Musnad Ahmad: 1401-1500

Musnad Ahmad 1401: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Mis’ar dan Sufyan dari Sa’id bin Ibrahim, sedangkan menurut Sufyan, dia berkata; dari ‘Amir bin Sa’d dan Mis’ar dari sebagian keluarga Sa’d dari Sa’d, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemuinya untuk menjenguknya saat dia tertimpa sakit di Makkah. Saya berkata; “Wahai Rasulullah, bolehkah aku mewasiatkan hartaku semuanya?” Beliau menjawab; “Jangan” Sa’d bertanya lagi; “Bagaimana kalau setengah?” Beliau menjawab; “Jangan” Sa’d bertanya lagi; “Bagaimana jika sepertiga?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu banyak atau besar. Sesungguhnya (jika) kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kecukupan lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan fakir, dengan menengadahkan tangannya kepada manusia. Sesungguhnya walaupun kamu hanya memberi nafkah kepada keluargamu, itu akan diberi pahala, bahkan sampai suapan yang kamu angkat kepada mulut istrimu.” Sebagian keluarga Sa’d menerangkan; “Pada waktu itu, dia tidak mempunyai kecuali satu anak perempuan saja. Kemudian Sa’d menceritakan hijrah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semoga Allah merahmati Ibnu ‘Afran, semoga Allah memperpanjang usiamu sehingga ada kaum yang mengambil manfaat darimu dan yang lainnya mendapat mudharat karenamu.”

 

Musnad Ahmad 1402: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ziyad bin Mihraq berkata; saya mendengar Abu ‘Abayah dari mantan budak Sa’d bahwa Sa’d mendengar anaknya berdoa; “ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA AL JANNATA WANA’IMAHA WA`ISTABRAQAHA WANAHWAN MIN HADZA, WA`A’UDZUBIKA MINANNARI WASALASILAHA WA AGHLAALAHA (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu syurga dan kenikmatannya, kain sutranya dan yang serupa dengannya, dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka, dari rantainya dan belenggunya) ” maka Sa’d berkata; “Kamu telah memohon kepada Allah kebaikan yang sangat banyak dan berlindung kepada Allah dari keburukan yang sangat banyak. Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan ada suatu kaum yang berbuat aniaya dalam berdoa.” Kemudian beliau membaca ayat: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” Sesungguhnya cukup bagimu untuk membaca: “ALLAHUMMA INNI AS`ALUKAL JANNATA WAMAA QARRABA ILAIHA MIN QAULIN AU ‘AMAL, WA A’UDZUBIKA MINANNARI WAMA QARRABA ILAIHA MIN QAULIN AU ‘AMAL (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu syurga dan apa-apa yang mendekatkan kepadanya baik perkataan serta perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka dan apa-apa yang mendekatkan kepadanya baik perkataan atau perbuatan).”

 

Musnad Ahmad 1403: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dan Abu Sa’id keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ja’far dari Isma’il bin Muhammad, Abu Sa’id berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Muhammad dari Amir bin Sa’d dari bapaknya berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam …” Abu Sa’id berkata; “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca salam ke sebelah kanannya sampai terlihat pipinya yang putih dan ke sebelah kirinya sampai terlihat pipinya yang putih.”

 

Musnad Ahmad 1404: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Hammam dari Qatadah dari Yunus bin Jubair dari Muhammad bin Sa’d dari Bapaknya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemuinya saat di Makkah, ketika itu dia sedang tertimpa sakit. Dia berkata; “Aku tidak memiliki anak kecuali seorang anak perempuan saja, bolehkah aku mewasiatkan hartaku semuanya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Jangan” Sa’d bertanya lagi; “Bagaimana kalau setengahnya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Jangan” Sa’d bertanya lagi; “Bagaimana jika sepertiganya?” beliau menjawab; “Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu besar.” Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Ghallab dari Muhammad bin Sa’d bin Malik dari Bapaknya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemuinya.. lalu menyebutkan hadits sama dengan yang di atas. Dan Abdushshamad berkata; “..Banyak.” yaitu sepertiga.

 

Musnad Ahmad 1405: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dan Abdurrazzaq secara makna, keduanya berkata; telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Al ‘Aizar bin Huraits dari Umar bin Sa’d dari bapaknya, berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku kagum dengan ketetapan Allah ‘azza wajalla terhadap orang-orang mukmin. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia memuji Rabbnya dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia memuji kepada Rabbnya dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap urusannya sampai suapan makanan yang dia angkat kepada mulut istrinya.”

 

Musnad Ahmad 1406: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari Sa’d dari ‘Amir bin Sa’d dari Bapaknya berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemuinya dalam rangka menjenguknya saat di Makkah. Dan dia tidak suka jika dia harus meninggal di tempat yang telah dia tinggalkan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semoga Allah merahmati Ibnu ‘Afran, semoga Allah merahmati Ibnu ‘Afran.” Saat itu dia hanya memiliki seorang anak perempuan, lalu dia berkata; “Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mewasiatkan semua hartaku?” Beliau menjawab; “Jangan” Sa’d bertanya lagi; “Bagaimana kalau setengah?” Beliau menjawab; “Jangan” Sa’d bertanya lagi; “Bagaimana jika sepertiga?” beliau menjawab: “Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu besar. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan fakir, menengadahkan tangan mereka kepada manusia (meminta-minta) apa yang dimiliki mereka. Sesungguhnya walaupun kamu hanya memberi nafkah, itu adalah sedekah, bahkan suapan yang kamu angkat kepada mulut istrimu. Semoga Allah memperpanjang usiamu sehingga ada kaum yang mengambil manfaat darimu sedangkan yang lainnya mendapat mudharat karenamu.”

 

Musnad Ahmad 1407: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ja’far dari Isma’il bin Muhammad dari Bapaknya dari Sa’d berkata; “Buatkanlah liang lahat untukku dan letakkanlah batu bata sebagaimana telah dibuatkan untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1408: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Salamah, telah memberitakan kepada kami Ali bin Zaid dari Sa’id bin Musayyab berkata; saya berkata kepada Sa’d bin Malik; “saya hendak bertanya kepadamu tentang hadits namun saya segan untuk menanyakannya.” Maka Sa’d menjawab; “Jangan begitu wahai anak saudaraku! Jika kamu tahu aku memiliki ilmu, tanyakanlah! Tidak perlu segan” Sa’id berkata; maka aku berkata; “sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (yang di tujukan) kepada Ali, ketika beliau meninggalkannya (untuk menggantikan beliau) di Madinah pada saat perang Tabuk.” Sa’d menjawab; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan Ali (untuk menggantikan beliau) di Madinah pada saat Perang Tabuk. Lalu Ali RAdhiallah ‘anhu berkata; “Wahai Rasulullah, apakah anda meninggalkanku bersama orang-orang yang tertinggal, yaitu kaum wanita dan anak-anak!” beliau bersabda: “Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa?” Ali RAdhiallah ‘anhu berkata; “Ya. Wahai Rasulullah.” Sa’d berkata; “Kemudian Ali segera berbalik kebelakang dengan cepat, seakan-akan saya melihat debu yang berterbangan dari kakinya.” Hammad berkata; “Kemudian Ali segera kembali.”

 

Musnad Ahmad 1409: Telah menceritakan kepada kami Affan telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan telah menceritakan kepadaku Ikrimah bin Khalid telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa’d dari bapaknya berkata; suatu ketika diperbincangkan penyakit lepra di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “penyakit itu adalah siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum kalian. Jika penyakit tha’un sedang mewabah di suatu negeri, janganlah kalian memasukinya, dan jika sedang mewabah di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian keluar dari tempat itu.”

 

Musnad Ahmad 1410: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Abu Ishaq dari Al ‘Aizar bin Huraits dari Umar bin Sa’d bin Abu Waqqash dari bapaknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku kagum dengan seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia memuji Allah dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia memuji Allah dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap urusannya sampai suapan makanan yang dia angkat ke mulut istrinya.”

 

Musnad Ahmad 1411: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rasyid dari Makhul dari Sa’d bin Malik berkata; Aku bertanya; “Wahai Rasulullah, seorang laki-laki yang menjadi pelindung bagi suatu kaum, apakah bagiannya sama dengan bagian yang lainnya?” Nabi menjawab; “Celaka kamu ini wahai Ibnu Ummi Sa’d, tidaklah kalian diberi rizqi dan dimenangkan kecuali karena adanya orang-orang lemah dari kalian.”

 

Musnad Ahmad 1412: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Ashim bin Bahdalah berkata; saya mendengar Mush’ab bin Sa’d menceritakan dari Sa’d berkata; saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Siapa manusia yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab; “Para Nabi, lalu orang-orang yang semisal mereka dan orang-orang yang semisal mereka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai dengan kondisinya, dan jika agamanya kuat maka akan diuji dengan kondisinya juga.” Beliau menambahkan: “Tidaklah ujian itu berhenti pada seorang hamba sampai dia berjalan di muka bumi tanpa mempunyai kesalahan.”

 

Musnad Ahmad 1413: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Yahya bin Sa’id dari Sa’id bin Musayyab berkata; Sa’d bin Malik berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kedua orang tuanya (sebagai tebusan) untukku pada Perang Uhud.”

 

Musnad Ahmad 1414: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Abdullah mantan budak Juhainah, berkata; saya mendengar Mush’ab bin Sa’d menceritakan dari Sa’d dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apakah kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan dalam sehari?” sahabat bertanya; “Siapakah yang mampu melakukannya?” beliau menjawab; “Bertasbih seratus kali (membaca SUBHANALLAAH-Maha Suci Allah) akan ditulis baginya seribu kebaikan dan dihapuskan darinya seribu kesalahan.”

 

Musnad Ahmad 1415: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah memberitakan kepada kami Syu’bah dari ‘Ashim Al Ahwal berkata; saya mendengar Abu ‘Utsman berkata; saya mendengar Sa’d -dia adalah orang yang pertama kali memanah di jalan Allah- dan Abu Bakrah -dia adalah orang yang pernah mengepung benteng Tha`if bersama kaum muslimin, lalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.- mereka berdua berkata; kami mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengakui seseorang (sebagai) bapak padahal bukan bapaknya dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya.”

 

Musnad Ahmad 1416: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Isma’il berkata; saya mendengar Qais bin Abu Hazim berkata; Sa’d berkata; “sesungguhnya aku adalah orang ketujuh dari tujuh orang yang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, (yang pada saat itu kami mengalami) ketiadaan makanan sama sekali kecuali daun Hublah, sampai-sampai salah seorang dari kami mengeluarkan kotoran layaknya kotoran kambing, karena tidak ada campuran makanan (yang dapat kami makan). Kemudian Bani Asad merendahkanku dan menghinaku karena keIslamanku. Sungguh kalau begitu aku telah rugi dan telah sesat jalanku.”

 

Musnad Ahmad 1417: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim telah menceritakan kepadaku Abu ‘Utsman An Nahdi berkata; saya mendengar Ibnu Malik berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengakui seseorang (sebagai) bapak kepada selain bapaknya dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya.”

 

Musnad Ahmad 1418: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakar telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Abu Humaid telah menceritakan kepadaku Isma’il bin Muhammad bin Sa’d bin Abu Waqqash dari bapaknya dari kakeknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku: “Wahai Sa’d, bangunlah dan kumandangkan di Mina bahwa sesungguhnya hari-hari ini adalah hari-hari makan dan minum, tidak ada puasa pada hari-hari ini.”

 

Musnad Ahmad 1419: Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Ali dari Za`idah dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Abu Abdurrahman As Sulami berkata; Sa’d berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan bagian sepertiga kepadaku. Beliau pernah menjengukku, bertanya; “Apakah kamu telah berwasiat? ‘ Saya menjawab; “Ya. Saya menjadikan semua hartaku untuk orang-orang fakir, miskin dan Ibnu Sabil.” Beliau bersabda: “Jangan kamu lakukan!” tetapi saya memberi penjelasan kepada beliau; “Ahli warisku adalah kaya, maka bagaimana kalau duapertiga?” Beliau menjawab; “Jangan!” “Bagaimna kalau setengah” aku mendesak, beliau menjawab; “Jangan!” saya bertanya lagi; “Bagaimana kalau sepertiga?” Beliau bersabda: “Sepertiga, ya sepertiga, tapi itu sudah cukup banyak.”

 

Musnad Ahmad 1420: Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin ‘Amru telah menceritakan kepada kami Aban telah menceritakan kepada kami Yahya dari Al Hadhrami bin Lahiq dari Sa’id bin Musayyab dari Sa’d bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hamah, ‘adwa dan tiyarah. Jika memang ada maka itu ada pada wanita, kendaraan atau tempat tinggal.”

 

Musnad Ahmad 1421: Abdulllah berkata; saya membaca di hadapan Abdurrahman dari Malik, sedangkan Bapakku berkata; dan telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Malik bin Anas dari Ibnu Syihab dari Muhammad bin Abdullah bin Al Harits bin Naufal bin Abdul Muththalib bahwasanya dia telah menceritakan kepadanya, bahwa dia mendengar Sa’d bin Abi Waqqash dan Al Dhahak bin Qais ketika Mu’awiyah bin Abu Sufyan melaksanakan haji. Keduanya berbincang-bincang tentang haji tamattu’, (mendahulukan) umrah kemudian haji. Dhahak berkata; “Tidak akan melakukan hal itu kecuali orang yang jahil terhadap perintah Allah.” Maka Sa’d menyela; “Alangkah buruk perkataanmu Wahai anak saudaraku.” Adh Dhahak berkata; “Umar bin Khaththab melarang hal itu.” Maka Sa’d menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melakukannya dan kamipun telah melakukannya bersama beliau.”

 

Musnad Ahmad 1422: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim telah memberitakan kepada kami ‘Ashim Al Ahwal dari Abu ‘Utsman An Nahdi berkata; Sa’d berkata; -dalam riwayat lain, saya mendengar Sa’d berkata; – dan saya, kedua telingaku mendengar dan hatiku memahaminya, dari Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa mengakui seseorang (sebagai) bapak kepada selain bapaknya dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya.” Abu ‘Utsman An Nahdi berkata; Saya bertemu dengan Abu Bakrah dan saya menceritakan kepadanya, maka dia juga berkata; “dan saya, kedua telingaku mendengar dan hatiku memahaminya, dari Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1423: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sa’d bin Ibrahim berkata; saya mendengar Ibrahim bin Sa’d menceritakan dari Sa’d, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda kepada Ali: “Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa?”

 

Musnad Ahmad 1424: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dan Hajjaj telah menceritakan kepadaku Syu’bah dari Qatadah dari Yunus bin Jubair dari Muhammad bin Sa’d dari Sa’d dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Penuhnya mulut salah seorang diantara kalian dengan nanah kemudian merusaknya itu lebih baik baginya dari pada penuh dengan Sya’ir.” Hajjaj berkata; “Saya mendengar yunus bin Jubair.”

 

Musnad Ahmad 1425: Telah menceritakan kepada kami Hasan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Umar bin Sa’d bin Malik dari Sa’d dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Penuhnya mulut salah seorang diantara kalian dengan nanah kemudian merusaknya itu lebih baik baginya dari pada penuh dengan Sya’ir.”

 

Musnad Ahmad 1426: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari Ikrimah dari Ibnu Sa’ad dari Sa’d dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda mengenai penyakit lepra: “Jika penyakit itu sedang mewabah di suatu negeri, janganlah kalian memasukinya, dan jika sedang mewabah di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian keluar dari tempat itu.” Syu’bah berkata; dan telah menceritakan kepadaku Hisyam, bahwa Abu Bakar adalah ‘Ikrimah bin Khalid.

 

Musnad Ahmad 1427: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ali bin Zaid berkata; saya mendengar Sa’id bin Musayyab berkata; saya berkata kepada Sa’d bin Malik; “anda adalah orang yang memiliki ketajaman pikiran, dan saya hendak bertanya kepada anda.” Dia bertanya; “Apa itu?” saya berkata; “Hadits Ali?” dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Ali: “Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa?” Ali RAdhiallah ‘anhu menjawab; “Saya rela, ” kemudian berkata; “ya, ya.”

 

Musnad Ahmad 1428: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu ‘Aun dari Jabir bin Samurah. Bahz dan ‘Affan berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepada kami Abu ‘Aun, menurut redaksi Bahz, dia berkata; saya mendengar Jabir bin Samurah berkata; Umar berkata kepada Sa’d; “Orang-orang mengadukanmu dalam setiap masalah sampai dalam masalah shalat.” Sa’d menjawab; “Saya memanjangkan dua (raka’at) pertama dan memendekkan dua (raka’at) terakhir. Saya tidak mengurangi apa yang aku ikuti dari shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedikitpun.” Umar berkata; “Itulah yang menjadi perkiraanku.” Atau “Prasangkaku kepadamu.”

 

Musnad Ahmad 1429: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Fithr dari Abdullah bin Syarik dari Abdullah bin Ar Raqim Al Kinani berkata; Kami berangkat ke Madinah pada Perang Jamal, kemudian kami bertemu dengan Sa’d bin Malik di sana, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk menutup pintu-pintu akses ke masjid dan membiarkan pintu Ali.”

 

Musnad Ahmad 1430: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah memberitakan kepada kami Laits, dan Abu Nadhr berkata; telah menceritakan kepada kami Laits, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Mulaikah Al Qurasyi At Taimi dari Abdullah bin Abu Nahik dari Sa’d bin Abu Waqqash, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bukan dari golonganku orang yang tidak melagukan Al Qur`an.”

 

Musnad Ahmad 1431: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah memberitakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari Sa’d bin Abu Waqqash berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang mendatangi keluarganya secara tiba-tiba setelah shalat Isya.”

 

Musnad Ahmad 1432: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah memberitakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Al Musayyab dia mendengar Sa’d bin Abu Waqash berkata; “Utsman bin Mazh’un hendak membujang tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangnya. Seandainya hal itu dibolehkan kepadanya pasti kami akan mengebiri diri kami.”

 

Musnad Ahmad 1433: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Malik bin Anas telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Yazid mantan budak Al Aswad bin Sufyan, dari Abu ‘Ayyash dari Sa’d bin Abu Waqash berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang menukar (jual beli) kurma basah dengan kurma kering, maka beliau menjawab; “Bukankah kurma basah berkurang jika mengering?” para sahabat menjawab; “Ya.” maka Nabi memakruhkannya.

 

Musnad Ahmad 1434: Telah menceritakan kepada kami Ya’la telah menceritakan kepada kami Utsman bin Hakim telah menceritakan kepada kami Amir bin Sa’d bin Abu Waqash dari bapaknya berkata; Kami datang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika kami melewati sebuah masjid Bani Mu’awiyah, beliau masuk dan melaksanakan shalat dua raka’at, kami juga shalat bersama beliau. Beliau memohon kepada Rabbnya ‘azza wajalla dengan lama, kemudian bersabda: “Saya memohon kepada Rabbku ‘azza wajalla tiga hal: aku memohon kepadaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan ditenggelamkan, dan Dia mengabulkan. Aku memohon kepadaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan kelaparan dan Dia mengabulkannya. Dan aku memohon kepadaNya agar tidak menjadikan kehancuran mereka dari diri mereka sendiri namun Dia menolakku.”

 

Musnad Ahmad 1435: Telah menceritakan kepada kami Ya’la dan Yahya bin Sa’id, Yahya berkata; telah menceritakan kepadaku seorang laki-laki yang sebelumnya saya tahu namanya namun saya lupa lagi, dari Umar bin Sa’d berkata; Aku mempunyai keperluan dengan bapakku, Sa’d. (Imam Ahmad) berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Hayyan dari Mujammi’ berkata; Umar bin Sa’d mempunyai keperluan dengan bapaknya. Sebelum mengemukakan keperluannya, dia mengucapkan suatu perkataan yang menjadi perbincangan orang-orang secara terus menerus, yang belum pernah dia dengar sendiri. Ketika dia selesai bicara, bapaknya bertanya; “Wahai anakku, kamu sudah selesai dari ucaapanmu?” dia menjawab; “Ya.” bapaknya berkata; “Kamu tidaklah jauh dari kebutuhanmu dan kamu tidak lebih zuhud daripada aku semenjak aku mendengar perkataanmu. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan ada suatu kaum yang makan dengan lisan-lisan mereka seperti sapi makan dari apa yang ada di bumi.”

 

Musnad Ahmad 1436: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Abdul Malik bin ‘Umair dari Jabir bin Samurah, berkata; Penduduk kufah mengadukan Sa’d kepada Umar, mereka berkata; “Dia tidak baik dalam shalatnya.” Lalu Umar menanyakan kepadanya, maka Sa’d menjawab; “Saya mengimami mereka sebagaimana shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, saya memanjangkan dua (raka’at) pertama dan meringankan dua (raka’at) terakhir.” Umar berkata; “Itulah yang menjadi perkiraanku. Wahai Abu Ishaq”

 

Musnad Ahmad 1437: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Abu Ishaq dari Umar bin Sa’d telah menceritakan kepada kami Sa’d bin Abu Waqash berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Membunuh seorang mukmin adalah kekufuran dan mencelanya adalah perbuatan fasik, dan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi dari tiga hari.”

 

Musnad Ahmad 1438: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Amir bin Sa’d bin Abu Waqash dari bapaknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kaum muslim yang paling besar kesalahannya kepada kaum muslim yang lainnya adalah seseorang yang bertanya tentang sesuatu kemudian dia bersikukuh dengan pertanyaannya sehingga diturunkan pengharamannya disebabkan pertanyaannya itu.”

 

Musnad Ahmad 1439: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Umar bin Sa’d atau yang lainnya, bahwa Sa’d bin Malik berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menghinakan orang Quraisy niscaya Allah Azza Wa Jalla akan menghinakannya.”

 

Musnad Ahmad 1440: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari ‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqash dari bapaknya berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan sesuatu kepada beberapa orang lelaki namun tidak memberi kepada seorang lelaki sedikitpun.” Sa’d bertanya; “Wahai Rasulullah, anda memberi fulan dan fulan sementara tidak memberi fulan sedikitpun padahal dia adalah seorang mukmin?” Maka Nabi balik bertanya; “Apakah dia seorang muslim.” Sa’d mengulanginya tiga kali dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap menjawab; “Apakah dia seorang muslim.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh aku akan memberi beberapa lelaki dan membiarkan orang yang lebih aku cintai diantara mereka, maka aku tidak akan memberinya sedikitpun karena khawatir mereka akan di telungkupkan di neraka diatas wajah-wajah mereka.”

 

Musnad Ahmad 1441: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari ‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqash dari bapaknya berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar membunuh Al Wazagh dan beliau memberi nama Fuwaisiq.”

 

Musnad Ahmad 1442: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari ‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqqash dari Bapaknya berkata; Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Haji Wada’, kemudian saya menderita sakit yang hampir mengantarkanku kepada kematian, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjengukku. Saya berkata; “Wahai Rasulullah, aku memiliki harta yang melimpah dan tidak ada yang mewarisiku kecuali seorang anak perempuan. Maka apakah aku boleh mewasiatkan duapertiga hartaku?” Beliau menjawab; “Jangan” saya bertanya lagi; “Bagaimana kalau setengah hartaku?” Beliau menjawab; “Jangan” saya bertanya lagi; “Bagaimana jika sepertiga?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu (masih tetap) banyak. Wahai Sa’d, sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan kekurangan dengan menengadahkan tangannya kepada manusia. Wahai Sa’d tidaklah kamu memberi nafkah, dengan (nafkah tersebut) kamu mengharap ridha Allah Ta’ala kecuali akan diberi pahala, bahkan sampai suapan yang kamu angkat kepada mulut istrimu.” Sa’d berkata; “Wahai Rasulullah, apakah saya akan dikembalikan lagi (ketempat asal hijrahku) setelah meninggalnya para sahabatku?” Beliau bersabda: “sekali-kali kamu tidak akan dikembalikan (ketempat asal hijrahmu) kemudian kamu beramal dengan niat mencari wajah Allah, kecuali akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Bisa jadi kamu dikembalikan lagi sehingga Allah memberikan manfaat denganmu bagi suatu kaum dan memberi mudharat kepada kaum yang lainnya. Ya Allah, teruskanlah bagi sahabat-sahabatku hijrah mereka dan jangan Engkau kembalikan lagi ke belakang. akan tetapi Sa’d bin Khaulah adalah orang yang malang, ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meratapi Sa’d, dan dia meninggal di Makkah.

 

Musnad Ahmad 1443: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri berkata; telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Al Musayyab dari Sa’d bin Abu Waqash berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menolak Utsman untuk membujang. Seandainya beliau menghalalkannya pasti kami akan mengebiri diri kami.”

 

Musnad Ahmad 1444: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Daud bin ‘Amir bin Sa’d bin Malik dari bapaknya dari kakeknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya tidak ada seorang Nabi pun kecuali dia menerangkan Dajjal kepada ummatnya, dan aku pasti akan menerangkannya dengan sifat yang belum disifatkan oleh seorang Nabipun sebelumku. Dia itu matanya buta sebelah, dan Allah ‘azza wajalla tidaklah buta sebelah.”

 

Musnad Ahmad 1445: Telah menceritakan kepada kami Abdushshamad dan Affan berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaim bin Hayyan telah menceritakan kepadaku Ikrimah bin Khalid ‘Affan berkata; telah menceritakan kepadaku dari Yahya bin Sa’id dari Sa’d bahwa penyakit lepra diperbincangkan di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Itu adalah siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum kalian. Jika penyakit itu sedang mewabah di suatu negri janganlah kalian memasukinya, dan jika ada di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya, janganlah kalian keluar dari tempat itu.”

 

Musnad Ahmad 1446: Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin ‘Amru telah menceritakan kepada kami Fulaih dari Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar berkata; ‘Amir bin Sa’d menceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz ketika dia menjabat gubernur Madinah, bahwa Sa’d berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa makan tujuh biji kurma ‘Ajwah dari antara dua gunung Madinah ketika pagi hari maka tidak akan ada sesuatu yang membahayakannya pada hari itu sampai sore harinya.” Fulaih berkata; Aku mengiranya beliau bersabda: “Dan jika memakannya pada waktu sore hari maka tidak ada sesuatu yang membahayakannya sampai pagi hari.” Maka Umar berkata; “perhatikanlah Wahai ‘Amir apa yang kamu ceritakan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” maka ‘Amir menjawab; “Demi Allah, aku tidak berdusta atas nama Sa’d dan Sa’d tidak berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1447: Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin ‘Amru telah menceritakan kepada kami Katsir bin Zaid Al Aslami dari Muththalib dari Umar bin Sa’d dari Bapaknya, Umar bin Sa’d berkata; Anaknya yang bernama ‘Amir datang, lalu Sa’d berkata; “Wahai anakku, apakah kamu menyuruhku untuk menjadi pemimpin dalam masa yang banyak fitnah ini. Tidak, demi Allah, sehingga saya diberi pedang yang jika saya pukulkan kepada orang mukmin maka akan mental, dan jika saya pukulkan kepada orang kafir maka akan membunuhnya. Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla mencintai hambaNya yang berkecukupan, menyembunyikan (sedekahnya) dan bertaqwa.”

 

Musnad Ahmad 1448: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Sa’d bin Ibrahim dari Bapakku dari Sa’d bin Abu Waqqash berkata; “Saya melihat di samping kanan dan kiri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada dua orang laki-laki yang memakai pakaian putih, saya tidak pernah melihatnya sebelum atau sesudah peristiwa tersebut.”

 

Musnad Ahmad 1449: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Al ‘Aizar dari Umar bin Sa’d dari bapaknya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Aku kagum terhadap seorang muslim jika dia mendapatkan kebaikan dia memuji Rabbnya dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia mengharap pahala dari Rabbnya dan bersabar. Orang muslim akan diberi pahala pada setiap sesuatu sampai suapan makanan yang dia suapkan ke mulutnya.”

 

Musnad Ahmad 1450: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Qatadah dan Ali bin Zaid bin Jud’an berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Musayyab telah menceritakan kepadaku putra Sa’d bin Malik suatu hadits dari Bapaknya, Ibnu Musayyab berkata; Saya menemui Sa’d dan berkata; “sebuah hadits yang telah diceritakan kepadaku darimu, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat Ali RAdhiallah ‘anhu (untuk menggantikan beliau) di Madinah.” Sa’d marah dan berkata; “Siapa yang menceritakan kepadamu hadits itu?” saya tidak suka untuk memberitahukan kepadanya bahwa anaknya yang telah menceritakannya kepadaku sehingga dia akan memarahinya. Kemudian dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berangkat menuju perang Tabuk, beliau mengangkat Ali RAdhiallah ‘anhu (untuk menggantikan beliau) di Madinah, tetapi Ali RAdhiallah ‘anhu berkata; “Wahai Rasulullah, saya tidak suka jika anda berangkat kecuali saya bersama anda?” beliau bersabda: “Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa? Hanyasaja tidak ada Nabi setelahku”

 

Musnad Ahmad 1451: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isa telah menceritakan kepadaku Malik yaitu Ibnu Anas, telah menceritakan kepada kami Abu Nadhr dari ‘Amir bin Sa’d berkata; Aku mendengar bapakku berkata; “Saya tidak pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada manusia yang hidup lagi masih berjalan bahwa dia akan berada di syurga kecuali kepada Abdullah bin Salam.”

 

Musnad Ahmad 1452: Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf, Abdullah berkata; dan saya mendengar dari Harun, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb telah menceritakan kepadaku Makhramah dari Bapaknya dari ‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqash berkata; saya mendengar Sa’d dan beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; Ada dua orang laki-laki bersaudara di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, salah satu dari keduanya adalah lebih baik dari yang lainnya, kemudian yang lebih baik meninggal dunia dan yang lainnya mempunyai umurnya yang lebih panjang sampai empat puluh malam, setelah itu dia meninggal dunia. Maka diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaan orang pertama dibanding orang kedua. Beliau berkata: “Bukankah orang yang meninggal (yang kedua) selalu shalat?” mereka menjawab; “Ya, Wahai Rasulullah dan dia juga tidak melakukan dosa besar.” Beliau bertanya: “Apakah kalian tahu sampai seberapa pengaruh shalat?” kemudian saat itu juga beliau bersabda: “Perumpamaan shalat itu seperti sungai yang mengalir di depan pintu seseorang dengan deras dan sangat menyegarkan, dia menyelam di dalamnya setiap hari lima kali, apakah kalian melihat akan tersisa kotoran padanya? ‘”

 

Musnad Ahmad 1453: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepadaku Qatadah dari Yunus bin Jubair dari Muhammad bin Sa’d bin Abu Waqqash dari Bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penuhnya mulut salah seorang diantara kalian dengan nanah dan darah lebih baik baginya dari pada penuh dengan Sya’ir.”

 

Musnad Ahmad 1454: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepadaku Habib bin Abu Tsabit berkata; “Saya tiba di Madinah, kemudian kami mendengar kabar bahwa penyakit lepra menjangkiti Kufah. Maka saya bertanya; “Siapa yang meriwayatkan hadits ini?” ada yang menjawab; “‘Amir bin Sa’d.” Pada saat itu dia tidak ada, kemudian saya bertemu dengan Ibrahim bin Sa’d, dan dia menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Usamah bin Zaid menceritakan kepada Sa’d bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika penyakit itu sedang mewabah di suatu negeri maka janganlah kalian memasukinya, dan jika sedang mewabah pada suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian keluar dari tempat itu.” Habib berkata; saya bertanya; “Apakah kamu mendengarnya dari ‘Usamah?” dia menjawab; “Ya.”

 

Musnad Ahmad 1455: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Bahr telah memberitakan kepada kami Isa bin Yunus dari Zakaria dari Abu Ishaq dari Muhammad bin Sa’d bin Malik dari Bapaknya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Membunuh seorang mukmin adalah kekufuran dan mencelanya adalah perbuatan fasik.”

 

Musnad Ahmad 1456: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah memberitakan kepada kami Abu Bakar dari ‘Ashim bin Abu An Nujud dari Mush’ab bin Sa’d dari Sa’d bin Malik berkata; “Wahai Rasulullah, sungguh Allah telah menyelamatkanku dari orang-orang musyrik, berikanlah pedang ini untukku!” Beliau menjawab; “Sesungguhnya pedang ini bukan milikmu dan bukan pula milikku, letakkan!” Lalu aku meletakkanya kembali, seraya berkata; “Mungkin pedang ini akan diberikan hari ini kepada orang yang tidak dicoba seperti cobaan yang menimpaku.” Tiba-tiba seseorang memanggilku dari belakangku, maka aku bertanya; “apakah telah turun sesuatu tentang aku?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Kamu telah meminta pedang (ini) kepadaku dan (aku jawab;) pedang ini bukan milikku, namun sekarang telah diberikan kepadaku, maka sekarang juga telah menjadi milikmu.” Sa’d berkata; Maka turunlah ayat: (Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan RasulNya.)

 

Musnad Ahmad 1457: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata; saya mendapatkan hadits ini pada kitab bapakku, dengan tulisan dia sendiri; Telah menceritakan kepadaku Abdul Muta’al bin Abdul Wahhab telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa’id Al Umawi, Abu Abdurrahman berkata; dan telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Yahya telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami Al Mujalid dari Ziyad bin ‘Ilaqah dari Sa’d bin Abu Waqash berkata; Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, beliau didatangi oleh orang-orang Juhainah, mereka berkata; “Anda telah berada di tengah-tengah kami, maka buatlah perjanjian kepada kami sehingga kami datang kepada anda dan anda percaya kepada kami.” Akhirnya beliau percaya kepada mereka dan mereka masuk Islam. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim kami pada bulan Rajab, jumlah kami tidak sampai seratus orang, beliau memerintahkan kami untuk menyerang sebuah perkampungan dari Bani Kinanah yang berada di sebelah Bani Juhainah. Akhirnya kami menyerbu mereka, namun jumlah mereka begitu banyak sehingga kami meminta perlindungan ke Bani Juhainah, tetapi mereka menolak kami dan bertanya; “Kenapa kalian berperang di bulan Haram?” Kami menjawab; “Kami memerangi orang-orang yang mengeluarkan kami dari negeri Haram di bulan Haram.” Sebagian dari kami bertanya kepada sebagian yang lain; “Bagaimana pendapat kalian?” Sebagian berkata; “Kita menemui Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahukannya.” Sebagian yang lain berkata; “Tidak, bahkan kita harus tinggal di sini.” Aku berkata kepada orang-orang yang bersamaku; “Tidak, tapi kita datangi rombongan kafilah dagang Quraisy dan kita cegat mereka.” Kami berangkat menuju rombongan kafilah dagang dan ketika itu harta Fai` diambil oleh siapa saja yang mengambilnya. Kami berangkat ke kafilah dagang sedangkan sahabat kami yang lain kembali menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengabarkan kejadian tersebut. Maka bangkitlah beliau dengan marah dan merah wajahnya kemudian berkata; “Apakah kalian berangkat dari sisiku bersama-sama kemudian kembali dengan berpecah-belah? Yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah karena perpecahan. Sungguh aku akan mengangkat salah seorang untuk kalian, dia bukanlah orang terbaik diantara kalian namun dia orang yang paling sabar terhadap lapar dan haus.” kemudian beliau mengangkat Abdullah bin Jahsy Al Asadi untuk (memimpin) kami, dan dialah orang yang pertama kali diangkat sebagai pemimpin dalam Islam.

 

Musnad Ahmad 1458: Telah menceritakan kepada kami Husain dari Za`idah dari Abdul Malik bin Umair dan Abdushshamad telah menceritakan kepada kami Za`idah telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Umair dari Jabir bin Samurah dan dari Nafi’ bin Utbah bin Abu Waqqash berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalian akan memerangi Jazirah Arab kemudian Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Persia dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal dan Allah menaklukkannya untuk kalian.” Nafi’ berkata; Jabir berkata; “Dajjal tidak akan keluar sampai Romawi ditaklukkan.”

 

Musnad Ahmad 1459: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Umair dari Jabir bin Samurah dari Nafi’ bin Utbah bin Abu Waqqash bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalian akan memerangi Jazirah Arab lalu Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Persia dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal dan Allah menaklukkannya untuk kalian.”

 

Musnad Ahmad 1460: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub berkata; saya mendengar Bapakku menceritakan dari Muhammad bin ‘Ikrimah dari Muhammad bin Abdurrahman bin Labibah dari Sa’id bin Musayyab dari Sa’d bin Abu Waqqash, bahwa para pemilik kebun pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyewakan kebun-kebun mereka dengan tanaman yang ada di pinggir sungai dan sesuatu yang terbawa air di sekitar tumbuhan. Kemudian mereka menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berselisih pendapat mengenai permasalahan tersebut. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mereka untuk menyewakan tanah mereka dengan cara seperti itu dan beliau bersabda; “Sewakanlah dengan emas dan perak!”

 

Musnad Ahmad 1461: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi dari Ibnu Ishaq, dan telah menceritakan kepada kami Ya’qub telah menceritakan kepada kami bapakku dari Muhammad bin Ishaq berkata; telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Muhammad bin Abu ‘Atiq, Ya’qub berkata; Ibnu Abu ‘Atiq, dari Amir bin Sa’d, bahwa dia telah menceritakan kepadanya dari bapaknya, Sa’d berkata; aku mendengar Rasulullah bersabda: “Jika salah seorang diantara kalian mengeluarkan dahak di dalam masjid maka hapuslah dahak tersebut supaya jangan sampai terkena kulit seorang mukmin atau mengenai pakaiannya sehingga mengganggunya.”

 

Musnad Ahmad 1462: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Malik dari Abdullah bin Yazid dari Zaid bin ‘Ayyash berkata; Sa’d ditanya tentang menukar gandum dengan gandum putih yang sudah tidak berkulit, maka dia melarangnya, dan berkata; saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang menukar kurma basah dengan kurma kering, maka beliau menjawab; “Bukankah kurma basah berkurang jika mengering?” para sahabat menjawab; “Ya.” maka beliau bersabda; “Kalau begitu jangan.”

 

Musnad Ahmad 1463: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Amir bin Sa’d dari bapaknya yang sampai dengan sanad tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (beliau bersabda): “Sesungguhnya kaum muslim yang paling besar kesalahannya kepada kaum muslim yang lainnya adalah seseorang yang bertanya tentang suatu perkara yang tidak diharamkan, kemudian perkara tersebut diharamkan kepada orang-orang disebabkan pertanyaannya tersebut.”

 

Musnad Ahmad 1464: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari ‘Amir bin Sa’d dari Bapaknya berkata; Saya mengalami sakit yang sangat berat sekali ketika sedang berada di Makkah pada peristiwa penaklukan kota Makkah, yang hampir sakit tersebut mengantarkanku kepada ajalku. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjengukku, maka saya berkata; “Wahai Rasulullah, aku memiliki harta yang melimpah dan tidak ada yang mewarisiku kecuali seorang anak perempuanku. Maka apakah boleh aku mewasiatkan duapertiga hartaku?” -menurut redaksi yang dibawakan Sufyan, berkata; “bolehkah saya mensedekahkan semua hartaku.”- Beliau menjawab; “Jangan” saya bertanya lagi; “Apakah boleh aku sedekahkan duapertiga hartaku.” Beliau menjawab; “Jangan.” – Saya bertanya; “Bagaimana dengan setengah?” Beliau menjawab; “Jangan” saya bertanya lagi; “Sepertiga?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu (masih tetap) besar. Sesungguhnya Kamu jika meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dengan menengadahkan tangannya kepada manusia. Sesungguhnya tidaklah sekali-kali kamu memberi nafkah kecuali pasti akan diberi pahala, bahkan sampai suapan yang kamu angkat kepada mulut istrimu.” Saya berkata; “Wahai Rasulullah, apakah saya akan dikembalikan lagi (ke Madinah)?”‘ Beliau bersabda: “Sesungguhnya sekali-kali kamu tidak akan dikembalikan lagi (ketempat asal) hijrahmu setelah sepeninggalku kemudian kamu beramal dengan amalan yang hanya mencari wajah Allah, kecuali akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan bisa jadi kamu dikembalikan (ke asal hijrahmu) sehingga Allah memberikan manfaat denganmu suatu kaum dan memberi mudharat bagi kaum yang lainnya. Ya Allah, teruskanlah bagi sahabat-sahabatku hijrah mereka dan jangan Engkau kembalikan lagi ke belakang. Tapi yang sangat malang adalah Sa’d bin Khaulah” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meratapinya, dan dia meninggal di Makkah.

 

Musnad Ahmad 1465: Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Ali bin Zaid dari Sa’id bin Musayyab dari Sa’d, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Ali: ” (kedudukan) mu bagiku adalah sebagaimana kedudukan Harun dengan Musa?” kemudian dikatakan kepada Sufyan; “Hanya saja tidak Nabi lagi setelahku?” Dia menjawab; “Ya.”

 

Musnad Ahmad 1466: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul Malik, yang dia mendengar dari Jabir bin Samurah, pengaduan orang-orang Kufah tentang Sa’d kepada Umar, mereka mengatakan; “Dia tidak baik dalam shalatnya.” Maka Sa’d balik bertanya; “Apakah kalian orang-orang arab? Demi Allah, saya tidak akan meninggalkan bagi mereka (tatacara) shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada shalat zhuhur dan ashar, saya memanjangkan dua (raka’at) pertama dan meringankan dua (raka’at) terakhir.” Saya mendengar Umar berkata; “Itulah yang menjadi perkiraanku, wahai Abu Ishaq”

 

Musnad Ahmad 1467: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru saya mendengar Ibnu Abu Mulaikah dari ‘Ubaidullah bin Abu Nahik dari Sa’d bin Abu Waqqash berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukan dari golonganku orang yang tidak melagukan Al Qur`an.”

 

Musnad Ahmad 1468: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Az Zuhri dari Malik bin Aus saya mendengar Umar berkata kepada Abdurrahman bin Auf, Thalhah, Zubair dan Sa’d; “Demi Allah, yang karena-Nya langit dan bumi tegak.” -Sufyan berkata; “Demi yang dengan izinnya (langit dan bumi) tegak”- apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya kami tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.” Mereka menjawab; “Ya.”

 

Musnad Ahmad 1469: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al ‘Ala’ yaitu Ibnu Abu Al ‘Abbas, dari Abu Thufail dari Bakar bin Qirwasy dari Sa’d, -ada seseorang bertanya kepada Sufyan; “Apakah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?” Dia menjawab; “Ya.”- Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ular (yang hidup di) lubang pegunungan yang akan membunuhnya.” Yang dimaksud (dengan orang yang akan dibunuh di sini) adalah seorang lelaki dari Bajilah.”

 

Musnad Ahmad 1470: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Isma’il bin Umayyah dari Abdullah bin Yazid dari Abu ‘Ayyash berkata; Sa’d ditanya tentang jual beli gandum putih yang sudah tidak berkulit dengan gandum yang belum di giling atau semisalnya, maka dia menjawab; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang jual beli kurma kering dengan kurma basah, maka beliau menjawab; “Bukankah kurma basah berkurang jika mengering?” mereka menjawab; “Ya.” maka beliau menetapkan; “Kalau begitu jangan.”

 

Musnad Ahmad 1471: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah memberitakan kepada kami ‘Ashim Al Ahwal dari Abu ‘Utsman An Nahdi berkata; saya mendengar Sa’d berkata; “Kedua telingaku mendengar dan hatiku memahaminya dari Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam; “bahwa barangsiapa yang mengaku seseorang (sebagai) bapak dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya.” Abu ‘Utsman berkata; kemudian saya bertemu dengan Abu Bakrah dan menceritakan kepadanya, maka dia berkata; “Kedua telingaku mendengar dan hatiku memahaminya dari Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1472: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah mengabarkan kepada kami Hisyam Ad Dustuwa`i dari Yahya bin Abu Katsir dari Al Hadhrami bin Lahiq dari Sa’id bin Musayyab berkata; saya bertanya kepada Sa’d bin Abu Waqqash tentang tiyarah, maka dia membentakku dan bertanya; “Siapa yang telah menceritakan kepadamu?” namun saya tidak suka memberitahukan kepadanya orang yang telah menceritakan kepadaku. Kemudian Sa’d berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada ‘adwa, tiyarah dan hamah. Jika memang ada tiyarah pada sesuatu, maka itu ada pada kuda, wanita dan tempat tinggal. Jika kalian mendengar ada penyakit lepra sedang mewabah di suatu negri maka janganlah kalian memasukinya, dan jika sedang mewabah di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian kabur dari tempat itu.”

 

Musnad Ahmad 1473: Telah menceritakan kepada kami Isma’il yaitu Ibnu Ibrahim, telah memberitakan kepada kami Hisyam Ad Dastuwa`i dari ‘Ashim bin Bahdalah dari Mush’ab bin Sa’d berkata; Sa’d berkata; “Wahai Rasulullah siapa manusia yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab; “Para Nabi, lalu orang-orang yang semisal mereka dan orang-orang yang semisal mereka, sehingga seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya kuat maka akan diuji sesuai dengan kekuatannya.” -dalam kesempatan lain beliau bersabda: “yang paling berat cobaanya, jika agamanya lemah maka akan diuji dengan sebatas itu.” – dalam kesempatan lain beliau bersabda: “Sesuai kadar agamanya.” – Beliau menambahkan: “Tidaklah ujian itu meninggalkan seorang hamba sehingga hamba tersebut berjalan di muka bumi dengan tidak memikul beban kesalahan.” Abdullah berkata; Bapakku berkata; dalam kesempatan lain dia berkata; dari Sa’d, berkata; saya berkata; “Wahai Rasulullah…”

 

Musnad Ahmad 1474: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq As Syaibani dari Muhammad bin ‘Ubaidullah Ats Tsaqafi dari Sa’d bin Abu Waqash berkata; Tatkala terjadi perang Badar, saudaraku ‘Umair terbunuh dan saya dapat membunuh Sa’id bin Al ‘Ash, sehingga dapat merampas pedangnya yang bernama Dzal Katifah. Kemudian saya membawanya kepada Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: Pergilah dan taruhlah di tempat pengumpulan rampasan.” Sa’d berkata; saya pun kembali dengan perasaan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, (baik perasaan yang berkaitan dengan) kematian saudaraku dan perbuatanku mengambil rampasanku, tidak lama kemudian turunlah surat Al Anfal, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pergilah dan ambillah pedangmu!”

 

Musnad Ahmad 1475: Telah menceritakan kepada kami Jarir bin Abdul Hamid dari Abdul Malik bin ‘Umair dari Jabir bin Samurah berkata; “Penduduk Kufah mengadukan Sa’d kepada Umar, mereka berkata; “Dia tidak baik dalam shalatnya.” Lalu Umar menanyakan kepadanya, dan Sa’d menjawab; “Sungguh seperti shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang saya (lakukan ketika) mengimami mereka, dengan memanjangkan dua (raka’at) pertama dan meringankan dua (raka’at) terakhir.” Maka Umar berkata; “Itulah yang menjadi perkiraanku, Wahai Abu Ishaq”

 

Musnad Ahmad 1476: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Umar bin Nubaih telah menceritakan kepadaku Abu Abdullah Al Qurazh berkata; saya mendengar Sa’d bin Malik berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menginginkan kehancuran atau kejahatan terhadap penduduk Madinah niscaya Allah akan melelehkannya sebagaimana larutnya garam di air.”

 

Musnad Ahmad 1477: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Usamah bin Zaid telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdurrahman bin Labibah dari Sa’d bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sebaik baik dzikir adalah yang tersembunyi dan sebaik baik rizqi adalah yang sekedar mencukupi.” Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq dari Ibnu Mubarak dari Usamah berkata; telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin ‘Amru bin ‘Utsman bahwa Muhammad bin Abdurrahman bin Labibah mengabarinya, kemudian menyebutkan lafazh hadits di atas.

 

Musnad Ahmad 1478: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Musa Al Juhani telah menceritakan kepadaku Mush’ab bin Sa’d dari bapaknya, bahwa seorang badui menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata; “Ajarkan kepadaku sebuah kalimat yang dapat aku ucapkan (setiap saat)!” Beliau bersabda: “Bacalah: LA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LA SYARIKA LAHU, ALLAHU AKBAR KABIRA, WALHAMDU LILLAHI KATSIRA WA SUBHANALLAHI RABBIL ‘ALAMIN, WA LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAAHIL ‘AZIZIL HAKIIM (Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagiNya, Allah Maha Besar dan Agung. Segala puji yang banyak hanya bagi Allah, dan Maha Suci Allah Rabb semesta alam. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) sebanyak lima kali.” Orang badui tadi berkata; “Itu semua untuk Rabbku, mana untukku?” Beliau menjawab; “Bacalah: ALLAHUMMAGHFIRLI WARHAMNI WARZUQNI WAHDINI WA’AFINI (Ya Allah! Ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah aku rizqi, berilah aku hidayah dan berilah aku kesehatan).”

 

Musnad Ahmad 1479: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Yahya yaitu Ibnu Sa’id Al Anshari, berkata; saya mendengar Sa’id bin Musayyab berkata; saya mendengar Sa’d berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kedua orangtuanya untukku pada Perang Uhud.”

 

Musnad Ahmad 1480: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Musa yaitu Al Juhani, telah menceritakan kepadaku Mush’ab bin Sa’d telah menceritakan kepadaku bapakku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?” salah seorang teman duduknya bertanya; “Bagaimana mungkin mampu salah seorang dari kami mendapatkan seribu kebaikan?” beliau menjawab; “Bertasbih seratus kali (membaca SUBHANALLAAH-Maha Suci Allah) akan ditulis baginya seribu kebaikan dan dihapuskan darinya seribu kesalahan.” bapakku berkata; dan Ibnu Numair berkata; “Atau dihapuskan.” dan Ya’la juga demikian (berkata;) “Atau dihapuskan”.

 

Musnad Ahmad 1481: Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru telah menceritakan kepadaku Mush’ab bin Tsabit dari Isma’il bin Muhammad bin Sa’d dari ‘Amir bin Sa’d dari bapaknya, Sa’d bin Malik berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca salam ke sebelah kanannya dan ke kirinya sampai terlihat kedua pipinya yang putih.”

 

Musnad Ahmad 1482: Telah menceritakan kepada kami Yunus bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Laits dari Al Hukaim bin Abdullah bin Qais dari ‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqash dari bapaknya, Sa’d bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ketika mendengar Muadzin membaca: ‘WA ANA ASYHADU ALLA ILA HA ILLALLAAHU WAHDAHU LA SYARIKA LAHU WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASULUHU, RADHINA BILLAHI RABBA WA BI MUHAMMADIN RASULA WA BIL ISLAMI DINA (Dan saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhaq disembah kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, dan bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusanNya, kami ridha Allah sebagai Rabb kami, Muhammad sebagai Rasul kami dan Islam sebagai agama kami) ‘ niscaya dosanya akan diampuni.” Telah menceritakannya kepada kami Qutaibah dari Laits dari Al Hukaim bin Abdullah bin Qais.

 

Musnad Ahmad 1483: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Isma’il telah menceritakan kepada kami Qais berkata; saya mendengar Sa’d bin Malik berkata; saya adalah orang Arab pertama yang melempar panah di jalan Allah. Aku menyaksikan saat kami berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak ada makanan sama sekali kecuali daun Hublah dan daun pohon samur, sampai-sampai salah seorang dari kami mengeluarkan kotoran layaknya kotoran kambing, (karena) tidak campuran (makanan yang dapat kami makan). Kemudian Bani Asad merendahkanku dan menghinaku karena agamaku. Sungguh aku telah rugi dan telah sesat jalanku.”

 

Musnad Ahmad 1484: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Syu’bah telah menceritakan kepadaku Simak bin Harb dari Mush’ab bin Sa’d berkata; Telah turun kepada ayahku empat ayat. Ayahku menuturkan; “Saya memperoleh pedang, lalu saya berkata; “Wahai Rasulullah, berikan kepadaku pedang itu?” tetapi beliau bersabda: “Taruhlah!” maka saya berkata; “Wahai Rasulullah, berikan kepadaku, bukankah saya pantas dianggap sebagai orang yang membutuhkan pedang itu.” Beliau tetap berkata; “Letakkan di tempat kamu mengambilnya!” maka turunlah ayat: (Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang.) Bacaan Ibnu Mas’ud juga demikian. (Katakanlah harta rampasan Perang itu..). Dan Ibuku berkata; “Bukankah Allah telah menyuruhmu menyambung silaturrahim dan berbuat baik pada kedua orang tua. Demi Allah, saya tidak akan memakan makanan dan meminum minuman sehingga kamu mengingkari Muhammad.” Kemudian dia tidak makan sehingga mereka memaksanya dengan membuka mulutnya dengan tongkat, dan akhirnya mereka dapat menuangkan minuman ke mulutnya. -Syu’bah berkata; kukira dia berkata; “Makanan.”- Maka turunlah ayat: (Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua ibu-bapaknya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,) sampai pada ayat: (..Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemuiku pada saat saya sakit. Kemudian saya berkata; “Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mewasiatkan semua hartaku?” Beliau melarangku. Saya bertanya lagi; “Bagaimana kalau setengah?” Beliau menjawab; “Jangan” Saya bertanya lagi; “Bagaimana jika sepertiga?” beliau diam, sehingga orang-orang (menyimpulkan) untuk memakai ketentuan tersebut. Ada seorang Anshar membuat makanan, kemudian mereka memakannya dan meminumnya sehingga mereka mulai teler karena khamer, dan waktu itu belum di haramkan. Kemudian kami berkumpul di sekelilingnya, mereka saling membanggakan diri. Orang Anshar berkata; “Orang Ansharlah yang terbaik.” Orang Muhajirin berkata; “Orang Muhajirinlah yang terbaik.” Maka ada seorang laki-laki yang menyerang Sa’d dengan tulang unta dan mematahkan hidungnya, sehingga hidung Sa’d patah, maka turunlah ayat: (Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi..) sampai pada ayat (Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)).

 

Musnad Ahmad 1485: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id telah memberitakan kepada kami Sulaiman yaitu At Taimi, telah menceritakan kepadaku Ghunaim berkata; saya bertanya kepada Sa’d bin Abu Waqash tentang haji tamattu’, dia menjawab; “Kami melakukannya dan orang ini mengingkari rumah-rumah di Makkah.” Yang dia maksud adalah Mu’awiyah.

 

Musnad Ahmad 1486: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah dari Qatadah dari Yunus bin Jubair dari Muhammad bin Sa’d dari Bapaknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penuhnya mulut salah seorang diantara kalian dengan nanah lebih baik baginya dari pada penuh dengan Sya’ir.”

 

Musnad Ahmad 1487: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Isma’il dari Zubair bin ‘Adi dari dari Mush’ab bin Sa’d berkata; Aku shalat bersama Sa’d, kemudian (ketika ruku’) aku mengisyaratkan kedua tanganku seperti ini, -Yahya mempraktekkan dengan menyatukan kedua tangannya dan meletakkannya di antara paha-, tiba-tiba Sa’d memukul kedua tanganku dan berkata (setelah usai shalat); “Kami pernah melakukan seperti ini, kemudian kami diperintahkan untuk mengangkat (dan meletakkannya) ke lutut.”

 

Musnad Ahmad 1488: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami Hasyim dari Aisyah binti Sa’d dari Sa’d berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa sarapan pagi dengan tujuh biji kurma ‘Ajwah maka tidak akan ada racun dan sihir yang membahayakannya pada hari itu.” Telah menceritakan kepada kami Maki telah menceritakan kepada kami Hasyim dari ‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqash dari Sa’d, kemudian menyebutkan hadits seperti di atas. Telah menceritakannya kepada kami Abu Badar dari Hasyim dari ‘Amru bin Sa’d bin Abu Waqash.

 

Musnad Ahmad 1489: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dari ‘Utsman yaitu Ibnu Hakim, telah mengabarkan kepadaku ‘Amir bin Sa’d dari Bapaknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku mengharamkan antara kedua sisi Madinah, tidak boleh dipotong pohon berdurinya atau dibunuh binatang buruannya.” Dan beliau bersabda: “Madinah adalah baik bagi mereka jika mereka mengetahuinya. Tidaklah seseorang yang meninggalkannya karena benci kecuali Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih baik darinya. Tidak ada seorangpun yang tabah terhadap kesusahan dan kesulitan hidup di dalamnya kecuali aku akan menjadi saksi baginya atau pemberi syafa’at pada Hari Kiamat.”

 

Musnad Ahmad 1490: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dari Utsman berkata; telah mengabarkan kepadaku ‘Amir bin Sa’d dari bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang dari Al ‘Aliyah, ketika beliau melewati sebuah masjid Bani Mu’awiyah, beliau masuk dan melaksanakan shalat dua raka’at. Kami juga shalat bersama beliau. Beliau memohon kepada Rabbnya ‘azza wajalla dengan memakan waktu lama, kemudian bersabda: “Saya memohon kepada Rabbku ‘azza wajalla tiga hal kemudian Dia mengabulkan dua hal dan menolak satu hal: aku memohon kepadaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan kelaparan, dan Dia mengabulkan. Aku memohon kepadaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan ditenggelamkan dan Dia mengabulkannya. Dan aku memohon kepadaNya agar tidak menjadikan kehancuran mereka di antara mereka sendiri namun Dia menolakku.”

 

Musnad Ahmad 1491: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al ‘Aizar bin Huraits Al ‘Abdi dari Umar bin Sa’d dari bapaknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku kagum terhadap seorang mukmin jika dia mendapatkan kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia mengharap pahala dari Allah dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap sesuatu sampai suapan makanan yang dia suapkan kedalam mulutnya.”

 

Musnad Ahmad 1492: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Khalid dari Az Zubair bin ‘Adi dari Mush’ab bin Sa’d berkata; “Jika saya melakukan ruku’, maka saya meletakkan kedua tanganku diantara kedua lututku. Kemudian bapakku, Sa’d bin Malik melihatku dan melarangku, dan berkata; “Kami dulu melakukannya kemudian kami dilarang.”

 

Musnad Ahmad 1493: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Habib bin Abu Tsabit dari Ibrahim bin Sa’d dari Sa’d bin Malik, Khuzaimah bin Tsabit dan Usamah bin Zaid, mereka berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya penyakit lepra ini adalah siksaan atau sisa azab yang ditimpakan kepada suatu kaum sebelum kalian. Jika penyakit itu sedang mewabah di suatu negeri dan kalian sedang berada di dalamnya maka janganlah kalian keluar darinya karena menghindarinya, dan jika kalian mendengar ada di suatu tempat maka janganlah kalian memasukinya.”

 

Musnad Ahmad 1494: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Daud bin ‘Amir bin Sa’d bin Malik dari bapaknya dari kakeknya berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku menjelaskan ciri-ciri Dajjal dengan sifat yang belum disifatkan oleh seorang (nabi) pun sebelumku. Dia itu matanya buta sebelah, dan Allah ‘azza wajalla tidaklah buta sebelah.”

 

Musnad Ahmad 1495: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Az Zuhri dari ‘Amir bin Sa’d bin Malik dari Bapaknya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; bahwa ada beberapa orang yang menemui beliau dan meminta sesuatu, lantas beliau memberikan kepada mereka, kecuali seseorang dari mereka. Maka Sa’d bertanya; “Wahai Rasulullah, anda telah memberikan kepada mereka namun anda meninggalkan seseorang. Demi Allah, sungguh aku melihatnya sebagai seorang mukmin.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Atau muslim?” Sa’d mengulanginya sampai tiga kali kata-kata: “Mukmin, ” dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawabnya dengan; “Atau muslim?” Kemudian beliau bersabda di ketiga kalinya; “Demi Allah, sesungguhnya aku memberikan sesuatu kepada seseorang, namun yang lainnya lebih aku cintai, karena khawatir Allah akan melemparkannya ke neraka di wajahnya.” Abu Nu’aim berkata; “Saya bertemu Sufyan di Makkah, dan orang yang pertama kali dia tanyakan adalah, dia berkata; ‘bagaimana (kabar) Syuja’ yaitu Ibnu Badar.”

 

Musnad Ahmad 1496: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d. Dan telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Shalih bin Kaisan, Hasyim berkata dalam haditsnya, telah menceritakan kepadaku Shalih bin Kaisan, sedang Yazid berkata; dari Shalih dari Az Zuhri dari Abdul Hamid bin Abdurrahman dari Muhammad bin Sa’d dari Bapaknya berkata; Umar bin Khaththab menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, saat itu di dekat beliau ada beberapa wanita Quraisy yang sedang bertanya dan mereka memperbanyak pertanyaan serta mengangkat suara mereka. Tatkala mereka mendengar suara Umar, mereka tertunduk dan diam. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa sehingga Umar berkata; “Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi hawa nafsunya sendiri, apakah kalian segan denganku sementara kalian tidak segan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Mereka menjawab; “Karena kamu lebih kasar dan lebih kaku dari Rasulullah.” Rasulullah bersabda: “Wahai Umar! tidaklah syetan bertemu denganmu pada suatu jalan, kecuali dia akan melewati jalan selain jalanmu.”

 

Musnad Ahmad 1497: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Muhammad bin ‘Ikrimah bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dari Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Labibah dari Sa’id bin Musayyab dari Sa’d bin Malik berkata; “Kami menyewakan tanah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan bayaran hasil panen dari tanaman yang ada di sekitar aliran air dan juga dengan apa yang terbawa air. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami dan mengizinkan atau memberi keringanan untuk menyewa dengan emas atau perak.”

 

Musnad Ahmad 1498: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari Mush’ab bin Sa’d dari Sa’d bin Abu Waqash berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat Ali bin Abu Thalib (sebagai pengganti beliau) pada saat Perang Tabuk, kemudian Ali RAdhiallah ‘anhu berkata; “Wahai Rasulullah, apakah anda meninggalkanku bersama para wanita dan anak-anak!” beliau bersabda: “Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa? Hanya saja tidak ada Nabi setelahku”

 

Musnad Ahmad 1499: Telah menceritakan kepada kami Abu Nadhr telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata; Ziyad bin Mikhraq telah mengabarkan kepadaku, dia berkata; saya mendengar Qais bin ‘Abayah menceritakan dari mantan budak Sa’d. menurut jalur yang lainnya; Bapakku berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ziyad bin Mikhraq berkata; saya mendengar Qais bin ‘Abayah Al Qaisi menceritakan dari mantan budak Sa’d bin Abu Waqash dari putra Sa’d bahwa dia shalat dengan membaca pada salah satu doanya: “Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu Syurga dan aku meminta kenikmatannya dan keindahannya, dan dari ini, dan dari ini, dan dari ini, dan dari ini. Aku berlindung dari neraka, dari rantainya dari belenggunya dan dari ini dan itu.” Pada saat itu Sa’d mendiamkannya, tatkala selesai shalat, Sa’d berkata; “Kamu telah berindung dari sesuatu yang sangat besar dan kamu juga meminta suatu nikmat yang sangat besar, ” atau dia berbicara panjang lebar, -Syu’bah ragu.- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan ada suatu kaum yang berlebihan dalam berdoa.” Kemudian beliau membaca ayat: (Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.) -Syu’bah berkata; Saya tidak tahu siapa yang membaca ayat: (Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.) apakah dari perkatan Sa’d atau perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.- Kemudian Sa’d berkata kepada putranya; “Bacalah: ALLAHUMMA AS`ALUKAL JANNATA WAMAA QARRABA ILAIHA MIN QAULIN AU ‘AMAL, WA A’UDZUBIKA MINANNARI WAMAA QARRABA ILAIHA MIN QAULIN AU ‘AMAL (Ya Allah, aku memohon syurga kepadaMu dan apa apa yang mendekatkan kepadanya, baik berupa perkataan atau perbuatan, dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka dan apa apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa perkataan atau perbuatan).”

 

Musnad Ahmad 1500: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdul Malik bin ‘Umair dari Mush’ab dari Sa’d bin Abu Waqash bahwa dia menyuruh untuk memohon perlindungan dari lima hal, dan dia menceritakan kepadanya bahwa hal itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu; “ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL BUKHLI WA A’UDZUBIKA MINAL JUBNI WA ‘AUDZUBIKA AN URADDA ILA ARDZALIL ‘UMURI WA A’UDZUBIKA MIN FITNATID DUNYA WA ‘AUDZUBIKA MIN ‘ADZABIL QABRI (Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sifat bakhil, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat penakut, dan aku berlindung kepadaMu dari dikembalikan kepada umur yang hina, dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur).”

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: