidak mendengarkan, maka baginya satu bagian dari dosa, dan barangsiapa berkata; “diam” berarti dia telah berbicara, maka barangsiapa berbicara berarti Shalat jum’atnya batal.” Kemudian Ali berkata; “Demikian aku mendengar dari Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 682: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Bin Al Walid Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga salah seorang lelaki dari para sahabatku dicari-cari (kesalahannya) layaknya barang hilang yang dicari, akan tetapi tidak menemukannya.”

 

Musnad Ahmad 683: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Bin Al Walid Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melaknat pelaku riba, yang memakannya, kedua saksinya dan muhallil dan muhallal lah.”

 

Musnad Ahmad 684: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata; telah memberitakan kepada kami Abu Ishaq dia berkata; aku mendengar Hubairah berkata; aku mendengar Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang atau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku memakai cincin yang terbuat dari emas, Al Qosi (pakaian yang terbuat dari bahan sutera) dan Al Mitsaroh (kain penutup pelana yang terbuat dari sutra).”

 

Musnad Ahmad 685: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan Telah menceritakan kepada kami Wuhaib Telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Ikrimah dari Ali Bin Abu Thalib dari Nabi Salallahu ‘Alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Budak al mukatab dipenuhi sesuai apa yang dapat dia tuanaikan.”

 

Musnad Ahmad 686: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Zubaid Al Iyami dari Sa’d Bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Ali bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus sekelompok pasukan, dan beliau menunjuk seorang lelaki sebagai pemimpin mereka, kemudian sang pemimpin menyalakan api dan berkata; “Masuklah kalian semua (ke dalam api), ” maka pasukannya hendak memasuki api tersebut, sedangkan yang lain berkata; “Bahwasanya kita lari dari api.” Kemudian kejadian tersebut disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda kepada orang-orang yang hendak memasukinya: “Seandainya kalian memasukinya maka kalian akan tetap di dalamnya sampai hari Kiamat.” Dan beliau berkata kepada yang lainnya dengan perkataan yang baik seraya bersabda: “Tidak ada keta’atan dalam bermaksiat kepada Allah, ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf.”

 

Musnad Ahmad 687: Telah menceritakan kepada kami Wahab Bin Jarir Telah menceritakan kepada kami bapakku aku mendengar Al A’masy bercerita dari ‘Amru Bin Murrah dari Abul Bakhtari dari Ali dia berkata; Umar Bin Khaththab berkata dihadapan manusia seraya bertanya; “Apa pendapat kalian terhadap kelebihan harta yang ada pada kita?” Mereka menjawab; “Wahai Amirul Mukminin, kami telah menyibukkanmu dari keluargamu, pekerjaanmu dan perdaganganmu maka harta itu menjadi bagianmu, ” maka Umar bertanya kepadaku; “Apa pendapatmu?” Aku menjawab; “Mereka telah bermusyawarah untukmu, ” maka ia bertanya lagi; “Katakan.” Aku jawab; “jJangan kamu jadikan keyakinanmu keraguan.” Maka dia berkata lagi; “Kamu harus mengeluarkan pendapatmu.” Aku menjawab; “Tentu, demi Allah, pasti aku akan mengutarakannya, ingatkah kamu ketika Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusmu untuk mengumpulkan zakat kemudian kamu mendatangi Abbas Bin Abdul Muththalib dan dia menolak kamu untuk membayar zakatnya, maka timbullah di hati kalian sesuatu, kemudian kamu berkata kepadaku; “Mari berangkat bersamaku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Dan kita mendapati beliau dalam keadaan cemberut maka kami kembali, kemudian pagi harinya kita datang kepada beliau dan mendapatinya dalam keadaan berseri-seri, maka kita ceritakan apa yang telah dilakukan oleh Abbas, maka beliau berkata: “Tidakkah kamu tahu bahwa paman seseorang itu mirip dengan bapaknya?” Kemudian kita sampaikan kepada beliau apa yang kita lihat dari muka beliau yang cemberut pada hari pertama dan berseri-seri pada hari yang kedua, maka beliau menjawab: “Ketika kalian mendatangiku pada hari pertama zakat yang tersisa padaku tinggal dua dinar maka kalian lihat mukaku cemberut, kemudian kalian datang hari ini dan aku telah menyedekahkan kedua dinar tersebut, maka kejadian itulah yang membuat kalian melihatku berseri-seri.” Maka Umar berkata; “Engkau benar, demi Allah aku berterima kasih kepada engkau didunia dan akhirat.”

 

Musnad Ahmad 688: Telah menceritakan kepada kami Yunus Telah menceritakan kepada kami Laits dari Ibnu ‘Ajlan dari Muhammad Bin Ka’b Al Qurazhi dari Abdullah Bin Syaddad Bin Al Had dari Abdullah Bin Ja’far dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mentalqinku (menuntun membaca) beberapa kalimat dan beliau memerintahkan apabila aku tertimpa kesempitan atau kesulitan agar aku membacanya, yaitu kalimat; “LAA ILAAHA ILLALLAHUL KARIIM AL HALIIM SUBHAANAHU WA TABAARAKALLAHU RABBUL ‘ARSYIL ‘ADZIIM WAL HAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang maha pemurah dan maha lembut, maha suci Dia dan maha suci Allah, Rabb Arsy yang agung dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).”

 

Musnad Ahmad 689: Telah menceritakan kepada kami Hasan Bin Musa Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Salamah dari ‘Atho’ Bin As Sa`ib dari Zadzan dari Ali dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menyisakan bagian sebesar rambut tidak terkena air padahal dia junub, maka Allah Ta’ala akan memperlakukannya begini dan begini dari api neraka.” Ali berkata; “Oleh karena itu aku tidak menyukai rambutku (panjang).”

 

Musnad Ahmad 690: Telah menceritakan kepada kami Hasan Bin Musa Telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abdullah Bin Muhammad Bin Aqil dari Muhammad Bin Ali Bin Al Hanafiyah dari bapaknya dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dikafani dengan tujuh kain.”

 

Musnad Ahmad 691: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz Bin Abdullah Al Majisyun Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Al Fadlal dan Al Majisyun dari Al A’raj dari Ubaidullah Bin Rafi’ dari Ali Bin Abu Thalib, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila selesai bertakbir, beliau membaca doa iftitah kemudian berdoa; “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dalam keadaan lurus lagi berserah diri, dan aku tidak termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, dengan itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang beriman.” Abu Nazhar berkata; “Dan aku orang pertama yang berserah diri. Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau rabbku dan aku hambaMu, aku telah berbuat zhalim terhadap diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah semua dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, dan tunjukilah aku kepada sebaik-baik akhlaq, karena tidak ada yang menunjukan kepada sebaik-baik akhlaq kecuali Engkau, dan hindarkan dariku keburukannya, karena tidak ada yang dapat menghindarkan dari keburukannya kecuali Engkau, Maha suci Engkau dan maha tinggi, aku memohon ampun kepadaMu dan bertaubat kepadaMu.” Dan apabila beliau ruku’ beliau membaca: “Ya Allah kepadaMu aku ruku’ kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku dan ototku khusu’.” Dan apabila beliau mengangkat kepalanya dari ruku’ beliau mengucapkan: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya. Wahai Rabb kami, segala puji bagiMu sepenuh langit dan bumi dan sepenuh ruang diantara keduanya, serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu setelah itu.” Dan apabila beliau sujud beliau membaca; “Ya Allah kepadaMu aku bersujud, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya kemudian memperindah bentuknya, maka terbuka pendengaran dan penglihatannya. Maha suci Allah sebaik-baik pencipta.” Kemudian apabila beliau salam mengakhiri Shalat, beliau membaca; “Ya Allah ampunilah dosa dosaku yang terdahulu maupun yang akan datang, yang aku sembunyikan ataupun yang aku tampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, dan dosa-dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku, Engkaulah yang paling awal dan paling terakhir, tidak ada tuhan kecuali Engkau).”

 

Musnad Ahmad 692: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Fithr dari Al Mundzir dari Ibnu Al Hanafiyah, dia berkata; Ali berkata; “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika sepeninggalmu aku memperoleh seorang anak laki-laki kemudian aku beri nama dengan namamu dan aku beri kuniyah dengan kuniyahmu?” Beliau menjawab: “Ya.” Itu merupakan keringanan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk Ali.

 

Musnad Ahmad 693: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari ‘Adi Bin Tsabit dari Zirr Bin Hubaisy dari Ali, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku: “Bahwa tidak akan mencintaimu kecuali seorang mukmin dan tidak akan membencimu kecuali seorang munafiq.”

 

Musnad Ahmad 694: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Salamah dari Hujaiyyah dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami agar mengecek bagian mata (hewan) dan telinganya.”

 

Musnad Ahmad 695: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Muslim Al Bathin dari Ali Bin Al Husain dari Marwan Bin Al Hakam dia berkata; kami berjalan bersama Utsman, tiba tiba seorang lelaki melambaikan kedua tangannya kepada kami, kemudian Utsman bertanya; “Siapa ini?” Para sahabat menjawab; “Ali.” Kemudian Utsman bertanya lagi; “Apakah kamu tidak tahu bahwa saya telah melarang ini?” Ali menjawab; “Ya, akan tetapi aku tidak akan meninggalkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena perkataanmu.”

 

Musnad Ahmad 696: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Salamah Bin Kuhail dari Hujaiyah dia berkata; seseorang bertanya kepada Ali tentang (berkurban) dengan sapi, maka dia menjawab; “Boleh untuk tujuh orang.” Lalu dia bertanya lagi; “Kalau tanduknya pecah?” Ali menjawab; “Tidak berpengaruh.” Dia bertanya lagi; “Kalau pincang?” Ali menjawab; “Apabila telah sampai tempat penyembelihan maka sembelihlah, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan kami untuk mengecek bagian mata (hewan) dan telinganya.”

 

Musnad Ahmad 697: Telah bercerita kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Jarir Bin Hazim dan Abu ‘Amru Bin Al ‘Atho’ dari Ibnu Sirin keduanya mendengarnya dari ‘Abidah dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan muncul suatu kaum di antara mereka ada seorang lelaki yang tangannya pendek, atau tangannya kecil atau tangannya buntung, ” seandainya bukan karena kalian nanti akan berbuat melampaui batas, niscaya akan aku kabarkan kepada kalian tentang janji Allah kepada orang-orang yang membunuh mereka, melalui lisan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.” Abidah berkata; aku bertanya kepada Ali; “Apakah kamu telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Dia menjawab; “Ya, demi Rabb pemilik Ka’bah, ya, demi Rabb pemilik Ka’bah, ya, demi Rabb pemilik Ka’bah.”

 

Musnad Ahmad 698: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul A’la Ats Tsa`labi dari Abu Jamilah Ath Thuhawi dari Ali, bahwa salah seorang budak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perbuatan dosa (berzina), kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepadaku agar menegakkan hukum had atasnya, lalu aku menemuinya dan aku dapati darahnya belum kering (masih dalam kondisi nifas), maka aku menemui beliau dan menceritakannya, kemudian beliau bersabda: “Apabila darahnya telah kering, maka tegakkanlah hukum had atasnya, tegakkanlah hukum hukum had atas budak-budak yang kalian miliki.”

 

Musnad Ahmad 699: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Ishaq dari ‘Abdu Khair dari Ali, dia berkata; “Dahulu aku menganggap bahwa bagian bawah kedua kaki itu lebih berhak untuk diusap ketimbang bagian atasnya, sampai kemudian aku melihat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap bagian atas keduanya.”

 

Musnad Ahmad 700: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Utsman Ats Tsaqafi dari Salim Bin Abul Ja’d dari Ali dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami dari mengawinkan himar dengan kuda.”

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: