Musnad Ahmad: 1201-1300

Musnad Ahmad 1201: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah berkata; aku berkata kepada Hasan bin Ali; “Sesungguhnya orang-orang Syi’ah menyangka bahwa Ali Radhiallah ‘anhu hidup kembali.” Hasan menjawab; “orang-orang pendusta itu telah berdusta. Seandainya kami tahu hal itu (sebelumnya) niscaya kami tidak akan menikahi wanita-wanita mereka dan tidak akan kami bagi harta waris mereka.”

 

Musnad Ahmad 1202: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Ayyub telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘ayyasy dari Al A’masy dari Abu Ishaq dari ‘Ashim dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya telah memberi keringanan kepada kalian mengenai zakat kuda dan budak bahwa tidak ada (kewajiban mengeluarkan) zakat pada keduanya.”

 

Musnad Ahmad 1203: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Amru bin Muhammad An Naqid telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin ‘Utsman Ar Raqi telah menceritakan kepada kami Hafs, Abu Umar dari Katsir bin Zadan dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca Al Qur`an kemudian dia menghafalnya, maka dia dapat memberikan syafa’at kepada sepuluh orang dari keluarganya yang sudah ditetapkan harus masuk Neraka.”

 

Musnad Ahmad 1204: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Isykab telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu ‘Ubaidah telah menceritakan kepadaku bapakku dari Al A’masy dari Abu Ishaq dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya memberi keringanan mengenai zakat kuda dan budak.”

 

Musnad Ahmad 1205: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Salm, Khalil bin Salm telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Al Hasan bin Dzakwan dari ‘Amru bin Khalid dari Habib bin Abu Tsabit dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Jibril menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Sesungguhnya kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar atau anjing.” Saat itu anjing milik Hasan berada di dalam rumah.

 

Musnad Ahmad 1206: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Isma’il Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Ulayyah dari Yunus dari Al Hasan dari Qais bin ‘Ubad berkata; aku bertanya kepada Ali; “Apakah keberangkatanmu merupakan sebuah wasiat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wasiatkan kepadamu atau pendapat darimu?” Ali menjawab; “Apa yang kamu inginkan dari hal itu?” aku berkata; “Agama kami, agama kami.” Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mewasiatkan sesuatupun kepadaku, tetapi ini adalah pendapat dariku.”

 

Musnad Ahmad 1207: Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Al Khalil dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Al Mughirah bin Syu’bah mempunyai sebelah tombak, ketika kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu peperangan dia pun berangkat dengan membawa tombaknya, lalu dia menancapkannya sementara orang-orang berlalu di hadapannya kemudian mereka membawanya. Saya berkata; “Jika aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, akan aku sampaikan kepada beliau” maka dia berkata; “Jika kamu melakukannya, maka kamu tidak akan mengembalikan barang yang hilang.”

 

Musnad Ahmad 1208: Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Hayyah bin Qais berkata; ” Ali Radhiallah ‘anhu berwudhu tiga kali-tiga kali, kemudian meminum air sisa wudhunya lalu berkata; “Beginilah saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu.”

 

Musnad Ahmad 1209: Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Hisyam telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Salim bin Abu Hafshah berkata; sampai kabar kepadaku dari Abdullah bin Mulail, pagi hari saya mengujunginya, ternyata saya mendapati mereka dalam penyemayaman jenazah. Lalu ada seorang laki-laki yang menceritakan kepadaku dari Abdullah bin Mulail, berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Setiap seorang Nabi diberi tujuh orang pilihan dari kalangan umatnya, dan Nabi kalian diberi empat belas orang pilihan dari umatnya, di antara mereka adalah Abu Bakar, Umar, Abdullah bin Mas’ud dan ‘Ammar bin Yasir”

 

Musnad Ahmad 1210: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bukair telah menceritakan kepada kami Zuhair telah memberitakan kepada kami Abu Ishaq dari Syuraih bin An Nu’man, – (Ahmad bin Hambal) berkata; Syuraih adalah seorang yang jujur, – dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kami agar mengecek mata dan telinganya, dan agar kami tidak berkurban dengan hewan cacat matanya atau al muqabalah, al mudabarah, asy syarqa` dan al kharqa`.” Zuhair berkata; saya bertanya kepada Abu Ishaq; “Apakah Syuraih menyebutkan unta yang daun telinganya robek? dia menjawab; “Tidak.” Saya bertanya; “Apakah al muqabalah?” Dia menjawab; “hewan yang terpotong ujung telinganya.” Saya bertanya; “Apakah al mudabarah itu?” Dia menjawab; “hewan yang dipotong belakang daun telinganya.” Saya bertanya; “Apakah asy syarqa`?” dia menjawab; “hewan yang di belah daun telinganya.” Saya bertanya; “Apakah al kharqa`?” dia menjawab; “hewan yang telingnya di lubangi dengan membakarnya sebagai tanda.”

 

Musnad Ahmad 1211: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Sufyan bin Husain dari Az Zuhri dari Abu ‘Ubaid mantan budak Abdurrahman bin auf, berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kalian menyimpan daging kurban sampai tiga hari.”

 

Musnad Ahmad 1212: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Al Hajjaj bin ‘Arthah dari Al Hakam dari Al Qasim bin Mukhaimirah dari Syuraih bin Hani` berkata; saya bertanya kepada Aisyah tentang membasuh khuff, maka menjawab; “Bertanyalah kepada Ali Radhiallah ‘anhu, karena dia sering bepergian bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” Maka saya bertanya kepada Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Untuk orang yang mukim adalah sehari semalam, sedang untuk musafir tiga hari tiga malam’.”

 

Musnad Ahmad 1213: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Bukair telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Sulaiman yaitu Abu Umar Al Qari’, dari Katsir bin Zadan dari ‘Ashim bin Dhamrah dari Ali bin Abu Thalib berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca Al Qur`an kemudian dia menguasai dan menghafalnya, niscaya Allah akan memasukkan ke syurga dan menjadikannya dapat memberikan syafa’at kepada sepuluh orang dari keluarganya yang sudah ditetapkan masuk Neraka.”

 

Musnad Ahmad 1214: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Muhammad bin ‘Ubaid Al Muharibi berkata; telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Al Hasna` dari Al Hakam dari Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhku berkurban dengan dua kambing untuk beliau dan saya sangat suka melakukannya.” Sedangkan Muhammad bin ‘Ubaid Al Muharirbi dalam redaksi yang dia riwayatkan menyatakan; “Ali berkurban dengan dengan dua kambing, yang satu untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan yang satunya untuknya.” Ketika ada yang bertanya kepadanya, Ali menjawab; “Beliau telah menyuruhku, maka saya tidak akan meninggalkannya untuk selamanya.”

 

Musnad Ahmad 1215: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhriz bin ‘Aun bin Abu ‘Aun telah menceritakan kepada kami Syarik dari Simak dari Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutusku sebagai seorang qadli dan beliau bersabda: “Jika ada dua orang yang bersengketa maka janganlah kamu mengambil keputusan untuk salah seorang dari mereka, sampai kamu mendengar apa yang dikatakan pihak lainnya, karena (yang demikian) dapat memberikan kejelasan didalam keputusan.”

 

Musnad Ahmad 1216: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Ar Rabi’ Az Zahrari dan telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim Al Audi dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far Al Warakani, dan telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Yahya Rahmawaih dan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin ‘Amir bin Zurarah Al Hadlrami dan telah menceritakan kepada kami Daud bin ‘Amru Ad Dhabi mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Syarik dari Simak dari Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku ke Yaman sebagai seorang hakim, maka saya berketa; “Anda mengutusku ke suatu kaum, padahal saya adalah orang yang masih muda, dan saya tidak memiliki ilmu dan pengalaman dalam masalah pengadilan.” Maka beliau meletakkan tangannya di atas dadaku, kemudian membaca: “Semoga Allah mengukuhkanmu dan meluruskan lidahmu. Jika ada dua orang yang bersengketa menghadapmu, janganlah kamu memberi putusan untuk yang pertama sampai kamu mendengar dari yang lain, karena hal itu dapat membuat jelas didalam pengambilan putusan.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Oleh karena itu saya masih tetap menjadi hakim.” Redaksi hadits ini menurut Daud bin ‘Amru Adl Dhabi, dan sebagian perawi redaksionalnya lebih lengkap dari yang lainnya. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Luwain dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Jabir dari Simak dari Hanasy dari Ali bin Abu Thalib berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku untuk menjadi hakim di Yaman.. lalu menyebutkan hadits tersebut, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menetapkan hatimu dan memberikan petunjuk kepada hati nuranimu.” Kemudian Ali Radhiallah ‘anhu menyebutkan dengan lengkap. Luwain berkata; dan telah menceritakan kepada kami Syarik dari Simak dari Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits yang semisal di atas secara makna.

 

Musnad Ahmad 1217: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepada kami As Sakan bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Al Asy’ats bin Sawwar dari Ibnu Asywa’ dari Hanasy Al Kinani dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa dia mengutus seorang petugas keamanannya, kemudian bertanya; “Apakah kamu tahu untuk apa saya mengutusmu? yaitu sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku agar aku menghancurkan semua gambar dan meratakan setiap kuburan.”

 

Musnad Ahmad 1218: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah berkata; telah menceritakan kepada kami Husain bin Ali dari Za`idah dari Simak dari Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku; “Jika ada dua orang yang meminta keputusan kepadamu maka janganlah kamu ambil keputusan untuk orang pertama sampai kamu mendengar apa yang dikatakan pihak lainnya, (sehingga dengan demikian) niscaya kamu akan bisa melihat apa yang harus kamu putuskan.”

 

Musnad Ahmad 1219: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Al Hasna` dari Al Hakam dari Hanasy berkata; saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu berkurban dengan dua kambing, lalu aku bertanya kepadanya; “Apa ini?”, dia menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat kepadaku agar saya berkurban untuknya.”

 

Musnad Ahmad 1220: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Hammad dari Asbath bin Nashr dari Simak dari Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusnya untuk menyampaikan surat Al Bara`ah (At Taubah), Ali berkata; “Wahai Nabiyullah, aku bukanlah orang yang fasih dan bukan pula seorang orator.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; “apakah aku yang harus berangkat dengan membawanya atau kamu yang akan berangkat?” Ali menjawab; “Jika begitu, maka saya akan berangkat.” Beliau bersabda: “Berangkatlah! Sesungguhnya Allah akan meneguhkan lisanmu dan menunjuki hatimu.” Hanasy berkata; “Kemudian beliau meletakkan tangannya pada mulut Ali Radhiallah ‘anhu.”

 

Musnad Ahmad 1221: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Jabir berkata; bahwa ‘Ashim bin Bahdalah berkata; saya mendengar Zirr menceritakan dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda pada Perang Uhud: “Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah serta perut mereka dengan api.”

 

Musnad Ahmad 1222: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Jabir berkata; saya mendengar Asy Sya’bi menceritakan dari Al Harits dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan harta riba, kedua saksinya, wanita yang mentato dan wanita yang meminta ditato, al muhallil dan al muhallal lahu, orang yang tidak mau membayar zakat, dan beliau juga melarang meratapi mayat.”

 

Musnad Ahmad 1223: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Jabir berkata; saya mendengar Abdullah bin Nujai’ menceritakan dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Saya mempunyai satu waktu pada malam hari untuk bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga Allah Azza Wa Jalla memberikan manfaat dengan pertemuan itu sesuai kehendakNya.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya para Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar atau anjing atau orang yang junub.” Ketika saya lihat ternyata anjing milik Hasan bin Ali berada di bawah tempat tidur, lalu saya keluarkan.

 

Musnad Ahmad 1224: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Jabir berkata; saya mendengar Abu Burdah menceritakan dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku meletakkan cincin pada jari tengah ini.

 

Musnad Ahmad 1225: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Manshur dari Rib’i bin Hirasy bahwa dia mendengar Ali Radhiallah ‘anhu menyampaikan khutbah dan berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian berdusta atas namaku. Barangsiapa berdusta atas namaku niscaya akan masuk neraka.”

 

Musnad Ahmad 1226: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah bahwa dia mendengar Jurai bin Kulaib menceritakan, bahwa dia mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang (berkurban dengan) hewan yang tanduk dan telinganya rusak/cacat.

 

Musnad Ahmad 1227: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khoitsamah telah menceritakan kepada kami ‘Abdah bin Sulaiman dari Sa’id dari Qatadah dari Jurai bin Kulaib An Nahdi dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berkurban dengan hewan yang tanduk dan telinganya rusak/cacat.

 

Musnad Ahmad 1228: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al Hajjaj An Naji telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Hisyam bin ‘Amru Al Fazari dari Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dari Ali bin Abu Thalib radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dalam akhir shalat witirnya: “ALLAHHUMMA INNI A’UDZU BIRIDLAKA MIN SAKHATHIKA WA MU’AFATIKA MIN ‘UQUBATIKA WA A’UDZU BIKA MINKA WA LA UHSHI TSANAAN ‘ALAIKA KAMAA ATSNAITA ‘ALA NAFSIKA (ya Allah aku berlindung dengan ridla-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari siksaan-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu dan saya tidak akan dapat menghitung pujian kepada-Mu sebagaimana engkau memuji diri-Mu) ”

 

Musnad Ahmad 1229: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Nashr bin Ali Al Azdi telah mengabarkan kepadaku Bapakku dari Abu Sallam, Abdul Malik bin Muslim bin Sallam dari ‘Imran bin Zhubyan dari Hukaim bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hendak melakukan perjalanan, beliau berdoa; “ALLAAHUMMA BIKA ASHULU WABIKA AHULU WABIKA ASIRU (Ya Allah, denganMu aku lewat dan denganMu aku menghindari tipu daya musuh dan denganMu aku berangkat.) ”

 

Musnad Ahmad 1230: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Luwain telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Jabir dari Simak dari Hanasy dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Ketika turun kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sepuluh ayat dari surat Bara`ah (At Taubah). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil Abu Bakar Radhia Allahu ‘anhu dan mengutusnya untuk membacakannya kepada penduduk Makkah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilku dan berkata kepadaku; “Susullah Abu Bakar Radhia Allahu ‘anhu, dan dimanapun kamu menemuinya ambillah surat darinya kemudian bawa kepada penduduk Makkah dan bacakan kepada mereka.” Kemudian aku menemui Abu Bakar di Juhfah dan mengambil surat darinya. Abu Bakar Radhia Allahu ‘anhu pulang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apakah telah terjadi sesuatu kepadaku?” beliau menjawab; “Tidak, tapi Jibril menemuiku dan mengatakan; ‘Tidak akan ada yang bisa melaksanakan tugas tersebut kecuali kamu atau seorang lelaki darimu’.”

 

Musnad Ahmad 1231: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sulaiman dari Ibrahim At Taimi dari Al Harits bin Suwaid berkata; ditanyakan kepada Ali Radhiallah ‘anhu; “Apakah rasulmu telah mengkhususkanmu dengan sesuatu yang tidak diberikan kepada orang-orang secara umum?” Dia menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengkhususkan dengan sesuatu yang tidak diberikan kepada manusia secara umum kecuali sesuatu yang berada di sarung pedangku ini.” Lalu dia mengeluarkan sebuah lembaran yang tertulis di dalamnya dari gigi unta; “Madinah adalah haram antara Tsaur sampai ke ‘Air. Barangsiapa melakukan dosa atau melindungi orang yang berbuat kerusakan maka dia akan mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan. Dan perlindungan kaum muslimin itu satu, Barangsiapa melanggar perjanjian pada seorang muslim, maka dia mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya, Tidak diterima darinya taubat dan tebusan pada Hari Kiamat. Barangsiapa mengangkat wali selain walinya yang sah maka dia mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya, tidak diterima darinya taubat dan tebusan’.”

 

Musnad Ahmad 1232: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sulaiman dari Abu Adh Dhuha dari Syutair bin Syakal dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda pada saat Perang Ahzab: “Mereka telah menghalangi kami dari shalat wustha yaitu shalat ashar sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah atau kuburan dan perut mereka dengan api.” Sedang menurut redaksi yang diriwayatkan Syu’bah; “Semoga Allah memenuhi kuburan mereka dan rumah mereka atau kuburan mereka dan perut mereka dengan api.” Saya tidak tahu apakah lafazh itu termasuk dalam hadits atau tidak, saya masih ragu.

 

Musnad Ahmad 1233: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali telah menceritakan kepada kami Nuh bin Qais telah menceritakan kepada kami Khalid bin Qais dari Yusuf bin Mazin bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Ali Radhiallah ‘anhu; “Wahai Amirul Mukminin! sebutkan ciri-ciri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kami?” Dia menjawab; “Beliau orangnya tidak melebihi batas tinggi ideal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Jika beliau datang bersama suatu kaum maka beliau lebih tinggi daripada orang-orang yang bersamanya. Beliau orangnya putih dan sangat cerah, berkepala besar, wajahnya putih, memiliki bulu pada ujung kelopak mata, kedua telapak tangan dan kakinya kasar. Jika beliau berjalan, maka beliau seolah-olah sedang menuruni tanah yang landai. Keringat pada wajah beliau layaknya mutiara. Saya tidak pernah melihat sebelum dan sesudahnya orang seperti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, demi bapakku dan ibuku.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami telah menceritakan kepada kami Nuh bin Qais telah menceritakan kepada kami Khalid bin Qais dari Yusuf bin Mazin dari seorang laki-laki dari Ali Radhiallah ‘anhu, bahwa ada yang berkata kepadanya; “Sebutkan ciri-ciri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kami?” dia menjawab; “Beliau orangnya tidak melebihi batas tinggi ideal, tidak terlalu tinggi..”lalu dia menyebutkan dengan redaksi yang sama di atas.

 

Musnad Ahmad 1234: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Nashr bin Ali telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Daud dari Nua’im bin Hakim dari Abu Maryam dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Di atas ka’bah terdapat beberapa patung, Maka saya berangkat untuk menggendong (menaikkan) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ke atas ka’bah, namun saya tidak kuat, akhirnya beliaulah yang menggendongku sehingga saya dapat memotongnya. Jikakalau saya mau, niscaya dapat menggapai langit.”

 

Musnad Ahmad 1235: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Syababah bin Sawwar telah menceritakan kepadaku Nua’im bin Hakim telah menceritakan kepadaku Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya ada suatu kaum yang lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari sasarannya. Mereka membaca al Qur`an namun tidak bisa melewati kerongkongan mereka. Berbahagialah bagi orang yang membunuh mereka dan dibunuh mereka, tanda mereka adalah ada seorang laki-laki yang tangannya cacat.”

 

Musnad Ahmad 1236: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Nashr bin Ali dan ‘Ubaidullah bin Umar, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Daud dari Nua’im bin Hakim dari Abu Maryam dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa istri Al Walid bin ‘Uqbah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Wahai Rasulullah, Al Walid telah memukul kami.” Nashr bin Ali menyebutkan dalam hadits, dia mengadukan kepada beliau, beliau bersabda: “Katakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melindungiku.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Tidak lama kemudian, istri Al Walid kembali dan berkata; “sesungguhnya dia tidak menambah kepadaku kecuali pukulan.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil ujung bajunya dan memberikannya kepada istri Al Walid. Beliau bersabda: “Katakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melindungiku.” Tidak lama kemudian, istri Al Walid kembali dan mengatakan; “sesungguhnya dia tidak menambah kepadaku kecuali pukulan.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya dan berseru: “Ya Allah, hukumlah Al Walid, dia telah berbuat dosa kepadaku.” dua kali. Redaksi ini menurut Al Qawariri, makna kedua redaksi hadits (Nashr bin Ali dan ‘Ubaidullah bin Umar) adalah satu. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Abu Khutsaimah berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Musa telah memberitakan kepada kami Nua’im bin Hakim dari Abu Maryam dari Ali; bahwa istri Al Walid bin Uqbah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan perihal Al Walid bahwa dia memukulnya. Lalu dia menyebutkan hadits secara lengkap.

 

Musnad Ahmad 1237: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari Yahya bin Al Jazzar dari Ali Radhiallah ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa saat beliau sedang berada pada salah satu jalan di Khandaq, beliau bersabda: “Mereka telah menyibukkan kami dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah atau perut dan rumah mereka dengan api.”

 

Musnad Ahmad 1238: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata; saya mendengar Al Qasim bin Abu Bazzah menceritakan dari Abu Thufail berkata; Ali Radhiallah ‘anhu ditanya apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkhususkan kalian dengan sesuatu hal? Dia menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengkhususkan kami dengan sesuatu hal yang tidak diberikan kepada orang-orang, kecuali hanya yang ada pada sarung pedangku ini.” Abu Thufail berkata; Ali Radhiallah ‘anhu mengeluarkan lembaran yang di dalamnya tertulis: “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang mencuri batas tanah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, dan Allah melaknat orang yang melindungi pelaku maksiat.”

 

Musnad Ahmad 1239: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Abu Hassan Al A’raj dari ‘Abidah dari Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada Perang Ahzab; “Ya Allah, penuhilah rumah mereka dan kuburan mereka dengan api, karena mereka menghalangi kami dari shalat wustha sampai hilang matahari.”

 

Musnad Ahmad 1240: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail berkata; saya mendengar Hujayyah bin ‘Adi berkata; saya mendengar Ali bin Abu Thalib; bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya mengenai (kurban) sapi betina. Dia menjawab; “Itu untuk tujuh orang.” Dia bertanya lagi; “Bagaimana dengan hewan yang pincang” Ali menjawab; “Jika sudah sampai pada tempat sembelihan (Itu tidak ada masalah bagimu).” Dia bertanya; “Bagaimana dengan hewan yang bertanduk (rusak)?” Ali menjawab; “Hal itu tidak mengapa.” Ali menambahkan; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kami untuk mengecek mata dan telinganya.”

 

Musnad Ahmad 1241: Telah menceritakan kepada kami Bahz dan ‘Affan secara makna, berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah mengabarkan kepada kami Simak dari Hanasy Al Mu’tamir bahwa ketika Ali Radhiallah ‘anhu berada di Yaman, Orang-orang menggali suatu lubang untuk menjebak singa, (kemudian) singa datang (dan terperangkap disana), tiba-tiba seorang laki-laki terjatuh kedalam lubang dengan berpegangan kepada temannya, sedang temannya tersebut berpegangan kepada yang lainnya, dan orang lain ini pun berpegangan kepada yang lain juga, sehingga jumlah mereka ada empat orang. Kemudian singa yang (terperangkap) di lubang itu melukai mereka. Di antara mereka ada yang tewas di dalam, ada yang dikeluarkan dan setelah itu baru tewas. Hanasy Al Mu’tamir berkata; akhirnya mereka saling berselisih pendapat dalam masalah itu sampai mereka mengusung senjata masing-masing. Maka Ali Radhiallah ‘anhu menemui mereka dan berkata; “Celaka kalian, Apakah kalian akan membunuh dua ratus orang karena empat nyawa. Kemarilah, aku akan memutuskan perkara ini jika kalian rela dengan keputusanku. Jika tidak maka sampaikan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Hanasy Al Mu’tamir berkata; Ali memutuskan untuk orang pertama seperempat diyat, bagi orang kedua sepertiga diyat, bagi orang ketiga setengah diyat dan bagi orang keempat satu diyat penuh. Ternyata sebagian menerima dan yang lainnya tidak, dan mereka menuntut untuk (pembayaran) diyat dibebankan kepada semua kabilah yang berdesak-desakkan. Akhirnya mereka mengadukan persoalan ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahz berkata; Hammad berkata; saya mengira dia berkata; saat itu beliau sedang berbaring, kemudian beliau duduk di atas bokong dengan mendekap kedua lututnya menempel dadanya: “Saya akan memutuskannya.” Lalu beliau diberitahukan bahwa Ali Radhiallah ‘anhu telah memutuskannya dengan ini dan itu. Maka beliau memutuskan sebagaimana yang diputuskan Ali. Menurut ‘Affan, beliau berkata; “Saya akan memutuskannya untuk kalian.”

 

Musnad Ahmad 1242: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepadaku Hajjaj bin Asy Sya’ir telah menceritakan kepada kami Syababah telah menceritakan kepadaku Nu’aim bin Hakim telah menceritakan kepadaku Abu Maryam dan seorang dari teman duduk Ali Radhiallah ‘anhu dari Ali, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada hari Ghadir Khum; “Siapa yang telah menjadikanku sebagai walinya maka Ali juga sebagai walinya.” Kemudian orang-orang setelahnya menambahinya dengan lafazh; “Lindungilah orang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya.”

 

Musnad Ahmad 1243: Telah menceritakan kepada kami Bahz bin Asad telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah memberitakan kepada kami Salamah bin Kuhail dari Hujayyah bin ‘Adi bahwa Ali Radhiallah ‘anhu ditanya tentang kurban sapi, maka dia menjawab; “Untuk tujuh orang.” Dia juga ditanya tentang hewan yang tanduknya pecah, dia menjawab; “Tidak mengapa.” Dia juga ditanya tentang hewan yang pincang, Ali menjawab; “Jika sudah sampai pada tempat sembelihan (Itu tidak ada masalah bagimu).” Lalu Ali menambahkan; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh kami untuk mengecek kedua mata dan kedua telinganya.”

 

Musnad Ahmad 1244: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Al Abbas bin Al Walid An Narsi telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Sa’id Al Jurairi dari Abu Al Ward dari Ibnu A’bud berkata; Ali bin Abu Thalib berkata; “Wahai Ibnu A’bud! Apakah kamu tahu hak makanan?” dia bertanya; “Apakah haknya Wahai Ibnu Abu Thalib?” dia menjawab; “Kamu membaca: BISMILLAHI ALLAHUMMA BARIK LANA FIMA RAZAQTANA (Dengan nama Allah, ya Allah berilah keberkahan pada kami, kepada apa yang telah engkau karuniakan kepada kami).” Ali Radhiallah ‘anhu bertanya; “Apakah kamu tahu bagaimana cara syukur jika kamu telah selesai?” Dia berkata; “Bagaimana cara syukurnya?” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Kamu membaca: ALHAMDULILLAH ALLADZI ATH’AMANA WA SAQANA (Segala puji bagi Allah, yang telah memberi makan kami dan memberi minum kami).” Kemudian berkata; “Maukah saya kabarkan tentang diriku dan Fathimah, Fathimah adalah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, termasuk yang paling mulia dari kalangan keluarganya di sisi beliau, dia adalah istriku. Saat itu dia menggiling dengan menggunakan alat penggiling sampai bekasnya kelihatan pada tangannya, dan dia memberi minum dengan menggunakan geriba, sampai bekas geriba itu terlihat pada lehernya. Dia juga mengurus rumah hingga bajunya kotor berdebu, menyalakan tunggku api sampai pakaiannya menjadi kotor. Hal itu berdampak negative pada dirinya. Saat itu ada seorang tawanan atau pelayan yang dibawa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka saya berkata kepadanya; “Pergilah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mintalah kepadanya seorang pelayan yang dapat membantu (meringankan) penderitaan yang kamu rasakan ini.” Lantas dia berangkat menuju kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan dia mendapati banyak pelayan disana, namun dia pulang dan urung meminta. Kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah saya tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada seorang pelayan. Jika kamu menuju tempat tidurmu, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali dan bertakbirlah tiga puluh empat kali!” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Lalu Fathimah mengeluarkan kepalanya dan berkata; “Saya rela terhadap Allah dan RasulNya.” dua kali. lalu menyebutkan sebagaimana hadits Ibnu Ulayyah dari Al Jurairi atau semisalnya.

 

Musnad Ahmad 1245: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Abu Hassan dari ‘Abidah berkata; (sebelumnya) kami berpendapat bahwa shalat wustha adalah shalat subuh. ‘Abidah berkata; kemudian Ali Radhiallah ‘anhu menceritakan kepada kami, bahwa mereka (kaum musyrikin) pada Perang Ahzab menyerang dan mereka menghalangi kami dari shalat ashar, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “Ya Allah, penuhi kuburan mereka dengan api, atau isilah perut mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menghalangi kami dari shalat wustha” ‘Abidah berkata; “Maka sejak saat itu, kami mengetahui bahwa shalat wustha adalah shalat ashar.”

 

Musnad Ahmad 1246: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepadaku Abdul Malik bin Maisarah dari Zaid bin Wahab dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memberi kepadanya perhiasan dari sutra kemudian dia memakainya keluar rumah menemui anggota kaum, tetapi Ali Radhiallah ‘anhu mengetahui kemarahan pada wajah beliau, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya merobeknnya dan membaginya di atara para wanita muslimah.”

 

Musnad Ahmad 1247: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdul Malik bin Maisarah berkata; saya mendengar An Nazal bin Sabrah berkata; saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu shalat dhuhur kemudian duduk untuk memenuhi kebutuhan orang-orang. Tatkala masuk waktu ashar, dibawakan kepadanya satu bejana air, lalu dia mengambil satu cidukan dan membasuh mukanya, kedua lengannya, kepalanya, dan kedua kakinya, kemudian mengambil sisanya dan meminumnya sambil berdiri, dan berkata; “Ada beberapa orang yang membenci hal ini, padahal saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya. Demikianlah wudhu bagi orang yang tidak berhadats.”

 

Musnad Ahmad 1248: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Salamah bin Kuhail dari Asy Sya’bi bahwa Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepada Syarahah; “Barangkali kamu dipaksa, barangkali suamimu yang mendatangimu, barangkali ini dan itu.” Namun dia menjawab; “Tidak.” Tatkala dia telah melahirkan, Ali Radhiallah ‘anhudlia Allahu ‘anhu menjilidnya kemudian merajamnya. Ada yang bertanya; “Kenapa anda menjilidnya kemudian merajamnya?” dia menjawab; “Saya menjilidnya karena kitab Allah dan saya merajamnya karena sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1249: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Kamil, Fudhail bin Al Husain dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid bin Hisab berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang belajar Al Qur`an dan dan mengajarkannya.”

 

Musnad Ahmad 1250: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Abdurrahman bin Ishaq Al Qurasy dari Sayyar Abu Al Hakam dari Abu Wa`il berkata; Seorang lelaki menemui Ali Radhiallah ‘anhu kemudian berkata; “Wahai Amirul Mukminin, saya tidak mampu untuk membayar uang pembebasan diriku, bantulah aku.” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan kepadaku, seandainya kamu mempunyai hutang uang dinar sebesar gunung Shir pasti Allah akan melunasinya untukmu.” Aku menjawab; “Ya.” Ali berkata; “Bacalah: ALLAHUMMA AKFINI BIHALALIKA ‘AN HARAMIKA WA`AGHNINI BIFADLIKA ‘AMMAN SIWAKA (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dariMu dan cukupkanlah aku dengan fadlilahMu dari selainMu).”

 

Musnad Ahmad 1251: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Al Jahdari dan Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami dan Rauh bin Abdul Mukmin Al Muqri`, dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid bin Hisab dan ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka).”

 

Musnad Ahmad 1252: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari ‘Ashim bin Kulaib telah menceritakan kepadaku Abu Burdah bin Abu Musa berkata; Saya duduk bersama Abu Musa, lalu kami menemui Ali Radhiallah ‘anhudlia Allahu ‘anhu, kemudian Ali Radhiallah ‘anhu berdiri menuju Abu Musa dan menyuruhnya dengan suatu urusan masyarakat.” Abu Burdah berkata; Ali berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhku membaca doa: ALLAHUMMAHDINI WA SADDIDNI WADZKUR BIL HUDA HIDAYATAKA AT THARIQ WA ADZKUR BI SADDADI TASDIDAKA AS SAHMA (Ya Allah, berilah saya petunjuk dan sikap istiqamah, ingatlah hidayah yang kamu maksudkan untuk petunjuk jalan, dan ingatlah dengan istiqamah tersebut adalah seperti istiqamahnya anak panah). Dan beliau melarangku Memakai cincin pada jari ini, -Abu Burdah memberi menunjukkan pada jari telunjuk dan jari tengah. ‘Ashim berkata; saya merasa ragu, mana yang dia maksud dari dua jari itu.- dan beliau melarangku Al mitsarah dan al qasiyah.” Abu Burdah berkata; saya bertanya; “Wahai Amirul Mukminin! Apakah al mitsarah dan apakah al qasiyah itu?” Dia menjawab; “Al mitsarah adalah sesuatu yang dibuat kaum wanita bagi para suaminya untuk tempat duduk kendaraan mereka, sedangkan al qasi adalah pakaian yang berasal dari Syam atau dari Yaman- ‘Ashim ragu- yang pada pakaian itu terdapat sutra yang bergaris yang coraknya tebal dan bengkok-bengkok.” Abu Burdah berkata; “Tatkala saya melihat kain Sabani, maka saya tahu bahwa yang dimaksud dalam hadits adalah kain itu.”

 

Musnad Ahmad 1253: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Minhal saudara Hajjaj, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d berkata; Seorang lelaki bertanya kepada Ali; “Wahai Amirul mukminin, bulan apa yang kamu perintahkanku untuk berpuasa selain bulan Ramadlan?” dia menjawab; “Aku tidak pernah mendengar seseorangpun bertanya seperti ini setelah seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia bertanya; ‘Wahai Rasulullah, bulan apa yang engkau perintahkan kepadaku untuk berpuasa selain bulan Ramadlan?” maka beliau menjawab; “Jika kamu hendak berpuasa sebulan setelah Ramadlan, berpuasalah bulan Muharram, karena itu adalah bulan Allah, di dalamnya ada satu hari yang Allah menerima taubat suatu kaum dan akan menerima taubat suatu kaum yang lain.”

 

Musnad Ahmad 1254: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Rauh bin Abdul Mukmin telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad, dan telah menceritakan kepadaku ‘Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka).”

 

Musnad Ahmad 1255: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan -menurutku- dari Abu Awanah dari Khalid bin ‘Alqamah dari Abdu Khair berkata; saya menemui Ali Radhiallah ‘anhu, pada saat itu dia telah selesai shalat, lalu dia meminta air wudhu. Kami bertanya; “Apa yang akan dia lakukan padahal dia telah shalat.” Ternyata dia mengajarkan kami. Dibawakan kepadanya bejana besar dan gayung. Dia mengangkat gayung dan menuangkan pada tangannya lalu membasuh tangannya tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangan dan berkumur-kumur serta memasukkan dan mengeluarkan air lewat hidungnya tiga kali. Kemudian berkumur-kumur serta memasukkan dan mengeluarkan air lewat hidungnya dari tangan yang mengambil air tadi. Lalu membasuh wajahnya tiga kali, membasuh tangan kanannya tiga kali, dan tangan kirinya tiga kali juga, memasukkan tangannya lalu mengusap kepalanya satu kali. Kemudian dia membasuh kaki kanannya tiga kali, dan kaki kirinya tiga kali, kemudian berkata; “Barangsiapa suka melihat cara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, demikianlah wudhu beliau.”

 

Musnad Ahmad 1256: Telah menceritakan kepada kami Mu’adz telah memberitakan kepada kami Zuhair bin Mu’awiyah, Abu Khaitsamah dari Abdul Karim Al Jazari dari Mujahid dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhku mengurus unta (kurban) beliau dan (menyuruhku) menyedekahkan daging dan kulit serta penutup punggungnya, dan (menyuruhku) agar tidak memberi kepada orang yang menyembelih.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Kami memberi bagian kepadanya dari harta kami sendiri.” Telah menceritakan kepada kami Mu’adz telah menceritakan kepada kami Sufyan Ats Tsauri dari Abdul Karim dari Mujahid dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku..” sebagaimana di atas, kecuali potongan hadits; “Kami memberi bagian kepadanya dari harta kami sendiri.”

 

Musnad Ahmad 1257: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammam telah memberitakan kepada kami Qatadah dari Abu Hassan dari ‘Abidah As Salmani dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada Perang Ahzab: “Semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api sebagaimana mereka menghalangi kami dari shalat wustha sampai matahari tenggelam.” Atau berkata; “Sampai matahari terbenam.” Salah satu dari kalimat itu.

 

Musnad Ahmad 1258: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammad dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Abu Dzabyan Al Jambi bahwa didatangkan seorang wanita yang telah berbuat zina ke hadapan Umar bin Khattab, kemudian memerintahkan untuk merajamnya, maka orang-orang membawanya untuk merajamnya, tetapi (ditengah perjalanan) mereka bertemu dengan Ali Radhiallah ‘anhu. Ali Radhiallah ‘anhu bertanya; “Ada apa ini?” mereka menjawab; “Dia telah berzina dan Umar menyuruh merajamnya.” Ali melepaskannya dari tangan mereka dan mencegah mereka, kemudian mereka kembali kepada Umar, (Sesampainya disana) Umar bertanya; “Apa yang menyebabkan kalian kembali?” Mereka menjawab; “Ali Radhiallah ‘anhu.” Umar berkata; “Tidaklah Ali melakukan hal ini kecuali karena sesuatu yang dia ketahui?” maka diutuslah seseorang kepada Ali kemudian dia datang dengan agak marah, Umar bertanya; “Kenapa kamu mencegah mereka?” Ali menjawab; Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diangkat catatan amal dari tiga orang: orang yang tidur sehingga dia bangun, anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan orang gila sampai dia berakal?” Umar menjawab; “Ya.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Sesungguhnya wanita ini gila, dari Bani Fulan, kemungkinan ada orang yang memperkosanya saat dia gila.” Umar berkata; “Aku tidak tahu.” Ali berkata; “Saya juga tidak tahu.” maka Umar tidak jadi merajamnya.

 

Musnad Ahmad 1259: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ali bin Mis’ar, dan telah menceritakan kepadaku Rauh bin Abdul Mukmin dan telah menceritakan kepada kami Abdul wahid bin Ziyad dari Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka).”

 

Musnad Ahmad 1260: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu -dengan memarfu’kannya-, bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melarang membaca al Qur`an pada saat ruku’. Beliau bersabda: “Jika kalian sedang ruku’ maka agungkanlah Allah dan jika kalian sujud, berdo’alah karena pada saat itu doa kalian akan dikabulkan.”

 

Musnad Ahmad 1261: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi dari Ibnu Aun dari Muhammad berkata; ‘Abidah berkata; saya tidak menceritakan kepadamu kecuali saya mendengar darinya. Muhammad berkata; ‘Abidah bersumpah tiga kali, dan Ali juga bersumpah di hadapannya; “Jikalau bukan karena kalian akan menjadi berlebihan, saya akan beritakan kepada kalian tentang apa yang telah Allah janjikan kepada orang yang membunuh mereka menurut lisan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” Saya bertanya kepada Ali Radhiallah ‘anhu; “Apakah benar kau telah mendengar dari beliau.” Dia menjawab; “Ya. Demi Rab Ka’bah, ya. Demi Rab Ka’bah, ya. Demi Rab Ka’bah. Di antara mereka, ada orang yang cacat tangannya atau pendek tangannya” aku mengira Ali berkata; “Cacat tangannya.”

 

Musnad Ahmad 1262: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Ma’mar telah menceritakan kepadaku Ali bin Mushir dan Abu Mu’awiyah dari Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka).”

 

Musnad Ahmad 1263: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa’id telah mengabarkan kepada kami Ali bin Mushir dari Abdurrahman bin Ishaq telah menceritakan kepada kami An Nu’man bin Sa’d berkata; Kami duduk di sisi Ali Radhiallah ‘anhu, kemudian dia membaca ayat: ((Ingatlah) hari (ketika) kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha PeMurrah sebagai perutusan yang terhormat) Lalu Ali berkata; “Tidak, demi Allah, tidaklah mereka dikumpulkan di atas kaki-kaki mereka, dan tidaklah utusan yang terhormat dikumpulkan di atas kaki-kaki mereka akan tetapi di atas unta betina yang belum pernah ada semisalnya yang dilihat oleh makhluq, di atasnya ada pelana-pelana dari emas kemudian mereka menaikinya sampai mengetuk pintu-pintu syurga.”

 

Musnad Ahmad 1264: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu ‘Adi dari Muhammad bin Ishaq telah menceritakan kepadaku Aban bin Shalih dari Ikrimah berkata; saya melakukan wukuf bersama Husain, dan saya tetap mendengarnya membaca; LABAIKA sampai dia melempar jumrah. Maka saya bertanya; “Wahai Abu Abdullah, ihram apa itu?” Dia menjawab; “Saya mendengar Ali bin Abu Thalib Radhia Allahu ‘anhu berihram sampai di tempat jumrah. Dan dia telah menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berihram sampai pada tempat tersebut.”

 

Musnad Ahmad 1265: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Zuhair Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Seorang lelaki menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya; “Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku bulan apa yang harus saya puasa di dalamnya setelah bulan Ramadlan” beliau menjawab; “Jika kamu hendak berpuasa sebulan setelah Ramadlan, berpuasalah bulan Muharram, karena itu adalah bulan Allah, di dalamnya ada satu hari yang Allah telah menerima taubat suatu kaum dan akan menerima taubat suatu kaum yang lain.”

 

Musnad Ahmad 1266: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah mengabarkan kepada kami Syarik dari Manshur dari Rib’i dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Sekelompok orang Quraisy menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mereka berkata; “Wahai Muhammad, sesungguhnya kamu adalah tetangga kami dan sekutu kami, dan orang-orang dari budak kami telah datang kepadamu, mereka tidak punya semangat dalam masalah agama dan dalam masalah fiqih. Mereka hanya lari karena pekerjaan dan harta kami, kembalikan mereka kepada kami!” maka Nabi bertanya kepada Abu Bakar: “Bagaimana pendapatmu?” dia menjawab; “Mereka benar, sesungguhnya mereka adalah tetanggamu.” Ali berkata; Maka berubahlah wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau bertanya kepada Umar; “Bagaimana pendapatmu?” Umar menjawab; “Mereka benar. Sesungguhnya mereka adalah tetangga dan sekutumu.” maka berubahlah wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Musnad Ahmad 1267: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa’id tahun dua ratus dua puluh enam, telah mengabarkan kepada kami Ali bin Mushir dari Abdurrahman bin Ishaq telah menceritakan kepada kami An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Ada seorang laki-laki yang menanyakan kepadanya; apakah saya boleh membaca al Qur`an dalam ruku’ dan sujud.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh saya melarang membaca al Qur`an dalam ruku’ maupun sujud. Jika kalian sedang ruku’ maka agungkanlah Allah dan jika kalian sujud, maka bersunguh-sungguhlah dalam meminta karena pada saat itu doa kalian akan dikabulkan.”

 

Musnad Ahmad 1268: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Abbad bin Ya’qub Al Asadi, Abu Muhammad telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di syurga ada sebuah kamar yang bagian dalamnya dapat terlihat dari luarnya dan bagian luarnya dapat terlihat dari bagian dalamnya.” maka ada seorang arab badui bertanya; “Wahai Rasulullah, untuk siapa itu?” beliau menjawab: “Untuk orang yang bagus ucapannya, memberi makan kepada orang lain dan orang yang shalat menghadap Allah di malam hari sementara orang-orang sedang tertidur.”

 

Musnad Ahmad 1269: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Rauh bin Abdul Mukmin Al Muqri` telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad, dan telah menceritakan kepadaku ‘Abbad bin Ya’qub Al Asadi telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail, semuanya dari Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka).”

 

Musnad Ahmad 1270: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah memberitakan kepada kami Abu Bakar dari Al A’masy dari Salamah bin Kuhail dari Abdullah bin Suba’ berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkhutbah dan berkata; “Demi Dzat yang telah memecah biji dan menciptakan ruh, sungguh (jenggotku) ini akan diwarnai dengan (darah dari kepalaku) ini.” Orang-orang berkata; “Beritahukan kepada kami, siapa dia (yang akan membunuhmu). Demi Allah, kami akan membunuh keluarganya.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Demi Allah, berarti orang yang tidak membunuhku akan dibunuh juga?” mereka menjawab; “Jika anda telah mengetahui demikian, maka angkatlah seorang pengganti!” dia menjawab; “Tidak, saya akan menyerahkan kepada kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyerahkan urusannya kepada kalian.”

 

Musnad Ahmad 1271: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Daud telah memberitakan kepada kami Za`idah dari As Sudi dari Sa’ad bin ‘Ubadah dari Abu Abdurrahman As Sulami berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkhutbah kepada kami dan berkata; “Wahai manusia, tegakkan hukuman had kepada budak-budak kalian yang sudah menikah dan yang belum, karena seorang budak wanita milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuat zina, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhku melaksanakan hukuman had kepadanya. Ketika aku mendatanginya ternyata dia baru selesai dari nifasnya, sehingga aku khawatir jika menjilidnya dia akan meninggal, maka aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan hal itu kepadanya dan beliau menjawab; “Bagus kamu.”

 

Musnad Ahmad 1272: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Haritsah bin Mudharrib dari Ali berkata; “Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku ke Yaman, saya berkata; “Anda mengutusku kepada kaum yang lebih tua dariku agar aku memutuskan perkara di tengah-tengah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pergilah, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla akan menunjuki hatimu dan menetapkan lidahmu!”

 

Musnad Ahmad 1273: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Abdurrahman bin Ishaq dari An Na’man bin Sa’d dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di syurga ada pasar yang tidak di berlakukan jual beli di dalamnya, kecuali gambar wanita dan laki laki. Jika seorang lelaki tertarik dengan salah satu gambar wanita, dia cukup masuk ke dalamnya dan di dalamnya sudah tersedia sekumpulan bidadari bermata jeli, mereka mengangkat suara yang tidak pernah didengar oleh makhluq sama sekali, mereka mengatakan; ‘Kami kekal tidak mati, kami selalu ridla tidak pernah marah, dan kami selalu senang tidak pernah sengsara, beruntunglah bagi orang yang menjadi milik kami dan kami miliknya.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Zuhair Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di syurga ada pasar…” kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap, kecuali lafazh: “Jika seorang lelaki tertarik dengan satu gambar maka dia masuk kepadanya.” Beliau berkata; “Di dalamnya ada perkampungan bidadari syurga, mereka mengangkat suara mereka.” kemudian menyebutkan hadits seperti di atas.

 

Musnad Ahmad 1274: Telah menceritakan kepada kami dari Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Aban Al Nalkhi telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Hayyah bin Qais dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa dia berwudhu tiga kali-tiga kali, lalu mengusap rambutnya dan meminum sisa air wudhunya kemudian berkata; “Barangsiapa hendak melihat cara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka lihatlah.”

 

Musnad Ahmad 1275: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Suwaid bin Ghafalah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan muncul suatu kaum di akhir zaman, mereka membaca Al Qur`an tapi (pengaruh dan keutamaannya) tidak melebihi tenggorokan mereka dan mereka keluar dari Islam seperti melesatnya anak panah dari sasarannya, maka memerangi mereka hukumnya wajib bagi setiap muslim.”

 

Musnad Ahmad 1276: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Haristah bin Al Mudhar dari Ali Radhiallah ‘anhu, dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam dan Abu Nadlr berkata; telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Abu Ishaq dari Haristah bin Al Mudhar dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Jika peperangan sedang memanas, lalu kaum yang satu telah bertemu dengan musuhnya, maka kami berlindung dibalik tubuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga tidak ada seorangpun yang lebih dekat dengan musuh daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1277: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdurrahman bin ‘Ayyasy dari Zaid bin Ali dari Bapaknya dari ‘Ubaidullah bin Abu Rafi’ dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wukuf di Arafah dan bersabda: “Ini adalah tempat wukuf dan Arafah semuanya adalah tempat wukuf.” Lalu beliau membonceng Usamah bertolak dan berjalan secara perlahan sementara orang-orang berdesakan ke kanan dan ke kiri, maka beliau menoleh seraya berkata: “tenanglah wahai manusia tenanglah wahai manusia.” beliau bertolak ketika matahari telah tenggelam. sampai di Muzdalifah, beliau menjama’ dua Shalat yaitu shalat maghrib dan shalat isya’ dan menginap di sana, Pada pagi harinya beliau berdiri di Quzah seraya berkata: “ini adalah Quzah tempat berhenti dan semua jam’un (Muzdalifah) adalah tempat berhenti, ” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Kemudian beliau melanjutkan perjalanan, tatkala sampai di Muhassir, beliau memukul untanya dan unta tersebut menurut saja hingga beliau dapat melewati lembah itu. Beliau mengekang untanya dan memboncengkan Al Fadl dan melanjutkan perjalanannya sampai di Jumrah dan melempar di sana. Beliau juga mendatangi tempat penyembelihan dan bersabda: “Ini adalah tempat menyembelih dan Mina semuanya adalah tempat menyembelih.” kemudian seorang wanita muda dari Khats’am berkata; “Sesungguhnya bapakku adalah orang yang sudah tua renta, padahal dia mempunyai kewajiban haji, apakah boleh jika saya menghajikannya?” beliau menjawab; “Ya, lakukanlah.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Beliau memalingan leher Al Fadl, maka Al Abbas berkata; “Wahai Rasulullah, kenapa anda memalingkan leher anak pamanmu?” beliau menjawab; “Saya melihat seorang pemuda dan seorang gadis, saya takut setan menguasai keduanya.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; setelah itu seorang laki-laki menemui beliau dan berkata; “Saya telah thawaf ifadlah sebelum saya bercukur? ‘ beliau menjawab; “Cukurlah atau pendekkanlah, dan tidak mengapa”‘ Lalu beliau mendatangi Zamzam, dan bersabda: “Wahai Bani Abdul Muthallib, tugas memberi minuman kepada manusia adalah tugas kalian. Kalau saja bukan karena manusia dapat mengalahkan kalian dalam hal ini niscaya saya akan mencabut (tugas itu).”

 

Musnad Ahmad 1278: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami Hasyim yaitu Ibnu Al Barid, dari Isma’il Al Hanafi dari Muslim Al Bathin dari Abu Abdurrahman As Sulami berkata; Ali Radhiallah ‘anhudlia Allahu ‘anhu memegang tanganku dan kami berangkat dengan berjalan sampai kami duduk di samping sungai Eufrat. Ali Radhiallah ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah ada jiwa yang hidup kecuali telah ditetapkan Allah bahwa dia sengsara atau bahagia.” Ada seorang laki-laki berkata; “Wahai Rasulullah, kalau begitu untuk apa kita beramal.” Beliau bersabda: “Beramallah! Semuanya akan dimudahkan menuju apa akan menjadi taqdir dia diciptakan.” Kemudian beliau membaca ayat ini; ” (Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga).) ” Sampai pada firman: (Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.)

 

Musnad Ahmad 1279: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Abu Hayyah Al Wadi’i berkata; “Saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu kencing di Rahabah, kemudian meminta air dan berwudhu. Dia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, berkumur-kumur dan memasukkan dan mengeluarkan air lewat hidungnya tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua lengannya tiga kali-tiga kali dan mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya tiga kali-tiga kali, kemudian berkata; “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan sebagaimana yang kalian lihat apa yang aku lakukan.”

 

Musnad Ahmad 1280: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Zuhair Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Hayyah dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu tiga kali-tiga kali.

 

Musnad Ahmad 1281: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Abu Ishaq dari Abu Hayyah berkata; saya melihat Ali Radhiallah ‘anhu berwudhu, dia membersihkan kedua telapak tangannya, membasuh wajahnya tiga kali, kedua lengannya tiga kali, dan mengusap kepalanya, kemudian mengusap kedua kakinya sampai kedua mata kakinya dan berdiri dan meminum sisa air wudhunya dan berkata; “Saya hendak memperlihatkan kepada kalian bagaimana wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1282: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Marwan Al Fazari dari Al Mukhtar bin Nafi’ telah menceritakan kepadaku Abu Mathar Al Bashri -dan dia (seorang tabi’in yang) telah bertemu Ali Radhiallah ‘anhu, – bahwa Ali membeli pakaian dengan harga tiga dirham, ketika memakainya dia mengucapkan: “ALHAMDULILLAAHILLADZII RAZAQANI MINAR RIYASYI MAA ATAJAMMALU BIHI FIN NAASI WA `UWAARII BIHI ‘AURATI (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rizqi kepadaku berupa pakaian, sehingga aku bisa memperbagus diriku di hadapan manusia dan bisa menutup auratku).” kemudian dia berkata; “Demikianlah aku mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1283: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Yahya telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Hayyah Al Hamdani berkata; Ali bin Abu Thalib berkata; “Barangsiapa hendak melihat wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka lihatlah kepadaku.” Abu Hayyah berkata; “Ali Radhiallah ‘anhu berwudhu tiga kali-tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan meminum sisa air wudhunya.”

 

Musnad Ahmad 1284: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami Mukhtar bin Nafi’ At Tamar dari Abu Mathar bahwa dia melihat Ali menemui seorang pemuda, dan dia membeli darinya satu potong kemeja dengan tiga dirham kemudian memakainya, pakaian itu (panjangnya) antara betis sampai mata kaki, ketika mengenakannya dia membaca “ALHAMDU LILLAAHILLADZII RAZAQANI MINAR RIYASYI MAA ATAJAMMALU BIHI FI AN NAASI WA ‘UWAARII BIHI ‘AURATI (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rizqi kepadaku berupa pakaian, sehingga aku bisa memperbagus diriku di hadapan manusia dan bisa menutup auratku).” Ada yang bertanya; “Apakah hal itu dari kamu sendiri atau dari Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” maka dia menjawab; ” (do’a) ini saya dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika memakai pakaian beliau membaca; “ALHAMDU LILLAAHILLADZII RAZAQANI MINAR RIYASYI MAA ATAJAMMALU BIHI FI AN NAASI WA ‘UWAARII BIHI ‘AURATI (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rizqi kepadaku berupa pakaian, sehingga aku bisa memperbagus diriku di hadapan manusia dan bisa menutup auratku).”

 

Musnad Ahmad 1285: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami Mukhtar dari Abu Mathar berkata; Tatkala kami sedang duduk bersama amirul mukminin, Ali di Masjid di Rahabah, tiba-tiba seorang laki-laki datang dan berkata; “Tunjukkan kepadaku wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” pada saat itu matahari telah tergelincir ke arah barat. Ali Radhiallah ‘anhu memanggil Qanbar dan berkata; “Bawakan bejana berisi air, ” lalu dia membasuh kedua telapak tangannya, wajahnya tiga kali, berkumur-kumur tiga kali, memasukkan sebagian jarinya pada mulutnya, beristinsyaq tiga kali, membasuh kedua lengannya tiga kali dan mengusap kepalanya sekali, sambil berkata; “Bagian dalam (telinga) termasuk bagian dari wajah dan bagian luarnya termasuk bagian kepala.” Kemudian membasuh kedua kakinya sampai mata kakinya tiga kali, sedangkan janggutnya terurai pada dadanya, kemudian dia meminum satu tegukan setelah rampung dari wudhunya, setelah itu bertanya; “Di mana orang yang bertanya tentang wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Beginilah wudhu Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1286: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid dan Abu Nu’aim keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Sa’d bin Ibrahim dari Ibnu Syaddad berkata; saya mendengar Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Tidaklah saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan bapaknya dan ibunya untuk seseorang kecuali untuk Sa’d.” Abu Nu’aim berkata; “Kedua orangtuanya untuk seseorang.”

 

Musnad Ahmad 1287: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Sa’d bin ‘Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; saya bertanya; “Wahai Rasulullah, kenapa anda cenderung kepada orang Quraisy dan tidak menikah dengan kalangan kami?” Beliau bertanya; “Apakah ada sesuatu?” Ali Radhiallah ‘anhu menjawab; “Ya. Anak perempuan Hamzah.” Beliau bersabda: “Itu adalah putri saudaraku sesusuan.”

 

Musnad Ahmad 1288: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Lahi’ah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Habib dari Abu Al Khair dari Abdullah bin Zurair dari Ali bin Abu Thalib berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diberi hadiah bighal lalu beliau menaikinya, maka sebagain sahabat bertanya; “Bolehkah kami membuat hewan seperti itu.” Beliau bersabda; “Apakah kalian hendak mengawinkan keledai dengan kuda. Sesungguhnya perbuatan itu hanyalah dilakukan orang-orang yang tidak tahu saja.”

 

Musnad Ahmad 1289: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ‘Amru bin Muhammad bin Bukair An Naqid telah menceritakan kepada kami Al ‘Ala` bin Hilal Ar Riqi telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin ‘Amru dari Zaid bin Abu Unaisah dari Abu Ishaq dari Abu Hayyah berkata; Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Maukah aku tunjukkan kepada kalian bagaimana Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu?” kami menjawab; “Ya.” dia berkata; “Bawakan kepadaku satu bejana besar dan satu mangku (berisi) air!” kemudian dia membasuh kedua tangannya tiga kali, beristinsyaq tiga kali dan beristintsar tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya sampai ke sikunya tiga kali, mengusap kepalanya tiga kali dan membasuh kedua kakinya tiga kali.”

 

Musnad Ahmad 1290: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Abu Zhabyan bahwa Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepada Umar; “Wahai Amirul Mukminin! Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “pena diangkat dari tiga orang: dari orang yang tidur sehingga dia bangun, dari anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan orang gila sampai dia berakal’.”

 

Musnad Ahmad 1291: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Salamah bin Abu Al Husam telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil dari Muhammad bin Ali Al Akbar bahwa dia mendengar Bapaknya, Ali bin Abu Thalib berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya telah diberi empat hal yang tidak diberikan kepada salah seorangpun dari Nabi-Nabi Allah. Saya diberi kunci-kunci dunia, diberi nama Ahmad, tanah dijadikan suci untukku dan umatku menjadi umat terbaik.”

 

Musnad Ahmad 1292: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Abu Zhabyan bahwa Ali Radhiallah ‘anhu berkata kepada Umar; “Wahai Amirul Mukminin! Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “pena diangkat dari tiga orang: dari orang yang tidur sehingga dia bangun, dari anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan dari orang gila sampai dia berakal’.”

 

Musnad Ahmad 1293: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id telah menceritakan kepada kami Israil telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah kamu saya ajari beberapa kalimat yang jika kamu membacanya niscaya kamu akan diampuni, sekalipun kamu telah diampuni sebelumnya, (yaitu): LA ILAHA ILLALLAH AL ‘ALIYYUL ‘AZHIM LA ILAHA ILLA HUWA AL HALIMUL KARIM SUBHANALLAH RABBIL ‘ARSYIL ‘AZHIM AL HAMDU LILLAHI RABBIL ‘ALAMIN (Tidak ada ilah selain Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Tiada ilah selain Dia, Yang Maha Santun lagi Maha Mulia. Maha suci Allah, pemilik ‘Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah Rab semesta Alam) ”

 

Musnad Ahmad 1294: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id telah menceritakan kepada kami Husyaim telah menceritakan kepada kami Hushain bin Abdurrahman dari Asy Sya’bi dari Al Harits dari Ali Radhiallah ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan harta riba, kedua saksinya, (dan beliau melaknat) al muhallil dan al muhallal lahu, wanita yang mentato dan wanita meminta ditato, orang yang tidak mau membayar zakat, dan beliau juga melarang meratapi mayat.”

 

Musnad Ahmad 1295: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj, berkata; Yunus bin Abu Ishaq telah mengabarkan kepadaku dari Abu Ishaq dari Abu Juhaifah dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berbuat dosa di dunia lalu dia dihukum, maka Allah Maha Adil untuk mengulangi hukumannya atas hambaNya. Barangsiapa melakukan dosa di dunia kemudian Allah menutupinya dan mengampuninya, maka Allah Maha Mulia untuk menarik kembali atas sesuatu yang telah diampuni.”

 

Musnad Ahmad 1296: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Abu Khoitsamah dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isma’il berkata; telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Abdul Malik bin Maisarah dari An Nazal bin Sabarah berkata; Kami shalat dhuhur bersama Ali Radhiallah ‘anhu, kemudian berangkat ke sebuah majlis di Rahabah, (sesampainya disana) dia duduk dan kami duduk di sekitarnya, kemudian datanglah waktu shalat asar, maka didatangkan air untuknya. Dia mengambil satu genggam air, lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq, lalu membasuh wajahnya, kedua lengannya, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya. Setelah itu meminum sisa dalam bejana tersebut dan berkata; “Saya diberitahu bahwa ada beberapa laki-laki yang membenci salah seorang dari mereka yang minum dengan berdiri. Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan sebagaimana yang aku lakukan.”

 

Musnad Ahmad 1297: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Syarik dari ‘Ashim bin Kualib dari Muhammad bin Ka’ab Al Qurazhi bahwa Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Sungguh dahulu ketika saya bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, saya pernah mengganjalkan batu di perutku karena rasa lapar, dan hari ini infaqku mencapai empat puluh ribu.” Telah menceritakan kepada kami Aswad telah menceritakan kepada kami Syarik dari ‘Ashim bin Kulaib dari Muhammad bin Ka’ab Al Qurazhi dari Ali Radhiallah ‘anhu, kemudian menyebutkan hadits dan dia berkata di dalam haditsnya; “dan sesungguhnya infaq hartaku mencapai empat puluh ribu dirham.”

 

Musnad Ahmad 1298: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ishaq telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin Ibrahim dari Salamah bin Abu Thufail dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku: “Jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya karena bagimu yang pertama dan yang berikutnya tidak boleh bagimu.”

 

Musnad Ahmad 1299: Telah menceritakan kepada kami Zakaria bin ‘Adi telah memberitakan kepada kami ‘Ubaidullah bin ‘Amru dari Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil dari Muhammad bin Ali dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Tatkala Hasan lahir, diberi nama Hamzah, dan tatkala lahir Husain, maka diberi nama dengan nama pamannya, Ja’far. lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilku dan berkata: “Saya diperintah untuk mengganti nama dua anak itu.” Saya berkata; “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.” Kemudian beliau memberi nama keduanya dengan Hasan dan Husain.

 

Musnad Ahmad 1300: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari ‘Utsman bin Al Mughirah dari Abu Shadiq dari Rabi’ah bin Najid dari Ali Radhiallah ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan atau mengundang Bani Abdul Muthallib, di antara mereka sekelompok orang yang semuanya makan daging kambing (yang berumur hampir satu tahun) dan meminum dengan bejana.” Ali Radhiallah ‘anhu berkata; “Maka dibuatkan untuk mereka satu mud makanan, kemudian mereka memakannya sampai mereka kenyang, tetapi makanan masih tersisa seperti semula seakan-akan belum tersentuh. Kemudian disediakanlah air dalam bejana kecil dan mereka meminumnya sampai puas namun minuman tetap seperti semula, seakan-akan belum tersentuh atau belum diminum. Beliau bersabda: “Wahai Bani Abdul Muthallib, sesungguhnya aku diutus untuk kalian secara khusus dan kepada manusia secara umum. Kalian telah melihat mukjizat ini, siapakah diantara kalian yang mau berbai’at kepadaku untuk menjadi saudara dan sahabatku? ‘” Ali berkata; “Tidak ada seorangpun yang berdiri. Kemudian aku bangun, padahal aku adalah orang yang paling kecil diantara mereka. Nabi berkata; “Duduklah!”. Beliau mengatakannya tiga kali, setiap kali beliau bertanya, aku bangun dan beliau berkata kepadaku; “Duduklah.” sampai yang ketiga kalinya beliau memukul dengan tangannya ke tanganku.”

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: