Musnad Ahmad: 801-900

Musnad Ahmad 801: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah dari Abu Ishaq saya mendengar ‘Ashim bin Dlamrah menceritakan dari Ali radliallahu ‘anhu, dia berkata; “Shalat witir bukanlah wajib hukumnya, tapi itu adalah sunah, namun janganlah ditinggalkan.” Syu’bah berkata; saya mendapatinya tertulis pada kitabku, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melakukan shalat witir.

 

Musnad Ahmad 802: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Al Hasna` dari Al Hakam dari Hanasy dari Ali Radliallah ‘anhu, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepadaku agar aku memotong hewan Qurban untuknya, maka aku selalu berkorban untuknya.”

 

Musnad Ahmad 803: Telah mengabarkan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Jabir dari Asy Sya’bi dari Al Harits dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan harta riba, kedua saksinya, orang yang mentato dan orang meminta ditato agar kelihatan bagus, orang yang tidak mau membayar zakat, al muhil dan al muhallal lahu, dan beliau juga melarang meratapi mayat.”

 

Musnad Ahmad 804: Telah mengabarkan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Jabir dari Abdullah bin Nujai dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Saya menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setiap pagi. Jika beliau memberi isyarat dengan berdehem maka saya akan masuk, namun jika beliau diam maka saya tidak masuk.” Dia berkata; beliau menemuiku seraya bersabda: “Tadi malam telah terjadi sesuatu, saya mendengar suara gemerisik di rumah yang ternyata dia adalah Jibril ‘Alaihi Sallam. Maka saya bertanya: ‘Apa yang menghalangimu masuk ke dalam rumah? ‘ Dia menjawab; ‘Di dalam ada anjing’.” Beliau berkata; “Saya masuk rumah, ternyata ada anjing kecil milik Hasan yang berada di bawah satu kursi kami.” Ali Radliallah ‘anhu berkata; beliau bersabda: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada tiga; anjing, gambar atau orang yang junub.”

 

Musnad Ahmad 805: Telah mengabarkan kepada kami Musa bin Daud telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Manshur bin Al Mu’tamir dari Abu Ishaq dari Al Harits Al A’war dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya aku mengangkat pemimpin pada salah seorang dari kalangan umatku tanpa dengan musyawarah, niscaya aku akan mengangkat Ibnu umi Abd.” Yaitu Abdullah bin Mas’ud

 

Musnad Ahmad 806: Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad telah menceritakan kepada kami Rizam bin Sa’id Taimi dari Jawwab Taimi dari Yazid bin Syarik yaitu Taimi dari Ali berkata; Saya adalah orang yang mudah mengeluarkan madzi, kemudian saya tanyakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau menjawab; “Jika kau mengeluarkan (mani) maka mandilah dari janabah. Jika tidak, maka tidak perlu kamu mandi.”

 

Musnad Ahmad 807: Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Al Qasim bin Al Walid Al Hamdani telah menceritakan kepada kami Israil telah menceritakan kepada kami Ibrahim yaitu Ibnu Abdul A’la, dari Thariq bin Ziyad berkata; kami keluar bersama Ali memerangi kelompok Al Khawarij, sehingga kami dapat membunuh mereka, kemudian dia berkata; Perhatikanlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan datang suatu kaum, mereka mengatakan dengan al haq namun tidak sampai pada tenggorokan mereka, bahkan mereka keluar dari al haq sebagaimana anak panah yang melesat dari busurnya. Di antara tanda mereka adalah di kalangan mereka ada seorang yang berkulit hitam, tangannya pendek yang terdapat banyak bulu hitam. Jika itu adalah dia, maka kalian telah membunuh orang yang paling jelek, namun jika bukan, maka kalian telah membunuh orang yang terbaik.” Kami semua menangis, kemudian Ali Radliallah ‘anhu berkata; “Carilah.” Maka kami mencarinya dan kami mendapatkan si tangan pendek, maka kami tersungkur bersujud, dan begitu juga Ali tersungkur sujud, akan tetapi dia sambil berkata; “Mereka berbicara dengan kalimat yang haq.”

 

Musnad Ahmad 808: Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Israil dari Abdul A’la dari Abu Abdurrahman dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang tafsir dari: (Kamu mengganti rezki (yang Allah berikan)) beliau menafsiri dengan: “Terima kasih kalian, ” (dengan mendustakan Allah). Kalian mengatakan; ‘Kami mendapatkan hujan karena bintang ini dan itu karena rasi begini dan begitu, karena bintang ini dan itu.” Telah menceritakan kepada kami Mu`ammal telah menceritakan kepada kami Israil telah menceritakan kepada kami Abdul a’la dari Abu Abdurrahman dari Ali Radliallah ‘anhu -dengan memarfu’kannya.- (Kamu mengganti rezki (yang Allah berikan) ” Mu`ammal berkata; Saya bertanya kepada Sufyan; apakah Israil memarfu’kan hadits ini? Dia menjawab; “Anak kecil, anak kecil.”

 

Musnad Ahmad 809: Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Musa telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Syuraih bin An Nu’man, Abu Ishaq berkata; An Nu’man adalah seorang yang jujur, dia berkata; dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kami agar mengecek mata dan telinganya, agar kami tidak berkurban dengan hewan yang buta atau al muqabalah atau al mudabarah, asy syarqa` dan al kharqa`.” Zuhair berkata; saya bertanya kepada Abu Ishaq; “Apakah Ali menyebutkan unta yang telinganya robek?” Dia menjawab; “Tidak.” Saya bertanya; “Apakah yang di maksud dengan al muqabalah?” Dia menjawab; “Hewan yang terpotong ujung telinganya.” Saya bertanya lagi; “Apakah al mudabarah itu?” Dia menjawab; “Hewan yang dipotong belakang daun telinganya.” Saya bertanya; “Apakah asy syarqa` itu?” Dia menjawab; “hewan yang di belah daun telinganya.” Saya bertanya; “Apakah al kharqa` itu?” Dia menjawab; “Hewan yang telingnya di lubangi dengan membakarnya sebagai tanda.”

 

Musnad Ahmad 810: Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Musa telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Manshur bin Al Mu’tamir dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya aku mengangkat seseorang tanpa musyawarah dari kaum mukminin, niscaya aku telah mengangkat Ibnu Ummi ‘Abd.”

 

Musnad Ahmad 811: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id mantan budak Bani Hasyim dan Mu’awiyah bin ‘Amru berkata; telah menceritakan kepada kami Za`idah telah menceritakan kepada kami ‘Atha` bin As Sa`ib dari Bapaknya dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyiapkan (membekali) Fatimah berupa kain tebal, geriba, bantal dari kulit yang isinya serabut. Mu’awiyah berkata; rumput idkhir. Bapakku berkata; “Al khamilah yaitu kain yang kasar.”

 

Musnad Ahmad 812: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amru telah memberitakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Hani` bin Hani` berkata; Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Al Hasan adalah orang yang paling mirip Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari bagian dada sampai kepalanya dan Al Husain paling mirip pada bagian bawahnya.”

 

Musnad Ahmad 813: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al Ahmar dari Manshur bin Hayyan dari Abu Thufail berkata; kami berkata kepada Ali Radliallah ‘anhu; “Kabarkan kepada kami sesuatu yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan dengan rahasia kapadamu?” Dia menjawab; Beliau tidak merahasiakan sesuatu kepadaku untuk disembunyikan dari manusia, tapi aku mendengar beliau bersabda: “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kerusakan, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, dan Allah melaknat orang yang merubah batasan pemisah tanah yaitu tandanya’.”

 

Musnad Ahmad 814: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Hani` bin Hani` dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Saya adalah orang yang sering mengeluarkan madzi. Setiap kali saya mengeluarkan madzi saya mandi. Maka saya menyuruh Al Miqdad menanyakannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tersenyum dan bersabda: “Cukuplah dengan berwudlu saja.”

 

Musnad Ahmad 815: Telah menceritakan kepada kami Al Aswad yaitu Ibnu ‘Amir, telah memberitakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Hani` bin Hani` dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; saya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama Ja’far dan Zaid. Ali berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Zaid: ‘Kamu adalah budakku’ maka Zaid merasa tersanjung. Ali berkata; Beliau berkata kepada Ja’far; “Kamu mirip dengan rupa dan akhlaqku, ” maka Ja’far yang berada di belakang Zaid merasa tersanjung, Ali berkata; Beliau berkata kepadaku: “Kamu dariku dan aku darimu.” Ali berkata; “Aku yang berada di belakang Ja’far merasa tersanjung”.

 

Musnad Ahmad 816: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Asy sya’tsa` Ali bin Al Hasan bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Hayyan dari Manshur bin Hayyan berkata; saya mendengar ‘Amir bin Watsilah berkata; dikatakan kepada Ali bin Abu Thalib Radlia Allahu ‘anhu; “Kabarkan kepada kami sesuatu yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rahasiakan kapadamu?” Dia menjawab; Beliau tidak merahasiakan sesuatu kepadaku untuk ditutupi dari manusia, tapi aku mendengar beliau bersabda: “Allah melaknat orang yang mencela kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang merubah batasan pemisah tanah yaitu tandanya, dan Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kerusakan.”

 

Musnad Ahmad 817: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepadaku Abdul Hamid bin Abu Ja’far yaitu Al Farra` dari Israil dari Abu Ishaq dari Zaid bin Yutsai’ dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya; “Wahai Rasulullah, siapa orang yang ditunjuk sebagai pemimpin setelahmu?” Beliau menjawab; “Jika kalian mengangkat Abu Bakar Radli Allahu ‘anhu, maka kalian mendapati dia adalah orang yang terpercaya, zuhud terhadap dunia dan cinta pada akhirat. Jika kalian mengangkat Umar Radli Allahu ‘anhu, dia adalah orang kuat dan terpercaya, tidak takut celaan orang yang mencela. Jika kalian mengangkat Ali Radliallah ‘anhudli Allahu ‘anhu, aku tidak mengira kalau kalian melaksanakannya, dia adalah orang yang memberi petunjuk dan tempat mendapat petunjuk, dia akan membawa kalian kepada jalan yang lurus”.

 

Musnad Ahmad 818: Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Tayyah berkata; saya mendengar seorang laki-laki dari ‘Anazah menceritakan dari seseorang dari Bani Asad berkata; Ali Radliallah ‘anhu menemui kami, kemudian dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh melakukan shalat witir dan menetapkan waktu witirnya pada waktu seperti ini; Wahai Ibnu An Nabbah, kumandangkanlah adzan atau panggillah.”

 

Musnad Ahmad 819: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Tayyah telah menceritakan kepadaku seorang laki-laki dari ‘Anazah dari seorang laki-laki dari Bani Asad berkata; Ali Radliallah ‘anhu berangkat ketika penyeru menyerukan untuk shalat subuh, kemudian dia mengatakan; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kami melakukan shalat witir dan menetapkannya pada waktu seperti ini.” Lalu dia berkata; “Iqamatlah Wahai Ibnu An Nawahah”

 

Musnad Ahmad 820: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Tayyah saya mendengar Abdullah bin Abu Al Hudzail Al ‘Anazi menceritakan dari seorang lelaki dari Bani Asad berkata; Ali Radliallah ‘anhu menemui kami, ” kemudian menyebutkan seperti hadits Suwaid bin Sa’id; “Aku berada di sisi Umar Radlia Allahu ‘anhu ketika badannya sudah ditutup kain.”

 

Musnad Ahmad 821: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Ashim bin Kulaib berkata; saya mendengar Abu Burdah menceritakan dari Ali Radliallah ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang memakai cincin pada jari ini dan itu yaitu jari tengah dan jari telunjuk. Jabir Al Ju’afi berkata; yaitu jari tengah, tanpa ragu.

 

Musnad Ahmad 822: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami Israil dari Jabir dari Abdullah bin Nujai dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berkurban dengan hewan yang tanduk dan telinganya rusak/cacat.

 

Musnad Ahmad 823: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Bahr telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zakaria dari Abu Ishaq dari Hani` bin Hani` dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Abu Bakar Radlia Allahu ‘anhu apabila membaca Al Qur’an dia membacanya dengan melembutkan suaranya, Umar Radlia Allahu ‘anhu membaca dengan mengeraskan suaranya, sedangkan Ammar Radlia Allahu ‘anhu membaca al qur`an dengan mengambil dari surat ini dan dari surat itu. Kemudian hal itu disampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau berkata kepada Abu Bakar: “Kenapa kamu membaca dengan pelan? Dia menjawab; “Aku memperdengarkan kepada Dzat yang bermunajat kepadaNya.” Beliau bertanya kepada Umar: “Kenapa kamu mengeraskan bacaanmu?” Dia menjawab; “Saya ingin mengusir syetan dan membangunkan orang yang mengantuk.” Beliau juga bertanya kepada Ammar: “Kenapa kamu mengambil dari surat ini dan dari surat itu?” Dia menjawab; “Apakah anda mendengarku mencampuradukkan sesuatu yang bukan darinya?” Beliau menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Semuanya baik.”

 

Musnad Ahmad 824: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ja’far Al Warakani telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar Najih Al Madani mantan budak Bani Hasyim, dari Nafi’ dari Ibnu Umar Radli Allahu ‘anhu berkata; Umar bin Khatab diletakkan di antara mimbar dan kuburan, tiba tiba datang Ali Radliallah ‘anhu dan berdiri di depan barisan, dia berkata; “Inilah yang benar.” Tiga kali, lalu berkata; “Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu. Tidak ada ciptaan Allah Ta’ala yang lebih aku cintai untuk melihat lembarannya setelah lembaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam daripada orang yang ditutupi pakaiannya ini.”

 

Musnad Ahmad 825: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa’id Al Harami telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abu Ya’fur dari ‘Aun bin Abu Juhaifah dari bapaknya berkata; Saya berada disisi Umar Radlia Allahu ‘anhu yang ditutupi dengan pakaiannya yang sudah meninggal dunia. Datanglah Ali Radliallah ‘anhu, kemudian membuka wajahnya dan berkata; “Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepadamu, Wahai Abu Hafs! Demi Allah, tidak ada seorangpun setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih aku cintai untuk bertemu Allah Ta’ala dengan lembarannya daripada dirimu.”

 

Musnad Ahmad 826: Telah menceritakan kepada kami ‘Abidah bin Humaid ‘Atho` Taimi Abu Abdurrahman telah menceritakan kepadaku Rukain dari Hushain bin Qabishah dari Ali bin Abu Thalib Radli Allahu ‘anhu berkata; Saya adalah orang yang sering mengeluarkan madzi, maka saya sangat sering mandi pada musim dingin sehingga membuat berat diriku. Hal itu saya sampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau disampaikan kepadanya, maka beliau bersabda: “Janganlah kau lakukan. jika kamu melihatnya, basuhlah kemaluanmu dan dan berwudlulah sebagaimana kamu hendak shalat. Jika kamu telah memancarkan air (mani) maka mandilah.”

 

Musnad Ahmad 827: Telah menceritakan kepada kami ‘Abidah bin Humaid telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abu Ziyad dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Saya adalah orang yang sering mengeluarkan madzi, maka saya bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau disampaikan kepada beliau, maka beliau bersabda: “Berwudlu jika mendapati madzi dan mandi jika mendapati mani.”

 

Musnad Ahmad 828: Telah menceritakan kepada kami ‘Abidah telah menceritakan kepadaku Sulaiman Al A’masy dari Habib bin Abu Tsabit dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Ali Radliallah ‘anhu berkata; Saya adalah orang yang sering mengeluarkan madzi, maka saya menyuruh seseorang untuk menanyakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau menjawab: “Berwudlu jika mendapatinya (madzi).”

 

Musnad Ahmad 829: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Sulaiman Luwain telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari ‘Ashim dari Zirr dari Abu Abu Juhaifah berkata; Ali Radliallah ‘anhu menyampaikan khutbah dihaapan kami dengan mengatakan; “Maukah aku kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi? Dia adalah Abu Bakar As Shidiq Radli Allahu ‘anhu.” Dia menambahkan; “Maukah aku kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi dan setelah Abu Bakar As Shidiq Radli allahu ‘anhu? Dia adalah Umar.”

 

Musnad Ahmad 830: Telah menceritakan kepada kami A`idz bin Habib telah menceritakan kepadaku ‘Amir bin As Simth dari Abu Al Gharif berkata; dibawakan air wudlu kepada Ali Radliallah ‘anhudli Allahu ‘anhu, maka dia berkumur-kumur dan beristinsyaq tiga kali. Lalu dia membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya sampai kepada kedua sikunya tiga kali tiga kali, kemudian dia mengusap rambutnya dan membasuh kedua kakinya. Dia berkata; “Demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu, beliau membaca beberapa ayat al qur’an.” Dia berkata; “Demikianlah bagi siapa yang tidak dalam keadaan junub. Jika dia junub, maka jangan hanya berwudlu dan jangan membaca ayat.”

 

Musnad Ahmad 831: Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah Al Fazari telah menceritakan kepada kami Rabi’ah bin ‘Utbah Al Kinani dari Al Minhal bin ‘Amru dari Zirr bin Hubaisy berkata; Ali Radliallah ‘anhu membasuh rambut dalam wudlunya sampai menetes. Dia berkata; “Demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu.”

 

Musnad Ahmad 832: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Aban bin ‘Imran Al Wasithi telah menceritakan kepada kami Syarik dari Mukhariq dari Thariq yaitu Ibnu Syihab berkata; saya mendengar Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Kami tidak memiliki kitab yang bisa kami bacakan kepada kalian kecuali hanya al quran, dan apa yang terdapat di lembaran ini hanya berupa lembaran, yang tergantung pada sarung pedang yang hiasannya terbuat dari besi, saya ambil dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di dalamnya terdapat masalah pembagian zakat.”

 

Musnad Ahmad 833: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Al Asadi Luwain telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Za`idah telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari Ziyad bin Zaid As Suwa`i dari Abu Juhaifah dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Termasuk dari sunnah dalam shalat meletakkan telapak tangan di atas telapak tangan lain di bawah pusar.”

 

Musnad Ahmad 834: Telah menceritakan kepada kami Marwan telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Sal’ Al Hamdani dari Abdu Khair berkata; Ali Radliallah ‘anhu mengajari kami tatacara wudlu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang pemuda menuangkan pada kedua tangannya sampai bersih, kemudian dia memasukkkan tangannya pada bejana dari kulit. Dia berkumur-kumur dan beristinsyaq, membasuh wajahnya tiga kali tiga kali, kedua tangannya sampai pada kedua sikunya tiga kali tiga kali. Dia memasukkan tangannya lagi ke dalam bejana dan membasahi bagian bawahnya dengan tangannya dan mengeluarkaannya kembali. kemudian membasuh bagian lainnya, dia mengusap kepalanya dengan kedua telapak tangannya sekali, kemudian membasuh kedua kakinya sampai mata kakinya tiga kali, tiga kali. Lantas dia menciduk air dengan pelan dengan kedua tangannya dan meminumnya. Dia berkata; “Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu.”

 

Musnad Ahmad 835: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zakaria dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dlamrah dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai ahli qur’an lakukanlah shalat witir, sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu ganjil menyukai hal yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 836: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyyah Al Wasithi telah memberitakan kepada kami Khalid bin Abdullah dari Bayan dari ‘Amir dari Abu Juhaifah berkata; Ali bin Abu Thalib berkata; “Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi? Abu Bakar As kemudian Umar kemudian lelaki lainnya.”

 

Musnad Ahmad 837: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Malik bin Mighwal dari Habib bin Abu Tsabit dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu dan dari Asy Sya’bi dari Abu Juhaifah dan dari Aun bin Abu Juhaifah dari bapaknya dari Ali dia berkata; “Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar Radlia Allahu ‘anhu. Kemudian setelah Abu Bakar adalah Umar Radli Allahu ‘anhu, kalau aku mau, akan aku sebutkan yang yang ketiga.”

 

Musnad Ahmad 838: Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Ibnu Abu Khalid dan diganti dengan jalur periwayatan lain: telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Isma’il dari Asy Sya’bi dari Abu Juhaifah saya mendengar Ali Radliallah ‘anhu berkata; “Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar radliallahu ‘anhuma, kalau aku mau, akan aku sebutkan rang yang ketiga.”

 

Musnad Ahmad 839: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dia berkata; Al Hakam telah mengabarkan kepadaku dari Abu Muhammad dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusnya ke Madinah untuk meratakan kuburan.

 

Musnad Ahmad 840: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami dari Syarik dari Simak dari Hanasy dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku ke Yaman, kemudian saya mengadu; “Wahai Rasulullah, anda mengutusku menuju suatu kaum yang lebih tua daripadaku, saya adalah orang yang masih muda, saya tidak mampu memutuskan sesuatu.” Maka beliau meletakkan tangannya di atas dadaku, kemudian beliau membaca: “ALLAHUMMA TSABBIT LISANAHU WAHDI QALBAHU (Ya Allah, teguhkanlah lidahnya dan tunjukilah hatinya). Wahai Ali, jika ada dua orang yang bersengketa menemuimu, janganlah kamu putuskan sehingga kamu mendengar dari pihak yang lain. Jika hal itu kamu lakukan niscaya keputusan akan menjadi jelas bagimu.” Sejak saat itu, tidak ada masalah yang menyulitkan aku.

 

Musnad Ahmad 841: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami Syarik dari Al A’masy dari Al Minhal dari ‘Abbad bin Abdullah Al Asadi dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Ketika ayat ini turun: (Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat), Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan ahli baitnya, maka berkumpullah tiga puluh orang kemudian mereka makan dan minum.” Ali berkata; kemudian beliau berkata kepada mereka: “Barangsiapa menanggung hutang dan janjiku, niscaya dia akan bersamaku di Syurga dan akan menggantikanku dalam keluargaku.” Seorang lelaki yang tidak disebutkan namanya oleh Syarik berkata; “Wahai Rasulullah! Anda adalah lautan, siapa yang akan mampu melakukan itu.” Ali berkata; yang lainnya pun berbicara seperti itu, kemudian beliau menawarkan hal itu kepada keluarganya, maka Ali Radliallah ‘anhu menjawab; “Saya.”

 

Musnad Ahmad 842: Telah menceritakan kepada kami Aswad telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali Radliallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir menjelang adzan dan melakukan shalat dua raka’at menjelang iqamah.

 

Musnad Ahmad 843: Telah menceritakan kepada kami Aswad telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari ‘Ashim dari Ali Radliallah ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat pada siang hari enam belas raka’at.

 

Musnad Ahmad 844: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Ar Razi telah menceritakan kepada kami Salamah bin Al Fadl telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ishaq dari Yazid bin Abu Habib dari Martsad bin Abdullah Al Yazari dari Abdullah bin Zurair Al Ghafiqi dari Ali bin Abu Thalib, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaiki keledai yang bernama ‘Ufair.

 

Musnad Ahmad 845: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Bahr telah menceritakan kepadaku Baqiyyah bin Al Walid Al Himshi telah menceritakan kepadaku Al Wadlin bin ‘Atho` dari Mahfuzh bin ‘Alqamah dari Abdurrahman bin ‘A`idz Al Azdi dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Dubur adalah tali mata, barangsiapa yang hendak tidur maka berwudlulah.”

 

Musnad Ahmad 846: Telah menceritakan kepada kami Husain bin Al Hasan Al Asyqar telah menceritakan kepadaku Ibnu Qabus bin Abu Zhabyan Al Janbi dari bapaknya dari kakeknya dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Tatkala aku membunuh Marhab, maka saya membawa kepalanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 847: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Syaiban Abu Muhammad telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah memberitakan kepada kami Yusuf bin Khabbab dari Jarir bin Hayyan dari bapaknya bahwa Ali Radliallah ‘anhu berkata kepada bapaknya; “Saya akan mengutus anda sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku, untuk meratakan semua kuburan dan menghancurkan semua berhala.”

 

Musnad Ahmad 848: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail dari Yazid bin Abu Ziyad dari Abdurrahman bin Abu Laila berkata; saya mendengar Ali Radliallah ‘anhu berkata; Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi. Lantas saya menanyakannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menjawab: “Cukuplah dengan berwudlu saja.”

 

Musnad Ahmad 849: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Wahab bin Baqiyyah Al Wasithi telah memberitakan kepada kami Khalid dari Yazid bin Abu Ziyad dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, lantas saya menanyakannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau menjawab: “Cukuplah dengan berwudlu saja.”

 

Musnad Ahmad 850: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Umawi telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Laila dari Ibnu Al Ashbahani dari neneknya yang menjadi pernah menjadi istri Ali, berkata; Ali Radliallah ‘anhu berkata; Dulu aku adalah tukang tidur, apabila aku selesai shalat Maghrib dan aku mengenakan pakaian maka akupun tidur” Yahya bin Sa’id berkata; “Maka aku tidur sebelum Isya, kemudian aku tanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliaupun memberikan keringanan kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 851: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Syaiban Abu Muhammad telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muslim yaitu Abu Zaid Al Qasmali, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Ziyad dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, lantas saya menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal itu, maka beliau menjawab: “Berwudlu jika mendapati madzi dan mandi jika mendapati mani.”

 

Musnad Ahmad 852: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar Al Bahili, Muhammad bin ‘Amru bin Al ‘Abbas telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab yaitu Al Tsaqafi, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abdul Karim dan Ibnu Abu Najih dari Mujahid dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radliallah ‘anhu; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusnya membawa hewan kurban beliau untuk menyedekahkan daging, kulit dan tulang belulang kurban tersebut.

 

Musnad Ahmad 853: Telah menceritakan kepada kami Syuja’ bin Al Walid berkata; Khalaf bin Hausyab meriwayatkan dari Abu Ishaq dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar Radlia Allahu ‘anhu yang ketiga menyusul juga, sedang kami tertimpa fitnah semoga Allah memaafkan orang yang Dia kehendaki.”

 

Musnad Ahmad 854: Telah menceritakan kepada kami Abu Al Mughirah telah menceritakan kepada kami Shafwan telah menceritakan kepadaku Syuraih yaitu Ibnu ‘Ubaid, berkata; ketika Ali bin Abi Thalib Radlia Allahu ‘anhu berada di Iraq, diceritakanlah penduduk Syam di sisinya, mereka berkata; “Laknatlah mereka wahai Amirul Mukminin.” Ali menjawab; Tidak, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hamba-hamba Allah yang shaleh berada di Syam, jumlah mereka ada empat puluh orang, setiap meninggal satu orang Allah akan mengganti posisinya dengan satu orang, karena mereka Allah akan menurunkan hujan, dan karena mereka akan diberikan kemenangan atas musuh-musuh, dan karena mereka penduduk Syam akan dihindarkan dari azab.”

 

Musnad Ahmad 855: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa’id Al Harawi telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakaria bin Abu Za`idah dari Ibnu Juraij dari Al Hasan bin Muslim dari Mujahid dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku pada sapi atau unta (untuk sembelihan haji). Beliau bersabda: “Janganlah kamu memberi orang yang menyembelihnya sedikitpun.”

 

Musnad Ahmad 856: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq telah mengabari kepada kami Abdullah yaitu Ibnu Mubarak, telah mengabarkan kepada kami Umar bin Sa’id bin Abu Husain dari Ibnu Abu Mulaikah dia mendengar Ibnu Abbas berkata; Umar bin Khatab Radlia Allahu ‘anhu diletakkan dalam kerandanya, maka orang-orang mengelilinginya, mendoakannya dan menshalatkannya sebelum diangkat, saya termasuk di antara mereka. Tidak ada yang mengagetkanku kecuali seorang laki-laki yang memegang pundakku dari belakang, ketika saya menoleh, ternyata dia adalah Ali bin Abu Thalib Radlia Allahu ‘anhu yang sedang mendo’akan Umar bin Khattab Radlia Allahu ‘anhu. Dia berkata; “Tidak ada seorangpun yang telah kau tinggalkan yang paling saya cintai untuk bertemu Allah Ta’ala dengan membawa seperti amalannya daripada dirimu. Demi Allah, saya berharap agar Allah menjadikanmu bersama kedua sahabatmu, karena saya sering sekali mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya berangkat bersama Abu Bakar dan Umar, ” “saya, Abu Bakar dan Umar masuk, ” “saya berangkat bersama Abu Bakar dan Umar, ” saya berharap semoga Allah menjadikan kamu bersama mereka berdua.”

 

Musnad Ahmad 857: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq telah memberitakan kepada kami Abdullaoh bin Al-Mubarok telah memberitakan kepada kami Yahya bin Ayyub dari ‘Ubaidullah bin Zahr dari Ali bin Yazid dari Al Qasim dari Abu Umamah; bahwa Ali bin Abu Thalib Radli Allahu ‘anhu menghabarinya, bahwa dia selalau menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata; “Jika saya mendapati beliau sedang shalat kemudian beliau membaca tasbih, maka saya masuk. Jika beliau sedang tidak dalam shalat, beliau mengizinkan langsung.”

 

Musnad Ahmad 858: Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah memberitakan kepada kami Syuaib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Ali bin Husain bahwa Husain bin Ali Radliallah ‘anhudli Allahu ‘anhu mengabarinya, bahwa Ali bin Abu Thalib mengabarinya; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatanginya dan Fathimah Radli Allahu ‘anha putri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu malam. Beliau bertanya; “Tidakkah kalian berdua shalat.” Saya menjawab; “Wahai Rasulullah, jiwa kami berada di tangan Allah. Jika Dia hendaki membangunkan kami niscaya akan membangunkan kami, ” setelah mendengar jawabanku beliau pergi dan tidak membalasku sedikitpun. Kemudian saya mendengar beliau berpaling sambil menepuk pahanya berkata: ” (Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah) “. Telah menceritakan kepada kami Ya’qub telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab berkata; telah mengabariku Ali bin Husain Radli Allahu ‘anhu bahwa bapaknya, Husain bin Ali Radliallah ‘anhudli Allahu ‘anhu mengabarinya, bahwa Ali bin Abu Thalib Radlia Allahu ‘anhu mengabarinya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi dirinya dan Fathimah pada suatu malam secara tiba-tiba. Dan menyebutkan hadits seperti di atas.

 

Musnad Ahmad 859: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Bahri telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ibrahim bin Umar bin bin Kaisan, bapakku berkata; saya mendengarnya menceritakan dari Abdullah bin Wahb dari Bapaknya dari Abu Khalifah dari Ali bin Abu Thalib Radli Allahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya Allah itu lembut dan menyukai lemah lembut, dan Allah akan memberi kepada yang lemah lembut apa yang tidak diberikan kepada yang kasar.”

 

Musnad Ahmad 860: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Utsman bin Muhammad bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail dari Al A’masy dari Al Hakam dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menyampaikan sebuah hadits dariku yang terlihat bahwa itu adalah sebuah hadits dusta maka dia adalah salah satu dari para pendusta.”

 

Musnad Ahmad 861: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dan Hisyam dari Muhammad dari ‘Abidah bahwa Ali Radliallah ‘anhu menerangkan tentang penduduk Nahrawan. Dia berkata; “Di antara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya kecil atau tangannya pendek, atau tangannya hilang. Jikalau bukan karena kalian akan berlebihan niscaya saya akan mengabari kalian tentang apa yang telah Allah janjikan kepada orang yang memerangi mereka menurut lisan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” Saya bertanya kepada Ali Radliallah ‘anhu; “Apakah benar kau telah mendengar darinya.” Dia menjawab; “Ya. Demi rabb ka’bah.”

 

Musnad Ahmad 862: Telah menceritakan kepada kami Manshur bin Wardan Al Asadi telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdul A’la dari bapaknya dari Abu Al Bukhtari dari Ali Radliallah ‘anhu ia berkata; Ketika turun ayat: (Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah), para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun?” Beliau terdiam. Mereka bertanya lagi; “Apakah setiap tahun?” Nabipun diam, kemudian mereka bertanya lagi; “Apakah setiap tahun?” Beliau menjawab: “Tidak, seandainya aku jawab ya, tentu akan menjadi wajib.” Maka Allah Ta’ala menurunkan ayat: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu), sampai akhir ayat.

 

Musnad Ahmad 863: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Al Hakam dari Al Qasim bin Mukhaimirah dari Syuraih bin Hani` berkata; saya bertanya kepada Aisyah Radli Allahu ‘anha tentang membasuh khuff, maka dia menjawab: “Temuilah Ali Radliallah ‘anhu, dia lebih paham dariku mengenai hal itu!” Maka saya menemui Ali Radliallah ‘anhu dan menanyakannya tentang hal itu. Dia menjawab; “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kami mengusap kedua khuff sehari semalam dan bagi orang yang dalam perjalanan tiga hari tiaga malam.” Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Hajjaj dengan memarfu’kannya.

 

Musnad Ahmad 864: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Nashr bin Ali Al Azdi telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al Mufadlal dari Syu’bah dari Habib bin Abu Tsabit dari Abdu Khair, saya mendengar Ali Radliallah ‘anhu berkata; “Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu Abu Bakar dan Umar Radli Allahu ‘anhuma.”

 

Musnad Ahmad 865: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Aun telah menceritakan kepada kami Mubarak bin Sa’id saudara Sufyan, dari bapaknya dari Habib bin Abu Tsabit dari Abdu Khair Al Hamdani berkata; saya mendengar Ali Radliallah ‘anhu berkata di atas mimbar: “Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi?” Abdu Khair berkata; Lalu dia menyebutkan Abu Bakar. Dia menambahkan; “Maukah saya kabarkan kepada kalian orang yang kedua?” Maka dia menyebutkan Umar Radlia Allahu ‘anhu. Tambahnya lagi; “Jika mau, saya akan mengabarkan orang yang ketiga.” Dia terdiam dan kami melihat bahwa itu adalah dirinya. Saya bertanya; “Apakah anda mendengarnya demikian?” Dia menjawab; “Ya. demi Rabb Ka’bah dan jika tidak maka keduanya akan tuli (telinga).”

 

Musnad Ahmad 866: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Mushir bin Abdul Malik bin Sal’ telah menceritakan kepada kami Abu Abdul Malik bin Sal’ dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu bahwa dia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali. Dia berkumur-kumur dan beristinsyaq tiga kali. Lantas dia membasuh wajahnya tiga kali, dan berkata; “Demikianlah saya melihat wudlu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 867: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Muslim bin Shubaih dari Syutair bin Syakal dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada Perang Ahzab: “Mereka telah menyibukan kami dari shalat wustha yaitu shalat asar, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah mereka dengan api.” Ali Radliallah ‘anhu berkata; Kemudian mereka shalat di antara waktu maghrib dan isya’.” Abu Mu’awiyah berkata; “Yaitu antara maghrib dan isya’.”

 

Musnad Ahmad 868: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Khaitsamah dari Suwaid bin Ghafalah berkata; Ali Radliallah ‘anhu berkata; apabila aku menceritakan kepada kalian sebuah hadits dari Rasulullah, maka lebih baik aku dijatuhkan dari langit dari pada aku berdusta kepada beliau, namun apabila aku menceritakan kepada kalian dari selain beliau, maka sesungguhnya aku adalah seorang ahli perang dan perang adalah tipu daya, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di akhir zaman nanti akan keluar suatu kaum yang usianya masih muda, pemikiran mereka sangat dangkal, mereka berkata dengan perkataan sebaik-baik makhluq dan iman mereka tidak melebihi tenggorokan mereka, maka di manapun kalian jumpai mereka maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka adalah berpahala bagi orang yang dapat membunuhnya kelak pada hari Kiamat.”

 

Musnad Ahmad 869: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dlamrah dari Ali Radliallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Saya memberi keringanan untuk tidak menarik zakat pada kuda dan budak bahwa tidak ada zakat pada jumlah di bawah dua ratus.”

 

Musnad Ahmad 870: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Al A’Masy dari Sa’ad bin ‘Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; saya bertanya; “Wahai Rasulullah, kenapa saya melihat anda cenderung kepada orang Quraisy dan meninggalkan kami?” Beliau menjawab; “Karena ada sesuatu pada kalian.” Saya bertanya; “Apakah anak perempuan Hamzah?” Beliau menjawab; “Itu adalah anak saudaraku sesusuan.”

 

Musnad Ahmad 871: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Ibnu Ishaq dari Aban bin Shalih dari ‘Ikrimah berkata; saya berangkat bersama Al Husain bin Ali Radliallah ‘anhu dari Muzdalifah, dan saya masih tetap mendengar dia bertalbiyah sampai melempar Jumrah Aqabah, maka saya tanyakan kepadanya, dan dia menjawab; Aku pernah bertolak dari Muzdalifah bersama bapakku, dan saya tidak henti hentinya mendengar dia bertalbiyah sampai melempar Jumrah Aqabah. Maka saya tanyakan hal itu kepadanya dan dia menjawab; “Aku berangkat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Muzdalifah, dan saya tetap mendengar beliau bertalbiyah sampai melempar Jumrah Aqabah.”

 

Musnad Ahmad 872: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Maisarah berkata; saya telah melihat Ali Radliallah ‘anhu minum dengan berdiri, maka saya bertanya; “Kenapa anda minum dengan berdiri?” Dia menjawab; “Jika saya minum dengan berdiri, itu karena saya telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan berdiri. Jika saya minum dengan duduk, saya juga telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum dengan duduk.”

 

Musnad Ahmad 873: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Al A’Masy dari Abu Ishaq dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Saya dahulu berpendapat bahwa bawah telapak kaki lebih layak untuk diusap daripada bagian atasnya sampai saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap bagian atasnya.”

 

Musnad Ahmad 874: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu As Sauda` dari Ibnu Abu Khair dari bapaknya berkata; saya melihat Ali Radliallah ‘anhu berwudlu, maka dia mengusap bagian atas khuffnya, kemudian berkata; “Kalau saja saya tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap bagian atasnya, maka menurutku bagian bawahnya lebih layak untuk diusap.”

 

Musnad Ahmad 875: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin ‘Uqbah Abu Kibran dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Demikianlah tatacara wudlu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berwudlu tiga kali-tiga kali.”

 

Musnad Ahmad 876: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail telah menceritakan kepada kami Mughirah dari Umu Musa berkata; saya mendengar Ali Radliallah ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan Ibnu Mas’ud (untuk suatu urusan), maka dia naik ke pohon karena perintah tersebut. Para sahabat melihat ke arah betis Abdullah bin Mas’ud yang sedang naik pohon kemudian mereka tertawa karena betisnya yang kecil, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegur mereka: “Kenapa kalian tertawa terhadap kaki seorang hamba Allah yang dia lebih berat dalam timbangan pada hari kiamat daripada gunung Uhud.”

 

Musnad Ahmad 877: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Al Aswad bin qais dari seorang laki-laki dari Ali Radliallah ‘anhu bahwa dia berkata pada hari perang jamal; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berwasiat kepada kami untuk mengambil masalah kepemimpinan akan tetapi itu adalah sesuatu yang kita pandang menurut jiwa kita, kemudian diangkatlah Abu Bakar menjadi Khalifah semoga Allah mencurahkan rahmatnya kepada Abu Bakar maka dia menjalankan (tampuk pimpinan) dan istiqamah di dalam menjalankannya, kemudian diangkatlah Umar menjadi Khalifah semoga Allah mencurahkan rahmatnya kepada Umar maka dia menjalankan (tampuk pimpinan) dan istiqamah di dalam menjalankannya sampai agama ini berdiri kokoh di bangunannya”.

 

Musnad Ahmad 878: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Wahab bin Baqiyyah Al Wasithi telah memberitakan kepada kami Khalid dari ‘Atho` yaitu Ibnu As Sa`ib, dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi? Dia adalah Abu Bakar. Setelahnya yaitu Umar, kemudian Allah menjadikan kebaikan sesuai yang Dia kehendaki.”

 

Musnad Ahmad 879: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Al Hakam dari seseorang yang mendengar Ali Radliallah ‘anhu dan Ibnu Mas’ud bahwa keduanya berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memutuskan perkara (mengenai hak prioritas) bagi tetangga”.

 

Musnad Ahmad 880: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibrahim bin Abdullah bin Hunain dari bapaknya dari Ali bin Abu Thalib Radli Allahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku memakai cincin dari emas, memakai pakaian yang tercampur dengan sutra, membaca (alqur’an) dalam ruku’ maupun sujud dan memakai pakaian yang telah dicelup warna kuning.

 

Musnad Ahmad 881: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Tiga orang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Salah seorang dari mereka berkata; “Saya memiliki seratus uqiyah dan saya akan mengifakkannya sepuluh uqiyyah.” Yang lainnya berkata; “Saya memiliki seratus dinar dan saya akan bersedekah dengan sepuluh dinar, ” dan yang terakhir berkata; “Saya memiliki sepuluh dinar dan saya akan bersedekah dengan satu dinar.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalian sama dalam pahala karena masing-masing bersedekah dengan sepersepuluh hartanya.”

 

Musnad Ahmad 882: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Wahab bin Baqiyyah Al Wasithi telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Abdullah dari Hushain dari Al Musayyab bin Abdu Khair dari bapaknya berkata; Ali Radliallah ‘anhu berdiri lalu berkata; “Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar. Dan kita telah membuat banyak peristiwa setelah mereka, yang mana Allah memberi putusan atas perisitwa-peristiwa itu sesuai dengan kehendakNya.”

 

Musnad Ahmad 883: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dan Ats Tsauri dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dlamrah dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Shalat witir bukanlah wajib hukumnya seperti halnya shalat fardlu, tapi itu adalah sunah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 884: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Ammar telah menceritakan kepada kami Al Qasim Al Jarmi dari Sufyan dari Khalid bin ‘Alqamah dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu dengan tiga kali-tiga kali.

 

Musnad Ahmad 885: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali Radliallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir menjelang adzan.

 

Musnad Ahmad 886: telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Abu Ishaq dari Ali bin Rabi’ah -sesekali Ma’mar meriwayatkan dengan redaksi ini, dan Abdurrazzaq berkata; dan lebih sering dia mengatakan dengan redaksi; telah mengabarkan kepadaku orang yang telah menyaksikan Ali Radliallah ‘anhu – ketika naik kendaraan, maka ketika dia meletakkan kakinya di kendaraannya dia mengucapkan; “Dengan menyebut nama Allah, ” dan ketika sudah duduk diatasnya dia mengucapkan; “Segala puji bagi Allah, maha suci Dzat yang telah menundukkan hewan ini bagi kami dan kami sebelumnya tidak mampu untuk menundukkannya, dan sesungguhnya kami kepada tuhan kami akan kembali.” Kemudian bertahmid kepada Allah tiga kali, bertakbir tiga kali kemudian mengucapkan; “Maha suci Engkau yang tidak ada tuhan kecuali Engkau, aku telah berbuat zhalim kepada diriku, maka ampunilah aku.” Kemudian dia tertawa, maka ada yang bertanya; “Apa yang membuat anda tertawa, wahai Amirul Mukmin?” Dia menjawab; “Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan sebagaimana yang saya lakukan dan beliau juga membaca sebagaimana yang saya baca dan beliau juga tertawa. Saat itu saya bertanya; “Wahai Nabiyullah, apa yang membuat anda tertawa?” Beliau menjawab; “Seorang hamba atau beliau bersabda: Saya sangat heran dengan seorang hamba. Jika dia membaca: “Tidak ada ilah kecuali Engkau, aku telah berbuat zhalim terhadap diriku, maka ampunilah karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.’ Karena dia mengetahui bahwa tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Dia.”

 

Musnad Ahmad 887: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Hani` bin Hani` dan Hubairah bin Yarim dari Ali; bahwa anak perempuan Hamzah mengikuti mereka dan memanggil; “Wahai pamanku, wahai pamanku.” Ali menghampirinya dan memegang tangannya, dan berkata kepada Fathimah; “Bawalah anak pamanmu dan peliharalah.” Kemudian terjadi perselisihan antara Ali, Zaid dan Ja’far. Ali berkata; “Saya yang akan mengambilnya karena dia adalah anak pamanku.” Ja’far berkata; “Dia anak pamanku juga, bahkan bibinya (dari pihak ibu) menjadi istriku.” Zaid berkata; “Dia putri saudaraku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memutuskan bahwa yang berhak adalah bibinya (dari pihak ibu), dan beliau bersabda: “kedudukannya sebagaimana ibu.” Dan beliau berkata kepada Ali Radliallah ‘anhu; “Kamu adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darimu.” Beliau berkata kepada Ja’far; “Kamu mirip denganku dalam hal fisik dan ahlak.” Beliau berkata kepada Zaid; “Kamu adalah saudara kami dan bekas budak kami.” Ali Radliallah ‘anhu bertanya kepada beliau; “Wahai Rasulullah! Kenapa anda tidak menikahi putri Hamzah itu?” Beliau menjawab; “Dia adalah anak saudaraku sesusuan.”

 

Musnad Ahmad 888: Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Abu Ishaq dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar radliallahu ‘anhuma.”

 

Musnad Ahmad 889: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dan Syu’bah dari Habib bin Abu Tsabit dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Maukah kalian saya beritahukan tentang manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi. Dia adalah Abu Bakar kemudian Umar radliallahu ‘anhuma.”

 

Musnad Ahmad 890: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa’id telah menceritakan kepada kami As Shubay bin Al Asy’ats dari Abu Ishaq dari Abdu Khair dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; “Maukah kalian aku kabari mengenai manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi? Dia adalah Abu Bakar Radlia Allahu ‘anhu, yang kedua Umar Radli Allahu ‘anhu, jika aku mau, akan aku sebutkan yang ketiga.” Abu Ishaq berkata; maka Abdu Khair mengejanya agar kalian tidak saling berselisih terhadap perkataan Ali Radliallah ‘anhu.

 

Musnad Ahmad 891: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abu Habib dari Abu As Sha’bah dari seorang laki-laki daerah Hamdan yang bernama Abu Aflah, dari Ibnu Zurair, bahwa dia mendengar Ali bin Abu Talib Radlia Allahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil sutra dan meletakkan pada tangan kanannya dan mengambil emas dan meletakkannya pada tangan kirinya dan bersabda: “Dua benda ini haram bagi kaum laki-laki dari kalangan umatku.”

 

Musnad Ahmad 892: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku Sa’id yaitu Al Maqburi, dari ‘Amru bin Sulaim Az Zuraqi dari ‘Ashim bin ‘Amru dari Ali bin Abu Thalib Radli Allahu ‘anhu berkata; Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tatkala kami sampai di Harrah, di tempat minum milik Sa’ab bin Abu Waqqash, beliau bersabda: “Ambilkan air wudlu.” Tatkala beliau telah berwudlu, beliau bangkit dan menghadap kiblat dan membaca takbir serta membaca: “Ya Allah, Ibrahim adalah hamba-Mu dan Kekasih-Mu yang telah mendoakan untuk penduduk Makkah agar mendapatkan keberkahan. Maka saya Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu, juga mendoakan untuk penduduk Madinah agar Engkau memberi keberkahan kepada mereka pada setiap mud dan sha’ mereka dengan dua kali keberkahan dari keberkahan yang telah Engkau berikan kepada penduduk Makkah.”

 

Musnad Ahmad 893: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir Al Muzani telah menceritakan kepada kami seorang syaikh dari Bani Tamim berkata; Ali Radliallah ‘anhu menyampaikan hutbah di hadapan kami, atau Ali Radliallah ‘anhu berkata; “Akan datang suatu masa yang keras lagi penuh kezhaliman, orang orang yang bakhil akan menahan apa yang ada di tangannya, padahal mereka tidak diperintahkan demikian, karena Allah ‘azza wajalla berfirman: (Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.) Orang-orang yang jahat akan bangkit, orang-orang pilihan akan dihinakan, dan orang-orang yang dalam kesempitan terpaksa untuk berjual beli.” Ali Radliallah ‘anhu berkata; “Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang hal itu, yaitu jual beli bagi orang yang terpaksa dan jual beli yang mengandung unsur penipuan serta jual beli buah sebelum layak panen.”

 

Musnad Ahmad 894: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Waki’. Menurut jalur yang lainnya; telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’ dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari Abdullah bin Ja’far dari Ali bin Abu Thalib Radli Allahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita umat ini adalah Khadijah dan sebaik-baik wanitanya (bani Israil) adalah Maryam.”

 

Musnad Ahmad 895: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Daud Al Mubariki, Sulaiman bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Syihab dari Ibnu Abu Laila dari Abdul Karim dari Abdullah bin Al Harits bin Naufal dari Ibnu Abbas dari Ali Radliallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku (memakai) cincin emas, memakai pakaian yang terbuat dari sutra dan membaca al Qu`ran pada saat ruku’ dan sujud.

 

Musnad Ahmad 896: Telah menceritakan kepada kami Hutsaim telah memberitakan kepada kami Yunus dari Al Hasan dari Ali Radliallah ‘anhu aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diangkat pena dari tiga hal; anak kecil sampai dia mencapai akil baligh, orang yang tertidur sampai dia terjaga dan orang yang sakit (gila) sampai dia sembuh.”

 

Musnad Ahmad 897: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Salim dari Asy Sya’bi berkata; seorang pezina yang telah menikah dihadapkan kepada Ali Radliallah ‘anhudli Allahu ‘anhu, maka dia menjilidnya seratus kali pada Hari Kamis dan merajamnya pada Hari Jum’at. Maka ada yang bertanya; “Kenapa anda mengumpulkan dua hukuman?” Dia menjawab; “Saya menjilidnya dengan kitab Allah dan saya merajamnya dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 898: Telah menceritakan kepada kami Husyaim dan Abu Ibrahim Al Mu’aqqib dari Husyaim telah memberitakan kepada kami Hushain dari Asy Sya’bi berkata; “Di hadapkan seorang budak perempuan milik Sa’id bin Qais kepada Ali Radliallah ‘anhudli Allahu ‘anhu, dan budak tersebut telah menikah dan berzina.” Asy Sya’bi berkata; maka Ali Radliallah ‘anhu memukulnya dengan seratus kali lalu merajamnya, dan dia berkata; “Saya menjilidnya dengan kitab Allah dan saya merajamnya dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 899: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf dari Syarik dari As Sudi dari Abdu Khair berkata; saya melihat Ali Radliallah ‘anhu meminta air untuk berwudlu kemudian dia mulai dengan mengusap bagian atas khuffnya, dan dia berkata; “Begini tatacara wudlu bagi yang tidak berhadats besar.” Lantas dia berkata; “Kalau saja saya tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap bagian atasnya, menurutku bagian bawahnya lebih layak untuk diusap.” Dia meminum air sisa wudlunya dengan berdiri dan bertanya; “Di mana orang-orang yang menyatakan bahwa tidak selayaknya seseorang minum dengan berdiri?”

 

Musnad Ahmad 900: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ali bin Hakim dan Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Isma’il bin binti As Sudi, mereka berkata; telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abdul Malik bin Umair dari Nafi’ bin Jubair bin Muth’im dari Ali bin Abu Thalib Radli Allahu ‘anhu; bahwa dia mensifatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia menyebutkan bahwa; “Beliau adalah seorang yang kepalanya besar, berkulit putih dan wajahnya kemerah-merahan, jenggotnya lebat dan tulang kepalanya juga besar, jari-jari pada tangan dan kakinya kasar. Rambut dadanya lebat, dan rambut kepalanya lebat, condong kekanan dan kekiri seakan-akan menuruni tempat yang menurun, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Saya belum pernah menjumpai orang seperti beliau sebelum dan sesudahnya.” Ali bin Hakim berkata dalam haditsnya: Ali Radliallah ‘anhu menerangkan ciri-ciri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau adalah seorang yang kepalanya besar dan rambutnya sangat bagus bergelombang.

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: