Musnad Ahmad: 701-800

Musnad Ahmad 701: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya aku mengangkat seseorang tanpa musyawarah, niscaya aku akan mengangkat Ibnu Ummi ‘Abdi.”

 

Musnad Ahmad 702: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari Abdurrahman Bin Abu Laila Telah menceritakan kepada kami Ali, bahwa Fatimah mengadukan perihal tangannya yang lecet akibat mengaduk gandum kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendapat beberapa tawanan perang, maka Fatimah datang kepada beliau dan meminta seorang pelayan, tetapi dia tidak mendapatkannya, kemudian dia kembali. Ali berkata; kemudian beliau datang kepada kami ketika kami sudah berbaring (di tempat tidur), maka akupun bangkit berdiri akan tetapi beliau berkata: “Kalian berdua tetaplah pada tempat kalian.” Kemudian beliau datang dan duduk sampai aku mendapatkan dinginnya kedua telapak kaki beliau, lalu beliau bersabda: “Ketahuilah, aku tunjukkan kepada kallian sesuatu yang lebih baik bagi kalian berdua dari pada seorang pelayan, apabila kalian berdua hendak tidur maka bertasbihlah kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmidlah sebanyak tiga puluh tiga kali dan bertakbir sebanyak tiga puluh empat.”

 

Musnad Ahmad 703: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Habib dari Abu Wa’il dari Abul Hayyaj Al Asadi dia berkata; Ali berkata kepadaku; “Aku mengutusmu sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku, yaitu agar supaya kamu tidak meninggalkan patung kecuali menghancurkannya dan tidak meninggalkan kuburan yang ditinggikan kecuali meratakannya.”

 

Musnad Ahmad 704: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Israil dari Tsuwair Bin Abu Fakhitah dari bapaknya dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyukai surat ini “sabbihisma rabbikal a’la (Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tingi).” (QS Al A’la: 1)

 

Musnad Ahmad 705: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; “Tiga orang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian salah seorang dari mereka berkata; “Wahai Rasulullah aku punya seratus dinar kemudian aku sedekahkan sepuluh dinar darinya, ” yang lain berkata; “Wahai Rasulullah aku punya sepuluh dinar kemudian aku sedekahkan darinya satu dinar, ” dan yang lain berkata; “Aku punya satu dinar kemudian aku sedekahkankan sepersepuluhnya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalian semua didalam pahala sama karena kalian bersedekah dengan sepersepuluh dari harta masing-masing.”

 

Musnad Ahmad 706: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Al Mas’udi dan Mis’ar dari Utsman Bin Abdullah Bin Hurmuj dari Nafi’ Bin Jubair Bin Muth’im dari Ali dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki yang kasar dan tulang belulangnya besar.”

 

Musnad Ahmad 707: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Syarik dari Simak dari Hanasy dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika dua orang yang berselisih duduk di hadapanmu, maka jangan berbicara sampai kamu mendengar dari orang kedua sebagaimana kamu mendengar dari orang pertama.”

 

Musnad Ahmad 708: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah memberitakan kepada kami Al Mas’udi dari Utsman Bin Abdullah Bin Hurmuz dari Nafi’ Bin Jubair Bin Muth’im dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpostur tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek, bentuk kepalanya besar dan jenggotnya lebat, kedua telapak tangan dan kedua telapak kakinya kasar, wajahnya agak kemerahan, bulu rambut dadanya panjang, tulang belulangnya besar, dan apabila berjalan tegap seakan akan menuruni tempat yang rendah. Aku tidak pernah melihat orang seperti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum ataupun sesudahnya.”

 

Musnad Ahmad 709: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Israil dari Tsuwair Bin Abu Fakhitah dari bapaknya dari Ali, dia berkata; “Kaisar Persia memberikan hadiah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau menerimanya, kemudian beliau mendapat hadiah dari kaisar Romawi dan menerimanya, kemudian beliau mendapat hadiah dari para raja dan beliau menerimanya dari mereka.”

 

Musnad Ahmad 710: Telah menceritakan kepada kami Yazid dari Al Hajjaj dari Al Hakam dari Al Qasim Bin Mukhaimirah dari Syuraih Bin Hani’ dia berkata; aku bertanya kepada Aisyah tentang mengusap kedua khuf, maka Aisyah menjawab; “Tanyakan kepada Ali, karena dia lebih tahu dari saya tentang ini, dia bepergian menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Maka aku tanyakan kepada Ali dan dia menjawab; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagi orang yang bepergian tiga hari tiga malam, dan bagi orang yang menetap satu hari satu malam.” Telah menceritakan kepada kami Yazid dari Hajjaj dari Abu Ishaq dari Ali Bin Rabi’ah dari Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 711: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Muhammad Bin Ishaq dari Yazid Bin Abu Habib dari Abdul Aziz Bin Abu Ash Sha’bah dari Abdullah Bin Zurair Al Ghafiqi dia berkata; aku mendengar Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil emas dengan tangan kanannya dan perak dengan tangan kirinya, kemudian mengangkat keduanya seraya bersabda: “Keduanya ini haram bagi kaum laki-laki dari ummatku.”

 

Musnad Ahmad 712: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Hammad Bin Salamah dari Hisyam Bin ‘Amru dari Abdurrahman Bin Al Harits Bin Hisyam dari Ali, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir witirnya membaca: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan Ridla-Mu dari murka-Mu, dan aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau puji pada diriMu.”

 

Musnad Ahmad 713: Telah menceritakan kepada kami Yazid Bin Harun Telah menceritakan kepada kami Khalid Bin Abduillah dari Mutharrif dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang suatu kaum saling mengeraskan bacaan Al Qur’an antara satu dengan yang lainnya di waktu maghrib dan Isya’.”

 

Musnad Ahmad 714: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Syarik Bin Abdullah dari Abu Ishaq dari Ali Bin Rabi’ah dia berkata; aku melihat Ali diberi seekor hewan tunggangan, maka ketika dia meletakkan kakinya di kendaraannya dia mengucapkan; “Dengan menyebut nama Allah” dan ketika sudah duduk diatasnya dia mengucapkan; “Segala puji bagi Allah, maha suci Dzat yang telah menundukkan hewan ini bagi kami dan kami sebelumnya tidak mampu untuk menundukkannya, dan sesungguhnya kami kepada tuhan kami akan kembali.” Kemudian bertahmid kepada Allah tiga kali, bertakbir tiga kali kemudian mengucapkan; “Maha suci Engkau yang tidak ada tuhan kecuali Engkau, aku telah berbuat zhalim kepada diriku, maka ampunilah aku.” Kemudian dia tertawa, maka aku bertanya; “Apa yang membuatmu tertawa wahai Amirul Mukminin?” Dia menjawab; “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan seperti yang aku lakukan, kemudian beliau tertawa, sehingga aku bertanya kepada beliau; “Wahai Rasulullah apa yang membuat engkau tertawa?” Beliau menjawab: “Allah kagum dengan hamba-Nya yang apabila berdoa dia mengucapkan; “Ya Allah ampunilah aku, ” dan Allah berfirman: “HambaKu tahu bahwa tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain aku.”

 

Musnad Ahmad 715: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah bercerita kami Hammad Bin Salamah dari Ya’la Bin ‘Atho’ dari Abdullah Bin Yasar bahwa ‘Amru Bin Huraits menjenguk Hasan Bin Ali kemudian Ali berkata kepadanya; “Apakah kamu menjenguk Hasan sementara dalam hatimu ada sesuatu?” Maka ‘Amru menjawab; “Sesunguhnya kamu bukanlah Rabbku sehingga bisa membolak balikkan hatiku menurut kehendakmu, ” Ali berkata lagi; “Adapun hal itu tidak menghalangi kami dari menyampaikan nasihat kepadamu, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim mengunjungi saudaranya kecuali Allah akan mengutus kepadanya tujuh puluh ribu Malaikat yang memohonkan kesejahteraan untuknya pada setiap waktu di siang hari sampai datang waktu sore, dan pada setiap waktu malam sampai datang waktu subuh.” ‘Amru berkata kepadanya; “Apa yang kamu katakan kepada orang yang berjalan mengiringi jenazah di depan atau belakangnya?” Maka Ali berkata; “Sesungguhnya keutamaan orang yang berjalan di belakangnya atas orang yang berjalan di depannya seperti keutamaan orang yang Shalat berjamaah dengan orang yang Shalat sendirian.” ‘Amru berkata; “Sesungguhnya aku melihat Abu Bakar dan Umar keduanya berjalan di depan jenazah, ” Ali berkata; “Sesungguhnya keduanya tidak suka mengganggu orang lain.”

 

Musnad Ahmad 716: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdul Malik Bin Maisarah dari Zaid Bin Wahab dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku sejenis mantel yang terbuat dari sutera, kemudian aku keluar dengan mengenakannya, namun aku melihat kemarahan di wajah beliau, ” Ali berkata; “Maka baju itu kubagikan kepada para saudara-saudara perempuanku.”

 

Musnad Ahmad 717: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dia berkata; telah berkata Abdullah Bin Syaqiq bahwa Utsman melarang melakukan tamattu’, sedangkan Ali memerintahkannya, maka Utsman berkata kepada Ali; “Sesungguhnya kamu begini dan begini”, lalu Ali berkata; “Bukankah kamu telah mengetahui bahwa kita pernah melakukan tamattu’ bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Lalu Utsman menjawab; “Benar, akan tetapi ketika itu kita dalam keadaan takut melakukannya.”

 

Musnad Ahmad 718: Telah menceritakan kepada kami Mu’adz Bin Hisyam Telah menceritakan kepadaku bapakku dari Qatadah dari Abu Harb Bin Abul Aswad dari Abu Aswad Ad Dili dari Ali Bin Abu Thalib, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang (air kencing) bayi yang masih menyusu: “Air kencing bayi laki-laki cukup diperciki air sedangkan air kencing bayi perempuan dengan di cuci.” Qatadah berkata; “Ini dilakukan apabila kedunya (bayi laki-laki dan perempuan) belum memakan makanan (selain asi), dan apabila sudah memakan makanan maka keduanya harus di cuci.”

 

Musnad Ahmad 719: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Manshur dari Rib’i Bin Hirasy dari Ali, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Seorang hamba tidak dikatakan beriman sehingga dia beriman kepada empat hal; sehingga bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah yang diutus dengan membawa kebenaran, beriman kepada hari kebangkitan setelah kematian dan beriman dengan taqdir.”

 

Musnad Ahmad 720: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dia berkata; aku mendengar Najiyah Bin Ka’ab bercerita dari Ali, bahwa dia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata; “Sesungguhnya Abu Thalib telah meninggal, ” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Ali; “Pergilah dan kebumikan dia.” Ali menjawab; “Dia meninggal dalam keadaan Musyrik.” Nabi berkata; “Pergilah dan kebumikan dia.” Setelah aku mengebumikannya aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu beliau bersabda kepadaku: “Mandilah.”

 

Musnad Ahmad 721: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Sa’id yaitu Ibnu Abi ‘Arubah dari Al Hakam Bin ‘Utaibah dari Abdurrahman Bin Abu Laila dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku untuk menjual dua budak laki-laki bersaudara, maka aku menjual keduanya dan aku pisahkan keduanya, kemudian hal itu aku sampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Nabi bersabda: “Temukan dan kembalikan keduanya, dan janganlah kamu menjual keduanya kecuali kedua-duanya secara bersama (tidak dipisah).”

 

Musnad Ahmad 722: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Bin Mahdi Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari ‘Ashim Bin Dlamrah dari Ali, dia berkata; “Witir tidaklah wajib seperti halnya Shalat (wajib), akan tetapi sunnah yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 723: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Sufyan dan Syu’bah serta Israil dari Abu Ishaq dari Hubairah dari Ali, dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membangunkan keluarganya pada sepuluh terakhir malam Ramadlan.”

 

Musnad Ahmad 724: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Abdullah Ibnu Muhammad Bin ‘Aqil dari Muhammad Bin Ali bahwa dia mendengar Ali Bin Abu Thalib berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diberi sesuatu yang tidak diberikan kepada seorangpun dari para Nabi”, maka kami bertanya; “Wahai Rasulullah apakah itu?” beliau menjawab: “Aku ditolong dari ketakutan, aku diberi kunci-kunci dunia, aku diberi nama Ahmad, debu dijadikan pensuci untukku dan ummatku dijadikan sebaik baik ummat.”

 

Musnad Ahmad 725: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan Shalat witir ketika adzan akan berkumandang dan melaksanakan Shalat sunnah dua rakaat fajar ketika iqamat akan ditegakkan.”

 

Musnad Ahmad 726: Telah menceritakan kepada kami Abu An Nadlar Telah menceritakan kepada kami Al Asyja’i dari Syaiban dari Jabir dari Abdullah Bin Nujai dari Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Ali berkata; “Kami membicarakan tentang Dajjal di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sementara beliau sedang tidur, kemudian beliau terbangun dengan wajah merah seraya bersabda: “Yang lain dari itu lebih aku khawatirkan atas kalian, ” kemudian beliau menyebutkan suatu kalimat.

 

Musnad Ahmad 727: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Syarik dari Utsman Bin Abu Zur’ah dari Salim Bin Abu Al Ja’d dari Ali Bin ‘Alqamah dari Ali, dia berkata; Rasulullah diberi hadiah seekor baghal jantan atau betina, maka aku bertanya; “Apa ini?” Beliau menjawab: “Baghal jantan atau betina.” Aku bertanya; “Dari apa dia?” Beliau menjawab: ” (Baghal lahir) atas perkawainan silang antara keledai dan kuda, maka lahirlah diantara keduanya binatang ini.” Aku bertanya; “Apakah bisa kita kawinkan antara fulan atas fulanah?” Beliau menjawab; “Yang melakukan demikian itu hanya orang-orang yang tidak mengetahui.”

 

Musnad Ahmad 728: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak dari Yahya Bin Ayyub dari Ubaidullah Bin Zahr dari Ali bin Yazid dari Al Qosim dari Abu Umamah dari Ali, dia berkata; “Aku meminta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apabila beliau sedang shalat beliau bertasbih dan apabila tidak shalat beliau mengizinkan.”

 

Musnad Ahmad 729: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam dari Sufyan Bin Sa’id dari Abdurrahman Bin Al Harits dari Zaid Bin Ali dari bapaknya dari Ubaidullah Bin Abu Rafi’ dari Ali, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke manhar (tempat pemotongan hewan) di Mina kemudian bersabda: “Ini adalah manhar dan semua daerah Mina adalah manhar.”

 

Musnad Ahmad 730: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Hani` Bin Hani` dari Ali, dia berkata; ketika Hasan lahir aku memberinya nama Harb, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan bersabda: “Perlihatkan anakku kepadaku, apa nama yang kalian berikan kepadanya?” Aku menjawab; “Harb.” Beliau menjawab: “Tapi dia adalah Hasan.” Maka ketika lahir Husain aku memberinya nama “Harb, ” kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan bersabda: “Perlihatkan kepadaku anakku, apa nama yang kalian berikan kepadanya?” Aku menjawab; “Harb.” Beliau menjawab: “Tapi dia adalah Husain, ” kemudian ketika lahir yang ketiga aku memberinya nama; “Harb, ” lalu datang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Perlihatkan kepadaku anakku, apa nama yang kalin berikan kepadanya?” Aku menjawab; “Harb, ” lalu beliau menjawab: “Tapi dia adalah Muhassin.” Kemudian beliau bersabda: “Aku memberikan nama kepada mereka dengan nama anak-anak Harun; syabbar, syabiir dan musyabbir.”

 

Musnad Ahmad 731: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Hani` Bin Hani` dan Hubairah Bin Yarim dari Ali, dia berkata; ketika kami keluar dari Makkah, putri Hamzah mengikuti kami dan memanggil; “Wahai pamanku wahai pamanku!” Maka aku memegang tangannya dan aku berikan kepada Fatimah dan aku katakan; “Jagalah anak perempuan pamanmu.” Ketika sampai di Madinah kami berselisih tentang anak perempuan tersebut antara aku, Ja’far dan Zaid Bin haritsah. Ja’far berkata; “Dia putri pamanku dan bibinya ada bersama kami, ” yaitu Asma’ Binti Umais, Zaid berkata; “Dia putri saudaraku sekandung.” Kemudian aku berkata; “Dia aku ambil dan dia adalah anak perempuan pamanku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Adapun kamu wahai Ja’far, mirip dengan rupaku dan akhlaqku, sedangkan kamu wahai Ali maka kamu adalah dariku dan aku darimu, adapun kamu wahai Zaid, kamu adalah saudara kami dan mantan budak kami, maka anak perempuan adalah bersama bibi dari bapaknya, karena bibi dari bapak seperti ibu.” Aku bertanya; “Wahai Rasulullah, bisakah anda menikahinya?” Beliau menjawab; “Dia adalah anak perempuan saudaraku sepersusuan.”

 

Musnad Ahmad 732: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Al Khalil dari Ali, dia berkata; aku mendengar seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik, maka aku berkata; “Apakah boleh seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik?” Kemudian dia menjawab; “Bukankah Ibrahim memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya?” Maka aku ceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga turunlah ayat; (Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan kepada (Allah) bagi orang-orang musyrik), sampai ayat; (Maka Ibrahim berlepas diri darinya.) (Q S At Taubah: 113-114) ” Dia berkata; “Ketika meninggal.” Aku tidak tahu apakah Sufyan yang mengatakannya atau Israil, atau lafadz ini termasuk kedalam hadits: “Ketika meninggal.”

 

Musnad Ahmad 733: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Musa Bin Ayyub Telah menceritakan kepadaku pamanku Iyas Bin Amir Aku mendengar Ali Bin Abu Thalib berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat malam, sementara Aisyah berbaring diantara beliau dan Qiblat.”

 

Musnad Ahmad 734: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj dan Abu Nu’aim keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Fithr dari Al Qasim Bin Abu Bazzah dari Abu Ath Thufail, Hajjaj berkata; aku mendengar Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya kehidupan dunia tidak tersisa lagi kecuali hanya tinggal sehari, niscaya Allah ‘azza wajalla akan mengutus seorang lelaki yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezhaliman.” Dalam kesempatan lain Abu Nu’aim berkata; “Seorang lelaki dari kita” Abu Nu’aim berkata; dan sesekali aku mendengar dia menyebutkannya dari Habib dari Abu Thufail dari Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Musnad Ahmad 735: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj Telah menceritakan kepadaku Israil dari Abu Ishaq dari Hani` Bin Hani` dari Ali, dia berkata; “Hasan adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari bagian dada sampai kepala, sedangkan Husain adalah orang yang paling mirip dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari bagian yang lebih bawah dari itu.”

 

Musnad Ahmad 736: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj, dia berkata Yunus Bin Abu Ishaq telah mengabarkan kepadaku dari Abu Ishaq dari Abu Juhaifah dari Ali, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berbuat dosa di dunia kemudian disiksa akibat dosanya, maka Allah adalah maha adil dari hendak mellipatgandakan siksanya kepada hamba-Nya. dan barangsiapa berbuat dosa di dunia kemudian Allah menutupi kesalahannya serta memaafkannya, maka Allah adalah maha pemurah dari hendak kembali kepada sesuatu yang telah di maafkan-Nya.”

 

Musnad Ahmad 737: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mantan budak Bani Hasyim Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Salamah Ibnu Kuhail dia berkata; aku mendengar bapakku bercerita dari Habbah Al ‘Urani dia berkata; aku melihat Ali tertawa di atas mimbar yang sebelumnya tidak pernah aku melihatnya tertawa sebanyak itu, sampai tampak gigi gerahamnya, kemudian dia berkata; “Aku teringat perkataan Abu Thalib ketika dia muncul di hadapan kami yang sedang shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di tengah kebun kurma, kemudian dia bertanya; “Apa yang kalian berdua lakukan wahai anak saudaraku?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajaknya untuk memeluk Islam, dia menjawab; “Yang kalian berdua lakukan tidak ada buruknya, ” atau; “Apa yang kalian berdua katakan tidak ada buruknya, akan tetapi demi Allah, duburku tidak bisa lebih tinggi dari aku selamanya.” Maka Ali tertawa keheranan dengan perkataan bapaknya, kemudian dia berkata tiga kali; “Ya Allah aku tidak mengetahui bahwa ada hamba-Mu dari Ummat ini yang menyembahMu sebelum aku selain Nabi-Mu” -dia mengucapkan tiga kali-, aku telah menjalankan shalat sebelum orang-orang menjalankan shalat tujuh kali.”

 

Musnad Ahmad 738: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, dia berkata; aku temukan hadits ini ada dalam kitab bapakku, dan sejauh pengetahuanku -insya`allah- bahwa aku telah mendengarnya dari beliau, Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mantan budak Bani Hasyim Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Lahi’ah Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Hubairah dari Abdullah Bin Zurair Al Ghafiqi dari Ali Bin Abu Thalib dia berkata; pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat bersama kami, kemudian beliau keluar (dari shalat), lalu beliau kembali dengan kepala meneteskan (air) dan melanjutkan shalatnya bersama kami, kemudian bersabda: “Sesungguhnya aku tadi shalat bersama kalian dalam keadaan junub, barangsiapa mengalami seperti aku atau perutnya mengeluarkan angin (kentut), maka lakukanlah seperti yang aku lakukan.”

 

Musnad Ahmad 739: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ibnu Abu Laila dari Al minhal dari Abdurrahman Bin Abu Laila dia berkata; “Bapakku bergadang dengan Ali, dan Ali selalu mengenakan pakaian musim panas di musim dingin dan mengenakan pakaian dingin di musim panas, kemudian dikatakan kepadanya; “Coba tanyakan padanya, ” maka ditanyalah Ali dan dia menjawab; sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku ketika kedua mataku sakit pada saat perang Khaibar, maka aku berkata; “Wahai Rasulullah sesungguhnya kedua mataku sakit.” Maka beliau meludahi kedua mataku sambil berdoa: “Ya Allah hilangkan darinya panas dan dingin.” Maka sejak saat itu aku tidak merasa kepanasan atau kedinginan, kemudian Rasulullah berkata; “Sungguh aku akan berikan bendera kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan diapun dicintai Allah dan Rasul-Nya, dia bukan orang yang lari (dari medan perang).” Maka para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berebut untuk mendapatkan kehormatan itu dan ternyata bendera itu diberikan kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 740: Telah menceritakan kepada kami Waki’ Telah menceritakan kepada kami Sufyan, Abu Ishaq berkata; dari Hani` Bin Hani` dari Ali, dia berkata; ketika aku sedang duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, datanglah Ammar untuk meminta izin, maka Nabi bersabda: “Izinkanlah dia, selamat datang kepada Ath Thaiyib Al Muthayyab (orang yang baik lagi dibaiki).”

 

Musnad Ahmad 741: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mantan budak Bani Hasyim Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dan yang lainnya, dari Al Qasim Bin Mukhaimirah dari Syuraih Bin Hani` dia berkata; aku bertanya kepada Aisyah tentang mengusap kedua khuf, maka dia menjawab; “Tanyakan kepada Ali.” Ketika aku tanyakan kepadanya, dia menjawab; “Tiga hari tiga malam yaitu untuk musafir dan satu hari satu malam untuk orang yang mukim.”

 

Musnad Ahmad 742: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Asyja’i Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Sufyan dari ‘Abdah Bin Abu lubabah dari Al Qasim Bin Mukhaimirah dari Syuraih Bin Hani` dia berkata; ” Ali memerintahkan aku untuk mengusap kedua khuf.”

 

Musnad Ahmad 743: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Bin Al Qasim Telah menceritakan kepada kami Syarik dari Mukhariq dari Thariq Bin Syihab dia berkata; aku melihat Ali berkata di atas mimbar; “Demi Allah, kami tidak memiliki kitab yang dapat kami bacakan kepada kalian kecuali kitabullah Ta’la, dan shahifah ini yang tergantung dengan pedangnya yang aku ambil dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di dalamnya terdapat ketentuan pembagian zakat, dia tergantung dengan pedang miliknya, perhiasannya terbuat dari besi, ” atau dia berkata; “Gantungannya dari besi, ” yaitu lingkarannya.

 

Musnad Ahmad 744: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Ibnu Al Mughirah dari Ali Bin Zaid, dia berkata; telah berkata Abdullah Bin Harits Bin Naufal Al Hasyimi; “Bapakku Al Harits adalah pengurus salah urusan penduduk Makkah pada zaman Utsman, kemudian Utsman mendatanginya di Makkah, ” Abdullah Bin Harits berkata; aku menemui Utsman di tempat penginapan di Qudaid. Maka penduduk setempat menangkap burung puyuh, kemudian kami memasaknya dengan air dan garam dan kami jadikan sebagai campuran bubur daging, lalu kami sajikan kepada Utsman dan para sahabatnya, namun mereka menolak memakannya, Utsman berkata; “Ini buruan tetapi bukan aku yang memburunya dan aku pun tidak memerintahkan untuk memburunya, buruan ini hasil buruan suatu kaum yang halal (tidak dalam keadaan ihram), kemudian mereka menyajikannya kepada kita, dan ini tidak apa apa.” Kemudian Utsman bertanya; “Siapa yang berpendapat dalam masalah ini?” Mereka menjawab; “Ali.” Maka diutuslah (seseorang) untuk menjemput Ali, dan Ali datang. Abdullah Bin Harits berkata; seakan-akan aku melihat Ali ketika datang dengan mengibas-ibaskan sisa makanan ternak dari kedua telapak tangannya, maka berkatalah Utsman kepadanya; “Hasil buruan yang kami tidak memburunya dan tidak juga memerintahkan untuk memburunya, akan tetapi hasil buruan suatu kaum yang halal (tidak sedang ihram) kemudian mereka suguhkan kepada kami, maka ini tidak apa-apa.” Abdullah Bin Harits berkata; maka Ali marah dan berkata; “Aku bersumpah kepada Allah terhadap seseorang yang melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diberi kaki keledai liar, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kami adalah kaum yang sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makanan kepada penduduk yang halal (yang tidak ihram).” Abdullah berkata; maka bersaksilah dua belas orang dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. kemudian Ali Berkata; “Aku mempersaksikan kepada Allah terhadap seseorang yang melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diberi telur burung unta, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kami adalah kaum yang sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makanan kepada penduduk yang halal (yang tidak ihram).” Abdullah berkata; “Maka bersaksi selain mereka sebanyak dua belas orang.” Abdullah Bin Harits berkata; “Kemudian Utsman membalikkan bokongnya dari makanan dan masuk kedalam kendaraannya, dan makanan itu disantap oleh penduduk setempat.”

 

Musnad Ahmad 745: Telah menceritakan kepada kami Hudbah Bin Khalid Telah menceritakan kepada kami Hammam Telah menceritakan kepada kami Ali Bin Zaid dari Abdullah Bin Al Harits; bahwa bapaknya melayani makanan untuk Utsman, dia berkata; “Sepertinya aku melihat daging burung di sekitar piring makan, kemudian datanglah seorang lelaki dan berkata; “Sesungguhnya Ali tidak suka ini.” Maka Utsman mengutus (seseorang) untuk menjemput Ali yang tangannya berlumuran makanan ternak, kemudian dia berkata; “Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling banyak berselisihnya dengan kami.” Maka Ali menjawab; “Aku ingatkan kepada Allah orang-orang yang melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diberi daging bagian belakang himar liar sementara beliau sedang ihram, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya kami sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makanan kepada penduduk yang hala (tidak ihram).” Maka berdirilah beberapa orang lelaki dan bersaksi, kemudian Ali berkata lagi; “Aku ingatkan kepada Allah seorang lelaki yang melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diberi lima butir telur burung unta, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya kami sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makan kepada penduduk yang halal (tidak ihram).” Maka berdirilah beberapa orang lelaki dan bersaksi, kemudian Utsman bangkit dan masuk ke dalam kamarnya. dan akhirnya mereka meninggalkan makanan untuk penduduk setempat.

 

Musnad Ahmad 746: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Telah menceritakan kepada kami Laits Ibnu Sa’d dari Yazid Bin Abu Habib dari Abu Al Khair dari Abdullah Bin Zurair Al Ghafiqi dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi hadiah seekor baghal, maka kami bertanya; “Wahai Rasulullah sekiranya kami mengawinkan keledai dengan kuda kami, maka apakah akan melahirkan seperti ini?” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Yang melakukan demikian hanyalah orang-orang yang tidak mengerti.”

 

Musnad Ahmad 747: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Telah menceritakan kepada kami Abu Khaitsamah Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari ‘Ashim Bin Dlamrah dari Ali, dia berkata; “Sesungguhnya shalat witir bukan wajib, akan tetapi sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu ganjil dan suka kepada yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 748: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq Telah menceritakan kepadaku Abu Ishaq Bin Yasar dari Miqsam Abu Al Qasim mantan hamba sahaya Abdullah Bin Harits Bin Naufal dari tuannya yaitu Abdullah Bin Harits dia berkata; aku berangkat Umrah bersama Ali Bin Abu Thalib pada masa pemerintahan Umar atau Utsman, kemudian Ali singgah di tempat saudara perempuannya yaitu Ummu Hani` Binti Abu Thalib, setelah selesai melaksanakan Umrah dia kembali dan disiapkanlah air mandi untuknya kemudian dia mandi. Setelah selesai mandi datanglah sekelompok orang dari penduduk Iraq kepadanya, mereka berkata; “Wahai Abu Hasan, kami datang kepadamu untuk menanyakan sesuatu dan kami senang jika kamu memberitahukannya.” Ali berkata; “Aku kira Al Mughirah Bin Syu’bah menceritakan kepada kalian bahwa dia adalah orang yang paling tahu dengan janji Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam.” Mereka menjawab; “Ya benar, oleh karenanya kami datang untuk menanyakannya kepadamu.” Ali menjawab; “Orang yang paling tahu dengan janji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Qutsam Bin Al Abbas.”

 

Musnad Ahmad 749: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Ja’far Bin Sulaiman Telah menceritakan kepada kami ‘Utaibah dari Buraid Bin Ashram dia berkata; aku mendengar Ali berkata; “Salah seorang Ahli Suffah meninggal dunia dan meninggalkan uang dua dinar atau dua dirham, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua bara api, shalatilah saudara kalian.”

 

Musnad Ahmad 750: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la Ats Tsa’labi dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa sengaja berdusta dengan mimpinya, maka akan dipaksa untuk menghitung biji-biji gandum pada hari Kiamat.”

 

Musnad Ahmad 751: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Sulaiman Luwain Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Jabir dari Abdul Malik Bin Umair dari Umarah Bin Ruwaibah dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; aku mendengar dengan kedua telingaku dan aku fahami dengan hatiku dari Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam: “Manusia itu mengikuti orang-orang Quraisy, orang-orang yang sholehnya mengikuti orang-orang sholeh dari mereka dan orang yang jahat mengikuti yang jahat dari mereka.”

 

Musnad Ahmad 752: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammam Telah menceritakan kepada kami Qatadah Telah menceritakan kepada kami seorang lelaki dari Bani Sadus namanya Jurai Bin Kulaib dari Ali Bin Abu Thalib, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dari unta betina yang sobek telinga dan tanduknya. Maka aku bertanya kepada Sa’id Bin Al Musayyib, dia menjawab; “Separoh atau lebih dari itu.”

 

Musnad Ahmad 753: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Mu’adz Bin Mu’adz Telah menceritakan kepada kami Qais Bin Ar Rabi’ dari Abu Al Miqdam dari Abdurrahman Al Azraq dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepadaku ketika aku sedang tidur terlelap dalam mimpi, bahwa hasan dan Husain meminta minum, ” Ali berkata; “Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri menuju seekor kambing betina perawan milik kami, lalu beliau memerah susunya, kemudian hasan datang kepadanya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyingkirkannya, maka Fatimah bertanya; “Wahai Rasulullah sepertinya dia yang paling Engkau sukai dari keduanya?” Nabi menjawab: “Tidak, akan tetapi karena dia meminta minum sebelum dia.” Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya aku, kamu, kedua anak ini dan yang sedang tidur ini pada hari Kiamat akan dikumpulkan berada dalam satu tempat.”

 

Musnad Ahmad 754: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Sulaiman Luwain Telah menceritakan kepada kami Hudaij dari Abu Ishaq dari Abu Hudzaifah dari Ali, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku keluar ketika bulan muncul seakan-akan setengah pelupuk mata, ” kemudian beliau bersabda: “Malam itu adalah malam Lailatul Qodar.”

 

Musnad Ahmad 755: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Salamah telah mengabarkan kepada kami ‘Atho’ Bin As Sa`ib dari Zadzan bahwa Ali Bin Abu Thalib berkata; aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa meninggalkan bagian sebesar rambut dari tubuhnya tidak terkena air ketika junub, maka akan di perlakukan begini dan begini di neraka.” Ali berkata; “Oleh karenanya aku selalu mencukur rambutku.”

 

Musnad Ahmad 756: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad telah dari ‘Atho’ Bin As Sa`ib dari Zadzan bahwa Ali Bin Abu Thalib minum sambil berdiri kemudian orang-orang melihatnya seakan akan mereka mengingkarinya, maka Ali bertanya; “Ada apa kalian melihat? Jika aku minum sambil berdiri maka sungguh aku telah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minum sambil berdiri, dan jika aku minum dengan duduk maka sungguh aku telah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan duduk.”

 

Musnad Ahmad 757: Telah menceritakan kepada kami Affan dan Hasan Bin Musa keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abdullah yaitu Ibnu Muhammad Bin ‘Aqil dari Muhammad Bin Ali dari bapaknya, dia berkata; “Postur Rasulullah kepalanya besar, bola matanya besar, bulu alisnya lebat, ” dia berkata; “Matanya bagus kemerah-merahan, jenggotnya lebat, kulitnya putih bercahaya, kedua telapak tangan dan telapak kakinya kasar, apabila berjalan seakan akan berjalan di ketinggian, apabila menoleh beliau menoleh dengan seluruh badannya.”

 

Musnad Ahmad 758: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Abu Ubaidah Bin Fudlail Bin Iyadl dan berkata kepadaku; dia adalah nama dan kuniyahku; Telah menceritakan kepada kami Malik Bin Su’air yaitu Ibnu Al Khims Telah menceritakan kepada kami Furath Bin Ahnaf Telah menceritakan kepada kami bapakku dari Rib’i Bin Hirasy bahwa Ali Bin Abu Thalib berdiri ketika berkhutbah di tanah lapang, kemudian memuji dan mensucikan Allah kemudian berkata dengan kehendak Allah apa yang dia katakan, kemudian dia meminta untuk diambilkan seember air lalu berkumur-kumur dengannya, mengusap dan meminum sisa air yang ada dalam ember sambil berdiri, kemudian dia berkata; “Telah sampai kepadaku bahwa ada salah seorang dari kalian yang tidak suka minum sambil berdiri, ini adalah (tata cara) wudlunya orang yang belum berhadats dan aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan demikian.”

 

Musnad Ahmad 759: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Al Warakani Telah menceritakan kepada kami Syarik dari Mukhariq dari Thariq dia berkata; Ali berkhutbah kepada kami dan berkata; “Kami tidak memiliki sesuatu dari wahyu, ” atau dia berkata; “Kitab dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali apa yang ada dalam kitabullah dan shahifah ini yang menempel dengan pedangku, di atasnya ada pedang yang perhiasannya dari besi dan di dalamnya terdapat ketentuan pembagian zakat.”

 

Musnad Ahmad 760: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad telah memberitakan kepada kami ‘Ashim Bin Bahdalah dari Zirr Bin Hubaisy bahwa disampaikanlah (berita) kepada Ali; “Bahwa pembunuh Zubair telah ada di depan pintu, ” maka Ali berkata; “Masuklah si pembunuh anak Shafiyyah ke dalam api neraka! Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya bagi setiap Nabi itu ada hawariy (pengikut setia) dan Zubair adalah hawariku.”

 

Musnad Ahmad 761: Telah menceritakan kepada kami Affan dan Ishaq Bin Isa keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Salamah dari Al Hajjaj dari Al Hakam dari Maimun Bin Abu Syabib dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghibahkan dua budak laki-laki bersaudara kepadaku, kemudian aku menjual salah satu dari keduanya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Apa yang kamu lakukan kepada kedua budak laki-laki itu?” Aku menjawab; “Aku menjual salah satunya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kembalikan kepadanya (persatukan keduanya).”

 

Musnad Ahmad 762: Telah menceritakan kepada kami Affan dan Hasan Bin Musa keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Salamah dari Abdullah Bin Muhammad Bin ‘Aqil, Affan berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Muhammad Bin ‘Aqil dari Muhammad Bin Ali Bin Al Hanafiyah dari bapaknya; “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dikafani dengan tujuh lapis kain kafan.”

 

Musnad Ahmad 763: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Bin Al Qasim Telah menceritakan kepada kami Muhammad yaitu Ibnu Rasyid dari Abdullah Bin Muhammad Bin ‘Aqil dari Fadlalah Bin Abu Fadlalah Al Anshari, Abu Fadlalah termasuk Ahli Badar, dia berkata; “Aku keluar bersama bapakku menjenguk Ali Bin Abu Thalib yang sedang menderita sakit keras, ” Fadlalah berkata; “maka bapakaku berkata kepadanya; “Apa yang menetapkanmu di rumahmu ini, jika ajalmu tiba maka tidak ada yang menggantikanmu kecuali orang Arab dari Juhainah yang dibawa ke Madinah, dan jika ajalmu tiba, maka kamu akan digantikan oleh para sahabatmu serta mereka menshalatimu, ” maka Ali menjawab; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjanjikan kepadaku bahwa aku tidak akan meninggal sampai aku diangkat menjadi pemimpin, kemudian ini -yaitu jenggotnya- di warnai dengan darah ini -yaitu kepalanya-, kemudian dia terbunuh.” Dan Abu Fadlalah terbunuh pada saat perang Shiffin dalam barisan Ali.”

 

Musnad Ahmad 764: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Bin Al Qasim Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz yaitu Ibnu Abdullah Bin Abu Salamah dari pamannya yaitu Al Majisyun Bin Abu Salamah dari Al A’raj dari Ubaidullah Bin Abu Rafi’ dari Ali Bin Abu Thalib, bahwa apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak memulai shalat beliau bertakbir kemudian membaca: “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dalam keadaan lurus lagi berserah diri, dan aku tidak termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, dengan itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang pertama yang beriman. Ya Allah Engkau adalah raja tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Engkau rabbku dan aku hambaMu, aku telah berbuat zhalim terhadap diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah semua dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, dan tunjukilah aku kepada sebaik-baik akhlaq, karena tidak ada yang menunjukan kepada sebaik-baik akhlaq kecuali Engkau, dan hindarkan dariku keburukannya, karena tidak ada yang dapat menghindarkan dari keburukannya kecuali Engkau, aku penuhi panggilanMu dengan senang hati dan kebaikan seluruhnya di tanganMu dan keburukan bukan kembali kepada Engkau, aku bergantung kepadaMu dan kepadaMu segala keberkahan dan ketinggian, aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.” Apabila ruku’ beliau membaca: ” Ya Allah kepadaMu aku ruku’ kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku dan ototku khusu’.” apabila mengangkat kepalanya beliau membaca: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya. Wahai Rabb kami, segala puji bagiMu sepenuh langit dan bumi dan sepenuh ruang diantara keduanya, serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu setelah itu.” Apabila sujud beliau membaca: “Ya Allah kepadaMu aku bersujud, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya kemudian memperindah bentuknya, maka terbuka pendengaran dan penglihatannya.” Apabila selesai dari shalat dan salam beliau membaca: ” Ya Allah ampunilah dosa dosaku yang terdahulu maupun yang akan datang, yang aku sembunyikan ataupun yang aku tampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, dan dosa dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku, Engkaulah yang paling awal dan paling terakhir, tidak ada tuhan kecuali Engkau.” Abdullah berkata; telah sampai kepada kami dari Ishaq Bin Rahuyah dari Nadlar Bin Syumail bahwa ia berkata dalam hadits ini; “Dan keburukan bukan kembali kepada Engkau.” Dalam riwayat lain; “Tidak bertaqarrub kepada Engkau dengan keburukan.” Telah menceritakan kepada kami Hujain telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz dari pamannya Majisyun Bin Abi Salamah dari Abdurrahman Al A’raj dari Ubaidullah Bin Abi Rafi’ dari Ali Bin Abu Thalib, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa apabila memulai shalat beliau bertakbir kemudian membaca: “Aku hadapkan wajahku, ” kemudian menyebutkan seperti sebelumnya akan tetapi ia membaca: “Dan hindarkanlah keburukannya dariku.” Telah menceritakan kepada kami Hujain, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz dari Abdullah Bin Fadlal Hasyimi dari Al A’raj dari Ubaidullah Bin Abi Rafi’ dari Ali Bin Abu Thalib, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan semisalnya.”

 

Musnad Ahmad 765: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub Bin Ibrahim Telah menceritakan kepada kami anak saudara sekandungku yaitu Ibnu Syihab dari pamannya telah mengabarkan kepadaku Abu Ubaid mantan budak Abdurrahman Bin Azhar, bahwa dia mendengar Ali Bin Abu Thalib berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim memasuki waktu pagi di rumahnya setelah lewat dari tiga hari sisa daging kurbannya.”

 

Musnad Ahmad 766: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Bin Abu Al Abbas Telah menceritakan kepada kami Al Hasan Bin Yazid Al Asham dia berkata; aku mendengar As Suddi Isma’il menyebutkannya dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali, dia berkata; katika Abu Thalib meninggal dunia, aku datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian aku berkata; “Sesungguhnya pamanmu yang sudah tua telah meninggal.” Beliau menjawab; “Pergilah dan makamkan dia kemudian jangan kamu berbicara sedikitpun sampai kamu datang kepadaku.” Maka aku memakamkannya dan aku datang kepada Nabi, kemudian beliau bersabda; “Mandilah kemudian jangan kamu berbicara sedikitpun sampai kamu datang kepadaku.” Maka aku mandi dan datang kepadanya, kemudian beliau mendo’akanku dengan doa yang lebih aku senangi ketimbang aku memiliki unta merah dan unta hitam.” Abu Abdurrahman berkata; “Maka Ali apabila selesai memandikan mayit diapun mandi.”

 

Musnad Ahmad 767: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Al Warakani pada tahun ke dua ratus dua puluh tujuh, Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Aqil yaitu Yahya Bin Al Mutawakkil. Dan Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Sulaiman Luwain pada tahun ke dua ratus empat puluh, Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Aqil yaitu Yahya Bin Al Mutawakkil dari Katsir An Nawwa’ dari Ibrahim Bin Hasan Bin Hasan Bin Ali Bin Abu Thalib dari bapaknya dari kakeknya dia berkata; Ali Bin Abu Thalib berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang dinamakan Rafidlah mereka menolak Islam.”

 

Musnad Ahmad 768: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Abu Kuraib Muhammad Bin Al ‘Ala` Telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Mubarak dari yahya Bin Ayyub dari Ubaidullah Bin Zahr dari Ali Bin Yazid dari Al Qasim dari Abu Umamah, dia berkata; Ali berkata; “Aku datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian meminta izin, maka apabila beliau sedang dalam keadaan shalat beliau bertasbih dan apabila tidak dalam keadaan shalat beliau mengizinkan aku.”

 

Musnad Ahmad 769: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Abdul A’la Bin Hammad Telah menceritakan kepada kami Daud Bin Abdurrahman Al ‘Aththar Telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Maslamah Ar Razi dari Abu ‘Amru Al Bajali dari Abdul Malik Bin Sufyan Ats Tsaqafi dari Abu Ja’far Muhammad Bin Ali dari Muhammad Bin Al Hanafiyah dari bapaknya dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai hamba yang terfitnah lagi gemar bertaubat.”

 

Musnad Ahmad 770: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Ja’far Al Warakani telah memberitakan kepada kami Abu Syihab Al Hannath Abdurrabbih Bin Nafi’ dari Al Hajjaj Bin Arthah dari Abu Ya’la dari Muhammad Bin Al Hanafiyah dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Ketika persoalan madzi memberatkanku, maka aku meminta kepada Miqdad untuk menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau bersabda: “Dalam hal ini harus berwudlu.” (Ali) malu karena ada Fatimah.

 

Musnad Ahmad 771: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Zaid Telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abdullah Bin Muhammad Bin Ali dari Ali, bahwa pada saat perang Khaibar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang nikah Mut’ah dan daging keledai.”

 

Musnad Ahmad 772: Telah menceritakan kepada kami Yunus Telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Salamah dari ‘Ashim dari Zirr bahwa disampaikan (berita) kepada Ali, bahwa si pembunuh Zubair telah ada di depan pintu, maka Ali berkata; “Masuklah si pembunuh anak Shafiyyah ke dalam api neraka! Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagi setiap Nabi itu ada hawari (pengikut setia) dan hawariku adalah Zubair Bin Al Awwam.”

 

Musnad Ahmad 773: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Salamah telah mengabarkan kepada kami Ali Bin Zaid dari Abdullah Bin Al Harits Bin Naufal bahwa Usman Bin Affan singgah di Qudaid, kemudian diberi daging burung puyuh lengkap dengan kakinya dalam sebuah piring, kemudian dikirimkan kepada Ali sementara dia sedang memberi makan untanya, Ali datang dalam keadaan makanan unta berjatuhan dari kedua tangannya, maka Ali menahan (tidak memakannya) dan orang-orangpun ikut menahan, kemudian Ali berkata; “Siapa diantara kalian di sini yang dari kabilah Asyja’? Apakah kalian tahu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan seorang arab badui dengan membawa beberapa butir telor burung unta dan daging dendeng binatang liar kemudian beliau bersabda: “Berikanlah makanan tersebut kepada keluargamu karena kami sedang dalam keadaan ihram.” Mereka menjawab; “Ya, ” maka Utsman duduk tawaruk (memancangkan kaki kanan dan meletakkan kaki kiri di bawah pantat) di tempat duduknya sambil berkata; “Kamu telah berbuat buruk kepada kami.”

 

Musnad Ahmad 774: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepadaku Ali Bin Mudrik dia berkata; aku mendengar Abu Zur’ah Bin ‘Amru Bin Jarir bercerita dari Abdullah Bin Nujai dari bapaknya dari Ali, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Malaikat tidak akan masuk kedalam rumah yang ada anjing dan gambar.”

 

Musnad Ahmad 775: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepada kami Abu Ishaq aku mendengar Hubairah berkata; aku mendengar Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang atau melarangku memakai cincin dari emas, kain dari sutra dan penutup pelana dari sutra.”

 

Musnad Ahmad 776: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Khalid yaitu Ath Thahhan Telah menceritakan kepada kami Mutharrif dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang mengeraskan suaranya dalam membaca Al Qur’an sebelum waktu isya dan setelahnya karena dapat mengganggu saudaranya yang shalat.”

 

Musnad Ahmad 777: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Wuhaib Telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Ikrimah dari Ali Bin Abu Thalib, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Budak mukatab di tebus berdasarkan perjanjiannya.”

 

Musnad Ahmad 778: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad Telah menceritakan kepada kami ‘Atho’ Bin As Sa`ib dari bapaknya dari Ali, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahkan Fatimah, beliau mengirim untuknya kain beludru, bantal dari kulit yang disamak yang isinya dari sabut, dua penggilingan, bejana dari kulit dan dua kendi.

 

Musnad Ahmad 779: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad Bin Salamah telah memberitakan kepada kami Al Hajjaj dari Al Hasan Bin Sa’d dari bapaknya bahwa Yohannas dan Shafiyyah keduanya adalah tawanan Khumus (hasil perang yang lima persennya untuk Allah dan RasulNya), kemudian Shafiyyah berzina dengan seorang lelaki dari tawanan khumus juga dan melahirkan seorang anak, kemudian laki-laki pezina dan Yohannas saling mengaku sehingga mereka berselisih di hadapan Utsman, kemudian Utsman membawanya kepada Ali Bin Abu Thalib, maka Ali berkata; “Aku putuskan perkara keduanya dengan keputusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa anak itu menjadi milik yang punya tempat tidur (suami) dan orang yang berzina baginya batu, ” kemudian dia menjilid keduanya lima puluh kali lima puluh kali.”

 

Musnad Ahmad 780: Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Ghailan Telah menceritakan kepada kami Al Mufadlal Bin Fadlalah Telah menceritakan kepadaku Yazid Bin Abdullah dari Abdullah Bin Abu Salamah dari ‘Amru Bin Sulaim Az Zuraki dari ibunya dia berkata; ketika kami berada di Mina, tiba tiba ada orang yang bersuara keras; “Ketahuilah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian puasa karena hari ini adalah hari makan dan minum.” ibu ‘Amru berkata; “Maka aku angkat tali tenda dan ternyata orang yang berteriak adalah Ali Bin Abu Thalib.”

 

Musnad Ahmad 781: Telah menceritakan kepada kami Sa’id Bin Manshur Telah menceritakan kepada kami Isma’il Bin Zakaria dari Hajjaj Bin Dinar dari Al Hakam dari Hujaiyah Bin ‘Adi dari Ali bahwa Al Abbas Bin Abdul Muththalib bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang menyegerakan pembayaran zakatnya sebelum tiba waktunya, maka Nabi memberinya keringanan (membolehkannya).

 

Musnad Ahmad 782: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Ahmad Bin Isa Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Wahab telah mengabarkan kepadaku Makhramah Bin Bukair dari bapaknya dari Sulaiman Bin Yasar dari Ibnu Abbas dia berkata; Ali Bin Abu Thalib berkata; “Aku mengutus Miqdad Bin Al Aswad kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dia menanyakan tentang Madzi yang keluar dari seseorang bagaimana membersihkannya? Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Berwudlulah dan basuh kemaluanmu dengan air.”

 

Musnad Ahmad 783: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah Bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Laits Bin Sa’d dari Ibnu Al Had dari Abdullah Bin Abu Salamah dari ‘Amru Bin Sulaim Az Zuraqi dari Ibunya bahwa dia berkata; ketika kami sedang berada di Mina, tiba tiba Ali Bin Abu Thalib berada di atas unta dan berkata; sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesunggunya hari ini adalah hari makan dan minum maka janganlah seorangpun berpuasa.” Maka orang-orang mengikutinya.

 

Musnad Ahmad 784: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dia berkata; telah memberitakan kepadaku Abu Ishaq tidak hanya sekali, dia berkata; aku mendengar Ashim Bin Dlamrah dari Ali, dia berkata; “Pada setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir baik di awalnya, pertengahannya atau di akhirnya, dan beliau selesai dari witirnya di akhir malam.”

 

Musnad Ahmad 785: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dia berkata; telah memberitakan kepadaku Salamah Bin Kuhail, dia berkata; aku mendengar Hujaiyah Bin ‘Adi salah seorang dari Kindah berkata; aku mendengar salah seorang lelaki bertanya kepada Ali; “Aku membeli sapi ini untuk kurban?”, Ali berkata; “Untuk tujuh orang.” Dia berkata; “Bagaimana dengan tanduknya?” Ali menjawab; “Tidak apa-apa.” Dia bertanya; “Bagaimana kalau pincang?” Dia menjawab; “Jika sudah sampai tempat pemotongan maka sembelihlah.” Kemudian Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan kami untuk meneliti mata dan telinga (hewan qurban) ”

 

Musnad Ahmad 786: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah Telah menceritakan kepada kami Hushain Telah menceritakan kepadaku Sa’d Bin Ubaidah dia berkata; “Terjadi perselisihan antara Abu Abdurrahman As Sulami dan Hibban Bin Atiyyah, Abu Abdurrahman berkata kepada Hibban; “Aku sudah tahu apa yang membuat temanmu berani yaitu Ali, dia berkata; “Apa itu, semoga kamu kehilangan bapakmu?” Dia berkata; “Perkataan yang aku dengar dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus aku, Zubair serta Abu martsad, dan kami semua menunggang kuda, beliau berkata; “Berjalanlah kalian hingga sampai di Raudlah khakh, sesungguhnya di sana ada seorang wanita yang membawa surat dari Hatib Bin Abi Balta’ah untuk orang-orang musyrik, kemudian bawa surat itu kepadaku, ” maka kami berjalan dengan kuda-kuda kami hingga kami menjumpai wanita itu sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa wanita itu berjalan dengan untanya, Hatib telah menulis untuk orang-orang musyrik tentang keberangkatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kami katakan kepadanya (wanita); “Di mana surat yang ada pada kamu?” Dia menjawab; “Saya tidak membawa surat.” Kemudian kami menderumkan untanya dan menggeledah di kendaraannya, akan tetapi tidak menemukannya sama sekali, maka kedua sahabatku berkata; “Kita tidak melihat ada surat, ” maka aku menjawab; “Kamu berdua telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mungkin berdusta, ” kemudian aku bersumpah; “Demi Dzat yang aku bersumpah dengan-Nya, jika kamu tidak mau mengeluarkan suratnya maka kami akan membuka pakaianmu!” Maka dia menggapai sabuknya -dia bersabuk dengan sebuah kain- kemudian mengeluarkan surat itu, kemudian mereka membawa surat itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Yya Rasulullah Hatib telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya, izinkan saya memenggal kepalanya.” Nabi bertanya; “Wahai Hatib apa yang menyebabkanmu berbuat demikian?” Hatib menjawab; “Wahai Rasulullah, demi Allah, aku bukan tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, akan tetapi aku ingin mempunyai tangan ditengah-tengah kaum, yang dengannya Allah membela keluarga dan hartaku, sementara tidak seorangpun dari sahabatmu di sana melainkan ada kaum yang dengannya Allah membela keluarga dan hartanya.” Beliau menjawab; “Kamu benar, maka kalian jangan berkata kepadanya kecuali yang baik.” Kemudian Umar berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman, izinkan saya memenggal lehernya.” Nabi menjawab; “Bukankah dia termasuk Ahli badar, siapa tahu Allah telah melihat mereka dan berfirman; ‘Lakukan apa yang kalian kehendaki sesungguhnya kalian telah di jamin syurga.” Maka berlinanglah kedua mata Umar sambil berkata; “Allah dan Rasul-Nya maha tahu.”

 

Musnad Ahmad 787: Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf; berkata Abdullah dan aku mendengar dari Harun telah memberitahukan kepada kami Ibnu Wahb telah menceritakan kepadaku Sa’id Bin Abdullah Al Juhani bahwa Muhammad bin Umar bin Ali bin Abu Thallib telah menceritakannya dari bapaknya dari kakeknya yaitu Ali Bin Abu Thalib, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga hal wahai Ali jangan kamu tunda; shalat jika sudah masuk waktunya, jenazah jika sudah meninggal dan orang yang belum nikah jika sudah mampu.”

 

Musnad Ahmad 788: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Abu Daud Al Mubaraki yaitu Sulaiman Bin Muhammad tetangganya Khalaf Al Bazzar, Telah menceritakan kepada kami Abu Syihab dari Ibnu Abi Laila dari Abdul Karim dari Abdullah Bin Al Harits Bin Naufal dari Ibnu Abbas dari Ali, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku memakai cincin dari emas, pakaian berwarna merah padam dan membaca ayat ketika sedang ruku’ dan sujud.”

 

Musnad Ahmad 789: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Utsman Bin Abi Syaibah Telah menceritakan kepada kami Imran Bin Muhammad Bin Abi Laila dari bapaknya dari Abdul Karim dari Abdullah Bin Al Harits dari Ibnu Abbas dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diberi daging buruan sementara beliau sedang melaksanakan ihram, maka beliau tidak memakannya.”

 

Musnad Ahmad 790: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Muhammad Bin Ubaid Bin Muhammad Al Muharibi Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Al ‘Ajlah dari Ibnu Abi Laila dari Abdul Karim dari Abdullah Bin Al Harits dari Ibnu Abbas dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku memakai pakaian dari sutra, kain penutup pelana dari sutra, pakaian berwarna kuning, dan membaca Al Qur’an ketika sedang ruku’ dan sujud.”

 

Musnad Ahmad 791: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Abu Muhammad Sa’id Bin Muhammad Al Jarmi yang datang kepada kami dari Kufah, Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Sa’id Al Umawi dari Al A’masy dari ‘Ashim dari Zirr Bin Hubaisy. Berkata Abdullah bin Ahmad bin HAmbal; Dan Telah menceritakan kepadaku Sa’id Bin Yahya Bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami bapakku Telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari ‘Ashim dari Zirr Bin Hubaisy dia berkata; Abdullah Bin Mas’ud berkata; “Kami berdebat tentang satu surat dalam Al Qur’an, kami berkata; “Ada tiga puluh lima ayat.” Abdullah Bin Mas’ud berkata; “Maka kami pergi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kami dapati Ali sedang berbincang dengan beliau. Maka kami berkata; “Sesungguhnya kami berselisih dalam masalah bacaan, ” maka merahlah wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkatalah Ali; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kalian untuk membaca Al Qur’an sesuai dengan yang diajarkan kepada kalian.”

 

Musnad Ahmad 792: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Shalih Bin Abdullah At Tirmidzi Telah menceritakan kepada kami Hammad dari ‘Ashim. Dan telah bercerita kepda kami Ubaidullah Al Qawariri Telah menceritakan kepada kami Hammad, Al Qawariri berkata dalam haditsnya; “Telah menceritakan kepada kami ‘Ashim Bin Abu An Najud dari Zirr Bin Hubaisy dari Abu Juhaifah dia berkata; aku mendengar Ali berkata; “Aku beritahukan kepada kalian bahwa orang terbaik dari Ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, ” kemudian dia berkata; “Ketahuilah oleh kalian bahwa orang terbaik dari Ummat ini setelah Abu Bakar adalah Umar.”

 

Musnad Ahmad 793: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Abu Shalih Hadiyyah Bin Abdul Wahhab di Makkah, Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ubaid Ath Thanafusi Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Ayyub Al Bajali dari Asy Sya’bi dari Wahab As Suwa’i dia berkata; Ali Bin Abu Thalib berkhutbah di hadapan kami kemudian bertanya; “Siapakah orang yang terbaik dari ummat ini setelah Nabinya?” Maka aku menjawab; “Engkau wahai Amirul Mukminin.” Dia menjawab; “Bukan, orang terbaik dari ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar kemudian Umar, dan tidak jauh dari kami bahwa ketentraman mengatakan atas lisan Umar.”

 

Musnad Ahmad 794: Telah menceritakan kepada kami Isma’il Bin Ibrahim telah memberitakan kepada kami Manshur Bin Abdurrahman yaitu Al Ghudani Al Asyal dari Asy Sya’bi Telah menceritakan kepadaku Abu Juhaifah yang diberi nama oleh Ali dengn Wahab Al Khairi dia berkata; Ali berkata; “Wahai Abu Juhaifah, mahukah aku beritahukan kepadamu orang yang terbaik dari ummat ini setelah Nabinya?” Abu Juhaifah menjawab; “Ya, tentu.” Abu Juhaifah berkata; dan aku tidak pernah mengira jikalau ada seseorang yang lebih utama darinya (Ali), kemudian Ali berkata; “Sebaik baik ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, dan setelah Abu Bakar adalah Umar.” Kemudian setelah keduanya ada lagi orang ketiga akan tetapi dia tidak menyebut namanya.

 

Musnad Ahmad 795: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Bin Abi Syaibah Telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Abu Juhaifah dia berkata; Ali berkata; “Sebaik baik ummat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar, dan setelah Abu Bakar Umar, jika aku mau memberitahukan kepada kalian orang yang ketiga pasti aku sebutkan.”

 

Musnad Ahmad 796: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Manshur Bin Abi Muzahim Telah menceritakan kepada kami Khalid Az Zayyat Telah menceritakan kepadaku Aun Bin Abi Juhaifah dia berkata; “Bapakku adalah termasuk dari pasukan Ali, dan dia berada di bawah mimbar, kemudian bapakku bercerita kepadaku, bahwa dia naik mimbar -maksudnya Ali, – seraya memuji Allah dan mensucikannya serta bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian dia berkata; “Sebaik baik ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, dan yang kedua adalah Umar”, lalu dia berkata; “Allah Ta’ala menjadikan kebaikan menurut yang dikehendak-Nya.”

 

Musnad Ahmad 797: Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad telah memberitakan kepada kami ‘Atho’ Bin As Sa`ib dari bapaknya dari Ali, bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahkannya dengan Fatimah, beliau mengirimkan kepadanya kain beludru, bantal dari kulit yang bahan isinya serabut, dua alat penggiling, bejana dari kulit dan dua buah teko. Pada suatu hari Ali berkata kepada Fatimah; “Demi Allah, aku telah menyiram kurma sehingga dadaku terasa sakit.” Ali melanjutkan; “Dan Allah telah mendatangkan tawanan kepada bapakmu, maka pergilah kamu dan mohonlah pembantu kepadanya!” Kemudian Fatimah menjawab; “Saya juga demi Allah, telah mengaduk adonan sehingga kedua tanganku lecet.” Lalu Fatimah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau bertanya: “Apa yang membuatmu datang wahai putriku?” Fatimah menjawab; “Aku datang untuk menyampaikan salam kepadamu.” Fatimah merasa malu untuk meminta kepada beliau, kemudian dia kembali pulang, maka Ali bertanya; “Apa yang kamu lakukan?” Fatimah menjawab; “Aku malu untuk meminta kepadanya.” Maka kami berdua bersama-sama datang kepada beliau, kemudian Ali berkata; “Wahai Rasulullah, demi Allah, sungguh aku telah menyiram kurma sehingga dadaku terasa sakit”, lalu Fatimah berkata; “Sungguh aku telah mengaduk adonan sehingga kedua tanganku lecet, dan Allah telah mendatangkan kepadamu berupa tawanan dan kelapangan, maka berilah kami pembantu.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan memberi kalian berdua, sementara aku membiarkan ahli suffah dengan perut mereka kelaparan karena aku tidak mendapatkan sesuatu untuk memberi nafkah mereka, akan tetapi aku akan menjual mereka (budak tawanan) kemudian hasilnya untuk menafkahi mereka (ahli suffah).” Maka keduanya (Ali dan Fatimah) kembali pulang, namun kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi keduanya sementara keduanya sudah masuk berselimutkan beludru, apabila kepala keduanya ditutup maka kedua telapak kaki mereka terbuka, dan apabila mereka menutupi kedua telapak kaki mereka, maka kepala mereka terbuka, sehingga keduanya menjadi ribut, kemudian Nabi berkata; “Tetaplah kalian di tempat kalian berdua!” Lalu beliau berkata; “Maukah aku beritahukan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian berdua minta?” Keduanya menjawab; “Ya, tentu.” Maka beliau bersabda: “Yaitu beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku”, kemudian beliau menyebutkan; “Kalian berdua bertasbih setiap selesai shalat sebanyak sepuluh kali, bertahmid sebanyak sepuluh kali, bertakbir sebanyak sepuluh kali. Dan apabila kalian berdua hendak berbaring di tempat tidur, maka bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali dan bertakbirlah tiga puluh tiga kali.” Kemudian Ali berkata; “Demi Allah, aku tidak pernah meninggalkannya sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkannya kepadaku.” Perawi berkata; “Kemudian Ibnu Al Kawwa’ bertanya kepada Ali; ” (Tidak meninggalkannya) pada malam peristiwa perang shiffin?” Maka Ali menjawab; “Semoga Allah membinasakan kalian wahai penduduk Iraq, ya pada peristiwa perang shiffin.”

 

Musnad Ahmad 798: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah Bin Kuhail dari Asy Sya’bi bahwa Ali menyambuk Syarahah pada hari Kamis dan merajamnya pada hari Jum’at, kemudian dia berkata; “Aku menyambuknya berdasarkan kitabullah kemudian merajamnya berdasarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 799: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru Bin Murrah dari Abdullah Bin Salamah dia berkata; “Aku datang bersama dua orang menemui Ali Bin Abu Thalib, salah satunya dari kaumku dan yang satunya lagi menurutku dari Bani Asad, kemudian Ali mengutus keduanya ke suatu daerah seraya berkata; “Adapun kalian berdua adalah orang yang kuat, maka perjuangkanlah agama kalian.” Kemudian dia masuk ke wc dan membuang hajatnya, lalu dia keluar dan mengambil seciduk air dan bersuci dengannya, kemudian dia membaca Al Qur`an, Abdullah Bin Salamah berkata; sepertinya dia melihat kami mengingkarinya, kemudian dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membuang hajat kemudian beliau keluar dan membaca Al Qur`an serta makan daging bersama kami, dan tidak ada sesuatu yang menghalangi beliau dari membaca Al Qur’an selain junub.”

 

Musnad Ahmad 800: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru Bin Murrah dari Abdullah Bin Salamah dari Ali Bin Abu Thalib, dia berkata; ketika aku mengeluh (sakit) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewatiku dan aku mengatakan; “Ya Allah, apabila ajalku telah tiba, maka mudahkanlah aku, dan apabila ditangguhkan maka kuatkanlah aku, dan apabila ini adalah cobaan maka berilah aku kesabaran.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apa yang kamu katakan?” Maka Ali mengulangi apa yang dia katakan, Ali berkata; kemudian Nabi menendangku seraya berdo’a; “Ya Allah maafkanlah dia, ” atau; “Ya Allah sembuhkanlah dia.” -Syu’bah ragu- maka aku tidak pernah mengeluh sakit lagi setelah itu.

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: