Musnad Ahmad: 1901-2000

Musnad Ahmad 1901: Telah menceritakan kepada kami Yahya aku mendengar Al A’masy telah menceritakan kepadaku Muslim dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa seorang wanita berkata; “Wahai Rasulullah, ibuku memiliki tanggungan puasa selama sebulan, namun dia meninggal (sebelum menunaikan puasa tersebut), apakah aku boleh berpuasa untuknya?” beliau menjawab: “Sekiranya ibumu memiliki hutang, apakah kamu akan melunasinya?” Wanita itu menjawab; “Ya.” Beliau bersabda: “Dan hutang kepada Allah Azza wa Jalla lebih berhak untuk dipenuhi.”

 

Musnad Ahmad 1902: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam dari Ikrimah dari Ibnu Abbas dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum laki-laki, beliau bersabda: “Keluarkanlah mereka dari rumah kalian.” Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah mengeluarkan fulan begitu juga Umar pernah mengeluarkan si fulan.

 

Musnad Ahmad 1903: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Al Auza’i dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah meminum susu, lalu beliau berkumur-kumur. Beliau bersabda: “Sesungguhnya susu itu mengandung lemak.”

 

Musnad Ahmad 1904: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan Telah menceritakan kepadaku Sulaiman yaitu Al A’masy dari Yahya bin Umarah dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas dia berkata; Abu Thalib menderita sakit, lalu orang-orang Quraisy menjenguknya. Demikian juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan didekat kepalanya ada satu tempat duduk, lalu duduklah Abu Jahal disitu. Kemudian mereka berkata; Sesungguhnya anak saudaramu mencela tuhan-tuhan kami. Abu Thalib berkata; Kenapa kaummu mengadukanmu? Rasulullah menjawab: “Wahai pamanku, aku menginginkan mereka berada pada satu kalimat yang orang-orang arab nanti berpegang padanya. Dan orang-orang non arab nanti akan membayar jizyah kepada mereka. Abu Thalib bertanya: Kalimat apakah itu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘LAA ILAAHA ILLALLAH’ (Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah). Maka orang-orang Quraisy pun berdiri seraya berkata; ‘Apakah engkau hendak menjadikan tuhan-tuhan yang banyak itu jadi satu saja? ‘ Ibnu Abbas berkata: maka turunlah ayat: “Shaad, Wal Qur’ani Dzidz Dzikr”. lalu beliaupun membacakannya hingga sampai pada ayat; “Inna Hadza lasyai’un Ujaab” (QS. Shaad: 1-5). Dan Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah Telah menceritakan kepada kami Al A’masy Telah menceritakan kepada kami Abbad -lalu ia menyebutkan redaksi yang serupa.- Dan Bapakku berkata; Al Asyja’i berkata Yahya bin Abbad.

 

Musnad Ahmad 1905: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Uyainah bin Abdurrahman Telah menceritakan kepadaku Bapakku dia berkata; Seseorang mendatangi Ibnu Abbas dan berkata; “Sesungguhnya aku adalah seseorang dari penduduk Khurasan, dan sesungguhnya negeri kami adalah negeri yang dingin. Lalu ia menceritakan tentang minuman yang ia buat. Maka Ibnu Abbas berkata; Jauhilah segala sesuatu yang memabukkan baik itu berasal dari anggur, kurma atau yang lainnya. Orang tersebut bertanya; Lalu bagaimana dengan Nabidzul Jarr (minuman manis, yang sebagian besar berupa sari kurma biasa disimpan didalam bejana yang terbuat dari tanah liat)? Ibnu Abbas berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Nabidzul Jarr.

 

Musnad Ahmad 1906: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ubaidullah bin Al Akhnas dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah bahwa Ibnu Abbas memberitakan kepadanya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: Seakan-akan aku melihatnya hitam dan terpisah-pisah, ia merusaknya batu demi batu. Maksudnya adalah Ka’bah.

 

Musnad Ahmad 1907: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Abu Dzi’ib Telah menceritakan kepadaku Qarizh dari Abu Ghathafan, ia berkata; Aku melihat Ibnu Abbas berwudlu dan berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Beristintsarlah (membersihkan hidung dengan air dalam wudlu) dua kali secara sempurna atau tiga kali.”

 

Musnad Ahmad 1908: Telah menceritakan kepada kami Yahya Telah menceritakan kepada kami Hisyam Telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Al ‘Aliyah dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakan jika dalam kesusahan (musibah); “LAA ILAAHA ILLALLAHUL ADHIMUL HALIM LAA ILAAHA ILLALLAH RABBUL ‘ARSYIL ‘ADHIM LAA ILAAHA ILLALLAHU RABBUS SAMAAWAATI WAL ARDLI RABBUL ‘ARSYIL KARIIM” (Tiada ilah (sesembahan) yang Haq selain Allah yang Maha Besar lagi Maha Bijaksana, tiada ilah yang haq selain Allah Rabb pemilik ‘Arsy yang Agung, tiada ilah yang haq kecuali Allah Rabb langit dan bumi Rabb pemilik Arsy yang mulia).

 

Musnad Ahmad 1909: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah Telah menceritakan kepadaku Al Hakam dari Mujahid dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Aku ditolong oleh As shaba’ (angin yang bertiup dari timur), sedangkan kaum ‘Aad dihancurkan oleh Ad Dubur (angin yang bertiup dari barat).”

 

Musnad Ahmad 1910: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepadaku Amru bin Dinar bahwa Abu Asya’tsaa mengabarkan kepadanya dari Ibnu Abbas ia mengabarkan, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikah dalam keadaan berihram.

 

Musnad Ahmad 1911: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepadaku Amru bin Dinar bahwa Abu As Sya’tsaa`i mengabarkan kepadanya, dari Ibnu Abbas bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhuthbah seraya bersabda: “Barang siapa yang tidak medapatkan kain dan ia hanya mendapatkan celana, maka hendaklah ia memakainya. Barang siapa yang tidak mendapatkan sandal dan ia hanya mendapatkan khuf, maka hendaklah ia memakainya.” Aku bertanya; apakah beliau tidak menyebutkan untuk dipotong saja khufnya, Ibnu Abbas menjawab; ‘Tidak.’

 

Musnad Ahmad 1912: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Juraij dia berkata Telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Al Huwairits dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah setelah buang hajat (dan berwudlu) beliau makan, (setelah itu) tidak menyentuh air lagi (berwudlu).

 

Musnad Ahmad 1913: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa wahyu diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau berumur empat puluh tiga tahun. Beliau tinggal di Makkah selama sepuluh tahun, dan di Madinah selama sepuluh tahun. Beliau wafat ketika berumur enam puluh tiga tahun.

 

Musnad Ahmad 1914: Telah menceritakan kepada kami Yahya Telah menceritakan kepada kami Humaid dari Al Hasan dari Ibnu Abbas dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat ini sekian dan sekian, dan beliau menetapkan setengah sha’ gandum.

 

Musnad Ahmad 1915: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah dari Abu Jamrah dia berkata; Aku mendengar Ibnu Abbas berkata; sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat malam sebanyak tiga belas raka’at.

 

Musnad Ahmad 1916: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepadaku Abu Jamrah dan Ibnu Ja’far dia berkata; Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata; “Ketika delegasi ‘Abdul Qais datang ke Madinah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bertanya: “Dari delegasi siapa?” atau beliau bertanya, “Dari delegasi kaum siapa?” Mereka menjawab; “Rabi’ah.” Beliau bersabda: “Selamat datang kaum, tanpa kehinaan dan penyesalan.” Mereka bertanya; “Wahai Rasulullah, kami datang menemui engkau dari tempat yang sangat jauh. Antara kampung kami dan kampung engkau terdapat perkampungan orang-orang kafir Mudhar. Kami tidak dapat menemuimu selain pada bulan Haram. Oleh karena itu, beritahukanlah kepada kami sesuatu yang dapat membuat kami masuk surga, dan yang dapat kami beritahukan kepada orang-orang di belakang kami (di kampung kami).” Lalu mereka bertanya kepada beliau mengenai minuman. Selanjutnya beliau memerintahkan empat hal dan melarang empat hal kepada mereka. Beliau memerintahkan kepada mereka untuk beriman kepada Allah ‘azza wajalla. Beliau bertanya: “Tahukah kalian apakah iman kepada Allah itu?” mereka menjawab; “Allah dan RasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Kesaksian bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan memberikan seperlima dari harta rampasan perang.” Dan beliau melarang mereka dari bejana ad dubbaa`, al hantam, an naqir dan al muzaffat. Beliau melanjutkan: “Perhatikanlah itu semua dan beritahukanlah kepada orang-orang di belakang kalian?”

 

Musnad Ahmad 1917: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah. Dan Ibnu Ja’far berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepadaku Abu Jamrah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Kuburan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditutup dengan kain beludru tebal yang berwarna merah.”

 

Musnad Ahmad 1918: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bakrah telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Simak bin Harb dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas dia berkata; “Dikatakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika telah selesai dari perang Badar; “Hendaknya engkau menghadang kafilah dagang saja, bukan yang lainnya” Ibnu ‘Abbas berkata; Maka ‘Abbas bin Abdul Muththalib berseru; “Sesungguhnya demikian itu tidak layak bagimu.” Ia berkata; “Mengapa demikian.” Dia menjawab; “Karena Allah ‘azza wajalla hanya menjanjikan kepadamu salah satu dari dua golongan ini dan Dia (Allah) telah memberikan kepadamu apa yang dijanjikannya itu.”

 

Musnad Ahmad 1919: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Bukair telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Seorang laki-laki dari Bani Sulaim lewat di depan beberapa Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menggembala kambingnya. Maka orang tersebut mengucapkan salam kepada mereka, dan mereka berkata; “Tidaklah ia mengucapkan salam kepada kita kecuali karena sengaja ingin berlindung dari kita.” Lalu mereka mendatanginya dan membunuhnya, setelah itu mereka datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa kambing-kambingnya. Maka turunlah ayat: (Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, Maka telitilah).

 

Musnad Ahmad 1920: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepadaku Abdul Malik bin Maisarah dari Thawus berkata; “Seorang laki-laki mendatangi Ibnu ‘Abbas lalu bertanya padanya. Dan Sulaiman bin Daud berkata; telah mengabarkan kepada kami Syu’bah telah memberitakan kepadaku Abdul Malik, ia berkata; Aku mendengar Thawus berkata; Seseorang bertanya pada Ibnu ‘Abbas tentang maksud dari firman Allah ‘azza wajalla: (Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan …) maka Sa’id bin Jubair berkata; ” (Maksudnya adalah) Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu ‘Abbas berkata; “Engkau terlalu terburu-buru, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak ada hubungan dengan orang-orang Quraisy kecuali bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam punya hubungan keluarga dengan mereka. Maka turunlah (Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan), maksudnya kecuali kalian bisa menyambung hubungan kekeluargaan antara diriku dengan kalian.”

 

Musnad Ahmad 1921: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada kami ‘Atha` berkata; Aku mendengar Ibnu ‘Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya pada seorang wanita Anshar -yang namanya disebutkan oleh Ibnu ‘Abbas tapi aku lupa-: “Apa yang menghalangimu pergi berhaji bersama kami pada tahun ini?” Wanita tersebut menjawab; “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami mempunyai dua ekor unta. Salah satunya dinaiki oleh Abu Fulan, anaknya dari istrinya dan anak istrinya, sedang yang satu lagi dibiarkan lepas begitu saja.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika Ramadlan telah tiba, maka laksanakanlah umrah. Karena sesungguhnya umrah pada bulan itu (pahalanya) menyamai haji.”

 

Musnad Ahmad 1922: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan dari Musa bin Abu Aisyah dari Ubaidullah bin Abdullah dari Aisyah dan Ibnu ‘Abbas, bahwasannya Abu Bakar pernah mencium Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam setelah beliau meninggal dunia.

 

Musnad Ahmad 1923: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan, berkata; telah menceritakan kepadaku Mughirah bin An Nu’man dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Manusia akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang kaki dan dada dan tidak disunat, orang pertama yang akan dikenakan pakaian adalah Ibrahim ‘Alaihisshalatu wassalam” kemudian beliau membaca: ” (sebagaimana kami Telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya.) ”

 

Musnad Ahmad 1924: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepadaku Salamah bin Kuhail berkata, aku telah mendengar Abu Al Hakam berkata, aku bertanya kepada Ibnu ‘Abbas tentang perasan kurma (yang mengalami fermentasi). Maka ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang minuman keras dari nabidz (perasan anggur) dan labu. Beliau bersabda: “Barangsiapa yang senang mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan RasulNya maka hendaklah mengharamkan Nabidz.”

 

Musnad Ahmad 1925: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Fithr telah menceritakan kepada kami Abu Thufail berkata, aku berkata kepada Ibnu ‘Abbas sesungguhnya kaummu mengira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan cepat (ketika manasik haji) di Ka’bah dan itu merupakah sunnah.” Ibnu Abbas menjawab; “Mereka benar dan mereka juga berdusta.” Aku berkata; “Bagaimana bisa mereka benar dan mereka berdusta? Ibnu Abbas menjawab; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memang berjalan cepat ketika di Ka’bah namun hal itu tidak merupakah sunnah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan cepat, begitu juga para sahabatnya, Ketika orang-orang Musyrik berada diatas gunung Qu’aiqi’an, dan sampai kepada beliau bahwa mereka tengah memperbincangkan bila mereka (kaum muslimin) lemah, maka beliau menyuruh para sahabat berjalan cepat untuk memperlihatkan kekuatan kepada mereka.”

 

Musnad Ahmad 1926: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Juhadah dari Abu Shalih dari Ibnu ‘Abbas. dan Waki’ berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Juhadah berkata, aku mendengar Abu Shalih berbicara setelah ia besar, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat para wanita peziarah kubur dan mereka yang menjadikan kuburan sebagai masjid serta menyalakan lampu didalamnya.”

 

Musnad Ahmad 1927: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ali bin Al Mubarak berkata telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir bahwa Umar bin Mu’annib telah mengabarkan kepadanya bahwa Abu Hasan budak Abu Naufal, telah mengabarkan, bahwa ia telah meminta fatwa kepada Ibnu ‘Abbas tentang seorang budak laki-laki yang beristeri budak perempuan, lalu ia mentalaknya dua kali. Kemudian mereka berdua dibebaskan. Apakah masih boleh bagi bekas budak laki-laki itu melamar budak perempuan tersebut? Ia menjawab: “Ya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menghukumi seperti itu.”

 

Musnad Ahmad 1928: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah. Dan Muhammad bin Ja’far berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari Abdul Hamid bin Abdurrahman dari Miqsam dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang orang yang mendatangi istrinya saat haidh, maka ia mensedekahkan satu dinar atau setengah dinar. Abdurrahman dan Bahz tidak memarfu’kannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Musnad Ahmad 1929: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dari Mujalid dari Sya’bi dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berbicara pada hari jum’at saat khatib sedang khutbah, maka ia seperti seekor keledai yang membawa kitab. Dan orang yang berkata kepadanya “Diamlah”, maka ia telah kehilangan (shalat) jum’atnya.”

 

Musnad Ahmad 1930: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Hisyam dari ayahnya dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Andai orang-orang mengurangi (jatah wasiat) dari sepertiga menjadi seperempat, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sepertiga itu banyak.”

 

Musnad Ahmad 1931: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Al ‘Ala` bin Shalih telah menceritakan kepada kami Minhal bin Amru dari Sa’id bin Jubair, sesungguhnya seorang laki-laki datang kepada Ibnu ‘Abbas dan berkata; diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sepuluh di Makkah dan sepuluh di Madinah. Maka ia berkata; “Siapa yang berkata demikian, sungguh telah diturunkan kepada beliau di Makkah sepuluh, enam puluh lima bahkan lebih banyak dari itu.”

 

Musnad Ahmad 1932: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Fudhail yakni Ibnu Ghazwan, dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda saat haji Wada’: “Wahai manusia, hari apakah ini?” Orang-orang menjawab; “Ini adalah hari yang mulia (sakral).” Beliau bertanya: “Negeri apakah ini?” Mereka menjawab; “Ini adalah negeri Al Haram (yang mulia/sakral).” Nabi bertanya lagi: “Dan bulan apakah ini?” Mereka menjawab; “Bulan yang mulia (sakral).” Nabi berkata: “Sesungguhnya harta, darah dan kehormatan kalian adalah haram bagi kalian (tidak boleh sembarangan diambil/dirampas) sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini pada bulan kalian ini.” Kemudian Nabi mengulanginya dan terus mengulanginya, kemudian ia mengangkat kepalanya ke atas dan berkata: “Ya Allah, telah aku sampaikan, ” berulang kali. Ia berkata; Ibnu ‘Abbas berkata; “Demi Allah, sesungguhnya itu adalah wasiat untuk kembali kepada Rabbnya ‘azza wajalla.” Kemudian beliau bersabda: “Maka hendaklah yang hadir memberitahu yang tidak hadir, dan janganlah kalian kembali kepada kekufuran setelahku dimana kalian saling membunuh.”

 

Musnad Ahmad 1933: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Musa bin Muslim Ath Thahhan Ash Shaghir berkata, aku mendengar Ikrimah memarfu’kan hadits yang aku perkirakan kepada Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan ular karena takut diserangnya maka bukan dari golongan kami, kami tidak akan berdamai dengan mereka sejak kami memeranginya.”

 

Musnad Ahmad 1934: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Utsman bin Hakim berkata; telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Yasir dari Ibnu ‘Abbas; “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca pada raka’at pertama dalam shalat fajar: (Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim…) hingga ayat yang terakhir. Dan pada raka’at kedua beliau membaca: (kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.) ”

 

Musnad Ahmad 1935: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam bin Ishaq bin Abdullah bin Kinanah dari bapaknya dari Ibnu ‘Abbas; bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dengan khusyu’, tenang, tunduk, (dengan pakaian yang) sederhana dan berjalan perlahan tapi pasti. Beliau shalat bersama orang-orang sebanyak dua raka’at sebagaimana beliau shalat ied, dan tidak berkhutbah sebagaimana khutbah kalian ini.

 

Musnad Ahmad 1936: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah mengabarkan kepada kami Hajjaj dari Al Hakam dari Miqsam dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari Makkah, Ali keluar bersama anak perempuan Hamzah. Maka terjadilah perselisihan antara Ali, Ja’far dan Zaid, dan mengadukannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ali berkata; “Ia adalah anak perempuan pamanku, dan akulah yang membawanya keluar.” Ja’far berkata; “Ia adalah anak perempuan pamanku dan ibuku adalah bibi (dari ibu) nya.” Zaid berkata; “Ia adalah anak dari saudaraku.” -Zaid adalah saudara bagi Hamzah, yang keduanya telah dipersaudarakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata pada Zaid: “Engkau adalah wali bagiku dan baginya.” Dan berkata kepada Ali: “Engkau adalah saudaraku dan sahabatku.” Serta berkata pada Ja’far: “Engkau adalah orang yang paling mirip denganku bentuk fisik dan akhlaknya. Sedang ia, biarkan ia bersama bibi (dari ibu) nya.”

 

Musnad Ahmad 1937: Telah menceritakan kepada kami Ya’la telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Al Qa’qa’ bin Hakim dari Abdurrahman bin Wa’lah, ia berkata; Aku bertanya pada Ibnu ‘Abbas tentang hukum menjual khamer. Lalu ia berkata; “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai seorang teman dari Tsaqif atau dari Daus. Dan beliau bertemu dengannya di Makkah saat Fathu Makkah dengan membawa geriba yang berisi khamer yang ia tunjukkan pada beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Wahai Abu Fulan, Apakah engkau tahu bahwa Allah telah mengharamkannya?!” Maka laki-laki itu menemui budaknya dan berkata; “Pergilah dan juallah khamer ini.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Wahai Abu Fulan, Apa yang engkau perintahkan padanya?” Ia menjawab; “Aku memerintahkannya untuk menjualnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang diharamkan untuk diminum itu diharamkan juga untuk dijual.” Maka orang tersebut serta merta membuangnya di saluran air.

 

Musnad Ahmad 1938: Telah menceritakan kepada kami Ya’la telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Az Zuhri dari Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membacakan (mengecekkan) hafalan Qur`annya kepada Jibril ‘Alaihis Salam setiap bulan Ramadlan. Maka saat pagi harinya -setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengecekkan hafalannya- beliau menjadi orang yang lebih lembut dari angin yang bertiup, tidaklah beliau diminta sesuatu kecuali memberinya. Maka ketika datang bulan Ramadlan menjelang ajalnya beliau mengecekkan hafalannya sebanyak dua kali.”

 

Musnad Ahmad 1939: Telah menceritakan kepada kami Ya’la telah menceritakan kepada kami Umar bin Dzar dari bapaknya dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Jibril: “Apa yang menghalangimu untuk mengunjungiku lebih sering daripada sebelumnya?” Lalu turunlah: (Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu) hingga akhir ayat.”

 

Musnad Ahmad 1940: Telah menceritakan kepada kami Ja’far bin ‘Aun telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij dari ‘Atho` berkata; Aku dan Ibnu ‘Abbas turut hadir dalam mengiringkan jenazah Maimunah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Sarifa. Atho’ berkata; Lalu Ibnu ‘Abbas berkata; “Ini adalah jenazah Maimunah. Jika kalian mengangkat kerandanya, janganlah didorong-dorong dan digoncang-goncangkan. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai sembilan orang istri, dan beliau memberikan bagian kepada yang delapan dan tidak memberikan bagian kepada satu orang lagi.” Atho’ berkata; “Yang tidak mendapatkan bagian adalah Shafiyyah.”

 

Musnad Ahmad 1941: Telah menceritakan kepada kami Ya’la, telah menceritakan kepada kami Utsman dari Sa’id dari Ibnu ‘Abbas berkata; Shalat yang paling banyak dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dua raka’at sebelum fajar (dengan membaca): (Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim) sampai akhir ayat, dan yang lain (kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.) ”

 

Musnad Ahmad 1942: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin Hakim berkata; aku bertanya kepada Sa’id bin Jubair tentang puasa bulan Rajab, “Bagaimana pendapatmu tentangnya.” Ia berkata; Telah bercerita kepadaku Ibnu ‘Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan puasa sehingga kami mengatakan beliau tidak pernah berbuka, dan jika berbuka sehingga kami mengatakan beliau tidak pernah berpuasa.

 

Musnad Ahmad 1943: Telah menceritakan kepada kami Ya’la bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdullah bin Utsman dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik celak kalian adalah yang Al Itsmid yang bisa membuat mata menjadi lebih cerah, dan menumbuhkan rambut.”

 

Musnad Ahmad 1944: Telah menceritakan kepada kami Asbath bin Muhammad telah menceritakan kepada kami ‘Atho` bin As Sa`ib dari Sa’id bin Jubair berkata; Ibnu ‘Abbas menemuiku dan bertanya; “Apakah engkau sudah menikah?” Sa’id berkata; Aku menjawab; “Belum.” Ibnu ‘Abbas berkata; “Menikahlah, lalu temuilah aku setelah itu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Apakah engkau sudah menikah?” Sa’id berkata; “Aku menjawab; “Belum.” Ibnu ‘Abbas berkata; “Menikahlah, sesungguhnya sebaik-baik umat ini adalah yang paling banyak istrinya.”

 

Musnad Ahmad 1945: Telah menceritakan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Asy Syaibani dari Hammad dari Ibrahim dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika engkau berburu dengan menggunakan anjing, lalu ia memakan sebagian dari buruannya, maka jangan engkau makan dagingnya. Karena itu berarti ia berburu untuk dirinya sendiri. Dan jika engkau lepas dia, dan dia membunuh buruannya dan tidak memakan sedikitpun dari buruannya, maka makanlah. Sesungguhnya ia menangkapnya untuk pemilik (tuan) nya.” Abdullah berkata; Dan dalam tulisan Ayahku dari Ibrahim ia berkata; “Aku mendengar Ibnu ‘Abbas, lalu ayahku menghapusnya. Beginilah perkataan Asbath.”

 

Musnad Ahmad 1946: Telah menceritakan kepada kami Syuja’ bin Al Walid dari Abu Janab Al Kalbi dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga hal yang ketiganya wajib bagiku dan sunnah bagi kalian, (yaitu) shalat witir, berkurban (menyembelih), dan shalat dhuha.”

 

Musnad Ahmad 1947: Telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Sulaiman bin Hayyan berkata; aku mendengar Al A’masy dari Al Hakam dari Miqsam dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari Muzdalifah sebelum terbit matahari.”

 

Musnad Ahmad 1948: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Carilah oleh kalian (lailatul qadar) pada sepuluh terakhir, pada kesembilan akhir atau kelima akhir atau ketujuh akhir.”

 

Musnad Ahmad 1949: Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Arthah dari Ibnu Abu Najih dari bapaknya dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerangi suatu kaum sehingga beliau mendakwahinya terlebih dahulu.”

 

Musnad Ahmad 1950: Telah menceritakan kepada kami Hafsh telah menceritakan kepada kami Hajjaj dari Abdurrahman bin ‘Abis dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan putri-putrinya dan isteri-isterinya untuk keluar pada dua hari raya.”

 

Musnad Ahmad 1951: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakaria bin Abu Za`idah telah menceritakan kepadaku bapakku dari Abu Ishaq dari Al Arqam bin Syurahbil dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sakit, beliau memerintah Abu Bakar untuk shalat mengimami kaum muslimin, kemudian beliau merasakan badannya agak membaik, maka beliau keluar untuk shalat. Ketika Abu Bakar merasakan kehadiran beliau, ia bermaksud untuk mundur, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi isyarat kepadanya dan beliau duduk di sisi sebelah kiri Abu Bakar serta beliau meminta untuk membaca ayat yang diselesaikan oleh Abu Bakar.”

 

Musnad Ahmad 1952: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakaria telah menceritakan kepada kami Hajjaj dari Al Hakam dari Abu Al Qasim dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melempar Jumrah di jumrah ‘Aqabah pada hari Nahr dengan berkendaraan.

 

Musnad Ahmad 1953: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Abdul Karim Al Jazari dari Thawus dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Janganlah kamu mencela orang yang berpuasa dan yang berbuka ketika safar, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa dan berbuka ketika safar.”

 

Musnad Ahmad 1954: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Isra`il atau lainnya, dari Jabir dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang ke sebuah desa kira-kira empat farsakh -atau ia berkata, – dua farsakh pada hari ‘Asyura`, beliau menyuruh kepada yang telah makan untuk tidak makan pada hari yang tersisa dan yang belum makan untuk menyempurnakan puasanya.”

 

Musnad Ahmad 1955: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Simak dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas; bahwa ada seorang laki-laki masuk Islam pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian datang isterinya masuk Islam sesudah itu, maka ia berkata; “Ya Rasulullah sesungguhnya dia telah masuk Islam bersamaku.” maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengembalikan kepadanya.

 

Musnad Ahmad 1956: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Jahdham dari Abdullah bin Ubaidullah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menyempurnakan wudhu.”

 

Musnad Ahmad 1957: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Zam’ah bin Shalih dari ‘Amru bin Dinar dari Ibnu ‘Abbas. Dan menurut Salamah bin Wahram dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat di atas karpet. Musnad Ahmad 1957: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Zam’ah bin Shalih dari ‘Amru bin Dinar dari Ibnu ‘Abbas. Dan menurut Salamah bin Wahram dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat di atas karpet.

 

Musnad Ahmad 1958: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Abdurrahman bin ‘Abis berkata; aku bertanya kepada Ibnu ‘Abbas; “Apakah engkau pernah menyaksikan ‘ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ” ia menjawab; “Ya dan seandainya bukan karena kedudukanku maka aku tidak bisa menyaksikannya karena (waktu itu) aku masih kecil.” Ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dan shalat di samping rumah Katsir bin Ash Shalt dua raka’at, kemudian beliau berkhutbah yang tidak dikumandangkan adzan maupun iqamah.”

 

Musnad Ahmad 1959: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Bakar bin Abu Al Jahm bin Shukhair dari Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat Khauf di Dzi Qarad satu wilayah dari daerah Bani Sulaim, orang-orang membuat barisan di belakang beliau dua baris, barisan pertama menghadapi musuh dan barisan lain di belakangnya, maka beliau melaksanakan shalat dengan barisan di belakangnya kemudian mereka mundur ke tempat barisan mereka dan mereka yang lain menempati barisannya maka beliau shalat bersama mereka dengan raka’at yang lain.”

 

Musnad Ahmad 1960: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Usamah bin Zaid berkata; aku bertanya kepada Thawus tentang subhah (shalat tathawwu’) ketika safar, ia berkata; Al Hasan bin Muslim bin Yannaq sedang duduk, kemudian berkata sedangkan Thawus mendengar; Telah menceritakan kepada kami Thawus dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan shalat ketika muqim dan safar, sebagaimana kamu ketika muqim melaksanakan shalat sunnah sebelum dan sesudahnya maka shalatlah ketika safar sebelum dan sesudahnya.” Suatu ketika Waki’ berkata; “shalatlah (shalat Sunnah) ketika safar.”

 

Musnad Ahmad 1961: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Isra`il dari Jabir dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diperintahkan kepadaku dua shalat dhuha dan witir namun tidak diwajibkan.”

 

Musnad Ahmad 1962: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Abu Ishaq dari Muslim Al Bathin dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas; bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: (SABBIHISMA RABBIKAL A’LA) beliau membaca: (SUBHANA RABBIAL A’LA).

 

Musnad Ahmad 1963: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Zam’ah bin Shalih dari Salamah bin Wahram dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati bukit Ghusfan saat melaksanakan haji, beliau bersabda: “Hai Abu Bakar bukit apakah ini?” ia menjawab; “Bukit Ghusfan.” Beliau bersabda: “Sungguh Hud dan Shalih telah melewati bukit ini dengan anak unta berwarna merah, tali kekangnya dari sabut, kain sarung mereka dengan Al ‘Aba` (sejenis mantel), pakaian mereka dari kain wol bergaris yang dikenakan ketika mereka berhaji ke Al Baitul ‘Atiq (Ka’bah).”

 

Musnad Ahmad 1964: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Yahya bin Ubaid dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dibuatkan nabidz (perasan kurma yang difermentasi) pada malam Kamis dan meminumnya pada hari Kamis dan hari Jum’at. (Perawi) berkata; dan aku perkirakan ia berkata; “Dan hari Sabtu, jika telah masuk waktu ashar terdapat sisa darinya maka beliau memberikannya kepada pelayannya atau menyuruhnya untuk dibuang.”

 

Musnad Ahmad 1965: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul A’la Ats Tsa’labi dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berkata tentang Al Qur`an tanpa ilmu maka bersiaplah menempati tempat duduknya di Neraka.”

 

Musnad Ahmad 1966: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Adam bin Sulaiman mantan budak Khalid bin Khalid, berkata; aku mendengar Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Ketika turun ayat: (Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu). ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Katakanlah kami mendengar dan kami ta’at dan kami menyerahkan diri, ” maka Allah memelihara iman di dalam hati mereka. Kemudian Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat: (Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul rasul Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”) Abu Abdurrahman berkata; “Adam di sini adalah Abu Yahya bin Adam.”

 

Musnad Ahmad 1967: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Zakaria bin Ishaq Al Makki dari Yahya bin Abdullah bin Shaifi dari Abu Ma’bad dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman beliau bersabda: “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka serulah mereka kepada syahadah tiada Ilah selain Allah dan aku adalah utusan Allah, jika mereka mentaatimu dalam masalah ini, pahamkanlah mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka lima kali shalat setiap hari dan malam. Jika mereka telah mentaatimu maka pahamkanlah mereka bahwa Allah mewajibkan sedekah dalam harta mereka, engkau ambil dari orang-orang kaya mereka dan dikembalikan kepada orang-orang miskin mereka. Jika mereka mentaatimu dalam masalah itu maka jauhilah kemuliaan harta mereka dan takutlah terhadap doa orang teraniaya karena doa antara dia dengan Allah tidak ada penghalang apapun.”

 

Musnad Ahmad 1968: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho` bin Yasar dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu satu kali satu kali.

 

Musnad Ahmad 1969: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Syu’bah mantan budak Ibnu ‘Abbas dari Ibnu ‘Abbas; bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersujud terlihat putih kedua ketiaknya.

 

Musnad Ahmad 1970: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Ibnu Sulaiman bin Al Ghasil dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di hadapan orang-orang dengan memakai sorban hitam.

 

Musnad Ahmad 1971: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Sa’id bin Abu Hindi dari Muhammad bin Abdullah bin ‘Amru bin Utsman dari ibunya, Fatimah binti Husain dari Ibnu ‘Abbas. Sedang Shafwan berkata; telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Sa’id bin Abu Hindi dari Muhammad bin Abdullah bin ‘Amru bin Utsman dari ibunya Fatimah binti Husain bahwasanya ia mendengar Ibnu ‘Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah terus-menerus melihat orang yang berpenyakit kusta.”

 

Musnad Ahmad 1972: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Hisyam dari bapaknya dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Aku menyukai jika orang-orang mengurangi (jatah wasiat) dari sepertiga menjadi seperempat dalam wasiatnya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sepertiga itu banyak atau besar.”

 

Musnad Ahmad 1973: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid telah menceritakan kepada kami Fithr dari ‘Amir bin Watsilah berkata; aku berkata kepada Ibnu ‘Abbas, “Sesungguhnya kaummu mengira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan cepat dan itu merupakan sunnah, ” Ibnu Abbas menjawab; “Kaumku benar dan mereka juga berdusta, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan cepat, namun hal itu bukanlah sunnah, akan tetapi ketika beliau tiba sementara orang-orang Musyrik berada di atas gunung Qaiqu’an, mereka memperbincangkan bahwa beliau dan para sahabatnya ditimpa kelemahan, kepayahan dan kesulitan, maka beliau memerintahkan para sahabatnya untuk berjalan cepat, lantas mereka (para sahabat) berjalan cepat di Ka’bah untuk memperlihatkan kepada mereka bila mereka (kaum Muslimin) tidak merasa kepayahan.”

 

Musnad Ahmad 1974: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Ibnu Dzar dari bapaknya dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Jibril ‘Alaihissalam: “Mengapa engkau tidak mengunjungiku lebih banyak dari kunjunganmu sekarang ini?” Lalu turunlah (Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita) hingga akhir ayat.

 

Musnad Ahmad 1975: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Laila dari Al Hakam dari Miqsam dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkurban, di antara hewan kurbannya terdapat unta (yang dahulu) milik Abu Jahal, pada hidungnya terdapat cincin perak.

 

Musnad Ahmad 1976: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Jabir dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah diberi jubnah (keju), ia berkata; Maka para sahabat memukulnya dengan tongkat, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Letakkanlah pisau-pisau kalian, sebutlah nama Allah dan makanlah.”

 

Musnad Ahmad 1977: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Jabir dari Abu Ja’far dan ‘Atho` mereka berdua berkata; “Berkurban adalah sunnah.” Ikrimah berkata dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperintahkan untuk berkurban dan witir tetapi tidak diwajibkan.”

 

Musnad Ahmad 1978: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dan Mis’ar dari Salamah bin Kuhail dari Al Hasan Al Arabi dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendahulukan kami anak-anak kecil Bani Abdul Muththalib di atas keledai kami dari Muzdalifah.” Sufyan berkata; “Ketika malam hari. kemudian beliau menepuk paha-paha kami dan bersabda: “Hai anak-anakku jangan melempar jumrah sampai terbit matahari.” Sufyan menambah; Ibnu ‘Abbas berkata; “Tidak ada seorangpun kecuali mengerti tentang melempar jumrah sampai terbit matahari.”

 

Musnad Ahmad 1979: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; Telah menceritakan kepada kami Salamah bin Kuhail dari Kuraib dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat malam lalu beliau buang hajat, kemudian beliau membasuh wajah dan kedua tangannya setelah itu beliau tidur.

 

Musnad Ahmad 1980: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Salamah bin Kuhail dari Kuraib dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidur sampai terdengar tarikan nafasnya, kemudian beliau bangun dan mendirikan shalat dan tanpa mengambil air wudhu.

 

Musnad Ahmad 1981: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Salamah dari Al Hasan yakni Al ‘Urani berkata; Ibnu ‘Abbas berkata; “Kami tidak mengetahui apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca (surat) pada waktu zhuhur dan ashar, akan tetapi kami membacanya.”

 

Musnad Ahmad 1982: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Hammad bin Najih, ia mendengarnya dari Abu Raja` dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku mendatangi Surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya dari kalangan orang-orang fakir. Dan aku mendatangi Neraka maka aku melihat kebanyakan penghuninya dari kalangan wanita.”

 

Musnad Ahmad 1983: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru bin Dinar berkata; aku mendengar Ibnu Umar berkata; “Kami melakukan mukhabarah (menanami tanah orang lain dan meminta upah) sedangkan kami tidak melihatnya sebagai dosa. Sehingga Rafi’ bin Khadij mengira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangnya.” ‘Amru berkata; “Aku menyebutkannya kepada Thawus ia berkata; Ibnu ‘Abbas berkata; sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seseorang di antara kalian memberikan tanahnya kepada saudaranya itu lebih baik daripada ia menarik pajak yang telah ditentukan.”

 

Musnad Ahmad 1984: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Ketika turun larangan meminum khamer, mereka berkata; “Ya Rasulullah bagaimana dengan saudara-saudara kami yang meninggal sedangkan mereka meminumnya.” Maka turunlah ayat: (Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh Karena memakan makanan yang Telah mereka makan dahulu) sampai akhir ayat.

 

Musnad Ahmad 1985: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Salamah dari Al Hasan Al ‘Urani dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendahulukan kami anak-anak kecil Bani Muththalib dari Muzdalifah pada malam hari di atas keledai kami, maka beliau menepuk paha-paha kami dan bersabda: “Hai anak-anakku, janganlah kalian melempar jumrah sampai terbit matahari.”

 

Musnad Ahmad 1986: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Salamah dari Al Hasan Al ‘Urani dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian telah melempar jumrah maka telah halal bagi kalian semuanya kecuali wanita.” Seseorang bertanya; “Wewangian juga?” Ibnu ‘Abbas berkata; “aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminyaki rambutnya dengan misik, tapi apakah itu termasuk wewangian atau tidak.”

 

Musnad Ahmad 1987: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Jabir dari Amir dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam di bagian lehernya di antara dua pundaknya.”

 

Musnad Ahmad 1988: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Jahdham dari Abdullah bin Ubaidullah bin Abbas dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengawinkan himar dengan kuda”

 

Musnad Ahmad 1989: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Syarik dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Ketika kafilah mendatangi Madinah, beliau membelinya dan mendapat keuntungan beberapa uqiyah dan dibagikan kepada para janda bani Abdul Muththalib dan bersabda: “Aku tidak membeli sesuatu yang tidak aku miliki harganya.”

 

Musnad Ahmad 1990: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Abdul Karim Al Jazari dari Qais bin Habtar dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mahar pezina (uang penghasilan zina), harga (penjualan) anjing dan harga khamar.”

 

Musnad Ahmad 1991: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari Yahya bin Al Jazzar dari Shuhaib dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang melaksanakan shalat, datanglah dua anak wanita dari bani Abdul Muththalib sehingga berdua menyentuh kedua lutut beliau, maka beliau mencegah keduanya.”

 

Musnad Ahmad 1992: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dan Ibnu Ja’far Al Ma’na mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Mughirah bin An-Nu’man dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi nasehat kepada kami, beliau bersabda: “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan kepada Allah dalam keadaan telanjang kaki dan dada serta tidak dikhitan ” (sebagaimana kami Telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.) ” maka makhluk yang pertama kali akan dikenakan pakaian adalah Ibrahim kekasih Allah ‘azza wajalla.” Beliau bersabda: “Kemudian akan disiksa kaum di antara kalian, maka aku berkata; ‘ya Tuhanku, itu adalah sahabatku.’ maka disampaikanlah kepadaku; ‘sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang terjadi pada mereka setelah kepergianmu. Mereka kembali kepada kekafiran mereka sejak engkau meninggalkannya.’ Maka aku berkata sebagaimana perkataan seorang hamba shalih; ” (Dan adalah Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama Aku berada di antara mereka.) ” sampai ayat ” (Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.) ”

 

Musnad Ahmad 1993: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Manshur dari Dzar bin Abdullah Al Hamdani dari Abdullah bin Syaddad dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata; “Ya Rasulullah sesungguhnya terbersit di dalam hatiku sesuatu, sungguh aku terjatuh dari langit lebih aku sukai daripada aku mengatakannya.” Ibnu ‘Abbas berkata; Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALHAMDULILLAH yang dapat menolak tipu dayanya dari perasaan was-was.”

 

Musnad Ahmad 1994: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian berselisih masalah jalan, maka ukurlah tujuh hasta, dan barangsiapa membangun bangunan maka hendaknya dia memberi bantuan untuk membangun pagar tetangganya”

 

Musnad Ahmad 1995: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Al Mas’udi dari Al Hakam dari Miqsam dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika keluar dari Arafah, maka orang-orang saling mendahului, lalu beliau bersabda: “Tenang dan berlaku luruslah kalian, sesungguhnya kebaikan itu bukan karena dapat menundukkan kuda dan hewan tunggangan.” Ibnu Abbas berkata; “Maka aku tidak melihat beliau mengangkat tangannya sambil bertolak hingga kami tiba di Jama’ (Muzdalifah).”

 

Musnad Ahmad 1996: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Air tidak dapat dinajiskan oleh sesuatupun.”

 

Musnad Ahmad 1997: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Simak bin Harb dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas; bahwa seorang isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi janabah, maka Nabi mandi atau wudhu dengan sisa air darinya.

 

Musnad Ahmad 1998: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq telah menceritakan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas; bahwasanya sebagian isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi janabah lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu dengan sisa airnya. Maka mereka memberitahukan kepadanya, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya air tidak dapat dinajiskan oleh sesuatupun.”

 

Musnad Ahmad 1999: Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Muhammad atau Sa’id Al ‘Anqazi telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Salamah bin Kuhail dari Imran dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghajr (memboikot) isteri-isterinya selama sebulan. Maka ketika berlalu hari kedua puluh Sembilan, Jibril datang kepadanya dan berkata; ‘Sungguh benar janjimu dan telah sempurna satu bulan’.”

 

Musnad Ahmad 2000: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Fithr. Sedang Muhammad bin Ubaid berkata; telah menceritakan kepada kami Fithr dari Syurahbil Abu Sa’id dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa memiliki dua saudara perempuan kemudian berlaku baik dalam memelihara mereka selama mereka berdua bergaul dengannya, maka dia akan masuk surga bersama keduanya.” Sedang Muhammad bin Ubaid berkata; “dia dikaruniai dua orang puteri, kemudian berlaku baik dalam memeliharanya selama keduanya masih dalam pengawasannya, kecuali Allah akan memasukkannya kedalam surga.”

Sumber: http://www.lidwa.com

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: