Musnad Ahmad: 1701-1800

Musnad Ahmad 1701: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj berkata; Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Umar bin Ali dari Abbas bin ‘Ubaidullah bin Abbas dari Al Fadhl bin Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjungi Abbas pada saat berada di kampung kami. Kami mempunyai seekor anjing dan keledai yang sedang memakan rumput. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat ashar sementara kedua binatang itu berada di depan beliau, dan keduanya tidak disingkirkan dan juga tidak diusir.

 

Musnad Ahmad 1702: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Abdullah bin ‘Utsman bin Khutsaim dari Abu Thufail dari Al Fadhl bin Abbas bahwa dia dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Muzdalifah menuju Mina, dan beliau tetap bertalbiyah hingga beliau melempar jumrah.

 

Musnad Ahmad 1703: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Mubarak telah memberitakan kepada kami Laits bin Sa’d telah menceritakan kepada kami Abdu Rabbih bin Sa’id dari ‘Imran bin Abu Anas dari Abdullah bin Nafi’ bin Al ‘Amya` dari Rabi’ah bin Al Harits dari Al Fadhl bin Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat itu dua raka’at dua raka’at, setiap dua raka’at hendaknya kamu bertasyahud, merendahkan diri, khusyu’ dan tuma’ninah, kemudian engkau arahkan kedua tanganmu, -beliau berkata: – angkat keduanya memohon kepada Rabbmu dengan telapak tangan menghadap ke wajahmu, dan engkau ucapkan; ‘Ya Rabbku, Ya Rabku..’ dan barangsiapa yang tidak melakukan hal itu dan berdoa di dalamnya, ” -beliau mengucapkan perkataan yang tegas mengenai hal itu-.

 

Musnad Ahmad 1704: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Hakim Al ‘Adani telah menceritakan kepadaku Al Hakam yaitu Ibnu Aban berkata; saya mendengar ‘Ikrimah berkata; Al Fadhl bin Abbas berkata: “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas meninggalkan (Arafah) yang pada saat itu aku bersama beliau. Ketika kami sampai di sebuah lembah, beliau singgah dan berwudhu, kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali hingga tiba di Muzdalifah.”

 

Musnad Ahmad 1705: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Nujaih dari ‘Atho` bin Abu Rabah atau dari Mujahid bin Jubair dari Abdullah bin Abbas telah menceritakan kepadaku saudaraku, Al Fadhl bin Abbas dan dia bersamanya ketika memasuki Ka’bah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak shalat di dalam Ka’bah tapi beliau ketika memasukinya bersujud di antara kedua tiangnya lalu duduk berdoa.

 

Musnad Ahmad 1706: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami Ibnu Abu Laila dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas berkata; telah mengabarkan kepadaku Al Fadhl bin Abbas, bahwa dia dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berangkat meninggalkan Muzdalifah. Beliau meninggalkan Muzdalifah dengan tenang sambil mengucapkan talbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah. Husyaim berkata; telah memberitakan kepada kami Ibnu Abu Laila dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas telah memberitakan kepada kami Al Fadhl bin Abbas berkata; saya dua kali ikut keberangkatan meninggalkan (Muzdalifah) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau berangkat meninggalkan (Muzdalifah) dengan tenang sambil menarik tali kekang untanya, dan beliau bertalbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah beberapa kali.

 

Musnad Ahmad 1707: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdah bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Laila dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas bahwa dia membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berangkat dari Arafah lalu dia melihat orang-orang berjalan dengan tergesa-gesa, maka beliau menyuruh seorang penyerunya menyerukan; “Tidaklah termasuk kebaikan memaksa kuda dan unta untuk berlari, tapi berangkatlah dengan tenang!”

 

Musnad Ahmad 1708: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub telah menceritakan kepada kami anak saudara Ibnu Syihab dari pamannya berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam berkata; Aisyah dan Ummu Salamah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, keduanya mengatakan; “pada suatu pagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan junub karena jima’, kemudian beliau mandi sebelum beliau mengerjakan shalat fajar, dan pada hari itu beliau melanjutkan berpuasa.” Kemudian (hadits tersebut) saya ceritakan kepada Abu Hurairah, maka dia mengatakan; “Aku tidak tahu, tetapi Al Fadhl bin Abbas radhia Allahu ta’ala ‘anhu yang memberitahukan kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 1709: Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Jarir dari Ayyub dari Al Hakam bin ‘Utbah dari Ibnu Abbas dari saudaranya, Al Fadhl berkata; “Saya dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Muzdalifah ke Mina. Tatkala beliau berjalan, seorang Badui yang membonceng anak gadisnya yang cantik menghadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian saya memandang anak gadis tersebut, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperhatikan diriku dan memalingkan wajahku dari wajah gadis tersebut, tetapi saya mengulangi memandang gadis tersebut, dan beliau memalingkan lagi, hal itu terjadi sampai tiga kali, namun saya masih tetap memandanginya lagi, dan beliau tetap melantunkan talbiyah sehingga melempar jumrah Aqabah.”

 

Musnad Ahmad 1710: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammad telah memberitakan kepada kami Qais dari ‘Atho` bin Abu Rabah dari Abbas dari Al Fadhl bin Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertalbiyah pada Hari Nahr sampai beliau melempar jumrah Aqabah.

 

Musnad Ahmad 1711: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amir Al Ahwal dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bahwa dia dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah.

 

Musnad Ahmad 1712: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Ali bin Zaid berkata; saya mendengar Yusuf bin Mahak, dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas berkata; saya dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tetap bertalbiyah dalam ritual ibadah Haji sehingga selesai melempar jumrah pada hari Nahr.

 

Musnad Ahmad 1713: Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amir Al Ahwal dan Jabir bin Al Ja’fi dan Ibnu ‘Atho` dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas bahwa dia dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah pada hari Nahar.

 

Musnad Ahmad 1714: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Jabir, ‘Amir Al Ahwal Ibnu ‘Atho` dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas bahwa dia dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tetap bertalbiyah pada hari Nahr sampai melempar jumrah.

 

Musnad Ahmad 1715: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepadaku Musyasy dari ‘Atho` bin Abu Rabah dari Ibnu Abbas dari al Fadhl bin Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada orang-orang lemah Bani Hasyim agar bersegera meninggalkan Muzdalifah di saat malam.”

 

Musnad Ahmad 1716: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Ishaq dari Sulaiman bin Yasar dari Abdullah bin Abbas atau dari Al Fadhl bin Abbas bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Wahai Rasulullah, ayahku seorang muslim, akan tetapi ia telah lanjut usia dan tidak sanggup lagi duduk di atas kendaraannya. Apakah aku boleh melakukan haji untuknya?” Beliau menjawab: “Apa pendapatmu jika ia mempunyai hutang lalu engkau melunasinya, apakah itu bisa menggantikan hutang ayahmu?” Laki-laki itu menjawab; “Ya.” beliau bersabda: “Berhajilah untuk ayahmu!” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Yahya bin Abu Ishaq berkata; Aku mendengar Sulaiman bin Yasar telah menceritakan kepada kami Al Fadhl berkata; Aku dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ada seorang laki-laki yang bertanya: “Ayahku atau ibuku telah lanjut usia, sehingga tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji.” Lalu ia menyebutkan hadits tersebut.

 

Musnad Ahmad 1717: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepadaku Syu’bah dari Al Ahwal dan Jabir Al Ju’fi dan Ibnu ‘Atho` dari Atho` dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bahwa dia dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tetap bertalbiyah sehingga selesai melempar jumrah pada hari Nahr.

 

Musnad Ahmad 1718: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad, Abdullah berkata; dan saya mendengarnya dari Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Hafsh dari Ja’far dari Bapaknya dari Ali bin Husain dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah. Beliau melemparnya dengan tujuh kerikil dan bertakbir untuk setiap kerikil.

 

Musnad Ahmad 1719: Telah menceritakan kepada kami Ya’la dan Muhammad keduanya anak ‘Ubaid, berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari ‘Atho` dari Abdullah bin Abbas dari Al Fadhl berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat dari Arafah dengan membonceng Usamah bin Zaid, dan unta yang beliau kendarai membawa beliau berkeliling ketika sedang wuquf di Arafah sebelum berangkat (meninggalkan Arafah) dengan mengangkat kedua tangannya namun tidak melampui kepalanya. Tatkala bertolak (meninggalkan Arafah), beliau berjalan dengan tenang sampai di Muzdalifah, kemudian beliau bertolak dari Muzdalifah dengan membonceng Al Fadhl. Al Fadhl berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah.”

 

Musnad Ahmad 1720: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Umar bin Ali dari Al Fadhl bin Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjungi Abbas dan pada saat itu kami sedang berada kebun kami, kemudian beliau mengerjakan shalat. -Muhammad bin Umar berkata; Al Fadhl berkata; “Shalat ashar”- dan di depan beliau terdapat anjing kecil dan seekor keledai yang sedang merumput, sedangkan antara beliau dan dua hewan tersebut tidak ada sesuatupun yang memisahkannya”

 

Musnad Ahmad 1721: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Sulaiman bin Yasar dari Ibnu Abbas telah menceritakan kepadaku Al Fadhl bin Abbas, dia berkata; seorang wanita dari Khatsam datang dan berkata; “Wahai Rasulullah, ayahku terkena kewajiban dari Allah Azza Wa Jalla berupa haji. Padahal ia telah lanjut usia dan tidak sanggup lagi duduk di atas kendaraannya.” Beliau menjawab: “Berhajilah untuk ayahmu!”

 

Musnad Ahmad 1722: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bin Dinar bahwa Ibnu Abbas mengabari bahwa Al Fadhl bin Abbas mengabarinya, bahwa dia masuk ke Ka’bah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tidak shalat di dalamnya ketika memasukinya, dan ketika keluar beliau shalat dua raka’at di depan pintunya.

 

Musnad Ahmad 1723: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakaria yaitu Ibnu Abu Za`idah, telah menceritakan kepadaku Abdul Malik dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membonceng Usamah bin Zaid dari Arafah sampai di Muzdalifah, dan beliau membonceng Al Fadhl bin Abbas dari Muzdalifah sampai di Mina. Ibnu Abbas berkata; dan telah mengabarkan kepadaku Al Fadhl bin Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bertalbiyah hingga beliau melempar jumrah.

 

Musnad Ahmad 1724: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dan Ibnu Bakr berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair bahwasanya tealah mengabarkan kepadanya Abu Ma’bad mantan budak Ibnu Abbas, dari Abdullah bin Abbas dari Al Fadhl bin Abbas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda pada sore hari di Arafah dan pagi hari di Muzdalifah kepada orang-orang ketika hendak bertolak: “Hendaklah kalian bertolak dengan tenang.” Saat itu beliau menahan laju untanya sampai mulai memasuki Mina ketika menuruni lembah Muhassir. Beliau bersabda: “Hendaklah kalian (mengumpulkan) kerikil untuk melempar jumrah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi isyarat dengan tangan beliau sebagaimana orang yang hendak melempar sesuatu.

 

Musnad Ahmad 1725: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij, Ibnu Syihab berkata; telah menceritakan kepadaku Sulaiman bin Yasar dari Abdullah bin Abbas dari Al Fadhl bin Abbas bahwa seorang wanita dari Khats’am berkata; “Wahai Rasulullah, ayahku telah terkena kewajiban Allah yang berupa haji, padahal dia telah lanjut usia yang sudah tidak sanggup lagi duduk di atas kendaraannya?” Beliau bersabda: “Berhajilah untuknya!”

 

Musnad Ahmad 1726: Telah menceritakan kepada kami Hujain bin Al Mutsanna dan Abu Ahmad yaitu Az Zubairi secara makna, telah menceritakan kepada kami Isra’il dari Abu Ishaq dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas, menurut Abu Ahmad, dia berkata; telah menceritakan kepadaku Al Fadhl bin Abbas, dia berkata; “Saya pernah dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau meninggalkan Muzdalifah, lalu seorang Badui yang memboncengkan putrinya yang cantik menghadang beliau.” Al Fadhl melanjutkan ceritanya; “kemudian saya memandang putri orang badui tersebut, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam segera memegang wajahku dan memalingkannya darinya, beliau tetap bertalbiyah hingga beliau melempar jumrah.”

 

Musnad Ahmad 1727: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Khalid berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Ulatsah dari Maslamah Al Juhani berkata; saya mendengarnya menceritakannya dari Al Fadhl bin Abbas berkata; Suatu hari aku keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian kami mendapatkan seekor kijang yang lewat di sebelah kanan ke kiri beliau. Tiba-tiba beliau memiringkan tubuhnya ke samping (karena hendak turun), maka saya pun bersegera merangkulnya dan bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah anda meramalkan akan terjadi hal-hal yang buruk?” beliau menjawab: “Sesungguhnya meramalkan hal-hal yang buruk yaitu sesuatu yang akan membuatmu terus maju atau yang membuatmu membatalkannya.”

 

Musnad Ahmad 1728: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bertalbiyah sampai beliau melempar jumrah Aqabah.

 

Musnad Ahmad 1729: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah memberitakan kepada kami Ibnu Aun dari Raja’ bin Haiwah berkata; Pada malam hari bulan Ramadhan Ya’la bin ‘Uqbah berhubungan intim (dengan istrinya), ketika menjelang pagi hari dia masih dalam keadaan junub. Kemudian dia bertemu Abu Hurairah dan menanyakan kepadanya, dan Abu Hurairah menjawab; “Berbukalah!” Ya’la bertanya lagi; “Apakah bisa aku berpuasa pada hari ini dan dapat saya ganti dengan hari lainnya.” Abu Hurairah menjawab; “Berbukalah” lalu Ya’la menemui Marwan dan menceritakan kepadanya, maka Marwan segera mengirim Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits kepada Ummul Mukminin untuk menanyakan kepadanya. Maka Ummul Mukminin menjawab; “Beliau pada pagi hari dalam keadaan junub bukan karena mimpi, kemudian beliau berpuasa.” Kemudian Abu Bakar pulang menemui Marwan dan menceritakannya, lalu Marwan berkata; “Temuilah Abu Hurairah.” Ya’la berkata; “Dia adalah tetangga, dia adalah tetangga.” Marwan berkata; “Saya sangat berharap, agar kamu dapat menemuinya.” Ya’la berkata; “Lalu saya menemuinya dan saya ceritakan perkataan Aisyah.” Maka dia menjawab; “Saya tidak mendengar langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun saya diberitahu oleh Al Fadhl bin Abbas.” Ibnu Aun berkata; Setelah itu saya menemui Raja’ dan saya tanyakan tentang hadits Ya’la, siapa yang menceritakannya kepadamu. Maka dia menjawab; “Ya’la sendiri yang menceritakannya kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 1730: Telah menceritakan kepada kami Muhammad yaitu Ibnu Ja’far, dan Rauh berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ali bin Zaid dari Yusuf dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bahwa dia dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada Hari Nahr. Beliau tetap bertalbiyah sehingga melempar jumrah. Rauh berkata; dalam (menjalankan ritual) Haji, berkata juga dalam haditsnya; telah menceritakan kepada kami Ali bin Zaid berkata; saya mendengar Yusuf bin Mahak, keduanya mengatakan Ibnu Mahak.

 

Musnad Ahmad 1731: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepada kami Katsir bin Syinzhir dari ‘Atho` bin Abu Rabah dari Abdullah bin Abbas dari Al Fadhl bin Abbas bahwa dia dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada Hari Nahr, kemudian (datang) seorang gadis di belakang bapaknya, maka saya memandang ke wanita tersebut tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memalingkan wajahku darinya. Selama dalam perjalanan antara Muzdalifah ke Mina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu bertalbiyah sampai melempar jumrah Aqabah pada Hari Nahr.

 

Musnad Ahmad 1732: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Qatadah telah menceritakan kepadaku ‘Azrah dari Asy Sya’bi bahwa Al Fadhl menceritakan kepadanya, bahwa dia dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Arafah, dan unta beliau tidak mengangkat kakinya dengan tergesa-gesa sampai tiba di Muzdalifah. ‘Azrah berkata; dan telah menceritakan kepadaku Asy Sya’bi bahwa Usamah menceritakan kepadanya, bahwa dia dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Muzdalifah dan unta beliau tidak mengangkat kakinya dengan tergesa-gesa sampai beliau melempar jumrah.

 

Musnad Ahmad 1733: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Salamah, dari ‘Amru bin Dinar dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di dalam Ka’bah, lalu membaca tasbih, bertakbir, berdo’a kepada Allah dan meminta ampunanNya. Beliau tidak ruku’ dan sujud.

 

Musnad Ahmad 1734: Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Syuja’ dari Khusaif dari Mujahid dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memboncengkan Usamah dari Arafah menuju Muzdalifah (dan membonceng) Al Fadhl dari Muzdalifah sampai Mina dan dia juga mengabarinya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah.

 

Musnad Ahmad 1735: Telah menceritakan kepada kami Katsir bin Syuja’ berkata; telah menceritakan kepada kami Furat telah menceritakan kepada kami Abdul Karim dari Sa’d bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl bin Abbas bahwa dia dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah ‘Aqabah.

 

Musnad Ahmad 1736: Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az Zubairi, Muhammad bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Abu Israil dari Fudhail bin ‘Amru dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas atau dari Al Fadhl bin Abbas atau salah satu dari mereka berdua dari yang lainnya berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ingin menunaikan haji maka hendaklah ia menyegerakannya, karena bisa jadi jika ditunda hartanya akan hilang, atau tubuhnya tertimpa sakit dan muncul keperluan lainnya.”

 

Musnad Ahmad 1737: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Abu Israil Al ‘Absi dari Fudhail bin ‘Amru dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Al Fadhl atau salah satu dari mereka dari yang lainnya, berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ingin menunaikan haji, maka hendaklah ia menyegerakannya, karena bisa jadi dia tertimpa sakit dan perbekalannya akan hilang dan muncul keperluan lainnya.”

 

Musnad Ahmad 1738: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin ‘Amru, Abu Al Mundzir berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ali Az Zarad berkata; telah menceritakan kepadaku Ja’far bin Tammam dari Bapaknya berkata; Para sahabat menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, atau ada yang datang pada beliau. Maka beliau bertanya: “Apa yang menyebabkan kalian menemuiku dengan gigi yang kuning. Bersiwaklah kalian, seandainya tidak akan memberatkan umatku, niscaya aku akan wajibkan bagi mereka untuk bersiwak sebagaimana aku wajibkan atas mereka berwudhu.”

 

Musnad Ahmad 1739: Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Yazid bin Abu Ziyad dari Abdullah bin al Harits berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membariskan Abdullah, Ubaidullah dan banyak lagi sahabat dari kalangan Bani Al Abbas, seraya bersabda: “Barangsiapa paling dahulu sampai kepadaku, maka ia akan mendapatkan ini dan itu.” Abdullah berkata; Lalu mereka saling berlomba untuk sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga diantara mereka ada yang menyentuh dada beliau dan ada juga yang menyentuh punggung beliau. Kemudian beliau menciumi mereka dan memeluk mereka.”

 

Musnad Ahmad 1740: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami Yahya bin Abu Ishaq dari Sulaiman bin Yasar dari Ubaidullah bin Abbas berkata; Al Ghumaisha’ atau Ar Rumaisha’ menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan suaminya, dan perempuan itu menyatakan bahwa suaminya tidak mau menggaulinya. Tidak lama kemudian datanglah suaminya dan menyatakan bahwa istrinya berdusta, namun dia melakukannya hanya karena ingin kembali kepada suami pertamanya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada perempuan itu: “Engkau tidak akan bisa melakukannya hingga suami kedua merasakan madumu.”

 

Musnad Ahmad 1741: Telah memberitakan kepada kami Abu Ali Al Hasan bin Ali bin Muhammad bin Al Mudzhib Al Wa’izh berkata; telah memberitakan kepada kami Abu Bakar Hasan bin Ja’far bin Himdan bin Malik secara qira’ah di hadapannya, telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, telah menceritakan kepadaku bapakku dari kitabnya, telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami ‘Ashim Al Ahwal dan Mughirah dari Asy Sya’bi dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam minum air zam-zam dengan berdiri.

 

Musnad Ahmad 1742: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami ‘Ajlah dari Yazid bin Al Asham dari Ibnu Abbas bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “MASYAA`ALLAHU WA SYI`TA (Apa yang Allah kehendaki dan apa yang anda kehendaki.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada orang tersebut: “Apakah engkau hendak menyamakan diriku dengan Allah! cukup kau ucapkan; ‘Sesuai kehendak Allah semata”

 

Musnad Ahmad 1743: Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Khalid dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalaku dan mendoakan agar aku mendapatkan hikmah.

 

Musnad Ahmad 1744: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Ziyad dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan thawaf di Ka’bah di atas kendaraannya. Beliau menyentuh dan mencium Hajar Aswad dengan isyarat tongkat yang beliau bawa. Ibnu Abbas berkata; Lalu datang ketempat penampungan air minum, dan beliau berkata: “Berilah aku minum.” Maka para sahabat berkata; “Sesungguhnya itu adalah air yang diminum oleh orang-orang, dan kalau engkau mau kami akan bawakan untukmu dari rumah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Aku tidak membutuhkannya, berilah aku minum dari apa yang diminum oleh orang-orang.”

 

Musnad Ahmad 1745: Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Abu Bisyr dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berita itu tidak sama dengan menyaksikan secara langsung.”

 

Musnad Ahmad 1746: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Abu Bisyr dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; “Saya menginap suatu malam di rumah bibiku Maimunah binti Al Harits, dan pada saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berada di dekatnya karena jatah gilirannya, lalu beliau berdiri dan shalat malam, maka saya pun ikut berdiri di sebelah kirinya untuk mengikuti shalat beliau. Tetapi beliau memegang jambangku atau kepalaku kemudian menempatkanku di sebelah kanan beliau.”

 

Musnad Ahmad 1747: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami Khalid bin ‘Ikrimah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Tatkala Barirah disuruh memilih, saya melihat suaminya mengikutinya di jalan-jalan Madinah dengan berurai air mata yang membasahi jenggotnya, kemudian dia menyuruh Abbas untuk berbicara kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membujuk beliau. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Barirah; “Dia adalah suamimu.” Barirah berkata; “Anda menyuruhku untuk menerimanya Wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya saya hanyalah seorang penolong.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Barirah memilih, namun Barirah memilih dirinya (tidak kembali kepada suaminya). Suami Barirah adalah budak keluarga Al Mughirah yang bernama Mughits.

 

Musnad Ahmad 1748: Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Abu Bisyr dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang anak-anak orang-orang musyrik, maka beliau menjawab: “Allah lebih tahu dengan apa yang mereka perbuat.”

 

Musnad Ahmad 1749: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid dari Yusuf bin Mihran dari Ibnu Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia saat beliau berumur enam puluh lima tahun.

 

Musnad Ahmad 1750: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami ‘Amru bin Dinar dari Thawus dari Ibnu Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menjual makanan hingga diterima dengan secara langsung. Ibnu Abbas berkata; “Aku mengira semua (jual beli) seperti itu.”

 

Musnad Ahmad 1751: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami ‘Amru bin Dinar dari Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah; “Jika orang yang sedang ihram tidak mendapati kain (untuk menutup tubuhnya), maka hendaklah mengenakan sirwal (semacam celana). Dan jika tidak mendapati sandal, hendaklah mengenakan khuff.”

 

Musnad Ahmad 1752: Telah menceritakan kepada kami Husyaim berkata; telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Abu Ziyad dari Miqsam dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam pada saat beliau ihram dan puasa.

 

Musnad Ahmad 1753: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami Abu Bisyr dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa seorang laki-laki (ikut berihram) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu orang tersebut jatuh terpelanting dari untanya padahal ia dalam keadaan ihram, sehingga akhirnya dia meninggal dunia. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, lalu kafanilah ia dengan baju yang dipakainya, jangan diberi wangi-wangian, juga jangan ditutup bagian kepalanya. Sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah.”

 

Musnad Ahmad 1754: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami ‘Auf dari Ziyad bin Hushain dari Abu Al ‘Aliyah dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku pada pagi Hari ketika di Muzdalifah; “Tolong ambilkan beberapa kerikil untukku!” Maka saya pun mencarikan untuk beliau beberapa kerikil yang berukuran sedang untuk dilempar. Saat meletakkan kerikil-kerikil di tangan beliau, beliau bersabda: “Ya, seperti batu-batu ini. Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah dien, sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena sikap berlebih-lebihan mereka dalam masalah dien.”

 

Musnad Ahmad 1755: Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Manshur dari Ibnu Sirrin dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perjalanan dari Madinah yang beliau tidak takut kecuali kepada Allah ‘azza wajalla. Dan beliau shalat dua raka’at-dua raka’at hingga beliau kembali (ke Madinah).

 

Musnad Ahmad 1756: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami Abu Bisyr dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Ayat berikut turun saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Makkah: (Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya.) Ibnu Abbas berkata; “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami shalat para sahabatnya, beliau mengeraskannya saat membaca al Qur`an. Tatkala orang-orang musyrik mendengarkan hal itu, mereka mencela al Qur`an, mencela yang menurunkannya dan yang membawakannya. Maka Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada NabiNya: (Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu) maksudnya adalah dalam bacaanmu sehingga orang-orang musyrik mendengarnya dan mereka mencela al Qu`ran dan: (Dan janganlah pula merendahkannya.) dari para sahabatmu sehingga mereka tidak dapat mendengarkan dan mengambil al Qu`ran darimu dan: (Dan carilah jalan tengah di antara kedua itu).

 

Musnad Ahmad 1757: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami Daud bin Abu Hind dari Abu Al ‘Aliyah dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati lembah al Azraq, lalu beliau bertanya: “Lembah apakah ini?” Para sahabat menjawab; “Ini adalah lembah al Arzaq.” Beliau berkata; “Aku seakan-akan melihat Musa ‘Alaihis Salam turun dari atas bukit dan ia mengeraskan suaranya dengan bertalbiyah kepada Allah ‘azza wajalla, hingga ia tiba di bukit Harsya”. Lalu beliau bertanya: “Bukit apakah ini?” Para sahabat menjawab: “Ini adalah bukit Harsya’.” Beliau berkata; “Aku seakan-akan melihat Yunus bin Matta berada di atas seekor unta merah, rambutnya keriting, mengenakan pakaian dari bulu, dan tali kekang untanya indah.” Husyaim berkata; ” (tali kekangnya terbuat dari) sabut. Dia dalam keadaan bertalbiyah.”

 

Musnad Ahmad 1758: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami beberapa sahabat kami, di antaranya adalah Syu’bah dari Qatadah dari Abu Hassan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggores untanya di bagian sebelah kanan sampai berdarah, kemudian membersihkan darahnya dan menggantungkan kedua sandal dileher unta tersebut.

 

Musnad Ahmad 1759: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah memberitakan kepada kami Yazid bin Abu Ziyad dari Miqsam dari Ibnu Abbas bahwa Ash Sha’b bin Jatsamah Al Asadi memberikan hadiah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berupa sepotong kaki keledai liar saat beliau sedang ihram, tetapi beliau menolak dan mengatakan: “Sesungguhnya kami sedang ihram.”

 

Musnad Ahmad 1760: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Manshur dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang orang yang mencukur kepalanya sebelum ia menyembelih atau semacamnya. Maka beliau menjawab: “Tidak apa-apa, tidak apa-apa.”

 

Musnad Ahmad 1761: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Khalid dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa ditanya tentang orang yang mendahulukan suatu perkara sebelum yang lainnya (dalam manasik haji ketika di mina) maka beliau menjawab: “Tidak apa-apa.”

 

Musnad Ahmad 1762: Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Abu Ziyad dari Miqsam dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “Ya Allah ampunilah orang-orang yang menggundul kepalanya.” Ada seseorang yang bertanya: “Bagaimana dengan orang yang memendekkan rambutnya?” Beliau menjawab; “Ya Allah, ampunilah orang-orang yang menggundul kepalanya.” Lalu orang tersebut bertanya lagi: “Bagaimana dengan orang yang memendekkan rambutnya?” Beliau menjawab pada pertanyaan yang ketiga atau keempat kalinya: “dan juga bagi orang-orang yang memendekkan rambutnya.”

 

Musnad Ahmad 1763: Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Abdul Malik dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertolak dari Arafah dengan membonceng Usamah, dan beliau bertolak dari Muzdalifah dengan membonceng Al Fadhl bin Abbas. Ibnu Abbas berkata; “Beliau tetap bertalbiyah hingga beliau melempar jumrah Aqabah.”

 

Musnad Ahmad 1764: Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Abu Bisyr dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa seorang wanita pergi berlayar, dan ia bernadzar, jika Allah Tabaraka Wa Ta’ala menyelamatkannya (hingga mencapai daratan) maka ia akan berpuasa selama satu bulan penuh. Kemudian Allah Azza Wa Jalla menyelamatkannya, tetapi ia tidak berpuasa hingga ia meninggal dunia. Maka salah seorang kerabatnya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan hal itu. Beliau berkata; “Berpuasalah engkau untuknya!”

 

Musnad Ahmad 1765: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahman Ath Thufawi telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Qatadah dari Musa bin Salamah berkata; Kami bersama Ibnu Abbas di Makkah, lalu aku berkata; “Jika kami bersamamu, kami shalat empat raka’at. Dan jika kembali ke tempat tinggal kami, kami shalat dua raka’at” Ibnu Abbas berkata; “Itu adalah sunnah yang diajarkan Abu Al Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1766: Telah menceritakan kepada kami Ishaq yaitu Ibnu Yusuf, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Simak bin Harb dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menjadikan makhluk yang bernyawa sebagai sasaran (dalam latihan memanah dan yang lainnya).

 

Musnad Ahmad 1767: Telah menceritakan kepada kami Ishaq yaitu Ibnu Yusuf, dari Syarik dari Khushaif dari Miqsam dari Ibnu Abbas berkata; “Suatu ketika terjadi gerhana matahari, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri (untuk shalat) bersama para sahabatnya. Beliau membaca surat yang panjang, lalu beliau ruku’ kemudian mengangkat kepalanya dan membaca surat lagi. Kemudian beliau ruku’ dan sujud dua kali. Kemudian berdiri kembali dan membaca surat, lalu ruku’ kemudian sujud dua kali. Dengan demikian beliau melakukannya empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam setiap dua raka’at.”

 

Musnad Ahmad 1768: Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Muslim Al Bathin dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diusir dari Makkah, Abu Bakar berkata; “Mereka telah mengusir Nabi mereka, ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya.’ Sungguh mereka akan binasa.” Lalu turunlah ayat: (Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, Karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.) Sejak turunya ayat tersebut diketahui bahwa akan terjadi peperangan.” Ibnu Abbas berkata; “Itu adalah ayat perang yang pertama kali turun.”

 

Musnad Ahmad 1769: Telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin ‘Abbad dari Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menggambar suatu gambar (makhluk hidup), niscaya dia akan disiksa pada Hari Kiamat untuk meniupkan ruh padanya padahal dia tidak mampu melakukannya. Barangsiapa mengaku telah bermimpi padahal dia tidak bermimpi, niscaya akan disiksa pada Hari Kiamat untuk mengikat dua biji gandum padahal dia tidak akan mampu. Barangsiapa mendengar pembicaraan suatu kaum yang mereka tidak ingin pembicaran itu didengarnya, niscaya akan disiksa dengan dituangkan pada kedua telinganya pada Hari Kiamat.”

 

Musnad Ahmad 1770: Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdushshamad dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja’d Al Ghathafani dari Kuraib dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Andai salah satu dari mereka apabila hendak mendatangi istrinya mengucapkan: ‘BISMILLAHI ALLAHUMMA JANNIBNI ASY SYAITHANA WA JANNIBBIS SYAITHAN MA RAZAQTANA (Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah aku dari syetan, dan jauhkanlah syetan dari apa yang telah engkau rizkikan pada kami,) kemudian jika mereka berdua ditakdirkan mempunyai anak setelah itu, maka syetan tidak akan mampu memberikan bahaya kepada anak tersebut selamanya.”

 

Musnad Ahmad 1771: Telah menceritakan kepadaku Isma’il bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Najih dari Abdullah bin Katsir dari Abu Al Minhal dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, dan orang-orang melakukan salaf (menyerahkan uang terlebih dahulu sebelum menerima barang) pada kurma untuk satu dan dua tahun. -Atau dia berkata; Untuk dua atau tiga tahun.- Maka beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan salaf pada kurma, maka hendaklah dia melakukannya dengan timbangan yang jelas dan takaran yang pasti.”

 

Musnad Ahmad 1772: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah memberitakan kepada kami Abu At Tayyah dari Musa bin Salamah dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim seseorang untuk membawa delapan belas ekor unta, dan beliau memerintahkan kepada orang tersebut dengan perintah tertentu. Orang tersebut berangkat akan tetapi kembali lagi kepada beliau dan bertanya; “Apa pendapat anda jika salah satu dari unta-unta tersebut letih (dan hampir mati, sehingga membuat lambat) kami?” Beliau menjawab: “Sembelihlah, lalu celupkan kakinya ke darahnya. Kemudian letakkan di samping unta-unta yang lain. Janganlah kamu atau salah seorang dari kerabatmu memakan sesuatupun darinya.” Isma’il bin Ulayyah tidak pernah mendengar dari Abu At Tayyah selain hadits ini.

 

Musnad Ahmad 1773: Ahmad bin Hanbal berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il telah menceritakan kepada kami Ayyub berkata; Saya tidak tahu apakah saya mendengarnya dari Sa’id bin Jubair atau saya diberitahu hadits itu darinya, berkata; aku menemui Ibnu Abbas saat ia di Arafah yang sedang makan buah delima. Lalu dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka di Arafah, lalu Ummul Fadhl mengirimkan kepada beliau susu dan beliau meminumnya.”

 

Musnad Ahmad 1774: Masih melalui jalur periwayatn yang sama seperti hadits sebelumnya dari Ibnu Abbas berkata; “Semoga Allah melaknat Fulan. Mereka sengaja pergi pada musim haji yang mulia lalu menghilangkan hiasannya. Hiasan haji adalah talbiyah.”

 

Musnad Ahmad 1775: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah menceritakan kepada kami Ayyub dari ‘Ikrimah bahwa Ali membakar orang-orang yang keluar dari Islam, dan sampailah kabar ini kepada Ibnu Abbas, maka dia berkata; (Andai itu aku) niscaya aku tidak akan membakar mereka dengan api, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian mengadzab dengan adzab Allah, ” tetapi aku akan memerangi mereka sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa mengganti diennya, maka bunuhlah ia.” Lalu sampailah perkataan Ibnu Abbas ini kepada Ali -semoga Allah memuliakannya- maka ia berkata; “Celakalah putra Ibu Ibnu Abbas.”

 

Musnad Ahmad 1776: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami tidak mempunyai permisalan yang lebih jelek bagi orang yang menarik kembali pemberiannya sebagaimana anjing yang menjilat kembali muntahnya.”

 

Musnad Ahmad 1777: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail telah menceritakan kepada kami ‘Atho` dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Tatkala turun ayat: (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diberi tahu bahwa aku akan meninggal dunia pada tahun ini.”

 

Musnad Ahmad 1778: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Yazid dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjama’ dua shalat saat sedang dalam perjalanan, antara maghrib dengan isya’ dan zhuhur dengan ashar.

 

Musnad Ahmad 1779: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Muhammad bin Ishaq dari ‘Amru bin Abu ‘Amru dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Terlaknatlah orang yang mencela ayahnya, terlaknatlah orang yang mencela ibunya. Terlaknatlah orang yang menyembelih bukan karena Allah, terlaknatlah orang yang merubah batas tanah, terlaknatlah orang yang membisu (tidak mau memberi petunjuk) terhadap orang yang buta yang mencari jalan. Terlaknatlah orang yang menyetubuhi binatang dan terlaknatlah orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth.”

 

Musnad Ahmad 1780: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Ibnu Ishaq dari Daud bin Hushain dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengembalikan Zainab, putrinya kepada Abu Al ‘Ash bin Ar Rabi’ dengan nikah yang pertama. Beliau tidak memintanya untuk melakukan nikah baru.”

 

Musnad Ahmad 1781: Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Syuja’ telah menceritakan kepadaku Khusaif dari Mujahid dari Ibnu Abbas bahwa ia thawaf di Ka’bah bersama Mu’awiyah, tiba-tiba Mu’awiyah mencium semua rukun, maka Ibnu Abbas bertanya kepadanya; “Kenapa engkau mencium kedua rukun ini, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah melakukannya?” Mu’awiyah menjawab; “Tidak ada satu bagian Ka’bah pun yang dilarang (untuk dicium).” Ibnu Abbas berkata; “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik.” Mu’awiyah berkata; “Engkau benar.”

 

Musnad Ahmad 1782: Telah menceritakan kepada kami Marwan telah menceritakan kepadaku Khusaif dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengumpulkan antara bibi dari ayah dengan bibi dari ibu, juga dua bibi dari pihak ayah atau dua bibi dari pihak ibu.

 

Musnad Ahmad 1783: Telah menceritakan kepada kami Marwan telah menceritakan kepadaku Khusaif dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas dari berkata; “Sesungguhnya yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengenakan baju yang terbuat dari sutra.” Ibnu Abbas berkata; “Sedang pakaian yang dijahit dengan benang (sutra) dan pakaian yang bergambar (dari bahan sutra), maka itu tidak mengapa.” Telah menceritakan kepada kami Ma’mar yaitu Ibnu Sulaiman Ar Raqi, berkata; Khusaif berkata; telah menceritakan kepadaku lebih dari seorang dari Ibnu Abbas berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang pakaian yang terbuat dari sutra, sedang yang terdapat gambar (dari bahan sutra) maka tidak dilarang.”

 

Musnad Ahmad 1784: Telah menceritakan kepada kami ‘Atsam bin Ali Al ‘Amiri telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Habib bin Abu Tsabit dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika malam selalu shalat dua raka’at, setelah selesai beliau pergi dan sikat gigi.”

 

Musnad Ahmad 1785: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dan Abdurrazzaq berkata; telah mengabarkan kepada kami Ma’mar telah mengabarkan kepada kami Az Zuhri dari Ali bin Husain dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk-duduk bersama para sahabatnya. -Abdurrazzaq menerangkan; dari kalangan Anshar- Tiba-tiba ada bintang besar yang jatuh dan menyala-nyala, maka beliau bertanya: “Apa yang kalian katakan jika terjadi seperti itu pada masa Jahiliyah?” Ibnu Abbas berkata: Kami menjawab; “Akan lahir orang besar atau orang besar akan mati.” Ma’mar bertanya kepada Az Zuhri; “Benarkah bintang pernah jatuh pada masa Jahiliyyah?” dia menjawab; “Ya. Tapi lebih dinampakkan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diutus.” Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya bintang itu tidak jatuh karena matinya atau lahirnya seseorang, tetapi Rabb kita Yang Maha Suci namaNya, jika memutuskan suatu perkara maka para Malaikat pemikul ‘Arsy bertasbih dan penduduk langit yang berada di bawahnya juga bertasbih sehingga tasbih mereka sampai ke langit dunia. Kemudian penduduk langit yang berada di bawah pembawa Arsy itu mencari berita, mereka bertanya kepada yang membawa ‘Arsy; ‘Apa yang telah difirmankan Rabb kalian? ‘ Mereka mengabarinya dan setiap penduduk langit mengabari penduduk langit yang lainnya sampai kabar itu kepada langit ini. Lalu jin mencuri berita dan mereka menyebarkannya. Jika dia menyampaikan apa adanya maka itu adalah benar tapi mereka (kebanyakan) menguranginya dan menambahinya.” Menurut Abdurrazzaq, beliau bersabda; “Jin menyambarnya dan menyebarkannya.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mush’ab telah menceritakan kepada kami Al Auza’i dari Az Zuhri dari Ali bin Husain dari Ibnu Abbas, telah menceritakan kepadaku beberapa sahabat dari kalangan Anshar dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa mereka duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu malam, kemudian sebuah bintang jatuh. Lalu dia menyebutkan kelanjutan hadits, kecuali lafazh; “Jika Rabb kita memutuskan suatu perkara, maka para Malaikat pemikul ‘Arsy bertasbih dan juga penduduk langit yang berada di bawahnya sehingga tasbih tersebut sampai ke langit dunia. Kemudian penduduk langit yang berada di bawah pembawa Arsy berkata kepada pemikul ‘Arsy; ‘Apa yang telah difirmankan Rabb kalian? ‘ Mereka menjawab; ‘ (Dia mengatakan) Al Haq dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.’ Mereka berkata ini dan itu. Lalu para penduduk langit-langit saling mengabarkan kepada yang lainnya sehingga kabar tersebut sampai ke pada langit dunia. Kemudian setan-setan datang dan mendengarkan kabar itu, lalu mereka membisikkan kabar tersebut kepada para wali mereka. Jika mereka membawa sesuai apa adanya maka itu adalah benar namun kebanyakan mereka menambahi, memotong dan menguranginya.”

 

Musnad Ahmad 1786: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari ‘Ubaidullah bin Abdullah dari Abdullah bin Abbas dan dari Aisyah bahwa keduanya berkata; Saat turun wahyu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menutupkan secarik kain ke wajahnya, dan saat beliau mulai gelisah kami mengangkatnya, lalu beliau bersabda: “Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani, mereka menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid.” Aisyah berkata; “Beliau memperingatkan siapa saja yang berbuat seperti mereka.”

 

Musnad Ahmad 1787: Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Al Haitsam telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Abu Al Hakam dari Ibnu Abbas bahwa Jibril ‘Alaihis Salam menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Bulan ini sempurna dengan dua puluh sembilan hari.”

 

Musnad Ahmad 1788: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi dari Sa’id dari Qatadah dari ‘Ikrimah berkata; Aku berkata kepada Ibnu Abbas; “Aku shalat zhuhur di Al Bathha` di belakang seorang kakek yang bodoh. Dia bertakbir sebanyak dua puluh dua kali, dia bertakbir jika hendak sujud dan jika bangun.” Ikrimah berkata; maka Ibnu Abbas berkata; “itu adalah tatacara shalat Abu Al Qasim (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1789: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu ‘Adi dari Sa’id dan Ibnu Ja’far telah menceritakan kepada kami Sa’id secara makna, dan Ibnu Abu ‘Adi dari Sa’id dari Abu Yazid dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca pada sebagian shalat dan diam pada sebagian yang lain. Kami pun membaca pada bagian yang Nabi Allah membaca di dalamnya, dan kami diam pada bagian yang beliau diam di dalamnya.” Ada yang berkata kepada Ibnu Abbas; “Mungkin beliau membaca yang hanya bisa di dengar dirinya saja.” Ibnu Abbas marah dan berkata; “Apakah pantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di buruk sangkai?” Ibnu Ja’far dan Abdurrazzaq berkata; “Apakah engkau menuduh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam!”

 

Musnad Ahmad 1790: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Malik dari Abdullah bin Al Fadhl dari Nafi’ bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janda itu lebih berhak atas dirinya daripada walinya, sedang perawan itu harus diminta pendapatnya, dan tanda setujunya adalah diamnya.”

 

Musnad Ahmad 1791: Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Al Auza’i telah menceritakan kepadaku Al Muththalib bin Abdullah bin Hanthab bahwa Ibnu Abbas berwudhu sekali-sekali, dan dia menyandarkan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Musnad Ahmad 1792: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri, bahwa dia mendengar Sulaiman bin Yasar dari Ibnu Abbas; bahwa seorang wanita dari Khats’am bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Muzdalifah, dan al Fadhl bin Abbas berada di belakang beliau. Wanita tersebut berkata; “Sesungguhnya kewajiban dari Allah atas hamba-hamba-Nya yang berupa haji telah mengenai bapakku yang sudah lanjut usia, sedang dia tidak mampu lagi berkendaraan. Apakah menurut anda aku boleh melakukan haji untuknya?” Beliau menjawab: “Ya.”

 

Musnad Ahmad 1793: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari ‘Ubaidullah dari Ibnu Abbas; Aku datang bersama Al Fadhl dengan menaiki keledai betina saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami orang-orang shalat di Arafah. Lalu kami lewat di salah satu shaf dan turun dari tunggangan kami serta kami biarkan ia mencari makan sendiri. Kemudian kami masuk dalam shaf dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengatakan sesuatupun kepadaku.

 

Musnad Ahmad 1794: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari ‘Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas; “bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat pada saat Fathu Makkah dalam keadaan berpuasa. Ketika sampai di Al Kadid beliau berbuka. Sesungguhnya perbuatan yang terakhir itu diambil dari perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Kemudian ditanyakan kepada Sufyan; “Sesungguhnya perbuatan yang terakhir itu diambil…itu dari perkataan Az Zuhri atau perkataan Ibnu Abbas?” Sufyan menjawab; “Begitulah yang disebutkan dalam hadits.”

 

Musnad Ahmad 1795: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari ‘Ubaidullah dari Ibnu Abbas bahwa Sa’d bin Ubadah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang nadzar yang diucapkan ibunya yang telah meninggal dan sebelum sempat menunaikannya. Maka beliau bersabda: “Tunaikanlah nadzarnya.”

 

Musnad Ahmad 1796: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari ‘Ubaidullah dari dari Ibnu Abbas bahwa Abu Bakar bersumpah atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Jangan bersumpah.”

 

Musnad Ahmad 1797: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zaid bin Aslam dari Ibnu Wa’lah dari Ibnu Abbas berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap kulit yang telah disamak, maka ia sudah suci.”

 

Musnad Ahmad 1798: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ziyad yaitu Ibnu Sa’d, dari Abu Zubair dari Abu Ma’bad dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berangkatlah dari lembah Muhassir dan hendaklah kalian membawa kerikil.”

 

Musnad Ahmad 1799: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ziyad bin Sa’d dari Abdullah bin Al Fadhl dari Nafi’ bin Jubair dari Ibnu Abbas yang riwayatnya sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Janda itu lebih berhak atas dirinya daripada walinya, sedang gadis itu bapaknya harus meminta pendapatnya, dan tanda setujunya adalah diamnya.”

 

Musnad Ahmad 1800: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibrahim bin ‘Uqbah dari Kuraib dari Ibnu Abbas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada di Rauha` lalu bertemu dengan sekelompok orang yang sedang mengendarai tunggangan mereka, beliau mengucapkan salam kepada mereka, dan bertanya: “Siapakah kalian?” Mereka menjawab; “Kami adalah kaum muslimin.” Ada seseorang bertanya; “Siapakah engkau?” Beliau menjawab: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Maka salah seorang perempuan terkejut lalu ia mengambil lengan anak kecil dan mengeluarkannya dari sekedupnya, seraya berkata; “Wahai Rasulullah, apakah anak kecil ini boleh berhaji?” Beliau menjawab; “Ya, dan engkau mendapatkan pahala.” Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Ibrahim bin Uqbah dari Kuraib mantan budak Ibnu Abbas, secara makna.

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: