Musnad Ahmad: 1801-1900

Musnad Ahmad 1801: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Suhaim, Sufyan berkata; aku tidak hafal darinya selain hadits ini, dia berkata; saya mendengarnya dari Ibrahim bin Abdullah bin Ma’bad bin Abbas dari Bapaknya dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyingkap tirai, sedangkan orang-orang berbaris di belakang Abu Bakar. Beliau bersabda: “Wahai manusia! Sesungguhnya tidak ada yang tersisa dari tanda-tanda keNabian kecuali mimpi yang benar, yang dilihat oleh seorang muslim atau diperlihatkan padanya.” Kemudian beliau bersabda: “Ketahuilah, aku dilarang membaca (surat) pada saat ruku’ dan sujud. Kalau kalian melakukan ruku’, maka agungkanlah Rabb di dalamnya. Sedang jika kalian bersujud, maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa karena (doa pada saat itu) berhak untuk dikabulkan.”

 

Musnad Ahmad 1802: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menyiksa dengan siksa Allah Azza Wa Jalla!”

 

Musnad Ahmad 1803: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas, Aku menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat sebelum khutbah pada waktu ied, lalu beliau berkhutbah. Beliau mengira bahwa para wanita tidak dapat mendengarnya, lalu beliau mendekati mereka dan mengingatkan serta menasihati mereka. Beliau juga menghimbau mereka agar bersedekah. Maka (setiap) seorang wanita melemparkan antingnya, cincinnya, juga yang lainnya.

 

Musnad Ahmad 1804: Telah menceritakan kepada kam Sufyan dari ‘Ashim dari Asy Sya’bi dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminum air Zamzam dari sebuah gayung dengan berdiri. Sufyan berkata; demikian yang saya yakini.

 

Musnad Ahmad 1805: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Jud’an dari ‘Amru bin Harmalah dari Ibnu Abbas: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minum, sedang Ibnu Abbas berada di sebelah kanannya dan Khalid bin Walid di sebelah kirinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Minuman ini hanya untukmu, namun jika engkau mau, berikan kepada Khalid.” Ibnu Abbas berkata; “Saya tidak akan mendahulukan seorangpun atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1806: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ma’mar dari Abdullah bin ‘Utsman bin Khats’am dari Ibnu Abu Mulaikah -insya Allah, – yaitu; Ibnu Abbas meminta izin kepada Aisyah, dan dia masih termasuk anak saudara laki-laki Aisyah. Aisyah berkata; “Saya khawatir dia akan mensucikanku.” Tatkala Aisyah mengizinkannya, Ibnu Abbas berkata; “Tidak ada yang menyatukan antara dirimu dengan (saat-saat) bertemu dengan kekasih kecuali saat ruh meninggalkan jasad. Kamu adalah istri yang paling dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan mencintai kecuali yang baik. Bahkan ketika kalungmu jatuh pada peristiwa Abwa` turun ayat al Qur`an mengenaimu. Dan tidak ada satu masjid pun yang dimiliki kaum muslimin kecuali dibaca (ayat yang berkaitan dengan) pembelaan terhadap dirimu sepanjang malam dan sepanjang siang.” Aisyah menjawab; “Tinggalkan aku dari pujian itu Wahai Ibnu Abbas, demi Allah, meskipun saya senang (turunnya ayat itu).”

 

Musnad Ahmad 1807: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Laits dari seorang laki-laki dari Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya engkau disebut Ummul Mukminin agar engkau senang dan itu adalah namamu sebelum engkau dilahirkan.”

 

Musnad Ahmad 1808: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul Karim dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas Insya’ Allah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang bernafas dalam bejana (tempat minum) atau meniupnya.

 

Musnad Ahmad 1809: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Salim dari Kuraib dari Ibnu Abbas, dan sanadnya sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa; “Andai salah seorang dari mereka ketika hendak mendatangi istrinya mengucapkan: ‘BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNI ASY SYAITHANA WA JANNIBBIS SYAITHAN MA RAZAQTANA (Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah aku dari syetan, dan jauhkanlah syetan dari apa yang telah engkau rizkikan pada kami), maka jika mereka berdua ditakdirkan mempunyai anak setelah itu, maka setan tidak akan mampu memberikan bahaya kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 1810: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Rufai’ berkata; saya dan Syadad bin Ma’qil menemui Ibnu Abbas, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak meninggalkan selain apa yang ada diantara kedua sampul kitab ini.” Kami menemui Muhammad bin Ali, dan ia mengatakan seperti itu juga. Abdullah berkata; Al Mukhtar berkata; “Wahyu.”

 

Musnad Ahmad 1811: Telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; dan Musa bin Abu Aisyah berkata; saya mendengar Said bin Jubair berkata; Ibnu Abbas berkata; Jika turun Al Qur`an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau ingin segera bisa menghafalnya, maka Allah ‘azza wajalla berfirman: (Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur`an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.)

 

Musnad Ahmad 1812: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru berkata; telah mengabarkan kepadaku Kuraib dari Ibnu Abbas berkata; “Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai melaksanakan shalat fajar dua raka’at, beliau berbaring hingga terdengar suara nafas beliau.” Kami berkata kepada ‘Amru; sesungguhnya beliau bersabda: “Mataku tidur akan tetapi hatiku tidak.”

 

Musnad Ahmad 1813: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Kuraib dari Ibnu Abbas; “Saya menginap di rumah bibiku Maimunah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di sisinya pada malam itu, beliau berwudhu dengan ringkas kemudian berdiri. Ibnu Abbas mengikuti apa yang beliau lakukan, dia mendatangi beliau, berdiri dan shalat, kemudian beliau memindahkannya ke sebelah kanannya, dan dia shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. kemudian beliau berbaring sehingga terdengar suara nafas beliau. Ketika muadzin mengumandangkan adzan beliau bangkit untuk shalat tanpa berwudhu lagi.”

 

Musnad Ahmad 1814: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas; Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah: “Sesungguhnya kalian akan menemui Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, berjalan kaki dan tidak dikhitan.”

 

Musnad Ahmad 1815: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seorang lelaki jatuh terpelanting dari untanya dan terinjak unta tersebut hingga meninggal, dan pada saat itu dia dalam keadaan ihram. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, lalu kafanilah dengan dua kain yang dipakainya, jangan ditutup kepalanya, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla akan membangkitkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah.” Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibrahim bin Abu Hurrah dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas; “Janganlah kalian memberinya wangi-wangian.”

 

Musnad Ahmad 1816: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas, tentang firman Allah Azza Wa Jalla; (Dan kami tidak menjadikan mimpi yang telah kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia.) dia berkata; (maksudnya) adalah kenyataan yang dilihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam beliau di isra`kan.

 

Musnad Ahmad 1817: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, pada kesempatan lain Ibnu Abbas berkata; saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah: “Barangsiapa tidak mendapati sandal, hendaklah mengenakan khuff. Dan barangsiapa tidak mendapatkan kain sarung, maka hendaklah mengenakan sirwal (semacam celana).”

 

Musnad Ahmad 1818: Telah menceritakan kepada kami Sufyan; ‘Amru berkata; telah mengabarkan kepadaku Jabir bin Zaid bahwa dia mendengar Ibnu Abbas berkata; Saya shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam delapan raka’at jamak dan tujuh raka’at jamak.” ‘Amru berkata kepada Said bin Jubair; “Wahai Abu Asy Sya’tsa`, saya mengira dia mengakhirkan shalat zhuhur dan mendahulukan ashar dan mengakhirkan maghrib dan menyegerakan isya’.” Dia menjawab; “Saya mengira juga demikian.”

 

Musnad Ahmad 1819: Telah menceritakan kepada kami Sufyan; ‘Amru berkata; Abu Asy Sya’tsa` bertanya; “Siapa perempuan itu?” saya menjawab; mereka mengatakan Maimunah, Abu Asy Sya’tsa berkata; telah mengabarkan kepadaku Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Maimunah padahal beliau sedang ihram.

 

Musnad Ahmad 1820: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas; “Saya termasuk orang-orang yang didahulukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam Muzdalifah bersama-sama orang yang lemah dari kalangan keluarganya.” Pada kesempatan lainnya dia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendahulukan orang-orang yang lemah dari kalangan keluarganya.”

 

Musnad Ahmad 1821: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berlari-lari kecil di sekitar Ka’bah untuk memperlihatkan kekuatan beliau kepada kaum musyrikin.

 

Musnad Ahmad 1822: Telah menceritakan kepada kami Sufyan; pada awalnya ‘Amru berkata; menghapalnya dari Thawus, dan pada kesempatan lain ‘Amru berkata; telah mengabarkan kepadaku Thawus dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam pada saat beliau sedang ihram. Bapakku berkata; sungguh Sufyan menceritakannya kepada kami, dan ‘Amru berkata; dari ‘Atho` dan Thawus dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam padahal beliau sedang berihram.

 

Musnad Ahmad 1823: Bapakku berkata; dan Sufyan berkata; dari ‘Amru dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian makan janganlah ia membersihkan tangannya hingga ia menjilatinya atau membersihkannya dengan lidahnya.”

 

Musnad Ahmad 1824: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas berkata; “Al Muhasshab bukan termasuk Mina, melainkan itu hanyalah sebuah tempat yang pernah disinggahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1825: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Atho`, sedang Ibnu Juraij berkata; dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengakhirkan shalat hingga larut malam sesuai kehendak Allah. Lalu Umar berkata; “Wahai Rasulullah, para wanita dan anak-anak telah tidur.” Beliau keluar seraya bersabda: “kalau seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka untuk shalat pada saat seperti ini.”

 

Musnad Ahmad 1826: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Thawus dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diperintah untuk bersujud dengan tujuh anggota tubuhnya dan dilarang menahan rambut dan bajunya.”

 

Musnad Ahmad 1827: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Thawus berkata; saya mendengar Ibnu Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menjual makanan sehingga diterima dengan secara langsung. Ibnu Abbas berkata menurut pendapatnya sendiri; “dan saya mengira semuanya seperti itu.”

 

Musnad Ahmad 1828: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Utsman bin Shafwan bin Umayyah Al Jumahi berkata; telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Aban dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat ketika berada di Madinah bukan dalam keadaan safar sebanyak tujuh raka’at dan delapan raka’at.”

 

Musnad Ahmad 1829: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari ‘Ausajah dari Ibnu Abbas; seorang laki-laki meninggal dunia pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan dia tidak meninggalkan satu ahli warispun kecuali seorang budak yang telah dia bebaskan. Maka beliau memberikan harta warisannya kepada budak tersebut.

 

Musnad Ahmad 1830: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Muhammad bin Hunain dari Ibnu Abbas; Aku heran dengan orang yang mengedepankan (hitungan) bulan (berpuasa dengan tidak melihat hilal), padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihatnya (hilal) ” atau beliau bersabda: “Berpuasalah setelah kalian melihatnya.”

 

Musnad Ahmad 1831: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Sa’id bin Al Huwairits, dia mendengar Ibnu Abbas berkata; Ketika kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba beliau pergi untuk buang air, kemudian beliau keluar dan meminta diambilkan makanan. Ibnu Abbas berkata; maka makanan diberikan pada beliau. Kemudian ada yang bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah anda tidak berwudhu dahulu?” Beliau menjawab: “Aku tidak hendak melaksanakan shalat, maka apakah aku harus berwudhu?!”

 

Musnad Ahmad 1832: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Abu Ma’bad dari Ibnu Abbas berkata; “Aku tidak mengetahui rampungnya shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali dengan takbir.” ‘Amru berkata; Aku berkata kepada Abu Ma’bad; “apakah anda pernah menceritakannya kepadaku?” Dia berkata; “tidak, Aku tidak pernah menceritakan itu kepadamu.”

 

Musnad Ahmad 1833: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Abu Ma’bad dari Ibnu Abbas; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya.” seorang laki-laki datang dan bertanya; “Sesungguhnya istriku hendak keluar untuk berhaji, sedang aku ikut serta dalam perang ini dan itu.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pulanglah dan temanilah istrimu berhaji.”

 

Musnad Ahmad 1834: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Sulaiman bin Abu Muslim paman Ibnu Abu Najih, dia mendengar Said bin Jubair berkata; Ibnu Abbas berkata: “Hari kamis, dan apakah hari kamis itu?” Kemudian ia menangis hingga air matanya mengalir. -Dalam kesempatan lain Said bin Jubair berkata; sampai butiran air matanya mengalir.- maka kami bertanya; “Wahai Abu Al Abbas, kenapa dengan hari kamis?” Dia berkata; “Pada hari tersebut sakit Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semakin parah, lalu beliau berkata: “Kemarilah, aku tuliskan untuk kalian sebuah surat, sehingga kalian tidak akan tersesat setelahnya selamanya.” Namun mereka berselisih, padahal tidak pantas ada yang berselisih di dekat seorang Nabi. Mereka berkata; “Bagaimana keadaan beliau, apakah beliau mengigau? -Sufyan berkata; yaitu melantur, – hendaknya kalian tanyakan kembali kepada beliau.” lalu mereka pergi dan menyakannya kembali. Maka beliau bersabda: “Tinggalkan aku, keadaanku sekarang lebih baik daripada apa yang kalian kira.” Beliau menyuruh tiga hal -Sufyan berkata; Beliau mewasiatkan tiga hal.- beliau bersabda: “Keluarkan orang-orang musyrik dari Jazirah Arab, dan perlakukan utusan sebagaimana saya memperlakukan mereka.” Tetapi Sa’id tidak menyebutkan wasiat yang ketiga, saya tidak tahu apakah dia sengaja mendiamkannya atau karena dia lupa. Dalam riwayat lain Sufyan berkata; Bisa jadi dia sengaja tidak menyebutkannya atau melupakannya.

 

Musnad Ahmad 1835: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Sulaiman dari Thawus dari Ibnu Abbas; orang-orang pergi (berpencar) dari berbagai arah (ketika selesai melaksanakan manasik haji), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah seorangpun pergi (pulang) hingga akhir persinggahannya adalah Ka’bah.”

 

Musnad Ahmad 1836: Telah menceritakan kepadaku Sufyan dari Ibnu Abu Najih dari Abdullah bin Abu Katsir dari Abu Al Minhal dari Ibnu Abbas; “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah orang-orang melakukan salaf (menyerahkan uang terlebih dahulu sebelum menerima barang) pada kurma untuk dua dan tiga tahun. Maka beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan salaf maka hendaklah dia melakukannya dengan timbangan yang jelas dan takaran yang pasti serta waktu yang jelas.”

 

Musnad Ahmad 1837: Telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; telah mengabarkan kepadaku ‘Ubaidullah bin Abu Yazid sejak tujuh puluh tahun lalu, berkata; saya mendengar Ibnu Abbas berkata; “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari tertentu dengan mengkhususkan keutamaannya dari hari-hari yang lain selain hari Asyura`.” Sufyan pada lain kesempatan berkata; “Kecuali hari ini, yaitu hari Asyura` dan bulan ini, yaitu bulan Ramadhan.”

 

Musnad Ahmad 1838: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah mengabarkan kepadaku ‘Ubaidullah bahwa dia mendengar Ibnu Abbas berkata; “Saya termasuk orang-orang yang didahulukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam Muzdalifah bersama-sama orang yang lemah dari kalangan keluarganya.”

 

Musnad Ahmad 1839: Ahmad bin Hanbal berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Thawus dari Bapaknya dari Ibnu Abbas; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diperintah untuk sujud dengan tujuh anggota tubuhnya dan dilarang menahan rambut dan bajunya.”

 

Musnad Ahmad 1840: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ammar dari Salim; Ibnu Abbas ditanya tentang seseorang yang membunuh seorang mukmin kemudian ia bertaubat, beriman dan beramal shalih dan ia berjalan di atas jalan yang lurus. Maka Ibnu Abbas berkata; “Celaka kamu! Bagaimana mungkin dia mendapatkan petunjuk! Aku mendengar Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang dibunuh akan didatangkan bersama dengan orang yang membunuh. Orang tersebut berkata; ‘Wahai Rabbku, tanyalah padanya, kenapa dulu ia membunuhku.” Demi Allah, sungguh Allah Azza Wa Jalla telah mewahyukan pada Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pernah menghapusnya setelah menurunkannya.” Ibnu Abbas berkata; “Bagaimana mungkin dia bisa mendapat hidayah?”

 

Musnad Ahmad 1841: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris berkata; telah mengabarkan kepada kami Yazid dari Ibnu Miqsam dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikafani dengan tiga lembar kain, berupa baju yang beliau pakai saat beliau meninggal dan dua lembar kain dari Najran.

 

Musnad Ahmad 1842: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris telah memberitakan kepada kami Yazid bin Abu Ziyad dari Miqsam dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam ketika sedang dalam perjalanan antara Makkah dan Madinah, dan beliau saat itu dalam keadaan puasa dan sedang berihram.”

 

Musnad Ahmad 1843: Telah menceritakan kepada kami Isma’il yaitu Ibnu Ibrahim, telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya bin Abu Katsir dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai budak Mukatab: “Dibebaskan sesuai dengan diyat (denda) kebebasan yang ia bayarkan dan sesuai dengan lamanya ia menjadi budak.”

 

Musnad Ahmad 1844: Telah menceritakan kepada kami Isma’il dari Khalid Al Hadzdza` telah menceritakan kepadaku ‘Ammar mantan budak Bani Hasyim, berkata; saya mendengar Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat pada usia enam puluh lima tahun.”

 

Musnad Ahmad 1845: Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Qabus dari Bapaknya dari Ibnu Abbas berkata; Kesulitan yang terakhir kali dirasakan oleh seorang mukmin adalah kematian.” Dan tentang firman Allah; (Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak) ia berkata: “Seperti endapan minyak.” Dan tentang firmanNya; (..beribadat di waktu-waktu malam..) ia berkata; “Di sepertiga malam terakhir.” Dia berkata; “Apakah kalian tahu bagaimana hilangnya ilmu? Yaitu saat para ulama’ telah dihilangkan (dicabut nyawanya) dari dunia ini.”

 

Musnad Ahmad 1846: Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Qabus dari Bapaknya dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seseorang yang pada hatinya tidak ada sedikitpun dari al Qur`an seperti rumah yang roboh.”

 

Musnad Ahmad 1847: Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Qabus dari Bapaknya dari Ibnu Abbas; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Makkah, kemudian beliau diperintahkan untuk berhijrah, dan turunlah kepadanya ayat: (Dan Katakanlah: ‘Ya Tuhan-ku, masukkanlah Aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah Aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang menolong.”

 

Musnad Ahmad 1848: Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Qabus dari Bapaknya dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak benar ada dua kiblat di satu wilayah, dan tidak ada jizyah bagi seorang muslim.”

 

Musnad Ahmad 1849: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Sufyan berkata; telah menceritakan kepadaku Al Mughirah bin An Nu’man dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan tidak dikhitan. Yang pertama kali mendapatkan pakaian adalah Ibrahim ‘alaihi sallam.” Kemudian beliau membaca: (Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya.)

 

Musnad Ahmad 1850: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Al Auza’i telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari ‘Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminum susu kemudian berkumur-kumur dan bersabda: “Sesungguhnya susu mengandung lemak.”

 

Musnad Ahmad 1851: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Qatadah berkata; saya mendengar Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas berkata; Ada yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang anak perempuan Hamzah. Maka beliau menjawab: “Sesungguhnya dia adalah putri saudaraku sepersusuan.”

 

Musnad Ahmad 1852: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Qatadah berkata; saya mendengar Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjamak shalat zhuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya’ ketika berada di Madinah bukan karena ketakutan dan bukan karena hujan.” Maka ditanyakanlah kepada Ibnu Abbas; “Apakah yang beliau inginkan dengan hal itu?” dia menjawab; “Beliau tidak ingin memberatkan umatnya.”

 

Musnad Ahmad 1853: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Zhabyan dari Ibnu Abbas berkata; Seorang laki-laki dari Bani Amir menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Wahai Rasulullah, perlihatkanlah kepadaku tanda yang ada diantara kedua bahumu, karena aku adalah orang yang paling ahli dalam bidang kedokteran.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana jika aku perlihatkan satu ayat (keajaiban)?” Orang itu menjawab; “Baiklah.” Ibnu Abbas berkata; Beliau melihat ke sebatang pohon kurma dan bersabda: “Panggillah pohon itu.” Orang tersebut memanggilnya dan tiba-tiba pohon itu melompat dan mendekatinya hingga berada di hadapannya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada pohon tersebut: “Kembalilah.” Pohon itu kembali ke tempatnya semula. Maka orang dari Bani Amir tersebut berkata; “Wahai keluarga Bani Amir, aku tidak pernah melihat seseorang yang paling pandai sihir seperti (lelaki yang kulihat) hari ini’.”

 

Musnad Ahmad 1854: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Mas’ud bin Malik dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku ditolong dengan bantuan angin (yang bertiup dari timur) sedangkan kaum ‘Aad dihancurkan dengan angin (yang bertiup dari barat).”

 

Musnad Ahmad 1855: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Ziyad bin Al Hushain dari Abu Al ‘Aliyah dari Ibnu Abbas tentang firman Allah Azza Wa Jalla; (Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya) dia berkata; Muhammad melihat Rabbnya Azza Wa Jalla dengan hatinya dua kali.

 

Musnad Ahmad 1856: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Abu Malik Al Asyja’i dari Ibnu Hudair dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa dikaruniai anak perempuan, dan ia tidak menguburnya hidup-hidup, tidak menyia-nyiakannya, juga tidak membedakan anak atas anak perempuan tersebut, maksudnya anak laki-laki, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga.”

 

Musnad Ahmad 1857: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami ‘Ashim Al Ahwal dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadakan perjalanan, kemudian beliau tinggal disana selama sembilan belas hari dengan shalat dua raka’at-dua raka’at. Oleh karena itu, jika kami bersafar dan tinggal selama sembilan belas hari maka kami shalat dua raka’at dua raka’at. Jika kami tinggal lebih dari itu, maka kami shalat empat raka’at.”

 

Musnad Ahmad 1858: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Hajjaj dari Al Hakam dari Miqsam dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membebaskan budak-budak orang musyrik yang keluar menemui beliau pada saat peristiwa penaklukkan Tha’if.”

 

Musnad Ahmad 1859: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Asy Syaibani dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Muhaqalah dan Muzabanah. Sedang Ikrimah memakruhkan jual beli fashil.”

 

Musnad Ahmad 1860: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq yaitu Asy Syaibani, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menulis surat kepada penduduk Jurasy, yang isinya melarang mereka mencampur antara kismis dengan kurma kering.

 

Musnad Ahmad 1861: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Asy Syaibani dari Asy Sya’bi dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalati orang yang sudah meninggal setelah dikuburkan.

 

Musnad Ahmad 1862: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Umar dari Ibnu Abbas berkata; “Kurma kering direndam di dalam air untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau meminumnya pada hari itu, hari esoknya, dan lusa sampai pada sore hari ketiga, lalu beliau memerintahkan untuk menuangkannya atau menumpahkannya.”

 

Musnad Ahmad 1863: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Ajlah dari Yazid bin Al Asham dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki yang berkata; “masyaa`allah wa syi`ta (Sesuai kehendak Allah dan kehendakmu).” Maka Beliau berkata: “akan tetapi katakanlah: MASYAA`ALLAH (sesuai kehendak Allah) saja.”

 

Musnad Ahmad 1864: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj dari Al Hakam dari Yahya bin Al Jazzar dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat di tanah lapang dan di depannya tidak ada sesuatupun (yang dijadikan sebagai satir/pembatas).

 

Musnad Ahmad 1865: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj dari Al Hakam dari Miqsam dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Abdullah bin Rawahah untuk mempin sepasukan Perang, yang saat itu bertepatan dengan Hari Jum’at. Dia memerintahkan para sahabatnya untuk berangkat lebih dahulu dan berkata; “aku akan menunda keberangkatan sehingga aku dapat shalat Jum’at bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian menyusul mereka.” Ibnu Abbas berkata; Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya, beliau bertanya: “Apa yang menghalangimu berangkat bersama para sahabatmu?” dia menjawab: “Aku ingin Shalat Jum’at bersama anda, setelah itu aku menyusul mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Andai saja engkau menginfaqkan semua yang ada di bumi, niscaya tidak akan menyamai (pahala) keberangkatan mereka.”

 

Musnad Ahmad 1866: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas berkata; “Najdah al Haruri menulis surat kepada Ibnu Abbas yang isinya menanyakan kepadanya tentang hukum membunuh anak kecil, (menanyakan) bagian seperlima (dari ghanimah) dibagikan kepada siapa, seorang anak kapan dia tidak dianggap sebagai yatim, para wanita: apakah mereka boleh pergi atau mengikuti Perang, dan apakah seorang budak itu mendapatkan bagian dari ghanimah. ‘Atho` berkata; maka Ibnu Abbas menulis balasan surat tersebut yang isinya: “Tentang anak kecil, jika kamu seperti Nabi Khaidir, mampu membedakan yang kafir dan yang mukmin, maka bunuhlah anak-anak yang akan menjadi kafir. Masalah bagian yang seperlima, menurut kami itu adalah bagian kami, namun sebagian kaum mengakui bahwa itu bukan bagian kami. Tentang masalah para wanita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu keluar bersama para wanita, mereka bisa mengobati orang yang sakit, dan merawat orang yang terluka, tetapi mereka tidak ikut berperang. Tentang masalah anak kecil, maka ia tidak dianggap sebagai anak yatim jika sudah mimpi (baligh). Sedangkan masalah budak, tidak mendapatkan bagian apapun dari harta ghanimah, tetapi dahulu ada diantara mereka yang diberi sedikit dari harta ghanimah.”

 

Musnad Ahmad 1867: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Muslim Al Bathin dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada satu haripun yang amalan shalih di dalamnya lebih disukai Allah Azza Wa Jalla daripada hari-hari ini.” yaitu sepuluh hari pertama dari bulan Dzul Hijjah. Ibnu Abbas berkata; Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, begitu juga dengan Jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab: “Termasuk jihad fi Sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak kembali lagi setelah itu.” Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih berkata, dan telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Mujahid tanpa mengikut sertakan Ibnu Abbas di dalamnya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti di atas, yaitu; “Tidak ada hari yang amalan di dalamnya.”

 

Musnad Ahmad 1868: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Muslim Al Bathin dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Seorang wanita menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia, sedang ia masih mempunyai tanggungan puasa satu bulan. Apakah aku boleh mengerjakannya untuknya?” Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Bagaimana pendapatmu jika ibumu mempunyai hutang, apakah engkau harus melunasinya?” Wanita itu menjawab; “Tentu.” Beliau bersabda: “Maka hutang kepada Allah Azza Wa Jalla lebih berhak untuk dilunasi.”

 

Musnad Ahmad 1869: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Qasim bin Abbas dari Abdullah bin Umair mantan budak Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika aku masih diberi kesempatan hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada tanggal sembilan bulan Muharram.”

 

Musnad Ahmad 1870: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berlari-lari dalam (melaksanakan manasik) haji beliau dan dalam beberapa umrah yang beliau lakukan, hal itu juga dilakukan Abu Bakar, Umar, ‘Utsman dan para khalifah yang lainnya.”

 

Musnad Ahmad 1871: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin ‘Amru Al Fuqaimi dari Mihran, Abu Shafwan dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa hendak berhaji maka segerakanlah.”

 

Musnad Ahmad 1872: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Muhammad yaitu Al Muharibi, telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin ‘Amru dari Mihran, Abu Shafwan berkata; saya mendengar Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa hendak berhaji maka segerakanlah.”

 

Musnad Ahmad 1873: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah memberitakan kepada kami Sufyan Ats Tsauri dari Habib bin Abu Tsabit dari Thawus dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat ketika terjadi gerhana matahari delapan kali ruku’ dan empat kali sujud.

 

Musnad Ahmad 1874: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah memberitakan kepada kami Hisyam berkata; Yahya bin Abu Katsir menulis surat kepadaku, menceritakan dari ‘Ikrimah bahwa ‘Umar pernah mengatakan; “Pada tanah haram ada sumpah yang dapat menghapuskan dosa.” Hisyam berkata; Yahya menulis surat kepadaku bahwa ia mengatakan dari Ya’la bin Hakim dari Sa’id bin Jubair bahwa Ibnu Abbas mengatakan; “Di tanah Haram ini ada sumpah yang dapat menghapuskan dosa.” Ibnu Abbas berkata; “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.”

 

Musnad Ahmad 1875: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah menceritakan kepada kami Musa bin Salim, Abu Jahdlam telah menceritakan kepada kami Abdullah bin ‘Ubaidullah bin Abbas, dia mendengar Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang hamba yang diperintah, beliau telah menyampaikan -demi Allah- apa yang beliau diutus dengannya. Beliau tidak mengkhususkan kami sedikitpun dari kaum yang lain, beliau memerintahkan kepada kami dengan tiga hal: Memerintahkan kepada kami agar kami menyempurnakan dan memperbagus wudhu, tidak memakan harta sedekah dan tidak mengawinkan keledai dengan kuda.” Musa berkata; Aku menemui Abdullah bin Hasan dan berkata; “Sesungguhnya Abdullah bin Ubaidillah mengatakan kepadaku begini dan begitu.” Dia berkata; “kuda milik Bani Hasyim jumlahnya sedikit, sehingga mereka lebih suka jika kuda mereka bertambah banyak.”

 

Musnad Ahmad 1876: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid berkata; telah menceritakan kepadaku Umar bin abu Harmalah dari Ibnu Abbas, dia menuturkan; Aku dan Khalid bin Al Walid masuk ke rumah Maimunah binti Al Harits bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Maimunah binti Al Harits bertanya; “maukah kalian kami hidangkan makanan yang telah dihadiahkan Ummu Hufaid kepada kami?” kemudian di hidangkanlah dua biawak panggang, tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuang ludah, maka Walid bertanya kepada beliau; “sepertinya engkau merasa jijik kepadanya?” beliau menjawab; “betul”, Maimunah bertanya kembali; “apakah kalian mau kami hidangkan minum yang telah di hadiahkan Ummu Hufaid kepada kami?” beliau menjawab; “ya” di datangkanlah sebejana susu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminum (susu tersebut) dan pada saat itu aku berada di samping kanan beliau dan Khalid berada di samping kiri beliau, kemudian beliau berkata kepadaku; “minuman ini untukmu, dan jika kamu mau, kamu bisa memberikannya kepada Khalid?” maka aku menjawab; “aku tidak akan memberikan sisa minuman bekas engkau kepada seorangpun, ” beliau bersabda: “Barangsiapa di beri makanan oleh Allah maka hendaklah dia mengucapkan; ‘ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami di dalam makanan ini, dan berikanlah makanan yang lebih baik dari ini kepada kami.’ Dan barangsiapa di beri minuman susu oleh Allah, maka hendaknya dia mengucapkan; ‘ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami dalam minuman ini dan tambahkanlah kepada kami.’ Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat menggantikan (memenuhi) kedudukan makanan dan minuman selain susu.” Telah menceritakan kepada kami Affan telah menceritakan kepada kami Hammad telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid dari Umar bin Abi Harmalah dari Ibnu ‘Abbas dari Ummu Hufaid bahwa dia pernah memberi hadiah dua ekor biawak kepada saudaranya yaitu Maimunah‚Ķ” lalu ia meneruskan hadits tersebut.

 

Musnad Ahmad 1877: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’ secara makna berkata; telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Mujahid, Waki’ berkata; saya mendengar Mujahid menceritakan dari Thawus dari Ibnu Abbas berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati dua buah kuburan, kemudian bersabda: “Sesungguhnya mereka berdua sedang diadzab, dan mereka diadzab bukan karena dosa yang besar. Salah satunya diadzab karena tidak menjaga diri dari air kencing.’ – Waki’ berkata; dari kencingnya.- Sedang yang lainnya karena suka menyebarkan perkataan buruk untuk merusak kondisi manusia di manapun ia berada.” Kemudian beliau mengambil pelepah kurma dan membelahnya menjadi dua bagian, lalu menancapkan setiap belahan tersebut masing-masing kuburan. Maka para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, kenapa anda melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Semoga saja bisa meringankan siksa mereka berdua selama kedua pelepah tersebut belum kering.” -sedang menurut Waki’ berkata; keduanya (pelepah) belum kering.- Telah menceritakan kepada kami Husain telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Mansur dari Mujahid dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati salah satu pekuburan dari pekuburan yang ada di Madinah, kemudian beliau mendengar suara dua orang yang sedang diadzab di kuburan mereka. Lalu menyebutkan hadits tersebut dengan tambahan; “Hingga kedua pelepah mengering atau selama keduanya belum mengering.”

 

Musnad Ahmad 1878: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah mengabarkan kepada kami Hisyam Ad Dustuwa`i dari Yahya bin Abu Katsir dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki. Beliau juga bersabda: “Keluarkan mereka dari rumah-rumah kalian.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengeluarkan fulan, dan Umar juga mengeluarkan fulan.

 

Musnad Ahmad 1879: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas berkata; “Saya menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat sebelum menyampaikan khutbah, kemudian beliau berkhutbah. Ketika beliau merasa bahwa hal itu tidak didengar para kaum wanita, beliau menemui mereka dengan didampingi Bilal. Bilal membentangkan kainnya, sementara beliau memberi nasihat kepada mereka dan memerintahkan agar mereka bersedekah, maka (satiap) wanita menyerahkan..-Ayyub memberi isyarat ke telinga dan lehernya, seolah-olah yang dimaksud adalah anting dan kalung.-

 

Musnad Ahmad 1880: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah mengabarkan kepada kami Hisyam Ad Dustuwa`i dari Yahya bin Abu Katsir dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai budak Mukatab: ” (Budak) bisa merdeka dengan membayar diyat orang merdeka dan dengan membayar diyat seorang budak.”

 

Musnad Ahmad 1881: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah mengabarkan kepada kami Hatim bin Abu Shaghirah dari Simak bin Harb dari ‘Ikrimah berkata; saya mendengar Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berpuasalah jika kalian melihat hilal dan berbukalah jika kalian melihatnya juga! Jika antara kalian dan Hilal terdapat awan maka sempurnakanlah bilangan menjadi tiga puluh, janganlah kalian mendahului berpuasa sebelum datangnya bulan.” Hatim berkata; “Yaitu hitungan bulan Sya’ban.”

 

Musnad Ahmad 1882: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Abdul Malik telah menceritakan kepada kami ‘Atho` dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat dari Arafah dengan membonceng Usamah bin Zaid di belakang beliau. Unta (yang dikendarai beliau) berputar-putar sedang beliau mengangkat tangannya dengan tidak sampai melewati kepalanya. Kemudian beliau berjalan dengan perlahan sampai tiba di Muzdalifah. Esok harinya beliau bertolak dengan membonceng Al Fadhl bin Abbas. Beliau tetap bertalbiyah sampai melempar jumrah Aqabah.

 

Musnad Ahmad 1883: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Habib bin Syihab telah menceritakan kepadaku bapakku berkata; saya mendengar Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di hadapan orang-orang saat berada di Tabuk: “Tidak ada seorangpun yang menyamai seorang laki-laki yang menaiki kudanya untuk berperang di jalan Allah Azza Wa Jalla dan menjauhi keburukan manusia. Juga tidak ada yang menyamai seseorang yang hidup di pedalaman yang diberi kenikmatan, ia menyambut dan memuliakan tamunya serta memberikan haknya.”

 

Musnad Ahmad 1884: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Malik telah menceritakan kepadaku Zaid bin Aslam dari ‘Atho` bin Yasar dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam makan lengan bagian depan kambing lalu shalat tanpa berwudhu terlebih dahulu.

 

Musnad Ahmad 1885: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam telah menceritakan kepada kami Qatadah dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meminum susu kambing Jalalah (yang memakan kotoran), memakan daging hewan yang dibunuh dengan cara dipanah sebagai sasaran panah, dan minum dari mulut tempat air minum.

 

Musnad Ahmad 1886: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Al Hasan bin Muslim dari Thawus berkata; Aku sedang bersama Ibnu Abbas, kemudian Zaid bin Tsabit bertanya kepada Ibnu Abbas: “Apakah kamu yang memberi fatwa, bahwa wanita yang haidl boleh pulang padahal dia belum thawaf di Ka’bah.” Dia menjawab; “Ya.” Zaid berkata; “Kalau begitu, janganlah kamu berfatwa seperti itu.” Ibnu Abbas berkata; “Kenapa tidak, tanyalah fulanah dari kalangan Anshar, apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya seperti itu?” Maka Zaid pun kembali menemui Ibnu Abbas sambil tertawa dan berkata; “Aku tidak menganggapmu kecuali engkau benar.”

 

Musnad Ahmad 1887: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan dari Manshur dari Mujahid dari Thawus dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah, akan tetapi jihad dan niat. Jika kalian diperintahkan untuk berangkat berperang, maka berangkatlah.”

 

Musnad Ahmad 1888: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan telah menceritakan kepada kami Shafwan bin Sulaim dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Ibnu Abbas, -Sufyan berkata; Aku tidak tahu kecuali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, – mengenai (..Atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu)..) Ibnu Abbas menafsirkan; ” (maksudnya adalah) Tulisan.”

 

Musnad Ahmad 1889: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepadaku Mukhawwal dari Muslim Al Bathin dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: ALIF LAM MIM. TANZIIL.. dan HAL ATA..pada shalat shubuh Hari Jum’at. Dan ketika shalat Jum’at, beliau membaca surat Jum’at dan IDZA JA`AKALMUNAFIQUN.

 

Musnad Ahmad 1890: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku ‘Umar bin ‘Atho` bin Abu Al Khuwar berkata; saya mendengar Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memakan makanan yang dimasak dengan api, lalu beliau shalat tanpa berwudhu.”

 

Musnad Ahmad 1891: Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Muhammad dari Ibnu Abbas berkata; “Saya mengadakan perjalanan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara Makkah dan Madinah. Beliau shalat dua raka’at, padahal beliau tidak dalam keadaan takut kecuali karena Allah Azza Wa Jalla.”

 

Musnad Ahmad 1892: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Musa bin Salamah berkata; saya bertanya kepada Ibnu Abbas; “Jika kamu tidak sempat mendapati shalat di masjid, berapa raka’at kamu shalat di Bathha`?” dia menjawab; “Dua raka’at, dan itulah sunnah Abu Al Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 1893: Telah menceritakan kepada kami Yahya berkata; Sufyan mendektekan kepadaku, untuk dikirim kepada Syu’bah berkata; saya mendengar ‘Amru bin Murrah telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Al Harits Al Mu’allim telah menceritakan kepadaku Thaliq bin Qais Al Hanafi saudara Abu Shalih, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “RABBI A’INNI WALAA TU’IN ‘ALAYYA WANSHURNI WALAA TANSHUR ‘ALAYYA WAMKUR LI WALAA TAMKUR ‘ALAYYA WAHDINI WA YASSIRILHUDA ILAYYA WANSHURNI ‘ALA MAN BAGHAA ‘ALAYYA RABBIJ’ALNI LAKA SYAKKARAN LAKA DZAKKARAN LAKA RAHHABAN LAKA MITHWA’AN ILAIKA MUKHBITAN LAKA AWWAHAN MUNIBAN RABBI TAQABBAL TAUBATI WAGHSIL HAUBATI WA AJIB DA’WATI WA TSABBIT HUJJATI WAHDI QALBI WA SADDID LISANI WASLUL SAKHIMATA QALBI” (Ya Rabbku! Bantulah aku dan jangan Engkau memberi bantuan mereka untuk mengalahkanku. Tolonglah aku dan jangan Engkau menolong mereka untuk mengalahkanku. Buatlah makar untukku dan jangan Engkau buatkan mereka makar untuk mengalahkanku. Tunjukilah aku dan mudahkanlah petunjuk-Mu untukku. Tolonglah aku atas orang-orang yang menzhalimi aku. Ya Rabbku! Jadikanlah aku orang yang selalu bersyukur kepadaMu, selalu ingat kepadaMu, selalu takut kepadaMu selalu patuh padaMu, selalu tunduk dan pasrah terhadapMu, selalu kembali dan taubat kepadaMu. Ya Rabbku! terimalah taubatku, bersihkanlah kesalahanku, kabulkanlah do’aku, tetapkanlah hujjahku, tunjukilah hatiku, teguhkanlah lisanku dan cabutlah segala penyakit hatiku) ”

 

Musnad Ahmad 1894: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhu berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpuasa, hingga kami berkata; ‘Beliau tidak pernah berbuka.’ Beliau juga berbuka hingga kami berkata; ‘Beliau tidak berpuasa.’ Beliau tidak pernah puasa satu bulan penuh sejak tiba di Madinah, kecuali bulan Ramadhan.”

 

Musnad Ahmad 1895: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Qatadah dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” (Diyat) ini dan ini sama yaitu jari kelingking dan ibu jari.”

 

Musnad Ahmad 1896: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari ‘Ubaidullah bin Al Akhnas berkata; telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Abdullah dari Yusuf bin Mahak dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seseorang meramal ilmu perbintangan kecuali ia telah menggeluti satu cabang dari sihir. Makin bertambah ilmu yang dipelajari maka bertambah pula sihir yang dipelajari.”

 

Musnad Ahmad 1897: Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Dzakwan dari Abu Raja` telah menceritakan kepadaku Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seseorang berniat melakukan suatu kebaikan kemudian ia melakukannya, maka ditulis baginya sepuluh kebaikan. Tapi jika ia tidak melakukannya, maka ditulis baginya satu kebaikan. Jika ia berniat melakukan kejelekan kemudian ia melakukannya, maka ditulis baginya satu kejelekan saja. Tapi jika ia tidak melakukannya, maka ditulis baginya satu kebaikan.”

 

Musnad Ahmad 1898: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam bin ‘Urwah telah menceritakan kepadaku Wahb bin Kaisan dari Muhammad bin ‘Amru bin ‘Atho` dari Ibnu Abbas berkata. Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas dari Bapaknya dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhu berkata. Dan telah menceritakan kepadaku Az Zuhri dari Ali bin Abdullah bin Abbas dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memakan daging atau tulang yang sebagian besar dagingnya sudah diambil, kemudian beliau shalat tanpa menyentuh air.

 

Musnad Ahmad 1899: Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepada kami ‘Atho` dari Ibnu Abbas bahwa binatang peliharaan Maimunah mati, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidakkah kalian memanfaatkan kulitnya, tidakkah kalian menyamaknya, karena itulah penyembelihannya secara syar’i.”

 

Musnad Ahmad 1900: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Al Hasan bin Muslim dari Thawus dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat Ied tanpa adzan dan iqamat.

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: