Musnad Ahmad: 7001-8000

Musnad Ahmad 7001: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dan Ibnu ‘Ajlan dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidaklah seseorang terluka di jalan Allah -dan Allah yang paling tahu siapa yang terluka di jalan-Nya-, kecuali dia akan datang pada hari kiamat dengan luka yang masih mengeluarkan darah, warnanya warna darah dan baunya bau misik.” Dalam satu kesempatan Sufyan meriwayatkan sendiri dari Abu zinad.

 

Musnad Ahmad 7002: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, hadits ini sanadnya sampai, dan suatu saat dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ahli warisku tidaklah membagi-bagi dinar dan dirham, aku tidak meninggalkan sesuatu setelah nafkah untuk istri-istriku dan nafkah untuk pekerjaku, maka semuanya adalah sedekah.”

 

Musnad Ahmad 7003: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, hadits ini sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Aliahi Wasallam, beliau bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian diundang untuk menghadiri sebuah hidangan padahal ia sedang berpuasa maka hendaklah ia mengatakan; ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa.'” Ayahku berkata: kami tidak memberinya julukan dengan Abu Az Zinad, tapi kami menjulukinya Abu Abdurrahman.

 

Musnad Ahmad 7004: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, hadits ini sanadnya sampai, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Aliahi Wasallam bersabda: “Janganlah kalian menghadang barang dagangan (di luar pasar), dan janganlah kalian menahan (untuk tidak memerah) susu kambing dan unta karena ingin menjualnya. Dan barangsiapa membelinya setelah itu maka ia diberi dua pilihan; jika ia mau, ia boleh menahannya, dan jika ia mau, ia juga boleh mengembalikannya dengan ditambah satu sho’ kurma, bukan gandum.”

 

Musnad Ahmad 7005: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, hadits ini sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Semua manusia mengikuti kaum quraisy dalam masalah ini (kepemimpinan). Muslim dari golongan mereka mengikuti kaum muslimin dari golongan quraisy, dan kaum kafir dari golongan mereka juga mengikuti kaum kafir dari golongan quraisy.”

 

Musnad Ahmad 7006: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Aliahi Wasallam pernah bersabda: “Janganlah seorang lelaki melakukan shalat dengan hanya mengenakan satu helai baju sehingga di atas bahunya tidak ada sesuatu yang menutupinya.” Dan satu di saat yang lain bersabda: “di atas pundaknya.”

 

Musnad Ahmad 7007: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Setan mengikat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian, pada setiap ikatan ia membisikkan; malam masih panjang, maka tidurlah dengan nyenyak!.” Dan satu kali ia mengatakan: “pada setiap ikatan ia membisikkan kepadanya; malam masih panjang!.” Beliau berkata: “jika ia terbangun lalu berdzikir kepada Allah `Azza wa Jalla maka terurailah satu ikatan, lalu jika ia berwudhu maka terurailah dua ikatan, dan jika ia melaksanakan shalat maka terurailah ketiga ikatan itu dan ia akan menyongsong esok hari dengan hati yang lapang dan semangat membara, namun jika ia tidak (melakukan hal itu) maka keesokan harinya ia akan merasakan kesempitan hati dan kemalasan.”

 

Musnad Ahmad 7008: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Pernah dikirimkan kepada Ayub sepotong kaki belalang yang terbuat dari emas, kemudian ia mengambilnya dan memasukkannya ke dalam bajunya. Maka dikatakan kepadanya: “Wahai Ayub, tidak cukupkah apa yang telah Kami berikan kepadamu?” Ia menjawab, “Wahai Rabb, siapa gerangan yang merasa cukup dari karunia-Mu.”

 

Musnad Ahmad 7009: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kita datang paling akhir dan paling pertama nanti dihari kiamat, Cuma setiap umat, ” dan satu kali dia berkata; “Cuma bahwa” Ibnu Thawus menggabungkannya, lalu dia berkata; salah satu dari keduanya berkata: “Cuma bahwa, ” dan yang lain mengatakan; “Cuma setiap umat telah diberikan kitab sebelum kita, sedangkan kita diberikan setelah mereka. Dan hari ini adalah hari dimana Allah telah menetapkan atas mereka lalu mereka berselisih di dalamnya, dan Allah memberikan petunjuk kepada kita sehingga manusia mengikuti kita dalam perkara ini (hari raya, pent), untuk Yahudi besok hari dan untuk Nasrani hari setelahnya.”

 

Musnad Ahmad 7010: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Hanyasanya aku adalah seorang anak manusia, aku juga pernah marah sebagaimana kalian juga pernah marah. Maka barangsiapa yang pernah aku sakiti atau aku cambuk maka jadikanlah ia baginya sebagai zakat atau shalat.”

 

Musnad Ahmad 7011: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Hendaklah orang perkotaan tidak menjual kepada orang pedalaman (yang tidak tahu-menahu harga-pent).”

 

Musnad Ahmad 7012: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “kalau ada seorang lelaki mengintipmu” dalam kesempatan lain berkata; “Kalau ada orang yang mengintipmu tanpa seizinmu, lalu kamu melemparnya dengan batu dan melukai matanya, maka kamu tidaklah berdosa.”

 

Musnad Ahmad 7013: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berdo’a maka hendaklah ia tidak mengatakan: ‘Ya Allah, jika Engkau menghendaki ampunilah diriku! ‘, akan tetapi hendaklah ia mempunyai ketetapan hati dengan permohonannya itu karena sesungguhnya tidak ada satupun yang dapat memaksa-Nya.”

 

Musnad Ahmad 7014: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Ath Thufail bin ‘Amru Ad Dausi datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan berkata: “Sesungguhnya Daus telah berbuat maksiat dan menentang, maka berdoalah kepada Allah atas mereka.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menghadap kiblat mengangkat kedua tangannya dan berkata: “Sungguh, manusia telah celaka, ” lalu beliau berdoa: “Ya Allah, berilah petunjuk kepada Daus, berikan untuk mereka. Ya Allah, berilah petunjuk kepada Daus, berikan untuk mereka.”

 

Musnad Ahmad 7015: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Kekayaan itu bukanlah diukur dari banyaknya harta benda akan tetapi pada hakekatnya kekayaan itu adalah kekayaan hati.”

 

Musnad Ahmad 7016: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Demi Allah, apabila salah seorang di antara kalian mengambil seutas tali lalu ia mencari kayu bakar dan memanggulnya di atas punggung sehingga ia dapat makan dan bersedekah dari hasil penjualannya itu adalah lebih baik baginya daripada ia mendatangi seorang lelaki yang Allah anugerahkan kepadanya kekayaan lalu ia meminta kepadanya, bisa jadi ia akan memberinya dan bisa jadi juga ia tidak memberinya. Yang demikian itu karena sesungguhnya tangan yang di atas itu lebih baik daripada tangan yang di bawah.”

 

Musnad Ahmad 7017: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Tidaklah seseorang itu mencuri dan ketika sedang mencuri ia dalam keadaan mukmin. Dan tidaklah seseorang itu meminum khamer dan ketika sedang minum khamer ia dalam keadaan mukmin. Dan tidaklah seseorang itu berzina dan ketika berzina ia dalam keadaan mukmin.”

 

Musnad Ahmad 7018: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian melihat orang yang di atasnya dalam hal penciptaan, atau tabi’at, atau harta bendanya akan tetapi hendaklah ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya.”

 

Musnad Ahmad 7019: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Makanan untuk dua orang cukup untuk dimakan tiga orang, dan makanan tiga orang cukup dimakan untuk empat orang. Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan manusia ialah seperti seorang lelaki yang menyalakan api, dan ketika ia telah menerangi sekelilingnya ada binatang-binatang yang menceburkan diri ke dalamnya, maka akupun segera mengait tempat tali celana kalian tapi kalian pun masih saja tercebur ke dalamnya.”

 

Musnad Ahmad 7020: dan dengan sanadnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Permisalan para Nabi adalah seperti seorang laki-laki yang membangun sebuah bangunan, ia sempurnakan dan ia perindah, sehingga orang-orang mengelilinginya dengan kagum, mereka berkata: ‘kami tidak pernah melihat bangunan seindah ini, ‘ kecuali di sini ada celah berlubang, maka akulah yang mengisi lubang itu.” Dan dikatakan kepada Sufyan: “siapa yang menyebutkan hadits ini?” Dia berkata; Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah.

 

Musnad Ahmad 7021: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika kalian terpaksa memukul maka hindarilah dari memukul wajah, karena sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan adam dalam bentuknya.”

 

Musnad Ahmad 7022: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Janganlah kalian melarang kelebihan air untuk menghindari munculnya rumput liar.” Sufyan berkata; di sekeliling sumurmu ada rumput liar yang tumbuh, lalu engkau larang kelebihan airmu sehingga mereka tidak datang lagi.”

 

Musnad Ahmad 7023: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Abdurrahman bin Hurmuz Al A’raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah ditanya mengenai anak-anak orang-orang musyrik, lalu beliau menjawab: “Allah lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

 

Musnad Ahmad 7024: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tertawa melihat dua orang lelaki yang salah satunya membunuh yang lain, tapi kedua-duanya masuk surga.” Beliau berkata: “orang yang pertama dulunya kafir dan ia telah membunuh seorang muslim, lalu si kafir ini masuk Islam sebelum ajal menjemputnya, maka Allah ‘azza wajalla pun memasukkan keduanya ke dalam surga.”

 

Musnad Ahmad 7025: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Dan dari ‘Amru dari Yahya bin Jad`ah, beliau bersabda; “Sesungguhnya api kalian ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka jahannam, kemudian ia ditimpakan dengan air laut sebanyak dua kali, sekiranya tidak demikian tentu dia (api kalian, pent) tidak akan bermanfaat untuk seorang pun.”

 

Musnad Ahmad 7026: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sungguh aku ingin menyuruh seorang laki-laki untuk mengimami shalat kemudian aku perintahkan kepada para pemudaku, ” Sufyan berkata; dan pada riwayat lain; “para pemuda, kemudian mereka mendatangi orang-orang yang tidak ikut shalat jama’ah lalu membakar rumah-rumah mereka dengan kayu bakar. Sekiranya salah seorang dari kalian mendapatkan tulang yang besar atau kuku kambing yang bagus, pasti mereka akan ikut pada setiap shalat.” Sufyan berkata: dalam riwayat lain disebut dengan shalat isya`.

 

Musnad Ahmad 7027: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Nama yang paling jelek di hadapan Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menamakan dirinya dengan raja dari semua raja.” Aku bertanya kepada Abu ‘Amru Asy Syaibani tentang nama yang paling buruk di hadapan Allah, maka ia menjawab, “Nama yang paling rendah di sisi Allah.”

 

Musnad Ahmad 7028: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kalian jangan melakukan puasa wishol, ” mereka berkata; “wahai Rasulullah engkau sendiri melakukannya? Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku tidak sama dengan kalian dalam urusan ini, sesungguhnya Allah telah memberiku makan dan minum di waktu malam.”

 

Musnad Ahmad 7029: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidakkah kalian ta`ajub bagaimana hinaan orang-orang Quraisy dihindarkan oleh Allah dariku, bagaimana mereka melaknat dan mencela, padahal aku adalah Muhammad.”

 

Musnad Ahmad 7030: dia berkata; telah dibacakan dihadapan Sufyan; aku mendengar Abu Az Zinad menceritakan dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika kamu mengatakan: “diamlah!”, kepada temanmu pada hari jum’at padahal imam sedang berkhutbah, maka sungguh telah batal pahala jum’atmu.” Sufyan berkata; Abu Az Zinad berkata; itu bahasa yang dipakai oleh Abu Hurairah.

 

Musnad Ahmad 7031: berkata; telah dibacakan dihadapan Sufyan bahwa Abu Az Zinad meriwayatkan dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, bahwa beliau bersabda: “Sungguh aku melihat kekhusyu’an kalian.”

 

Musnad Ahmad 7032: Dia berkata; telah dibacakan dihadapan Sufyan; aku mendengar dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. aku mendengar sufyan berkata: “Barangsiapa mentaati pemimpinku maka sungguh ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa taat kepadaku maka sungguh ia telah taat kepada Allah ‘azza wajalla.”

 

Musnad Ahmad 7033: Bapakku berkata, Sufyan berkata dalam hadits Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dan Ibnu Juraij dari Al Hasan bin Muslim dari Thawus dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam; bahwa ” (Bila seseorang ingin berinfak -pent) maka baju besinya akan melebar atau bergerak hingga menutupi ujung jarinya dan menghilangkan bekas jalannya.” Abu Az Zanad mengatakan; “Beliau (mendemontrasikan sambil) berusaha melebarkan baju besinya, namun tidak dapat melebar.” Ibnu Juraij mengatakan dari Al Hasan bin Muslim dengan redaksi “Walaa yatawassa’ (tidak melebar).”

 

Musnad Ahmad 7034: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dikatakan kepada Sufyan; apakah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam?” dia menjawab; “ya, beliau bersabda: “menunda-nunda pembayaran hutang adalah kezhaliman bagi orang yang mampu membayarnya, dan jika salah seorang di antara kalian dipindahkan hutangnya kepada orang yang mampu maka hendaklah ia mengikutinya.”

 

Musnad Ahmad 7035: Dia berkata; telah dibacakan dihadapan Sufyan; Aku mendengar Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, -aku mendengar Sufyan berkata: – “Janganlah kalian berprasangka buruk sebab ia adalah sedusta-dustanya percakapan.”

 

Musnad Ahmad 7036: -Aku mendengar Sufyan berkata: – “Jika budak salah seorang di antara kalian telah selesai menghidangkan makanan maka hendaklah ia mendudukkannya untuk makan bersamanya, dan jika ia tidak melakukannya maka hendaklah ia mengambil satu suap untuk diberikan #BELUM SELESAI#  Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah #BELUM SELESAI#

 

Musnad Ahmad 7037: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sekiranya aku tidak takut akan memberatkan umatku niscaya mereka aku perintahkan untuk bersiwak pada setiap kali shalat dan aku perintahkan kepada mereka untuk mengakhirkan shalat isya`.”

 

Musnad Ahmad 7038: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, suatu kali dia berkata; sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa di suatu pagi maka hendaklah ia tidak mengucapkan perkataan keji dan berbuat sesuatu yang bodoh. Dan jika ada seseorang yang mencercanya atau ingin mencelakainya maka hendaklah ia mengatakan; Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

 

Musnad Ahmad 7039: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Kalian mendapati bahwa orang yang paling buruk di antara manusia adalah orang yang bermuka dua, datang kepada satu golongan dengan satu muka dan pada golongan yang lain dengan muka yang lain.”

 

Musnad Ahmad 7040: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sekiranya tidak memberatkan umatku sungguh akan aku perintahkan kepada mereka untuk mengakhirkan shalat isya`, bersiwak pada setiap kali akan shalat, dan seorang perempuan haram untuk puasa selain dari puasa ramadlan kecuali dengan izin suaminya.” Dan hadits ini telah dibacakan dihadapannya, dia berkata; aku telah mendengar Abu Az Zinad dari Musa bin Abu Utsman dari bapaknya dari Abi Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

 

Musnad Ahmad 7041: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sekiranya tidak memberatkan umatku yang beriman, sungguh aku tidak akan pernah tertinggal dari eskpedisi yang aku tidak mempunyai sesuatu yang aku bisa membawa mereka sehingga mereka tidak tertinggal dariku.”

 

Musnad Ahmad 7042: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dan dia telah memarfu`kan hadits ini, bahwa beliau bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian beristijmar (bersuci dengan batu), maka hendaklah ia melakukannya dengan jumlah ganjil. Karena sesungguhnya Allah itu tunggal menyukai yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7043: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; aku berharap hadits ini berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika seekor anjing menjilat pada bejana salah seorang dari kalian, maka hendaklah ia mencucinya sebanyak tujuh kali.”

 

Musnad Ahmad 7044: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah; “sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dilakukan oleh orang yang tidak membutuhkan, dan mulailah dari orang-orang yang ada dalam tanggungan kamu.”

 

Musnad Ahmad 7045: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, “Jika salah seorang dari kalian mengenakan sandal hendaklah dimulai dari yang kanan dan melepas dari yang kiri, dan jika tali sandal kalian putus maka jangan berjalan di atas satu sandal, ia lepas semua atau ia pakai semua.”

 

Musnad Ahmad 7046: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Musa bin Abu Utsman dari bapaknya atau dari Al A’raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melihat seorang laki-laki sedang menuntun seekor unta, maka beliau berkata; “Tunggangilah ia.” Dia berkata; “Sesungguhnya ia adalah seekor unta.” Beliau berkata; “Tunggangilah ia.” Dia berkata; “Sesungguhnya ia adalah seekor unta.” Beliau bersabda: “Tunggangilah ia.” Dan beliau tidak ragu-ragu dalam memerintahkannya. Dia berkata; dari Musa bin Abu Utsman dari bapaknya dari Abi Hurairah.

 

Musnad Ahmad 7047: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah melaksanakan shalat bersama kami, lalu beliau menghadapkan wajahnya ke arah kami seraya bersabda, “Ketika seorang laki-laki mengendarai seekor sapi lalu memukulnya, berkatalah sapi tersebut, ‘Sesungguhnya kami tidak dicipatakan untuk ini, tapi kami dicipta untuk membajak.'” Maka orang-orang pun berkata; “Subhaanallah, ada seekor sapi yang bisa berbicara?” Lalu beliau bersabda: “Sungguh aku beriman dengan ini semua, demikian dengan Abu Bakar dan Umar.” Padahal keduanya tidak ada di sana.”Dan ketika seorang laki-laki sedang bersama kambing gembalaannya, datanglah srigala dan mengambil seekor darinya, kemudian ia mencarinya sehingga ia temukan dan selamatkan dari terkaman srigala tersebut. Lalu berkatalah srigala itu, ‘Wahai pengembala, engkau telah mengambilnya dariku, siapakah yang akan menjaganya pada hari keganasan binatang buas, hari yang tidak ada penjaga selain aku.” Maka orang-orang pun berkata; “Subhaanallah, seekor srigala bisa berbicara.” Lalu beliau bersabda: ” Sungguh aku beriman dengan ini semua, demikian dengan Abu Bakar dan Umar.” Padahal keduanya tidak ada di sana.

 

Musnad Ahmad 7048: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ziyad bin Sa’d dari Hilal bin Abu Maimunah dari Abu Maimunah dari Abi Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam membuat pilihan kepada seorang laki-laki dan serang perempuan serta seorang anak dari keduanya. Maka beliau membuat pilihan untuk anak tersebut, beliau bersabda: “Wahai anak kecil, ini bapakmu dan ini ibumu, maka silahkan engkau pilih.”

 

Musnad Ahmad 7049: Telah menceritakan kepada kami Sufyan, aku bertanya kepadanya dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Barangsiapa menshalati jenazah maka baginya pahala dua qiroth, dan barangsiapa ikut menghantarkannya sehingga selesai semua prosesinya maka baginya pahala dua qiroth, yang paling kecil dari keduanya atau salah satu dari keduanya sebesar gunung uhud.”

 

Musnad Ahmad 7050: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepadaku Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga, dan dua umrah atau dari satu umrah sampai umrah berikutnya akan menghapus dosa di antara keduanya.”

 

Musnad Ahmad 7051: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berlindung dari tiga hal; terjatuh dalam kebinasaan, kegembiraan pihak musuh dan Qadla` yang buruk, atau Qadla` yang berat.” Sufyan berkata; “aku telah menambahkan satu, tetapi aku lupa yang mana.”

 

Musnad Ahmad 7052: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim bin Ubaidillah bin ‘Ashim bin Umar bin Al Khaththab dari pelayan Ibnu Abi Ruhm dia mendengarnya dari Abu Hurairah, dan sanad hadits ini sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Abu Hurairah bertemu dengan seorang wanita yang memakai wewangian, lalu ia bertanya, “Hendak kemanakah engkau wahai Amatul Jabbar (hamba Allah)?” dia menjawab, “Hendak ke masjid.” Dia berkata; “Dan apakah wewangian itu juga untuk-Nya?” “Ya.” Jawab wanita itu. Abu Hurairah berkata; “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Wanita mana saja yang keluar dari rumahnya dengan menggunakan wewangian menuju masjid, maka Allah Azza Wa Jalla tidak akan menerima shalatnya sehingga ia pulang kerumah untuk mandi layaknya mandi dari junub.”

 

Musnad Ahmad 7052: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim bin Ubaidillah bin ‘Ashim bin Umar bin Al Khaththab dari pelayan Ibnu Abi Ruhm dia mendengarnya dari Abu Hurairah, dan sanad hadits ini sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Abu Hurairah bertemu dengan seorang wanita yang memakai wewangian, lalu ia bertanya, “Hendak kemanakah engkau wahai Amatul Jabbar (hamba Allah)?” dia menjawab, “Hendak ke masjid.” Dia berkata; “Dan apakah wewangian itu juga untuk-Nya?” “Ya.” Jawab wanita itu. Abu Hurairah berkata; “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Wanita mana saja yang keluar dari rumahnya dengan menggunakan wewangian menuju masjid, maka Allah Azza Wa Jalla tidak akan menerima shalatnya sehingga ia pulang kerumah untuk mandi layaknya mandi dari junub.”

 

Musnad Ahmad 7053: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata: para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam seraya berkata; “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya kami tidak bisa ikut bermajlis bersamamu layaknya kaum laki-laki, maka luangkanlah satu hari agar kami bisa mendatangimu (bermajlis).” Beliau bersabda: “Tempat untuk majlis kalian adalah rumah si fulan.” Maka pada hari yang telah ditentukan beliau pun mendatangi mereka di tempat yang telah dijanjikan. Dia berkata; dan sesuatu yang beliau katakan kepada mereka adalah: “Tidaklah seorang wanita yang didahului meninggal oleh tiga orang anaknya, kemudian ia berharap pahala dari musibah itu kecuali ia akan masuk surga.” Salah seorang dari mereka bertanya, “Bagaimana jika dua?” Beliau menjawab: “Meskipun dua.”

 

Musnad Ahmad 7054: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hamzah Ibnul Mughirah dari Suhail Ibnu Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala, Allah melaknat suatu kaum yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid.”

 

Musnad Ahmad 7055: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Al ‘Ajlan dari Sa’id dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika seekor lalat jatuh ke dalam bejana salah seorang dari kalian maka celupkanlah ia ke dalam bejana, sebab pada salah satu sayapnya terdapat obat penawar sedang yang lain penyakit.”

 

Musnad Ahmad 7056: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Ajlan dan telah dibacakan dihadapan Sufyan dari Sa’id dari Abu Hurairah dia berkata; -maka Sufyan berkata; – dia seperti ini -yaitu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam- jika meletakkan rusuknya (tidur) beliau membaca: BISMIKA RABBI WADLA`TU JANBI FA`IN AMSAKTA NAFSI FARHAMHA WA IN ARSALTAHA FAHFAZHHA BIMA TAHFAZHU `IBAADAKA ASH SHALIHIIN (Dengan menyebut nama-Mu Rabbi aku baringkan rusukku, jika Engkau ambil maka sayangilah ia dan jika Engkau kembalikan padaku maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih).”

 

Musnad Ahmad 7057: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Ajlan dan telah dibacakan dihadapan Sufyan dari Sa`id dari Abu Hurairah, Insyaallah Sufyan berkata; yang kami dengar darinya itu adalah dari Ibnu Ajlan, aku tidak tahu sufyan ditanya tentang siapa, dari Tsumamah bin Utsal ia lalu berkata, “Bahwasanya kaum muslimin menangkap dan menahannya, maka setiap kali Rasulullah lewat di depannya beliau selalu bertanya: “Apa yang engkau punya wahai Tsumamah?” ia menjawab, “Jika engkau membunuh maka engkau membunuh yang memiliki darah, jika engkau memberi maka engkau memberi orang yang bisa bersyukur, dan jika engkau ingin harta maka engkau akan diberi.” Abu Hurairah berkata, “Rasulullah jika lewat di depan Tsumamah beliau bertanya: “Apa yang engkau miliki ya Tsumamah?” ia berkata, “Jika engkau memberi maka engkau memberi orang yang bisa bersyukur, jika engkau membunuh maka engkau membunuh yang memiliki darah, dan dan jika engkau ingin harta maka engkau akan diberi.” Abu Hurairah berkata, “Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kebaikannya hingga beliau membebaskannya, dan Allah ‘azza wajalla memberikan hidayah dalam hatinya. Abu Hurairah berkata, “Lalu mereka membawanya ke sumur orang-orang Anshar dan memandikannya, setelah itu ia masuk Islam. Tsumamah lalu berkata, “Wahai Muhammad, kemarin sore wajahmu adalah wajah yang paling aku benci, agamamu adalah agama yang paling aku benci dan negerimu adalah negeri yang paling aku benci. Maka di pagi hari, agamamu adalah agama yang paling aku cintai, wajahmu adalah wajah yang paling aku cintai dan tidak akan datang sebiji gandum pun dari Yamamah kepada Quraisy.” Hingga Umar berkata, “Demi Allah, sungguh ia dahulu di mataku tidak lebih rendah dari seekor babi, namun sekarang ia di mataku lebih besar dari gunung, berilah jalan untuknya!” Lalu Tsumamah datang ke Yamamah, ia menahan diri dan menjaga dari pergaulan bersama kaumnya hingga mereka takut dan gelisah, mereka lalu menulis surat agar ia menyambung hubungan. Abu Hurairah berkata, “Lalu ia menulis surat kepada Rasulullah.” Dan aku mendengarnya berkata dari Sufyan berkata; aku mendengar Ibnu Ajlan dari Sa`id dari Abu Hurairah bahwa Tsumamah berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 7058: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu ‘Ajlan dari Sa’id dari Abu Hurairah -riwayatan- “Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan yang paling buruk adalah yang terakhir, dan sebaik-baik barisan untuk wanita adalah yang terakhir dan yang paling buruk adalah yang pertama.”

 

Musnad Ahmad 7059: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu ‘Ajlan dari Sa’id dari Abu Hurairah Ad Dausi, dia berkata; maka dihadiahkanlah kepada beliau seekor unta, -yaitu dari perkataannya- beliau berkata: “Aku tidak akan menerima kecuali dari orang Quraisy, atau dari orang Daus, atau dari orang Tsaqofi.”

 

Musnad Ahmad 7060: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu ‘Ajlan dari Bukair bin Abdullah dari ‘Ajlan dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Seorang hamba sahaya berhak untuk mendapatkan makanan dan pakaiannya, janganlah kalian bebani dia dengan pekerjaan yang di luar kemampuannya.”

 

Musnad Ahmad 7061: Telah menceritakan kepada kami Harun dari Ibnu Wahb telah menceritakan kepada kami ‘Amru bahwa Bukair menceritakan kepadanya dari Al ‘Ajlan pelayan Fathimah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Seorang hamba sahaya berhak untuk mendapatkan makanan dan pakaiannya, janganlah dia dibebani dengan pekerjaan di luar kemampuannya.”

 

Musnad Ahmad 7062: dia berkata; telah dibacakan dihadapan Sufyan dia berkata; aku mendengar Ibnu ‘Ajlan dari Bukair bin Abdullah dari ‘Ajlan dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Kami tidak akan pernah damai dengan mereka setelah kami berperang dengan mereka, yaitu ular.”

 

Musnad Ahmad 7063: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Ajlan dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Biarkanlah apa yang telah aku tinggalkan untuk kalian, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena banyaknya pertanyaan dan perselisihan mereka kepada para Nabi mereka. Apa yang aku larang untuk kalian maka tinggalkanlah, dan apa yang aku perintahkan maka lakukanlah semampu kalian.”

 

Musnad Ahmad 7064: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Ajlan dari Al Qa’qa’ bin Hakim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya kedudukanku dengan kalian seperti kedudukan seorang ayah, jika kalian buang air besar maka jangan menghadap kiblat atau membelakanginya.” Beliau juga melarang dari menggunakan kotoran hewan atau tulang belulang (untuk bersuci), dan seorang laki-laki juga tidak boleh menggunakan tangan kanannya untuk bersuci.”

 

Musnad Ahmad 7065: dia berkata; telah dibacakan dihadapan Sufyan dari Ibnu ‘Ajlan dari Sa’id dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun malam (shalat).” Sufyan berkata: dia tidak memercikan air kewajahnya lalu mengusapnya.

 

Musnad Ahmad 7066: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Yahya dari Sa’id bin Yasar dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Aku diperintahkan untuk hijrah ke sebuah kampung yang akan menaklukkan kampung-kampung lainnya, mereka menyebutnya dengan Yatsrib, yaitu sebuah kota yang akan membersihkan manusia sebagaimana api membersihkan karat pada besi.”

 

Musnad Ahmad 7067: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Yahya bin Sa’id dari Abu Bakr Al Anshori dari Umar bin Abdul Aziz dari Abu Bakr Al Makhzumi dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam sujud ketika membaca; “IDZAS SAMA`UN SYAQQOT (apabila langit terbelah). Dan IQRO` (bacalah).”

 

Musnad Ahmad 7068: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Yahya dari Abu Bakr dari Umar bin Abdul Aziz dari Abu Bakr bin Abdurrahman dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Barangsiapa mendapati hartanya ada dalam genggaman seorang laki-laki yang bangkrut maka ia lebih berhak atas uang tersebut.”

 

Musnad Ahmad 7069: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayub dari Ikrimah dari Abu Hurairah, dia berkata: “aku akan menyampaikan kepada kalian beberapa perkara dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Janganlah kalian minum langsung dari mulut ceret.”

 

Musnad Ahmad 7070: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayub dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda, bahwa beliau sujud di keduanya setelah salam.

 

Musnad Ahmad 7071: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayub dari Muhammad, kaum laki-laki berselisih dengan kaum wanita siapakah dari mereka yang paling banyak di surga, maka Abu Hurairah berkata: Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Yang pertama kali masuk surga seperti rembulan pada malam purnama, kemudian setelah mereka seperti bintang yang terang benderang, setiap laki-laki dari mereka akan diberi dua istri, tulang sumsum kedua betis mereka bisa dilihat dari balik daging, dan di surga tidak ada bujang.”

 

Musnad Ahmad 7072: Telah menceritakan kepada kami Sufyan bahwa dia mendengar dari Ayub dari Muhammad bin Sirin berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melaksanakan salah satu dari shalat di waktu senja, mungkin zhuhur, tapi kuat perkiraanku bahwa beliau shalat ashar, lalu beliau salam pada rakaat kedua. Kemudian beliau menuju sebuah batang (kurma) yang beliau selalu menghadap kearahnya ketika shalat, lalu beliau duduk dalam kondisi marah.” Sufyan berkata: “kemudian beliau menuju ke sebuah batang kurma yang ada pada arah kiblat yang biasa beliau gunakan untuk menyandarkan punggungnya, lalu beliaupun menyandarkan punggungnya.” Dia berkata; “lalu beliau berbalik dan keluar dengan cepat. Orang-orang berkata: ‘Shalatnya telah diringkas’ dan di antara mereka terdapat Abu Bakar dan Umar, beliau bersabda: “shalatnya tidak dirngkas dan aku juga tidak lupa.” Dia berkata; “sesungguhnya engkau tidaklah shalat kecuali hanya dua rakaat saja.” Dia berkata; lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melihat (seakan meminta pembenaran, pent). Maka orang-orangpun berkata; “Ya.” Lalu berdirilah beliau dan shalat dua rakaat, kemudian beliau salam, takbir dan sujud sebagaimana sujudnya, atau bahkan lebih lama lagi. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bertakbir, kemudian sujud dan bertakbir.”

 

Musnad Ahmad 7073: dia berkata; telah dibacakan dihadapan Sufyan dia berkata; aku mendengar Ayub dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Buatlah nama seperti namaku dan jangan memakai kuniyah seperti kuniyahku.”

 

Musnad Ahmad 7074: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab bin Abdul Majid telah menceritakan kepada kami Ayub dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “berilah nama dengan namaku, dan jangan memberi kuniyah dengan kuniyahkan.”

 

Musnad Ahmad 7075: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dia berkata; aku telah menghafal dari Ma’mar dari Yahya bahwa dia telah mengkabarkan kepadanya dari Dlamdlam dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam memerintahkan untuk membunuh Al Aswadain (ular dan kalajengking) di dalam shalat.”

 

Musnad Ahmad 7076: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dikatakan kepada Sufyan; “apakah dari Abu Hurairah?” dia menjawab; “Ya” kemudian ditanyakan kepadanya; “apakah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam?” dia menjawab; “Ya, beliau bersabda: “barangsiapa membeli Muhaffalah atau Mushorroh (binatang yang susunya sengaja tidak diperas sehingga tampak berisi ketika akan dijual), maka ia boleh memilih, jika dia mahu bisa mengembalikannya dan jika dia mahu bisa mengambilnya.”

 

Musnad Ahmad 7077: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Mashur dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dan sanad hadits ini sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Barangsiapa datang menuju rumah ini (Ka’bah) untuk berhaji, kemudian ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasiq maka ia akan kembali sebagaimana seorang yang baru dilahirkan oleh ibunya.”

 

Musnad Ahmad 7078: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Atho` bin As Sa`ib dari Al Aghor dari Abu Hurairah -pertama kali Sufyan berkata; “bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: ” kemudian dia mengulanginya; “Al Aghor berkata dari Abu Hurairah, dia berkata; – “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kesombongan adalah selendang-Ku, kemulian adalah sarung-Ku, barangsiapa mencabut salahsatunya dari-Ku, Aku akan memasukkannya ke dalam neraka.'”

 

Musnad Ahmad 7079: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Za`idah dari Abdul Malik bin Umair dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau berkata: “Sebenar-benar bait sya’ir yang diucapkan oleh seorang penya`ir adalah; ketahuilah, segala sesuatu selain Allah adalah batil.” Dan hambir-hampir Ibnu Abi Ash Shalt masuk Islam.

 

Musnad Ahmad 7080: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul Malik bin Umair dari Abul Aubar dari Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam kadang shalat dengan berdiri dan kadang dengan duduk, kadang dengan alas kaki dan kadang tanpa alas kaki.” Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Sufyan dan ditambahkan dalam hadits tersebut; “kadang beliau menoleh ke kanan dan ke kiri.”

 

Musnad Ahmad 7081: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepadaku Ibnu Muhaishin seorang Syaikh dari Quraisy Sahmi, dia mendengar dari Muhammad bin Qois bin Makhramah dari Abu Hurairah, dia berkata: “ketika turun ayat: “Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu.” maka kaum muslimin keberatan sehingga mereka berusaha keras dalam beramal, kemudian mereka mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Bersungguh-sungguhlah kalian, karena tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim kecuali ia akan menjadi penghapus baginya, sampai malapetaka yang menimpanya.”

 

Musnad Ahmad 7082: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru, ia mendengar Thawus ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Nabi Adam dan Nabi Musa saling beradu argumentasi, Musa berkata: ‘Wahai Adam engkau adalah bapak kami, engkau telah menjadikan kami rugi dan menjadikan kami keluar dari surga.’ Maka Adam pun berkata kepadanya, ‘Wahai Musa, engkau adalah orang yang telah Allah pilih untuk diajak bicara dengan-Nya, ‘ dan di kesempatan lain dia berkata; ‘ dengan risalah-Nya, dan Dia menulis dengan tangan-Nya untukmu, akankah engkau mencelaku dengan suatu perkara yang Allah telah taqdirkan sejak empat puluh tahun sebelum aku dicipta?.'” Beliau berkata: “Adam mendebat Musa, Adam mendebat Musa.”

 

Musnad Ahmad 7083: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Yahya bin Ja’dah dari Abdullah bin ‘Amru Al Qori berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata: “Tidak, dan demi Rabbul Ka’bah, aku tidak mengatakan bahwa Muhammad berkata; “barangsiapa dipagi hari dalam keadaan junub maka tidak ada puasa baginya. Dan demi Rabbul Ka’bah, dia mengatakan; aku tidak melarang puasa dihari jum’at.”

 

Musnad Ahmad 7084: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Ibnu Munabbih -yaitu wahb- dari saudaranya, berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata: “Tidak ada seorang pun yang hadits periwayatannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam lebih banyak dari aku selain Abdullah bin ‘Amru, sebab ia selalu menulis sedang aku tidak.”

 

Musnad Ahmad 7085: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Hisyam bin Yahya dari Abu Hurairah dan Yahya dari Abu Bakr dari Umar bin Abdul Aziz dari Abu Bakr bin Abdurrahman dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Barangsiapa mendapati hartanya dalam genggaman seorang laki-laki yang bangkrut, maka ia lebih berhak atas uang tersebut.”

 

Musnad Ahmad 7086: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Isma’il bin ‘Umayyah dia mendengarnya dari seorang Syaikh, dikesempatan lain dia berkata; aku mendengarnya dari seorang laki-laki badui dusun, dia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa membaca: WAL MURSALAATI `URFA (Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan) sampai dengan; FA BIAIYYI HADITSIN BA`DAHU YU`MINUN (Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quraan ini mereka akan beriman?), maka hendaknya ia mengatakan; aku beriman kepada Allah. Dan barangsiapa membaca: WATTIINI WAZ ZAITUUN (Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun), maka hendaklah ia mengatakan; benar, dan kami menjadi saksi untuk itu. Dan barangsiapa membaca: ALAISA DZAALIKA BI QAADIRIN `ALAA AIYYUHYIYAL MAUTA (Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?), maka hendaklah ia mengatakan; benar.” Isma’il berkata: aku pergi untuk melihat apakah dia menjaganya, Dan dia adalah seorang badui, dia berkata; “wahai saudaraku, apakah engkau mengira bahwa aku tidak menjaganya, sungguh aku telah berhaji sebanyak enam puluh kali, tidaklah ada pada satu tahunpun kecuali aku mengetahui unta yang dulu aku pakai untuk berhaji.”

 

Musnad Ahmad 7087: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Isma’il Ibnu Umayyah dari Abu Muhammad bin ‘Amru bin Huraits Al Udzri, pada kesempatan lain dia berkata; dari Abu ‘Amru bin Muhammad bin Huraits dari kakeknya ia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian shalat hendaklah membuat pembatas dihadapannya dengan sesuatu, jika tidak mendapatkan hendaklah ia menancapkan sebujur tongkat dan jika tidak mendapatkan tongkat hendaklah ia membuat garis, dan tidak akan membahayakan apapun pada dirinya sesuatu yang lewat di depannya.” Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Isma’il Ibnu Umayyah dari Abu ‘Amru bin Huraits dari bapaknya dari Abu Hurairah ia memarfu`kannya, lalu disebutlah hadits tersebut secara makna. Abdurrazzaq berkata; telah mengkabarkan kepada kami Ma’mar dan Ats Tsauri dari Isma’il bin Umaiyyah dari Abu ‘Amru bin Huraits dari bapaknya dari Abu Hurairah ia memarfu`kannya, lalu menyebutkan hadits tersebut.

 

Musnad Ahmad 7088: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayub bin Musa dari Sa’id dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika budak perempuanmu berbuat zina dan telah jelas perzinaannya maka hendaklah ia mencambuknya sesuai dengan had, dan jangan mencelanya setelah dilaksanakan had pada dirinya.” Sufyan berkata: “jangan mencelanya setelah ditegakkan had pada dirinya pada kali ketiga atau keempat, dan hendaklah ia menjualnya meskipun seharga seutas tali rambut.”

 

Musnad Ahmad 7089: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah mengkabarkan kepada kami Ayub bin Musa dari ‘Atho` bin Mina` berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata: aku sujud bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam ketika beliau membaca: “IDZAS SAMA`UN SYAQQOT (apabila langit terbelah) dan IQRAQ BISMIRABBIKA (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu…).”

 

Musnad Ahmad 7090: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayub bin Musa dari Makhul dari Sualiman bin Yasar dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “TidaK ada kewajiban bagi seorang muslim untuk mengeluarkan zakat pada budak dan kuda.”

 

Musnad Ahmad 7091: Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepadaku Ubaidullah bin Abu Yazid dari Nafi’ bin Jubair dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda untuk Hasan, “Ya Allah, sesungguhnya aku menyayanginya, maka sayangilah ia dan sayangi orang-orang yang sayang kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7092: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Abu Hurairah dan Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dan sanad hadits ini sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Kita datang terakhir dan kita yang pertama nanti di hari kiamat, Cuma mereka telah diberikan kitab sebelum kita sebagaimana kita telah diberikan kitab sesudah mereka. Dan inilah hari (jum’at) yang mana Allah `Azza Wa Jalla telah menetapkan atas mereka tetapi mereka menyeselisihinya. Lalu Allah memberikan kepada kita petunjuk atas penetapan itu, maka manusia adalah pengikut bagi kita, hari untuk Yahudi adalah besok dan untuk Nasrani adalah setelahnya.” Salah satu dari keduanya berkata; “baida” dan yang lainnya berkata; “baaida”

 

Musnad Ahmad 7093: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris berkata; aku mendengar Suhail bin Abi Shalih menyebutkan dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian shalat sunnah setelah jum’at maka shalatlah empat rakaat, jika kalain disibukkan dengn sesuatu maka shalatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat setelah sampai rumah.” Idris berkata: “aku tidak tahu apakah hadits ini dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam atau bukan.”

 

Musnad Ahmad 7094: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris berkata; aku mendengar dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kita datang terakhir dan kita yang pertama nanti di hari kiamat, Cuma mereka diberikan kitab sebelum kita dan kita diberikan kitab setelah mereka, dan inilah hari di mana mereka diperintahkan tetapi mereka menyelisihinya, sehingga Allah menjadikan hari ini sebagai hari raya buat kita, hari ini adalah untuk kita, besok bagi Yahudi dan setelah besoknya bagi Nasrani.”

 

Musnad Ahmad 7095: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris berkata; aku mendengar dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang terbaik di antara mereka adalah yang terbaik terhadap istri-istrinya.”

 

Musnad Ahmad 7096: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Aku diberikan perkataan yang padat penuh makna, dan bumi telah dijadikan sebagai masjid dan tempat bersuci bagiku.”

 

Musnad Ahmad 7097: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj Ibnu Abu Utsman dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seorang janda dimintai pendapat dan musyawarah dalam pernikahannya, sedangkan gadis diminta perizinannya.” Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana wujud perizinannya?” Beliau menjawab: “Jika dia diam.”

 

Musnad Ahmad 7098: Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah menceritakan kepadaku Al Qosim bin Mihron dari Abu Rofi’ dari Abu Hurairah berkata: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melihat dahak pada arah kiblat masjid maka beliaupun berbalik dan mengahdap kearah sahabat seraya bersabda: “kenapa salah seorang dari kalian berdiri menghadap Rabbnya lalu membuang dahak di hadapan-Nya? Sukakah kalian seandainya seseorang membuang dahak di depan wajahnya? Jika kalian hendak berdahak hendaklah ia membuangnya ke arah samping kiri atau di bawah kakinya, dan jika memang tidak memungkinkan hendaklah ia meludahkannya di antara kainnya seperti ini, ” lalu beliu mempraktikkannya, beliau meludahkannya ke dalam kainnya kemudian membersihkan dengan sebagian kain yang lain.”

 

Musnad Ahmad 7099: Telah menceritakan kepada kami Isma’il dari Ibnu Juraij telah mengkabarkan kepadaku Al ‘Ala` bin Abdurrahman bin Ya’qub, bahwa Abu As Sa`ib telah mengkabarkankan kepadanya bahwasannya ia telah mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat kemudian ia tidak membaca Ummul Kitab (Al Fatiha) maka dia kurang, dan tidak sempurna.” Aku berkata; “Wahai Abu Hurairah, sebenarnya kadang aku di belakang imam” lalu ia mencolek lenganku seraya berkata; “Wahai Farisi, bacalah ia di dalam hatimu.”

 

Musnad Ahmad 7100: Telah menceritakan kepada kami Jarir bin Abdul Hamid dari Umaroh bin Al Qa’qa’ dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam ditanya: “sedekah yang bagaimanakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Sungguh akan aku beritahukan bahwa sedekah yang paling utama adalah ketika engkau dalam kondisi sehat, bakhil, ingin hidup kekal dan tidak ingin jatuh miskin, janganlah engkau tunda-tunda sehingga nyawamu berada di tenggorokan, lalu engkau berkata; untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian, padahal itu telah menjadi bagian si fulan.”

 

Musnad Ahmad 7101: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Sufyan berkata; telah menceritakan kepadaku Salmu bin Abdurrahman dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam tidak menyukai tali belenggu yang ada di kaki kuda.”

 

Musnad Ahmad 7102: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ajlan telah menceritakan kepadaku Al Qo’qo’ bin Hakim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya kedudukanku bagi kalian adalah seperti seorang bapak yang mengajari kalian, jika salah seorang dari kalian menuju kamar mandi (WC), maka janganlah manghadap ke arah kiblat atau membelakingnya, dan jangan membasuh (cebok) dengan tangan kanan.” Beliau juga memerintahkan untuk bersuci dengan batu tiga biji, dan melarang dari menggunakan kotoran binatang ataupun tulang belulang.

 

Musnad Ahmad 7103: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu ‘Ajlan telah menceritakan kepadaku Al Qo’qo’ bin Hakim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun malam lalu shalat, kemudian membangunkan istrinya untuk shalat, dan bila istrinya menolak ia percikkan air pada wajahnya. Dan Allah juga menyayangi seorang perempuan yang bangun malam lalu shalat, kemudian membangankan suaminya untuk shalat, dan bila suaminya menolak ia percikkan air pada wajahnya.”

 

Musnad Ahmad 7104: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari ‘Ubaidullah dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; “bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang dari jual beli dengan sistem al hasho (melemparkan sebutir batu kecil semisal judi) dan ghoror (banyak kecurangan dan ketidak jelasan).”

 

Musnad Ahmad 7105: Telah menceritakan kepada kami Yahya telah mengkabarkan kepada kami Ubaidullah berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Abi Sa’id dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya tidak memberatkan bagi umatku, sungguh akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali wudlu, dan aku perintahkan pula untuk mengakhirkan shalat isya` hingga sepertiga malam atau pertengahan malam.”

 

Musnad Ahmad 7106: Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Al Auza’i telah menceritakan kepadaku Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Tsabit Az Zuroqi, dia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah kalian mencela angin, sebab ia datang dengan membawa rahmat dan siksa, dan hendaklah kalian memohon kepada Allah dari kebaikkannya dan berlindung dari keburukkannya.”

 

Musnad Ahmad 7107: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Abi Dzi`b, dia berkata; telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Abi Sa’id dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan perjalanan sejauh satu hari kecuali dengan mahramnya.”

 

Musnad Ahmad 7108: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Yahya telah menceritakan kepadaku Dzakwan Abu Shalih dari Ibrahim bin Abdullah atau Abdullah bin Ibrahim -Yahya masih merasa ragu- dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Shalat di masjidku ini lebih utama seribu kali lipat dari shalat yang dilakukan di tempat lain kecuali Masjidil Haram.”

 

Musnad Ahmad 7109: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu ‘Ajlan telah menceritakan kepadaku Sa’id Ibnu Abi Sa’id dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Ada tiga golongan yang telah menjadi hak Allah untuk menolongnya; mujahid di jalan Allah, seorang yang ingin menikah tetapi tidak mempunyai kemampuan dan seorang budak yang ingin menebus dirinya sehingga merdeka.”

 

Musnad Ahmad 7110: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Ibnu ‘Ajlan aku mendengar bapakku dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Meskipun mataku tidur tetapi hatiku tidak tidur.”

 

Musnad Ahmad 7111: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu ‘Ajlan dari Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; seorang laki-laki berkata; “Berapa air yang aku butuhkan untuk mengguyur kepalaku ketika mandi junub?” Dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menuangkan dengan tangannya di atas kepalanya sebanyak tiga kali.” Laki-laki itu berkata; “sesungguhnya rambutku sangat lebat.” Dia berkata; “Rambut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam lebih lebat dan lebih bagus.”

 

Musnad Ahmad 7112: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu ‘Ajlan dari Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Bersedekahlah!” seorang lelaki berkata; “Aku mempunyai dinar.” Beliau bersabda: “Sedekahkanlah untuk memenuhi kebutuhanmu.” Lelaki itu berkata; “Aku masih mempunyai dinar lagi.” Beliau bersabda: “Sedekahkanlah untuk istrimu.” Lelaki itu berkata; “Aku masih mempunyai dinar lagi.” Beliau bersabda: “Sedekahkanlah untuk anakmu.” Lelaki itu berkata; “Aku masih mempunyai dinar lagi.” Beliau bersabda: “Sedekahkanlah untuk pembantumu.” Lelaki itu berkata; “Aku masih mempunyai dinar lagi.” Beliau bersabda: “Kamu lebih tahu kepada siapa harus bersedekah.”

 

Musnad Ahmad 7113: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu ‘Ajlan dari Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian memukul maka hindarilah wajah, dan jangan mengatakan; ‘semoga Allah menjadikan wajahmu buruk dan wajah yang mirip dengan wajahmu, ‘ karena sesungguhnya Allah menciptakan Adam seperti wajahnya.”

 

Musnad Ahmad 7114: Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu ‘Ajlan dari Sa’id dari Abu Hurairah; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah ditanya; “Wanita yang bagaimana yang paling baik?” Beliau menjawab: “Jika ia dipandang selalu menyenangkan, jika diperintah taat, dan tidak menyelisihinya terhadap perkara yang ia benci bila terjadi pada dirinya (istri) atau hartanya (suami).”

 

Musnad Ahmad 7115: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Ibnu Numair mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Aku bersama dengan hamba-Ku selama ia mengingat Aku, jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku ketika bersama dengan orang-orang penting maka akan mengingatnya bersama dengan orang-orang penting yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekat kepada-Ku dengan satu jengkal maka Aku akan mendekat dengan satu hasta, jika ia mendekat kepadaku dengan satu hasta maka Aku akan mendekat dengan satu depa, jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan lari.” Ibnu numair berkata dalam haditsnya; ” (Allah berfirman;) Aku tergantung dengan prasangka hamba-ku terhadap-Ku, dan Aku akan selalu dengan hamba-ku selama ia mengingat Aku.”

 

Musnad Ahmad 7116: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Ya’la mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berapa hari yang telah berlalu dari bulan ini?” berkata; kami berkata: “Telah berlalu dua puluh dua hari dan tersisa delapan hari.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak, tetapi telah berlalu darinya dua puluh dua hari dan tersisa tujuh hari, mintalah satu hari.” Abu Ya’la berkata dalam haditsnya, “Bilangan hari dalam sebulan adalah dua puluh sembilan hari.”

 

Musnad Ahmad 7117: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah atau dari Abu Sa’id, -Al A’masy masih merasa ragu, – berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang selalu berkeliling di muka bumi, dan membantu para malaikat penjaga manusia, jika mereka mendapati suatu kaum yang berdzikir kepada Allah mereka memanggil teman-temannya seraya berkata; ‘Kemarilah terhadap apa yang kalian cari.’ Lalu mereka pun datang seraya menaungi mereka dengan sayapnya sehingga memenuhi langit bumi. Maka Allah berfirman; ‘Apa yang dikerjakan oleh hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? ‘ para malaikat menjawab; ‘Kami tinggalkan sedang mereka masih memuji, mengagungkan dan berdzikir kepada-Mu.’ Allah berfirman: ‘Apakah mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab; ‘Tidak.’ Allah berfirman: ‘bagaimana sekiranya mereka melihat-Ku?” Para malaikat menjawab; ‘Sekiranya mereka dapat melihat-Mu pasti mereka akan lebih dalam memuji, mengagungkan dan berdzikir kepada-Mu.’ Allah berfirman: ‘lalu apa yang mereka harapkan?” Para malaikat menjawab; ‘Mereka mengharapkan surga.’ Allah berfirman: ‘Apakah mereka telah melihatnya? ‘ Para malaikat menjawab; ‘Belum.’ Allah berfirman: ‘Bagaimana sekiranya mereka telah melihatnya? ‘ Para malaikat menjawab; ‘Jika mereka melihatnya tentu mereka akan lebih berkeinginan lagi dan antusias.’ Allah berfirman: ‘Lalu mereka berlindung dari apa saja? ‘ Para malaikat menjawab; ‘Dari api neraka.’ Allah berfirman: ‘Apakah mereka telah melihatnya? ‘ Para malaikat menjawab; ‘Belum.’ Allah berfirman: ‘Bagaimana jika seandainya mereka telah melihatnya? ‘ para malaikat menjawab; ‘Tentu mereka akan lari dan lebih takut lagi.'” Beliau melanjutkan: “Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku telah persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.’ Beliau melanjutkan; “para malaikat menjawab; ‘Sesungguhnya di antara mereka ada sifulan yang tidak akan datang kecuali karena suatu keperluan? ‘ Allah berfirman: ‘Mereka adalah sautu kaum yang majlis mereka tidak ada kesengsaraannya.'” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sulaiman dari Dzakwan dari Abu Hurairah, dan dia tidak memarfu`kan hadist semisalnya. Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Suhail Ibnu Abu Shalih dari bapaknya, dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang selalu berkeliling dan membantu para malaikat penjaga manusia yang mencari majlis-majlis dzikir, ” kemudian ia menyebutkan hadits tersebut.

 

Musnad Ahmad 7118: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dan Ibnu Numair telah mengkabarkan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa meringankan seorang mukmin dari kesulitan di dunia maka Allah akan meringankan baginya kesulitan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa memudahkan bagi seorang yang kesusahan maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat, dan Allah akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya. Barangsiapa meniti jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga, dan tidaklah suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, dan mempelajarinya dengan sesama mereka kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dilimpahkan kepada mereka rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya. Dan barangsiapa diperlambat oleh amalnya maka tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.”

 

Musnad Ahmad 7119: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika seorang budak memenuhi hak Allah dan hak tuan-tuannya maka ia akan mendapatkan dua pahala.” Abu Hurairah berkata: maka hal ini aku ceritakan kepada Ka’ab, lalu Ka’ab berkata: “baginya tidak ada hisab, juga bagi seorang mukmin yang miskin.”

 

Musnad Ahmad 7120: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah ketika dalam kondisi sulit (miskin), dan pada saat istrimu berkata; ‘Engkau beri makan aku atau engkau ceraikan aku? ‘ Dan pelayanmu berkata; ‘Engkau beri makan aku atau engkau jual aku? ‘ Dan anakmu berkata; ‘akan engkau berikan kepada siapa ini agar menjadi pengasuhku? ‘” Mereka berkata; “Wahai Abu Hurairah, ini sesuatu yang telah disabdakan oleh Rasulullah atau sesuatu yang muncul dari ucapanmu sendiri?” “Ini bahkan dari ucapanku sendiri.” Jawab Abu Hurairah.

 

Musnad Ahmad 7121: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Shalatnya seorang laki-laki di masjid lebih baik daripada shalat yang ia kerjakan di rumah atau pasarnya dengan dua puluh tujuh derajat. Hal itu karena jika salah seorang dari kalian berwudlu kemudian ia membaguskan wudlunya lalu pergi ke masjid, dan tidak ada niat lain kecuali hanya untuk menunaikan shalat maka tidaklah satu langkah yang langkahkan kecuali Allah akan mengangkat dengannya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan sehingga ia masuk masjid. Dan jika ia telah masuk masjid maka ia akan tetap dihitung dengan pahala shalat selama shalat tersebut yang menahannya. Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah seorang dari mereka selama ia masih di tempat di mana ia melakukan shalat, mereka mengatakan; “Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah sayangilah dia, Ya Allah terimalah taubatnya selama ia tidak menyakiti orang lain dan selama ia belum berhadats.”

 

Musnad Ahmad 7122: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ma’in berkata; telah menceritakan kepada kami Hafsh dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa memaafkan kesalahan orang lain maka Allah akan memaafkan kesalahannya pada hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7123: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Ya’la mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Penduduk Yaman telah mendatangi kalian, mereka adalah orang-orang yang hatinya lembut. Iman itu dari Yaman, hikmah itu ada di Yaman.” Abu Mu’awiyah berkata dalam haditsnya: “pemimpin kekafiran itu dari arah sebelah timur.”

 

Musnad Ahmad 7124: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak dihalalkan ghonimah bagi orang-orang sebelum kalian, dahulu Allah menurunkan api dari langit dan melahap harta ghonimah.” Sedangkan pada perang badar orang-orang bersegera untuk mendapatkan harta ghonimah, maka Allah Azza Wa Jalla pun menurunkan ayat: “Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik.”

 

Musnad Ahmad 7125: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’ mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mentaatiku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barangsiapa bermaksiat kepadaku sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah, dan barangsiapa mentaati pemimpinku, ” -waki` berkata: yaitu Imam, – “maka ia telah mentaati aku, dan barangsiapa bermaksiat kepada pemimpinku, sungguh ia telah bermaksiat kepadaku.” -Waki’ berkata: yaitu Imam, – “berarti Ia telah bermaksiat kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 7126: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Rombongan pertama yang akan masuk surga dari umatku seperti rembulan pada malam purnama, kemudian setelah mereka seperti bintang yang paling terang cahayanya di langit, kemudian mereka akan menempati surga sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Mereka tidak buang air besar, tidak juga buang air kecil, tidak mengeluarkan ingus, dan tidak meludah. Sisir mereka dari emas, keringat mereka seharum misik, wewangian mereka dari kayu cendana, serta ukuran tubuh mereka sama yakni seperti ukuran bapak mereka Adam Alaihis Salam, enam puluh hasta.”

 

Musnad Ahmad 7127: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah melaknat seorang pencuri, ia mencuri telur maka dipotonglah tangannya, dan ia mencuri seutas tali maka dipotonglah tangannya.”

 

Musnad Ahmad 7128: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melakukan puasa wishol (puasa siang dan malam tanpa henti) dan malarang umatnya untuk melakukannya, beliau bersabda: “Sesungguhnya aku tidak sebagaimana kalian, aku tidur dan Tuhanku memberiku makan dan minum.”

 

Musnad Ahmad 7129: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidur malam maka janganlah memasukkan tangannya ke dalam bejana sebelum mencucinya tiga kali, sebab ia tidak tahu kemanan tangannya bermalam.” Berkata: Waki` berkata dari Abu Shalih dan Abu Rozin dari Abu Hurairah dan ia memarfu`kannya. Dia berkata; telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin ‘Amru telah menceritakan kepada kami Za`idah dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sehingga ia mencucinya tiga atau dua kali.”

 

Musnad Ahmad 7130: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Pada tengkuk salah seorang dari kalian terdapat tiga ikatan setan, jika ia bangun dan berdzikir kepada Allah maka akan terurai satu ikatan, jika ia bangun dan berwudlu maka akan terurai lagi satu ikatan, jika ia mengerjakan shalat maka akan terurai semua ikatan yang ada.” Beliau bersabda: “maka ia akan menyongsong esok hari dengan hati yang lapang dan semangat membara karena telah mendapatkan kebaikkan, namun jika ia tidak (melakukan hal itu) maka keesokan harinya ia akan merasakan kesempitan hati dan kemalasan karena tidak mendapatkan kebaikkan.”

 

Musnad Ahmad 7131: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara, tidak melihat mereka, tidak akan dibersihkan dari dosa-dosa, dan bagi mereka siksa yang pedih; seorang laki-laki yang berada di suatu tempat yang gersang ia mempunyai kelebihan air tetapi melarangnya dari orang lain, seorang laki-laki yang berbai’at kepada seorang imam ia tidak membai’atnya kecuali untuk nikmat dunia; jika ia mendapatkan pemberian ia akan tepati janji tetapi jika tidak mendapatkan pemberian ia ingkar janji, dan seorang laki-laki yang yang menjual barang setelah shalat `ashar lalu ia bersumpah atas nama Allah bahwa ia telah membelinya dengan harga sekian dan sekian, lalu si pembeli percaya, padahal tidak demikian halnya.”

 

Musnad Ahmad 7132: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, Waki’ dan Muhammad bin ‘Ubaid mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Al A’masy dan Ibnu Numair. Telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidaklah seorang bayi yang dilahirkan kecuali di atas millah ini.” Kesempatan lain Waki’ berkata: “di atas millah.” Ia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ali bin Al Hasan bin Syaqiq berkata; aku mendengar bapakku dari Abu Hamzah dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Tidaklah seorang bayi yang dilahirkan kecuali di atas millah ini, kedua orang tuanyalah yang telah menjadikan mereka yahudi atau nashroni”, kemudian ia menyebutkan sebagaimana dalam hadits.

 

Musnad Ahmad 7133: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidaklah seorang bayi yang dilahirkan kecuali di atas millah ini sehingga jelas lisannya, maka kedua orang tuanyalah yang telah menjadikan mereka yahudi atau nashrani atau musyrik.” Para sahabat bertanya; “wahai Rasulullah, bagaimana dengan mereka (yang meninggal) sebelum itu?” Beliau menjawab: “Allah lebih tahu dengan apa yang mereka kerjakan.”

 

Musnad Ahmad 7134: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Aku tidak mendapat manfaat dari harta apapun, harta Abu Bakar tidak dapat memberiku manfaat, ” maka menangislah Abu Bakar seraya berkata; “Tidaklah aku dan juga hartaku kecuali untukmu wahai Rasulullah?.”

 

Musnad Ahmad 7135: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dan Abu Rozin dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika seekor anjing menjilat bejana salah seorang dari kalian maka cucilah ia hingga tujuh kali, dan jika tali sandal salah seorang dari kalian putus maka janganlah berjalan di atas satu sandalnya sehingga ia membetulkannya.”

 

Musnad Ahmad 7136: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan pisau tajam maka pisau yang ada dalam tangannya tersebut kelak akan menghujam ke perutnya di dalam neraka jahannam, dia kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu. Dan barangsiapa bunuh diri dengan menenggak racun maka racun yang ada dalam genggamannya tersebut kelak akan ia tenggak di dalam neraka jahannam, dia kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu. Dan barangsiapa bunuh diri dengan terjun dari atas gunung maka kelak ia akan menerjunkan dirinya dalam neraka jahannam, dia kekal selama-lamanya dengan kondisi seperti itu.”

 

Musnad Ahmad 7137: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dan Waki’ mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Lihatlah kepada orang yang ada di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” Abu Mu’awiyah berkata; “hendaklah kalian.”

 

Musnad Ahmad 7138: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah atau dari Abu Sa’id -Al A’masy masih merasa ragu, – berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Pada setiap siang dan malam Allah mempunyai hamba-hamba yang dimerdeka, setiap dari mereka mempunyai doa yang terkabul.”

 

Musnad Ahmad 7139: Telah menceritakan kepada kami Rib’i bin Ibrahim, dia berkata; bapakku -dia adalah Saudara Isma’il bin Ibrahim (yaitu Ibnu ‘Ulaiyyah) -, ia berkata; dia lebih diutamakan ketimbang saudaranya, dari Abdurrahman bin Ishaq dari Sa’id bin Abi Sa’id dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam beliau bersabda: “Rugilah seorang laki-laki yang namaku disebut disisinya kemudian ia tidak bershalawat untukku, dan rugilah seorang laki-laki yang datang padanya bulan ramadlan kemudian telah berakhir sedang dia belum mendapat ampunan, dan rugilah seorang laki-laki yang mendapati kedua orangtuanya dalam usia lanjut tetapi tidak bisa menjadikan dia masuk surga.” Rib’i berkata; “aku tidak mengetahuinya kecuali dia telah berkata; ‘atau salah satu dari keduanya.'”

 

Musnad Ahmad 7140: Telah menceritakan kepada kami Rib’i bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bersuci dengan menggunakan batu hendaklah dengan bilangan ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7141: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya -dari Abu Hurairah -) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Menunda-nunda pembayaran hutang adalah kezhaliman bagi orang yang mampu membayarnya, dan jika salah seorang di antara kalian dipindahkan hutangnya kepada orang yang mampu maka hendaklah ia mengikutinya.”

 

Musnad Ahmad 7142: Telah menceritakan kepada kami Rib’i telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Abu Az Zinad dari Al A’masy dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melihat seorang laki-laki menuntun seekor unta, maka beliau bersabda: “Celaka kamu, tunggangilah ia.” Dia berkata; “Dia seekor unta.” beliau bersabda: “Celaka kamu, tunggangilah ia.” Dia berkata; “Dia seekor unta.” beliau bersabda: “Celaka kamu, tunggangilah ia.”

 

Musnad Ahmad 7143: Telah menceritakan kepada kami Rib’i telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari Abdullah bin Dinar dari Sulaiman bin Yasar dari ‘Irok bin Malik dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Seorang muslim tidak wajib mengeluarkan zakat budak dan kudanya.”

 

Musnad Ahmad 7144: Telah menceritakan kepada kami Rib’i bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari Muslim bin Abu Muslim, dia berkata; “Aku melihat Abu Hurairah sedang waktu itu kami masih anak-anak, datanglah orang-orang arab badui, ada seseorang yang berkata: “Wahai badui, kami ingin menjualkan untukmu.” Ia berkata; “tinggalkanlah badui itu sehingga dia bisa menjual barang dagangannya.” Lalu berkatalah Abu Hurairah: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang orang kota menjualkan untuk orang dusun.”

 

Musnad Ahmad 7145: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengkabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman bin ‘Auf dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Binatang yang mati tertanduk adalah sia-sia, mati karena tercebur ke dalam sumur adalah sia-sia, mati karena kecelakaan dalam penambangan adalah sia-sia, dan pada harta terpendam yang ditemukan terdapat kewajiban mengeluarkan zakat seperlimanya.”

 

Musnad Ahmad 7146: Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin ‘Amru berkata; telah menceritakan kepada kami Ali yaitu Ibnul Mubarak dari Yahya yaitu Ibnu Abu Katsir dari Abu Salamah telah menceritakan kepadaku Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat subuh sebelum terbitnya matahari maka ia telah mendapatkan shalat subuh, dan barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat `ashar sebelum terbenamnya matahari maka ia telah mendapatkan shalat `ashar.”

 

Musnad Ahmad 7147: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir telah menceritakan kepada kami Jarir yaitu Ibnu Hazim berkata; aku mendengar Al Hasan berkata: Abu Hurairah berkata: “ada tiga hal yang diwasiatkan kepadaku oleh kekasihku Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan aku tidak meninggalkannya selamanya; shalat witir sebelum tidur, puasa tiga hari dalam satu bulannya, dan mandi pada hari jum’at.”

 

Musnad Ahmad 7148: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat ‘ashar sebelum terbenamnya matahari maka ia telah mendapatkan shalat ‘ashar, dan barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat subuh sebelum terbitnya matahari maka ia telah mendapatkan shalat subuh.”

 

Musnad Ahmad 7149: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dan Ats Tsauri dari Isma’il bin Umayyah dari Abu ‘Amru bin Hurois dari bapaknya dari Abu Hurairah dan ia telah memarfu`kan hadits ini, ia berkata; “Jika salah seorang dari kalian shalat hendaklah menghadap pada sesuatu, jika tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan batas hendaklah dengan tongkat, jika tidak ada tongkat hendaklah ia membuat garis, dan tidak akan membahayakan terhadap shalatnya sesuatu yang lewat di depannya.”

 

Musnad Ahmad 7150: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi ‘Adiy dari Ibnu ‘Aun dari Umair bin Ishaq berkata: Aku sedang bersama Al Hasan bin Ali dan Abu Hurairah melihat kami, lalu dia berkata; “Kemarilah, aku akan mencium kamu sebagaimana aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menciummu.” lalu Abu Hurairah berkata lagi; “Ada dibalik baju.” Lalu ia pun mencium pusar Al Hasan bin Ali.

 

Musnad Ahmad 7151: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seorang perempuan tidak boleh dinikahi dengan digabungkan bersama bibinya baik dari pihak bapak ataupun dari pihak ibu.”

 

Musnad Ahmad 7152: Telah menceritakan kepada kami Abu Qathan dan Abu ‘Amir mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam yaitu Ad Dustuwa`i dari Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; “Demi Allah, sungguh akan aku contohkan kepada kalian shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam.” Berkata: “adalah Abu Hurairah selalu qunut pada rakaat akhir dari shalat zhuhur, shalat ‘ashar dan shalat subuh.” Abu ‘Amir berkata di dalam haditsnya; “shalat isya` yang akhir dan shalat subuh, yaitu setelah membaca: “SAMI’A ALLAHU LIMAN HAMIDAH.” dia berdoa untuk kaum mukminin dan melaknat orang-orang kafir. Abu ‘Amir berkata; “dan melaknat orang-orang kafir.”

 

Musnad Ahmad 7153: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim yaitu Ibnu Sa’d, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Sa’id Ibnul Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; “bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam jika ingin mendoakan kecelakaan kepada seseorang atau berdoa keselamatan kepada seseorang beliau selalu qunut setelah rukuk.” Kira-kira ia berkata; “jika beliau mengucapkan: “SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, ” beliau berdoa: “Wahai Rabb kami bagi-Mu segala pujian, Ya Allah selamatkanlah Al Walid bin Al Walid, salamah bin ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan orang-orang lemah dari kaum mukminin, Ya Allah keraskanlah hukuman-Mu atas Mudlor, dan timpakanlah kepada mereka tahun-tahun paceklik sebagaimana tahun-tahun pada masa Yusuf.” Abu Hurairah berkata; dan beliau mengeraskan bacaan tersebut, beliau juga membaca pada shalat-shalat yang lainnya, beliau membaca dalam shalat subuh: “Ya Allah, laknatlah si fulan dan si fulan dari penduduk arab.” Sampai akhirnya Allah Azza Wa Jalla mewahyukan kepada beliau, “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.”

 

Musnad Ahmad 7154: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengkabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Ikrimah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian shalat dengan menggunakan satu kain saja, maka hendaklah ia selempangkan antara dua sisi ujungnya di atas kedua pundaknya.”

 

Musnad Ahmad 7155: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengkabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya bin Abu Katsir telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits telah menceritakan kepadaku Ya’qub bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apa-apa yang ada di bawah sarung adalah masuk neraka.” Telah menceritakan kepada kami Al Khoffaf dari Abi Ya’qub dengan tulisan At Tujuni, yang benar adalah dari Ibnu Ya’qub -yaitu Abdurrahman bin Ya’qub- pembantu Al Huraqoh ayah Al ‘Ala` dan ini adalah haditsnya.

 

Musnad Ahmad 7156: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qotadah dari An Nadlr bin Anas dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam beliau bersabda: “Jika seseorang mempunyai bagian pada diri seorang budak kemudian dia membebaskan setengahnya, maka hendaknya melepaskan sisanya jika ia mempunyai harta, dan apabila tidak tidak memiliki arta ia bisa memperkerjakan budak itu seharga dengan tebusannya serta tidak membebani diluar kemampuannya.”

 

Musnad Ahmad 7157: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Dlamdlam dari Abu Hurairah, “bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memerintahkan untuk membunuh al aswadain ketika shalat.” Yahya berkata: al aswadain adalah ular dan kala jengking.

 

Musnad Ahmad 7158: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Mis’ar dari Qotadah dari Zurarah bin Aufa dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dimaafkan bagi umatku apa yang terdetik dalam hatinya atau bisikan jiwanya selama belum ia kerjakan atau katakan.”

 

Musnad Ahmad 7159: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Syu’bah dari Qotadah dan Ibnu Ja’far. Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dia berkata: aku mendengar dari Zurarah bin aufa dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika seorang wanita bermalam dengan menjauhi ranjang suaminya, maka ia telah bermalam sedang para malaikat melaknatnya.” Ibnu Ja’far berkata; sehingga ia kembali.

 

Musnad Ahmad 7160: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengkabarkan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya pada hari jum’at ada satu waktu” – Ibnu ‘Aun memperlihatkan dengan telapak tangan kanannya, lalu kami berkata: dia mengatakan sedikit-, “tidaklah seorang lelaki muslim yang mendapatkan waktu itu sedang ia berdiri dan meminta kebaikkan kepada Allah kecuali Dia akan mengabulkannya.”

 

Musnad Ahmad 7161: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Ibnu Abi Dzi`b dari Abu Al Walid dan Abdurrahman bin Sa’d dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya menyengatnya panas adalah hembusan dari neraka jahannam, maka jika rasa panas sangat menyengat tunggulah waktu shalat hingga dingin.”

 

Musnad Ahmad 7162: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Ibnu Abi Dzi`b dari Abu Al Walid dari Abu Hurairah, dia berkata: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian mengimami shalat maka ringankanlah, karena sesungguhnya di antara kalian ada orang tua, orang lemah dan anak kecil.”

 

Musnad Ahmad 7163: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Ibnu Abi Dzi`b dari Muslim bin Jundub dari Habib Al hudzali dari Abu Hurairah, dia berkata: “jika aku melihat kijang berkeliaran antara dua sisinya (Madinah) aku tidak akan menakut-nakuti atau menyentuhnya, hal itu karena aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Telah diharamkan pohonnya untuk dirusak atau ditebang.”

 

Musnad Ahmad 7164: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Para malaikat akan melaknat salah seorang dari kalian jika mengacungkan pisau kepada saudaranya, meskipun saudaranya itu dari bapak dan ibunya (saudara kandung, pent).” Bapakku berkata: dan hadits ini tidak dimarfu`kan oleh Ibnu Abi Adiy.

 

Musnad Ahmad 7165: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Syu’bah dari Al Julas dari Utsman bin Syammas, dia berkata; aku mendengar Abu Hurairah yang ketika itu marwan lewat di depannya, ia berkata; “sebagian haditsmu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, ” atau dia mengatakan; “haditsmu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam kemudian ia kembali, lalu kami berkata;

 

Musnad Ahmad 7166: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Isma’il yaitu Ibnu Abu Khalid dari Ziyad Al Makhzumi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak ada Persia setelah Persia dan tidak ada Romawi setelah Romawi, dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh harta simpanan mereka akan diinfaqkan di jalan Allah.”

 

Musnad Ahmad 7167: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Isma’il dari Ziyad Al Makhzumi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Salah seorang dari kalian tidak akan masuk surga dengan amalnya.” Para sahabat bertanya; “Tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak juga dengan aku, namun Allah telah melimpahkan kepadaku rahmat dan kemuliaan-Nya, Dan Dia juga meletakkan tangan-Nya di atas kepalaku.”

 

Musnad Ahmad 7168: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Shafwan bin Abu Yazid dari Hushain bin Al Lajlaj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan pernah bertemu debu karena jihad di jalan Allah dengan asap api jahannam di hidung seorang muslim, dan tidak akan bertemu kedengkian dan iman di hati seorang muslim.”

 

Musnad Ahmad 7169: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Amru, dia berkata; aku mendengar Salman Abu Abdullah Al Aghor dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Shalat di masjidku ini lebih utama dari seribu kali shalat yang dikerjakan di masjid selainnya, kecuali Al Masjil Al Haram.”

 

Musnad Ahmad 7170: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abul Hakam pembantu orang-orang Laits, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak ada sabaq (uang taruhan) kecuali pada balap unta atau kuda.”

 

Musnad Ahmad 7171: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Permisalan seorang bakhil dengan orang yang suka berinfaq adalah seperti dua orang laki-laki yang mengenakan baju besi yang membungkus tulang dadanya. Adapun orang yang suka berinfaq, tidaklah ia berinfaq kecuali baju besi itu seakan membesar dan memberikan kelonggaran baginya, sedangkan bagi orang yang bakhil baju besi tersebut tidak bertambah besar dan memberi kelonggaran kecuali hanya sebagai alat pengaman saja.”

 

Musnad Ahmad 7172: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya gunung uhud itu berupa emas dan diberikan kepadaku maka akan sangat menyenangkan hatiku jika ia bisa aku infaqkan di jalan Allah, dan tidaklah ia berada bersamaku selama tiga malam, dan aku mempunyai bagian darinya satu dinar ataupun satu dirham, kecuali sesuatu yang memang aku persiapkan untuk membayar hutang yang aku punya.”

 

Musnad Ahmad 7173: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Permisalanku dengan para Nabi sebelumku adalah seperti seseorang yang membangun sebuah bangunan, kemudian ia sempurnakan dan ia perindah, kecuali satu bata pada salah satu sudutnya, sehingga orang-orang mengelilinginya dengan kagum, mereka berkata: ‘kami tidak pernah melihat bangunan seindah ini, kecuali di sini ada celah berlubang, ‘ maka akulah yang mengisi lubang itu.”

 

Musnad Ahmad 7174: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari ‘Iyadl bin Dinar dari bapaknya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata: Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Rombongan yang pertama kali masuk surga dari umatku seperti rembulan pada malam purnama, kemudian setelah mereka seperti bintang yang paling terang cahanyanya di langit.”

 

Musnad Ahmad 7175: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya -dari Abu Hurairah -).”Dan pada hari jum’at ada satu waktu, tidaklah seorang lelaki muslim yang mendapatkan waktu itu sedang ia berdiri dan meminta suatu permohonan kepada Allah kecuali Dia akan mengabulkannya.”

 

Musnad Ahmad 7176: Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan datang hari kiamat sehingga ilmu di ambil, muncul banyak fitnah dan tersebarnya al harj.” Para sahabat bertanya; “Apa yang dimaksud dengan al harj wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “pembunuhan.” Telah menceritakan kepada kami Ya’qub telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishaq telah menceritakan kepadaku ‘Iyadl bin Dinar Al Laitsi -dia adalah seorang yang terpercaya-, dari bapaknya, dia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata, dan dia sedang berkhutbah kepada manusia di hari jum’at pada saat kekhilafahan Marwan bin Al Hakam di Madinah di musim haji, dia berkata; “Abul Qosim Salallahu ‘Alaihi wa sallam telah bersabda: ” golongan yang pertama kali..” dan dia menyebutkan hadits.

 

Musnad Ahmad 7177: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Sa’id bin Yasar pembantu Al Hasan bin Ali Radliyallahu `Anhu, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, apabila salah seorang di antara kalian mengambil seutas tali lalu ia pergi ke gunung untuk mencari kayu bakar lalu ia datang dengan memanggul di atas punggugnya untuk dijual sehingga ia bisa makan darinya adalah lebih baik daripada ia meminta-minta kepada manusia. Dan sekiranya ia mengambil tanah lalu ia masukkan kedalam mulutnya adalah lebih baik baginya daripada ia memasukan sesuatu ke dalam mulutnya yang telah Allah haramkan.”

 

Musnad Ahmad 7178: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersaba: “Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat, mereka saling bergantian antara malaikat yang berjaga diwaktu malam dengan malaikat yang berjaga diwaktu siang, mereka akan berkumpul ketika shalat subuh dan shalat ‘ashar, lalu malaikat yang bersama kalian akan naik ke hadapan Allah, Allah akan bertanya kepada mereka -dan Dia lebih tahu-, Allah berfirman: ‘Bagaimana kondisi hamba-ku ketika kalian tinggalkan? ‘ Mereka menjawab; ‘Ketika kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan ketika kami datang mereka juga dalam keadaan shalat.’

 

Musnad Ahmad 7179: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah. Dan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian puasa pada satu hari maka janganlah berkata kotor dan berlaku bodoh, jika seseorang mengajak berkelahi atau mencelanya, hendaknya ia berkata; ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa.'”

 

Musnad Ahmad 7180: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Demi dzat yang jiwa muhammd ada dalam genggaman-Nya, bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum dari minyak kesturi.”

 

Musnad Ahmad 7181: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya -dari Abu Hurairah -). Dan berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Setiap amalan anak cucu Adam untuk mereka kecuali puasa, sebab ia adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dia meninggalkan makan dan minumnya karena Aku, maka puasanya untuknya dan Aku yang membalas. Setiap satu kebaikkan akan mendapatkan sepuluh kebaikkan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, dia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

 

Musnad Ahmad 7182: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah. Dan dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah kalian puasa wishol.” Para sahabat bertanya; “Bukankah engkau juga berpuasa wishol wahai Rasulullah?” beliau bersabda: “Sesungguhnya aku dalam hal ini tidak sama dengan kalian, di waktu malam Rabbku memberiku makan dan minum, maka beramallah kalian dengan batas kemampuan kalian.”

 

Musnad Ahmad 7183: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Manusia itu ibarat barang tambang, kalian dapati orang yang terbaik dari mereka pada masa jahiliyyah adalah orang yang terbaik pula di dalam Islam, yaitu jika mereka memahami Islam.”

 

Musnad Ahmad 7184: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seorang muslim makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.”

 

Musnad Ahmad 7185: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Di dalam surga ada satu pohon yang jika seorang pengendara berjalan di bawah naungannya tidak akan terputus meskipun perjalanan seratus tahun.”

 

Musnad Ahmad 7186: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata: Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sekiranya kalian dapat mengetahui apa yang aku ketahui sungguh kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

 

Musnad Ahmad 7187: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ketika Allah memutuskan perkara hamba-hamba-Nya, Allah menulis dalam kitab-Nya: ‘sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku’ sedangkan Dia ada di atas ‘Arsy.”

 

Musnad Ahmad 7188: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Biarkanlah apa yang telah aku tinggalkan, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena pertanyaan dan perselisihan mereka kepada para Nabi mereka, maka jika aku larang kalian dari mengerjakan sesuatu hendaklah kalian jauhi, dan jika aku perintahkan kepada kalian dengan sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian.”

 

Musnad Ahmad 7189: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghitung dan menghafalnya maka ia akan masuk surga, sesungguhnya Allah itu tunggal dan suka yang yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7190: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid Al Haddad Abu ‘Ubaidah telah menceritakan kepada kami Habib bin Asy Syahid dari ‘Atho`, dia berkata; Abu Hurairah berkata: Setiap shalat dibacakan padanya bacaan, apa yang diperdengarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam kepada kami maka kami perdengarkan kepada kalian, dan apa-apa yang beliau sembunyikan (tidak dikeraskan) maka kami sembunyikan dari kalian.”

 

Musnad Ahmad 7191: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Ar Rabi’ bin Muslim Al Qurrosyi dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Orang yang tidak bersyukur kepada manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah’.

 

Musnad Ahmad 7192: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkabarkan kepada kami ‘Aqil bin Ma’qil dari Hamam bin Munabbih, dia berkata; aku datang ke Madinah lalu aku melihat sekumpulan orang di samping mimbar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, maka akupun bertanya; maka diberitahukan kepadaku Abu Hurairah, dia berkata; maka akupun bertanya, dan dia balik bertanya; “Dari mana engkau datang?” “Dari penduduk Yaman.” Jawabku. Dia berkata; aku mendengar kekasihku, -atau dia mengatakan; – aku mendengar Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Iman itu dari Yaman, mereka adalah orang-orang yang hatinya lembut, dan orang-orang yang berhati keras ada pada para penggembala unta, mereka adalah orang-orang badui.” Lalu aku melihat beliau mengarahkan tangannya arah timur.”

 

Musnad Ahmad 7193: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Ibnu ‘Aun telah menceritakan kepadaku Abu Muhammad Abdurrahman bin Ubaid dari Abu Hurairah, dia berkata: aku bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengantar jenazah, jika aku berjalan beliau selalu mendahului aku maka akupun lari-lari kecil, jika aku lari-lari kecil maka aku dapat mendahuluinya, kemudian aku berpaling ke arah seorang laki-laki yang berada di sisiku, aku berkata kepadanya, “Demi kekasih Ibrahim, bumi telah dihimpitkan untuknya.”

 

Musnad Ahmad 7194: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Yahya yaitu Ibnu Sa’id bahwa Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amru bin Hazm mengkabarkan kepadanya, bahwa Umar bin Abdul Aziz mengkabarkan kepadanya, bahwa Abu Bakr bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam mengkabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mendapati hartanya ada pada seseorang yang bangkrut, atau pada seorang laki-laki yang bangkrut, maka ia lebih berhak atas harta tersebut ketimbang orang lain.”

 

Musnad Ahmad 7195: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Zakaria dari Sa’d bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Memperdebatkan Al Qur`an adalah kekafiran.”

 

Musnad Ahmad 7196: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami hisyam dan Abdul Wahhab telah mengkabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Ja’far, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika telah tersisa sepertiga malam Allah Azza Wa Jalla turun ke langit dunia, Dia berfirman: ‘siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku beri, barangsiapa meminta ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni, barangsiapa meminta rizki kepada-Ku maka akan Aku beri rizki, barangsiapa meminta kepada-Ku agar dibukakan permasalahannya, maka akan Aku bukakan baginya.’ sehingga terbit matahari.”

 

Musnad Ahmad 7196: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami hisyam dan Abdul Wahhab telah mengkabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Ja’far, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika telah tersisa sepertiga malam Allah Azza Wa Jalla turun ke langit dunia, Dia berfirman: ‘siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku beri, barangsiapa meminta ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni, barangsiapa meminta rizki kepada-Ku maka akan Aku beri rizki, barangsiapa meminta kepada-Ku agar dibukakan permasalahannya, maka akan Aku bukakan baginya.’ sehingga terbit matahari.”

 

Musnad Ahmad 7198: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Ja’far bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Amalan yang paling utama di sisi Allah adalah beriman kepada-Nya tanpa disertai dengan keraguan, jihad dengan tidak mengambil harta ghonimah dan haji yang mabrur.” Abu Hurairah berkata: haji yang mabrur dapat menghapus dosa pada tahun tersebut.”

 

Musnad Ahmad 7199: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid Al Haddad dari Khalaf bin Mihron, dia berkata; aku mendengar Abdurrahman bin Al Ashom berkata: Abu Hurairah berkata: “kekasihku memberiku tiga wasiat; puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat dluha dan tidak tidur sebelum aku shalat witir.”

 

Musnad Ahmad 7200: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ubaidah Al Haddad seorang yang terpercaya dari Kufah, dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya tidak memberatkan umatku sungguh akan aku perintahkan kepada mereka untuk bersiwak pada setiap wudlu, ” atau beliau mengatakan; “pada setiap kali berwudlu, dan aku perintahkan untuk mengakhirkan shalat isya` sehingga sepertiga malam.”

 

Musnad Ahmad 7201: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika pembantu salah seorang dari kalian menghidangkan baginya makanan dan telah cukup antara panas dan dinginnya, maka hendaklah ia ajak dia duduk untuk makan, jika dia enggan maka hendaklah ia mengambilkan untuknya satu suap di tangannya.”

 

Musnad Ahmad 7202: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: “Iqomah telah dikumandangkan lalu datanglah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam seraya berdiri di tempat shalatnya, namun beliau teringat bahwa ia belum mandi besar lalu beliau pergi, ” kemudian berkata: “Sebagaimana kalian, kami telah membuat shof”, dan sungguh kepala beliau masih meneteskan air lalu beliau shalat bersama kami.”

 

Musnad Ahmad 7203: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian melihat hilal maka berpuasalah, dan jika kalian melihatnya maka berbukalah, namun bila terhalang bagimu untuk melihatnya (mendung) berpuasalah tiga puluh hari.”

 

Musnad Ahmad 7204: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun diwaktu malam maka janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana sehingga ia mencucinya tiga kali, sebab ia tidak tahu kemana tangannya bermalam.”

 

Musnad Ahmad 7205: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah mengatakan masa itu pembawa kesialan, sesungguhnya Allah adalah masa, dan janganlah kalian sebut anggur dengan al karma (mulia).”

 

Musnad Ahmad 7206: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Al Aghor Abu Abdullah murid Abu Hurairah dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Di hari jum’at para malaikat duduk di depan pintu-pintu masjid, mereka mencatat siapa saja yang datang untuk melaksanakan shalat jum’at, dan bila imam datang mereka segera menutup buku catatan dan masuk untuk mendengarkan khutbah.”

 

Musnad Ahmad 7207: Dan (masih dari jalur periwayatan yang samadengan hadits sebelumnya -dari Abu Hurairah -) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Orang yang bersegera menuju shalat jum’at seperti orang yang menghadiahkan seekor unta, kemudian setelah itu seperti orang yang menghadiahkan seekor sapi, kemudian setelah itu seperti orang yang menghadiahkan seekor bebek, kemudian setelah itu seperti orang yang menghadiahkan seekor ayam, dan setelah itu seperti orang yang menghadiahkan sebutir telur.”

 

Musnad Ahmad 7208: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Khalid dari Ibnu Abi Dzi`b dari Az Zuhri dari ‘Atho` bin Yazid Al Laitsi dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam ditanya tentang anak-anak orang musyrik yang telah meninggal, maka beliau bersabda: “Allah lebih tahu dengan apa yang mereka kerjakan.”

 

Musnad Ahmad 7209: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid Al Haddad dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Siapa yang lebih zhalim dari seorang yang mencipta seperti ciptaan-Ku, hendaklah mereka mencipta seekor nyamuk atau hendaklah mereka menciptakan sebiji jagung.'”

 

Musnad Ahmad 7210: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Dawud bin Farahij, dia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jibril senantiasa menasihatiku agar berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira bahwa mereka juga akan mewarisi.”

 

Musnad Ahmad 7211: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid dari ‘Auf dari Khilas bin ‘Amru dan Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa membeli liqhah mushorroh (unta yang telah mendekati masa melahirkan dan ditahan air susunya) atau kambing yang ditahan air susunya, lalu ia memerahnya maka ia punya dua pilihan, tetap melanjutkan sehingga ia memperoleh hasil atau mengembalikannya dengan disertai satu baskom makanan.”

 

Musnad Ahmad 7212: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid dari ‘Auf dari Khilas dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Perumpamaan seseorang yang memberikan sesuatu kemudian ia memintanya kembali seperti seekor anjing yang makan sehingga kenyang, lalu ia muntahkan dan ia jilat kembali muntahannya untuk dimakan.”

 

Musnad Ahmad 7213: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid dari ‘Auf dari Khilas dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah sekali-kali kalian kencing di air yang berhenti (tidak mengalir) kemudian ia berwudlu di situ.” Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami ‘Auf dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah sebagaimana dalam hadits tersebut.

 

Musnad Ahmad 7214: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seorang anak wanita yatim dimintai izin dalam nikahnya, jika ia diam maka itulah bentuk izinnya, tetapi jika ia menolak maka tidak boleh untuk dipaksa.”

 

Musnad Ahmad 7215: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah mengkabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ketika Allah menciptakan hamba-hamba-Nya Dia menulis ketetapan, ‘Rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku, ‘ sedangkan Dia ada di atas `Arsy-Nya.”

 

Musnad Ahmad 7216: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah mengkabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Neraka dikelilingi dengan syahwat sedangkan surga dikelilingi dengan sesuatu yang tidak disukai.”

 

Musnad Ahmad 7217: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah mengkabarkan kepadaku Abu Maudud telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Abi Hadrad, dia berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian meludah di dalam masjid hendaklah ia menimbunnya, jika tidak maka hendaknya ia meludah di dalam kain bajunya.”

 

Musnad Ahmad 7218: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Ats Tsaqofi telah menceritakan kepada kami Ayub dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Berilah nama seperti namaku dan jangan membuat kuniyah seperti kuniyahku.”

 

Musnad Ahmad 7219: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Yunus yaitu Ibnu ‘Ubaid dari Ash Shalt bin Ghalib Al Hujaimi dari Muslim ia bertanya kepada Abu Hurairah tentang hukum minum sambil berdiri, dia menjawab; “Wahai putra saudaraku, aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengikat kaki untanya yang sedang menderum, sedangkan aku memegang tali pelananya sambil meletakkan kakiku di atas kaki depan unta. Maka datanglah serombongan orang-orang Quraisy dan berdiri di sekeliling beliau, setelah itu dihadapankanlah kepada beliau semangkuk susu, lalu beliau meminumnya padahal beliau di atas kendaraanya. Kemudian sisa minumannya tersebut diberikan kepada orang yang ada disampingnya, lalu ia minum dan seterusnya sehingga semua yang hadir ikut meminumnya dalam kondisi berdiri.”

 

Musnad Ahmad 7220: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: atau Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sedangkan imam sujud, bahwa Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala himar.”

 

Musnad Ahmad 7221: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Yunus yaitu Ibnu ‘Ubaid dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak dikatakan beriman orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam sedangkan ia shalat bersamanya, dan Allah akan mengganti wujudnya seperti wujud himar.”

 

Musnad Ahmad 7222: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la telah menceritakan kepada kami Yunus dari Al Hasan dari Abu Hurairah, dia berkata: “Kekasihku berwasiat kepadaku dengan tiga hal; Puasa tiga hari dalam satu bulannya, shalat witir sebelum tidur dan mandi di hari jum’at.”

 

Musnad Ahmad 7223: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la telah menceritakan kepada kami Yunus dari Al Hasan dari Abu Hurairah, dia berkata: mereka menyebut-nyebut seorang laki-laki di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam atau seorang lelaki berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya si fulan tadi malam tidur dan tidak bangun sehingga datang subuh.” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya setan telah mengencingi telinganya.”

 

Musnad Ahmad 7224: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin ‘Auf dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat subuh sebelum terbitnya matahari maka ia telah mendapatkan shalat subuh, dan barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat ‘ashar sebelum terbenamnya matahari maka ia telah mendapatkan shalat ‘ashar.”

 

Musnad Ahmad 7225: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Bukanlah disebut miskin seseorang yang ditolak (gagal) untuk mendapatkan satu atau dua butir kurma, atau satu atau dua porsi makanan.” Para sahabat bertanya; “lalu siapakah yang disebut miskin wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu orang yang tidak mendapat kecukupan, tetapi orang-orang tidak tahu dengan kebutuhannya sehingga mereka bisa berinfaq kepadanya.” Az Zuhri berkata: “mereka itulah orang-orang yang tidak mendapatkan rizki.” Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, sebagaimana dalam hadits tersebut diatas, akan tetapi Abu Hurairah menyebutkan; para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, lalu siapakah yang disebut miskin?” Beliau menjawab: “Orang yang tidak mendapat kecukupan, dan tidak meminta-minta kepada manusia dengan mendesak.”

 

Musnad Ahmad 7226: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Hammam bin Munabbih saudara Wahab, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Penundaan orang yang mampu untuk membayar hutang adalah kezhaliman.”

 

Musnad Ahmad 7227: Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir rambut, maka selisihilah mereka.”

 

Musnad Ahmad 7228: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami Muhammad yaitu Ibnu ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Manusia itu ibarat barang tambang, orang terbaik dari mereka pada masa jahiliyyah, adalah orang yang terbaik pula di dalam Islam, jika mereka memahami Isalam.”

 

Musnad Ahmad 7229: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Yazid mereka berkata; telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ada empat sungai yang mendapat aliran dari sungai surga; efrat, nil, saihan, dan jaihan.”

 

Musnad Ahmad 7230: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Yazid, mereka berkata; telah mengkabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ubahlah ubanmu (dengan memberi warna) dan jaganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani.”

 

Musnad Ahmad 7231: Telah menceritakan kepada kami Yazid dan Ibnu Numair mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Pada hari kiamat kelak kematian akan didatangkan dan ditempatkan di atas shiroth, lalu dikatakan; ‘Wahai penduduk surga, ‘ lalu mereka memperhatikan dengan perasaan takut dan kawatir akan dikeluarkan dari dalam surga.” Yazid berkata; “akan dikeluarkan dari tempat yang telah mereka diami. Lalu dikatakan kepada mereka; ‘Apakah kalian tahu ini? ‘ mereka menjawab; ‘Ya wahai Rabb kami, ini kematian. Kemudian dikatakan pula kepada para penduduk neraka; ‘Wahai penduduk neraka, ‘ lalu mereka memperhatikan dengan perasaan penuh harap akan mendapatkan kabar gembira bahwa mereka akan dikeluarkan dari tempat yang mereka diami (neraka). Lalu dikatakan kepada mereka; ‘Apakah kalian tahu ini? ‘ mereka menjawab; ‘Ya wahai Rabb kami, ini adalah kematian.’ Kemudian Allah memerintahkan agar didatangkan kematian, lalu disembelihlah kematian itu di atas shiroth, selanjutnya dikatakan kepada keduanya, kelompok penghuni surga dan kelompok penghuni neraka; ‘Kalian kekal di dalamnya dan tidak akan ada lagi kematian selama-lamanya.'”

 

Musnad Ahmad 7232: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Muhammad dan Ibnu Numair mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seorang wanita masuk neraka gara-gara seekor kucing yang ia kurung, dia tidak memberinya makan dan minum atau melepaskannya sehingga ia bisa mencari makan dari serangga bumi.”

 

Musnad Ahmad 7233: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Yazid mereka berkata; telah memberitakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang puasa wishol. Para sahabat berkata; “Sesungguhnya engkau sendiri melakukan puasa wishol?” Maka Beliau menjawab: “Sesungguhnya kalian tidak seperti aku, Sesungguhnya Allah suka padaku, Dia memberiku makan dan minum.” Menurut Yazid, beliau berkata; “Sesungguhnya ketika malam Allah memberiku makan dan minum.”

 

Musnad Ahmad 7234: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dari Hanzhalah, dia berkata; aku mendengar Salim berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ilmu akan diambil, fitnah akan muncul dan akan menyebar al harj.” Maka beliau ditanya; “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan al harj?” maka beliau menjawab: “Pembunuhan.”

 

Musnad Ahmad 7235: Telah menceritakan kepada kami ya’la telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kaum lelaki mengingatkan (imam) dengan ucapan tasbih sedangkan kaum wanita dengan tepukan tangan.”

 

Musnad Ahmad 7236: Telah menceritakan kepada kami ya’la telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian selesai shalat kemudian ia tetap duduk di tempat ia shalat, maka para malaikat akan berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah sayangilah dia.’ selama dia tidak berhadats atau bangun.”

 

Musnad Ahmad 7237: Telah menceritakan kepada kami Ya’la dan Yazid mereka berkata; telah memberitakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: lewat di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, -Yazid berkata: – para sahabat lewat di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dengan membawa jenazah, lalu orang-orang memujinya dengan kebaikkan. Maka beliau pun bersabda: “Telah wajib.” Kemudian setelah itu lewat jenazah yang lain, lalu orang-orang memujinya dengan keburukan, maka beliau pun bersabada: “Telah wajib.” Kemudian beliau bersabda lagi: “Sesungguhnya kalian adalah para saksi di bumi ini.”

 

Musnad Ahmad 7238: Telah menceritakan kepada kami Ya’la dan Yazid mereka berkata; aku adalah Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa melihatku dalam mimpinya sesungguhnya ia telah melihat kebenaran, sebab setan tidak bisa menyerupai aku.”

 

Musnad Ahmad 7239: Telah menceritakan kepada kami ya’la telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sungai efrat akan memunculkan gunung emas, maka manusia akan saling bunuh (untuk memdapatkannya), sehingga setiap dari sepuluh orang akan terbunuh sembilan orang.”

 

Musnad Ahmad 7240: Telah menceritakan kepada kami ya’la telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Bukanlah kaya itu karena banyaknya harta, tetapi kaya adalah kaya hati.”

 

Musnad Ahmad 7241: Telah menceritakan kepada kami Ya’la dan Yazid mereka berkata; telah memberitakan kepada kami Muhammad dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: “dalam perkara ini (kepemimpinan) orang-orang mengikuti bangsa Quraisy, orang terbaik dari mereka mengikuti orang terbaik dari Quraisy, dan orang terburuk dari mereka juga mengikuti orang yang terburuk dari Quraisy.”

 

Musnad Ahmad 7242: Telah menceritakan kepada kami Yazid dan Ya’la mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Didalam Habbatus Sauda` ada obat untuk semua penyakit kecuali As Sam.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan As Sam?” Beliau menjawab: “Kematian.”

 

Musnad Ahmad 7243: Telah menceritakan kepada kami ya’la telah menceritakan kepada kami Fudlail yaitu Ibnu Ghazwan dari Ibnu Abi Nu’mi dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Perak dengan perak secara seimbang dan seukuran, emas dengan emas seukuran dan secara seimbang, maka barangsiapa menambahi sesungguhnya ia telah masuk riba, dan tidak boleh menjual buah-buahan sehingga telah tampak jelas kematangannya.”

 

Musnad Ahmad 7244: Telah menceritakan kepada kami Rib’i bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Abdurrahman yaitu Ibnu Ishaq dari Sa’id dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tiga perkara dari kebiasaan orang-orang jahilliyah yang tidak ditinggalkan oleh umat Islam; meratapi mayat, meminta hujan dengan bintang.” demikian yang aku katakan kepada Sa’id; “dan apa itu?” maka dia menjawab; “seruan jahilliyah; wahai keluarga fulan, wahai keluarga fulan, wahai keluarga fulan.”

 

Musnad Ahmad 7245: Telah menceritakan kepada kami Rib’i telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka dengannya Allah Azza Wa Jalla akan menuliskan baginya sepuluh kebaikkan.”

 

Musnad Ahmad 7246: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Suhail bin Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka dengannya Allah Azza Wa Jalla akan menuliskan baginya sepuluh kebaikkan.”

 

Musnad Ahmad 7247: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Suhail dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah setiap yang menyimpan harta kemudian ia tidak mengeluarkan zakatnya kecuali akan dibuatkan logam panas, dengannya akan disetrika dahi, rusuk dan punggungnya hingga Allah menyelesaikan perhitungan-Nya dengan manusia pada hari yang nilainya sebanding dengan lima puluh ribu tahun dalam hitungan kalian. Setelah itu akan diperlihatkan jalannya; ke surga atau ke neraka. Dan tidaklah pemilik kambing yang tidak memberikan haknya kecuali kambing tersebut akan datang dengan badan yang gemuk dan kuat, lalu akan ditimpakan ke mukanya bongkahan sebesar bumi, lalu kambing itu akan menginjak dengan kakinya dan akan menanduk dengan tanduknya, baik kambing tersebut bertanduk atau tidak bertanduk. Sehingga apabila telah hancur akan dikembalikan sebagaimana semula, dan itu akan berlanjut sehingga Allah selesai menghakimi seluruh hamba-hamba-Nya, pada hari yang dalam hitungan kalian sebanding dengan seribu tahun. Kemudian akan diperlihatkan jalannya antara ke surga atau ke neraka”. Kemudian beliau ditanya tentang kuda, maka beliau bersabda: “Adapun kuda, pada ubun-ubunnya telah dituliskan kebaikan hingga hari kiamat. Pada seorang laki-laki ia bisa menjadi pahala, pada laki-laki lain sebagai sater dan keindahan, serta pada yang lain sebagai dosa. Adapun kuda yang bisa mendatangkan pahala bagi pemiliknya adalah kuda yang dipersiapkan untuk jihad di jalan Allah, maka apa-apa yang masuk ke dalam perutnya akan menjadi pahala. Jika ia melewati suangi dan meminum airnya, maka apa-apa yang masuk ke dalam perutnya akan menjadi pahala. Jika ia melewati sesuatu maka apa-apa yang ia makan akan menjadi pahala. Jika ia mendaki tempat yang tinggi maka setiap langkah akan menjadi pahala. Hingga beliau menyebutkan tentang kotoran dan kencingnya. Adapun kuda yang berguna sebagai sater dan keindahan adalah kuda yang ia gunakan sebagai alat kemuliaan dan keindahan tanpa melupakan hak-hak perutnya, punggungnya, susah dan mudahnya. Dan adapun kuda sebagai penambah dosa adalah kuda yang ia gunakan untuk kesombongan, keburukan, riya` dan angkuh.” Dan beliau ditanya tentang himar, maka beliau bersabda: “Allah tidak menurunkan kepadaku tentang itu kecuali ayat yang padat makna ini: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. QS Az Zalzalah; 7-8.

 

Musnad Ahmad 7248: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil dan Affan mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Suhail. Affan berkata dalam haditsnya; Telah mengabarkan kepada kami Suhail bin Abi Shalih dari Bapaknya dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sampai manusia di hujani oleh air hujan yang tidak akan merendam rumah-rumah yan gterbuat dari tanah liat dan tidak akan merendam kecuali rumah-rumah yang terbuat dari serabut.”

 

Musnad Ahmad 7249: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Iraq telah melarang Qofiz (ukuran orang-orang Iraq) dan dirhamnya, Syam telah melarang mud (ukuran untuk orang-orang Syam) dan dinarnya, Mesir telah melarang irdab (ukuran untuk orang-orang Mesir) dan dinarnya, dan kalian akan kembali sebagaimana asal kalian, kalian akan kembali sebagaimana asal kalian, kalian akan kembali sebagaimana asal kalian.” jiwa dan raga Abu Hurairah sebagai saksinya.” Abu Abdurrahman berkata; aku mendengar Yahya bin Ma’in menyebutkan tentang Abu Kamil, maka dia berkata; “aku mengambil hal penting ini dari dia, dan adalah Abu Kamil seorang yang berasal dari keturunan Baghdad.”

 

Musnad Ahmad 7250: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Para malaikat tidak bergabung dengan perkumpulan yang di dalamnya terdapat anjing ataupun lonceng.”

 

Musnad Ahmad 7251: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian berjumpa dengan mereka maka janganlah kalian dahului mereka mengucapkan salam, dan persempitlah jalan mereka.” Zuhair berkata: aku berkata kepada Suhail: “Apakah mereka yahudi dan Nasrani?” Dia menjawab: “Orang-orang musyrik.”

 

Musnad Ahmad 7252: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika seseorang bangun dari tempat duduknya kemudian ia ingin kembali lagi, maka ia adalah orang yang paling berhak untuk menempatinya kembali.”

 

Musnad Ahmad 7253: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa tidur sedang ditangannya masih terdapat ghomar (minyak sisa daging) dan ia belum mencucinya kemudian mengenai sesuatu, maka janganlah mencela kecuali dirinya sendiri.”

 

Musnad Ahmad 7254: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak dikatakan sebanding balas budi seorang anak kepada ayahnya kecuali jika ia mendapatinya sebagai hamba sahaya lalu ia beli dan bebaskan.”

 

Musnad Ahmad 7255: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ali bin Al hakam dari ‘Atho` bin Abi Rabbah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu kemudian ia menyembunyikannya, maka ia akan dicambuk dengan cambuk yang terbuat dari api pada hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7256: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsumamah bin Abdullah bin Anas dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika seekor lalat masuk ke dalam bejana salah seorang dari kalian maka hendaklah ia mencelupkannya, sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan yang lain sebagai obat.”

 

Musnad Ahmad 7257: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abu Al Muhazzim dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam memerintahkah kepada Fatimah, atau Ummu Salamah Rodliyallah ‘anha untuk memanjangkan ujung kainnya sepanjang satu hasta.”

 

Musnad Ahmad 7258: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari ‘Ammar bin Abu ‘Ammar berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika seorang hamba sahaya taat kepada Robbnya dan juga kepada tuannya maka baginya dua pahala.”

 

Musnad Ahmad 7258: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari ‘Ammar bin Abu ‘Ammar berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika seorang hamba sahaya taat kepada Robbnya dan juga kepada tuannya maka baginya dua pahala.”

 

Musnad Ahmad 7259: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan berkumpul di dalam neraka seorang yang membunuh orang kafir kemudian ia istiqomah dalam ketaatan.”

 

Musnad Ahmad 7260: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abu ‘Imron Al Jauni dari seorang laki-laki dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam akan kerasnya hatinya, maka beliaupun berkata: “Jika engkau ingin hatimu menjadi lembut maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepada anak yatim.”

 

Musnad Ahmad 7261: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit Al Bunani dari Abu Utsman An Nahdi bahwa Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Puasa pada bulan ramadlan dan puasa tiga hari pada setiap bulan adalah puasa sepanjang masa.”

 

Musnad Ahmad 7262: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim dan Ya’qub telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Ubaidullah bin Abdullah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mengharap kematian, jika ia orang yang baik hendaknya ia berharap kebaikannya meningkat, jika ia orang yang buruk amalnya hendaknya ia berharap tidak mengulangi kesalahannya.”

 

Musnad Ahmad 7263: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Ubaidullah bin Abdullah dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ada seorang laki-laki yang suka memberikan hutang kepada manusia, ia berkata kepada pesuruhnya: jika engkau mendatangi orang yang kesulitan maka maafkanlah semoga Allah memaafkan kita, ” beliau bersabda: “lalu ia bertemu dengan Allah Azza Wa jalla dan Dia memaafkannya.”

 

Musnad Ahmad 7264: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim yaitu Ibnu Sa’ad telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tempat persinggahan kita besok insya Allah di khoif (lembah) bani Kinanah, dimana mereka melakukan perjanjian di atas kekufuran.”

 

Musnad Ahmad 7265: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian melihat hilal maka berpuasalah dan jika kalian melihatnya maka berbukalah, maka jika terhalang karena mendung sempurnakanlah puasa kalian menjadi tiga puluh hari.”

 

Musnad Ahmad 7266: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Al Aghar dan Abu Salamah dari Abu Hurairah. Dan Ya’qub berkata, telah menceritakan kepada kami bapaku dari Ibnu Syihab dari Aghar dari Abu Hurairah -Ya’qub tidak menyebutkan nama Abu Salamah-. Bapakku berkata, telah menceritakan kepada kami Yunus dari Al Aghor dan Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Pada hari jum’at di setiap pintu dari pintu-pintu masjid terdapat para malaikat, mereka mencatat siapa yang lebih awal masuk masjid dan seterusnya, maka jika imam telah duduk mereka segera menutup buku catatan lalu datang untuk ikut mendengarkan khutbah.”

 

Musnad Ahmad 7267: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dan Ya’qub telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Syihab dari Sa’id Ibnul Musayyab bahwa Abu Hurairah mengkabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa makan dari buah pohon ini maka janganlah menyakiti kami dengan baunya di masjid kami ini.” Ya’qub berkata: “yakni bawang putih.”

 

Musnad Ahmad 7268: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim dari Ibnu Syihab dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah. -Ibrahim berkata; aku tidak mengetahuinya kecuali dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, bapakku berkata; “dan Ya’qub tidak merasa ragu.”- Beliau bersabda: “Keutamaan shalat jama’ah atas shalat yang dikerjakan oleh salah seorang dari kalian sendirian adalah dua puluh lima bagian.”

 

Musnad Ahmad 7269: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Aku diutus dengan ucapan yang singkat padat, aku dimenangkan dengan rasa takut pada diri musuh, dan dalam mimpiku aku diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi ditelakkan ditanganku.”

 

Musnad Ahmad 7270: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; dua orang laki-laki saling ejek, satu orang dari muslim dan satu orang lagi dari yahudi. Laki-laki muslim berkata; “dan demi Dzat yang telah memilih Muhammad di atas penduduk alam.” Dan laki-laki dari yahudi berkata; “dan demi Dzat yang telah memilih Musa di atas penduduk alam.” Maka marahlah laki-laki muslim tersebut seraya memukul wajahnya, maka laki-laki yahudi tersebut mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan mengkabarkan dengan apa yang telah terjadi, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pun memanggil laki-laki muslim tersebut, lalu beliau bertanya kepadanya dan ia mengakuinya. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah engkau lebihkan aku atas Musa, sesungguhnya pada hari kiamat kelak manusia akan pingsan dan akulah orang yang pertama kali tersadar, tetapi aku dapati Musa tengah berdiri di dekat `Arsy, hingga aku tidak tahu apakah ia termasuk orang yang pingsan kemudian ia tersadar sebelum aku, atau memang ia termasuk yang Allah Azza Wa Jalla kecualikan.”

 

Musnad Ahmad 7271: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Abu ‘Ubaid pelayan Abdurrahman bin ‘Auf, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak ada satu orangpun dari kalian yang amalannya bisa memasukkan ke dalam surga.” Para sahabat bertanya; “Tidak juga engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak juga dengan aku, tetapi Allah telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 7272: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Adam dan Musa Alaihimas Salam saling berdebat, Musa berkata kepada Adam; ‘Engkaulah Adam yang kesalahan-kesalahanmu telah mengeluarkan kamu dari surga.’ Lalu Adam berkata kepada Musa; ‘Engkau Musa yang Allah telah memilihmu dengan di ajak berbicara (secara langsung) dan diberi risalah-Nya, engkau mencelaku dengan suatu perkara yang Allah telah mentaqdirkannya atasku sebelum aku dicipta.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “maka Adam mendebat Musa, maka Adam mendebat Musa.” Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman telah menceritakan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Humaid bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersaba, lalu ia menyebutkan hadits tersebut diatas.

 

Musnad Ahmad 7273: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah ditanya; “Amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab: “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Dia berkata; “lalu apa lagi? Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah.” Ditanya: “lalu apa lagi?” Beliau menjawab: “Haji yang mabrur.”

 

Musnad Ahmad 7274: telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepada kami Sa’id dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai para wanita muslimah, janganlah tetangga wanita yang satu dengan yang lainnya saling meremehkan meskipun hanya dengan memberi tulang kambing.”

 

Musnad Ahmad 7275: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Al Aghor dan Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Rabb kita Yang Maha suci nama-Nya turun setiap malam pada sepertiga malam akhir ke langit dunia, Dia berfirman: ‘siapa berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, siapa meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, siapa meminta ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni, ‘ hal itu hingga matahari terbit, dan mereka lebih mengutamakan shalat diakhir malam ketimbang shalat diawal malam.”

 

Musnad Ahmad 7276: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Ibrahim berkata: saya datang kepada Sa’id Ibnu Marjanah lalu saya bertanya kepadanya dan dia berkata; saya pernah mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menshalati jenazah lalu ia tidak ikut mengiringnya ke kubur maka hendaklah ia berdiri hingga jenazah itu hilang darinya, dan barang siapa ikut mengiringinya maka janganlah ia duduk hingga mayat tersebut diletakkan.”

 

Musnad Ahmad 7277: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Ibnu Ishaq dari Yazid bin Abu Habib dari ‘Irak bin Malik dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dalam shalat, sungguh ia telah mendapatkan shalat tersebut.”

 

Musnad Ahmad 7278: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Ziyad telah menceritakan kepadaku orang yang telah mendengar dari Abu Hurairah, dia berkata; “Kekasihku mewasiatkan kepadaku dengan tiga hal, dia mewasiatkan agar aku shalat witir sebelum tidur, puasa tiga hari dalam sebulannya dan dua rakaat dluha, dan dia melarangku dari berpaling ketika shalat, duduk layaknya duduknya kera, dan mematuk layaknya ayam.”

 

Musnad Ahmad 7279: Telah menceritakan kepada kami Abul ‘Abbas Muhammad bin As Sammak telah menceritakan kepada kami Al Awwam bin Hausyab telah menceritakan kepadaku orang yang telah mendengar dari Abu Hurairah, dia berkata; “Kekasihku Shallallahu ‘alaihi wa Salam mewasiatkan kepadaku dengan puasa tiga hari dalam setiap bulannya, shalat witir sebelum tidur dan shalat dluha, sebab ia adalah shalatnya orang-orang yang bertaubat.”

 

Musnad Ahmad 7280: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Dzakwan dari Abu Hurairah dan ia memarfu`kan hadits ini kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Barang siapa yang Aku hilangkan kedua kekasihnya (kedua matanya) lalu ia bersabar dan berharap pahala (dariKu) maka Aku tidak akan merelakan suatu pahala baginya kecuali syurga.”

 

Musnad Ahmad 7281: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkabarkan kepada kami Sufyan dari Laits dari Ka’ab dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian bershalawat atasku maka mohonlah wasilah kepada Allah untukku.” Maka beliau ditanya; “Wahai Rasulullah apa itu wasilah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: “Yaitu derajat yang tinggi di dalam surga yang tidak akan didapatkan kecuali satu orang laki-laki saja, dan saya berharap bahwa dia adalah saya.”

 

Musnad Ahmad 7282: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkabarkan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin ‘Ajlan dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersin dan marah atau membenci orang yang menguap, dan jika salah satu dari kalian berkata (ketika menguap): ‘hah hah’ maka hanyasanya yang demikian itu adalah setan yang tertawa dari dalam lambungnya”.

 

Musnad Ahmad 7283: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab bahwa Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidur maka janganlah memasukkan tangannya ke dalam bejananya, ” atau beliau bersabda: “ke dalam air wudlunya sehingga ia mencucinya tiga kali, sebab ia tidak tahu dimana tangannya bermalam.”

 

Musnad Ahmad 7284: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam ditanya tentang tikus yang ada diminyak, maka beliau bersabda: “Jika minyak tersebut beku maka tikus tersebut dibuang beserta minyak yang ada disekitarnya saja, namun jika minyak itu cair maka janganlah kalian dekati.” Abdurrazzaq berkata; telah mengkabarkan kepadaku Abdurrahman bin Budzawaih, bahwa Ma’mar menyebutkan dengan sanad ini dengan redaksi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda. Dan Abdurrazzaq berkata; telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah.

 

Musnad Ahmad 7285: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian kencing di air yang diam (tidak mengalir) kemudian dia berwudlu di situ.”

 

Musnad Ahmad 7286: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Hassan dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda. Dan Abdurrazzaq berkata; telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika seekor anjing menjilat pada bejana maka cucilah ia sebanyak tujuh kali.”

 

Musnad Ahmad 7287: telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Umar bin Abdul Aziz dari Ibrahim bin Abdullah bin Qarizh, dia berkata: saya bertemu dengan Abu Hurairah yang sedang berwudlu, maka dia berkata; “Apakah kamu tahu kenapa saya berwudlu setelah memakan sepotong susu kering? sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berwudhulah kalian dari apa saja yang tersentuh oleh api.”

 

Musnad Ahmad 7288: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkabarkan kepada kami Ma’mar dan Ibnu Juraij dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa sorang laki-laki berkata; “Wahai Rasulullah, bolehkan seorang laki-laki shalat dengan satu kain saja?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam pun bersabda: “Apakah setiap dari kalian mempunyai dua kain?” Dia berkata dalam hadits Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari Abu Salamah bahwa Abu Hurairah menceritakan.

 

Musnad Ahmad 7289: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkabarkan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Dzakwan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setiap amal kebaikkan yang dikerjakan oleh anak cucu adam akan dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat kecuali puasa, dia untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwatnya karena Aku dan meninggalkan makan juga karena Aku. Orang yang puasa mempunyai dua kebahagiaan; satu kebahagiaanm ketika berbuka dan satu kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya Azza Wa Jalla, dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah dari wangi misik.”

 

Musnad Ahmad 7290: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Ikrimah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian shalat dengan satu kain maka hendaklah ia selempangkan antara dua ujungnya di pundaknya.”

 

Musnad Ahmad 7291: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam melihat ludah yang berada di kiblat masjid maka beliau menghilangkanya dengan kerikil atau dengan sesuatu, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian hendak berdiri shalat maka janganlah meludah di depannya atau di sisi kanannya, karena di sisi kanannya terdapat malaikat, akan tetapi hendaklah ia meludah pada sisi kirinya atau di bawah telapak kaki kirinya.”

 

Musnad Ahmad 7292: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa memakan buah ini -yaitu bawang- maka janganlah menyakiti kami di masjid kami”, dan dalam kesempatan lain beliau bersabda: “Jangan sekali-kali mendekati masjid kami, dan jangan menyakiti kami dengan baunya.”

 

Musnad Ahmad 7293: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Manshur dari ‘Abbad bin Unais dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya seorang mu`adzin akan diampuni sejauh suara yang ia kumandangkan, dan akan membenarkannya setiap yang basah dan yang kering yang mendengarkannya, dan bagi orang yang mendatangi panggilan tersebut akan dilebihkan dengan dua puluh lima derajat.”

 

Musnad Ahmad 7294: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Keutamaan shalat berjama’ah dari shalat sendirian adalah dua puluh lima derajat, dan akan berkumpul malaikat malam dan malaikat siang ketika shalat subuh.” Dia berkata: lalu Abu Hurairah berkata: “jika kalian mau bacalah: “dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).’”

 

Musnad Ahmad 7295: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dan Ibnu Juraij dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika panas telah menyengat maka tundalah waktu shalatnya sampai dingin, karena sesungguhnya panas yang menyengat adalah hembusan dari api jahannam.”

 

Musnad Ahmad 7296: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Salah seorang dari kalian akan tetap dihitung shalat selama ia menunggu datangnya shalat berikutnya, dan para malaikat akan senantiasa bershalawat kepada salah seorang dari kalian selama ia berada di masjid, mereka berdoa; ‘Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah sayangilah dia.'”

 

Musnad Ahmad 7297: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dan Ats Tsauri dari Isma’il bin Umayyah dari Abu ‘Amru bin Huraits dari bapaknya dari Abu Hurairah dan ia telah memarfu`kannya, dia berkata; Jika salah seorang dari kalian shalat hendaklah menghadap pada sesuatu, jika tidak ada sesuatu yang bisa dijadikan sebagai pembatas, maka hendaklah dengan tongkat, jika tidak ada tongkat hendaklah ia membuat garis, dan sesuatu yang lewat di depannya tidak akan membahayakan shalatnya.”

 

Musnad Ahmad 7298: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsipa mengintip suatu kaum di rumah mereka tanpa dengan persetujuan mereka, sungguh telah halal bagi mereka untuk mencongkel matanya.”

 

Musnad Ahmad 7299: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jangan kalian dahului orang yahudi dan Nasrani dalam mengucapkan salam, jika kalian berjumpa dengan mereka di jalan maka persempitlah jalan mereka.”

 

Musnad Ahmad 7300: Telah menceritakan kepda kami Abdurrazzaq dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Ubaidillah bin Abdullah bin ‘Utbah bahwa Abu Hurairah berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada thiyaroh (tahayul, beranggapan sial karena melihat burung atau yang lainnya) tapi yang baik itu adalah Alfa`lu (rasa optimis).” Dikatakan kepada beliau; “wahai Rasulullah apa itu Al fa`lu?” maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yaitu kalimah yang baik yang salah satu dari kalian mendengarnya.” Telah berbicara kepadaku ‘Affan, telah berbicara kepadaku Abdul Wahid bin Ziyad telah berbicara kepadaku Ma’mar dari Az Zuhri dari Humaid bin Abdurrahman dari Abi Hurairah, dia berkata: Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM bersabda: “Tidak ada thiyaroh dan yang baik adalah Al fa`lu (rasa optimis).” maka ia menyebutkan seperti hadits yang di atas.

 

Musnad Ahmad 7301: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dan Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak ada penularan, tidak ada shafar, dan tidak ada Hammah (keyakinan orang-orang jahilliyah bahwa tulang orang yang mati bisa hidup kembali).” Seorang arab badui berkata; “lalu bagimana dengan unta yang ada dipasir, seakan-akan kijang lalu datang padanya unta berkudis sehingga ia menularinya?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Lalu siapakah yang menulari yang pertama.”

 

Musnad Ahmad 7302: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa memelihara anjing selain anjing pemburu atau anjing penjaga kebun atau binatang ternak maka pahalanya akan berkurang satu qiroth pada setiap harinya.”

 

Musnad Ahmad 7303: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman dan Al Aghor murid Abu Hurairah, bahwa Abu Hurairah mengabarkan kepada mereka berdua dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Rabb kita Tabaraka Wa Ta’ala setiap malam turun ke langit bumi pada sepertiga malam akhir, Dia berfirman: ‘barangsiapa berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa meminta ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni dan barangsiapa meminta kepada-Ku maka akan Aku beri.'”

 

Musnad Ahmad 7304: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah. Dan dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh Sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghafal dan menjaganya maka ia akan masuk surga.” Dan Hammam menambahkan dalam hadits tersebut, dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah tunggal dan suka yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7305: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dan Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; “Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah yang di dalamnya orang kaya diundang sedangkan orang miskin ditinggalkan, dan ia (undangan) adalah sesuatu yang haq, maka barangsiapa meninggalkannya berarti ia telah bermaksiat.” Dan mungkin saja Ma’mar berkata; “Maka barangsiapa tidak memenuhi undangan tersebut berarti ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.”

 

Musnad Ahmad 7306: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Ma’mar dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba maka Dia berkata kepada Jibril: ‘sesungguhnya Aku mencintai fulan maka cintailah dia.'” Rasulullah bersabda: “Lalu Jibril berkata kepada para penghuni langit; ‘sesungguhnya Tuhan kalian mencintai fulan maka cintailah dia.'” Rasulullah bersabda: “Maka para penghuni langit mencintainya.” Rasulullah bersabda: “Hingga akhirnya ditetapkan bagi fulan untuk diterima di bumi.” Rasulullah bersabda lagi: “Maka seperti itu pula jika Allah membenci.”

 

Musnad Ahmad 7307: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamunya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau (jika ia tidak mampu) hendaklah ia diam.”

 

Musnad Ahmad 7308: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Telah datang kepada kalian penduduk Yaman, mereka adalah orang-orang yang berhati lembut, iman itu dari Yaman, hikmah dari Yaman dan fikih juga dari Yaman.”

 

Musnad Ahmad 7309: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Ubaidillah bin Abdullah bin ‘Utbah bahwa keduanya mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Maukah kalian saya beri tahu tentang sebaik baik rumah orang orang anshor?”, mereka berkata; “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda: “Yaitu Bani Abdul Asyhal, mereka adalah keluarga (golongan) Sa’d bin Mu’adz.” Mereka berkata; “Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Kemudian Bani An Najjar.” Mereka berkata; “Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Kemudian Bani Al Harits bin Al Khazraj.” Mereka berkata; “Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Kemudian Bani Sa’idah.” Mereka berkata; “Kemudian siapa lagi wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Kemudian pada setiap rumah orang orang Anshor terdapat kebaikan.” Ma’mar berkata: Tsabit dan Qotadah telah memberitahukan kepadaku, bahwa keduanya mendengar Anas bin Malik menyebutkan hadits ini, hanya saja dia berkata; “Bani An Najjar kemudian Bani Abdul Asyhal.”

 

Musnad Ahmad 7310: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Muhammad bin Ziyad -pelayan Bani Jumah- bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ketika seorang laki laki berjalan bangga dengan baju indah yang dikenakannya dan rambut terurai hingga pundaknya yang mengagumkan dirinya serta sarung (celana) yang menutupi kedua mata kakinya, maka Allah akan menenggelamkannya ke dalam bumi dalam keadaan tergoncang, ” atau beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ia jatuh ke dalamnya hingga hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7311: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq Telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri Telah menceritakan kepadaku Tsabit bin Qois bahwa Abu Hurairah berkata; Di jalanan Makkah angin kencang menerjang orang-orang, sedang waktu itu Umar bin Al Khaththab sedang melakukan haji, angin itu begitu kencang menerpa mereka, maka Umar pun berkata kepada orang-orang yang ada disekelilingnya: “Siapa yang bisa membacakan hadits kepada kami tentang angin?” Tetapi tidak ada seorangpun yang bisa membacakan hadits tersebut, hingga akhirnya ada seorang yang menyampaikan kepadaku perihal hadits yang ditanyakan oleh Umar tersebut. Kemudian aku percepat langkah untaku sehingga aku bisa mengejarnya, lalu aku berkata; “Wahai Amirul Mukminin, aku telah mendapatkan berita bahwa engkau bertanya tentang hadits yang berkenaan dengan angin, dan sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya angin itu dari rahmat Allah, kadang ia membawa rahmat dan kadang membawa bencana, jika kalian melihatnya maka janganlah kalian mencelanya, tapi mintalah kepada Allah dari kebaikkannya dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukkannya.”

 

Musnad Ahmad 7312: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Aku dimenangkan dengan rasa takut yang menghinggapi musuh, dan aku diberi ucapan yang padat makna, dan dalam mimpi aku diberikan kunci-kunci dari perbendaharaan bumi lalu diletakkan di kedua tanganku.” Kemudian Abu Hurairah berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah pergi sedang kalian mengeluarkannya.”

 

Musnad Ahmad 7313: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menginfaqkan Zaujain dari hartanya (sesuatu yang berpasangan seperti dua kuda, atau dua budak, pent) di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari setiap pintu-pintu surga. Sesungguhnya surga memiliki beberapa pintu, barangsiapa dari ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat, ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah, ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad dan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Royyan.” Lalu Abu Bakar berkata; “Wahai Rasulullah, setiap dari mereka dipanggil dari pintu yang sesuai dengan keahliannya, lalu apakah ada orang yang akan dipanggil dari setiap pintu?” Beliau menjawab: “Ya, dan aku berharap engkau salah satu dari mereka.”

 

Musnad Ahmad 7314: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Al Qosim bin Muhammad dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya jika seorang hamba mensedekahkan hartanya dari hasil yang baik maka Allah akan menerimanya dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya serta mengembangkannya sebagaimana salah satu dari kalian mengembangkan anak kuda atau untanya, dan sesungguhnya ada seorang laki laki yang bersedekah dengan satu suapan makanan maka ia berkembang dalam tangan Allah, ” atau beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dalam telapak tangan Allah hingga sedekah tersebut menjadi seperti gunung, maka bersedekahlah kalian.”

 

Musnad Ahmad 7315: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Adam dan Musa saling beradu argumentasi, Musa berkata kepada Adam; ‘Wahai Adam, engkaulah orang yang telah memasukkan keturunanmu ke dalam neraka.’ Lalu Adam ganti berkata kepada Musa; ‘Wahai Musa, Allah telah memilihmu dengan risalah dan kalam-Nya (diajak bicara secara langsung), dan Allah juga telah menurunkan kepadamu Taurot, maka apakah engkau dapati bahwa aku turun? ‘ Musa menjawab; ‘Ya.'” Beliau bersabda: “maka mendebat Adam Musa.” Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, sebagaimanan dalam hadits Abu salamah.

 

Musnad Ahmad 7316: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari ‘Atho` bin Yazid Al Laitsy dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam ditanya tentang anak-anak orang musyrik yang telah meninggal, maka beliau bersabda: “Allah lebih tahu dengan apa yang mereka kerjakan.”

 

Musnad Ahmad 7317: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda tentang Habbatus Sauda`: “Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus Sauda`, karena di dalamnya ada obat untuk segala penyakit kecuali As Saam.” Yaitu kematian.

 

Musnad Ahmad 7318: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Pintu-pintu syurga dibuka pada setiap hari senin dan kamis.” Ma’mar berkata: dan selain Suhail berkata: “amalan-amalan dipaparkan pada setiap hari senin dan kamis, lalu Allah Azza Wa Jalla mengampuni setiap hamba yang tidak berbuat syirik kepada-Nya sama sekali kecuali dua orang yang saling mendengki (mendendam), maka Allah berberfirman kepada Malaikat: ‘Tinggalkanlah keduanya hingga mereka saling berdamai.'”

 

Musnad Ahmad 7319: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dan Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Bukanlah yang disebut dengan kuat itu orang yang jago gulat.” Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, lalu siapakah yang disebut dengan orang yang kuat?” Beliau menjawab: “Yaitu orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

 

Musnad Ahmad 7320: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam; “amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Iman kepada Allah.” Dia bertanya lagi; “lalu apa lagi?” Beliau menjawab: “Lalu jihad di jalan Allah.” Dia Bertanya; “lalu apa lagi?” Beliau menjawab: “Lalu haji yang mabrur.”

 

Musnad Ahmad 7321: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Beliau bersabda: “Pada akhir zaman nanti hampir-hampir mimpi seorang mukmin tidak berdusta, dan sebenar benar mimpi adalah yang paling jujur bicaranya di antara kalian, mimpi itu ada tiga; mimpi yang baik maka dia adalah kabar gembira dari Allah Azza Wa Jalla, mimpi dari fikiran seorang sebelum tidur, serta mimpi yang berasal dari gangguan setan, dan jika salah satu di antara kalian bermimpi sesuatu yang tidak disenanginya maka janganlah ia menceritakannya kepada seorangpun dan hendaklah ia berdiri lalu mengerjakan shalat.” Abu Hurairah berkata; “saya suka dengan Al Qoidu (mimpi seseorang bahwa kedua kakinya terikat) dan saya tidak senang dengan Al Ghullu (mimpi seseorang bahwa kedua tangannya terikat pada lehernya), AlQoidu adalah kokoh dalam agama.”

 

Musnad Ahmad 7322: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya; -dari Abu Hurairah -) Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya mimpinya seorang mukmin itu adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian.”

 

Musnad Ahmad 7323: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya mimpinya seorang mukmin itu adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian.”

 

Musnad Ahmad 7324: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Sa’id bin Al Musayyib bahwa Hassaan pernah berkata pada sebuah majlis yang di dalamnya terdapat Abu Hurairah; “wahai Abu Hurairah saya bersumpah dengan nama Allah kepadamu, apakah kamu pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Terimalah saya maka Allah akan menguatkanmu dengan Ruhul Qudus (malaikat Jibril).” Abu Hurairah berkata; “Ya Allah, benar.”

 

Musnad Ahmad 7325: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya.”

 

Musnad Ahmad 7326: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; “Malaikat kematian diutus (oleh Allah Allah Azza Wa Jalla) kepada Musa, maka ketika ia tiba dihadapannya, Musa langsung memukulnya hingga dia mencongkel matanya, lalu ia kembali kepada Tuhannya Allah Azza Wa Jalla seraya berkata; ‘Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba yang tidak manginginkan (disegerakan) kematian.'” Abu Hurairah berkata; “maka Allah Azza Wa Jalla mengembalikan matanya dan berfirman: ‘Kembalilah dan katakan padanya agar ia meletakkan tangannya di atas punggung sapi, maka pada setiap bulu yang ia sentuh dengan tangannya akan ditangguhkan satu tahun dari umurnya, ‘ maka Musa berkata; ‘Wahai Tuhanku kemudian apa lagi setelah itu? ‘ Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kemudian akan datang kematian.’ Musa berkata; ‘Kalau begitu sekarang saja.’ Lalu iapun memohon kepada Allah agar (kuburnya) didekatkan dengan bumi Qudus dengan jarak jauhnya lemparan batu.” Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika saya ada di sana niscaya akan saya beritahuan kepada kalian letak kuburnya, yaitu pada sisi jalan di bawah pasir yang merah.”

 

Musnad Ahmad 7327: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar berkata; Az Zuhri berkata kepadaku; maukah engkah aku bacakan dua hadits yang menakjubkan. Az Zuhri berkata dari Humaid bin Abdurrahman bin ‘Auf dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Seorang laki-laki telah berlaku lalim kepada dirinya sendiri, maka ketika ajal datang kepadanya ia mewasiatkan kepada anaknya seraya berkata; ‘Jika aku nanti meninggal maka bakarlah mayatku, ambil abu mayatku dan buanglah ke udara dan lautan luas, demi Allah sekiranya Ia mampu pasti Ia akan membangkitkan aku dan menyiksaku dengan siksaaan yang tidak pernah ditimpakan kepada seorang pun.'” Beliau bersabda: “lalu anak-anaknya mengerjakan wasiat tersebut, lalu Allah berfirman kepada bumi: ‘Kumpulkanlah debu yang bersamamu’ kemudian perlahan orang itu bangun, lalu Allah bertanya: ‘Apa yang menjadikan kamu melakukan ini? ‘ dia menjawab; ‘Aku takut kepadamu wahai Rabb, ‘ atau dia mengatakan: ‘ketakutanku kepada-Mu.’ Kemuidan Allah pun mengampuninya.”

 

Musnad Ahmad 7328: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) Az Zuhri berkata; dan telah menceritakan kepadaku Humaid dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ada seorang wanita yang masuk ke dalam neraka karena seekor kucing yang diikatnya, ia tidak memberinya makan dan tidak juga melepaskannya agar bisa makan tetumbuhan atau binatang bumi hingga kucing tersebut meninggal.” Az Zuhri berkata: “yang demikan itu agar seseorang tidak berlepas diri (dengan amalannya) dan tidak juga berputus asa.”

 

Musnad Ahmad 7329: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mencium Al Husain bin Ali radliallahu ‘anhuma, sedang Al Aqro` bin Habis At Tamimi yang waktu itu duduk langsung berkata; “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak dan aku tidak penah mencium salah seorang dari mereka.” Berkata; lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memandang kearahnya seraya bersabda: “Sesungguhnya orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi.”

 

Musnad Ahmad 7330: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah meminang Ummu Hani` binti Abu Thalib, maka ia berkata; “Wahai Rasulullah sesungguhnya saya telah tua dan saya memiliki anak-anak.” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sebaik-baik wanita yang berkendara adalah para wanita Quraisy, mereka sangat sayang anak ketika kecilnya dan sangat menjaga amanat dalam menjaga harta suaminya.” Abu Hurairah berkata; “dan Maryam binti Imron tidak pernah mengendarai unta.” Telah berbicara kepada kami Abdurrazzaq, telah berbicara kepada kami Ma’mar dari Ibnu Thawus dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadits diatas, kecuali perkataan Abu Hurairah; “dan Maryam tidak pernah mengendarai seekor unta.”

 

Musnad Ahmad 7331: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah atau salah satu dari keduanya, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sombong dan angkuh ada pada orang-orang yang bersuara kasar dari penduduk badui, ketenangan ada pada para penggembala kambing, iman dari Yaman, dan hikmah juga dari Yaman.”

 

Musnad Ahmad 7332: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Abu Dzi`b dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku mempunyai hak atas orang Quraisy dan orang Quraisy juga mempunyai hak atas kalian, yaitu selama mereka menjadi hakim kemudian berlaku adil, jika diberi amanat melaksanakan, dan jika mereka dimohon kasih sayang mereka mengasihi.”

 

Musnad Ahmad 7333: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berilah nama seperti namaku dan jangan membuat kuniyah sebagaimana kuniyahku.”

 

Musnad Ahmad 7334: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Alangkah nikmatnya seorang budak yang diwafatkan oleh Allah dengan keadaan baik ibadahnya kepada Tuhannya serta taat kepada tuannya, alangkah nikmatnya dia, alangkah nikmatnya dia.”

 

Musnad Ahmad 7335: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar berkata; telah mengabarkan kepadaku Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mentaatiku berarti ia telah taat kepada Allah, dan barangsiapa durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah, barangsiapa mentaati amirku berarti ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa durhaka kepada amirku berarti ia telah durhaka kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 7336: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman berkata: Abu Hurairah shalat bersama kami lalu ia takbir ketika bangun, ketika akan rukuk, ketika akan sujud setelah bangun dari rukuk, ketika akan sujud setelah bangun dari sujud, ketika duduk, ketika akan bangun pada rakaat yang kedua, dia takbir dan takbir seperti itu pada dua rakaat yang terakhir. Dan ketika salam ia berkata; ” dan demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam (yaitu dalam shalatnya), beliau shalatnya tetap seperti ini sehingga beliau meninggal dunia.” Telah menceritakan kepada kami Abdul A’la dari Az Zuhri dari Abu Bakr bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dan dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa keduanya shalat dibelakang Abu Hurairah lalu ia menyebutkan sepert hadits Abdurrazzaq. Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Abu Bakr bin Abdurrahman bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam apabila ingin shalat beliau bertakbir, lalu ia menyebutkan hadits tersebut diatas.

 

Musnad Ahmad 7337: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika imam membaca: GHOIRIL MAGHDLUUBI AlIHIM WA ADLDLOOLlIIN, maka ucapkanlah AAMIIN, karena sesungguhnya para malaikat membaca AAMIIN dan imam juga membaca AAMIIN. Maka barangsiapa bacaan AAMIINnya berbarengan dengan bacaan malaikat, dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.”

 

Musnad Ahmad 7338: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam ketika mengangkat kepalanya dari rukuk beliau membaca; “ALLAHUMMA WA LAKALHAMDU (Ya Allah bagimu segala pujian).”

 

Musnad Ahmad 7339: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar, Az Zuhri berkata; dan sungguh telah mengabarkan kepadaku Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika shalat telah didirikan maka janganlah kalian datangi dengan tergesa-gesa, namun datangilah dengan berjalan kaki dan tetap tenang, apa yang kalian dapati maka shalatlah dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah.” Telah menceritakan kepada kami Yunus telah menceritakan kepada kami Laits dari Yazid -yaitu Ibnul Had-, dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika shalat telah didirikan, ” lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits tersebut diatas.

 

Musnad Ahmad 7340: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami bapakku, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apa-apa yang kalian dapati maka shalatlah dan apa-apa yang kalian tertinggal darinya maka sempurnakanlah.” Ma’mar berkata; “dan dia tidak menyebutkan sujud.”

 

Musnad Ahmad 7341: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari rakaat shalat, maka sungguh ia telah mendapatkan shalat.”

 

Musnad Ahmad 7342: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Abu Bakr bin Sulaiman bin Abi Hatsmah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam shalat zhuhur atau ‘ashar lalu beliau salam pada rakaat kedua, maka berkatalah kepada beliau Dzu Asy Syimalain bin Abdu ‘Amru, dia adalah seorang sekutu bani Zuhroh; “Apakah shalatnya sengaja diringkas atau karena engkau lupa?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apa yang dikatakan oleh Dzul Yadain?” para sahabat menjawab; “Wahai Rasulullah, benar apa yang dikatakan olehnya.” Maka beliupun menyempurnakan dua rakaat yang kurang bersama mereka.”

 

Musnad Ahmad 7343: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah atau salah satu dari keduanya, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah satu dari kalian shalat mengimami orang-orang maka hendaklah dia memperingan shalatnya, karena di sana terdapat orang yang lemah dan orang tua serta orang yang memiliki hajat.”

 

Musnad Ahmad 7344: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Muhammad bin Ziyad bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dikawatirkan bahwa orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, akan Allah ubah kepalanya dengan kepala himar.”

 

Musnad Ahmad 7345: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengangkat kepalanya pada rakaat terakhir dari shalat fajar, beliau mengatakan, “Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji, selamatkanlah Al Walid, Salamah bin Hisyam dan ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah serta orang-orang lemah dari kaum mukminin, Ya Allah keraskanlah hukuman atas Mudlor dan jadikanlah bagi mereka tahun-tahun paceklik sebagaimana tahun-tahun pada masa Yusuf.”

 

Musnad Ahmad 7346: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari AZ Zuhri dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesuatu yang diijinkan oleh Allah kepada Nabi-Nya adalah melagukan Al Qur`an.”

 

Musnad Ahmad 7347: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Qotadah dari Al Hasan dari Abu Hurairah, dia berkata; “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam menasihatiku dengan tiga hal yang aku tidak pernah meninggalkannya baik sewaktu mukim ataupun sewaktu safar; witir sebelum tidur, puasa tiga hari pada setiap bulannya, dan dua rakaat dluha.” Lalu Al Hasan merasa ragu sehingga shalat dluha ia ganti dengan mandi pada hari jum’at.

 

Musnad Ahmad 7348: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada kami Ziyad yaitu Ibnu Sa’d bahwa Tsabit bin ‘Iyadl pembantu Abdurrahman bin Zaid mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika seekor anjing menjilat pada bejana salah seorang dari kalian, maka cucilah ia sebanyak tujuh kali.” Dia berkata; dan telah mengabarkan kepadaku bahwa Hilal bin Usamah mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Salamah mengabarkan hal itu dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

 

Musnad Ahmad 7349: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dan Ibnu Bakr telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ziyad bahwa Tsabit pembantu Abdurrahman bin Zaid -dan Ibnu Bakr berkata; – dia telah mengkhabarkan kepadanya bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian tidur dan ingin berwudlu maka janganlah memasukkan tangannya ke dalam bejana sehingga dituangkan air ke tangannya, sebab ia tidak tahu kemana tangannya bermalam.”

 

Musnad Ahmad 7350: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku Umar bin Abdul ‘Aziz bahwa Abdullah bin Ibrahim bin Qorizh mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendapati Abu Hurairah berwudlu di depan masjid, lalu Abu Hurairah berkata; “hanyasannya aku berwudlu dari sisa-sisa aqith (Susu yang dikeringkan) yang aku makan, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berwudlulah kalian dari sesuatu yang tersentuh oleh api.”

 

Musnad Ahmad 7351: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan datang hari kiamat sehingga kalian akan diperangi oleh suatu kaum yang memakai sandal dari rambut dan wajah-wajah mereka seperti baju perang yang dipalu.”

 

Musnad Ahmad 7352: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan datang hari kiamat hingga bokong perempuan-perempuan Daus bergoyang di dekat Dzil Kholashoh, yaitu patung yang disembah oleh suku Daus di masa jahilliyah di bitabalah.”

 

Musnad Ahmad 7353: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kisro telah pergi dan tidak akan ada lagi Kisro setelahnya, Romawi telah pergi dan tidak akan ada lagi Romawi setelahnya, demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya sungguh kalian akan menginfaqkan harta simpanan mereka di jalan Allah.”

 

Musnad Ahmad 7354: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, hampir-hampir saja putra Maryam akan turun kepada kalian sebagai seorang hakim yang adil, imam yang adil, ia akan memecahkan salib, membunuh babi dan membebaskan jizyah, dan harta benda akan melimpah ruah sehingga tidak ada seorangpun yang mau menerimanya.”

 

Musnad Ahmad 7355: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Nafi’ pembantu Abu Qotadah, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Bagaimana menurut kalian jika Ibnu Maryam turun kepada kalian lalu mengimami kalian, ” atau beliau mengatakan; “imam kalian adalah orang dari kalian sendiri “.

 

Musnad Ahmad 7356: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Hanzhalah Al Aslami bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, sungguh putra Maryam akan bertalbiah dari jalan Rauha` untuk haji dan umrah atau untuk keduanya.”

 

Musnad Ahmad 7357: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian mencela masa, karena sesungguhnya Allah adalah masa, dan janganlah salah seorang dari kalian menyebut anggur dengan karom (mulia) karena sesungguhnya yang pantas disebut karom adalah seorang muslim.”

 

Musnad Ahmad 7358: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah `Azza Wa Jalla berfirman: ‘Anak cucu adam telah menyakiti Aku, ‘ Allah berkata; ‘dia mengatakan; wahai masa sang pembawa sial, padahal Aku adalah masa, Aku putar malamnya menjadi siang, dan jika Aku mau keduanya Aku ambil.'”

 

Musnad Ahmad 7359: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abu Shalih dari Al Harits bin Mukhallad dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang suami yang menyetubuhi istrinya dari duburnya maka Allah tidak akan melihatnya.”

 

Musnad Ahmad 7360: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian mendengar seorang laki-laki yang berkata: ‘orang-orang telah celaka, ‘ maka dialah yang paling celaka dari mereka, dan Allah berfirman: ‘Sesungguhnya dialah yang celaka.'”

 

Musnad Ahmad 7361: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dan Ibnu Bakr telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Umar bin Abdul Aziz dari Ibrahim bin Abdullah bin Qorizh dari Abu Hurairah. Dan dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika engkau berkata kepada temanmu; diam, sedangkan imam berkhutbah pada hari jum’at maka engkau telah sia-sia.” Ibnu Bakr berkata dalam haditsnya; telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari hadits Umar bin Abdul Aziz dari Ibrahim bin Abdullah bin Qorizh dari Abu Hurairah, dan dari hadits Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah bahwa ia berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengatakannya.

 

Musnad Ahmad 7362: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dan Ibnu Bakr mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Al ‘Ala` bin Abdurrahman bin Ya’qub dari Abu Abdullah Ishaq bahwa dia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidaklah matahari terbit dan terbenam yang lebih utama kecuali hari jum’at, dan tidaklah seekor binatang melata kecuali akan merasa takut dihari tersebut kecuali Tsaqolain (jin dan manusia), pada setiap pintu dari pintu-pintu masjid terdapat malaikat yang selalu mencatat orang yang lebih awal dalam menghadiri shalat jum’at. Maka orang yang pertama kali datang seperti berkurban seekor unta, kemudian seperti berkurban seekor sapi, kemudian seperti berkurban seekor kambing, kemudian seperti berkurban seekor burung, kemudian seperti seorang yang berkurban sebutir telur, maka jika imam telah duduk di atas mimbar buku catatan tersebut ditutup.”

 

Musnad Ahmad 7363: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Al ‘Abbas dari Muhammad bin Maslamah Al Anshari dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya pada hari jum’at ada satu waktu tidaklah seorang lelaki muslim yang mendapatkan waktu itu dan meminta kebaikkan kepada Allah kecuali Dia akan mengabulkannya, dan waktu tersebut adalah setelah ‘ashar.”

 

Musnad Ahmad 7364: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seseorang harus mandi karena memandikan jenazah dan harus berwudlu karena membawa jenazah.”

 

Musnad Ahmad 7365: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dan Ibnu Bakr mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Al Harits Ibnu Abdul Muththalib, dan Ibnu Bakr bin Abdul Malik berkata; bahwa Nafi’ bin Jubair telah mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Hurairah ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menshalati jenazah kemudian ikut mengantarkannya maka baginya pahala dua qiroth seperti gunung uhud, dan barangsiapa menshalati dan tidak mengantarkannya maka baginya pahala satu qiroth seperti gunung uhud.” Ibnu Bakr berkata; “satu qiroth sama dengan satu gunung uhud.”

 

Musnad Ahmad 7366: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Hisyam bin ‘Urwah dari Wahb bin Kaisan dari Muhammad bin ‘Amru ia menceritakan bahwa ketika Salamah bin Al azraq sedang duduk bersama Abdullah bin Umar tiba-tiba datang jenazah yang ditangisi, maka Abdullah bin Umar pun mencela hal itu, dan menghardik mereka, akhirnya Salamah bin Al Azraq berkata kepadanya; “jangan berkata demikian, karena sesungguhnya saya bersaksi kepada Abu Hurairah bahwa saya mendengar darinya, pernah suatu ketika istri marwan meninggal dunia dan ia menyaksikannya, maka ketika Marwan memerintahkan untuk mengusir para wanita yang sedang menangis, Abu Hurairah berkata kepadanya: “biarkan mereka wahai Abu Abdul Malik karena sesungguhnya ketika ada seorang jenazah yang lewat di depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang ditangisi para wanita dan saya sedang bersama beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam begitu juga Umar bin Al Khaththab, maka Umar mencela para wanita yang menangisi jenazah tersebut hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Biarkan mereka wahai ibnul Khaththab karena sesungguhnya jiwa sedang diuji dan air matapun meleleh, dan kejadian menyedihkan baru saja terjadi.” Maka Abdullah bin Umar berkata; “kamu mendengarnya?” Salamah bin Arzaq berkata; “Iya”, Abdullah bin Umar berkata; “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”

 

Musnad Ahmad 7367: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij. Dan Ibnu Bakr telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah telah menceritakan kepadanya, “bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam memerintahkan seorang laki-laki yang berbuka di siang hari pada bulan ramadlan untuk memerdekakan seorang budak, atau puasa dua bulan, atau memberi makan enam puluh miskin.”

 

Musnad Ahmad 7368: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dan Ibnu Bakr mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku ‘Atho` dari Abu Shalih Az Zayyat bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setiap amal bani Adam untuk dirinya sendiri kecuali puasa, sesunggunya ia untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah tameng, maka pada hari puasa salah seorang dari kalian janganlah ia berkata kotor pada hari itu, dan jangan berteriak gaduh, jika ada seseorang yang mencelanya atau menyakitinya maka hendaklah ia berkata; ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa'” (beliau ulang dua kali).”Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di hadapan Allah dari harumnya misik, dan orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan; jika datang waktu buka ia berbahagia dengan makan-minumnya, dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan amal puasanya.”

 

Musnad Ahmad 7369: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dan Ibnu Bakr mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah bahwa dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setan akan mendatangi salah seorang dari kalian dalam shalat, ia mengganggunya sehingga dia tidak tahu berapa rakaat yang telah ia kerjakan, maka jika dia mendapatkan yang demikian hendaklah dia sujud dengan dua kali sujud, sedang dia dalam posisi duduk.”

 

Musnad Ahmad 7370: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dan Ibnu bakr mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Umar bin ‘Atho` bin Abi Khuwar bahwa ketika sedang duduk-duduk bersama Nafi’ bin Jubair lewatlah di depan mereka berdua Abu Abdullah menantu Zaid Ibnu Ar Royyan. Ibnu bakr bin Az Zabban berkata: lalu Nafi’ memanggilnya, lalu dia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Shalat bersama imam itu lebih utama dua puluh lima derajat dari shalat yang ia kerjakan sendirian.”

 

Musnad Ahmad 7371: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dan Ibnu Bakr mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku ‘Atho` bahwa ia mendengar Abu Hurairah mengabarkan kepada mereka tentang setiap shalat yang dibacakan, (dia berkata;) “maka apa-apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam perdengarkan kepada kami, kami perdengarkan kepada kalian, dan apa-apa yang disembunyikan dari kami, maka kami sembunyikan dari kalian.” Ibnu Bakr berkata; pada setiap shalat ada bacaan Al Qur`an.

 

Musnad Ahmad 7372: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; aku tidak mengetahuinya kecuali dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Tidak boleh menahan kelebihan air untuk menahan kelebihan rumput.”

 

Musnad Ahmad 7373: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa membeli kambing mushorroh (yang ditahan susunya agar kelihatan besar ketika dijual) kemudian ia memerahnya, jika ridla ia boleh meneruskannya dan jika tidak, ia bisa mengembalikannya dengan disertai tambahan satu sho` kurma.”

 

Musnad Ahmad 7374: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir telah mengabarkan kepadaku Abu katsir bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah satu di antara kalian menjual kambing atau unta yang menyusuhi dan hampir melahirkan maka janganlah ia menahan susunya (agar montok untuk menipu pembeli).”

 

Musnad Ahmad 7375: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Orang kota tidak boleh manjual kepada orang dusun, tidak boleh menaikkan harga untuk menipu pembeli lainnya, seseorang tidak boleh menambah harga barang yang telah dibeli saudaranya (sehingga ia bisa membelinya, pent), tidak boleh meminang pinangan saudaranya, dan seorang wanita tidak boleh meminta talaq atas wanita lain agar ia bisa menikah dengan suaminya.”

 

Musnad Ahmad 7376: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Muhammad bin Wasi’ dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa melapangkan kesulitan orang yang diterpa kesulitan di dunia maka Allah akan melapangkan kesulitannya kelak di hari kiamat, dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim di dunia maka Allah akan menutupi aibnya kelak di hari kiamat, dan Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya.”

 

Musnad Ahmad 7377: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abdurrahman bin Hurmuz dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian melarang tetangganya untuk menyandarkan kayu di dinding rumahnya.” Lalu Abu Hurairah berkata; “kenapa aku melihat kalian berpaling, demi Allah sungguh aku akan melemparnya di antara pundak-pundak kalian.”

 

Musnad Ahmad 7378: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; dua wanita dari suku Hudzail saling berkelahi, salah satu dari keduanya melempar yang lain dengan menggunakan batu dan mengenai perutnya sehingga meninggal, ia juga membuat gugur janin yang ada dalam perutnya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memutuskan bahwa yang menebusnya adalah walinya, sedangkan untuk janinnya adalah membebaskan seorang budak laki-laki atau perempuan. Maka ada seseorang yang berkata; “bagaimana harus ada tebusan untuk sesuatu yang belum bisa makan minum, belum berbicara dan juga berteriak?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda sebagaimana yang diyakini oleh Abu Hurairah: ” (keyakinan) Ini adalah dari saudara-saudara dukun.”

 

Musnad Ahmad 7379: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Sa’id Ibnul Musayyab dan Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam beliau bersabda: “Binatang yang mati tertanduk adalah sia-sia, mati karena tercebur ke dalam sumur adalah sia-sia, mati karena kecelakaan dalam penambangan adalah sia-sia, dan pada harta terpendam yang ditemukan terdapat kewajiban mengeluarkan zakat seperlimanya, dan sesuatu yang hilang adalah sia-sia.”

 

Musnad Ahmad 7380: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Al A’raj berkata: Abu Hurairah berkata; “sesungguhnya kalian telah mengatakan bahwa yang paling banyak meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam adalah Abu Hurairah, demi Allah sesungguhnya kalian mengatakan kenapa kaum muhajirin tidak meriwayatkan hadits-hadits ini dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, dan kenapa kaum anshor tidak meriwayatkan hadits-hadits ini dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Sesungguhnya saudara-saudaraku dari kaum muhajirin mereka disibukkan dengan perdagangan mereka di pasar, dan saudara-saudaraku dari kaum anshor mereka disibukkan dengan ladang dan pertanian mereka, sedangkan aku adalah seorang lelaki yang hidup menetap, dan aku orang yang paling banyak mengikuti majlis-majlis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, aku bisa hadir disaat mereka tidak ada, aku bisa menghafalnya ketika mereka lupa. Dan sungguh, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah berbicara kepada kami pada suatu hari, beliau bersabda: “Siapa yang mau membentangkan kainnya sehingga aku bisa mengisinya dengan hadits-haditsku, lalu ia genggam untuknya, dan dia tidak akan pernah lupa dengan apa-apa yang pernah ia dengar dariku”, maka aku bentangkan kainku, atau dia mengatakan; aku bentangkan namirohku (pakaian lebar semacam daster untuk wanita), kemudian aku genggam untukku. Maka demi Allah, aku tidak pernah lupa dengan apa yang aku dengar darinya, dan demi Allah sekiranya bukan karena satu ayat dari Al Qur`an, sungguh aku tidak akan meriwayatkan sesuatupun kepada kalian selama-lamanya.” Kemudian ia membaca: “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk” satu ayat sampai selesai.”

 

Musnad Ahmad 7381: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kita datang terakhir dan akan bangkit pertama kali kelak dihari kiamat, kita adalah manusia pertama yang akan masuk ke dalam surga, meskipun mereka telah diberi al kitab sebelum kita dan kita diberikan setelah mereka, lalu Allah memberikan hidayah kepada kita terhadap kebenaran yang mereka berpecah belah di dalamanya. Dan inilah hari (hari jum’at) yang Allah memberikan petunjuk kepada kita, manusia mengikuti kita dihari ini, besok untuk yahudi dan besoknya lagi untuk nashrani.”

 

Musnad Ahmad 7382: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Abu Hurairah. Dan dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kita terakhir dan pertama kelak di hari kiamat meskipun mereka telah diberi al kitab sebelum kita dan kita diberi al kitab setelah mereka, maka ini adalah hari dimana mereka mendapatkan kewajiban tapi kemudian mereka menyelisihi, lalu Allah berikan hidayah kepada kita pada hari itu, maka manusia mengikuti kita pada hari itu, besok untuk yahudi dan besoknya lagi untuk nashrani.”

 

Musnad Ahmad 7383: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidaklah bayi yang dilahirkan kecuali setan akan menyentuhnya ketika ia lahir, sehingga mereka menangis keras karena sentuhan setan tersebut, kecuali Maryam dan putranya.” Lalu Abu Hurairah berkata; “Jika kalian mau bacalah; “dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”

 

Musnad Ahmad 7384: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab, dia berkata; Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sebaik-baik wanita yang mengendarai unta adalah para wanita Quraisy, mereka sangat sayang anak ketika kecilnya dan sangat menjaga amanat dalam menjaga harta suaminya.” Abu Hurairah berkata; “dan Maryam binti Imron tidak pernah mengendarai unta.”

 

Musnad Ahmad 7385: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku melihat ‘Amru bin ‘Amir Al Khuza’i menarik ususnya dalam neraka, dan ‘Amru adalah orang yang pertama kali mencetuskan binatang ternak sebagai Tuhan dan tidak boleh ditunggangi atau dibuat membawa barang.”

 

Musnad Ahmad 7386: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Abu ‘Urwah Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat tenggelamnya maka akan diterima taubatnya.”

 

Musnad Ahmad 7387: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setiap bayi terlahir dalam keadaan suci, maka orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nashrani, atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan apakah kalian mendapati bahwa anaknya cacat.” Kemudian dia berkata; “Jika kalian mau maka bacalah; ” (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.”

 

Musnad Ahmad 7388: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari seorang laki-laki dari bani Ghifar, dar Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sungguh Allah telah memberi udzur terhadap hamba-Nya yang Dia hidupkan hingga umur enam puluh atau tujuh puluh tahun, sungguh Allah telah memberi udzur, sungguh Allah telah memberi udzur kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7389: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Al Qosim bin Muhammad, dia berkata: pada suatu ketika Abu Hurairah berkumpul bersama Ka’ab, kemudian Abu Hurairah mengajak Ka’ab berbicara tentang Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam sedangkan Ka’ab mengajak bicara Abu Hurairah tentang kitab kitab yang diturunkan, Abu Hurairah berkata; Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setiap para Nabi memiliki doa yang dikabulkan dan sesungguhnya saya menunda (menyimpan) doaku untuk syafa’at umatku pada hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7390: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sulaiman bin Dawud pernah berkata; ‘Sungguh aku akan berkeliling (untuk bersetubuh, pent) dengan seratus istriku, setiap dari mereka akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan berperang di jalan Allah, ‘ tetapi ia lupa mengucakan insya Allah, lalu ia mengelilingi istri-istrinya.” Beliau bersabda: “dan tidak ada yang terlahir dari istri-istrinya kecuali satu orang dan dalam kondisi cacat.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya ia mengucapkan InsyaAllah dia tidak akan berdosa, dan itu adalah jalan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.”

 

Musnad Ahmad 7391: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: ” (Allah berfirman:) wahai masa sang pembawa sial, padahal Aku adalah masa, Aku putar malamnya menjadi siang, dan jika Aku mau keduanya Aku ambil.”

 

Musnad Ahmad 7392: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari ‘Atho` bin Yazid Al Laits dari Abu Hurairah berkata; orang-orang berkata: “wahai Rasulullah apakah kita akan melihat Tuhan kita pada hari kiamat?” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apakah kalian merasa bahaya bila melihat matahari yang tidak ada mendung di bawahnya?” Mereka berkata: “Tidak, wahai Rasulullah!” lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apakah kalian merasa bahaya bila melihat rembulan pada malam purnama yang tidak ada mendung dibawahnya?”, mereka berkata; “Tidak, wahai Rasulullah!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya kelak pada hari kiamat, demikian Allah akan mengumpulkan manusia lalu berfirman: ‘Barang siapa yang telah menyembah sesuatu maka ikutilah dia, ‘ maka orang yang menyembah rembulan mengikuti rembulan dan yang menyembah matahari mengikuti matahari serta yang menyembah para thaghut mengikuti para thaghut dan tinggallah umat ini yang terdapat di dalamnya orang-orang munafik, lalu Allah Azza Wa Jalla datang kepada mereka dengan selain rupa yang kalian kenal, Allah berfirman: ‘Aku adalah Tuhan kalian, ‘ maka mereka berkata; ‘saya berlindung kepada Allah darimu, ini adalah tempat kami sampai Tuhan kami datang kepada kami dan jika Tuhan kami telah datang kepada kami, maka kami mengenal Nya, ‘ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: lalu Allah Azza Wa Jalla datang kepada mereka dengan rupa yang mereka kenal dan berfirman: ‘Aku adalah Tuhan kalian, ‘ mereka berkata; ‘Engkaulah Tuhan kami, ‘ maka mereka mengikuti-Nya, ” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “dan diletakkan sebuah jembatan di atas jahannam, ” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “maka saya adalah orang yang pertama kali melewatinya, dan doa para Rasul ketika hari itu adalah: ‘ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah, ‘ dan pada jahannam terdapat beberapa kail seperti duri Sa’dan (duri yang sangat tajam), apakah kalian tahu apa itu duri Sa’dan?” mereka berkata: “Iya, wahai Rasulullah!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya kail-kail tersebut seperti duri Sa’dan hanya saja tidak diketahui berapa ukuran besarnya kecuali Allah Ta`ala, maka kail-kail tersebut menyambar manusia menurut amalan mereka, di antara mereka ada yang hancur karena amalannya dan di antara mereka ada pula sebagian tubuhnya yang disambar oleh kail-kail tersebut kemudian selamat, sehingga ketika Allah Azza Wa Jalla selesai dari persidangan para hamba-Nya, dan hendak mengeluarkan dari neraka orang yang dikehendaki oleh-Nya untuk mendapatkan rahmat-Nya dari golongan orang-orang yang bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan selain Allah, maka Allah Azza Wa Jalla memerintahkan para Malaikat untuk mengeluarkan mereka dari neraka, para Malaikat mengenal mereka dengan Alamat (tanda) bekas-bekas sujud dan Allah Azza Wa Jalla telah mengharamkan neraka untuk memakan dari bekas sujud anak cucu adam, lalu para Malaikat mengeluarkan mereka dalam keadaan telah hangus terbakar kemudian mereka diguyur dengan air yang bernama air kehidupan sehingga ia tumbuh sebagaimana benih yang tumbuh dalam genangan air, dan tinggallah seorang yang wajahnya menghadap ke neraka dan berkata; ‘Wahai Tuhanku sungguh neraka telah menyakiti diriku dan kobaran apinya telah membakarku maka palingkanlah wajahku dari neraka, ‘ dan ia masih terus berdoa kepada Allah hingga Allah berfirman: bisa jadi jika Aku memberikan itu kepadamu maka kamu akan memohon kepada-Ku yang lain, ‘ maka dia berkata; ‘Tidak, demi izzah-Mu saya tidak akan memohon kepada-Mu yang lain, ‘ maka Allah memalingkan wajahnya dari neraka lalu setelah itu dia berkata; ‘Wahai Tuhanku dekatkan saya ke pintu syurga, ‘ Allah berfirman: ‘Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan memohon kepada-Ku yang lain, celaka kamu wahai anak adam alangkah khianatnya dirimu, ‘ maka dia masih terus berdoa hingga Allah berfirman kepadanya: ‘bisa jadi jika Aku memberimu kamu akan memohon yang lain, ‘ dia berkata; ‘Demi Izzah-Mu saya tidak akan memohon kepada-Mu yang lain, ‘ dan iapun berjanji dan bersumpah untuk tidak memohon yang lain, maka Allah mendekatkannya ke pintu syurga sehingga ketika dia dekat dengannya maka syurga tertampang padanya dan ketika ia melihat apa yang ada di dalamnya berupa kenikmatan hidup dan kesenangan maka ia hanya terdiam selema Allah berkehendak kepadanya untuk diamnya, kemudian ia berkata; ‘Wahai Tuhanku masukkan saya ke dalam syurga, ‘ maka Allah berfirman: ‘bukankah kamu telah berjanji untuk tidak memohon yang lain? bahkan kamu telah memberikan janji dan sumpahmu untuk tidak memohon kepada-Ku yang lain’ maka dia berkata; ‘Wahai Tuhanku janganlah Engkau jadikan saya sebagai makhluk-Mu yang paling celaka’ dan ia masih terus berdoa kepada Allah sehingga Allah tersenyum, dan jika Allah telah tersenyum kepadanya maka Allah telah mengijinkannya untuk masuk ke dalam syurga, dan ketika ia telah dimasukkan ke dalamnya maka dikatakan kepadanya; ‘Berangan-anganlah untuk mendapatkan ini, ‘ maka iapun berangan-angan, kemudian dikatakan (kepadanya lagi); ‘Berangan-anganlah untuk mendapatan itu’ maka iapun berangan-angan sehingga angan-angannya terputus lalu dikatakan kepadanya; ‘Ini untukmu dan semisalnya bersamanya.'” ‘Atho` berkata: dan ketika itu Abu Sa’id duduk bersama Abu Hurairah, dan ia tidak mengubah sama sekali dari perkataan Abu Hurairah sehingga ketika Abu Hurairah sampai kepada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam: “Ini untukmu dan semisalnya bersamanya” Abu Sa’id berkata: “saya mendengar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda seperti ini: “Ini untukmu dan sepuluh kali lipat misalnya bersamanya”, Abu Hurairah berkata; saya (hanya hafal) dan semisalnya bersamanya. Abu Hurairah berkata; “dan itulah dari penduduk syurga yang paling terakhir yang masuk syurga.”

 

Musnad Ahmad 7393: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abi Hurairah berkata: bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Syurga dan neraka saling mengadu, maka Syurga berkata: ‘wahai Tuhanku kenapa tidak ada yang memasuki diriku kecuali orang orang yang faqir dari manusia dan yang rendah di antara mereka? ‘ sedangkan neraka berkata: ‘kenapa tidak ada yang memasuki diriku kecuali orang-orang congkak dan sombong? ‘ maka Allah berfirman kepada neraka: ‘kamu adalah siksa-Ku yang Aku timpakan kepada siapa saja yang Aku kehendaki, ‘ dan Allah juga berfirman kepada syurga: ‘kamu adalah rahmat-Ku yang Aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki, dan setiap satu dari kalian terdapat isinya.’ Adapun syurga maka Allah menambah (penduduknya) dengan sekehendak-Nya, sedangkan neraka maka penghuninya dilemparkan ke dalamnya dan neraka berkata: ‘apakah masih ada lagi? ‘ Hingga Allah meletakkan telapak kaki-Nya di dalamnya dan disitulah neraka menjadi penuh dengan penghuninya dan mereka saling berdesakan (bertumpukan/berhimpitan) antara satu dengan yang lain, hingga akhirnya neraka berkata: ‘cukup, cukup, cukup.'”

 

Musnad Ahmad 7394: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Ibnu ‘Abbas berkata: saya tidak berpendapat tentang sesuatu yang paling dekat dengan makna Al lamam (dosa dosa kecil) selain dari apa yang telah dikatakan oleh Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam: “Sesungguhnya Allah Allah `Azza Wa Jalla telah menetapkan pada setiap anak cucu Adam bagiannya dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari, maka zinanya mata adalah melihat sedangkan zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu keinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah sebagai pembenar atau tidaknya.”

 

Musnad Ahmad 7395: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya, dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “

 

Musnad Ahmad 7396: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, dia berkata; Ma’mar berkata; telah mengabarkan kepadaku Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa ditinggal mati oleh tiga anaknya yang belum baligh maka ia tidak akan tersentuh oleh api neraka kecuali sebagai pembuktian sumpah yaitu hanya lewat di atasnya begitu saja.”

 

Musnad Ahmad 7397: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Neraka mengeluh kepada Rabbnya seraya berkata; ‘Wahai Rabb sesungguhnya sebagian dariku memakan sebagian yang lain, berilah aku waktu bernafas.’ Lalu Allah pun memberinya waktu untuk bernafas dua kali dalam satu tahun, maka saat terdingin yang engkau temui adalah dari dinginnya jahannam dan saat terpanas yang engkau jumpai adalah dari panasnya jahannam.”

 

Musnad Ahmad 7398: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Hassaan dari Muhammad, ia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; ketika turun ayat: “IDZA JAA`A NASHRULLOH WAL FATH (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan), ” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Telah datang kepada kalian penduduk Yaman, orang-orang yang paling lembut hatinya, iman dari Yaman, fikih dari Yaman dan hikmah adalah milik penduduk Yaman.”

 

Musnad Ahmad 7399: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri, -dan Ma’mar berkata; dari Abu Hurairah, kemudian setelah itu berkata; – dari Al A’raj dari Abu Hurairah dalam hadits: “Zakat fithri wajib atas setiap hamba baik yang merdeka atau budak, laki laki atau perempuan, kecil atau besar, fakir atau kaya dengan ukuran satu sho’ kurma atau setengah sho’ gandum.” Ma’mar berkata: dan telah sampai kepadaku bahwa Az Zuhri meriwayatkan hadits ini hingga sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

 

Musnad Ahmad 7400: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Isra`il dari Simak dari Abu Ar Rabi’ dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah telah menjanjikan kepadaku dalam tiga hal yang tidak aku tinggalkan selamanya; aku tidak akan tidur sebelum melaksanakan shalat witir, dua rakaat dluha, dan puasa tiga hari dalam setiap bulannya.”

 

Musnad Ahmad 7401: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Dawud bin Qois dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian telah dibuatkan makanan oleh pembantunya, kemudian ia bawa setelah matang dan muncul baunya, maka hendaklah ia ajak duduk bersamanya dan makan bersama, jika dia enggan hendaklah ia letakkan ke dalam tangannya satu atau dua suap.”

 

Musnad Ahmad 7402: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Dawud bin Qois dari Abu Sa’id pembantu Abdullah bin ‘Amir, berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah kalian saling dengki, saling tipu, saling benci, saling membelakangi dan janganlah membeli/menjual barang yang hendak dibeli/dijual oleh orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhaliminya, tidak menelantarkannya, tidak membohonginya dan tidak menghinanya. Taqwa itu ada di sini -seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali-. Cukuplah seseorang dinilai buruk jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya diharamkan darahnya, hartanya dan kehormatannya.”

 

Musnad Ahmad 7403: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Dawud bin Qois dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berilah nama sebagaimana namaku dan jangan membuat kuniyah sebagaimana kuniyah, aku adalah Abul Qosim.”

 

Musnad Ahmad 7404: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Malik dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu amalan yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?, melangkahkan kaki ke masjid, menyempurnakan wudlu di saat yang tidak mengenakkan serta menunggu shalat setelah shalat, dan itulah ribath.”

 

Musnad Ahmad 7405: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Idris Al Khaulani dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berwudlu hendaklah memasukkan air ke dalam hidung, dan jika ia bersuci dengan batu hendaklah dengan bilangan ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7406: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepadaku Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Esa (tunggal) dan menyukai yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7407: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Esa (tunggal) menyukai yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7408: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Shalat di masjidku ini lebih utama seribu kali dari masjid-masjid selainnya kecuali masjidil haram.”

 

Musnad Ahmad 7409: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada kami ‘Atho` bahwa Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadanya dari Abu Hurairah, atau dari ‘Aisyah bahwa dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Shalat di masjidku lebih utama seribu kali dari masjid-masjid selainnya kecuali masjil haram.” Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij lalu ia menyebutkan sebuah hadits, ia berkata; dan telah mengabarkan kepadaku ‘Atho` bahwa Abu Salamah telah mengabarkan kepadanya dari Abu Hurairah dari ‘Aisyah, lalu ia menyebutkannya dan ia tidak merasa ragu.

 

Musnad Ahmad 7410: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak boleh bertekad keras melakukan safar kecuali ke tiga masjid; Masjidul Haram, masjidku ini dan masjid Al Aqsho.”

 

Musnad Ahmad 7411: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Ikrimah dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam melewati seorang laki-laki yang menuntun seekor unta, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Naikilah.” Ia berkata; “Sesungguhnya ia seekor unta.” Beliau bersabda: “Naikilah.” Ia berkata; “Sesungguhnya ia adalah seekor unta.” Abu Hurairah berkata; sungguh aku melihatnya mengejar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam sedang dilehernya ada sandal.

 

Musnad Ahmad 7412: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya manusia mengetahui pahala mendatangi adzan dan pahala pada shof pertama sungguh mereka akan berundi untuk mendapatkan keduanya, dan sekiranya mereka mengetahui pahala orang yang bersegera mendatangi shalat sungguh mereka akan berlomba-lomba untuk lebih awal, dan sekiranya mereka mengetahui pahala shalat isya` dan shalat subuh sungguh mereka akan mendatanginya meskipun harus merangkak.” Aku katakan kepada Malik; kenapa dia menyebut dengan Al Atamah? Dia berkata; demikianlah apa yang dikatakan oleh orang yang telah menceritakan kepadaku.

 

Musnad Ahmad 7413: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku ‘Atho` bahwa Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadanya dari Abu Hurairah atau dari ‘Aisyah bahwanya ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Shalat di masjidku lebih baik dari seribu shalat yang dikerjakan di masjid lainnya, kecuali masjid Al Aqsho.” Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij lalu ia menyubutkan hadits tersebut. Berkata; dan telah mengabarkan kepadaku ‘Atho` bahwa Abu Salamah mengabarkan kepadanya dari Abu Hurairah dari ‘Aisyah lalu ia menyebutkan hadits tersebut dan ia tidak merasa ragu.

 

Musnad Ahmad 7414: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah dari kelebihan harta, dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu, dan tangan di atas itu lebih baik dari tangan di bawah.” Aku bertanya kepada Ayub, “Apa yang dimaksud dengan kelebihan harta?” Dia berkata; “Dari kelebihan hartamu.”

 

Musnad Ahmad 7415: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Asy’ats bin Abdullah dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang melakukan perbuatan baik selama tujuh puluh tahun, lalu ketika berwasiat ia berbuat zhalim dalam wasiatnya hingga kehidupannya diakhiri dengan sejelek-jelek amalannya maka iapun masuk neraka, dan sesungguhnya ada seorang laki-laki yang melakukan perbuatan jelek selama tujuh puluh tahun, lalu ketika berwasiat ia berbuat adil hingga kehidupannya diakhiri dengan sebaik-baik amalannya maka iapun masuk ke dalam syurga.” Syahr bin Hausyab berkata: kemudian Abu Hurairah berkata; dan jika kalian berkehendak bacalah; ” (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah -sampai pada firman-Nya -dan baginya siksa yang menghinakan.”

 

Musnad Ahmad 7416: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam berkata: Aku mendengar Abu Hurairah berkata; Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah satu dari kalian terus menerus mengucapkan sumpah (janji) terhadap istrinya maka ia telah berbuat dosa, maka dengan itu wajib baginya membayar kafarat sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah padanya.”

 

Musnad Ahmad 7417: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Sufyan dari Dawud dari seorang Syaikh dari Abu Hurairah, dia berkata; Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Akan datang pada kalian suatu zaman dimana seseorang disuruh memilih antara kelemahan atau berbuat keburukan, maka barang siapa mendapati zaman tersebut hendaklah memilih kelemahan dari pada berbuat keburukan.”

 

Musnad Ahmad 7418: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah memberitakan kepada kami bapakku telah mengabarkan kepada kami Mina` dari Abu Hurairah, dia berkata; ketika aku sedang duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam datanglah seorang laki-laki seraya berkata: “Wahai Rasulullah laknatlah kabilah Himyar.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berpaling darinya, lalu ia datang kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam dari arah yang lain dan beliaupun selalu berpaling darinya, dan laki-laki itu tetap memohon, “Laknatlah kabilah Himyar.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah merahmati orang-orang Himyar karena mulut mereka sering mengucapkan salam dan tangan mereka sering memberikan makanan, mereka adalah orang-orang yang aman dan beriman.”

 

Musnad Ahmad 7419: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berwudlu maka hendaklah ia memasukan air ke dalam hidungnya kemudian mengeluarkannya kembali, dan barangsiapa bersuci dengan menggunakan batu hendaklah dengan bilangan yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7420: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Al Mutsanna bin Ash Shabah telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bin Syu’aib dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; ada seorang badui datang kepada Nabi seraya berkata; “kami berada di gurun pasir selama empat bulan atau lima bulan sedangkan pada kami terdapat para wanita yang sedang nifas dan haidl, serta terdapat pula orang yang junub, maka bagaimana pendapat tuan?” maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Hendaknya kamu bertayamum dengan debu.”

 

Musnad Ahmad 7421: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Muhammad, dia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun untuk tahajjud, hendaklah ia membukanya dengan dua rakaat yang ringan.”

 

Musnad Ahmad 7422: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa diundang dalam acara walimah hendaklah datang, jika tidak berpuasa hendaknya ia makan dan jika sedang berpuasa hendaklah ia teruskan dan berdoalah untuk mereka.”

 

Musnad Ahmad 7423: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah berkata; “tikus itu adalah binatang yang diubah wujudnya berdasarkan ayat, sesungguhnya jika didekatkan kepadanya susu unta dia tidak mau memakannya, dan jika didekatkan kepadanya susu kambing ia meminumnya, ” atau dia mengatakan; “ia memakannya, ” maka Ka’ab berkata kepada Abu Hurairah, “Apakah hal ini engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam?” maka dia berkata; “Apa kau kira bahwa kitab Taurot telah turun kepadaku?”

 

Musnad Ahmad 7424: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak ada faro’ dan tidak ada ‘atiroh (kambing yang disembelih di builan Rojab). Faro’ adalah anak pertama unta biasa disembelih untuk persembahan tuhan berhala.”

 

Musnad Ahmad 7425: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang dari Ad Dubba`, Al Muzaffat dan Al hantam (bejana yang terbuat dari campuran tanah liat, rambut dan darah) dan An Naqir (batang kayu yang dilubangi).”

 

Musnad Ahmad 7426: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu katsir bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Khamer terbuat dari dua pohon ini; kurma dan anggur.”

 

Musnad Ahmad 7427: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab bahwa Abu Hurairah berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah mengharamkan antara dua sisi kota Madinah.” Abu Hurairah berkata; “maka sekiranya aku mendapatkan kijang di antara dua sisinya tersebut aku tidak akan manakut-nakutinya, yaitu jarak dua belas mil disekitar Madinah.”

 

Musnad Ahmad 7428: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bin Yahya bin Umaroh bahwa ia mendengar dari Al Qarrazh salah seorang sahabat Abu Hurairah, dan ia merasa bahwa dirinya pernah mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menginginkan sebuah kejelekkan untuk penduduk madinah, maka Allah akan melelehkannya sebagaimana melelehnya garam dalam air.”

 

Musnad Ahmad 7429: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari ‘Ashim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mempunyai harta dan tidak memberikan haknya, maka pada hari kiamat hartanya akan diwujudkan dalam bentuk seekor ular yang mendatanginya dengan bisa di mulutnya, ular tersebut mengikutinya sehingga ia meletakkan tangannya ke dalam mulut ular tersebut, dan ia dalam kondisi semacam itu sehingga semua urusan antara hamba selesai.”

 

Musnad Ahmad 7430: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dan Ibnu Juraij dari Isma’il bin Umayyah dari Makhul dari ‘Irok bin Malik dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Tidak ada kewajiban atas seorang mukmin untuk mengeluarkan zakat budak atau kudanya.”

 

Musnad Ahmad 7431: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Ziyad bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; kami pernah berada bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam ketika beliau membagi-bagikan kurma zakat sedang Al Hasan bin Ali berada dalam gendongannya, maka ketika selesai beliau mengendongnya di atas pundaknya lalu mengalirlah liur Al Hasan pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam hingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengangkat kepalanya dan ternyata pada mulutnya terdapat sebuah kurma, akhirnya beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam memasukkan tangannya dan membuangnya darinya seraya bersabda: “Apakah kamu tidak tahu bahwa zakat itu tidak halal bagi keluarga Muhammad.”

 

Musnad Ahmad 7432: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seorang janda dimintai pendapatnya dan seorang gadis dimintai izinnya.” Para sahabat bertanya; “Bagaimana bentuk izinnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Jika ia diam.”

 

Musnad Ahmad 7433: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab demikian dia berkata; dari Abu Hurairah, dia berkata; “telah dating, ” dan dia menyebutkan hadits Al Fazari dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, dia berkata; “Istriku telah melahirkan seorang anak laki-laki dengan kulit hitam, ” dia menolak dan tak menginginkannya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pun bersabda: “Apakah kamu mempunyai seekor unta?” Dia menjawab; “iya.” “Lalu apa warnanya?” tanya Nabi. Dia menjawab; “Merah.” Beliau bersabda: “Apakah ada yang berwarna abu-abu?” Dia menjawab, “Benar, ada warna abu-abu kecoklatan.” Beliau bersabda: “Dari manakah warna itu?” Dia menjawab, “Aku tidak tahu, mungkin ia dari turunan moyangnya.” Beliau bersabda: “Demikian dengan anakmu, mungkin ia dari turunan moyangnya.” Dan beliau tidak memberikan keringanan baginya untuk tidak menerima anaknya.

 

Musnad Ahmad 7434: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri telah menceritakan kepada kami seorang laki-laki dari Muzainah dan ketika kami sedang berada bersama Sa’id bin Al Musayyab, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah merajam laki-laki Yahudi dan perempuan Yahudi.

 

Musnad Ahmad 7435: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa meminum khamer maka jilidlah dia, kemudian jika ia meminum lagi maka jilidlah dia, kemudian jika ia meminum lagi maka jilidlah dia, kemudian jika meminum lagi maka bunuhlah dia.”

 

Musnad Ahmad 7436: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Anak adalah untuk suami, dan bagi pezina adalah rajam.”

 

Musnad Ahmad 7437: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dan Malik dari Ibnu Syihab dari Ibnu Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika engkau berkata kepada temanmu; diam, dan imam sedang berkhutbah maka sungguh telah sia-sia.” Ibnu Juraij berkata; dan telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Umar bin Abdul Aziz dari Ibrahim bin Abdullah bin Qorizh dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7438: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat shalat sungguh ia telah mendapatkan shalat tersebut.”

 

Musnad Ahmad 7439: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Al Aghor Abu Abdullah murid Abu Hurairah, dari Abu Hurairah, dia berkata; “Pada hari jum’at para malaikat duduk pada pintu-pintu masjid, mereka mencatat setiap yang datang untuk shalat jum’at, maka jika imam telah keluar untuk khutbah mereka menutup buku catatan mereka seraya masuk ke dalam masjid untuk ikut mendengarkan khutbah.”

 

Musnad Ahmad 7440: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya, Abu Hurairah menambahkan;) dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Orang yang paling pertama mendatangi shalat jum’at seperti orang yang bersedekah seekor unta, kemudian setelahnya seperti orang yang bersedekah seekor sapi, kemudian setelahnya seperti orang yang bersedekah seekor kambing, kemudian setelahnya seperti orang yang bersedekah seekor ayam, kemudian seperti orang yang bersedekah, -aku mengira bahwa beliau mengatakan; – seperti sebutir telur.” Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhri dan telah mengabarkan kepadaku Abu Abdullah Al Aghor bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika hari jum’at pada setiap pintu masjid, ” kemudian ia menyebutkannya dan tidak merasa ragu bahwa; “pahalanya adalah seperti telur.” Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepadaku Ibnu Abu Dzi`b dari Az Zuhri dari Abu Abdullah Al Aghor sebagaimana dalam hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7441: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: sedang waktu itu beliau ada di atas mimbar, “Sesungguhnya pada hari jum’at ada satu saat -lalu beliau mengisyaratkan dengan telapak tanggannya seakan-akan beliau menunjukkan sedikitnya waktu itu-, tidaklah seorang muslim mendapati waktu tersebut lalu ia meminta kepada Allah dengan sesuatu kecuali akan diberi.”

 

Musnad Ahmad 7442: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari seorang laki-laki yang biasa dipanggil dengan nama Abu Ishaq dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa memandikan mayit hendaklah ia mandi.”

 

Musnad Ahmad 7443: Telah menceritakan kepada kami Yunus telah menceritakan kepada kami Aban berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsir dari seorang laki-laki dari bani laits, dari Abu Ishaq bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa memandikan mayit hendaklah ia mandi.”

 

Musnad Ahmad 7444: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Aku tidak tahu kecuali hadits ini telah marfu`, beliau bersabda: “Bersegeralah dengan jenazah kalian, jika ia termasuk hamba yang shalih berarti kalian telah mensegerakan mereka kepada kebaikkan, dan jika ia termasuk hamba yang durhaka berarti kalian telah meminta kasih sayang Allah darinya dan meletakkan keburukkan dari pundak kalian.” Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq telah mengabarkan kepada kami Abdullah Ibnul Mubarak telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abi Hafshah dari Az Zuhri dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda. lalu ia menyebutkan makna hadits tersebut. Telah menceritakan kepada kami Abdullah berkata; Bapakku berkata; dan Yunus menyelisihi keduanya, dan berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Umamah bin Sahl. Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ishaq dari Ibnul Mubarak dari Yunus dari Az Zuhri dari Abu Umamah.

 

Musnad Ahmad 7445: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menshalati jenazah maka baginya pahala satu qiroth, dan barangsiapa menunggu hingga jenazah dimasukkan ke dalam liang lahad maka baginya pahala dua qiroth, dan dua qiroth adalah sebanding dengan dua gunung besar.”

 

Musnad Ahmad 7446: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memberitahukan kematian raja Najasyi kepada para sahabatnya sedang waktu itu beliau di Madinah, maka para sahabat pun membuat barisan shalat di belakang beliau, dan beliau menshalatinya dan bertakbir empat kali.”

 

Musnad Ahmad 7447: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin bahwa Abu Hurairah melakukan sujud di surat tesebut. Abu Hurairah berkata; “aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam sujud di surat tersebut, Yaitu disurat; “IDZAS SAMAA`UN SYAQQOT (Apabila langit terbelah) “

 

Musnad Ahmad 7448: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah atau, dari salah satu dari keduanya, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika kalian melihat hilal maka berpuasalah, dan jika kalian meihat hilal maka berbukalah, dan jika terhalang karena mendung maka berpuasalah tiga puluh hari.”

 

Musnad Ahmad 7449: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang didahuluinya puasa ramadlan dengan puasa satu atau dua hari, kecuali seseorang yang telah melakukan puasa sebelumnya kemudian datang puasa Ramadlan.”

 

Musnad Ahmad 7450: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnu Abi Unais dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika bulan ramadlan tiba pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”

 

Musnad Ahmad 7451: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub telah menceritakan kepada kami ayahku dari Shalih; Ibnu Syihab berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Abi Anas bahwa bapaknya bercerita padanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika masuk bulan ramadlan pintu-pintu rahmat akan dibuka, pintu-pintu jahannam ditutup dan setan-setan dibelenggu.” Bapakku berkata; dan telah menceritakannya kepada kami Ya’qub telah menceritakan kepadaku bapakku dari Ibnu Ishaq berkata; telah disebutkan bahwa Ibnu Syihab berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Abi Anas bahwa ia mendengar Abu Hurairah, -dan dia tidak mengatakan dari bapaknya-, lalu ia menyebutkan hadits tersebut. Telah menceritakannya kepada kami ‘Attab telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami Yunus dari Az Zuhri berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Anas lalu ia menyebutkannya.

 

Musnad Ahmad 7452: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari ‘Urwah dari ‘Aisyah dan dari ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melaksanakan i’tikaf pada sepuluh Akhir dari ramadlan hingga Allah Azza Wa Jalla mencabut nyawa beliau.

 

Musnad Ahmad 7453: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Humaid bin Abdurrahman bin ‘Auf dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa seorang laki-laki datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam seraya berkata; “Telah celaka diriku wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Apa yang menjadikan engkau celaka?” Dia berkata; “Aku telah menyetubuhi istriku pada siang hari di bulan ramadlan.” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apakah engkau mempunyai budak?” dia berkata; “Tidak.” Beliau bersabda: “Mampukah jika engkau harus berpuasa dua bulan berturut-turut?” Dia berkata; “Tidak mampu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Bagaimana jika memberi makan enam puluh miskin?” Dia berkata; “Aku tidak memiliki makanan untuk itu wahai Rasulullah.” Abu Hurairah berkata; lalu dihadapkanlah kepada beliau sekeranjang kurma. Beliau bersabda: “Pergi dan sedekahkan kurma ini.” Lalu dia berkata; “Kepada orang yang paling miskin dariku! Demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, di antara dua lembah ini tidak ada yang lebih membutuhkan kecuali aku.” Lalu tertawalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam seraya bersabda: “Bawalah kurma ini untuk keluargamu.”

 

Musnad Ahmad 7454: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Janganlah kalian berpuasa wishol”, Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, engkau sendiri melakukan puasa wishol?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku tidak sama dengan kalian, diwaktu malam sesungguhnya Allah telah memberiku makan dan minum.” Abu Hurairah berkata; Namun para sahabat tidak berhenti dari melakukan puasa wishol, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam pun menyambungkan puasanya dengan mereka selama dua atau tiga hari. Maka ketika kemudian mereka melihat hilal, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya hilal belum terlihat sungguh aku ingin menambah hari untuk kalian berpuasa, ” seakan beliau ingin menghukum mereka.

 

Musnad Ahmad 7455: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami bapakku, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dan Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memotifasi untuk menegakkan ibadah di bulan ramadlan tanpa harus memerintahkan mereka dengan paksaan, beliau bersabda: “Barangsiapa menegakkan (ibadah) ramadlan karena iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”

 

Musnad Ahmad 7456: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dan Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Setiap amalan anak cucu Adam adalah untuk mereka kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah dari wangi misik.”

 

Musnad Ahmad 7457: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) Az Zuhri berkata; Dan telah mengabarkan kepada kami Sa’id bin Musayyab dari Abu Hurairah ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku diisra`kan, aku bertemu dengan Musa ‘Alaihis Salam, lalu beliau menyebutkan sifatnya, beliau bersabda: “Ia seorang laki-laki, Abu Hurairah berkata, “Aku perkirakan bahwa beliau mengatakan: “Tidak terlalu tinggi dan tidak banyak dagingnya, rambut kepalanya tidak keriting dan tidak lurus, seakan-akan ia seorang laki-laki dari Syanu`ah.” Beliau bersabda: “Aku juga bertemu dengan Isa ‘Alaihis Salam, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan sifatnya, beliau mengatakan: “Ia seorang laki-laki yang tidak terlalu tinggi dan berkulit kemerah-merahan, seakan-akan ia baru dikeluarkan dari kamar mandi (wajahnya segar berair).” Beliau bersabda lagi: “Aku juga bertemu dengan Ibrahim ‘Alaihis Salam, dan di antara anaknya aku adalah orang yang paling mirip dengannya.” Beliau bersabda: “Lalu aku diberikan dua bejana, satu berisi susu dan satu lagi berisi khamer, kemudian dikatakan kepadaku, “Ambillah mana yang kamu suka, ” maka aku pun mengambil susu dan meminumnya. Lalu dikatakan kepadaku, “Engkau telah diberi hidayah kepada fitrah, dan engkau telah mendapatkan fitrah. Sekiranya engkau mengambil khamer maka engkau telah menggelincirkan umatmu.”

 

Musnad Ahmad 7458: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, dia berkata: aku mendengar Hisyam bin Hassaan menceritakan dari Muhammad bin Sirin dia berkata; ketika aku sedang bersama Abu Hurairah maka ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya tentang sesuatu yang aku tidak mengerti apa yang ditanyakannya?. Muhammad bin Sirin berkata: maka Abu Hurairah berkata; “Allahu Akbar, telah ada dua orang yang bertanya tentang hal itu, dan ini adalah yang ketiga, saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya akan ada orang-orang yang dibingungkan oleh suatu pertanyaan, hingga mereka berkata; Allah menciptakan makhluq lalu siapa yang menciptakan Allah?.”

 

Musnad Ahmad 7459: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “celaka bagi tumit-tumit yang tidak terbasuh air akan masuk neraka.”

 

Musnad Ahmad 7460: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Pada setiap malam, Rabb kita turun (ke langit dunia), yaitu jika telah berlalu sepertiga malam yang awal. Allah berfirman: ‘Aku adalah Raja, barangsiapa meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, barangsiapa berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa meminta ampunan kepada-Ku maka akan Aku ampuni, ‘ dan itu terus berlangsung sehingga datang waktu fajar.”

 

Musnad Ahmad 7461: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, Ma’mar berkata dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.”

 

Musnad Ahmad 7462: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Sa’d bin Ibrahim berkata; telah menceritakan kepada kami Umar bin Abu Salamah dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa dari kalian mendatangi shalat maka hendaklah ia datangi dengan tenang dan berwibawa, hendaklah ia shalat dari apa yang ia dapati dan menyempurnakan yang ia tertinggal darinya.”

 

Musnad Ahmad 7463: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Umar bin Habib dari ‘Amru bin Dinar dari Thawus dari Abu Hurairah berkata: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setiap bayi yang terlahir ia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah yang menjadikan mereka Yahudi atau Nasrani, sebagaimana binatang ternak yang melahirkan anak dalam keadaan sehat lalu telinganya di setrika (sebagai tanda, pent).”

 

Musnad Ahmad 7464: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepadaku Rabbah dari Ma’mar dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Akan ada banyak fitnah dimana pada waktu itu orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berlari, maka barangsiapa mendapatkan tempat bernaung atau berlindung maka hendaklah ia berlindung dengannya.”

 

Musnad Ahmad 7465: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Akan banyak terjadi fitnah -dan dia tidak memarfu`akannya-, dia berkata: “Dan barangsiapa mendapatkan tempat bernaung atau berlindung maka hendaklah ia berlindung dengannya.”

 

Musnad Ahmad 7466: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Ibnu ‘Abbas berkata: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat shalat sebelum terbenamnya matahari maka ia telah mendapatkannya.” Hadits ini diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat fajar sebelum terbitnya matahari maka ia telah mendapatkannya.”

 

Musnad Ahmad 7467: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bahwa Abu Hurairah berkata; seorang arab badui berdiri dan kencing di dalam masjid, maka orang-orang pun menariknya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam lalu berkata kepada mereka, “Biarkanlah dia, dan tuangkanlah pada bekas kencingnya dengan satu ember air, sesungguhnya kalian di utus untuk memberi kemudahan bukan kesulitan.” Telah menceritakan kepada kami Harun berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb berkata; telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab berkata; telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin Abdullah berkata; bahwa Abu Hurairah telah mengabarkan kepadanya; bahwa ada seorang arab badui yang kencing di dalam masjid, lalu ia menyebutkan makna hadits tersebut.

 

Musnad Ahmad 7468: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Muhammad bin Abdurrahman dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setiap langkah yang digerakkan menuju shalat, maka akan ditulis baginya satu kebaikan dan akan dihapus darinya satu kejelekan.”

 

Musnad Ahmad 7469: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berdiri melaksanakan shalat, lalu kami pun ikut berdiri bersamanya, maka berkatalah seorang arab yang waktu itu sedang melaksanakan shalat; “Ya Allah sayangilah aku dan Muhammad, dan jangan Engkau sayangi selain kami berdua.” Maka setelah salam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam berkata kepada badui tersebut, “Engkau telah membatasi sesuatu yang luas”, yang beliau maksudkan adalah rahmat Allah.

 

Musnad Ahmad 7470: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang dari kalian ketika shalat, sehingga ia lupa apakah shalatnya telah lebih atau kurang, maka jika salah seorang mendapati hal tersebut hendaknya ia sujud dua kali.”

 

Musnad Ahmad 7471: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin khalid dari Rabbah dari Ma’mar dari Az Zuhri ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; “Iqomah telah dikumandangkan dan orang-orang juga telah berdiri di shaf mereka untuk shalat, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam keluar dari rumahnya berjalan menuju tempat shalatnya, namun kemudian beliau ingat bahwa beliau belum mandi (junub), lalu beliau berkata kepada orang-orang: “Hendaklah kalian tetap di tempat kalian”, lalu beliau pulang ke rumahnya. Abu Hurairah berkata; lalu beliau keluar sedang kami telah membentuk shaf shalat, lalu beliau shalat sedang rambutnya masih meneteskan air sisa mandi junub.”

 

Musnad Ahmad 7472: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Dan Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika pembantu salah seorang dari kalian membawakan untuknya makanan, telah selesai memasaknya dan bau makanannya, dan juga rasa lelahnya maka hendaknya ia dudukkan bersamanya untuk makan, jika ia enggan maka hendaklah ia berikan satu suap kedalam tangannya.”

 

Musnad Ahmad 7473: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari seorang laki-laki dari bani Ghifar bahwa ia mendengar Sa’id Al Maqburi menceritakan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Orang yang makan lalu bersyukur seperti orang yang berpuasa lalu bersabar.”

 

Musnad Ahmad 7474: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Abi laila dari ‘Atho` dari Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mendoakan kebarokahan dalam sahur dan Ats Tsarid (makanan yang terbuat dari daging dan roti yang sudah dilunakkan).”

 

Musnad Ahmad 7475: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari seorang laki-laki dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya orang yang minum dengan berdiri tahu dengan apa yang ada dalam perutnya niscaya ia akan memuntahkannya.” telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, sebagaimana dalam hadits Az Zuhri.

 

Musnad Ahmad 7476: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun dari tempat duduknya kemudian kembali lagi, maka ia yang paling berhak untuk menempatinya kembali.”

 

Musnad Ahmad 7477: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ubaidillah bin Umar dari Sa’id bin Abi Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun malam kemudian ingin kembali tidur ke kasurnya hendaklah ia mengibaskan tempat tidurnya dengan sarungnya, sebab ia tidak tahu apa yang telah terjadi sepeninggalnya, lalu hendaknya ia membaca, “Ya Allah dengan nama-Mu aku baringkan rusukku, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Ya Allah, jika Engkau ambil nyawaku maka ampunilah dan jika Engkau kembalikan kepadaku maka jagalah ia sebagaimana Engkau jaga orang-orang shalih.”

 

Musnad Ahmad 7478: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Muhammad bin Ziyad berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian mengenakan sandal hendaklah dimulai dari sebelah kanan, dan jika ingin melepas hendaklah dari sebelah kiri, kemudian melepas semuanya atau mengenakan semuanya.”

 

Musnad Ahmad 7479: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Lima hal dari fitroh adalah; mencabut bulu kemaluan, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.”

 

Musnad Ahmad 7480: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Seorang mukmin itu semisal tanaman yang selalu ditiup oleh angin, dan seorang mukmin akan senantiasa tertimpa bencana, sedangkan orang munafiq semisal pohon padi yang tidak pernah bergoyang sehingga ia dipanen.”

 

Musnad Ahmad 7481: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab bahwa Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidur maka janganlah ia masukkan tangannya ke dalam bejananya, ” atau beliau bersabda: “jangan ia masukkan ke dalam air wudlunya sehingga ia mencucinya tiga kali, sebab ia tidak tahu dimana tangannya bermalam.”

 

Musnad Ahmad 7482: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Muhammad bin Ziyad berkata: aku melihat Abu Hurairah melewati suatu kaum yang sedang berwudlu dari bejana, maka ia pun berkata; “Sempurnakanlah wudlu kalian maka Allah akan menyayangi kalian, tidakkah kalian dengar apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “celaka tumit-tumit yang tidak terbasuh oleh air wudlu akan masuk neraka.”

 

Musnad Ahmad 7483: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir -diperlihatkan (hadits) kepadanya-, ia berkata; dari Dlamdlam dari Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memerintahkan kepada kami untuk membunuh Al Aswadain ketika shalat; ular dan kalajengking.” Abdurrazzaq berkata; demikianlah sebagaimana ia ceritakan kepada kami yang tak dapat aku hitung.

 

Musnad Ahmad 7484: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dan Ats Tsauri dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Imam bertanggung jawab dan Mu’adzin dipercaya, Ya Allah luruskanlah para imam dan ampunilah para mu`adzan.”

 

Musnad Ahmad 7485: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri berkata: aku mendengar Ibnu Ukaimah menceritakan dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengerjakan shalat yang di dalamnya bacaan dikeraskan, kemudian setelah salam beliau menghadap ke arah manusia seraya berkata: “Adakah dari kalian tadi yang membaca berbarengan dengan bacaanku?” mereka menjawab, “iya ada wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Aku tidak menghendaki ada orang yang medahului aku dalam membaca Al Qur`an.” Maka ketika mereka telah mendengar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam tersebut, mereka tidak lagi membaca berbarengan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pada shalat-shalat yang bacaannya dikeraskan.

 

Musnad Ahmad 7486: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengerjakan shalat zhuhur atau ‘ashar dan salam pada rakaat kedua, kemudian beliau berbalik dan keluar dengan cepat. Para sahabat berkata; “Shalatnya telah diringkas.” Dzu Asy Syimalaini juga berkata; “Apakah shalatnya telah diringkas atau memang engkau lupa?” Maka Nabi pun Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apa gerangan yang dikatakan oleh dzul yadain?” para sahabat berkata; “Apa yang ia katakan benar adanya.” Maka beliau pun shalat bersama mereka untuk menyempurnakan dua rakaat yang tertinggal, lalu sujud dengan dua kali sujud. Beliau kerjakan hal itu dengan duduk setelah salam.

 

Musnad Ahmad 7487: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, karena sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al Baqoroh di dalamnya.”

 

Musnad Ahmad 7488: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar. Dan Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setan datang kepada salah seorang di antara kalian pada waktu sedang shalat lalu ia mengacaukan pikirannya sehingga tidak tahu lagi apakah lebih atau kurang. Maka barangsiapa mendapati yang demikian hendaklah ia sujud dua kali ketika ia masih dalam keadaan duduk.”

 

Musnad Ahmad 7489: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim Ibnu Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya pada hari jum’at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim mendapati waktu tersebut, kemudian ia meminta sesuatu kepada Allah kecuali akan diberikan kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7490: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya pada hari jum’at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim mendapati waktu tersebut, kemudian ia meminta sesuatu kepada Allah kecuali akan diberikan kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7491: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Ayub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang untuk mencegat pedagang, maka barangsiapa mencegat dan membeli, pemiliknya berhak untuk memilih jika ia sampai dipasar.”

 

Musnad Ahmad 7492: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah menceritakan kepada kami Rabbah dari Ma’mar dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Sa’id Ibnul Musayyab bahwa Abu Hurairah berkata; aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah melaknat orang-orang yahudi karena mereka telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid.”

 

Musnad Ahmad 7493: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr Al Bursani berkata; telah menceritakan kepada kami Ja’far -yaitu Ibnu Burqon- berkata; aku mendengar Yazid bin Al Asham dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla tidak melihat bentuk penciptaan dan juga harta-harta kalian akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”

 

Musnad Ahmad 7494: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman bin ‘Auf dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Binatang yang mati tertanduk adalah sia-sia, mati karena tercebur ke dalam sumur adalah sia-sia, mati karena kecelakaan dalam penambangan adalah sia-sia, dan pada harta terpendam yang ditemukan terdapat kewajiban mengeluarkan zakat seperlimanya.”

 

Musnad Ahmad 7495: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Ibnul Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Beliau bersabda: “Jika panas terasa menyengat maka tundalah waktu shalat sampai dingin, karena sesungguhnya panas yang menyengat adalah dari hembusan neraka jahannam.”

 

Musnad Ahmad 7496: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari hadits Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah menceritakan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam ditanya; “apakah seorang laki-laki boleh shalat dengan satu kain?” Maka Beliau menjawab: “Apakah setiap kalian mempunyai dua kain?”

 

Musnad Ahmad 7497: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr dan Abdurrazzaq mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab berkata; telah menceritakan kepadaku Sa’id Ibnul Musayyab bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda -dan Abdurrazzaq tidak memarfu`kannya-, “Allah memerangi orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid.”

 

Musnad Ahmad 7498: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr dan Abdurrazzaq, mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij, -dan Abdurrazzaq menyebutkan dalam haditsnya; – telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah tidak mengizinkan terhadap sesuatu sebagaimana Dia mengizinkan bagi, ” -Abdurrazzaq berkata; – “bagi orang yang melagukan Al Qur`an.” Muridnya berkata: “sesuatu yang dikeraskan.”

 

Musnad Ahmad 7499: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab berkata; aku mendengar Ibnu Ukaimah berkata; Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah shalat bersama kami dengan shalat yang dikeraskan bacaannya, kemudian beliau salam dan menghadap ke arah manusia seraya bersabda: “Adakah dari kalian tadi yang membaca berbarengan dengan bacaanku?” mereka menjawab; “Benar ada wahai Rasulullah.” Maka Beliau bersabda: “Aku tidak menghendaki ada orang yang medahului aku dalam membaca Al Qur`an.”

 

Musnad Ahmad 7500: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku ‘Atho` bahwasannya ia pernah mendengar Abu Hurairah -dan dia mengabarkan kepada mereka-; Pada setiap shalat dibacakan Al Qur`an di dalamnya, maka apa-apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam perdengarkan kepada kami, kami perdengarkan kepada kalian. Dan apa-apa yang beliau sembunyikan dari kami, maka kami sembunyikan dari kalian.”

 

Musnad Ahmad 7501: Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin ‘Amru berkata; Abu Ishaq Al Fazari berkata; Al Auza’i dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “telah dilaknat orang-orang yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid.”

 

Musnad Ahmad 7502: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq; Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku Al ‘Ala` bin Abdurrahman bin Ya’qub bahwa Abu As Sa`ib -pelayan Hisyam bin Zuhroh- telah mengkhabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat dan tidak dibacakan di dalamnya Ummul Qur`an (Al Fatiha) maka ia adalah kurang, kurang dan tidak sempurna.” Abu As Sa`ib berkata kepada Abu Hurairah, “Sesungguhnya aku terkadang membaca dan kadang tidak ketika di belakang imam.” Abu As Sa`ib berkata; Maka Abu Hurairah pun menyenggol lenganku seraya berkata; “Wahai orang faris, bacalah ia dalam hatimu, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: sesungguhnya aku membagi shalat menjadi dua bagian, satu bagian untuk-Ku dan satu bagian lagi bagi hamba-Ku untuknya apa yang dia meminta.” Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Bacalah, ” dia berkata; “maka hamba berkata; ‘Al HAMDULILLAHI RABBIL `AALAMIIN (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam), ‘ maka Allah berfrman; ‘Hamba-Ku telah memuji Aku.’ hamba berkata; ‘AR RAHMAANIRRAHIIM (yang maha pengasih lagi maha penyayang), ‘ maka Allah berfirman; ‘hambaKu telah menyanjungKu.’ hamba berkata; ‘MAALIKI YAUMIDDIIN (Yang menguasai di Hari Pembalasan), ‘ lalu Allah berfirman; ‘Hamba-Ku telah mengagungkan Aku, ‘ Lalu Allah berfirman; ‘Ini adalah antara Aku dan hamba-Ku.’ Hamba berkata; ‘IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IIN (Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan), ‘ Allah berfirman; ‘Aku mendapatinya untuk hamba-Ku dan hamba-Ku akan mendapatkan yang ia minta.’ Allah berfirman; ‘Hamba-Ku berkata; ‘IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHOIRIL MAGHDLUUBI ‘ALAIHIM WALADL DLAALIIN (Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat).’ Allah Azza Wa Jalla berfirman; ‘Ini untuk hamba-Ku dan ia akan mendapatkan apa yang ia minta.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr dan Muhammad bin Abdullah Al Anshori dari Ibnu Juraij, mereka berkata; mereka berdua adalah pembantu Abdullah bin Hisyam bin Zuhroh. Dan Malik berkata: dan berkata Ibnu Bakr; Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “”Bacalah; seorang hamba berdiri lalu berkata.” Berkata (perawi); dan telah menceritakannya kepada kami Ya`qub berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Ibnu Ishaq berkata; dan telah menceritakan kepadaku Al ‘Ala` bin Abdurrahman bin Ya`qub pelayan dari suku Huraqah, dari Ibnu As Sa`ib pelayan Abdullah bin Zuhrah At Taimi, dari Abu Hurairah lalu ia menyebutkan hadits tersebut.”

 

Musnad Ahmad 7503: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr dan Abdurrazzaq mereka berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku ‘Amru bin Dinar dari Yahya bin Jad’ah telah menceritakan kepadanya dari Abdullah bin ‘Amru Al Qori bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; “demi Tuhan Pemilik Ka’bah sesungguhnya bukan aku yang melarang dari berpuasa pada hari jum’at akan tetapi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang melarangnya, dan demi Tuhan Pemilik Ka’bah bukan aku yang mengatakan; barang siapa mendapatkan subuh dalam keadaan junub maka hendaklah ia berbuka akan tetapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang mengatakan itu.” Abdurrazzaq berkata dalam haditsnya: sesungguhnya Yahya bin Ja’dah telah diberitahu oleh Abdullah bin ‘Amru Al Qori bahwa ia mendengar Abu Hurairah yang berkata.

 

Musnad Ahmad 7504: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr telah mengabarkan kepada kami Isra’il dari Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Pada hari dimana kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor atau bertindak bodoh, maka jika ada orang yang bertindak bodoh kepadanya hendaklah ia berkata; “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

 

Musnad Ahmad 7505: Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Suhail dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya ada seorang laki-laki yang menyingkirkan dahan berduri dari badan jalan kaum muslimin, maka Allahpun mengampuninya.” Hadits ini marfu` hanya saja Sufyan meremehkan kemarfu`annya.

 

Musnad Ahmad 7506: Telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Kaisan dari Abu Hazim dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya ada seorang laki-laki yang meminang seorang wanita, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda kepadanya, “Lihatlah ia terlebih dahulu, karena pada mata orang-orang Anshor terdapat sesuatu.”

 

Musnad Ahmad 7507: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah Abu Usamah telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang praktik pernikahan.”

 

Musnad Ahmad 7508: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah dari Ubaidillah dari Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah telah mengharamkan apa-apa yang ada di antara dua sisi Madinah melalui lisanku, ” kemudian datanglah bani Haritsah, maka beliau bersabda: “Wahai bani Haritsah, tidaklah aku melihat kalian kecuali berada di luar wilayah haram.” Kemudian beliau melihat sejenak lalu berkata; “Kalian ada di dalamnya, kalian ada di dalamnya.”

 

Musnad Ahmad 7509: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah telah mengabarkan kepada kami Isma’il bin Abi Khalid dari Qois dari Abu Hurairah, dia berkata; ketika aku datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, di jalan aku melantunkan sebuah syair, “Duhai malam yang panjang dan melelahkan Meski ia bergegas cepat dari bumi kekafiran.” Abu Hurairah berkata; lalu budak laki-lakiku pergi menghilang di jalan, ia berkata; maka tatkala aku datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam aku berbai’at kepada beliau, dan pada saat aku ada di sisi beliau budak laki-lakiku muncul. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda kepadaku: “Wahai Abu Hurairah apakah ini budakmu?” Aku berkata; “Dia untuk Allah Azza Wa Jalla”, Akhirnya sayapun memerdekakannya.”

 

Musnad Ahmad 7510: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Khubaib bin Abdurrahman dari Hafsh bin ‘Ashim dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya iman akan bersarang di madinah sebagaimana ular yang bersarang di lubangnya.”

 

Musnad Ahmad 7511: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam dari bapaknya, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya ada seorang wanita disiksa lantaran seekor kucing yang mati kelaparan karena ia kurung, ia tidak memberinya makan dan tidak melepasnya sehingga bisa makan serangga bumi. Dan ada seorang laki-laki yang diampuni dosa-dosanya lantara membuang duri dari jalan.”

 

Musnad Ahmad 7512: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Amru Al Laitsi berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Memperdebatkan isi Al Qur`an adalah kekufuran.”

 

Musnad Ahmad 7513: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakaria bin Abi Za`idah berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Abi Khalid -yaitu Isma’i- dari Abu Malik Al Aslami bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam menolak Ma’iz bin Malik tiga kali. Maka ketika ia datang pada kali keempat, Rasulullah memerintahkan untuk merajamnya sehingga ia pun dirajam.” telah menceritakan kepada kami Yahya dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam seperti dalam hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7514: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakaria berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Juhadah dari Abu Hazim dari Abu Hurairah, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang mempekerjakan budak perempuan.”

 

Musnad Ahmad 7515: Telah menceritakan kepada kami Qurran bin Tammam dari Muhammad bin ‘Ajlan dari Sa’id bin Abi Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian datang pada sebuah majlis hendaklah ia mengucapkan salam, jika ada tempat kosong hendaklah ia duduk, dan jika akan pergi hendaklah mengucapkan salam. Dan tidaklah (salam) yang pertama itu lebih wajib dari yang terakhir.”

 

Musnad Ahmad 7516: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdah berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya tidak memberatkan umatku, sungguh akan aku perintahkan kepada mereka untuk bersiwak setiap kali wudlu.” Dan dia berkata -yaitu ‘Abdah-; telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Sa’id bin Abi Sa’id dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7517: Telah menceritakan kepada kami Ayub bin An Najjar Abu Isma’il Al Yamamiy dari Thayyib bin Muhammad dari ‘Atho` bin Abi Rabbah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melaknat para laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki dan beliau juga melaknat orang yang berpergian ke suatu daerah sendirian.”

 

Musnad Ahmad 7518: Telah menceritakan kepada kami Ayub bin An Najjar berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Adam mengalahkan argumentasi Musa, Musa berkata; ‘Wahai Adam, engkau telah mengeluarkan manusia dari dalam surga lantaran dosa yang engkau perbuat, dan engkau telah menyengsarakan mereka.'” Rasulullah bersabda: “Lalu Adam berkata kepada Musa; ‘Engkaukah orang yang Allah telah memilihmu dengan risalah-Nya dan dengan kalam-Nya (diajak berbicara secara langsung) di antara manusia, maka apakah engkau akan mencelaku dengan sesuatu yang Allah telah menentukannya sebelum aku dicipta?” Berkata: lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Maka argumentasi Adam mengalahkan Musa.”

 

Musnad Ahmad 7519: Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim berkata; telah menceritakan kepada kami Al Auza’i telah menceritakan kepada kami Yahya -yaitu Ibnu Abu Katsir- dari Muhammad bin Ibrahim At Taimi dari Ya’qub atau Ibnu Ya’qub dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kain sarung seorang mukmin itu sebatas otot betis, kemudian setengah betis, kemudian sebatas mata kaki, maka apa-apa yang berada di bawah itu adalah masuk neraka.”

 

Musnad Ahmad 7520: Telah menceritakan kepada kami Husain bin Ali Al Ju’fi dari Za`idah dari Abdullah bin Dzakwan dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Jauhilah berburuk sangka, karena berburuk sangka adalah sedusta-dusta pembicaraan, jangan mencari-cari aib orang lain serta mencari-cari isu, jangan saling bersaing serta jangan pula saling bersekongkol dalam melakukan penawaran tinggi terhadap barang agar orang lain terpengaruh untuk membelinya, janganlah saling bermusuhan dan jangan pula saling membenci, jadilah kalian sebagai hamba Allah yang saling bersaudara.”

 

Musnad Ahmad 7521: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Musibah akan senantiasa menimpa seorang mukmin atau mukminah baik pada jasad, harta maupun anaknya, sehingga ia akan bertemu Allah Azza Wa Jalla dalam keadaan tanpa menanggung dosa.”

 

Musnad Ahmad 7522: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; ada jenazah yang melewati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam maka Beliau bersabda: “Berdirilah kalian karena dalam kematian ada ketakutan.”

 

Musnad Ahmad 7523: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa meninggal mewariskan harta maka ia untuk keluarganya dan barangsiapa meninggal mewariskan hutang maka itu menjadi tanggunganku.”

 

Musnad Ahmad 7524: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati seorang laki-laki yang tidur dengan posisi tengkurap maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya ini adalah posisi tidur yang tidak disukai oleh Allah Azza Wa Jalla.”

 

Musnad Ahmad 7525: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Amru berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah pernah ditanya; amal apa yang paling utama dan amal apa yang baik untuk dilakukan? Beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Berkata; “Lalu apa lagi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Jihad di jalam Allah adalah puncak suatu amalan.” Berkata; “lalu apa lagi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Haji yang mabrur.”

 

Musnad Ahmad 7526: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin ‘Umar dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebut-nyebut tentang hilal, beliau bersabda: “Jika kalian melihatnya maka puasalah, dan jika kalian melihatnya maka berbukalah. Maka jika terhalang dari penglihatan kalian karena mendung genapkanlah menjadi tiga puluh hari.”

 

Musnad Ahmad 7527: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami Hisyam bin ‘Urwah telah menceritakan kepada kami Shalih bin Abi Shalih As Samman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidaklah seseorang bersabar atas panas dan kerasnya madinah melainkan aku akan menjadi pemberi syafa’at atau saksi baginya”, atau beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Aku akan menjadi pemberi saksi atau pemberi syafaat baginya.” Bapakku berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Wuhaib, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam dan ia ragu di dalamnya, apakah Rasulullah bersabda: “sebagai saksi atau sebagai pemberi syafaat.”

 

Musnad Ahmad 7528: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah menceritakan kepadaku Husain bin Waqid berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ziyad bahwa Abu Hurairah menceritakan kepadanya, ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tangan di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah, dan mulailah dari orang-orang yang ada dalam tanggunganmu.”

 

Musnad Ahmad 7529: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah mengabarkan kepada kami Mu’awiyah bin Shalih berkata; dia berkata; Aku mendengar Abu Maryam menyebutkan dari Abu Hurairah bahwa, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melarang seseorang kencing di air yang diam, kemudian ia berwudlu di situ.”

 

Musnad Ahmad 7530: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Hilal Al Qurosyi dari bapaknya bahwa ia mendengar dari Abu Hurairah, dia berkata; kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam di masjid, maka tatkala beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam berdiri untuk shalat kamipun ikut berdiri, tetapi tiba-tiba ada seorang badui datang kepada beliau seraya berkata; “berilah saya wahai Muhammad!” Abu Hurairah berkata; lalu beliau bersabda: “Tidak, dan aku memohon ampunan kepada Allah.” Maka badui tersebut menarik Rasulullah dan melukainya, Abu Hurairah berkata; hingga para sahabat bersiap-siap untuk memukulnya, tetapi beliaupun bersabda: “Biarkan dia”, kemudian beliau memberinya. Abu Hurairah berkata; dan sumpah beliau hendak berkata; “Tidak, dan saya memohon ampunan kepada Allah.”

 

Musnad Ahmad 7531: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Tsauban telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Fadll dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; “bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam selalu berlindung dari empat hal; dari siksa neraka jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan fitanah setelah mati, serta fitnah Al Masih Dajjal.”

 

Musnad Ahmad 7532: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah menceritakan kepadaku Sufyan dari Simak bin Harb dari Malik bin Zhalim dari Abu Hurairah, dia berkata; Marwan bin Al Hakam berkata: telah berbicara kepadaku Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang jujur dan dipercaya: “Sesungguhnya rusaknya umatku karena sebab anak-anak bodoh dari bangsa Quraisy.”

 

Musnad Ahmad 7533: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Sulaiman aku mendengar Hanzhalah bin Abi fufyan berkata; aku mendengar Salim bin Abdullah berkata; Aku tidak tahu berapa kali aku lihat Abu Hurairah berdiri di pasar sambil mengatakan; “Ilmu telah di angkat, fitnah telah muncul dan telah menyebar al harj, ” dia berkata; Rasulullah ditanya; “Apa yang dimaksud dengan al harj?” maka beliau menjawab dengan tangannya seperti ini dan menyilangkannya (pembunuhan, pent).”

 

Musnad Ahmad 7534: Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin ‘Amru berkata; telah menceritakan kepada kami Abaan berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kewajiban melayani tamu adalah tiga hari adapun setelah itu adalah sedekah.”

 

Musnad Ahmad 7535: Telah menceritakan kepada kami Al Fadllu bin Dukain berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Dzakwan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sekiranya perut seorang berisi dengan nanah itu lebih baik dari pada berisi dengan syair.”

 

Musnad Ahmad 7536: Telah menceritakan kepada kami Al Fadhlu bin Dukain berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Shalih bin Nabhan dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Jangan saling benci, saling bersaing dalam menawar harga dan saling dengki, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

 

Musnad Ahmad 7537: Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Al Jahhaaf dari Abu Hazim dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa mencintai keduanya maka ia telah mencintaiku dan barangsiapa membencinya maka ia telah membenciku.” Yaitu Hasan dan Husain.

 

Musnad Ahmad 7538: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab dari Ibnu Tsauban telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Fadll Al Hasyimi dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, bahwasanya beliau berwudhu dua kali.

 

Musnad Ahmad 7539: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Umar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM bersabda: “Demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, ” mereka berkata; “Apa itu wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Yaitu seseorang yang tetangganya tidak bisa aman dari bawa`iqnya”, mereka bertanya, “Wahai Rasulullah apa itu bawa`iqnya?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Kejelekannya.”

 

Musnad Ahmad 7540: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Umar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari ‘Ajlan -pelayan Al Musyma’il- dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Setiap bayi yang terlahir dari anak cucu Adam disentuh oleh setan dengan jari-jarinya, kecuali Maryam binti ‘Imron dan putranya Isa ‘Alaihimas Salam.”

 

Musnad Ahmad 7541: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Umar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b berkata; telah menceritakan kepadaku seorang laki-laki dari bangsa Quroiys, dari bapaknya, bahwa ia bersama Abu Hurairah, lalu Abu Hurairah melihat gambar seekor kuda pada selembar kertas di tangan seorang budak perempuan, maka Abu Hurairah berkata; “apakah kamu tidak tahu tentang hal ini? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah bersabda: “Hanyasanya orang yang melakukan ini adalah orang yang tidak akan mendapatkan bagian pada hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7542: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Umar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah berkata; “aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memberi semangat orang-orang untuk menegakkan qiyam ramadlan (shalat tarawih), beliau bersabda: “Barangsiapa menegakkannya karena iman dan mengharap pahala akan diampuni dosanya yang telah lalu”, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam tidak pernah shalat tarawih bersama orang-orang (berjama’ah).”

 

Musnad Ahmad 7543: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shomad telah menceritakan kepada kami bapaku telah menceritakan kepada kami Ayub dari Muhammad dari Abu Hurairah, dia berkata; sekelompok orang dari bani Isra`il hilang dan dia menyebutkan tentang tikus, Abu Hurairah berkata; “Tidakkah engkau tahu, sekiranya engkau berikan kepada mereka susu unta mereka tidak akan mau, dan jika engkau berikan kepada mereka susu kambing maka mereka akan meminumnya?” dia berkata; “Apakah ini engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam?” Abu Hurairah berkata; “Apa engkau lihat sekarang aku lagi membaca Taurot?.”

 

Musnad Ahmad 7544: Telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar dari Muhammad bin Qois berkata: Abu Hurairah pernah ditanya; “engkau telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda bahwa Thiyarah ada dalam tiga hal; tempat tinggal, kuda tunggangan dan wanita.” Dia berkata; ” kalau begitu aku telah berkata atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam sesuatu yang beliau tidak pernah katakan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Thiyarah yang paling benar adalah optimistis dan penyakit `Ain adalah sesuatu yang benar.”

 

Musnad Ahmad 7545: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah mengabarkan kepada kami Ikrimah bin ‘Ammar aku mendengar Abu Ghadiyah Al Yamami berkata: aku datang ke madinah lalu datang utusan Katsir bin Shalt yang mengundang mereka untuk jamuan makan, maka tidak ada yang berdiri melainkan Abu Hurairah bersama lima orang dari mereka dan saya salah satunya, lalu mereka pergi dan makan. Kemudian Abu Hurairah datang dan mencuci tangannya, lalu ia berkata; “Demi Allah, wahai ahlul masjid kalian telah durhaka kepada Abul Qosim Shallallahu ‘alaihi wa Salam.”

 

Musnad Ahmad 7546: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Ibnu Syihab dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; “bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menshalati raja Najasyi dan beliau bertakbir empat kali.”

 

Musnad Ahmad 7547: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Khubaib bin Abdurrahman dari Hafsh bin ‘Ashim dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sungai Saihan, Jaihan, Nil dan eufrat adalah sungai-sungai yang berasal dari surga.”

 

Musnad Ahmad 7548: Telah menceritakan kepada kami Mu`ammal bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah menceritakan kepada kami Burd bin Sinan dari AZ Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak ada seorang Nabi atau Khalifah, -atau Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda, – Tidak ada seorang Nabi pun kecuali memiliki dua teman dekat, satu teman dekat yang selalu memerintahkan pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, dan satu teman dekat yang selalu menimbulkan kemudharatan atau kejelekan baginya, maka barangsiapa terjaga dari teman yang jelek maka ia telah tejaga -beliau mengatakannya tiga kali- dan biasanya teman yang jelek adalah yang lebih dominan.”

 

Musnad Ahmad 7549: Telah menceritakan kepada kami ‘Attab bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mubarak berkata; telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, bahwasannya beliau jika memasukkan air ke hidung beliau masukkan air hingga ke dalam hidungnya.

 

Musnad Ahmad 7550: Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaid bin Abi Qurrah telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Hilal telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah bin Abi hurroh dari pamannya Hakim bin Abi Hurroh dari Salman Al Aghor dari Abu Hurairah, dia berkata; aku tidak mengetahuinya kecuali dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Orang yang makan kemudian bersyukur pahalanya sebagaimana orang yang berpuasa kemudian bersabar.”

 

Musnad Ahmad 7551: Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaid bin Abi Qurrah telah menceritakan kepada kami Sulaiman dari Ibnu ‘Ajlan dari Ubaidullah bin Salman Al Aghor dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak sepatutnya orang yang bermuka dua menjadi seorang bendahara.”

 

Musnad Ahmad 7552: Telah menceritakan kepada kami Ayub bin An Najar dari Thayyib bin Muhammad dari ‘Atho` bin Abi Rabbah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melaknat kaum laki-laki yang berprilaku seperti wanita, dan kaum wanita yang berprilaku seperti laki-laki, dan kaum laki-laki yang tidak ingin menikah, mereka berkata; kami tidak ingin menikah, dan kaum laki-laki yang tidak ingin menikah, mereka berkata; kami tidak ingin menikah, serta seseorang yang melewati gurun pasir seorang diri. Hal itu cukup menjadi perhatian para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam sehingga tampak dari wajah-wajah mereka, dan berkata: “orang yang bermalam sendirian.”

 

Musnad Ahmad 7553: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid telah mengabarkan kepadaku Abdurrahman bin Budzawaih berkata; telah mengabarkan kepadaku orang yang telah mendengar dari Wahb ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Yaitu Hamam, demikian yang dikatakan oleh bapakku, Abu Hurairah berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Salah seorang dari kalian tetap dicatat pahala shalat selama menunggu shalat berikutnya, dan para malaikat selalu bershalawat kepada salah seorang dari kalian selama masih di masjidnya, mereka berkata; ‘Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah sayangilah dia, ‘ yaitu selama ia tidak berhadats. Dia berkata; seorang laki-laki dari Hadromaut berkata; “Apa yang dimaksud dengan hadats di situ wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah berkata; “Sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran, yaitu jika ia kentut baik dengan suara ataupun tidak.”

 

Musnad Ahmad 7554: Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah Al Fazari berkata; telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Kaisan bahwa ia meminta izin kepada Salim bin Abi Al Ja’d, sedang ia dalam keadaan shalat seraya bertasbih kepadaku. Maka ketika telah salam ia berkata; “Sesungguhnya izin dari seseorang yang sedang melaksanakan shalat adalah dengan mengucapkan tasbih, dan bagi seorang wanita dengan menepukkan tangan.” Telah menceritakan kepada kami Marwan telah mengabarkan kepada kami ‘Auf dari Al Hasan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadits diatas. Telah menceritakan kepada kami Marwan telah mengabarkan kepadaku ‘Auf dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam sebagaimana dalam hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7555: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah itu tunggal dan suka yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7556: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah, dia berkata; “telah dilarang dari al ikhtishar di shalat, ” Yazid berkata; kami berkata kepada Hisyam; “Apa yang dimaksud dengan al ikhtishar di shalat?” Dia berkata; ‘Yaitu meletakkan tangannya di atas pinggang sedang ia dalam posisi shalat.” Yazid berkata; kami berkata kepada Hisyam yang ia sebuatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Ia berkata dengan isyarat kepalanya, yaitu; ya sebagai tanda pembenaran.

 

Musnad Ahmad 7557: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa berkata di sore hari: ALLAHUMMA AUDZU BI KALIMATILLAHIT TAAMMAAT MIN SYARRI MA KHALAQ (saya berlindung dengan kaliamat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia cipatakan) sebanyak tiga kali, maka dia tidak akan terkena madharat suatu penyakit pada malam itu.” Abu Hurairah berkata; “sungguh keluarga kami telah mempelajarinya dan mereka telah mempraktekkannya hingga ada seorang budak wanita dari mereka yang disengat oleh binatang namun ia tidak merasakan sakit.”

 

Musnad Ahmad 7558: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam jika melayat jenazah selalu bertanya: “Apakah saudaramu ini mempunyai hutang?” jika mereka menjawab; “Ya”, maka beliau bersabda: “Apakah ia bisa melunasinya?” jika mereka menjawab; “Ya”, Nabi ikut menshalatinya. Dan jika mereka menjawab, “Tidak”, beliau bersabda: “Shalatlah kalian untuk saudara kalian.” Maka ketika Allah Azza Wa Jalla menaklukkan kota Makkah untuk beliau, beliau bersabda: “Aku adalah orang yang paling berhak atas kaum muslimin dari diri mereka, maka barangsiapa meninggalkan hutang akulah yang akan membayarnya, dan barangsiapa meninggalkan warisan hendaklah dibagikan kepada ahli warisnya.”

 

Musnad Ahmad 7559: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Qosim bin ‘Abbas dari Bukair bin Abdullah bin Al Asyaj dari Ibnu Mikraz dari Abu Hurairah, dia berkata; ada seorang laki-laki berkata; “Wahai Rasulullah bagaimana menurutmu tentang seorang laki-laki yang ingin berjihad untuk mencari kesenangan dunia?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ia tidak mendapatkan pahala.” Maka orang-orang pun merasa segan dengan hal tersebut, dan mereka berkata kepada laki-laki itu, “Kembalilah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mungkin beliau belum faham” maka laki-laki itupun kembali lagi kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam seraya berkata; “Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berjihad untuk mencari kesenangan dunia?”, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ia tidak mendapatkan pahala” kemudian laki-laki itu kembali lagi kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam untuk yang ketiga kalinya. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam tetap bersabda: “Ia tidak mendapatkan pahala.”

 

Musnad Ahmad 7560: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu ‘Amru dari Abdul Malik Ibnul Mughirah bin Naufal dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Setiap shalat yang tidak dibacakan di dalamnya Ummul Qur`an (Al Fatiha) maka ia adalah kurang, kemudian dia kurang!”

 

Musnad Ahmad 7561: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Sufyan -yaitu Ibnu Husain- dari Ali bin Zaid dari Anas bin Hakim Adl Dlabbi berkata: Abu Hurairah berkata kepadaku; “Jika engkau telah sampai pada penduduk kotamu maka sampaikan kepada mereka bahwa aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Yang pertama kali dihisab dari amalan hamba pada hari kiamat adalah shalat wajib, jika baik shalatnya, -dan suatu kali Yazid berkata; “Jika ia menyempurnakannya dengan baik, dan jika tidak maka akan ditambahkan dengan amalan-amalan sunnah yang ia kerjakan, kemudian semua amalan-amalan lain yang fardhu akan dilakukan seperti itu juga.”

 

Musnad Ahmad 7562: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Hanzhalah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Isa putra Maryam akan turun ke bumi, lalu ia akan membunuh babi, menghancurkan salib, dan karenanya shalat akan dijama’, harta akan diberikan sehingga tidak ada lagi orang yang menerimanya, serta pajak akan dihapuskan. Dan Ia akan singgah di Ar Rauha` kemudia melaksanakan haji dari sana, atau umrah atau haji dan umrah sekaligus.” Berkata; lalu Abu Hurairah membaca ayat: “Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” dan Hanzhalah menyakini bahwa Abu Hurairah berkata; “Mereka akan beriman kepada Isa sebelum meninggalnya Isa, ” aku tidak tahu apakah semua itu yang mengatakan adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau ada sebagian yang berasal dari Abu Hurairah.

 

Musnad Ahmad 7563: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Al Mas’udi dari Sa’id bin Ibrahim dari Abdurrahman bin Hurmuz dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Quraisy, Anshor, Juhainah, Muzainah, Aslam, Ghifar dan Asyja’ adalah para penolong yang tidak ada penolong bagi mereka kecuali Allah dan Rasul-Nya.”

 

Musnad Ahmad 7564: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al Mas’udi. Dan Abu An Nadhr juga berkata: Telah menceritakan kepada kami Al Mas’udi dari ‘Ashim bin Kulaib dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku keluar kepada kalian dalam keadaan telah mendapat penjelasan tentang malam lailatul qadar dan masihudl dlalalah (Dajjal). Ketika itu ada dua orang yang saling mencela di pintu masjid, lalu aku datang untuk melerai antara keduanya namun kemudian aku terlupakan, dan akan aku ceritakan salah seorang dari keduanya kepada kalian. Adapun malam lailatul qodar, maka carilah ia pada sepuluh malam akhir di malam ganjil. Dan masihudl dlalalah (Dajjal), sesungguhnya ia adalah seorang laki-laki yang bermata juling, serta jidad dan lehernya lebar seakan-akan ia Qathan bin Abdul Uzza.” Abu Hurairah berkata, “Wahai Rasulullah, apakah akan membahayakan aku akan penyerupaannya?” beliau bersabda: “Tidak, engkau seorang muslim sedang ia seorang kafir.”

 

Musnad Ahmad 7565: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al Mas’udi dari ‘Aun dari Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi Salallahu ‘Alaihi wa sallam dengan membawa seorang budak wanita A’jam yang hitam, laki-laki tersebut berkata; “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku memiliki kewajiban untuk memerdekakan seorang budak yang mukmin”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada wanita hitam tersebut, “Di mana Allah?” Lalu wanita tersebut menunjuk dengan jari telunjuknya ke langit, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda kepadanya: “Siapa saya?.” Lalu wanita itu menunjuk dengan jari telunjuknya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan ke langit artinya; engkau adalah utusan Allah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Merdekakan dia.”

 

Musnad Ahmad 7566: Telah menceritakan kepada kami Yazid dari Al Mas’udi dari Dawud bin Yazid dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menggelincirkan manusia ke dalam neraka, maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dua lubang yaitu mulut dan kemaluan.” dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam syurga maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Akhlaq yang baik.”

 

Musnad Ahmad 7567: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al Mas’udi dari ‘Alqomah bin Martsad dari Abu Ar Rabi’ dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Empat hal dari perkara jahilliyah yang tidak akan ditinggalkan oleh manusia; mencela nasab, meratapi mayat, meminta hujan dengan bintang, dan seekor unta yang menularkan kudis, lalu pihak yang tertular ganti menularkan kepada seratus unta dari pihak unta pertama yang berkudis.”

 

Musnad Ahmad 7568: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Ishaq- dari Shalih bin Ibrahim dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian sebut orang yang membuat anggur dengan karm (mulia), karena sesungguhnya karm adalah seorang laki-laki yang beriman.”

 

Musnad Ahmad 7569: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Sa’id bin Sam’an, dia berkata; saya mendengar Abu Hurairah mengabarkan kepada Abu Qotadah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan ada seorang laki-laki yang dibai’at di antara rukun Yamani dan Maqom Ibrahim, dan sekali-kali tidak ada yang menghancurkan Ka’bah melainkan penduduknya sendiri, dan jika mereka telah menghacurkan Ka’bah maka jangan bertanya lagi bagaimana kehancuran orang-orang arab. Kemudian akan datang orang-orang Habasyah dan mereka juga akan mengahancurkannya dengan sehancur-hancurnya, dan setelah itu tidak ada lagi orang yang memakmurkan Ka’bah selama-lamanya, dan orang-orang Habasyahlah yang akan mengeluarkan harta yang tersimpan darinya.”

 

Musnad Ahmad 7570: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Harits bin Abdurrahman dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika mabuk maka cambuklah ia, kemudian jika mabuk lagi maka cambuklah ia, dan jika mengulangi pada kali keempat maka penggallah lehernya.” Az Zuhri berkata; lalu dihadapkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seorang laki-laki yang sedang mabuk pada kali keempat, maka beliau pun memberikan jalan baginya.”

 

Musnad Ahmad 7571: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah berkata; telah menceritakan kepada kami Ishaq bin bakr bin Abi Al Furat dari Sa’id bin Abi Sa’id dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penipuan, di dalamnya orang yang berdusta dipercaya sedangkan orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat diberi amanah sedangkan orang yang amanah dikhianati, dan di dalamnya juga terdapat Ar-Ruwaibidlah.” Ditanya, “Apa itu Ar-Ruwaibidlah wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yaitu orang bodoh yang berbicara (memberi fatwa) dalam urusan manusia.”

 

Musnad Ahmad 7572: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al Mas’udi dari ‘Alqomah bin Martsad dari Abu Ar Rabi’ dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengucapkan sebuah doa: “ALLAHUMMA IGHFIR LII MAA QODDAMTU WA MAA AKHKHORTU WA MAA ASRORTU WA MAA A’LANTU WA ISROOFI WA MAA ANTA A’LAMU BIHI MINNII, ANTA AL MUQODDIMU WA ANTA AL MUAKKHIRU (Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan dosa-dosaku yang akan datang, dan dosa-dosa yang tersembunyi serta dosa-dosa yang nampak dan ampunilah berlebih-lebihanku, dan tidaklah Engkau melainkan lebih tahu akan semua itu dari pada diriku, Engkaulah yang Maha mengajukan dan yang Maha mengakhirkan, tidak ada Ilah yang wajib di ibadahi selain Engkau.”

 

Musnad Ahmad 7573: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Maqburi dari Abdurrahman bin Mihron bahwa Abu Hurairah, dia berkata ketika hendak meninggal; “Jangan kalian buatkan untukku tenda dan jangan kalian ikuti aku dengan dupa, dan bersegeralah kalian dalam membawa jasadku, karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang laki-laki shalih diletakkan di atas ranjangnya (keranda), dia akan berkata; ‘Segerakanlah aku, segerakanlah aku, ‘ dan jika seorang laki-laki jahat diletakkan di atas ranjangnya, maka dia akan berkata; ‘Celaka, kemana kalian akan membawaku!”

 

Musnad Ahmad 7574: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari ‘Ijlan dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap bayi yang dilahirkan dari anak cucu Adam akan disentuh oleh setan dengan jarinya, kecuali Maryam dan putranya ‘Alaihimas Salam.”

 

Musnad Ahmad 7575: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari ‘Ajlan dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh sepatutnyalah orang-orang yang berada di sekitar masjid dan tidak mengikuti shalat isya` berjama’ah segera taubat, atau aku akan membakar rumah-rumah mereka dengan kayu bakar.”

 

Musnad Ahmad 7576: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Abi Hisyam dari Muhammad bin Al Aswad dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Umatku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya pada bulan Ramadlan; bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada minyak misik, para malaikat memintakan ampunan untuk mereka hingga berbuka, dan pada setiap harinya Allah Azza Wa Jalla menghiasi syurga mereka, kemudian Allah berfirman: ‘hampir saja para hamba-Ku yang shalih dihindarkan dari kepayahan dan gangguan dan berjalan kepadamu (surga).’ dan di dalam bulan ramadlan para setan dibelenggu hingga mereka tidak bebas menggoda orang yang berpuasa sebagaimana mereka bebas mengganggu selainnya, dan akan diampuni dosa-dosa mereka (orang yang berpuasa) di akhir malam bulan Ramadlan.” Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah apakah itu lailatul qodar?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak, akan tetapi seorang yang beramal akan ditepati pahalanya jika telah selesai melaksanakan amalannya.”

 

Musnad Ahmad 7577: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Abu Ma’syar dari Sa’id bin Abi Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata; Bahwasannya ada seorang arab badui memberi hadiah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seekor unta muda, lalu Nabi pun memberinya ganti dengan enam ekor unta muda. Tetapi arab badui tersebut tidak ridla, dan sampailah berita tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau memuji Allah dan kemudian bersabda: “Sesungguhnya si fulan telah memberiku hadiah seekor unta, padahal unta tersebut adalah untaku, aku mengenalinya seperti aku mengenali sebagian keluargaku, unta itu hilang dariku (pergi) pada masa pertumbuhannya. Lalu aku berikan gantinya dengan enam ekor unta muda tetapi ia berlalu dengan tidak ridla. Sungguh, aku berkeinginan untuk tidak menerima pemberian lagi kecuali dari orang-orang Quraisy, atau Anshor, atau Tsaqofi, atau Dausi.”

 

Musnad Ahmad 7578: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabait Al Bunani dari Abu Rofi’ dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ada seorang laki-laki keluar untuk menziarahi saudaranya seiman di sebuah desa lain, maka Allah mengamatinya dengan mengirimkan malaikat, dan tatkala malaikat itu bertemu dengannya ia bertanya; ‘Kemana kamu hendak pergi? ‘ Laki-laki itu menjawab; ‘Aku hendak pergi ke tempat fulan.’ Malaikat bertanya; ‘Apakah karena urusan kerabat? ‘ laki-laki itu menjawab; ‘Tidak.’ Malaikat bertanya; ‘Lalu apa karena urusan nikmat miliknya yang kamu pelihara? ‘ Dia menjawab; ‘Tidak.’ Malaikat bertanya; ‘Lantas ada urusan apa kamu mendatanginya? ‘ Laki-laki itu berkata; ‘Sesungguhnya aku mencintainya karena Allah.’ Malaikat berkata; ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu untuk memberitahukan bahwasanya Allah `Azza Wa Jalla mencintaimu karena kamu mencintai dia karena Allah Azza Wa Jalla.'”

 

Musnad Ahmad 7579: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammam dari Farqod dari Yazid bin Abdullah bin Asy Syikhkhir dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Orang yang paling berdusta atau termasuk orang yang paling berdusta adalah para tukang emas yang bohong dan para tukang celup yang bohong.”

 

Musnad Ahmad 7580: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammam bin Yahya dari Qotadah dari Abdul Malik dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa diberi dari harta ini tanpa memintanya maka hendaklah ia menerimanya, karena hanyasanya dia adalah rizqi yang Allah Azza Wa Jalla kirimkan kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7581: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit Al Bunani dari Abdullah bin Rabbah dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada hari penaklukan makkah: “Barangsiapa menutup pintunya maka dia aman, dan barangsiapa masuk rumah Abu Sufyan maka dia aman.”

 

Musnad Ahmad 7582: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Syarik bin Abdullah dari Muhammad bin Juhadah dari ‘Atho` dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Syurga itu ada seratus derajat, antara dua derajat ditempuh dengan perjalanan selama seratus tahun.”

 

Musnad Ahmad 7583: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Ammar bin Abi ‘Ammar berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang budak mentaati Rabbnya dan tuannya maka baginya dua pahala.”

 

Musnad Ahmad 7584: Telah menceritakan kepada kami Yazid dari Muhammad bin Ibrahim dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat kematian.” Ayahku (Imam Ahmad) berkata: Muhammad bin Ibrahim adalah Abu Bani Syaibah, Yazid telah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin ‘Amru sembilan puluh sembilan hadits, kemudian ia menyempurnakannya dengan hadits ini dari Muhammad bin Ibrahim dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hingga lengkap seratus hadits.

 

Musnad Ahmad 7585: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik Ibnu Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Bakr bin Abu Al Furat dari Sa’id bin Abi Sa’id Al Maqburi dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesunggguhnya orang-orang munafiq memiliki tanda-tanda yang dapat diketahui; salam mereka berupa laknat, makanan mereka adalah harta rampasan, ghonimah mereka adalah hasil ghulul (mengambil ghonimah sebelum dibagikan imam), mereka tidak mendekati masjid kecuali untuk mendiamkannya dan mereka tidak melaksanakan shalat kecuali di akhir-akhirnya saja dengan perasaan sombong, mereka tidak bersaudara dan tidak bisa dipersaudarakan, di malam hari mereka seperti tonggak (tidak pernah bangun malam) dan di siang hari mereka suka bersilat lidah.” Satu waktu Yazid berkata dalam riwayatnya; dengan lafadz sukhub bin nahari (di siang hari mereka suka bersilat lidah).

 

Musnad Ahmad 7586: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Sa’d berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari ‘Atho` bin Yazid dari Abu Hurairah berkata. Bapakku berkata; dan Abu Kamil berkata; telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Ibnu Syihab telah menceritakan kepada kami ‘Atho` bin Yazid dari Abu Hurairah, dia berkata secara makna hadits; bahwa orang-orang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; “Wahai Rasulullah apakah kita akan melihat Tuhan kita pada hari kiamat?” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apakah kalian merasa terhalangi bila melihat rembulan pada malam purnama yang tidak ada mendung di bawahnya?” Mereka berkata; “Tidak, wahai Rasulullah!.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Apakah kalian merasa terhalangi bila melihat matahari yang tidak ada mendung dibawahnya?” Mereka berkata; “Tidak.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya dalam kondisi seperti itu, demikian juga Allah akan mengumpulkan manusia lalu berfirman: ‘Barangsiapa telah menyembah sesuatu maka ikutilah dia, ‘ maka orang yang menyembah matahari mengikuti matahari dan orang yang menyembah rembulan mengikuti rembulan, serta orang yang menyembah para thaghut mengikuti para thaghut dan tinggallah umat ini yang terdapat di dalamnya orang-orang Mukmin dan munafik.” -Abu Kamil berkata: Ibrahim masih merasa ragu.- Lalu Allah Azza Wa Jalla datang kepada mereka dengan rupa yang tidak mereka kenal, Allah berfirman: ‘Aku adalah Tuhan kalian, ‘ maka mereka berkata; ‘Kami berlindung kepada Allah darimu, ini adalah tempat kami sampai Tuhan kami datang kepada kami dan jika Tuhan kami telah datang kepada kami, maka kami mengenal Nya.’ Lalu Allah Azza Wa Jalla datang kepada mereka dengan rupa yang mereka kenal seraya berfirman: ‘Aku adalah Tuhan kalian, ‘ mereka berkata; ‘Engkaulah Tuhan kami, ‘ maka mereka mengikuti-Nya. Kemudian diletakkan sebuah jembatan di atas jahannam, ” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Maka aku dan juga umatku adalah orang yang pertama kali melewatinya, pada hari itu tidak ada yang berbicara kecuali para rasul, dan doa para Rasul ketika hari itu adalah: ‘Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah, ‘ dan pada jahannam terdapat beberapa kail seperti duri Sa’dan, apakah kalian tahu apa itu duri Sa’dan? Mereka berkata; “Iya, wahai Rasulullah!” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya kail-kail tersebut seperti duri Sa’dan hanya saja tidak diketahui berapa ukuran besarnya kecuali Allah Ta`ala, maka kail-kail tersebut menyambar manusia menurut amalan mereka, di antara mereka ada yang hancur (binasa) karena amalannya dan di antara mereka ada pula sebagian tubuhnya yang disambar oleh kail-kail tersebut, dan ada yang hanya sekedar dihukum, ” -Abu Kamil berkata dalam hadits riwayatnya; Ibrahim merasa ragu; – di antara mereka ada yang sebagian tubuhnya atau hanya sekedar dihukum saja lalu selamat. Sehingga ketika Allah Azza Wa Jalla selesai dari persidangan para hamba-Nya dan hendak mengeluarkan dari neraka orang yang dikehendaki oleh-Nya untuk mendapatkan rahmat-Nya dari orang-orang yang mengucapkan: LAA ILAAHA ILLALLAH, maka Allah Azza Wa Jalla memerintahkan para Malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu dari orang-orang yang Allah telah kehendaki untuk mendapatkan rahmat-Nya. Para Malaikat mengenal mereka dengan tanda bekas sujud dan Allah Azza Wa Jalla telah mengharamkan neraka untuk memakan dari bekas sujud anak cucu adam, lalu para Malaikat mengeluarkan mereka dalam keadaan telah hangus terbakar kemudian mereka diguyur dengan air yang bernama air kehidupan sehingga ia tumbuh sebagaimana benih yang tumbuh. -Abu Kamil berkata; yaitu biji yang tumbuh dalam genangan air.- Dan tinggallah seorang yang wajahnya menghadap ke surga, dia adalah orang yang paling terakhir masuk neraka. dia berkata; ‘Wahai Tuhanku palingkanlah wajahku dari neraka, sungguh hembusan api neraka telah menyakiti diriku dan kobaran apinya telah membakarku’ dan ia masih terus berdoa kepada Allah hingga Allah berfirman: bisa jadi jika Aku memberikan itu kepadamu maka kamu akan memohon kepada-Ku yang lain’ dia berkata; ‘Tidak, demi keperkasaan-Mu saya tidak akan memohon kepada-Mu yang lain’ maka Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Dan ketika wajahnya menghadap ke surga sehingga bisa melihat apa yang ada di dalamnya, ia diam tertegun selama waktu yang dikehendaki Allah. Lalu setelah itu dia berkata; ‘Wahai Tuhanku dekatkan saya ke pintu syurga, ‘ Allah berfirman: ‘Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan memohon kepada-Ku yang lain, celaka kamu wahai anak adam alangkah khianatnya dirimu’ maka dia masih terus berdoa hingga Allah berfirman kepadanya: ‘bisa jadi jika Aku memberimu, maka kamu akan memohon yang lain.’ dia berkata; ‘Demi keperkasaan-Mu saya tidak akan memohon kepada-Mu yang lain.’ dan iapun memberikan janji dan sumpahnya untuk tidak memohon yang lain, maka Allah mendekatkannya ke pintu syurga sehingga ketika dia dekat dengannya, maka surga tertampang padanya dan ketika ia melihat apa yang ada di dalamnya berupa kenikmatan hidup dan kesenangan maka ia hanya terdiam tertegun dengan waktu yang dikehendaki Allah, kemudian ia berkata; ‘Wahai Tuhanku masukkan saya ke dalam surga, ‘ maka Allah berfirman: ‘bukankah kamu telah berjanji untuk tidak memohon yang lain?, bahkan kamu telah memberikan janji dan sumpahmu untuk tidak memohon kepada-Ku yang lain.’ maka dia berkata; ‘Wahai Tuhanku janganlah Engkau jadikan saya sebagai makhluk-Mu yang paling celaka, ‘ dan ia masih terus berdoa kepada Allah sehingga Allah tersenyum, dan jika Allah telah tersenyum kepadanya maka Allah telah mengizinkannya untuk masuk ke dalam syurga, dan ketika ia telah dimasukkan ke dalamnya maka dikatakan kepadanya; ‘Berangan-anganlah untuk mendapatkan ini, ‘ maka iapun berangan-angan, kemudian dikatakan (kepadanya lagi); ‘Berangan-anganlah untuk mendapatan itu, ‘ maka iapun berangan-angan sehingga angan-angannya terputus lalu dikatakan kepadanya; ‘Ini untukmu dan semisalnya bersamanya.’ ‘Atho` bin Yazid berkata; dan Abu Sa’id bersama Abu Hurairah, dan ia tidak membantah dari perkataan Abu Hurairah sedikitpun, sehingga ketika Abu Hurairah menceritakan; “bahwa Allah Azza Wa Jalla berkata kepada laki-laki tersebut; “dan semisalnya bersamanya, ” maka Abu Sa’id menyelahnya; “dan sepuluh kali lipat semisalnya bersamanya, wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah berkata; “saya tidak hafal kecuali perkataannya; “itu bagimu dan semisalnya bersamanya.” Abu Sa’id berkata: aku telah menghafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang perkataan Allah kepada laki-laki tersebut; “Bagimu sepuluh kali yang semisal itu.” Abu Hurairah berkata; “dan itulah seorang dari penduduk surga yang paling terakhir yang masuk surga.”

 

Musnad Ahmad 7587: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Az Zuhri dan Ya’qub berkata; telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Syihab. -Bapakku berkata; dan ini adalah hadits Sulaiman Al Hasyimi- dari ‘Amru bin Asid bin Jariyah Ats Tsaqofi sekutu bani Zuhroh, dan ia adalah termasuk murid Abu Hurairah, ia berkata; Abu Hurairah berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus sepuluh rombongan sebagai mata-mata dan menjadikan ‘Ashim bin Tsabit bin Abil Aqlah, kakek ‘Ashim bin Umar bin Al Khaththab sebagai pempinan mereka, lalu mereka berangkat hingga ketika mereka tiba di Al Haddah sebuah tempat antara Usfan dengan Makkah, keberadaan mereka diberitahukan kepada perkampungan suku Hudzail yang bernama Banu Lihyan, lalu mereka keluar dengan pasukan sekitar seratus laki-laki pemanah dan mengikuti jejak rombongan ‘Ashim bin Tsabit, hingga ketika mereka mendapatkan tempat makanan kurma mereka (rombongan Ashim) di sebuah tempat yang mereka singgahi, para pasukan tersebut berkata; ‘ini adalah biji kurma dari Yatsrib, ‘ maka mereka mengikuti jejak rombongan ‘Ashim, dan ketika ‘Ashim dan para sahabatnya diberitahu akan pasukan yang mengejar mereka, maka mereka kembali ke Fadfad, namun para pasukan tersebut telah mengepung mereka dan berkata; ‘Turunlah kalian dan berikan kepada kami apa yang ada di tangan kalian, kalian bisa membuat perjanjian dan kesepakatan agar kami tidak membunuh seorangpun dari kalian.’ maka ‘Ashim bin Tsabit sang pimpinan rombongan berkata; ‘Demi Allah saya tidak mau berada dalam lindungan orang kafir, ya Allah beritahu Nabi-Mu tentang kami.’ Maka para pasukan tersebut menghujani mereka dengan anak panah hingga membunuh ‘Ashim bersama enam orang lainnya yang terbunuh, sedangkan tiga yang lainnya membuat perjanjian dan kesepakatan dengan mereka, mereka adalah Khubaib Al Anshori dan Zaid bin Ad-Datsinah dan seorang lagi, dan tatkala pasukan tersebut telah menyandera tiga utusan Nabi, mereka memudar tali anak panah mereka untuk mengikat sandra mereka dengan tali itu, maka laki-laki yang ketiga berkata; “Ini adalah penghinatan pertama, demi Allah saya tidak akan menjadi teman kalian, dan mereka (yang telah terbunuh) adalah teladan bagiku.” Maka mereka menyeretnya dan mengumpulkannya dengan kedua temannya namun ia tetap tidak mau dikumpulkan dengan mereka, hingga akhirnya mereka membunuhnya dan mereka pergi dengan membawa Khubaib dan Zaid bin Datsinah hingga mereka menjualnya di makkah setelah peristiwa badar, maka Bani Harits bin ‘Amir bin Naufal bin Abdu Manaf membeli Khubaib (Khubaib adalah orang yang telah membunuh Al Harits bin ‘Amir bin Naufal ketika perang badar) sehingga Khubaib menjadi tawanan bagi mereka hingga mereka bersepakat untuk membunuhnya, lalu Khubaib meminjam silet dari salah satu anak perempuan Al Harits untuk mencukur bulu kemaluannya sebelum meninggal, lalu ia meminjamkannya kepada Khubaib, dan pada saat itulah bocah kecil anak wanita tersebut merangkak menuju Khubaib, lalu wanita itu berkata; ‘Dan saat itu saya sedang lalai, ‘ dan ia mendapatkan Khubaib memangku anaknya di atas pahanya sedangkan tangannya memegang silet, perempuan tersebut berkata; ‘Maka saya takut sekali dengan ketakutan yang dimengerti oleh Khubaib, hingga Khubaib berkata; ‘Apakah kamu takut kalau saya akan membunuhnya? saya tidak akan melakukan itu.’ Maka perempuan itu berkata; ‘Demi Allah saya tidak pernah melihat tawanan yang sangat baik seperti Khubaib, ‘ lalu ia berkata; ‘Demi Allah pada suatu hari saya pernah melihatnya memakan setangkai anggur di tangannya dalam keadaan terikat dengan rantai besi, padahal di makkah tidak ada buah anggur, ‘ dan wanita itu juga berkata; ‘Sesunguhnya itu adalah rizqi yang Allah berikan kepada Khubaib.’ Dan tatkala mereka hendak membunuhnya, Khubaib berkata kepada mereka; ‘Berikan saya kesempatan untuk melakukan dua rakaat, ‘ maka mereka membiarkannya hingga Khubaib melaksanakan dua rakaat, kemudian ia berkata; ‘Demi Allah sekiranya aku tidak kuwatir kalau kalian menganggapku takut dari kematian niscaya saya akan menambah bilangan rakaatku, ya Allah hitunglah jumlah mereka dan hancurkan kekuatan mereka dan jangan Engkau sisakan satupun dari mereka. Aku tak peduli terbunuh sebagai seorang muslim. Di sebelah manupun hanya untuk Allah kematianku yang demikian bagi Sang Ilah jika Dia berkehendak akan memberkahi semua persendian jasad yang terpisah.’ Kemudian Abu Sirwa’ah `Uqbah bin Al harits berdiri kepadanya dan membunuhnya, sungguh Khubaib telah memberi contoh yang baik kepada satiap muslim, ia terbunuh dalam keadaan sabar setelah shalat. Dan Allah telah mengabulkan doa ‘Ashim bin Tsabit pada hari ia diserang musuh, maka Rasulullah memberitahu para sahabatnya tentang berita mereka, sehingga ada sekelompok orang dari Quraisy yang mengirim utusan untuk membawa potongan jasadnya agar diketahui bahwa ‘Ashim benar-benar terbunuh, karena Ashim telah membunuh salah satu pembesar mereka pada perang badar, lalu Allah Azza Wa Jalla mengirim kepada ‘Ashim semisal naungan laba-laba yang melindungi ‘Ashim dari utusan mereka sehingga mereka tidak mampu untuk mengambil sesuatupun darinya.”

 

Musnad Ahmad 7588: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin ‘Aun dari Abdurrahman bin Ubaid Abi Muhammad dari Abu Hurairah berkata; “Aku bersama Rasulullah melayat jenazah, aku berjalan kaki, dan jika aku berjalan beliau selalu mendahuluiku, lalu aku lari-lari kecil sehingga aku bisa mendahuluinya. Seorang laki-laki yang berada disampingku menoleh seraya berkata; “Demi kekasih Ibrahim, ia telah dihimpit oleh bumi.”

 

Musnad Ahmad 7589: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Hassan dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; “telah dilarang untuk ikhtishar (meletakkan tangannya di atas pinggang) dalam shalat, ” maka kami berkata kepada Hisyam; “apakah dia menyebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ” lalu ia berkata dengan isyarat kepalanya, – meng-iyakan-.

 

Musnad Ahmad 7590: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Syu’bah Ibnul Hajjaj dari Muhammad bin Abdul Jabbar dari Muhammad bin Ka’ab Al Qurozhi dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Rahim adalah dahan dari Ar Rahman Azza Wa Jalla, ia akan datang pada hari kiamat seraya berkata; ‘Wahai Tuhanku saya telah diputus, wahai Tuhanku saya telah dizhalimi, wahai Tuhanku saya telah diperlakukan dengan tidak baik.'”

 

Musnad Ahmad 7591: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammam dari Qotadah dari Abu Maimunah dari Abu Hurairah, dia berkata; “aku berkata; ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya jika diriku melihatmu jiwaku terasa tentram dan mataku terasa sejuk, maka beritahulah saya tentang setiap sesuatu! ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap sesuatu diciptakan dari air.” Abu Hurairah berkata; aku berkata; “Wahai Rasulullah beritahu kepadaku tentang perkara jika aku mengerjakannya maka aku akan masuk syurga!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan kerjakanlah shalat malam ketika manusia sedang tidur, kemudian setelah itu masuklah syurga dalam keadaan selamat.”

 

Musnad Ahmad 7592: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Penduduk surga akan masuk surga dalam keadaan tidak berbulu badan dan tidak berjenggot, wajah mereka putih berseri-seri, kepala mereka berambut pendek serta mata mereka bercelak, mereka seperti anak muda yang berumur tiga puluh tiga tahun, ukuran tubuh mereka sebagaimana penciptaan Adam dengan tinggi enam puluh hasta dan lebar tujuh hasta.”

 

Musnad Ahmad 7593: Telah menceritakan kepada kami Yazid dan Abu Kamil mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Isl bin Sufyan dari ‘Atho` dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melarang membungkus tubuh dalam shalat (yaitu memasukkan kedua tangan ke dalam baju).”

 

Musnad Ahmad 7594: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Roh-roh itu seperti tentara yang berkelompok-kelompok, jika saling mengenal maka akan bersatu namun jika saling mengingkari maka akan berselisih.”

 

Musnad Ahmad 7595: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah menceritakan kepada kami Hamam bin Yahya dari Qotadah dari An Nadlr bin Anas dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa memiliki dua istri kemudian ia lebih condong kepada salah satu darinya, maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan menarik salah satu rusuknya sehingga jatuh atau miring.” Yazid ragu dalam riwayatnya; “sehingga jatuh atau miring.”

 

Musnad Ahmad 7596: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah. Dan ‘Affan juga berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad berkata; telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid dari Aus bin Khalid dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kelak akan ada binatang melata membawa tongkat Musa ‘Alaihis Salam dan cincin Sulaiman ‘Alaihis Salam, lalu ia menghancurkan orang kafir.” ‘Affan berkata dalam riwayatnya; “memukul hidung orang kafir dengan cincin, dan binatang tersebut juga menyibak wajah mukmin dengan tongkat Musa ‘Alaihis Salam, sehingga orang-orang yang berada di meja makanan berkumpul pada meja makanan mereka, lalu yang ini berkata; ‘Wahai mukmin, ‘ dan yang itu berkata; ‘Wahai kafir.'”

 

Musnad Ahmad 7597: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin ‘Amru dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian akan tidur di atas kasurnya hendaklah ia mengibasnya dengan sarungnya, sebab ia tidak tahu apa yang telah terjadi sepeninggalnya, dan jika ia ingin meletakkan rusuknya hendaklah ia membaca: BISMIKAALLAHUMMA WADLA’TU JANBI WA BIKA ARFA’UHU, ALLAHUMMA IN AMSAKTA NAFSIY FAGHFIRLAHA WA IN ARSALTAHA FAHFAZH BIHI ‘IBAADAKA ASH SHALIHIIN (Dengan menyebut nama-Mu ya Allah aku baringkan tulang rusukku, dan dengan menyebut nama-Mu aku angkat. Ya Allah, jika Engkau ambil jiwaku maka ampunilah ia, dan jika Engkau kembalikan padaku maka jagalah ia sebagaimana Engkau jaga hamba-hamba-Mu yang shalihin).”

 

Musnad Ahmad 7598: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Ar Rabi’ bin Muslim dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia.”

 

Musnad Ahmad 7599: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Ashim bin Abi An Najud dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla melihat para pengikut perang badar, lalu berfirman: “berbuatlah sekehendak kalian sesungguahnya Aku telah mengampuni kalian.”

 

Musnad Ahmad 7600: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah Al Majisyun dari Wahb bin Kaisan dari ‘Ubaid bin Umair Al Laitsi dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ada seorang laki-laki yang berada pada belahan bumi tiba-tiba ia mendengar suara di awan; ‘Siramlah kebun fulan, ‘ maka awan tersebut mengumpul lalu mengguyurkan airnya pada sebidang tanah padas berbatu, maka laki-laki tersebut pergi menuju tempat itu dan ketika ia tiba, di beberapa ujung genangan air ternyata ada sebuah genangan air yang menyerap air dari semua genangan lainnya, maka laki-laki itu menelusuri air tersebut hingga ia menemukan seorang laki-laki yang berada di kebunnya sedang berusaha mengalirkan air (ke kebunnya) dengan alat ukur tanahnya, maka laki-laki (yang pertama) tersebut bertanya kepada laki-laki yang berada di kebun; ‘Wahai hamba Allah siapa namamu? ‘ ia menjawab; “Fulan” dengan nama seperti yang didengar oleh laki-laki pertama tadi dari atas awan. Maka dia bertanya balik kepadanya; ‘Wahai hamba Allah kenapa kamu bertanya namaku? ‘ laki-laki itu berkata; ‘Sesungguhnya aku mendengar suara dari awan yang sekarang menjadi air ini, ia berkata; ‘Siramlah kebun fulan, dan ternyata itu adalah namamu, lalu apa yang kamu perbuat dengan kebun ini (sehingga terjadi hal itu)? ‘ maka dia menjawab; “Adapun jika kamu mengatakan hal itu maka sesungguhnya aku membagi hasil kebun ini sepertiga untuk aku sedekahkan, sepertiga lagi aku makan bersama keluargaku dan sepertiga akhir aku simpan sebagai bibit kebun ini.”

 

Musnad Ahmad 7601: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Hassaan dari Muhammad bin Wasi’ dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menutupi aib saudaranya sesama muslim di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya kelak pada hari kiamat. Dan barangsiapa melapangkan kesulitan saudaranya di dunia maka Allah akan melapangkan kesulitannya kelak pada hari kiamat, dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia mau menolong sesamanya.”

 

Musnad Ahmad 7602: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al Hajjaj bin Arthoh dari ‘Atho` dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu ia menutupinya maka pada hari kiamat ia akan dicambuk dengan cambuk yang terbuat dari api.”

 

Musnad Ahmad 7603: telah menceritakan kepada kami Yazid telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim dari Ghoilan bin Jarir dari Abi Qois bin Riyah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa keluar dari ketaatan (pemimpin kaum muslimin) dan memisahkan diri dari jama’ah kaum muslimin maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah, dan barangsiapa berperang di bawah bendera yang tidak jelas (selain bendera Islam), marah karena golongan, berperang karena golongan, dan menolong golongannya, lalu terbunuh maka ia telah mati dalam keadaan jahiliyah. Dan barangsiapa memberontak umatku, membunuh yang baik dan yang fajir, tidak peduli dengan yang mukmin serta tidak melindungi orang kafir yang berada di bawah perjanjian maka dia bukan golonganku dan saya juga bukan golongannya.”

 

Musnad Ahmad 7604: telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Mubarak bin Fadlalah dari Ali bin Zaid dari Abu Utsaman An Nahdi berkata; aku mendatangi Abu Hurairah dan berkata kepadanya; “Sesungguhnya telah sampai kabar kepadaku bahwa satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sejuta kebaikan” Abu Hurairah berkata; “Apa yang membuatmu heran dengan itu, demi Allah aku telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda seperti itu.” Bapakku (Ahmad) berkata; Abu Hurairah berkata; “Sesungguhnya Allah melipat gandakan satu kebaikan dengan dua juta kebaikan.”

 

Musnad Ahmad 7605: telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang fakir dari kauam mukminin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya dari mereka dengan selisih lima ratus tahun.”

 

Musnad Ahmad 7606: telah menceritakan kepada kami Yazid dari Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Abu Rofi’ dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Zakaria ‘Alaihis Salam adalah seorang tukang kayu.”

 

Musnad Ahmad 7607: telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hammam bin Yahya dari Ishaq bin Abdullah bin Abi Tholhah dari Abdurrahman bin Abu ‘Amroh dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang melakukan sebuah dosa lalu ia berkata; ‘Wahai Tuhanku sesungguhnya aku telah melakukan suatu dosa, ‘ atau ia berkata; ‘Sesungguhnya aku telah melakukan suatu amalan dosa maka ampunilah dosa itu.’ maka Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘hamba-Ku telah melakukan dosa lalu dia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksanya, Aku telah mengampuni hamba-Ku.’ Kemudian hamba tersebut melakukan dosa yang lain, atau dia berdosa dengan dosa yang lain lalu ia berkata; ‘Wahai Tuhanku sesungguhnya aku telah melakukan suatu dosa maka ampunilah dosa itu.’ kemudian Allah Tabaaroka wa ta`ala berfirman: ‘hamba-Ku telah melakukan dosa lalu dia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksanya, Aku telah mengampuni hamba-Ku.’ Kemudian hamba tersebut melakukan dosa yang lain, atau berdosa dengan dosa yang lain lalu berkata; ‘Tuhanku sesungguhnya aku telah berbuat dosa maka ampunilah dosa itu.’ maka Allah berfirman: ‘hamba-Ku telah melakukan dosa lalu dia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksanya, Aku telah mengampuni hamba-Ku, dan berbuatlah sekehendaknya.'”

 

Musnad Ahmad 7608: telah menceritakan kepada kami Muhammad dan Husain mereka berkata; telah menceritakan kepada kami ‘Auf dari Abu Qohdzam ia berkata; “Pada zaman Ziyad atau Ibnu Ziyad ditemukan sebuah kantong yang berisi biji bijian (gandum) besarnya seperti biji kurma, di atasnya tertulis ini adalah biji yang tumbuh pada zaman yang ditegakkan keadilan di dalamnya.”

 

Musnad Ahmad 7609: telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf -yaitu Al Azroq, telah mengabarkan kepada kami ‘Auf dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, Syahr bin Hausyab berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sekiranya ilmu itu dengan perbintangan niscaya akan dicerna oleh orang-orang keturunan Persi.”

 

Musnad Ahmad 7610: telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf telah menceritakan kepada kami ‘Auf dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku telah melihat neraka maka aku mendapatkan kebanyakan penghuninya adalah wanita, dan aku juga telah melihat surga dan kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir.”

 

Musnad Ahmad 7611: telah menceritakan kepada kami Shafwan bin Isa berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Ajlan dari Al Qo’qo’ bin Hakim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa maka akan ada satu noda hitam di hatinya, jika ia bertaubat dan berlepas dari dosanya maka hatinya akan menjadi bersih, namun jika dosanya bertambah maka noda hitam tersebut akan semakin bertambah hingga menutupi hatinya, itulah noda yang disebutkan oleh Allah Azza Wa Jalla dalam Al Qur`an: “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya dosa yang mereka perbuat itu menutupi hati mereka.””

 

Musnad Ahmad 7612: telah menceritakan kepada kami Shafwan telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Ajlan dari Al Qo’qo’ bin Hakim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang mati syahid tidaklah merasakan sakitnya kematian kecuali sebagaimana salah satu dari kalian merasakan sakitnya dicubit.”

 

Musnad Ahmad 7613: telah menceritakan kepadaku Shafwan telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Ajlan dari Al Qo’qo’ dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dien adalah nasehat” -beliau ulangi tiga kali-, Abu Hurairah berkata; lalu dikatakan; “Wahai Rasulullah untuk siapa?”, Beliau bersabda: “Untuk Allah dan kitab-Nya, serta untuk para imam kaum muslimin.”

 

Musnad Ahmad 7614: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi ‘Adiy dari Ibnu ‘Aun dari Hilal bin Abi Zainab dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, bahwa dia berkata; pernah disebut-sebut tentang orang yang mati syahid di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau pun bersabda: “Bumi tidak akan pernah kering dengan darah seorang syahid hingga ia dijemput oleh kedua istrinya (dari bidadari), keduanya seperti wanita penyusu (untuk anak orang lain) yang menaungi kedua anak susuannya di suatu tanah lapang, di tangan masing-masing mereka terdapat selembar selendang yang lebih baik dari dunia dan seisinya.”

 

Musnad Ahmad 7615: telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Muhammad bin Wasi’ dari Syutair bin Nahar dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya prasangka yang baik termasuk ibadah yang baik.”

 

Musnad Ahmad 7616: telah menceritakan kepada kami Shafwan telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Ajlan dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; “Wahai Rasulullah manusia mana yang paling baik?” maka beliau menjawab: “Aku dan orang-orang yang bersamaku”, Abu Hurairah berkata; lalu ditanyakan kepada Beliau kembali; “Kemudian siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Orang yang berpegang dengan peninggalanku.” Ditanyakan lagi kepada beliau; “Kemudian siapa wahai Rasulullah?” Abu Hurairah berkata; “maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menolak untuk menjawab mereka.”

 

Musnad Ahmad 7617: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Abi ‘Adiy dari Muhammad bin Ishaq berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ibrahim dari Isa bin Tholhah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki mengucapkan suatu perkataan yang mengakibatkan ia masuk ke dalam neraka selama tujuh puluh musim karena suatu perkataan yang tidak dia sadari sama sekali.”

 

Musnad Ahmad 7618: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah aku mendengar ‘Ashim bin Ubaidillah dari keluarga Umar Ibnul Khaththab, ia menceritakan dari ‘Ubaid -pelayan Abu Ruhm- dari Abu Hurairah bahwa ia berjumpa dengan seorang wanita yang darinya ia mencium harum semerbak wewangian, maka iapun berkata kepadanya; “Apakah engkau ingin pergi ke masjid?” wanita itu menjawab; “Benar.” Abu Hurairah berkata; “Apakah untuk Allah juga engkau memakai wewangian?” Wanita itu menjawab; “Benar.” Abu Hurairah berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang wanita memakai wewangian untuk pergi ke masjid lalu Allah menerima shalatnya sehingga ia mandi dan membersihkan dari wewangian tersebut layaknya mandi junub.” Maka pergi dan mandilah.”

 

Musnad Ahmad 7619: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Furat berkata; Aku mendengar Abu Hazim berkata: Aku menyertai Abu Hurairah selama lima tahun, lalu aku pernah mendengarnya meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya bani isroil selalu dipimpin para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi maka akan digantikan oleh Nabi lain, dan sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku, dan akan ada para Khalifah (sesudahku) lalu berlanjut banyak (Khalifah).” Para sahabat bertanya; “Lalu apa yang Tuan perintahkan kepada kami?” Beliau bersabda: “Tepatilah bai’at yang pertama dan selanjutnya, dan berikan hak yang telah Allah tetapkan untuk mereka karena Allah akan meminta pertanggung jawaban mereka atas apa yang mereka pimpin.”

 

Musnad Ahmad 7620: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ya’la bin ‘Atho` berkata; aku mendengar ‘Amru bin ‘Ashim menceritakan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; sesungguhnya Abu Bakar pernah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Beritahukanlah kepadaku doa apa yang harus aku baca ketika pagi dan sore.” Beliau bersabda: “Ucapkanlah: ALLAAHUMMA ‘AALIMAL GHAIBI WAS SYAHAADATI FAATHIROS SAMAWATI WAL ARDLI RABBA KULLI SYAIN WA MALIIKAHU ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ANTA A’UDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII WA SYARRIS SYAITHONI WA SYIRKIHI (Ya Allah yang Maha mengetahui hal yang Ghaib (tersembunyi) dan hal yang nampak, Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan pemiliknya, saya bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah selain Engkau, saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan diriku dan kejelekan setan serta kesyirikannya), ucapkan doa tersebut di waktu pagi dan sore dan ketika kamu ingin tidur.”

 

Musnad Ahmad 7621: Telah menceritakan kepada kami Muhammad berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Dawud bin Farohij berkata: Aku mendengar Abu Hurairah berkata; “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam makanan kami hanya berupa Al Aswadain yaitu kurma dan air.”

 

Musnad Ahmad 7622: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Dawud bin Farohij berkata: Aku mendengar Abu Hurairah berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendiamkan istri-istrinya, -Syu’bah berkata dalam riwayatnya: menurutku Abu Hurairah berkata; – selama satu bulan, lalu Umar bi Khaththab datang kepadanya ketika beliau SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM berada di kamar dalam keadaaan berbaring di atas tikar sehingga membekas di punggungnya, Umar berkata; “Wahai Rasulullah raja persi minum dengan bejana emas dan perak sedangkan Tuan seperti ini?” maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang didahulukan kesenangan mereka di dunia.” kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi: “Satu bulan itu ada dua puluh sembilan hari, seperti ini dan seperti ini” beliau berisyarat dengan jari-jarinya, dan pada isyarat yang ketiga beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menekuk ibu jarinya.”

 

Musnad Ahmad 7623: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Budail dari Abdullah bin Syaqiq dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasannya beliau selalu berlindung dari siksa kubur, dan dari siksa jahannam dan dari fitnah Dajjal.

 

Musnad Ahmad 7624: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Abbas Al Jurairi berkata; aku mendengar Abu Utsman menceritakan dari Abu Hurairah bahwasanya mereka pernah tertimpa kelaparan, Abu Hurairah berkata; “Dan ketika itu kami ada tujuh orang, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kami tujuh kurma, setiap orang mendapatkan satu kurma.”

 

Musnad Ahmad 7625: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far dan Hasyim mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Balj. Hasyim berkata; telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Abu Sulaim berkata; aku mendengar ‘Amru bin Maimun berkata; “Aku pernah mendengar Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: “Maukah aku ajarkan kepadamu, ” -Hasyim berkata dalam riwayatnya; – maukah aku tunjukkan kepadamu suatu kalimat yang termasuk harta simpanan surga di bawah Al Arsy? yaitu: LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAH (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Azza Wa Jalla) maka Allah berfirman: ‘hamba-Ku telah masuk Islam dan berserah diri.'”

 

Musnad Ahmad 7626: Telah menceritakan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Ja’far- dan Hasyim mereka berkata; Syu’bah telah menceritakan kepada kami. Hasyim berkata; telah mengabarkan kepadaku Yahya Ibnu Abi Sulaim berkata; aku mendengar ‘Amru bin Maimun. Dan Muhammad berkata dari Abu Balj dari ‘Amru bin Maimun dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa senang, -Hasyim berkata dalam riwayatnya: – barang siapa yang tertarik untuk mendapatkan lezatnya iman maka cintailah seseorang, ia tidak mencintainya kecuali karena Allah Azza Wa Jalla.”

 

Musnad Ahmad 7627: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad berkata: aku mendengar Abu Hurairah menceritakan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh aku akan mencegah bererapa orang di antara kalian dari telagaku sebagaimana unta asing yang dicegah dari sebuah telaga.”

 

Musnad Ahmad 7628: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya jin ifrit telah meloncatiku semalam untuk memutuskan shalatku maka Allah memberi kekuatan kepadaku darinya hingga aku mampu menangkapnya, dan sungguh aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid, lalu pada pagi harinya kalian semua bisa melihatnya” Beliau bersabda lagi: “namun aku teringat akan doa saudaraku Sulaiman; ‘Tuhanku anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku.'” Abu Hurairah berkata; “maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun melepaskannya dalam keadaan hina.”

 

Musnad Ahmad 7629: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya aku berharap jika umurku panjang aku bisa bertemu dengan Isa ‘Alaihis Salam, namun jika kematianku datang lebih cepat, barangsiapa dari kalian bertemu dengannya sampaikanlah salamku kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7630: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah berkata; Sesungguhnya aku berharap jika umurku panjang aku bisa bertemu dengan Isa ‘Alaihis Salam, namun jika kematianku datang lebih cepat, barangsiapa dari kalian berjumpa dengannya sampaikanlah salamku kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7631: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah aku mendengar Ali bin Zaid dan Yunus bin Ubaid, mereka menceritakan dari ‘Ammar -pelayan bani Hasyim- dari Abu Hurairah berkata; -adapun Ali bin Zaid ia memarfu’kan hadits ini sedangkan Yunus bin ‘Ubaid tidak menyambungnya kepada Abu Hurairah, – bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang ayat ini: “Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.” beliau bersabda: “Maksud dari yang menyaksikan adalah pada hari ‘Arafah sedang yang disaksikan adalah pada hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7632: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Yunus berkata; aku mendengar ‘Ammar pelayan Bani Hasyim menceritakan, bahwasanya dia berkata tentang ayat: “dan yang menyaksikan dan yang disaksikan” ia berkata; “Yang menyaksikan adalah pada hari jum’at, yang disaksikan adalah pada hari ‘Arafah dan yang dijanjikan adalah hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7633: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Simak dari Malik bin Zhalim berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Abul Qosim ‘alaihish Shalaatu was Salam, yang jujur dan terpercaya bersabda: “Sesungguhnya binasanya umatku, -atau beliau bersabda: – rusaknya umatku adalah karena para pemimpin bodoh keturunan bangsa Quraisy.”

 

Musnad Ahmad 7634: Telah menceritakan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Ja’far- berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qotadah dari ‘Abbas Al Jusyami dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya ada satu surat Al Qur`an yang memiliki tiga puluh ayat, ia memberi syafa’at kepada seseorang hingga ia diampuni, surat tersebut adalah: TABAAROKAL LADZII BIYADIHIL MULKU.”

 

Musnad Ahmad 7635: Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Mughirah berkata; aku mendengar Ubaidullah bin Abi Nu’m menceritakan. Abdullah berkata; bapakku berkata; hanyasannya dia adalah Abdurrahman bin Abi Nu’m, tetapi Ghundar demikian ia berkata; bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dari hasil usaha membekam, hasil pelacuran dan harga penjualan anjing.” Abu Hurairah berkata; “dan penjualan air mani.” Berkata; Abu Hurairah berkata; “ini adalah tambahan dariku.”

 

Musnad Ahmad 7636: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Mughirah dari Asy Sya’bi dari Muharror bin Abu Hurairah dari bapaknya -dari Abu Hurairah- berkata; “Aku bersama Ali bin Abu Thalib ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusnya berangkat menuju penduduk makkah untuk menyampaikan surat Al Baro`ah, penduduk makkah berkata; “Apa yang kamu serukan?” Ali berkata; “Kami menyerukan bahwa tidak masuk surga kecuali orang mukmin, dan tidak boleh thawaf di sekeliling Ka’bah orang yang telanjang, dan barangsiapa memiki janji antara dirinya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka batas lamanya adalah empat bulan, dan jika empat bulan telah berlalu maka sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah berlepas diri dari orang-orang musyrik, dan setelah tahun ini orang musyrik tidak boleh melaksanakan haji.” Abu Hurairah berkata; “Dan saya ikut berseru hingga suara saya menjadi parau.”

 

Musnad Ahmad 7637: Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah berkata; “Sesungguhnya jika umurku panjang aku sangat berharap bisa berjumpa dengan Isa putra Maryam, jika aku telah didahului oleh ajal, maka barangsiapa salah seorang dari kalian bertemu dengannya ucapkanlah salamku untuknya.”

 

Musnad Ahmad 7638: Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Kaisan dari Abu Hazim dari Abu Hurairah berkata; seorang laki-laki meninang wanita -Anshor-, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lihatlah dia sebab dimata orang-orang Anshor ada sesuatu.”

 

Musnad Ahmad 7639: Telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dari Abu Az Zubair dari Abu Shalih dari Abu Hurairah yang insya Allah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Hampir saja kalian -Sufyan sesekali waktu menyebutkan; – akan ada orang-orang yang mengencangkan untanya untuk mencari ilmu, mereka tidak mendapatkan seorang alim yang lebih berilmu dari alim Madinah.” Orang-orang berkata; “dia adalah Al Umari” dan Sufyan berkata; “maka orang-orang lebih mengunggulkan Malik (Malik bin Anas).”

 

Musnad Ahmad 7640: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abi Shalih -yaitu Suhail- dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa ia mengabarkan kepada mereka dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika pembantu salah seorang dari kalian telah menghidangan makanan untuknya, dan telah cukup rasa lelah dan bau aromanya, hendaklah ia mengajaknya duduk bersama untuk (makan), jika ia enggan maka hendaklah ia ambilkan sesuap lalu menyisihkannya dan memberikannya kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7641: Dia berkata; aku membaca di hadapan Abu Qurrah Az Zubaidi Musa bin Thoriq dari Musa – yaitu Ibnu ‘Uqbah- dari Abu Shalih As Sammaan dan ‘Atho` bin Yasar atau dari salah satu dari keduanya, dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apakah kalian senang untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa, ucapkanlah: ALLAHUMMA A’INNAA ‘ALAA SYUKRIKA WA DZIKRIKA WA HUSNI IBAADATIKA (ya Allah bantulah kami untuk bersyukur kepada-Mu dan berdzikir kepada-Mu serta beribadah yang baik kepada-Mu).”

 

Musnad Ahmad 7642: Telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam, bapakku telah menceritakan kepadaku dari Qotadah dari Zurarah bin Aufa dari Sa’ad bin Hisyam dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat seseorang terputus oleh wanita dan anjing serta keledai.”

 

Musnad Ahmad 7643: Telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam, bapakku telah menceritakan kepadaku dari Qotadah dari Al Hasan dari Abu Rofi’ dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sekiranya salah seorang dari kalian mengetahui bahwa bila dia ikut shalat berjama’ah denganku maka dia akan mendapatkan pahala yang lebih besar dari seekor kambing yang gemuk atau dua ekor kambing yang gemuk, niscaya dia akan melakukannya, padahal pahala yang diperolehnya lebih utama baginya.”

 

Musnad Ahmad 7644: Telah menceritakan kepada kami Mu’adz telah menceritakan kepada kami Yazid bin Kaisan dari Abu Hazim dari Abu Hurairah berkata; Seorang laki-laki meminang perempuan -dari Anshor-, maka Rasulullah bersabda: “Lihatlah wanita tersebut” yaitu Sebab pada mata orang-orang Anshor ada sesuatu.”

 

Musnad Ahmad 7645: Telah menceritakan kepada kami Anas bin ‘Iyadl berkata; telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abdullah bin Al Had dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata; bahwasanya pernah dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seorang laki-laki yang minum khamer, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Pukullah dia” Abu Hurairah berkata; “Maka di antara kami ada yang memukul dengan tangannya dan ada pula yang memukul dengan sandalnya dan ada pula yang memukul dengan bajunya, maka tatkala mereka bubar sebagian orang ada yang berkata; “Allah telah menghinakanmu”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan berkata seperti itu, janganlah membantu setan atas laki-laki itu akan tetapi katakanlah, ‘Rohimakallaahu (semoga Allah memberi rahmat kepadamu).'”

 

Musnad Ahmad 7646: Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah, berkata Isma’il bin Abi Khalid dari Qois, dia berkata; Abu Hurairah singgah ke tempat kami di Kufah, berkata; Abu Hurairah mempunyai kedekatan dengan bekas budak kami, Sufyan berkata; Abu Hurairah adalah bekas budak Al Ahmas, lalu berkumpullah keluarga Ahmas. Qois berkata; lalu kami mendatanginya seraya mengucapkan salam kepadanya. Dan Sufyan dikesempatan lain berkata; lalu Al Hay mendatangi Abu Hurairah, lalu bapakku berkata kepadanya, “Wahai Abu Hurairah, mereka adalah nasab-nasabmu, mereka datang untuk mengucapkan salam kepadamu dan hendaklah engkau ceritakan kepada mereka hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Abu Hurairah berkata; “selamat datang untuk mereka semua, aku telah menjadi sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiga tahun, aku tidak pernah mencurahkan semua konsentrasiku dalam hadits sehingga aku mendengar beliau bersabda: “Demi Allah, apabila salah seorang di antara kalian mengambil seutas tali lalu ia mencari kayu bakar dan memanggulnya di atas punggung sehingga ia dapat makan dan bersedekah dari hasil penjualannya itu adalah lebih baik baginya daripada ia mendatangi seorang lelaki yang Allah anugerahkan kepadanya kekayaan lalu ia meminta kepadanya, bisa jadi ia akan memberinya dan bisa jadi juga ia tidak memberinya”, Kemudian beliau berkata dengan tangannya seperti ini, “Bila kiamat telah dekat kalian akan datang memerangi suatu kaum yang mengenakan sandal dari rambut, wajah mereka seakan-akan perisai perang dipalu.”

 

Musnad Ahmad 7647: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yazid – yaitu seorang dari wilayah wasith- berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah berfirman: ‘Aku meminjam kepada hamba-Ku tetapi hamba-Ku tidak meminjami, hamba-Ku mencelaiKu tanpa sepengetahuannya, ia berkata; ‘celaka wahai masa, celaka wahai masa, ‘ padahal Aku adalah masa.'”

 

Musnad Ahmad 7648: Telah menceritakan kepada kami Anas bin ‘Iyadl telah menceritakan kepadaku Abu Hazim dari Abu Salamah aku tidak mengetahuinya kecuali dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al Qur`an diturunkan dengan tujuh huruf, berbantah-bantahan dalam Al Qur`an adalah kufur -beliau Salallahu ‘Alaihi wa sallam mengatakannya tiga kali- maka kerjakanlah apa yang kalian ketahui darinya, sedangkan apa yang kalian tidak mengetahuinya maka kembalikanlah kepada orang yang berilmu tentangnya.”

 

Musnad Ahmad 7649: Telah menceritakan kepada kami Anas bin ‘Iyadl dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”

 

Musnad Ahmad 7650: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma’il bin Abi Fudaik telah menceritakan kepada kami Adl Dlahak bin Utsman dari Bukair bin Abdullah dari Sulaiman bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; “Aku tidak pernah shalat di belakang seorangpun setelah shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang paling persis dengan shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali shalatnya fulan”, Sulaiman bin Yasar berkata; “Fulan tersebut memanjangkan dua rakaat awal shalat dhuhur dan meringankan dua rakaat akhirnya, ia juga meringankan shalat asar, dan ia membaca dalam shalat maghrib dengan surat yang qishor mufasshol (yang ayatnya pendek), ia juga membaca dalam shalat isya` dengan surat yang wasath mufasshol (ayatnya sedang), dan ia juga membaca dalam shalat subuh dengan surat yang thiwal mufasshol (ayatnya panjang).”

 

Musnad Ahmad 7651: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah aku mendengar Al ‘Ala` bin Abdurrahman menceritakan dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa seorang laki-laki berkata; “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku memiliki kerabat, aku menyambung tali shilatur rahim kepada mereka namun mereka memutuskannya, aku berbuat baik kepada mereka namun mereka berbuat jelek kepadaku, aku berlemah-lembut kepada mereka namun mereka membodohiku.” Rasulullah bersabda: “Jika memang benar seperti apa yang kamu katakan maka seakan kamu menaburkan debu yang panas kepada mereka, dan kamu akan selalu mendapatkan pertolongan Allah selama kamu masih melakukan hal itu.”

 

Musnad Ahmad 7652: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah aku mendengar Al ‘Ala` bin Abdurrahman menceritakan dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kuburan seraya mengucapkan salam kepada penghuninya, beliau bersabda: “Keselamatan atas kalian semua wahai kaum muslimin, dan sungguh insya Allah kami akan menyusul kalian”, kemudian beliau bersabda: “Aku senang kita telah berjumpa dengan saudara-saudara kita.” Abu Hurairah berkata; para sahabat berkata; “Wahai Rasulullah, bukankan kami adalah saudara-saudaramu?”, beliau bersabda: “Bahkan kalian adalah sahabat dan saudara-saudaraku yang tidak ada lagi orang-orang seperti kalian setelahnya, dan aku akan mendahului mereka menuju telaga.” Maka para sahabat berkata; “Wahai Rasulullah, bagaimana engkau tahu ada orang-orang yang tidak datang dari umatmu setelahnya?” beliau bersabda: “Tidakkah kau tahu sekiranya ada seorang yang memiliki seekor kuda putih bersih kemudian pada bulunya ada bercak warna hitam yang pekat, tidak bisakah diketahui?” mereka menjawab, “Benar.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka pada hari kiamat kelak akan datang dengan keadaan putih bersih bekas air wudlu, dan aku akan mendahului mereka menuju telaga” kemudian beliau bersabda: “Sungguh akan ada seorang dari kalian yang terusir dari talagaku seperti unta tersesat yang diusir, aku panggil mereka; “kemarilah”, lalu dikatakan; “Sesungguhnya mereka telah murtad sepeninggalmu”, maka aku katakan: “Menjauhlah, menjauhlah.”

 

Musnad Ahmad 7653: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah aku mendengar Al ‘Ala` menceritakan dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang mukmin, seorang mukmin -beliau ucapkan hingga dua atau tiga kali-, pencemburu, pencemburu, dan Allah lebih pencemburu.”

 

Musnad Ahmad 7654: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah aku mendengar Al ‘Ala` menceritakan dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sudikah kalian jika aku tunjukkan dengan suatu amalan yang dengannya Allah mengangkat derajat dan menghapus kesalahan; memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah shalat dan menyempurnakan wudlu di saat yang tidak mengenakkan.”

 

Musnad Ahmad 7655: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah; aku mendengar Al ‘Ala` menceritakan dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sungguh, pada hari kimat kelak setiap hak akan dikembalikan kepada pemiliknya, sehingga seekor kambing akan membalas kambing bertanduk yang menanduknya.”

 

Musnad Ahmad 7656: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Ya’qub bin Abdullah Al Qummi dari Hafsh bin Humaid berkata; Ziyad bin Hudair berkata; “Alangkah senangnya jikalau aku berada dalam sebuah jeruji besi dan di dalamnya ada orang yang memperbaiki diriku, aku tidak berbicara kepada manusia dan mereka juga tidak berbicara kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 7657: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah, aku mendengar Al ‘Ala` menceritakan dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau melarang untuk mengucapkan nadzar, beliau bersabda: “Sesungguhnya tidak ada yang dapat menolak taqdir, hanyasannya nadzar itu adalah sesuatu yang dikeluarkan dari seorang bakhil.”

 

Musnad Ahmad 7658: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah, aku mendengar Al ‘Ala` menceritakan dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meriwayatkan dari Rabbnya, bahwa Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Aku adalah yang paling terbaik dari para sekutu, barangsiapa beramal untuk-Ku dengan satu amalan lalu ia sekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku berlepas diri darinya, dan sedangkan amalannya tersebut untuk sekutunya.”

 

Musnad Ahmad 7659: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Al ‘Ala` bin Abdurrahman bin Ya’qub berkata; aku mendengar bapakku menceritakan dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Allah Azza Wa Jalla berfirman; ‘Aku adalah yang paling terbaik dari para sekutu, barangsiapa beramal untuk-Ku dengan satu amalan lalu ia sekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku berlepas diri darinya, dan sedangkan amalannya tersebut untuk sekutunya.”

 

Musnad Ahmad 7660: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Manshur dari Abu Utsman dari Abu Hurairah berkata; aku mendengar Rasulullah yang jujur dan terpercaya Abul Qosim, pemilik kamar ini shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rahmat tidak akan dicabut kecuali dari seorang yang celaka.” Syu’bah berkata; “ia menuliskannya untukku dan aku telah membacakannya di hadapannya – yaitu Manshur-.”

 

Musnad Ahmad 7661: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Bisyr dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Al kam`ah (nama tumbuhan) berasal dari Al manna, airnya adalah obat untuk mata, al Ajwah berasal dari surga airnya adalah obat dari racun.”

 

Musnad Ahmad 7662: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Abu Ziyad Ath Thohhan berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau melihat seorang laki-laki yang minum dengan berdiri, lalu beliau bersabda kepadanya: “Muntahkanlah”, laki-laki itu berkata; “Kenapa?” Rasulullah bersabda: “Apakah kamu suka jika ada kucing yang minum bersamamu?” ia berkata; “Tidak”, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya telah minum bersamamu yang lebih jelek dari kucing, yaitu setan.” Telah berbicara kepada kami Hajjaj, telah berbicara kepadaku Syu’bah dari Abu Ziyad -pelayan Al Hasan bin Ali- berkata: saya telah mendengar Abu Hurairah lalu ia menyebutkan seperti hadits di atas.

 

Musnad Ahmad 7663: padanya ada koreksian, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu At Tayyah berkata; aku mendengar Abu Zur’ah menceritakan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Umatku akan binasa oleh sekelompok orang dari bangsa Quraisy” para sahabat berkata; “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami wahai Rasulullah? ‘ beliau bersabda: “Yaitu jika orang-orang telah meninggalkan mereka, ” bapakku berkata di saat sakit menjelang kematiannya; “peganglah hadits ini, sesungguhnya ia adalah menyelisihi hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu perkataannya; dengarkanlah, taatilah dan bersabarlah.”

 

Musnad Ahmad 7664: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far bahwa ia ditanya tentang bacaan imam dalam shalat, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Muhammad dari ‘Atho` bin Abi Rabbah dari Abu Hurairah berkata tentang setiap shalat dibacakan didalamnya; “maka apa saja yang diperdengarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kami kami akan memperdengarkannya kepada kalian. Dan apa saja yang tidak disuarakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka kami tidak akan menyuarakannya kepada kalian.”

 

Musnad Ahmad 7665: berkata; aku telah membacakan di hadapan Abdurrahman; Malik berkata; dari Ibnu Syihab dari Ibnu Ukaimah Al Laitsi dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai dari shalat yang padanya bacaan dikeraskan, lalu beliau bersabda: “Adakah dari kalian yang membaca bersamaku barusan?” seorang laki-laki berkata; “Iya wahai Rasulullah.” Maka beliau bersabda: “Aku katakan bahwa aku tidak ingin ada yang menyelisihiku dalam membaca”, maka sejak mereka mendengar hal itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang-orang tidak ada lagi yang membaca berbarengan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shalat yang di dalamnya bacaan dikeraskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

 

Musnad Ahmad 7666: berkata; aku telah membacakan di hadapan Abdurrahman; Malik berkata; dari Sumay -pelayan Abu Bakr bin Abdurrahman- dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: LAA ILAAHA ILLAALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI`IN QODIIR (Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujiaan. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu) seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti memerdekaan sepuluh budak, ditulis baginya seratus kebaikkan dan dihapuskan dari seratus kesalahan, dan pada hari tersebut ia mendapat penjagaan dari setan, serta tidak ada yang lebih utama dari apa yang ia baca kecuali orang yang lebih banyak darinya dalam membaca.”

 

Musnad Ahmad 7667: berkata; aku telah membacakan di hadapan Abdurrahman; Malik berkata; Sumay pelayan Abu Bakr dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: SUBHAANALLAAH WA BI HAMDIHI (Segala puji bagi Allah, aku memuji-Nya) dalam setiap hari seratus kali maka dosa-dosanya akan dihapuskan meski sebanyak buih di laut.”

 

Musnad Ahmad 7668: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Musa -yaitu Ibnu Ali- dari bapaknya dari Abdul Aziz bin Marwan dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “kejelekan yang ada pada seseorang adalah: kebakhilan yang membuat orang mengeluh ketika diambil hak Allah Azza Wa Jalla dari hartanya, dan ketakutan yang berlebihan.”

 

Musnad Ahmad 7669: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Malik dari Abdullah bin Abdurrahman dari Ibnu Hunain dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki membaca; “Qul huwallahu ahad”, maka beliau bersabda: “Telah wajib baginya” Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah apa maksud dari telah wajib baginya?”, Rasulullah bersabda: “Telah wajib baginya surga.”

 

Musnad Ahmad 7670: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Abu Sinan dari Abu Shalih Al Hanafi dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan: SUBAHAANALLAAH (Maha suci Allah) dan ALHAMDULILLAAH (segala puji bagi Allah) dan LAA ILAAHA ILLA ALLAH (tidak ada Ilah selain Allah) dan ALLAAHU AKBAR (Allah maha besar). Barangsiapa mengucapkan; subhaanallah, maka Allah akan menulis dua puluh kebaikan baginya dan menggugurkan dua puluh dosa darinya, dan barangsiapa mengucapkan; Allahu Akbar, maka Allah akan menulis seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan; laa Ilaaha illa Allah, maka akan seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya maka Allah akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.”

 

Musnad Ahmad 7671: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Hammad dari Muhammad bin Ziyad dan ‘Affan berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata; aku mendengar Abul Qosim shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tuhan kita ta’jub kepada suatu kaum yang digiring ke surga dalam keadaan terantai (orang yang meninggal dalam keadaan Islam dan masih tertawan) “.

 

Musnad Ahmad 7672: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Muhammad bin Ziyad berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika dihidangkan makanan oleh selain keluarganya, beliau selalu bertanya terlebih dahulu tentangnya; jika dikatakan bahwa dia adalah hadiah maka beliau memakannya, namun jika dikatakan bahwa dia adalah sedekah (zakat) maka beliau katakan: “Makanlah” dan beliau tidak memakannya.”

 

Musnad Ahmad 7673: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Hammad dari Muhammad berkata; Aku mendengar Abu Hurairah berkata; aku mendengar Abul Qosim shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan keluar dari madinah orang-orang yang benci dengannya, padahal madinah lebih baik bagi mereka sekiranya mereka tahu.”

 

Musnad Ahmad 7674: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Muhammad bin Ziyad berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Aku mendengar Abul Qosim shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tujuh puluh ribu dari umatku akan masuk surga tanpa hisab” lalu ada seorang laki-laki yang berkata; “Doakanlah semoga Allah menjadikan aku termasuk di antara mereka” kemudian ada laki-laki lain yang berdiri dan berkata; “Doakanlah semoga Allah menjadikan aku termasuk di antara mereka.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “‘Ukasyah telah mendahuluimu.”

 

Musnad Ahmad 7675: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami ‘Ashim bin Kulaib berkata; bapakku telah menceritakan kepadaku, ia berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Khutbah yang tidak ada syahadatnya seperti tangan yang buntung.” Abdullah berkata: telah berbicara kepadaku Muhammad bin Al Minhal saudaranya Hajjaj Al Anmathi dan dia tsiqoh, dia berkata; telah berbicara kepadaku Abdul Wahid bin Ziyad dari ‘Ashim bin Kulaib dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7676: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Ar Rabi’ bin Muslim dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia.”

 

Musnad Ahmad 7677: berkata; aku telah membacakan di hadapan Abdurrahman; Malik berkata; dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, ketika ia mencuci wajahnya maka akan keluar dosa yang ia lihat dengan matanya bersama guyuran air (wudhu) atau tetesan terakhir, atau semisalnya, dan ketika ia mencuci kedua tangannya maka keluar setiap dosa yang digerakkan oleh kedua tangannya bersama guyuran air (wudhu) atau tetesan terakhir, hingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.”

 

Musnad Ahmad 7678: berkata; aku telah membacakan di hadapan Abdurrahman; Malik berkata. Dan bapakku berkata; dan telah menceritakan kepada kami Ishaq telah menceritakan kepada kami Malik dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku tunjukkan dengan sesuatu yang dengannya dapat mengahapuskan dosa dan mengangat derajat? Sempurnakanlah wudlu disaat yang tidak mengenakkan. -Ishaq menyebutkan dalam riwayatnya; – melangkahkan kaki menuju masjid dan menunggu shalat setelah shalat, dan itulah ribath, dan itulah ribath, dan itulah ribath.”

 

Musnad Ahmad 7679: berkata; aku telah membacakan di hadapan Abdurrahman; Malik berkata; dari Sumay pelayan Abu Bakr bin Abdurrahman dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sekiranya manusia mengetahui keutamaan pada adzan dan shof pertama, kemudian mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan undian, sungguh mereka akan berundi demi mendapatkan keutamaannya. Dan sekiranya manusia mengetahui keutamaan yang terdapat dalam bersegera menghadiri shalat, sungguh mereka akan berlomba-lomba untuknya. Dan sekiranya mereka mengetahui apa yang terdapat dalam mengahdiri shalat isya` dan shalat subuh, sungguh mereka akan mendatanginya meskipun harus merangkak.”

 

Musnad Ahmad 7680: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari ‘Ashim dari ‘Ubaid pelayan Abi Ruhm dari Abu Hurairah berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “

 

Musnad Ahmad 7681: berkata; aku telah membacakan di hadapan Abdurrahman; Malik berkata; dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “bukankh kalian melihat kiblatku disini, demi Allah tidaklah tersembunyi dariku khusyu’ dan rukuk kalian kecuali aku pasti melihat kalian dari balik punggungku.”

 

Musnad Ahmad 7682: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Mu’awiyah -yaitu Ibnu Shalih dari Abu Bisyr dari ‘Amir bin Ludain Al Asy’ari dari Abu Hurairah berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hari jum’at adalah hari raya, maka janganlah kalian jadikan hari raya kalian sebagai hari kalian berpuasa, kecuali jika kalian berpuasa sebelumnya atau setelahnya.”

 

Musnad Ahmad 7683: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dan Abu Sa’id mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Za`idah telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Umair dari Muhammad bin Al Muntasyir dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya; “shalat apa yang paling utama setelah fardhu?” maka beliau bersabda: “Shalat di akhir malam.” Ditanyakan lagi kepada beliau; “Puasa apa yang paling utama setelah puasa ramadlan?” Beliau bersabda: “Bulan Allah yang kalian sebut dengan bulan muharram.”

 

Musnad Ahmad 7684: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Zuhair -yaitu Ibnu Muhammad dari Muhammad bin ‘Amru bin Halhalah dari ‘Atho` bin Yasar dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya.”

 

Musnad Ahmad 7685: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dan Mu`ammal mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Muhammad. Mu`ammal Al Khurasani berkata; telah menceritakan kepada kami Musa bin Wardan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seseorang itu bergantung kapada agama teman dekatnya, maka lihatlah salah satu dari kalian siapa yang dia untuk bergaul.” Muammil berkata dalam riwayatnya: “siapa yang ia jadikan teman dekatnya.”

 

Musnad Ahmad 7686: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Zuhair dari Al ‘Ala` dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang paling merugi?” para sahabat berkata; “Orang yang paling merugi menurut kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki harta benda.” Rasulullah bersabda: “Orang yang paling merugi dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala puasa, shalat dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa dosa karena mencela kehormatan si fulan, menuduh keji si fulan, serta memakan harta si fulan, lalu ia dihukum dengan diambil bagian kebaikannya oleh si fulan dan kebaikan yang lain diambil oleh si fulan, sehingga jika amalannya telah habis sebelum melunasi dosa-dosanya maka akan diganti dengan dilemparkan kepadanya dosa-dosa mereka (orang-orang yang dizhaliminya) kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.”

 

Musnad Ahmad 7687: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Al ‘Ala` dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datang zaman fitnah seperti sepenggelan malam yang gelap, pagi hari seorang dalam keadaan mukmin dan pada sore harinya ia menjadi kafir, sore hari dalam keadaan mukmin lalu pada esok harinya menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia yang begitu sedikit.”

 

Musnad Ahmad 7688: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Hausyab bin ‘Uqail berkata; telah menceritakan kepadaku Mahdi telah menceritakan kepadaku Ikrimah Pelayan Ibnu ‘Abbas, dia berkata: aku menemui Abu Hurairah di rumahnya, lalu aku bertanya kepadanya tentang puasa hari ‘arafah di padang ‘arafah, maka ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berpuasa pada hari arafah di padang arafah.” Bapakku berkata; dan Abdurrahman berkata: dari Mahdi Al ‘Abdi.

 

Musnad Ahmad 7689: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami ‘Auf dari Khalas bin ‘Amru Al Hajari berkata; Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sekiranya bukan karena bani Isra`il niscaya daging tidak akan menjadi bangkai dan makanan tidak akan menjadi kotor, dan sekiranya bukan karena Hawa niscaya seorang wanita tidak akan menghianati suaminya.”

 

Musnad Ahmad 7690: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Simak berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Zhalim berkata; aku mendengar Abu Hurairah berkata; aku mendengar kekasihku Abul Qosim shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya rusaknya umatku ini ada di tangan keturuan Quraisy yang bodoh.”

 

Musnad Ahmad 7691: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Harits dari Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban dari Abu Hurairah berkata; bahwasanya ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surat An-Najm beliau sujud, dan orang-oarng yang bersamanya juga ikut sujud kecuali dua orang yang menginginkan ketenaran.”

 

Musnad Ahmad 7692: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Abu ‘Alqomah -yaitu Al Farwi berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Khushaifah dari Busri bin Sa’id berkata; Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wanita mana saja yang mengenakan wewangian, maka janganlah sekali-kali mengikuti shalat Isya` terakhir.”

 

Musnad Ahmad 7693: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Muhammad bin Wasi’ dari Syutair bin Nahar dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya prasangka baik itu adalah termasuk dari sebaik-baik ibadah.”

 

Musnad Ahmad 7694: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Umar dari Sa’id bin Abi Sa’id dari Abu Hurairah berkata; bahwasanya Utsamah bin Utsal atau Utsalah masuk Islam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bawalah dia menuju kebun fulan dan suruhlah dia untuk mandi.”

 

Musnad Ahmad 7695: Telah menceritakan kepada kami Abu Dawud telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qotadah dari An Nadlr -yaitu Ibnu Anas bin Malik dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Dikirimkan kepada Ayub ‘Alaihis Salam belalang dari emas lalu ia mengambilnya, maka Allah pun berfirman; ‘Wahai Ayub, tidakkah Aku telah mengkayakan kamu? ‘ Ayub menjawab; ‘Wahai Rabb, siapakah yang merasa puas dengan rahmat-Mu, -atau Ia berkata; “siapakah yang merasa puas dengan karunia-Mu.”

 

Musnad Ahmad 7696: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit dari Abu Rofi’ dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ada sebuah pohon yang sangat mengganggu para pengguna jalan, lalu ada seorang laki-laki yang menebang pohon tersebut dan menyingkirkannya dari jalan, kemudian laki-laki itu dimasukkan ke dalam surga karena amalannya itu.”

 

Musnad Ahmad 7697: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit dari Abu Rofi’ dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan dari beberapa orang dari Al Hasan dan Ibnu Sirin dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ada seorang laki-laki pada masa sebelum kalian, dia tidak pernah beramal satu kebaikkan pun selain tauhid, maka ketika ajal menjemputnya dia berkata kepada keluargannya; ‘perhatikanlah jika aku mati hendaklah mereka membakarnya dan membiarkannya sehingga menjadi arang, kemudian hendaklah mereka menghancurkannya (menjadi abu hitam) dan membuangnya ke udara terbuka.’ Maka ketika ajal benar-benar telah menjemputnya mereka melaksanakan wasiat tersebut. Maka ketika Allah telah menggenggamnya, Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Wahai anak Adam apa yang mendorongmu untuk berbuat begitu? ‘ dia menjawab; ‘Wahai Rabb, aku melakukan begitu karena rasa takutku kepada-Mu.'” Nabi bersabda: “Lalu Allah mengampuninya karena rasa takut tersebut, padahal ia tidak pernah melakukan perbuatan baik kecuali tauhid.”

 

Musnad Ahmad 7698: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hamamad dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seseorang berbaring (tidur) dengan posisi tengkurap, maka beliaupun bersabda: “Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah.”

 

Musnad Ahmad 7699: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua anak Al Ash adalah orang yang beriman, yakni ‘Amru dan Hisyam.”

 

Musnad Ahmad 7700: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil dan Abu An Nadlr mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Sa’d Ath Tha`i. -Abu Nadlr berkata Sa’d Abu Mujahid-. Telah menceritakan kepada kami Abu Al Mudillah pelayan Ummul Mukminin, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; “Wahai Rasulullah sesungguhnya jika kami melihatmu, hati kami terasa bergemuruh dan seakan kami penduduk akhirat, namun jika kami berpisah denganmu kami ta’jub dengan kehidupan dunia, kami mencium wanita dan anak-anak.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian masih selalu dalam kondisi sebagaimana ketika kalian bersamaku niscaya para Malaikat akan menjabat tangan kalian dengan telapak tangan Mereka, dan niscaya mereka akan menziarahi rumah kalian, dan jikalau kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah akan mendatangkan sebuah kaum yang berbuat dosa agar Allah mengampuni mereka.” Abu Hurairah berkata; kami berkata; “Wahai Rasulullah ceritakan kepada kami tentang surga bagaimana bangunannya?” Beliau bersabda: “Bangunannya adalah tembok emas dan tembok perak, adukan semennya adalah minyak misik adzfar, kerikilnya adalah intan dan permata, lalu debunya adalah za’faron, barangsiapa masuk ke dalamnya maka dia akan merasa nikmat dan tidak ada rasa sengsara di dalamnya, ia kekal di dalamnya dan tidak mati, pakaiannya tidak lusuh dan masa mudanya tak akan pernah hilang. Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizholimi. Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya, lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu.” Telah bercerita kepada kami Hasan bin Musa telah bercerita kepada kami Zuhair telah bercerita kepada kami Sa’d bin ‘Ubaid At Tha`i, -aku berkata kepada Zuhair; “apakah dia Abul Mujahid?” dia menjawab; “Iya.”- Telah menceritakan kepadaku Abul Mudillah pelayan Ummul Mukminin bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; “Wahai Rasulullah, ” lalu ia menyebutkan hadits seperti di atas.

 

Musnad Ahmad 7701: Telah menceritakan kepada kami Abu Qathan telah menceritakan kepada kami Yunus bin ‘Amru bin Abdullah -yaitu Ibnu Abu Ishaq dari Mujahid dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jibril ‘Alaihis Salam telah datang kepadaku dan berkata; ‘Tadi malam aku telah datang kepadamu dan tidak ada yang menghalangiku untuk masuk rumah yang kamu berada di dalamnya kecuali karena di dalamnya terdapat patung seorang laki-laki dan juga terdapat tirai yang bergambar patung, oleh karena itu perintahkanlah untuk memotong kepala patung tersebut hingga seperti bentuk pohon dan perintahkan pula untuk memotong tirai yang bergambar patung untuk dijadikan bantal yang diduduki, serta perintahkanlah untuk mengeluarkan anjing, ‘” maka Rasulullah melakukannya, lalu tiba-tiba anjing milik Hasan dan Husain radliallahu ‘anhuma berlari di bawah meja keduanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian Bersabda: “Dan Jibril masih memberi nasehat kepadaku untuk berbuat baik kepada tetangga sehingga aku menyangka atau mengira bahwa dia mendapatkan hak waris.”

 

Musnad Ahmad 7702: Telah menceritakan kepada kami Abu Qathan dan Isma’il bin Umar mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Yunus dari Mujahid Abul Hajjaj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berbangga diri kepada malaikat akan orang-orang yang (berhaji) di padang ‘arafah seraya berfirman: ‘lihatlah para hamba-Ku, rambut mereka kumal lagi berdebu.'”

 

Musnad Ahmad 7703: Telah menceritakan kepada kami Abu Qathan berkata; telah menceritakan kepada kami Yunus dari Mujahid dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menggunakan obat dari sesuatu yang haram.”

 

Musnad Ahmad 7704: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ali bin Al Hakam dari ‘Atha` bin Abi Rabbah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu kemudian ia menutupinya, maka pada hari kiamat ia akan dicambuk dengan cambuk yang terbuat dari api.”

 

Musnad Ahmad 7705: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah, dia berkata; adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika dihidangkan makanan kepadanya oleh orang selain keluarganya, beliau selalu bertanya tentang makanan tersebut, jika dikatakan bahwa makanan tersebut adalah hadiah beliau makan, dan jika dikatakan bahwa makanan tersebut adalah sedekah maka beliau berkata; “makanlah” dan beliau tidak memakannya.”

 

Musnad Ahmad 7706: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Abi Wahsyiah dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui para sahabatnya ketika mereka sedang memperdebatkan tentang ayat; “pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” Mereka mengatakan; “Kami mengira bahwa pohon itu adalah al Kam`ah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Al Kam`ah dari Al Manna, airnya dapat digunakan obat sakit mata, dan Al `Ajwah (nama kurma Nabi) dari surga, dan ia adalah obat penawar racun.”

 

Musnad Ahmad 7707: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Khalid Al Hadzdza` dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, dia berkata; tatkala utusan Abdul Qois datang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Setiap orang bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, hendaklah setiap kaum menyimpan air minum dengan bejana yang biasa mereka pakai.”

 

Musnad Ahmad 7708: berkata; telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ishaq bin Abdullah -yaitu Ibnu Abi Tholhah dari Sa’id bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengucapkan: “ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL FAQRI WAL QILLATI WADZ DZILLATI WA A’UUDZU BIKA AN AZhLIMA AU UZhLAMA (Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran dan kekurangan serta kehinaan dan aku juga berlindung kepada-Mu dari menzhalimi (seseorang) atau dizhalimi).”

 

Musnad Ahmad 7709: berkata; telah menceritakan kepada kami Bahz dan ‘Affan mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ishaq bin Abdullah dari Abdurrahman bin Abi ‘Amrah dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya malaikat yang berada disebuah pintu langit berkata; ‘Barangsiapa memberi hutang pada hari ini maka akan dibalas besok, ‘ dan Malaikat yang berada pada pintu lain berkata; ‘Ya Allah berilah orang yang suka berinfaq dengan ganti dan segerakan bagi orang yang kikir sebuah kerusakan.”

 

Musnad Ahmad 7710: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah berkata; telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Abdullah dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ada seorang laki-laki yang membawa khamer di sebuah kapal untuk ia jual sedang bersamanya seekor kera, ” beliau bersabda: “Maka ketika laki-laki tersebut akan menjual khamer ia mencampurnya dengan air, ” beliau bersabda: ” lagi: “Lalu kera tersebut mengambil kantong pundinya dan membawanya naik ke atas tiang kapal, ” beliau bersabda: “Sehingga kera tersebut membuang dinar ke laut dan ke kapal hingga ia membagi-baginya.”

 

Musnad Ahmad 7711: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah berkata. Hammam berkata; aku mendapatkan dalam catatanku; dari Basyir bin Nahik, dan aku tidak mengiranya kecuali An Nadhr bin Anas dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa telah mendapatkan satu rakaat subuh kemudian matahari muncul, hendaklah ia sempurnakan shalatnya.”

 

Musnad Ahmad 7712: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Salim -yaitu Ibnu Hayyan- berkata; telah menceritakan kepada kami Sa’id -yaitu Ibnu Mina`- dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah pada hari kiamat kelak lebih harum dari bau misik.”

 

Musnad Ahmad 7713: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Basyir bin Nahik dan aku tidak mengiranya kecuali dari An Nadhr bin Anas dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak dari bau misik.”

 

Musnad Ahmad 7714: Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan berkata; telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Puasa adalah perisai, maka jika salah seorang dari kalian berpuasa janganlah mengucapkan kata-kata kotor dan jangan berbuat bodoh; jika ada yang mencela atau hendak menyakitinya hendaklah ia katakan; ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa.'”

 

Musnad Ahmad 7715: Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil dan ‘Affan mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abu Al Muhazzim. Dan ‘Affan berkata; telah mengabarkan kepada kami Abu Al Muhazzim dari Abu Hurairah, dia berkata; kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu ibadah haji atau umrah lalu kami bertemu, -‘Affan berkata: – sekumpulan belalang bertemu dengan kami, maka kami memukulnya dengan tongkat dan cemeti hingga kami membunuh mereka dan jatuh di tangan, kami berkata; “Apa yang kita perbuat dengan belalang ini sedangkan kita dalam keadaan ihram?” lalu kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: “Tidak apa-apa dengan buruan laut.”

 

Musnad Ahmad 7716: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ayyub dari Ghoilan bin Jarir dari Ziyad bin Riyah dari Abu Hurairah, dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa memisahkan diri dari jama’ah dan keluar dari ketaatan lalu mati maka matinya adalah seperti orang jahilliyah. Dan barangsiapa memberantak umatku, membunuh yang baik dan yang fajir, tidak peduli dengan yang mukmin serta tidak melindungi orang yang berada di bawah perjanjian maka dia bukan dari umatku. Dan barangsiapa berperang di bawah bendera yang tidak jelas (selain bendera Islam), marah karena golongan, berperang karena fanatik golongan dan menyeru kepada golongan, maka kematiannya seperti mati dalam jahiliyah.”

 

Musnad Ahmad 7717: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sungai eufrat akan memunculkan emas sebesar gunung dan manusia akan saling bunuh, setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh, -atau beliau mengatakan, -sembilam puluh sembilan, setiap dari mereka mengira bahwa ia akan selamat.”

 

Musnad Ahmad 7718: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Asy’ab bin Abdullah dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Ada seekor serigala yang datang kepada penggembala kambing lalu mengambil satu kambingnya, maka sang penggembala pun mencarinya dan mengambil kembali kambingnya dari serigala tersebut, ” Abu Hurairah berkata; “maka serigala itu naik ke atas gundukan tanah lalu jongkok dan menggerakkan ekornya, ia berkata; “Aku telah berusaha mencari rizqi yang telah Allah berikan kepadaku namun kamu mencabutnya dariku, ” maka laki-laki pengembala itu berkata; “Aku tidak pernah melihat kejadian seperti hari ini, bagaimana mungkin seekor serigala berbicara?” Serigala berkata; “Aku kagum dengan seorang laki-laki yang berada di tanah pohon kurma di antara dua tanah yang tidak berpasir (yaitu madinah), ia memberi kabar kepada kalian tentang cerita yang telah lampau dan kejadian yang akan datang setelah kalian.” Laki-laki penggembala tersebut adalah seorang yahudi, lalu ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan masuk Islam, ia memberitahu beliau tentang apa yang terjadi padanya dan Nabi pun membenarkannya seraya Bersabda: “Sesungguhnya yang demikian itu adalah di antara tanda-tanda hari kiamat, sungguh hampir-hampir akan ada seorang laki-laki yang pergi keluar dan tidak kembali sehingga dua sandal dan cemetinya menceritakan kepadanya tentang apa yang terjadi dengan keluarganya sepeninggalnya.”

 

Musnad Ahmad 7719: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Laits dari Ja’far bin Rabi’ah dari Abdurrahman bin Hurmuz dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika kalian mendengar kokok ayam di malam hari maka hanyasannya dia telah melihat Malaikat, oleh karenanya mohonlah kepada Allah akan pemberian-Nya dan jika kalian mendengar ringkih keledai maka sesungguhnya ia telah melihat setan oleh karenanya berlindunglah kepada Allah dari setan.”

Musnad Ahmad 7720: Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qosim berkata; telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku Sa’id -yaitu Al Maqburi- dari Abu ‘Ubaidah dari Sa’id bin Yasar bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu lalu membaguskan dan menyempurnakan wudhunya kemudian ia datang ke masjid hanya untuk shalat di dalamnya, melainkan Allah ‘azza wajalla akan berseri-seri dengan kedatangannya sebagaimana keluarga orang yang hilang berseri-seri dengan kedatangannya.”

 

Musnad Ahmad 7721: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku Sa’id dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Wahai wanita-wanita muslimah, janganlah kalian meremehkan untuk berbuat baik kepada tetangganya meskipun hanya dengan memberi kaki kambing.”

 

Musnad Ahmad 7722: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku Sa’id dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata mengucapkan: “LAA ILAAHA ILLA ALLAHU WAHDAH A’AZZA JUNDAHU WA NASHARAN ‘ABDAHU WA GHALABAL AHZAABA WAHDAH WALAA SYAI`A BA`DAH (Tiada Ilah selain Allah, Dialah satu-satunya yang meninggikan tentara-Nya dan menolong hamba-Nya serta satu-satunya yang mengalahkan tentara musuh, dan tidak ada sesuatu sesudah-Nya).”

 

Musnad Ahmad 7723: Telah menceritakan kepadaku Hasyim bin Al Qosim telah menceritakan kepada kami Laits -yaitu Ibnu Sa’d- berkata; telah menceritakan kepadaku Bukair bin Abdullah Al Asyaj dari Sulaiman bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus kami dalam sebuah rambongan, lalu beliau bersabda: “Jika kalian mendapatkan fulan dan fulan -pada dua orang laki-laki dari Quraisy- maka bakarlah mereka berdua dengan api, ” kemudian ketika kami hendak pergi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya aku telah memerintahkan kalian untuk membakar fulan dan fulan dengan api, dan sesungguhnya tidak ada yang boleh menyiksa dengan api kecuali Allah ‘azza wajalla, maka jika kalian mendapatkan keduanya bunuhlah mereka berdua.”

 

Musnad Ahmad 7724: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abi Habib dari ‘Irak dari Abu Hurairah bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling buruk adalah pemilik dua wajah (munafiq), datang kepada satu golongan dengan satu wajah, dan kepada golongan yang lain dengan wajah yang lainnya.”

 

Musnad Ahmad 7725: Telah menceritakan kepada kami Hasyim dan Al Khuza’i -yaitu Abu Salamah- mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Laits telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abi Habib dari Salim bin Abi Salim dari Muawiyah bin Mu’tib Al Hudzali bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata; Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; “Apa yang diserahkan oleh Allah kepada Tuan dalam hal syafa’at?” lalu beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, sungguh aku telah mengira bahwa kamu adalah yang pertama kali dari umatku yang bertanya kepadaku tentang hal itu, karena aku tahu akan kesungguhanmu dalam mendapatkan ilmu, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, tidak ada sesuatu yang penting bagiku dengan berkerumunnya manusia di pintu surga dari pada sempurnanya syafa’atku, dan syafa’atku akan diberikan kepada orang yang bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dengan ikhlash, hatinya membenarkan lisannya dan lisannya juga membenarkan hatinya.”

 

Musnad Ahmad 7726: Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Jarir berkata; bapakku telah menceritakan kepadaku, ia berkata; aku mendengar Muhammad bin Sirin menceritakan dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak ada manusia yang bisa berbicara dalam buaian ibu kecuali tiga; Isa bin Maryam, lalu seorang ahli ibadah dari bani Isra`il yang bernama Juraij, ia membangun sebuah biara untuk beribadah di dalamnya, maka pada suatu hari orang-orang bani Isra`il membicarakan keteguhan Juraij dalam beribadah, lalu ada seorang pelacur dari mereka yang berkata; ‘Jika kalian berkehendak aku akan menggodanya, ‘ mereka berkata; ‘Sungguh kami telah berkehendak, ‘” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Maka wanita tersebut datang kepadanya dan menawarkan dirinya namun Juraij tak bergeming akan rayuannya, maka wanita pelacur tersebut menyerahkan dirinya kepada seorang pengembala yang sedang menaungkan kambing-kambingnya ke dasar biara Juraij, hingga kemudian wanita tersebut hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki, orang-orang bani Isra`il bertanya; ‘Anak dari perbuatan siapa ini? ‘ wanita itu menjawab; “Dari perbuatan Juaraij, ‘ maka mereka mendatangi Juraij dan memaksanya untuk turun, mereka mencelanya dan memukulinya serta merabohkan biaranya, Juraij berkata; ‘Apa yang kalian inginkan? ‘ mereka berkata; ‘Sungguh kamu telah berzina dengan wanita ini hingga dia melahirkan seorang bayi laki-laki, ‘ Juraij berkata; ‘Mana dia? ‘ mereka berkata; ‘Ini dia bayinya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Maka Juraij berdiri shalat dan berdoa kemudian ia beranjak kepada bayi laki-laki tersebut seraya menekan bayi itu dengan jarinya dan berkata; ‘Demi Allah wahai bayi laki-laki siapa ayahmu? ‘ maka bayi itu menjawab; ‘Aku adalah anak seorang pengembala, ‘ hingga akhirnya orang-orang bani Isra`il melompat kepada Juraij dan menciumnya seraya mereka berkata; ‘Kami akan membangun biaramu dari emas, ‘ Juraij berkata; ‘Kami tidak membutuhkan itu, bangunlah biara itu dari tanah seperti sedia kala.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan seorang wanita ketika menggendong bayinya yang sedang menyusu kepadanya lalu ada pengendara yang lewat dengan berpenampilan menawan, sang ibu berkata; ‘Ya Allah jadikanlah anakku seperti dia, ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Maka bayi tersebut melepas susuan ibunya dan menghadap ke arah orang yang berkendara seraya berkata; ‘Ya Allah jangan Engkau jadikan aku seperti dia, ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “: ‘Kemudian bayi itu kembali kepada susuan ibunya dan menghisap susunya, ” -Abu Hurairah berkata; “Seakan-akan aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan kapadaku atas kelakuan sang bayi sambil meletakkan jarinya di mulutnya lalu beliau menghisapnya.- “Kemudian bayi tersebut dilewatkan di hadapan seorang budak perempuan yang disiksa, maka sang ibu berkata; ‘Ya Allah jangan Engkau jadikan anakku seperti dia, ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Maka bayi itu meninggalkan susuan ibunya dan menghadap kepada budak perempuan (yang disiksa tersebut) seraya berkata; ‘Ya Allah! Jadikanlah aku seperti dia.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Oleh karena itu ketika keduanya mengulang kembali kejadian tersebut, sang ibu berkata; ‘ (anakku) ada pengendara yang lewat dengan penampilan menawan lalu saya berkata; ‘Ya Allah jadikan anakku seperti dia, ‘ maka kamu barkata, ‘Ya Allah jangan Engkau jadikan aku seperti dia, ‘ sedangkan ketika kamu dilewatkan dengan seorang budak perempuan ini saya berkata; ‘Ya Allah jangan Engkau jadikan anakku seperti dia, ‘ lalu kamu berkata; ‘Ya Allah jadikan aku seperti dia.’ Maka bayi tersebut menjawab; “Wahai ibuku!, sesungguhnya seorang perngendara yang berpenampilan menawan itu adalah seorang penguasa yang zhalim, sedangkan budak perempuan ini, dia telah dituduh berzina padahal ia tidak berzina, ia dituduh mencuri padahal ia tidak mencuri, dan ia tetap berkata; ‘Hanya kepada Allah aku berserah diri.’ Telah menceritakan kepadaku Husain bin Muhammad, telah menceritakan kepadaku Jarir, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak ada manusia yang berbicara dalam buaian ibu kecuali tiga, Isa ‘Alaihis Salam, dan seorang bayi laki-laki yang ada di zaman Juraij serta seorang bayi laki-laki lagi, ” lalu ia menyebutkan sebagaimana cerita hadits di atas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Adapun Juraij, dia adalah seorang laki-laki rajin beribdah di kalangan bani Isra`il, dia memiliki seorang ibu yang pada suatu hari ketika ia sedang shalat dan ibunya memanggilnya karena rasa rindu padanya; ‘Wahai Juraij! ‘ maka juraij berkata; ‘Wahai Tuhanku! apakah shalat lebih baik bagiku atau ibuku untuk saya datangi? ‘ dan ia tetap melanjutkan shalatnya, kemudian ibunya memanggilnya dan Juraij berkata seperti itu lagi, kemudian ibunya memanggilnya dan Juraij berkata seperti itu lagi dan ia tetap melanjutkan shalatnya, hingga akhirnya ibunya kesal kepadanya dan berkata; ‘Ya Allah perlihatkan kepada Juraij (fitnah) seorang wanita pelacur, ‘ maka di kemudian hari ketika Juraij naik ke biaranya ada seorang pelacur dari bani Isra`il”…lalu ia menceritakan sebagaimana hadits yang di atas.

 

Musnad Ahmad 7727: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Aflah bin Sa’id seorang Syaikh dari wilayah Quba` dari kalangan Anshar, berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Rofi’ pelayan Ummu Salamah berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika umurmu panjang kelak, engkau akan mendapatkan orang-orang di waktu pagi dalam murka Allah, dan berangkat dalam laknat Allah, pada tangan mereka terdapat (cemeti) seperti ekor sapi.”

 

Musnad Ahmad 7728: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakkar Al Bursani berkata; telah menceritakan kepada kami Ja’far -yaitu Ibnu Burqon- berkata; aku mendengar Yazid bin Al Asham dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Aku tidak kawatir jika kalian faqir akan tetapi yang aku kawatirkan atas kalian adalah melimpahnya harta, dan aku juga tidak kawatir jika kalian berbuat kesalahan akan tetapi yang aku kawatirkan atas kalian adalah kesengajaan.”

 

Musnad Ahmad 7729: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakkar berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far Al Anshari berkata; telah mengabarkan kepadaku ‘Iyadh bin Abdullah bin Abi Sarh dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia, lalu beliau mengingatkan bahwa beriman kepada Allah dan jihad fi sabilillah adalah amalan yang paling utama di sisi Allah, ” Abu Hurairah berkata; Lalu seorang laki-laki berdiri dan berkata; “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku terbunuh di jalan Allah kemudian aku bersabar dengan mengharap pahala, aku berperang dibarisan depan dan tidak melarikan diri, apakah Allah akan menghapuskan dosa-dosaku?” Beliau menjawab: “Benar.” Beliau bertanya kepadanya: “apa yang kamu katakan tadi?” Abu Hurairah berkata; Lalu laki-laki itu mengulanginya sebagaimana yang ia katakan kepada Rasulullah, dan Rasulullah menjawab: “Benar.” Beliau bertanya kepadanya: “apa yang kamu katakan tadi?” Abu Hurairah berkata; Lalu laki-laki itu mengulanginya sebagaimana yang ia katakan kepada Rasulullah, dan dia berkata; “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku terbunuh di jalan Allah kemudian aku bersabar dengan mengharap pahala, aku berperang dibarisan depan dan tidak melarikan diri, apakah Allah akan menghapuskan dosa-dosaku?” Beliau menjawab: “Benar, kecuali hutang, karena sesungguhnya Jibril ‘Alaihis Salam telah membisikiku dengan hal itu.”

 

Musnad Ahmad 7730: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abi Laila dari ‘Atha` dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami kami dalam shalat, kadang beliau mengeraskan bacaan dan kadang tanpa suara, maka kami mengeraskan apa yang Rasulullah keraskan dan kami baca tanpa suara apa-apa yang Rasulullah baca tanpa suara, dan aku mendengar beliau bersabda: “: “Tidak ada shalat tanpa adanya bacaan.”

 

Musnad Ahmad 7731: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Idris Al Khaulani dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berwudhu hendaklah memasukkan air ke dalam hidung, dan jika bersuci dengan batu hendaklah dengan bilangan yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7732: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak akan diterima shalat orang yang berhadats hingga ia berwudhu, ” Abu Hurairah berkata; Maka ada seorang laki-laki dari penduduk Hadhramaut yang berkata; “Apa itu hadats wahai Rasulullah?” beliau bersabda: “Kentut yang tak bersuara atau kentut yang bersuara.”

 

Musnad Ahmad 7733: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Abu Ishaq dari Mujahid dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya Jibril ‘Alaihis Salam datang dan mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Rasulullah mengenal suaranya, maka beliau bersabda: “Masuklah, ” lalu Jibril berkata; “Sesungguhnya di dalam rumah ada satir di dinding yang bergambar patung, potonglah kepalanya dan jadikanlah ia keset atau bantal lalu dudukilah, karena sesungguhnya kami tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada patung.”

 

Musnad Ahmad 7734: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Ketika orang-orang habasyah bermain-main dengan alat perang di masjid di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Umar bin Al Khaththab masuk dan mengambil kerikil untuk melempar mereka, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda kepadanya: “Biarkan mereka wahai Umar.”

 

Musnad Ahmad 7735: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ja’far Al Jazari dari Yazid bin Al Asham dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sekiranya agama (iman) ada pada bintang-bintang, sungguh seorang laki-laki dari Persi atau anak turun mereka akan pergi dan mengambilnya.”

 

Musnad Ahmad 7736: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Ja’far Al Jazari dari Yazid bin Al Asham dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku barada di genggaman-Nya, jika kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah akan menghilangkan kalian dan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa lalu mereka meminta ampun kepada Allah dan Allah mengampuni mereka.”

 

Musnad Ahmad 7737: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dan Abdul A’la dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mencelup rambut mereka dengan semir, maka selisihilah mereka.” Abdurrazzaq menyebutkan dalam riwayatnya; Az Zuhri berkata; “Adapun perintah untuk mencelup rambut, maka warna hitam adalah lebih kami sukai.” Ma’mar berkata; “Az Zuhri mencelup rambutnya dengan warna hitam.”

 

Musnad Ahmad 7738: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah -berkata; Aku tidak mengetahuinya kecuali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, – beliau Bersabda: “Janganlah kelebihan air itu ditahan untuk menahan kelebihan rumput.”

 

Musnad Ahmad 7739: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Abu Ishaq dari Kumail bin Ziyad dari Abu Hurairah, dia berkata; Aku pernah berjalan-jalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di kebun kurma milik seorang sahabat anshar, lalu beliau bersabda: “Wahai Abu Hurairah, telah celaka orang yang berbanyak-banyak kecuali orang yang berkata begini dan begini dan begini, ” beliau ulangi hingga tiga kali sambil membolak-balikan kedua telapak tangannya ke kanan dan ke kiri serta ke depan, beliau bersabda: “dan sedikit dari mereka yang tidak seperti itu, ” kemudian beliau berjalan lagi sesaat kemudian berkata: “Wahai Abu Hurairah, maukah engkau bila aku tunjukkan dengan simpanan surga?” aku berkata; “Mau wahai Rasulullah, ” beliau bersabda: “Ucapkanlah: LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH LAA MALJA`A MINALLAH ILLA ILAIHI (Tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan dari Allah, dan tidak ada tempat berlindung dari Allah kecuali kepada-Nya).” Kemudian beliau berjalan lagi sesaat dan berkata; “Wahai Abu Hurairah, tahukah kamu apa hak hamba atas Allah dan apa hak Allah atas hamba?” aku berkata; “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu, ” beliau bersabda: “Sesungguhnya hak Allah atas seorang hamba adalah beribadah kepada-Nya dan tidak berbuat syirik kepada-Nya, maka jika mereka telah melakukan semua itu, telah menjadi kewajiban bagi Allah untuk tidak menyiksa mereka.”

 

Musnad Ahmad 7740: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu ‘Ubaid pelayan Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah sekali-kali kalian berharap untuk mati, jika ia orang yang baik hendaknya ia berharap kebaikannya meningkat, jika ia orang yang buruk amalnya hendaknya ia berharap tidak mengulangi kesalahannya.”

 

Musnad Ahmad 7741: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa bersumpah lalu berkata dalam sumpahnya; ‘demi lata, ‘ maka ucapkanlah; ‘laa Ilaaha illa Allah, ‘ dan barangsiapa berkata kepada temannya; mari berjudi denganku, maka bersedekahlah dengan sesuatu.”

 

Musnad Ahmad 7742: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Ibnu Thawus dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa bersumpah lalu ia mengucapkan, “Jika Allah menghendaki, ” maka ia tidak berdosa.” Abdurrazzaq berkata; “demikian riwayat ringkas darinya -yaitu Ma’mar-.”

 

Musnad Ahmad 7743: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman bin Yohanes dari Abu Abdullah Al Qurrazh bahwa ia berkata; “Aku bersaksi sebanyak tiga kali di hadapan Abu Hurairah, bahwa ia berkata; “Abul Qosim shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa menginginkan keburukkan pada penduduk negeri -yaitu Madinah-, maka Allah akan lelehkan dia layaknya garam yang meleleh di dalam air.”

 

Musnad Ahmad 7744: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnu Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Aku ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perang khaibar, lalu beliau Bersabda kepada seorang laki-laki yang mengaku Islam: “Laki-laki ini adalah calon penghuni neraka, ” maka ketika tiba saatnya kami berperang, laki-laki itu berperang dengan gagah berani hingga ia terluka, lalu dikatakan; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya laki-laki yang telah Tuan katakan termasuk penghuni neraka, pada hari ini telah berperang dengan gagah berani dan meninggal, ” maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dia ke neraka, ” sehingga hampir sebagian manusia merasa ragu, maka ketika mereka dalam keraguan tiba-tiba dikatakan bahwasanya laki-laki tersebut belum meninggal akan tetapi dia hanya terluka parah, dan ketika malam hari ia tidak bersabar atas lukanya lalu ia membunuh dirinya, akhirnya hal tersebut diberitahukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau Bersabda: “Allahu Akbar, aku bersaksi bahwasanya aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian beliau memerintahkan Bilal untuk berseru kepada manusia; “Sesungguhnya tidak akan masuk syurga kecuali jiwa yang mukmin, dan sesungguhnya Allah ‘azza wajalla menguatkan agama ini dengan seorang yang fajir.” Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman telah memberitahukan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri, telah memberitahukan kepada kami Sa’id Ibnul Musayyab bahwasanya Abu Hurairah berkata; “Kami ikut bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perang Khaibar, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda kepada seseorang yang bersamanya yang mengaku tunduk kepada Islam: “Sesungguhnya laki-laki ini termasuk penghuni neraka, ” lalu Abu Hurairah menyebutkan seperti makna hadits di atas, hanyasaja ia berkata; “Maka hal itu membuat bingung bagi sebagian muslimin, hingga akhirnya mereka berkata; “Wahai Rasulullah sungguh Allah telah membenarkan perkataanmu karena fulan telah mati bunuh diri.”

 

Musnad Ahmad 7745: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “siapa yang kalian anggapan orang yang mati syahid diantara kalian?” para sahabat berkata; “Yaitu orang yang terbunuh di jalan Allah, ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Kalau begitu orang yang mati syahid dari umatku sedikit sekali, terbunuh di jalan Allah adalah syahid, mati karena sakit perut adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena melahirkan adalah syahid, dan mati karena wabah tha`un adalah syahid.”

 

Musnad Ahmad 7746: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Isra’il dari Abu Sinan dari Abu Shalih Al Hanafi dari Abu Sa’id Al Khudri dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan; SUBHAANALLAH WAL HAMDULILAH WA LAA ILAAHA ILLA ALLAH WALLAHU AKBAR, ” beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan SUBHAANAA ALLAH maka akan dituliskan untuknya dua puluh kebaikkan dan dihapuskan darinya dua puluh kesalahan, dan barangsiapa mengucapkan ALLAHU AKBAR maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLA ALLAH maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan AL HAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya tiga puluh kebaikkan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan.”

 

Musnad Ahmad 7747: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Pada akhir zaman nanti akan muncul orang dengan dua betis yang lemah menaiki Ka’bah.” Abu Hurairah berkata; “Menurutku beliau shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Lalu ia menghancurkannya.”

 

Musnad Ahmad 7748: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ja’far -yaitu Ibnu Sulaiman- dari Abu Thoriq dari Al Hasan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Siapakah dari umatku yang ingin mengambil lima perkara lalu mengamalkannya, atau mengajarkannya bagi yang ingin mengamalkannya?” Abu Hurairah berkata; Maka akupun berkata; “Aku wahai Rasulullah, ” Abu Hurairah berkata; Lalu Rasulullah menarik tanganku dan menghitung lima perkara tersebut di tanganku, kemudian Bersabda: “Waspadailah terhadap hal hal yang haram maka kamu akan menjadi manusia yang paling beribadah, dan ridhailah apa yang telah Allah bagikan untukmu maka kamu akan menjadi manusia paling kaya, dan berbuat baiklah kepada tetangga maka kamu akan menjadi beriman, dan senangilah untuk manusia apa yang kamu senangi untuk dirimu maka kamu akan menjadi muslim (yang baik), dan jangan banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.”

 

Musnad Ahmad 7749: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Amru bin Abi Sufyan Ats Tsaqofi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus sepasukan pengintai dengan dipimpin oleh ‘Ashim bin Tsabit, dia adalah kakek ‘Ashim bin Umar. Lalu mereka berangkat dan ketika sampai pada sebuah jalan antara ‘Usfan dan Makkah mereka singgah, lalu keberadaan mereka diberitahukan kepada suatu perkampungan dari suku Hudzail, mereka biasa disebut dengan Bani Lihyan. Maka mereka diikuti oleh orang-orang dari perkampuangan tersebut, yaitu sekitar seratus orang pemanah, mereka mengiuti jejak para sahabat tersebut, sehingga sampailah mereka pada sebuah persinggahan yang pernah disinggahi oleh para sahabat Nabi, lalu mereka mendapatkan biji kurma madinah yang dibawa oleh para sahabat Nabi sebagai bekal, mereka berkata; “Ini adalah kurma Madinah.” Lalu mereka terus mengikuti para sahabat sehingga berhasil menyusulnya, maka ketika ‘Ashim bin Tsabit dan para sahabatnya merasakan kehadiran orang-orang itu mereka langsung berlindung dibalik Fadfad, orang-orang tersebut telah datang dan langsung mengepung, mereka berkata; “Turunlah kalian, dan kalian bisa membuat perjanjian dan kesepakatan agar kami tidak membunuh seorangpun dari kalian, ” maka ‘Ashim bin Tsabit sang pimpinan rambongan berkata; “Demi Allah saya tidak mau berada dalam lindungan orang kafir, ya Allah beritahu Nabi-Mu shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kami, ” Abu Hurairah berkata; “Maka para pasukan tersebut menghujani mereka dengan anak panah hingga membunuh ‘Ashim bersama enam orang lainnya yang terbunuh, dan tersisa tiga orang, mereka adalah; adalah Khubaib Al Anshari dan Zaid bin Ad-Datsinah dan seorang lagi. Lalu mereka membuat perjanjian dan kesepakatan dengan mereka jika bersedia untuk turun dan menyerahkan diri. dan tatkala pasukan tersebut telah menyandera tiga utusan Nabi, mereka memudar tali anak panah mereka untuk mengikat sandra mereka dengan tali itu, maka laki-laki yang ketiga berkata; “Ini adalah pengkhinatan pertama, demi Allah saya tidak akan menjadi teman kalian, ” lalu mereka menyeretnya namun ia tetap berantak, akhirnya mereka membunuhnya dan mereka pergi dengan membawa Khubaib dan Zaid bin Datsinah hingga mereka menjualnya di makkah, maka Bani Harits bin ‘Amir bin Naufal membeli Khubaib -Khubaib adalah orang yang telah membunuh Al Harits ketika perang badar- sehingga Khubaib menjadi tawanan bagi mereka hingga mereka bersepakat untuk membunuhnya, lalu Khubaib meminjam silet dari salah satu anak perempuan Al Harits untuk mencukur bulu kemaluannya, lalu ia meminjamkannya kepada Khubaib. Wanita itu berkata; “Namun aku lalai dengan anak laki-laki kecilku, anak itu datang kepadanya, lalu ia mengambilnya dan mendudukkanya diatas pangkuannya, maka ketika aku melihatnya aku sangat takut dengan rasa takut yang bisa ia pahami, sedangkan silet masih ada dalam tangannya. Khubaib berkata; “Apakah kamu takut kalau saya akan membunuhnya?, Insya Allah aku tidak akan melakukan itu.” Abu Hurairah berkata; Wanita itu berkata; “Demi Allah saya tidak pernah melihat tawanan yang sangat baik seperti Khubaib, aku pernah melihatnya memakan setangkai anggur di tangannya dalam keadaan terikat dengan rantai besi, padahal di makkah tidak ada buah anggur, tidaklah itu kecuali rizqi yang Allah berikan kepada Khubaib.” Abu Hurairah berkata; “Lalu mereka membawa Khubaib keluar dari Haram untuk membunuhnya. Lalu Khubaib berkata; ” “Berikan saya kesempatan untuk melakukan dua rakaat, ” kemudian Khubaib shalat dua rakaat lalu berkata; “Sekiranya aku tidak kuwatir kalau kalian menganggapku takut dari kematian niscaya aku akan menambah bilangan rakaatku.” Abu Hurairah berkata; “Dan dialah orang yang pertama kali melakukan shalat dua rakaat sebelum menghadapi kematian, kemudian ia berkata; “Ya Allah hitunglah jumlah mereka, hancurkanlah kekuatan mereka dan jangan Engkau sisakan satupun dari mereka. Aku tak peduli jika terbunuh sebagai seorang muslim, di bagian manupun hanya untuk Allah kematianku yang demikian bagi Sang Ilah jika Dia berkehendak akan memberkahi semua persendian jasad yang terpisah.” Lalu berdirilah ‘Uqbah bin Al Harits dan membunuhnya. Orang-orang Quraisy kemudian mengutus utusan kepada ‘Ashim untuk mendapatkan sebagian jasadnya sebagai bukti, sebab ia telah membunuh sebagian besar dari para pembesar mereka pada perang badar, maka Allah pun mengutus semacam gulungan debu yang menggulung utusan mereka sehingga mereka tidak berhasil mengambil sedikitpun dari jasadnya.”

 

Musnad Ahmad 7750: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Ibnul Walid telah menceritakan kepada kami Khalid dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Malaikat tidak akan menyertai rambongan yang di dalamnya ada anjing atau lonceng.”

 

Musnad Ahmad 7751: Telah menceritakan kepada kami Khalaf Ibnul Walid telah menceritakan kepada kami Khalid dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Anak zina adalah yang paling jelek di antara tiga” (Yaitu; dia, wanita dan laki-laki yang menghasilkannya dari zina, maksudnya yang palik jelek di antara ibu dan laki-laki yang mezinahinya adalah anak yang dihasilkannya secara unsur, nasab dan penciptaan).

 

Musnad Ahmad 7752: Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qosim telah menceritakan kepada kami Ayyub -yaitu Ibnu ‘Utbah- telah menceritakan kepada kami Abu Katsir As Suhaimi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penjual dan pembeli punya hak pilih dari akad jual beli mereka selama keduanya belum berpisah, atau akad jual beli keduanya berada dalam hak khiyar (pilih).”

 

Musnad Ahmad 7753: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Katsir dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah seseorang membeli barang yang telah dibeli oleh saudaranya, dan jangan melamar pinangannya, dan seorang wanita janganlah memberi syarat untuk mencerai saudarinya sehingga ia bisa menikah dengan suaminya, karena sesungguhnya baginya adalah apa-apa yang telah Allah ‘azza wajalla tetapkan.”

 

Musnad Ahmad 7754: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Abu An Nadhr berkata; telah menceritakan kepada kami Al Faraj -yaitu Ibnu Fadhalah- berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Sa’d Al Himshi dari Abu Hurairah, dia berkata; Sebuah doa yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku tidak pernah meninggalkannya selama aku hidup, aku mendengar beliau mengucapkan: “Ya Allah, jadikan aku hamba yang bisa bersyukur dan memperbanyak dzikir kepada-Mu, mengikuti nasihat dan menjaga wasiat-Mu.”

 

Musnad Ahmad 7755: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Al Faraj bin Fadhalah berkata; telah menceritakan kepada kami Ali bin Abi Thalhah dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya; “kenapa dinamakan hari jum’at?” maka beliau bersabda: “Karena pada hari itu tanah yang ayahmu Adam dicipta darinya dicetak, pada hari itu akan terjadi kiamat dan dibangitkannya manusia, pada hari itu juga terdapat kedahsyatan pembalasan, dan di akhir dari tiga waktu dihari itu ada satu waktu yang barangsiapa berdoa di dalamnya kepada Allah ‘azza wajalla maka Allah akan mengabulkannya.”

 

Musnad Ahmad 7756: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Dawud bin Qois dari Abu Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhalimi, tidak menelantarkan dan tidak menghinanya. Cukuplah seorang muslim itu dikatakan buruk bila ia menghina saudaranya sesama muslim.”

 

Musnad Ahmad 7757: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam dan Ishaq bin Isa secara makna hadits, sedangkan lafadz dengan lafadz Yahya bin Adam, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Syarik dari Ibrahim bin Jarir dari Abu Zur’ah bin ‘Amru bin Jarir dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam WC, lalu aku membawakan air dalam bejana dari batu kepadanya dan Beliau beristnja`, kemudian mengusapkan tangannya ke tanah dan mencucinya, lalu aku membawakan air lagi dalam bejana dari batu untuknya baru beliau berwudhu dengannya.” Bapakku berkata: Aswad -yaitu Syaadzaan- berkata dalam hadits ini, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam WC aku membawakan air dalam bejana batu untuknya atau dalam bejana kulit, ” dan ia menyebutkan dengan sanadnya.

 

Musnad Ahmad 7758: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Syarik dari Yazid bin Abi Ziyad dari Mujahid dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepadaku dengan tiga perkara dan melarangku dari tiga perkara; Beliau memerintahkanku dengan dua raka’at dhuha pada setiap hari, witir sebelum tidur, dan puasa tiga hari pada setiap bulannya. Dan melarangku mematuk (dalam shalat) seperti ayam mematuk, duduk seperti duduknya anjing dan berpaling seperti berpalingnya serigala.”

 

Musnad Ahmad 7759: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Syarik dari Ibnu Mauhab dari bapaknya dari Abu Hurairah, dan ia memarfu’kannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata; “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla senang melihat wujud dari nikmat-Nya terdapat pada hamba-Nya.”

 

Musnad Ahmad 7760: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Syarik dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, -dan ia memarfu’kannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, – beliau berkata; “Sekiranya salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga bajunya terbakar kemudian menjalar ke kulitnya itu lebih baik baginya dari pada ia duduk di atas kuburan.”

 

Musnad Ahmad 7761: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Syarik dari Salm bin Abdurrahman An Nakha’i dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa membuat nama seperti namanku janganlah membuat kuniyah seperti kuniyahku, dan barangsiapa membuat kuniyah seperti kuniyahku maka janganlah membuat nama seperti namaku.”

 

Musnad Ahmad 7762: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak dari Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang firman Allah ‘azza wajalla: “masuklah kalian kepintu dengan bersujud.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Maka mereka masuk dengan merangkak” “dan Katakanlah: ‘Bebaskanlah kami dari dosa'” Rasulullah Bersabda: “Mereka merubahnya dan berkata; “Gandum yang ada di rambut.”

 

Musnad Ahmad 7763: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak dari Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kalimat thayyibah adalah sedekah, dan setiap langkah yang dijalankan menuju shalat, -atau beliau shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: – “Menuju masjid adalah sedekah.”

 

Musnad Ahmad 7764: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak dari Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata; “Bahwasannya beliau menyebut perang dengan tipu muslihat.”

 

Musnad Ahmad 7765: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak dari Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau Bersabda tentang khadhir, “Sesungguhnya dinamakan Khadhir karena ia duduk di atas rerumputan kering yang telah putih, maka tiba-tiba tanah yang dibawahnya bergetar dan rumput-rumput tersebut menjadi hijau-kehijauan.”

 

Musnad Ahmad 7766: Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b berkata; telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Sam’an berkata: aku mendengar Abu Hurairah menceritakan kepada Abu Qotadah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang laki-laki dibai’at antara rukun Yamani dan Maqom Ibrahim dan sekali-kali Baitullah tidak halal selain penghuninya, maka jika mereka telah menghalalkannya janganlah kalian bertanya akan kehancuran bangsa arab, kemudian akan datang orang-orang Habasyah untuk menghancurkannya sehingga hancur lebur, dan selamanya tidak akan ada yang bisa memakmurkannya kembali setelah itu, merekalah orang-orang yang akan mengeluarkan simpanannya.”

 

Musnad Ahmad 7767: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq bin Hammam berkata; telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih berkata: ini adalah yang diceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kita datang terakhir dan datang pertama kali di hari kiamat meskipun mereka diberi al kitab sebelum kita dan kita diberi al kitab sesudah mereka. Dan ini adalah hari dimana Allah telah mewajibkan kepada mereka lalu mereka menyelisihinya, lalu Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita. Maka mereka pada hari ini mengikuti kita, besok untuk yahudi dan Nasrani hari setelahnya.”

 

Musnad Ahmad 7768: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Abul Qosim shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Perumpamaanku dengan para Nabi adalah seperti perumpamaan seorang yang membangun bangunan rumah, kemudian ia memperbagus, ia sempurnakan dan perindah, kecuali satu celah batu bata pada bagian ujung sisinya, maka orang-orang pun berkeliling dengan rasa kagum terhadap bangunan tersebut, lalu mereka berkata; “tidakkah engkau letakkan satu batu bata di sini sehingga sempurna bangunanmu?” lalu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan akulah batu bata tersebut.”

 

Musnad Ahmad 7769: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Perumpamaanku adalah seperti seorang yang menyalakan api, maka ketika api itu telah menerangi apa yang ada disekelilingnya, banyak al farasy dan dawwab (hewan-hewan kecil bersayap semisal nyamuk) masuk ke dalam api tersebut, lalu ia berusaha untuk mengambilnya, namun ia kalah dan hewan-hewan itu hanya bergelantungan di dalamnya. Maka itulah perumpamaanku dengan kalian, aku berusaha menggapai simpul sarung kalian dari dalam api, ‘Hendaklah kalian menjauh dari api, hendaklah kalian menjauh dari api, ‘ tetapi kalian mengalahkan aku, sedang kalian bergelantungan tanpa pegangan yang kuat.”

 

Musnad Ahmad 7770: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “berhati-hatilah dengan berburuk sangka, karena berburuk sangka adalah seburuk-buruk perkataan, dan janganlah kalian saling dengki, jangan saling bersaing dan saling benci, serta jangan saling membelakangi, jadilah hamba Allah yang bersaudara.”

 

Musnad Ahmad 7771: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Pada hari jum’at ada satu waktu, dan tidaklah seorang muslim mendapatkan waktu tersebut, sedang ia meminta sesuatu kepada Allah kecuali pasti akan diberi.”

 

Musnad Ahmad 7772: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Para malaikat saling bergantian dalam menjaga kalian, yaitu malaikat yang berjaga di malam hari dan malaikat yang berjaga di siang hari, ” beliau bersabda: “Mereka akan berkumpul pada saat dilaksanakannya shalat subuh dan shalat ‘ashar, kemudian malaikat yang berjaga di waktu malam akan naik menuju Allah, lalu Allah bertanya kepada mereka: -dan Allah lebih tahu semua itu- ‘Bagaimana keadaan hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? ‘ mereka menjawab; ‘Kami tinggalkan ketika mereka sedang shalat, dan kami datang mereka sedang shalat.’

 

Musnad Ahmad 7773: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Para malaikat akan senantiasa bershalawat kepada salah seorang dari kalian selama ia masih di tempat ia melakukan shalat, selama belum berhadats, mereka mengucapkan; ‘Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah sayangilah dia.'”

 

Musnad Ahmad 7774: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian mengucapkan AMIIN maka para malaikat juga melakukannya di langit, maka jika satu dari keduanya saling bertepatan Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”

 

Musnad Ahmad 7775: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan berkata: ketika ada seorang laki-laki menuntun seekor unta muqolladah (unta yang pada lehernya telah diberi tanda untuk kurban), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda kepadanya: “Celaka kamu, naikilah untamu, ” laki-laki itu berkata; “Ini adalah seekor unta wahai Rasulullah!” beliau bersabda: “Celaka kamu, naikilah untamu.”

 

Musnad Ahmad 7776: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan akan banyak menangis.”

 

Musnad Ahmad 7777: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berperang maka jauhilah pada bagian wajah.”

 

Musnad Ahmad 7778: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya api kalian ini yang biasa dinyalakan oleh anak turun Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api neraka jahannam, ” para sahabat berkata; “Wahai Rasulullah, jika demikian adanya sungguh telah cukup!.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya api neraka jahannam itu dilebihkan enam puluh sembilan bagian dari api anak Adam, setiap bagian darinya seperti panasnya kalian.”

 

Musnad Ahmad 7779: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ketika Allah mentaqdirkan semua makhluq maka Allah menulis sebuah ketetapan, dan ia ada di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.”

 

Musnad Ahmad 7780: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Puasa adalah perisai, maka jika salah seorang dari kalian puasa pada suatu hari janganlah berbuat bodoh dan jangan berkata kotor. Jika ada seseorang yang ingin menyakitinya, atau mencelanya hendaklah berkata; ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa.'”

 

Musnad Ahmad 7781: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum dari bau misik, dia meninggalkan syahwat, makanan dan minumnnya karena mengharap pahala-Ku, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.”

 

Musnad Ahmad 7782: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ada seorang Nabi yang singgah di bawah sebatang pohon, lalu ada seekor semut yang menggigitnya, maka ia pun menyiapkan peralatannya dan mengeluarkan semua semut yang ada di dalam sarangnya kemudian ia membakarnya dengan api. Maka Allah pun mewahyukan kepadanya: ‘Apakah hanya gara-gara seekor semut, kemudian semua semut engkau bakar dengan api? ‘.”

 

Musnad Ahmad 7783: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, sekiranya aku tidak memberatkan kaum mukminin niscaya aku tidak akan tertinggal di belakang pasukan yang berperang di jalan Allah, akan tetapi aku tidak mendapatkan kelapangan sehingga aku dapat membawa mereka, dan mereka juga tidak mendapatkan kelapangan sehingga mengikutiku, dan jiwa mereka tidak merasa tentram untuk duduk sepeninggalku.”

 

Musnad Ahmad 7784: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Setiap Nabi mempunyai doa yang dikabulkan untuknya, dan aku ingin jika Allah menghendaki untuk mengakhirkan doaku tersebut sebagai syafa’at untuk umatku hingga hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7785: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa senang berjumpa dengan Allah maka Allah juga senang berjumpa dengannya, dan barangsiapa tidak senang berjumpa dengan Allah maka Allah juga tidak senang berjumpa dengannya.”

 

Musnad Ahmad 7786: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mentaatiku maka ia telah mentaati Allah, dan barangsiapa durhaka kepadaku maka ia telah durhaka kepada Allah, dan barangsiapa mentaati amirku maka ia telah mentaatiku, dan barangsiapa durhaka terhadap amirku maka ia telah durhaka kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 7787: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga di antara kalian memiliki banyak harta yang berlimpah, sehingga pemilik harta tersebut bingung siapa yang menerima sedekahnya.”

 

Musnad Ahmad 7788: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan beliau bersabda: “Dan ilmu akan digenggam (diangkat), waktu akan semakin sempit, fitnah akan muncul dan akan bertebaran al harj, ” para sahabat bertanya; “Apa yang dimaksud dengan al harj wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Pembunuhan, pembunuhan.”

 

Musnad Ahmad 7789: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga ada dua kelompok besar yang saling berperang, di antara keduanya banyak jatuh kurban, sedangkan seruan keduanya hanya satu.”

 

Musnad Ahmad 7790: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul Dajjal Dajjal pendusta, jumlah mereka kurang lebih tiga puluh orang dan semuanya mengaku sebagai utusan Allah.”

 

Musnad Ahmad 7791: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sehingga matahari terbit dari arah terbenamnya, maka jika manusia telah melihatnya mereka akan beriman semua, dan itu adalah saat yang; “tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”.”

 

Musnad Ahmad 7792: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika dikumandangkan shalat maka setan akan berlari dengan terkentut-kentut sehingga ia tidak mendengar adzan, dan jika adzan telah selesai ia kembali lagi hingga ketika dikumandangkan iqomat ia kembali berlari, dan jika selesai iqomat ia datang sehingga membisikkan antara seorang dengan fikirannya, ia berkata; ‘Ingatlah ini, ingatlah itu, ‘ dan apa saja yang sebelumnya tidak terpikirkan sehingga seseorang tidak tahu bagaimana ia shalat.”

 

Musnad Ahmad 7793: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya tangan kanan Allah lapang, tidak pernah mengurangi pemberian-Nya baik siang maupun malam, tidakkah kalian melihat bagaimana Allah telah memberikan nafkah semenjak Dia mencipta langit dan bumi. Sesungguhnya Allah tidak pernah mengurangi apa yang ada pada tangan kanan-Nya.” Beliau bersabda: “dan ‘Arsy-Nya ada di atas air, pada tangan yang lain terdapat kematian, Dia melapangkan rezeki dan menyempitkannya pula.”

 

Musnad Ahmad 7794: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan demi jiwa Muhammad yang ada dalam genggaman-Nya, sungguh akan datang pada salah seorang dari kalian suatu hari, dia melihatku kemudian melihatku adalah lebih ia cintai dari keluarga dan hartanya, dan juga seperti mereka dari apa-apa yang mereka miliki.”

 

Musnad Ahmad 7795: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Kisra (Parsi) telah hancur dan tidak akan ada lagi Kisra setelahnya, Qaishar (Rum) pasti juga akan hancur dan tidak akan ada Qaishar setelahnya, dan sungguh kalian benar-benar akan membagi-bagikan harta simpanan mereka di jalan Allah ‘azza wajalla.”

 

Musnad Ahmad 7796: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Aku telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih dengan sesuatu yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar dan belum terdetik oleh hati manusia.”

 

Musnad Ahmad 7797: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Biarkanlah apa yang telah aku tinggalkan untuk kalian, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dibinasakan karena pertanyaan dan perselisihan mereka kepada para nabinya. Maka jika aku larang dari mengerjakan sesuatu hendaklah kalian tinggalkan, dan jika aku perintahkan dengan suatu pekara kerjakanlah semampu kalian.”

 

Musnad Ahmad 7798: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika shalat subuh telah diserukan sedang salah seorang dari kalian dalam keadaan junub, maka janganlah berpuasa pada hari itu.”

 

Musnad Ahmad 7799: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barangsiapa mampu menjaganya maka akan masuk surga. Dan sesungguhnya Allah itu tunggal menyukai yang ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7800: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat kepada orang yang dilebihkan atas dirinya dalam hal harta dan penciptaan, maka hendaklah ia melihat kepada orang yang ada di bawahnya dari orang-orang yang dilebihkan atas dirinya.”

 

Musnad Ahmad 7801: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sucinya bejana salah seorang dari kalian jika dijilat anjing di dalamnya adalah dengan mencucinya tujuh kali.”

 

Musnad Ahmad 7802: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sungguh aku sangat berkeinginan menyuruh para pemudaku menyiapkan kayu bakar untukku, lalu aku perintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat bagi manusia, kemudian aku bakar rumah orang-orang yang tidak shalat berjama’ah.”

 

Musnad Ahmad 7803: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Aku dimenangkan dengan rasa takut yang muncul pada diri musuh, dan aku juga diberi ucapan yang singkat padat makna.”

 

Musnad Ahmad 7804: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika tali sandal salah seorang dari kalian putus maka janganlah berjalan dengan satu sandal dan melepas yang lainnya, hendaklah ia lepas semua atau ia pakai semua.”

 

Musnad Ahmad 7805: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah berfirman: “Tidaklah datang nadzar kepada anak turun Adam dengan sesuatu yang Aku belum mentaqdirkannya, tetapi sesutau yang datang bersama nadzar itu adalah sesuatu yang Aku telah mentaqdirkannya, hanyasannya itu adalah sesuatu yang dikeluarkan dari diri orang yang bakhil kepada-Ku, yang tidak ia berikan kepada-Ku sebelum (sebelum nadzar).”

 

Musnad Ahmad 7806: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman kepadaku: ‘Berinfaqlah maka Aku akan berinfaq kepadamu, ‘ dan Dia menamakan perang dengan tipu muslihat.”

 

Musnad Ahmad 7807: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Isa ‘Alaihis Salam melihat seorang laki-laki mencuri, lalu Isa berkata kepadanya; ‘kamu mencuri’ maka dia menjawab; ‘Tidak, dan demi Dzat yang tidak ada Ilah kecuali Dia, ‘ Isa berkata; ‘Aku beriman kepada Allah dan aku dustakan kedua mataku.'”

 

Musnad Ahmad 7808: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Demi Allah, aku tidak memberikan sesuatu pun untuk kalian, dan aku tidak menahan sesuatu pun untuk kalian, aku hanyalah seorang bendahara, aku memberikan sesuai dengan perintah yang aku dapat.”

 

Musnad Ahmad 7809: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Hanyasannya dijadikan imam untuk diikuti maka janganlah kalian menyelisihinya, jika ia bertakbir maka bertakbirlah, jika ia ruku’ maka ruku’lah, jika ia mengucapkan; ‘Sami’allahu liman Hamidah (Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya), ‘ maka katakanlah; ‘Allahumma Rabbanaa Lakal Hamdu (Ya Allah segala pujian hanyalah milik-Mu), ‘ jika ia bersujud maka bersujudhah, dan jika ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian semua dengan duduk.”

 

Musnad Ahmad 7810: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Luruskanlah barisan dalam shalat karena sesungguhnya lurusnya barisan termasuk dari bagusnya shalat.”

 

Musnad Ahmad 7811: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan dengan sanadnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Adam dan Musa saling berdebat, Musa berkata kepada Adam, ‘kamu Adam, orang yang telah menggelincirkan dan mengeluarkan manusia dari dalam surga ke bumi, ‘ lalu ganti Adam berkata kepada Musa; ‘kamu Musa yang Allah telah memberimu ilmu segala sesuatu, dan telah memilihmu atas semua manusia dengan risalah-Nya! ‘ Musa menjawab; ‘Benar.’ Adam berkata; ‘Apakah engkau akan mencelaku dengan suatu perkara yang Allah telah menetapkan untuk aku kerjakan sebelum aku dicipta? ‘ Rasulullah Bersabda: “Maka Adam mematahkan argumentasi Musa ‘Alaihimas Salam.”

 

Musnad Ahmad 7812: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ketika Ayyub ‘Alaihis Salam sedang mandi telanjang ada seekor belalang dari emas yang hinggap kepadanya, lalu Ayyub menangkap dan memasukkan ke dalam baju. Maka Rabbnya menyeru kepadanya; ‘Wahai Ayyub, tidakkah Aku telah mengkayakan kamu sebagaimana kamu lihat? ‘ Ayyub menjawab; ‘Benar wahai Rabb, tapi aku tetap butuh dengan barakah-Mu.'”

 

Musnad Ahmad 7813: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dawud ‘Alaihis Salam dimudahkan untuk membaca, dan dia menyuruh orang untuk memasangkan pelana pada tunggangannya, dan dia membaca Al Qur`an terlebih dahulu sebelum dipasangkan pelana pada tunggannya, dan Dawud ‘Alaihis Salam tidak makan kecuali dari hasil jerih payah tangannya sendiri.”

 

Musnad Ahmad 7814: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Mimpinya orang yang shalih itu adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.”

 

Musnad Ahmad 7815: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Hendaklah anak kecil mengucapkan salam kepada orang yang lebih besar, orang yang berjalan kepada orang yang duduk, dan rambongan kecil kepada rambongan yang lebih besar.”

 

Musnad Ahmad 7816: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan dengan sanadnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Aku akan senantiasa memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan LAA ILAAHA ILLA ALLAH, jika mereka telah mengucapkan LAA ILAAHA ILLA ALLAH maka harta dan jiwa mereka telah terjaga dariku, kecuali dengan haknya, sedangkan hisabnya kembali kepada Allah ‘azza wajalla.”

 

Musnad Ahmad 7817: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Surga dan neraka saling berdebat, neraka berkata; ‘Yang memasukiku hanya orang-orang yang angkuh dan sombong? ‘ surga berkata; ‘tidak ada yang memasukiku kecuali orang-orang miskin, dan orang-orang rendahan dari kalangan manusia? ‘ Maka Allah ‘azza wajalla berfirman kepada surga; ‘Engkau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku sayangi orang-orang yang Aku kehendaki dari hamba-hamba-Ku, ‘ dan berfirman kepada neraka; ‘Engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku siksa orang-orang yang Aku kehendaki dari hamba-hamba-Ku, dan setiap dari kalian akan mendapatkan isiannya.’ Adapun neraka tidak penuh sehingga Allah meletakkan kaki-Nya, sehingga neraka berkata; ‘Sudah, sudah, sudah’ -yaitu cukup bagiku-, maka pada setiap sisi dalam neraka penuh sesak dan saling berhimpit antara satu dengan yang lainnya, dan Allah tidak menzhalimi seorangpun dari hamba-Nya. Adapun surga, maka sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluq untuknya.”

 

Musnad Ahmad 7818: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan Rasulullah Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bersuci dengan batu hendaklah dengan bilangan ganjil.”

 

Musnad Ahmad 7819: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah berfirman: ‘Jika hamba-Ku berniat untuk mengerjakan suatu amal shalih, maka Aku akan menulisnya meskipun ia belum mengamalkannya, dan jika ia mengamalkannya Aku akan tulis dengan sepuluh kali lipat. Dan jika hamba-Ku berniat untuk mengerjakan satu kemaksiatan, maka Aku akan mengampuninya selama belum ia kerjakan, jika ia kerjakan maka Aku akan tulis dengan satu kesalahan.”

 

Musnad Ahmad 7820: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan dengan sanadnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sungguh, tali cemeti salah seorang dari kalian disurga adalah lebih baik dari apa-apa yang ada di antara langit dan bumi.”

 

Musnad Ahmad 7821: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya tempat terendah salah seorang dari kalian di surga adalah seperti jika Allah berfirman: ‘Berkhayallah, ‘ lalu ia berkhayal, lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Apakah kamu telah berkhayal? ‘ lalu ia menjawab; ‘Ya’ lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Sesungguhnya bagimu adalah apa yang engkau khayalkan dengan yang semisal itu pula.'”

 

Musnad Ahmad 7822: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Kalau bukan karena hijrah niscaya aku akan menjadi orang Anshar, dan seandainya orang-orang menempuh sebuah bukit atau lembah dan orang-orang Anshar menempuh bukit yang lain niscaya aku akan menempuh bukit yang ditempuh oleh orang-orang Anshar.”

 

Musnad Ahmad 7823: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan dengan sanadnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sekiranya bukan karena sebab bani Isra`il daging tidak akan basi, dan sekiranya bukan karena sebab hawa` selamanya seorang istri tidak akan berkhianat kepada suaminya.”

 

Musnad Ahmad 7824: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah ‘azza wajalla menciptakan Adam menurut bentuknya, panjangnya enam puluh hasta, maka tatkala Allah menciptakannya Dia berfirman: ‘Pergi dan ucapkan salam kepada sekelompok itu, dan mereka adalah malaikat yang sedang duduk, dan dengarkan apa yang mereka jawab kepadamu karena itu adalah tahiyat (salam) kamu dan keturunanmu, ‘” Rasulullah Bersabda: “Lalu Adam pergi dan berkata; ‘Assalaamu ‘alaikum, ‘ lalu para malaikat menjawab; ‘Assalaamu `alaika warahmatullah, ‘ maka para malaikat menambahnya dengan rahmatullah.” Rasulullah Bersabda: “Maka setiap orang yang masuk surga berukuran seperti bentuk Adam, panjangnya enam puluh hasta, namun ukuran tubuh para makhluk selalu berkurang sepeninggalnya sampai saat sekarang.”

 

Musnad Ahmad 7825: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan dengan sanadnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Malaikat maut datang menemui Musa ‘Alaihis Salam, lalu ia berkata kepadanya; ‘Penuhilah panggilan Rabbmu, ‘ Rasulullah Bersabda: “Lalu Musa menampar mata malaikat maut dan mencukilnya, ” Rasulullah Bersabda: “Lalu malaikat maut pulang menemui Allah ‘azza wajalla seraya berkata; ‘Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba-Mu yang tidak memenginginkan kematian, dan sungguh ia telah mencukil mataku.'” Rasulullah Bersabda: “Lalu Allah mengembalikan matanya, dan Allah berfirman: ‘Kembalilah kepada hamba-Ku dan katakan kepadanya; ‘Apakah kehidupan yang engkau inginkan? Jika engkau menginginkan kehidupan maka letakkanlah tanganmu di atas bulu sapi, maka setiap bulu yang tertutup oleh tanganmu, dengannya engkau akan mendapatkan tambahan satu tahun.’ Musa berkata; ‘Lalu apa setelah itu? ‘ malaikat maut berkata; ‘Kematian.’ Musa berkata; ‘Maka segerakanlah, ‘ lalu ia berdoa; ‘Ya Allah, dekatkanlah kuburku dengan tanah suci sejauh lemparan batu.'” Abu Hurairah berkata; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika aku ada di sana sungguh akan aku tunjukkan kepada kalian, yaitu di sisi jalan dekat pasir merah.”

 

Musnad Ahmad 7826: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan dengan sanadnya ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dahulu orang-orang bani Isra`il mandi dengan telanjang sehingga sebagian dapat melihat aurat sebagaian yang lain, sedangkan Musa ‘Alaihis Salam selalu mandi sendirian, lalu orang-orang berkata; ‘Demi Allah tidaklah ada yang menghalangi Musa untuk mandi bersama kita kecuali karena biji kemaluannya besar.'” Rasulullah Bersabda: “Suatu kali Musa pergi untuk mandi, lalu ia meletakkan pakaiannya di atas sebuah batu, namun batu tersebut membawa lari pakaiannya, ” Rasulullah Bersabda lagi: “Lalu Musa segera menyuruh batu tersebut untuk mengembalikan, ia berkata; ‘Wahai batu kembalikanlah pakaianku, wahai batu kembalikanlah pakaianku.’ Sehingga orang-orang bani Isra`il bisa melihat aurat Musa, lalu mereka berkata; ‘Demi Allah, ternyata kepunyaan Musa tidak ada kejanggalan, ‘ kemudian setelah itu batu tersebut bangun sehingga bisa melihat ke arah Musa. Lalu Musa mengambil pakaiannya dan memukul batu tersebut, ” Abu Hurairah berkata; “Demi Allah, pada batu tersebut masih ada bekas pukulan Musa enam atau tujuh tempat.”

 

Musnad Ahmad 7827: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Bukanlah kaya itu dengan banyak harta, tetapi kaya itu adalah dengan kaya hati.”

 

Musnad Ahmad 7828: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya termasuk dari kezhaliman adalah orang kaya yang menunda pembayaran hutang, dan jika salah seorang dari kalian dibebaskan dari hutang hendaklah terimalah.”

 

Musnad Ahmad 7829: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Orang yang paling dibenci oleh Allah, paling kotor dan paling dimurkai pada hari kiamat, adalah orang yang menamai dirinya dengan rajanya para raja, dan tidak ada raja di atas raja kecuali Allah ‘azza wajalla.”

 

Musnad Ahmad 7830: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seseorang yang berjalan sambil menyombongkan diri, dengan selendang di pundaknya, maka bumi akan menelannya, dan dia akan tetap terguncang di dalamnya hingga hari kiamat tiba.”

 

Musnad Ahmad 7831: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Aku menurut prasangka hamba-Ku kepada-Ku.'”

 

Musnad Ahmad 7832: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidaklah setiap bayi yang dilahirkan kecuali dalam keadaan suci, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi atau Nasrani, sebagaimana mereka mendapatkan kelahiran unta, akankah mereka mendapatkan padanya cacat, sehingga kalianlah yang membuatnya cacat?” para sahabat berkata; “Bagaimana pendapat Tuan dengan seorang anak kecil yang meninggal?” Beliau menjawab: “Allah lebih tahu dengan apa yang mereka kerjakan.”

 

Musnad Ahmad 7833: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya pada jasad manusia ada satu tulang yang tidak akan dimakan oleh bumi selamanya, darinya Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat, ” para sahabat berkata; “Tulang apa?” beliau bersabda: “Tulang ekor.”

 

Musnad Ahmad 7834: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah kalian berpuasa wishal, janganlah kalian berpuasa wishal, ” para sahabat berkata; “Sesungguhnya engkau sendiri berpuasa wishal wahai Rasulullah!” beliau bersabda: “Sesungguhnya dalam hal ini aku tidak seperti kalian, sesungguhnya pada waktu malam Rabbku telah memberiku makan dan minum, tunaikanlah amalan yang kalian mampui.”

 

Musnad Ahmad 7835: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidur maka janganlah meletakkan tangannya ke dalam air wudhu sehingga ia mencucinya, sebab salah seorang dari kalian tidak tahu dimana tangannya bermalam.”

 

Musnad Ahmad 7836: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Setiap persendian manusia wajib untuk disedekahi setiap harinya, ” beliau bersabda: “Mendamaikan antara dua orang adalah sedekah, membantu dan menaikkan barang seseorang ke atas kendaraannya adalah sedekah, ” beliau Bersabda lagi: “Ucapan yang baik adalah sedekah, ” dan beliau juga Bersabda: “Setiap langkah menuju masjid adalah sedekah, dan menyingkirkan sesuatu yang berbahaya dari jalan adalah sedekah.”

 

Musnad Ahmad 7837: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika pemilik unta tidak memberikan haknya maka pada hari kiamat unta tersebut akan menginjak wajahnya dengan kaki-kakinya.”

 

Musnad Ahmad 7838: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Harta simpanan salah seorang dari kalian pada hari kiamat akan menjelma menjadi seekor ular besar yang ganas, ” beliau bersabda: “Pemiliknya akan lari darinya, dan ia akan terus mengejarnya seraya berkata; ‘Sesungguhnya aku adalah harta simpananmu, ‘” beliau bersabda: “Demi Allah, ia akan terus mengejarnya sehingga orang tersebut membentangkan tangannya dan memasukkan ular tersebut ke dalam mulutnya.”

 

Musnad Ahmad 7839: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah kalian kencing ke dalam air yang diam tak mengalir lalu kalian wudhu darinya.”

 

Musnad Ahmad 7840: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Bukanlah orang yang miskin itu orang yang selalu keliling kepada manusia, ia tertolak untuk mendapat satu atau dua suap, satu kurma atau dua kurma, tetapi yang disebut orang miskin adalah orang yang tidak mendapat sesuatu yang mencukupinya, ia malu untuk meminta-minta kepada manusia, dan tidak ada orang yang tahu sehingga bisa bersedekah kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7841: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang wanita tidak dibolehkan berpuasa (sunnah, pent) sedang suaminya ada kecuali dengan seizinnya, tidak boleh memasukkan seseorang sedang suaminya ada kecuali dengan seizinnya, dan apa-apa yang ia infaqkan dari hartanya tanpa perintah darinya maka separuh dari pahalanya adalah untuk suaminya.”

 

Musnad Ahmad 7842: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian mengharap-harap kematian, dan jangan berdoa untuk disegerakan sebelum kedatangannya, sesungguhnya jika salah seorang dari kalian meninggal amalnya terputus, dan sesungguhnya seorang mukmin tidaklah bertambah umurnya kecuali bertambah kebaikkannya.”

 

Musnad Ahmad 7843: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian menyebut anggur dengan kemuliaan, hanyasannya kemuliaan itu adalah pada seorang muslim.”

 

Musnad Ahmad 7844: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ada seorang laki-laki yang membeli sebidang tanah dari laki-laki lain, maka laki-laki yang membeli tanah mendapatkan guci yang berisi emas, sang pembeli tanah berkata; ‘Ambillah emasmu dariku karena aku hanya membeli tanah darimu dan bukan membeli emas, ‘ sang penjual tanah berkata; ‘Sesungguhnya aku menjual kepadamu tanah beserta isinya, ‘ Rasulullah Bersabda: “Lalu keduanya saling berhukum kepada seorang laki-laki dan laki-laki yang menghukumi mereka berkata; ‘Apakah kalian berdua memiliki anak? ‘ yang satu berkata; ‘Aku memiliki anak laki-laki’ dan yang lain berkata; ‘Aku memiliki anak perempuan’ sang hakim lalu berkata; ‘Nikahkanlah anak laki-laki kamu dengan anak perempuan dia, dan infaqkan sebagian dari emas itu atas masing-masing mereka, dan sedekahkanlah.'”

 

Musnad Ahmad 7845: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian senang jika hewan tunggangannya kembali setelah hilang darinya?” para sahabat berkata; “Iya wahai Rasulullah, ” beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh Allah sangat senang dengan taubat hamba-Nya dari senangnya kalian ketika mendapatkan hewan tunggangannya kembali.”

 

Musnad Ahmad 7846: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Jika hamba-Ku menemui-Ku dengan satu jengkal maka Aku menemuinya dengan satu hasta, jika ia menemui-Ku dengan satu hasta maka Aku menemuinya dengan satu depa, dan jika ia menemui-Ku dengan satu depa maka Aku akan lebih cepat.'”

 

Musnad Ahmad 7847: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berwudhu, hendaklah ia memasukkan air ke dalam lubang hidungnya kemudian mengeluarkan.”

 

Musnad Ahmad 7848: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sekiranya gunung uhud itu berupa emas dan diberikan kepadaku, sungguh aku akan sangat senang sekiranya ia tidak lebih dari tiga hari bersamaku, lalu aku mempunyai bagian satu dinar darinya untuk aku berikan kepada seseorang yang akan menerimanya sebagai pelunasan hutang yang menjadi tanggunganku.”

 

Musnad Ahmad 7849: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika orang yang membuatkan makanan untuk kalian telah datang, dan telah cukup bagi kalian rasa capek dan bau masakannya, hendaklah kalian panggil untuk makan bersama, jika ia tidak mau hendaklah kalian ambilkan suapan ke dalam tangannya.”

 

Musnad Ahmad 7850: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian berkata; ‘Beri minum Tuhanmu, beri makan Tuhanmu, wudhukan Tuhanmu, ‘ dan janganlah salah seorang dari kalian berkata; ‘Tuhanku, ‘ akan tetapi hendaklah ia berkata; ‘Tuanku, majikanku, ‘ dan janganlah salah seorang dari kalian berkata; ‘Hamba laki-lakiku dan hamba perempuanku, ‘ akan tetapi katakanlah, ‘Anak mudaku, dan anak mudiku serta anak laki-lakiku.”

 

Musnad Ahmad 7851: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Rombongan pertama yang akan masuk surga adalah seperti rembulan pada malam purnama, di dalam surga mereka tidak meludah, tidak beringus, tidak berdahak dan tidak buang air besar. Bejana dan sisir mereka dari emas dan perak, wewangian mereka dari kayu cendana dan keringat mereka seharum misik, setiap orang dari mereka mempunyai dua istri, karena cantiknya tulang kedua betisnya bisa terlihat dari balik dagingnya, tidak ada pertengkara dan tidak dan kebencian di antara mereka, hati mereka satu, dan selalu berdzikir kepada Allah di waktu pagi dan petang hari.”

 

Musnad Ahmad 7852: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ya Allah, sesungguhnya aku telah membuat perjanjian dengan-Mu yang Engkau tidak akan melupakannya, sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia, maka mukmin mana saja yang pernah aku sakiti, atau aku cela, atau aku cambuk, atau aku la’nat, hendaklah dengannya Engkau gantikan untuknya pahala shalat, zakat dan taqarrub yang dengannya mereka bisa bertaqorrab pada hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7853: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ghonimah tidak halal bagi orang-orang sebelum kita, hal itu karena Allah melihat bahwa kita orang yang lemah sehingga Dia halalkan untuk kita.”

 

Musnad Ahmad 7854: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia ikat sehingga mati, ia tidak memberinya makan atau melepasnya sehingga bisa mencari makanan dari serangga bumi.”

 

Musnad Ahmad 7855: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidaklah seorang mukmin disebut sebagai mukmin ketika ia mencuri, seorang mukmin tidak disebut sebagai mukmin ketika ia berzina, dan seorang mukmin tidak disebut sebagai mukmin ketika ia meminum khamer. Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, tidaklah seorang mukmin disebut sebagai mukmin ketika ia merampas harta dengan disaksikan oleh orang banyak, dan tidaklah salah seorang dari kalian disebut sebagai seorang mukmin ketika ia mencuri harta ghonimah, maka takutlah kalian, takutlah kalian.”

 

Musnad Ahmad 7856: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, tidak ada dari umat ini baik yahudi maupun Nasrani yang mendengar tetang kedatanganku, lalu ia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku telah diutus dengannya melainkan dia adalah penghuni neraka.”

 

Musnad Ahmad 7857: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Bertasbih adalah untuk kaum (laki-laki) dan bertepuk dengan tangan adalah untuk wanita ketika di dalam shalat.”

 

Musnad Ahmad 7858: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Setiap luka yang seorang muslim terluka di jalan Allah, maka pada hari kiamat akan tetap pada kondisinya semula, jika ia ditusuk lalu memancar darah maka warnanya adalah warna darah, sedang baunya adalah bau misik.” Bapakku (Ahmad) berkata; “Al ‘Arf adalah bau.”

 

Musnad Ahmad 7859: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya aku pulang ke keluargaku, lalu aku mendapatkan kurma yang jatuh di atas ranjangku, -atau beliau mengatakan, – “di dalam rumahku, kemudian aku mengambilnya untuk aku makan, tetapi takut jika kurma tersebut adalah sedekah (zakat), sehingga akupun membuangnya dan tidak memakannya.”

 

Musnad Ahmad 7860: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan kalian akan senantiasa bertanya, sehingga salah seorang dari kalian berkata; “Ini Allah yang menciptakan, lalu siapa yang menciptakan Allah ‘azza wajalla?”

 

Musnad Ahmad 7861: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Demi Allah, konsistennya seseorang dalam memegang kata sumpahnya terhadap keluarganya, adalah lebih berdosa di hadapan Allah ketimbang ia menunaikan kafarah yang Allah ‘azza wajalla wajibkan kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7862: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika dua orang dipaksa untuk bersumpah (akan sesuatu) sedangkan keduanya sama-sama menyukainya maka berundilah untuknya.”

 

Musnad Ahmad 7863: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian membeli seekor unta atau kambing musharrah (unta/kambing yang senganja tidak diperah susunya sehingga tampak besar ketika dijual), maka ia mempunyai dua pilihan setelah ia memerahnya, rela dengan pembelian tersebut atau mengembalikannya dengan disertakan satu sha’ kurma.”

 

Musnad Ahmad 7864: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Orang yang sudah berumur itu menyukai dua hal; umur yang panjang dan punya bayak harta.”

 

Musnad Ahmad 7865: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian berjalan kepada saudaranya dengan menghunus senjata, karena salah seorang dari kalian tidak tahu mungkin setan merebut senjata yang ada di tangannya hingga akhirnya ia jatuh dalam sebuah lubang dari neraka.”

 

Musnad Ahmad 7866: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sangatlah besar murka Allah ‘azza wajalla terhadap kaum yang melukai Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, ” dan Beliau ketika itu menunjuk ke gerahamnya.

 

Musnad Ahmad 7867: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan berkata; “Sungguh besar murka Allah kepada seorang laki-laki yang dibunuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di jalan Allah.”

 

Musnad Ahmad 7868: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Setiap anak Adam ditulis bagiannya dari zina yang tidak mungkin untuk ia hindari, maka zinanya mata adalah melihat lalu dibenarkan oleh kehormatan, zinanya lisan adalah bicara, zinanya hati adalah berangan-angan, dan selanjutnya kemaluannyalah yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.”

 

Musnad Ahmad 7869: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Desa (wilayah) manapun yang kalian datangi lalu kalian dapat menguasainya maka saham (fai` atau ghonimah, pent) kalian ada di dalamnya, dan desa manapun yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka seperlimanya adalah untuk Allah dan Rasul-Nya kemudian sisanya adalah untuk kalian.”

 

Musnad Ahmad 7870: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian baik dalam berIslam, maka setiap amal shalih yang ia lakukan akan ditulis dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, sedangkan setiap kesalahan yang ia lakukan akan ditulis apa adanya sehingga ia berjumpa dengan Allah ‘azza wajalla.”

 

Musnad Ahmad 7871: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian mengimami orang banyak, hendaklah ia meringankan shalatnya, karena di dalamnya ada orang tua, orang lemah, dan orang yang sakit. Adapun bila ia shalat sendiri hendaklah ia perpanjang sekehendak hatinya.”

 

Musnad Ahmad 7872: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Para malaikat berkata; ‘Wahai Rabb, hamba-Mu itu ingin mengerjakan kemaksiatan” -dan Allah lebih melihat dengan hal itu-, lalu Allah berfirman: ‘Awasilah, jika ia mengerjakannya maka tulislah sebagaimana adanya, dan jika ia meninggalkannya maka tulislah untuknya satu kebaikkan, sebab dia meninggalkan hal itu karena rasa takutnya kepada-Ku.”

 

Musnad Ahmad 7873: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Hamba-Ku telah mendustakan diri-ku padahal dia tidak punya bukti akan hal itu, dan hamba-Ku juga telah mencela-Ku padahal dia tidak punya bukti akan hal itu; pendustaannya kepada-Ku adalah ketika dia berkata; ‘Sekali-kali Allah tidak akan bisa mengembalikan kami sebagaimana Ia mencipta kami.’ Dan celaannya kepada-Ku adalah ketika dia berkata; ‘Allah mempunyai anak.’ Padahal aku adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada diri-Ku, Aku tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Aku.”

 

Musnad Ahmad 7874: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “tunggulah waktu shalat ketika panas hingga menjadi dingin, karena menyengatnya panas adalah dari hembusan neraka jahannam.”

 

Musnad Ahmad 7875: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian hingga ia berwudhu.”

 

Musnad Ahmad 7876: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika telah dipanggil untuk shalat maka datangilah, dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang, apa-apa yang kalian dapati maka shalatlah dan apa-apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah.”

 

Musnad Ahmad 7877: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah tertawa kepada dua orang laki-laki, salah seorang dari keduanya membunuh yang lain, dan keduanya masuk surga.” Para sahabat bertanya; “Bagaimana hal itu wahai Rasulullah?” beliau sabda: “Dia membunuh ini dan akhirnya ia masuk surga, lalu Allah mengampuni seorang lagi dan menunjukkinya kepada Islam, ia berjihad dan akhirnya mati syahid.”

 

Musnad Ahmad 7878: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah seseorang menjual diatas penjualan saudaranya, dan jangan meminang pinangan saudaranya.”

 

Musnad Ahmad 7879: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Orang kafir itu makan dengan tujuh usus sedangkan orang mukmin makan dengan satu usus.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah, dia berkata; aku mendengar bapakku berkata; Aku berkata kepada Abdurrazzaq; “Wahai Abu Bakr, aku utamakan -yaitu hadits ini?” seakan-akan ia kagum dengan bagusnya hadits ini-, ia berkata; “Iya.”

 

Musnad Ahmad 7880: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq bin Hammam berkata; telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak dinamakan Khadhir kecuali karena dia duduk di atas rumput kering yang putih lalu tiba-tiba rumput tersebut bergetar dan berubah menjadi kehijau-hijauan.” Abdullah berkata: saya kira ini hanya sebuah tafsir dari Abdurrazzaq.

 

Musnad Ahmad 7881: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya pada hari kiamat Allah tidak Akan melihat kepada orang yang musbil (seorang laki-laki yang celananya menutupi mata kakinya, pent).”

 

Musnad Ahmad 7882: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ketika dikatakan kepada Bani Isra`il; “‘Masuklah ke dalam pintu dengan bersujud dan katakan; ‘Bebaskan kami dari dosa maka Kami akan mengampuni dosa-dosa kalian'” maka mereka mengubahnya, mereka masuk pintu dengan merangkak dengan menunggingkan pantatnya kedepan, dan mereka berkata; “biji-bijian ada dirambut.”

 

Musnad Ahmad 7883: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bangun malam (Shalat) dan Al Qur`an terasa sulit di lisannya hingga ia tidak tahu apa yang dia ucapkan, hendaklah ia tidur terlebih dahulu.”

 

Musnad Ahmad 7884: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah berfirman: ‘Janganlah anak turun Adam berkata; ‘Wahai masa pembuat sial’ karena sesungguhnya Aku adalah masa, Aku pergilirkan siang dan malam, dan jika Aku berkehendak maka akan Aku genggam keduanya.”

 

Musnad Ahmad 7885: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesuatu yang paling nikmat bagi seorang budak adalah jika ia diwafatkan dengan kebaikan ibadahnya kepada Allah dan pengabdiannya kepada Tuannya.”

 

Musnad Ahmad 7886: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berdiri shalat maka janganlah meludah di depannya, sebab ia sedang bermunajat kepada Allah selama ia berada di tempat shalatnya, dan jangan meludah ke sebelah kanannya kerena di sebelah kanannya ada malaikat, akan tetapi hendaklah meludah kesebelah kiri atau di bawah kakinya kemudian menimbunnya.”

 

Musnad Ahmad 7887: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika engkau berkata kepada manusia; ‘Diamlah, ‘ ketika mereka berbicara, maka sungguh kamu telah berbuat sia-sia kepada dirimu.”

 

Musnad Ahmad 7888: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Aku adalah orang yang paling dekat atas kalian semua dalam kitab Allah, maka siapapun dari kalian yang meninggalkan hutang atau anak cucu maka panggillah aku karena aku adalah walinya. Dan siapapun dari kalian yang meninggalkan harta warisan maka hendaklah diwariskan kepada ahli warisnya siapapun dia.”

 

Musnad Ahmad 7889: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian berkata; ‘Ya Allah ampunilah aku jika Engkau berkehendak, sayangi dan berilah aku rizki jika Engkau berkehendak.’ Tapi hendaklah ia sungguh-sungguh dalam meminta, karena Allah berkehendak dan tidak dibawah tekanan dan paksaan.”

 

Musnad Ahmad 7890: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ada seorag Nabi yang berperang, maka ia berkata kepada kaumnya; ‘Tidak boleh ikut berperang bersamaku seorang laki-laki yang telah memiliki kemaluan seorang wanita (istri) dan berhasrat untuk membangun rumah bersamanya namun belum sempat membangunnya, dan tidak juga seorang yang telah membangun rumah namun belum mengangkat atapnya, dan tidak juga seorang laki-laki yang telah membeli kambing atau kambing yang hendak melahirkan dan ia sedang menunggu saat kelahiran anaknya.’ lalu Nabi tersebut berangkat berperang hingga mendekati sebuah desa ketika tiba shalat ashar atau mendekati shalat ashar, ia berkata kepada matahari; ‘Kamu mendapatkan perintah dan aku juga mendapatkan perintah, ya Allah tahanlah matahari dariku, ‘ maka Allah ‘azza wajalla menahannya hingga memberikan kemenangan untuknya, lalu mereka mengumpulkan ghonimah yang telah mereka peraleh kemudian datang api untuk melahabnya, namun ia enggan untuk melahabnya, maka Nabi tersebut berkata; ‘Di antara kalian ada yang mencuri ghonimah, maka berbai’atlah satu orang dari setiap kabilah kepadaku, ‘ maka mereka berbai’at kepadanya, lalu ada tangan seorang laki-laki yang melekat dengan tangannya, ia berkata (kepada laki-laki tersebut); ‘Di antara kalian masih ada orang yang mencuri ghonimah, suruhlah kabilahmu berbai’at kepadaku, ‘ maka kabilahnya berbai’at kepadanya.” Rasulullah Bersabda: “Maka ada tangan dua orang laki-laki atau tiga yang melekat pada tangannya hingga ia berkata; ‘Di antara kalian ada yang mencuri ghonimah, dan kalian adalah yang mencurinya, ‘ maka mereka mengeluarkan darinya emas sebesar kepala sapi.” Rasulullah Bersabda: “Maka Nabi tersebut meletakkannya bersama sekumpulan harta ghonimah yang lain lalu datang api dan melahabnya, ghonimah tidak halal untuk seorangpun sebelum kita, dan setelah itu karena Allah melihat kelemahan kita maka Allah menjadikannya baik untuk kita.”

 

Musnad Ahmad 7891: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ketika aku tidur aku bermimpi bahwa aku sedang menimba di telagaku untuk memberi minum manusia, lalu Abu Bakar datang kepadaku dan mengambil timba dari tanganku untuk membantu sehingga ia mengangkat satu atau dua timba, angkatan timba Abu Bakar terlihat agak susah payah hingga akhirnya datang Ibnul Khaththab dan Allah mengampuninya, lalu ia mengambil timba itu dariku, dan tidak ada seorangpun yang menimba hingga orang-orang telah pergi dan telaga masih terus mengalir deras.”

 

Musnad Ahmad 7892: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian memerangi Khuz dan Kirman kaum dari luar arab, wajah mereka kemerahan-merahan, berhidung pesek dan bermata sipit, wajah mereka seperti perisai perang yang dipalu.”

 

Musnad Ahmad 7893: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kalian memerangi suatu kaum yang sandal mereka dari rambut.”

 

Musnad Ahmad 7894: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sombong dan berbangga diri ada pada para penggembala kuda dan unta, sedangkan ketenangan ada pada para pengembala kambing.”

 

Musnad Ahmad 7895: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dalam perkara ini (kepemimpinan) manusia mengikuti bangsa Quraisy, muslim mereka mengikuti muslim Quraisy dan kafir mereka mengikuti kafir Quraisy.”

 

Musnad Ahmad 7896: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sebaik-baik perempuan penunggang unta adalah perempuan Quraisy, mereka sangat menyayangi anaknya di waktu kecil dan amanat dalam menjaga harta suaminya.”

 

Musnad Ahmad 7897: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Penyakit ‘Ain adalah benar, ” dan beliau melarang dari membuat tato.

 

Musnad Ahmad 7898: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Salah seorang dari kalian masih selalu dalam hitungan shalat selama shalat yang menahannya, tidak ada yang menghalanginya dari mengerjakan shalat kecuali waktu tunggunya.”

 

Musnad Ahmad 7899: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tangan di atas itu lebih baik dari tangan di bawah, dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.”

 

Musnad Ahmad 7900: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Aku lebih berhak atas diri Isa putra Maryam dari semua manusia di dunia dan di akhirat, ” para sahabat bertanya; “Bagaimana hal itu wahai Rasulullah?” beliau bersabda: “Para Nabi adalah satu seayah (adam), ibu mereka berbeda-beda namun agama mereka satu, dan antara aku dengan Isa tidak ada Nabi.”

 

Musnad Ahmad 7901: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ketika aku sedang tidur aku diberi tahu tentang perbendaharaan bumi. Lalu ada dua gelang emas yang diletakkan di kedua tanganku hingga hal itu membuatku berat dan gelisah, maka diwahyukan kepadaku untuk meniup keduanya dan akupun meniupnya hingga keduanya hilang, lalu aku menta`wilkan keduanya dengan dua orang pembohong yang aku berada di antara keduanya, mereka adalah seorang dari penduduk Shan’a` dan seorang dari penduduk Yamamah.”

 

Musnad Ahmad 7902: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak ada seorang pun dari kalian yang amalnya bisa menyelamatkannya, akan tetapi berimbang dan sesuaikanlah amalan kalian, ” para sahabat bertanya; “Tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah?” beliau bersabda: “Tidak juga dengan aku, hanya saja Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku.”

 

Musnad Ahmad 7903: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; berkata: Rasulullah melarang dua transaksi dalam satu akad jual beli dan dua cara berpakaian; yaitu salah seorang berihtiba` (duduk di atas bokong dengan mengumpulkan kedua pahanya menempel dada) dengan satu kain sedang pada daerah kemaluannya tidak ada sesuatu yang menutupinya, dan menyelimuti badannya dengan satu kain sarungnya ketika shalat kecuali jika kedua ujungnya diserempangkan pada pundaknya. Dan Rasulullah juga melarang dari jual beli dengan sistem Al Lams (barangsiapa memengang maka wajib beli) dan An Najsy (menambah harga barang dengan tujuan untuk menipu pembeli).”

 

Musnad Ahmad 7904: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan berkata; “Binatang yang mati tertanduk adalah sia-sia, mati karena tercebur ke dalam sumur adalah sia-sia, mati karena kecelakaan dalam penambangan adalah sia-sia, dan pada harta terpendam yang ditemukan terdapat kewajiban mengeluarkan zakat seperlimanya.”

 

Musnad Ahmad 7905: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Ibnul Qosim telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Aku adalah orang yang paling mirip shalatnya dengan shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika mengucapkan: “SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH” beliau mengucapkan: “RABBNAA WA LAKAL HAMDU, ” beliau bertakbir ketika akan ruku’ dan ketika mengangkat kepalanya, dan jika beliau berdiri dari dua sujud beliau mengucapkan, “ALLAHU AKBAR.”

 

Musnad Ahmad 7906: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Ibnul Qosim dari Ibnu Abu Dzi`b dari ‘Ajlan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Setiap bayi yang dilahirkan dari anak cucu Adam selalu disentuh oleh Setan dengan jari-jarinya, kecuali Maryam dan putranya.”

 

Musnad Ahmad 7907: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sungguh aku bisa melihat apa yang ada di belakangku sebagaimana aku bisa melihat apa yang ada di depanku, maka luruskanlah barisan kalian, baguskan ruku’ dan sujud kalian.”

 

Musnad Ahmad 7908: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan dengan sanadnya, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sungguh apakah memang orang-orang yang tinggal di sekitar masjid yang tidak ikut shalat isya` (berjama’ah) akan berhenti (dari keengganan mereka berjamaah) atau saya akan membakar rumah mereka dengan seikat kayu bakar.”

 

Musnad Ahmad 7909: Telah menceritakan kepada kami Hasyim dari Ibnu Abi dzi`b dari Al Aswad Ibnul ‘Ala` Ats Tsaqofi dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sejak salah seorang dari kalian keluar dari rumahnya menuju masjid, maka satu langkah kakinya akan ditulis dengan satu kebaikan dan satu langkah kaki yang lainnya akan dihapuskan dengannya satu kejelekkan.”

 

Musnad Ahmad 7910: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Hamzah -yaitu Az Zayyat- berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Al Aghor Abu Muslim dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Maka pada waktu itu ada yang berseru; ‘sesungguhnya kalian akan selalu hidup dan tidak mati selamanya, kalian akan selalu sehat dan tidak sakit selamanya, kalian akan selalu muda dan tidak akan tua selamanya, dan kalian akan selalu dalam kenikmatan dan tidak sengsara selama-lamanya, ‘” Rasulullah Bersabda: “Lalu para penduduk surga saling berseru dengan empat hal ini.”

 

Musnad Ahmad 7911: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin ‘Ammar berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Katsir telah menceritakan kepadaku Abu Hurairah, dan dia berkata kepada kami; “Demi Allah, Allah ‘azza wajalla tidak menciptakan seorang mukmin pun yang mendengar tentangku dan tidak pernah melihatku melainkan dia akan cinta kepadaku.” Aku Abu Katsir berkata; “Apa yang kamu ketahui tentang itu wahai Abu Hurairah?” ia berkata; “Sesungguhnya ibuku awalnya adalah seorang wanita musyrik, aku mengajaknya kepada Islam dan ia enggan dengan ajakanku, lalu pada suatu hari aku mengajaknya lagi namun ia malah menyuarakan tentang Rasulullah dengan sesuatu yang tidak aku senangi. Lalu aku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menangis, aku berkata; ‘Sesungguhnya aku telah mengajak ibuku kepada Islam, namun ia enggan dengan ajakanku, dan pada hari ini aku mengajaknya lagi kepada Islam namun ia malah menyuarakan tentang Tuan dengan sesuatu yang tidak aku senangi, oleh karena itu berdoalah kepada Allah agar memberi hidayah ibu Abu Hurairah, ‘ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ya Allah berilah hidayah kepada ibu Abu Hurairah.” Setelah itu aku bergegas keluar pergi untuk memberi kabar gembira ibuku tentang doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ketika aku tiba di depan pintu rumah ternyata telah terkunci dan aku mendengar suara gemuruh air dan derap langkah kaki ibuku, lalu ia berkata; “Tetaplah di situ wahai Abu Hurairah, ” kemudian ia membuka pintu dan telah mengenakan pakaian sambil merapikan jilbabnya, lalu dia berkata; ‘Sesungguhnya aku bersaksi bahwasanya tidak ada ILah selain Allah dan Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.’ Lalu aku kembali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menangis karena senang sebagimana aku menangis karena sedih, aku berkata; ‘Wahai Rasulullah, ada kabar gembira, sungguh Allah telah mengabulkan doa Tuan karena Allah telah memberi hidayah ibu Abu Hurairah, ‘ lalu aku berkata; ‘Wahai Rasulullah berdoalah kepada Allah agar menjadikan aku dan ibuku cinta kepada para hamba-Nya yang beriman dan menjadikan mereka cinta kepada kami, ‘ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ya Allah jadikan hamba kecil-Mu dan ibunya ini cinta kepada para hamba-Mu yang beriman dan jadikan mereka cinta kepada mereka berdua.” Maka Allah tidak menciptakan seorang mukmin yang pernah mendengar tentangku dan ia tidak pernah melihatku atau melihat ibuku melainkan dia akan mencintaiku.”

 

Musnad Ahmad 7912: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid Al Muqri telah menceritakan kepada kami Haiwah dan Ibnu Lahi’ah telah menceritakan kepada kami Abu Al Aswad anak yatim ‘Urwah, bahwa ia mendengar ‘Urwah bin Az Zubair menceritakan dari Marwan bin Al Hakam bahwasanya ia bertanya kepada Abu Hurairah; “Apakah kamu pernah mengerjakan shalat khauf bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Abu Hurairah berkata; “Pernah, ” Marwan berkata; “Kapan?” Abu Hurairah berkata; “Ketika perang Najd Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri untuk melaksanakan shalat ashar dan ada sekelompak yang berdiri shalat bersamanya, dan ada sekelompok lain lagi yang menghadap musuh, sementara punggung mereka mengarah ke kiblat. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir dan orang-orang yang bersamanya juga ikut bertakbir begitu juga orang-orang yang menghadap musuh, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam ruku’ dengan sekali ruku’ kemudian orang-orang yang berada di belakangnya juga ikut ruku’, kemudian beliau bersujud dan orang-orang yang berada di belakangnya juga bersujud sedangkan sekelompok yang lain berdiri menghadap musuh, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan kelompok yang berada di belakangnya juga berdiri lalu mereka pergi menjaga musuh dan menghadap kepada mereka lalu sekelompok yang telah menghadap musuh datang dan mereka ruku’ dan sujud, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masih tetap berdiri sebagaimana posisinya, kemudian mereka berdiri lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ruku’ (di selain ruku’ yang pertama) dan mereka ruku’ bersamanya dan juga sujud bersamanya. Kemudian sekelompok yang menghadap musuh datang dan mereka ruku’ dan sujud sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk berama orang-orang yang mengikutinya, kemudian di waktu salam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam salam dan mereka semua (dua kelompok yang ada) ikut salam bersama-sama, maka dengan itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengerjakan dua rakaat dan setiap orang dari kedua kelompok (yang saling bergantian) juga telah mengerjakan dua rakaat, dua rakaat.”

 

Musnad Ahmad 7913: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Haiwah telah mengabarkan kepada kami Abu Hani` bahwa Abu Sa’id Al Ghifari menceritakan, bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meneliti sutra yang tedapat pada pakaian lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mencabutnya.”

 

Musnad Ahmad 7914: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Ayyub berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Ajlan dari Sa’id bin Abi Sa’id Al Khudri dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa telah berusia enam puluh tahun maka Allah telah memaafkannya dalam umur.”

 

Musnad Ahmad 7915: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Musa -yaitu Ibnu Ali- berkata: aku mendengar bapakku menceritakan dari Abdul Aziz bin Marwan bin Al Hakam, dia berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Kejelekkan yang ada pada seorang laki-laki adalah seorang bakhil yang hali’ (takut miskin setelah mengeluarkan hak hartanya) dan seorang pengecut yang khali’ (copot jantungnya karena takut).”

 

Musnad Ahmad 7916: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abu Ayyub berkata; telah menceritakan kepadaku Ubaidullah bin Abu Ja’far dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa ditawarkan kepadanya wewangian maka janganlah menolaknya, karena sesungguhnya wangian-wangian ringan bebannya dan harum baunya.”

 

Musnad Ahmad 7917: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah dari Abdullah bin Hubairah dari Abu Tamim Al Jaisyani berkata; Abdullah bin Hurmuz pembantu dari penduduk Madinah menulis untukku dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mengiringi jenazah lalu ia menshalatinya dan membawanya ke kuburnya, lalu ia duduk hingga ia boleh pulang maka ia kembali dengan membawa pahala dua qirath, setiap satu qirath seperti gunung uhud.”

 

Musnad Ahmad 7918: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid dari bukunya, berkata: telah menceritakan kepada kami Sa’id -yaitu Ibnu Abu Ayyub- berkata; telah menceritakan kepada kami Bakr bin ‘Amru Al Ma’afiri dari ‘Amru bin Abi Nu’aimah dari Abi Utsman Muslim bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mengatakan sesuatu atas namaku yang aku tidak mengatakannya, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka. Dan barangsiapa dimintai musyawarah oleh saudaranya sesama muslim lalu ia memberikan pendapatnya dengan menyimpang dari kebenaran maka ia telah mengkhianatinya. Dan barangsiapa memberi fatwa dengan fatwa yang tidak jelas (kebenarannya), maka dosanya adalah bagi orang yang memberikan fatwa.”

 

Musnad Ahmad 7919: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Al Maqburi telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepadaku Abu Hani` Humaid bin Hani` Al Khaulani dari Abu Utsman Muslim bin Yasar dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Akan ada di akhir zaman nanti orang-orang dari umatku yang menceritakan kepada kalian dengan sesuatu yang kalian dan bapak-bapak kalian tidak pernah mendengarnya, maka hati-hatilah kalian dan juga bapak kalian.”

 

Musnad Ahmad 7920: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepadaku Ja’far bin Rabi’ah dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika kalian mendengar kokok ayam di malam hari maka hanyasannya dia telah melihat Malaikat, oleh karenanya mohonlah kepada Allah dan bermunajatlah kepadanya, dan jika kalian mendengar ringkih keledai maka sesungguhnya ia telah melihat setan oleh karenanya berlindunglah kepada Allah dari keburukan apa yang ia lihat.” Telah menceritakan kepada kami Syu’aib bin Harb Abu Shalih berkata; telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa’id berkata; telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Rabi’ah dari Al A’raj dari Abu Hurairah lalu ia menyebutkan makna hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7921: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Abu Sulaiman dari Sa’id bin Abu Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa melempar (menyerang) kami di malam hari maka ia bukan dari golonganku.”

 

Musnad Ahmad 7922: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Walid dari Ibnu Hujairah dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Hak seorang mukmin terhadap mukmin yang lain ada enam; mengucapkan salam jika bertemu, mendoakannya jika bersin, memenuhi undangannya, menjenguknya ketika sakit, melayatnya ketika meninggal, dan jika ia tidak ada hendaknya ia membelanyanya.”

 

Musnad Ahmad 7923: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Walid dari Ibnu Hujairah dari Abu Hurairah, dia berkata; “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mewasiatkan kepada Salman pada suatu kebaikan, beliau bersabda: “Sesungguhnya Nabi Allah ‘Alaihis Salam ingin memberimu beberapa kalimat yang kamu mohon kepada Allah yang Maha Penyayang, dan kamu cinta kepadanya dengan kalimat tersebut serta kamu berdoa dengannya di waktu malam dan siang hari, Rasulullah mengucapkan; “ALLAHUMMA INNII AS`ALUKA SHIHHATA IIMAANIN WA IIMAANAN FII HUSNI KHULUQIN WA NAJAAHAN YATBA’UHU FALAAHUN WA RAHMATAN MINKA WA ‘AAFIYAH WA MAGHFIRATAN MINKA WA RIDLWAANAA (Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu benarnya iman, dan keimanan dalam akhlak yang baik dan kesuksesan yang diikuti keberuntungan, dan aku memohon rahmat dan ‘afiyat dari-Mu dan aku juga memohon ampunan dan keridhaaan dari-Mu).” Ayahku berkata; “Dan semua kalimat tersebut dalam kitab di tulis dengan marfu’ah (menggunakan harakat dhammah): falaahun wa rahmatun minka wa aafiyatun wa maghfiratun minka wa ridhwaanun.”

 

Musnad Ahmad 7924: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Abdullah bin ‘Ayyasy dari Abdurrahman bin Hurmuz Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mendapatkan kelapangan dalam rizki namun tidak mau berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami.”

 

Musnad Ahmad 7925: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ajlan dari Al Qo’qo’ dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Rasulullah, bahwa beliau bersabda: “Akan senantiasa ada untuk urusan ini (Al Islam) atau atas urusan ini sekelompok manusia yang menegakkan Al haq, tidak akan membahayakan bagi mereka perselisihan orang yang menyelisihi mereka sehingga datang kepada mereka perintah Allah (hari kiamat).”

 

Musnad Ahmad 7926: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa’id telah menceritakan kepadaku Abu Khairah dari Musa bin Wardan berkata; – (Abu Khairah) berkata; aku tidak mengetahui kecuali bahwa ia mengatakan dari Abu Hurairah – “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka untuk kaum laki-laki dari umatku janganlah masuk ke tempat pemandian umum kecuali dengan sarung, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka untuk kaum wanita dari umatku janganlah masuk ke tempat pemandian umum.”

 

Musnad Ahmad 7927: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad dan Ibnu Ja’far berkata; telah menceritakan kepadaku Syu’bah dari Qotadah dari ‘Abbas Al Jusyaimi dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya dalam Al Qur`an ada satu surat yang di dalamnya ada tiga puluh ayat, ia akan memberi syafa’at bagi seorang sehingga dosanya diampuni, yaitu Tabaarakalladzii Biyadihil Mulku.”

 

Musnad Ahmad 7928: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj dari Ibnu Juraij berkata; telah menceritakan kepadaku Yunus bin Yusuf dari Sulaiman bin Yasar berkata; “Orang-orang berkumpul pada Abu Hurairah, maka Natil Asy-Syami berkata kepadanya; “Wahai syaikh, ceritakanlah kepada kami sebuah hadits yang kamu dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ” Abu Hurairah berkata; “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihukum pada hari kiamat ada tiga; seorang laki-laki yang gugur di medan peperangan lalu ia dihadapkan kepada Allah dan ditunjukkan kepadanya nikmatnya hingga ia mengetahuinya, lalu Allah ‘azza wajalla bertanya kepadanya: ‘Apa yang kamu perbuat di dalamnya? ‘ Ia berkata; ‘Aku berperang karena-Mu hingga aku terbunuh, ‘ Allah berfirman: ‘Kamu telah berdusta, akan tetapi kamu berperang agar supaya dikatakan; ‘Dia adalah seorang pemberani, ‘ dan sungguh hal itu telah dikatakan, ‘ maka Allah memerintahkan agar dia di telungkupkan wajahnya hingga ia dilempar ke dalam neraka. Dan seorang laki-laki yang belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur`an, lalu dihadapkan kepada Allah ‘azza wajalla untuk dilihatkan kepadanya nikmatnya hingga ia mengetahuinya, lalu Allah ‘azza wajalla bertanya kapadanya: ‘Apa yang kamu perbuat di dalamnya? ‘ laki-laki itu berkata; ‘Aku belajar ilmu dan mengajarkannya karena-Mu dan aku juga membaca Al Qur`an karena-Mu, ‘ Allah berfirman: ‘Kamu telah berdusta, akan tetapi kamu belajar ilmu agar kamu dikatakan; ‘Dia adalah seorang yang alim, ‘ dan hal itu telah dikatakan, dan kamu membaca Al Qur`an agar dikatakan; ‘Dia adalah seorang qori`’ dan hal itu telah dikatakan.’ kemudian Allah memerintahkan agar ia ditelungkupkan wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang laki-laki lagi yang diberi oleh Allah kelapangan rizqi lalu ia memberikan dari seluruh bagian hartanya (menginfakkannya), lalu ia dihadapkan kepada Allah ‘azza wajalla dan dilihatkan kepadanya kenikmatannya hingga ia mengetahuinya, Allah ‘azza wajalla bertanya kepadanya: ‘Apa yang kamu perbuat di dalamnya? ‘ ia berkata; ‘Aku tidak pernah meninggalkan peluang yang Engkau suka untuk dikeluarkan infaq di dalamnya kecuali aku pasti berinfaq di dalamnya karena-Mu, ‘ Allah berfirman: ‘Kamu telah berdusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar dikatakan; ‘Dia adalah seorang yang dermawan, ‘ dan yang demikkian itu telah dikatakan.’ lalu Allah memerintahkan agar ditelungkupkan wajahnya hingga ia dilemparkan ke dalam neraka.”

 

Musnad Ahmad 7929: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Persinggahan kita besok Inasya Allah jika Allah berkenan membuka, adalah Al Khaif, tempat yang mereka saling bersumpah di atas kekafiran.”

 

Musnad Ahmad 7930: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah mengabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah telah mengampuni Luth karena sesungguhnya dia telah berlindung kepada Allah ‘azza wajalla.”

 

Musnad Ahmad 7931: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah mengabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ada dua orang wanita yang kedua memiliki anak, lalu seekor serigala mangambil salah satu dari anak mereka, maka keduanya mengadukan masalah mereka kepada Dawud ‘Alaihis Salam, dan Dawud memutuskan bahwa anak yang masih ada adalah milik wanita yang lebih tua, lalu keduanya keluar kemudian Sulaiman memanggil mereka seraya berkata; ‘Berikan kepadaku sebilah pisau agar aku belah anak ini menjadi dua bagian, ‘ maka sang wanita yang lebih muda berkata; ‘Semoga Allah merahmatimu, jangan engkau belah, dia adalah anaknya.’ Akhirnya Sulaiman memutuskan bahwa anak tersebut adalah milik wanita yang lebih muda.” Abu Hurairah berkata; “Kami tidak mengetahui kata As-sikkin (pisau) kecuali pada waktu itu, karena sebelumnya kami tidak menyebutnya kecuali dengan kata Al mudyah.”

 

Musnad Ahmad 7932: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah mengabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ibrahim kekasih Allah yang Maha Pengasih berkhitan setelah beliau berumur delapan puluh tahun, dan beliau berkhitan dengan qadum (kapak) kecil.”

 

Musnad Ahmad 7933: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah mengabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang laki-laki berkata; ‘Aku benar-benar akan mengeluarkan sedekah pada malam ini, ‘ maka ia pun memberikan sedekahnya kepada seorang wanita pelacur hingga pada pagi harinya orang-orang berkata; ‘Semalam ia telah memberikan sedekahnya kepada seorang pelacur.’ Kemudian ia berkata; ‘Aku benar-benar akan mengeluarkan sedekah pada malam ini, ‘ maka ia memberikan sedekahnya kepada seorang pencuri hingga pada pagi harinya orang-orang berkata; ‘Semalam ia telah memberikan sedekah kepada seorang pencuri.’ kemudian ia berkata; ‘Aku benar-benar akan mengeluarkan sedekah pada malam ini, ‘ maka ia memberikan sedekahnya kepada orang yang kaya, hingga pada pagi harinya orang-orang berkata; ‘Semalam ia telah memberikan sedekahnya kepada orang kaya.’ Lalu laki-laki tersebut berkata; ‘Alhamdulillah aku telah memberikan sedekah kepada seorang pelacur, seorang pencuri dan seorang yang kaya.'” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Kemudian ada orang yang datang dan dikatakan kepadanya; “Adapun sedekahmu sungguh telah diterima, bagi pelacur itu semoga dengan sedekah tersebut ia memohon ampun dan menjaga kehormatannya, dan bagi pencuri semoga dengan sedekah tersebut ia merasa cukup dengannya, sedangkan bagi orang kaya itu semoga dengan sedekah tersebut ia mengambil pelajaran darinya lalu menginfaqkan apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7934: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah mengabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Setiap anak cucu Adam akan dimakan oleh tanah kecuali tulang ekor, karena darinya manusia diciptakan dan darinya pula ia akan dibentuk kembali.”

 

Musnad Ahmad 7935: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hafsh telah mengabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Umar untuk menarik zakat, maka dikatakan bahwa Ibnu Jamil, Khalid bin Walid dan Al ‘Abbas paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menolak untuk mengeluarkan zakat, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ibnu Jamil tidaklah enggan mengeluarkan zakat, tetapi karena semula ia orang miskin lalu Allah menjadikannya kaya, adapun Khalid, karena kalian menzhaliminya, sungguh dia menyimpan baju besinya untuk ia gunakan berperang di jalan Allah, sedangkan ‘Abbas maka zakatnya menjadi tanggunganku, demikian pula zakat yang seperti itu.” Kemudian beliau bersabda: “Tidakkah engkau tahu, bahwa paman seseorang adalah pengganti dari bapaknya.” Telah menceritakan kepada kami Dawud bin ‘Amru Adh Dhabbi, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abu Az Zinad dari ayahnya, dari Al A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7936: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir dari Abdullah bin Ja’far dari Utsman bin Muhammad dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak ada seorang yang keluar dari rumahnya melainkan ditangannya ada dua bendera, satu bendera di tangan malaikat dan satu bendera lagi di tangan setan, jika ia keluar untuk sesuatu yang disukai Allah ‘azza wajalla maka malaikat akan menyertainya pada benderanya dan ia masih di bawah bendera malaikat hingga ia pulang ke rumahnya, namun jika ia keluar untuk sesuatu yang dibenci oleh Allah maka setan akan menyertainya pada benderanya dan ia masih di bawah bendera setan hingga ia pulang ke rumahnya.”

 

Musnad Ahmad 7937: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Abdullah dari Utsman bin Muhammad dari Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang Al Muhallil dan Al Muhallal lahu.”

 

Musnad Ahmad 7938: Telah menceritakan kepada kami Abu Amir berkata; telah menceritakan kepada kami Zuhair -yaitu Ibnu Muhammad- dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sungguh setiap hak akan dikembalikan kepada pemiliknya, sehingga seekor kambing tak bertanduk akan membalas kambing bertanduk pada hari kiamat.”

 

Musnad Ahmad 7939: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Al ‘Ala` dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Dunia adalah penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir.”

 

Musnad Ahmad 7940: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Ali -yaitu Ibnul Mubarak- dari Yahya -yaitu Ibnu Abu Katsir- dari Ibnu Ya’qub dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Al Mufarridun telah mendahului” para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah siapa itu Al Mufarridun?” beliau bersabda: “Yaitu orang-orang yang disibukkan dengan berdzikir kepada Allah.”

 

Musnad Ahmad 7941: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Al Mughirah bin Abdurrahman dari Abu Az Zinad dari Musa bin Abi Utsman dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla telah menciptakan Adam sebagaimana bentuknya.” Dan dalam kitab bapakku (Imam Ahmad) disebutkan bahwa panjangnya adalah enam puluh hasta, dan aku tidak tahu apakah ia meriwayatkan hadits kepada kami seperti itu ataukah tidak.

 

Musnad Ahmad 7942: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin ‘Ammar dari Dhamdham bin Jaus Al Yamami berkata: Abu Hurairah berkata kepadaku, “Wahai orang Yamam janganlah sekali-kali kamu berkata kepada seseorang; ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu, ‘ atau ‘tidak memasukkanmu ke dalam surga selama-lamanya, ‘ aku berkata; “Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya ini adalah sebuah kalimat yang sering dikatakan salah seorang dari kami kepada saudaranya atau sahabatnya jika ia marah, ” Abu Hurairah berkata; “Kamu jangan mengucapkannya karena sesungguhnya aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Pernah ada dua orang laki-laki dari bani Isra`il yang satu adalah seorang yang rajin ibadah sedangkan yang lain melampaui batas terhadap dirinya, mereka adalah dua orang yang saling bersaudara, maka yang rajin beribadah selalu melihat saudaranya berbuat dosa, hingga ia berkata; ‘Berhentilah, ‘ saudaranya yang berbuat dosa berkata; ‘Tinggalkanlah aku, demi Tuhanku apakah kamu telah diutus kepadaku sebagai pengawas, ‘” Rasulullah Bersabda: “Hingga pada suatu hari ketika ia melihat saudaranya telah berbuat dosa yang ia rasa adalah suatu hal yang besar maka ia berkata; ‘Celaka kamu, berhentilah! ‘ saudaranya berkata; ‘Tinggalkanlah aku, demi Tuhanku apakah kamu diutus kepadaku sebagai pengawas, ‘” Rasulullah Bersabda: “Maka laki-laki yang rajin beribadah berkata; ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu, ‘ atau ‘tidak memasukkanmu ke dalam surga selama-lamanya, ‘” ia mengatakan salah satu darinya. Rasulullah Bersabda: “Lalu Allah mengutus malaikat kepada keduanya untuk mencabut nyawa mereka, lalu keduanya berkumpul, maka Allah berfirman kepada seorang yang berbuat dosa; ‘Pergi dan masuklah ke dalam surga dengan rahmat-Ku, ‘ dan berfirman kepada yang satu lagi; ‘Apakah kamu lebih tahu tentang urusan-Ku? apakah kamu membawa rahasia yang ada di tangan-Ku? pergi dan bawalah dia ke neraka.'” Rasulullah Bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Abul Qosim berada di genggaman-Nya, sungguh dia telah berbicara dengan sebuah kalimat yang menghancurkan dunia dan akhiratnya.”

 

Musnad Ahmad 7943: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Aflah bin Sa’id Al Anshari seorang dari penduduk Quba`, berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Rofi’ pelayan Ummu Salamah berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sekiranya umur kalian panjang, kalian akan menyaksikan suatu kaum di pagi hari mereka dalam murka Allah dan di sore hari dalam laknat Allah, pada tangan-tangan mereka terdapat seperti ekor sapi.”

 

Musnad Ahmad 7944: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammam telah mengabarkan kepada kami Qotadah dari Abdul Malik dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa diberikan sesuatu kepadanya tanpa ia memintanya terlebih dahulu maka hendaklah ia terima, karena itu adalah rizki yang Allah berikan kepadanya.”

 

Musnad Ahmad 7945: Telah menceritakan kepada kami ‘Affan dan Abdush Shamad mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Abu Maimunah dari Abu Hurairah bahwa ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; “Sesungguhnya jika aku melihatmu hatiku terasa tenang dan mataku sejuk, maka beritakanlah kepadaku akan segala sesuatu, ” beliau bersabda: “Segala sesuatu Allah ‘azza wajalla ciptakan dari air, ” Abu Hurairah berkata; “Beritakan kepadaku tentang sesuatu yang jika aku amalkan maka aku akan masuk surga, ” beliau bersabda: “Sebarkanlah salam, berikan makanan, sambunglah silaturrahim, dan shalatlah di saat manusia tidur maka engkau akan masuk surga dengan selamat.” Abdush Shamad menyebutkan; “Dan beritakanlah kepadaku akan segala sesuatu.” Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qotadah dari Abu Maimunah dari Abu Hurairah, bahwa ia berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Jika aku melihatmu hatiku tenang dan mataku serasa sejuk, maka beritakanlah kepadaku akan segala sesuatu, ” lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits diatas.

 

Musnad Ahmad 7946: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Abu Maudud telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Abu Hadrad Al Aslami berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa masuk ke masjid ini lalu meludah atau berdahak hendaklah membuatkan lubang untuknya dan menimbunnya, jika tidak maka hendaklah ia melakukannya di dalam kainnya lalu membawanya keluar.”

 

Musnad Ahmad 7947: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Abdul ‘Aziz Ibnul Muththalib dari Abdullah bin Al Hasan dari Abdurrahman Al A’raj dari Abu Hurairah, dia berkata; bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa dirampas hartanya tanpa dasar yang dibenarkan, lalu dia dibunuh maka dia mati syahid.”

 

Musnad Ahmad 7948: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir telah menceritakan kepada kami Isma’il -yaitu Ibnu Muslim- dari Abu Al Mutawakkil dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku sedikit kurma, lalu aku menyimpannya dalam sebuah keranjang dan mengikatnya pada atap rumah, dan kami selalu memakannya, bahkan hingga yang paling akhir darinya masih bisa ditemukan orang-orang Syam ketika mereka menyerang madinah.”

 

Musnad Ahmad 7949: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad bin Abdul Warits bapakku telah menceritakan kepadaku, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Habib -yaitu Al Mu’allim- berkata; telah menceritakan kepada kami Amru bin Syu’aib dari Sa’id bin Abi Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang pezina yang telah dijilid tidak boleh menikahi kecuali orang sepertinya.”

 

Musnad Ahmad 7950: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad, bapakku telah menceritakan kepadaku, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Al Jurairi dari Abdullah bin Syaqiq berkata; “Aku pernah tinggal di madinah bersama Abu Hurairah selama satu tahun, ia berkata kepadaku; “Suatu hari ketika kami berada di kamar ‘Aisyah, aku melihat bahwa di antara kami (ashhabus shuffah) tidak ada yang mempunyai pakaian kecuali hanya selembar kain selendang, dan sungguh pernah datang kepada salah seorang dari kami hari-hari yang ia tidak mendapatkan makanan sekedar untuk menegakkan punggungnya, sampai-sampai salah seorang dari kami mengambil sebuah batu untuk mengganjal perutnya yang kempis dan menyumbatnya dengan kain untuk menegakkan punggungnya. Lalu pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membagikan kepada kami kurma, setiap dari kami mendapatkan jatah tujuh butir yang di antaranya ada yang sudah kering (rusak), maka sangat membahagiankan aku sekiranya aku mendapatkan kurma yang lebih bagus.” Abdullah berkata; Aku berkata; “Kenapa?” Abu Hurairah berkata; “Menyusahkan aku dalam menguyah.” Abdullah berkata; Abu Hurairah berkata kepadaku; “Dari mana kamu datang?” “Dari Syam, ” jawabku. Abdullah berkata; Abu Hurairah berkata kepadaku; “Apakah kamu melihat batu Musa?” aku menjawab; “Apa itu batu Musa?” Abu Hurairah berkata; “Sesungguhnya bani Isra`il pernah berkata kepada Musa tentang sesuatu yang ada di balik kainnya (kemaluan Musa, pent), ” Abu Hurairah berkata lagi; “Lalu suatu saat, ketika ia sedang mandi, ia meletakkan bajunya di atas sebuah batu, ” Abu Hurairah berkata lagi; “Lalu batu tersebut membawa lari kain bajunya, ” Abu Hurairah berkata; “Lalu Musa mengikuti batu tersebut seraya berkata; ‘Wahai batu, kembalikanlah kain bajuku, ‘ sehingga Musa lewat di depan orang-orang bani Isra`il, dan mereka bisa melihat (kemaluan musa) dalam bentuk yang bagus dan tidak cacat. Kemudian Musa memukul batu tersebut tiga kali, dan demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah ada dalam genggaman-Nya, sekiranya aku melihat sungguh aku akan melihat bekas pukulan Musa tersebut.”

 

Musnad Ahmad 7951: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Farqod dari Abu Al ‘Ala` dari Abu Hurairah berkata; Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya sedusta-dusta manusia adalah Shawwaghun dan Shabbaghun (orang yang suka menambah-nambah omongan).”

 

Musnad Ahmad 7952: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad dan ‘Affan mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Al Hasan dari Ziyad bin Riyah dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Bersegeralah beramal baik sebelum datang enam hal yaitu; terbitnya matahari dari barat, Dajjal, asap (menjelang kiamat), binatang tunggangan (dari perut bumi), dan kematian salah seorang dari kalian serta kehancuran total.”

 

Musnad Ahmad 7953: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Abu Umayyah ‘Amru bin Yahya bin Sa’id bin ‘Amru bin Sa’id bin Al ‘Ash berkata; kakekku, Sa’id bin ‘Amru bin Sa’id telah mengabarkan kepadaku dari Abu Hurairah ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hancurnya umatku ada di tangan anak-anak dari bangsa Quraisy.” Marwan berkata dan Waktu itu dia sedang bersama kami dalam sebuah halaqoh; “sungguh laknat Allah atas mereka semua, ” beliau bersabda: “Demi Allah, sekiranya aku mau, aku akan sebutkan bahwa mereka adalah bani fulan dan bani fulan, “

 

Musnad Ahmad 7954: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Malik bin Anas dari Sumay pelayan Bakr bin Abdurrahman dari Abu Shalih As Saman dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang mati karena sakit tha`un, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati karena tenggelam, orang yang mati karena tertimpa bangunan dan orang yang mati di jalan Allah.”

 

Musnad Ahmad 7955: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku Nu’man bin Rasyid dari Ibnu Syihab bahwa Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadanya dari Sa’id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian makan hendaklah dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”

 

Musnad Ahmad 7956: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qotadah dari Syahr bin Hausyab dari Abdurrahman bin Ghonm dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui para sahabat ketika mereka menyebut-nyebut tentang Al Kam`ah, dan sebagian yang lain menyebutnya dengan kotoran bumi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Al kam`ah (sejenis tumbuhan) itu dari al manna dan airnya bisa untuk obat mata, sedang Al ‘Ajwah adalah buah dari surga ia bisa untuk penawar racun.”

 

Musnad Ahmad 7957: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dzi`b dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga umatku mengambil jalan yang telah diambil oleh para umat dan priode sebelumnya sehasta demi sehasta, ” para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah sebagaimana yang telah di lakukan oleh persi dan ramawi?” beliau bersabda: “Siapa lagi kalau bukan mereka.”

 

Musnad Ahmad 7958: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir dan Abu Salamah mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Sulaiman -yaitu Ibnu Bilal dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang berpakaian dengan gaya wanita dan wanita yang berpakaian dengan gaya laki-laki.”

 

Musnad Ahmad 7959: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Usamah bin Zaid dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak pergi safar, lalu ia berkata; “Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat!” beliau bersabda: “Bertaqwalah kamu kepada Allah dan bertakbirlah ketika melalui tempat yang tinggi, ” maka tatkala laki-laki itu pergi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Ya Allah lapangkan bumi untuknya dan mudahkan perjalanannya.”

 

Musnad Ahmad 7960: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ishaq bin Abdullah dari Sa’id bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca; “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kefaqiran, sedikit amal dan kehinaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari menzhalimi atau dizhalimi orang lain.”

 

Musnad Ahmad 7961: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku Ziyad bahwa Tsabit pelayan Abdurrahman bin Zaid mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Hendaknya seorang yang berkendara memberi salam kepada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk dan orang yang berjumlah sedikit memberi salam kepada orang yang berjumlah banyak.”

 

Musnad Ahmad 7962: Telah menceritakan kepada kami Rauh dan Abu Al Mundzir mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abi Tholhah dari Zufar bin Sha’sha’ah bin Malik dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika selesai dari shalat subuh, beliau bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian semalam ada yang bermimpi? karena setelahku tidak akan tersisa lagi sesuatu dari kenabian kecuali hanya mimpi yang benar.”

 

Musnad Ahmad 7963: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Usamah bin Zaid berkata: telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abi Labid dari Al Muththalib bin Abdullah bin Hanthab berkata: aku mendengar Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jibril memerintahkan aku untuk mengeraskan suara dalam mengucapkan talbiyah karena dia termasuk syiar ibadah haji.”

 

Musnad Ahmad 7964: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir berkata; telah mengabarkan kepada kami Abu Bakr dari Hisyam dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya matahari tidak pernah ditahan untuk menusia kecuali untuk Nabi Yusya` ketika malam perjalanan dia menuju Baitul Maqdis.”

 

Musnad Ahmad 7965: Telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin ‘Amir telah mengabarkan kepada kami Abu Bakr dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa meniti jalan guna menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”

 

Musnad Ahmad 7966: Telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin Amir berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Bakr dari Hisyam dari Al Hasan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyembelih hewan kurban lalu dirampas oleh orang-orang, maka berserulah penyeru beliau; “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah melarang kalian dari merampas.” Maka orang-orang datang dengan membawa daging yang telah mereka ambil, lalu Rasulullah membaginya kepada mereka.”

 

Musnad Ahmad 7967: Telah menceritakan kepada kami Al Aswad telah mengabarkan kepada kami Abu Bakr dari Hisyam dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Seorang wanita tidak boleh menggauli wanita dan laki-laki juga tidak boleh menggauli laki-laki.”

 

Musnad Ahmad 7968: Telah menceritakan kepada kami Al Aswad telah mengabarkan kepada kami Kamil -yaitu Abul ‘Ala`- ia berkata; “Aku mendengar Abu shalih (seorang muaddzin) menyeru kepada manusia; Aku mendengar Abu Hurairah berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Berlindunglah kepada Allah dari usia diatas tujuh puluh serta kepemimpinan anak-anak kecil.”

 

Musnad Ahmad 7969: Telah menceritakan kepada kami Yahya Ibnu Abi Bukair berkata; telah menceritakan kepada kami Kamil Abul ‘Ala` berkata: aku mendengar Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Berlindunglah kepada Allah dari umur diatas tujuh puluh tahun dan dari kepemimpinan anak kecil.”

 

Musnad Ahmad 7970: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; dan Rasulullah Bersabda: “Dunia tidak akan pergi sehingga muncul bodoh bin bodoh.”

 

Musnad Ahmad 7971: Telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin ‘Amir telah mengabarkan kepada kami Kamil dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya; “Tidakkah engkau cemburu?” beliau bersabda: “Demi Allah, sungguh aku sangat pecemburu, dan Allah lebih cemburu dariku, dan dari bentuk rasa cemburuNya Dia melarang dari perbuatan keji.”

 

Musnad Ahmad 7972: Telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin ‘Amir dan Abu Al Mundzir Isma’il bin Umar mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Kamil telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dunia tidak akan hancur (kiamat) sehingga orang-orangnya menjadi bodoh.” Ismail bin Umar berkata; “Sehingga dunia menjadi luka’ bin Luka’ (orang bodoh anak orang bodoh), ” dan Ibnu Abu Bukair berkata dalam riwayatnya; “Sehingga dunia menjadi lakii’ bin lakii’ (orang bodoh anak orang bodoh), ” dan Aswad berkata; “Maksudnya orang tertuduh anak orang tertuduh.”

 

Musnad Ahmad 7973: Telah menceritakan kepada kami Al Aswad telah menceritakan kepada kami Kamil telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya nanti orang-orang yang kaya akan menjadi orang-orang yang hina, kecuali orang yang berkata; ‘Begini, begini, dan begini.'” Kamil berkata; “Beliau mengatakan hal itu dengan tangannya ke kanan dan kirinya dan kedepannya.”

 

Musnad Ahmad 7974: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Dawud telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Tsabit dari ‘Atha` bin Qurrah dari Abdullah bin Dhamrah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, -seperti yang saya ketahui bahwa Musa ragu dengan riwayatnya, – beliau bersabda: “Para wanita dan anak kecil yang tidak berdosa dari kaum muslimin berada di surga, mereka dijamin oleh Ibrahim ‘Alaihis Salam.”

 

Musnad Ahmad 7975: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Dawud telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Abu Sinan dari Utsman bin Abu Saudah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika seorang muslim berkunjung kepada saudaranya karena Allah, ” atau beliau bersabda: “menjenguknya maka Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘kamu telah berbuat baik, dan menempati rumah di surga.'”

 

Musnad Ahmad 7976: Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Jarir berkata; bapakku telah menceritakan kepada kami, ia berkata; aku mendengar An Nu’man menceritakan dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwasanya Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi berdiri shalat lalu mengeraskan suaranya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Wahai Ibnu Hudzafah jangan kamu perdengarkan bacaanmu kepadaku, akan tetapi perdengarkan kepada Rabbmu ‘azza wajalla.”

 

Musnad Ahmad 7977: Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Jarir berkata; bapaku telah menceritakan kepada kami, dia berkata; aku mendengar An Nu’man menceritakan dari Az Zuhri dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; “Pada suatu hari Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk meminta hujan, maka beliau mengerjakan shalat dua rakaat tanpa adzan dan iqomat, kemudian beliau berkhutbah kepada kami dan berdoa kepada Allah. Beliau membalik wajahnya ke kiblat seraya mengangkat kedua tangannya, kemudian beliau membalik selendangnya dengan menjadikan yang kanan di sebelah kiri dan yang kiri di sebelah kanan.”

 

Musnad Ahmad 7978: Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Jarir berkata; bapakku telah menceritakan kepada kami, ia berkata; aku mendengar Yunus dari Az Zuhri dari Sa’id Ibnul Musayyab dan Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Aku lebih berhak untuk ragu dari pada Ibrahim ‘Alaihis Salam ketika ia berkata; “Wahai Tuhanku beritahu saya bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang telah mati, ” Allah berfirman: “Apakah kamu tidak beriman?” Ibrahim berkata; “Tentu, akan tetapi agar hatiku tenang.”

 

Musnad Ahmad 7979: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari Abu Hurairah; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Allah merahmati Luth, Sungguh ia telah berlindung kepada Allah ‘azza wajalla, dan sekiranya aku masuk penjara sebagaimana Yusuf, sungguh aku akan bersegera dalam memenuhi panggilan.”

 

Musnad Ahmad 7980: Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Jarir berkata; bapakku telah menceritakan kepada kami, dia berkata; aku mendengar Muhammad bin Sirin berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidak seorang pun dari kalian yang amalnya dapat memasukkannya ke dalam surga dan menyelamatkannya dari neraka, ” para sahabat bertanya; “Tidak juga engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak juga dengan aku, Hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku” dan Rasulullah mengatakan dengan isyarat tangannya begini. Wahb mengisyaratkan dengan menggenggam dan membuka tangannya.

 

Musnad Ahmad 7981: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kebanyakan siksa kubur karena sebab kencing.”

 

Musnad Ahmad 7982: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah menceritakan kepada kami Ruzaiq -yaitu Ibnu Abi Sulma, berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Al Muhazzim dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shalat isya` yang terakhir dengan membaca As-Samaa` maksudnya Dzatil Buruj dan Was Samaa`i Wat Thaariq.”

 

Musnad Ahmad 7983: Telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id pelayan Bani Hasyim berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin ‘Abbad As Sadusi berkata: aku mendengar Abu Al Muhazzim menceritakan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membaca surat As Samaa` (Al Buruuj, pent) dalam shalat isya`.”

 

Musnad Ahmad 7984: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad dari Hammad dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal pada kalian dan membenci tiga hal dari kalian; kalian sembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, kalian berpegang teguh dengan tali Allah semuanya, dan Allah suka jika kalian menasehati para pemimpin. Dan Allah membenci dari kalian; adu domba, menyia-nyiakan harta dan banyak tanya.”

 

Musnad Ahmad 7985: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Ikrimah dari Abu Hurairah, dia berkata; “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seorang laki-laki minum sambil berdiri dan minum di mulut kendi, dan beliau melarang seorang laki-laki melarang tetangganya untuk meletakkan kayu di dinding rumahnya.”

 

Musnad Ahmad 7986: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Khalid dari Syahr dari Abu Hurairah, dia berkata; Ketika utusan ‘Abdu Qois datang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Setiap orang menanggung dirinya masing-masing, maka hendaklah setiap kaum minum dari apa yang ia dapatkan.”

 

Musnad Ahmad 7987: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah menceritakan kepada kami Hammad dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Malaikat tidak akan bergabung dengan rambongan yang di dalamnya terdapat lonceng.”

 

Musnad Ahmad 7988: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah menceritakan kepada kami Hammad dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Dua anak Al Ash adalah seorang mukmin.”

 

Musnad Ahmad 7989: Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah menceritakan kepada kami Hammad dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Jika salah seorang dari kalian memerangi temannya maka hindarilah bagian muka.”

 

Musnad Ahmad 7990: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah mengabarkan kepadaku Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepadaku Ziyad bin Sa’d dari Muhammad bin Al Muhajir bin Qunfudz dari Sa’id bin Abi Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di genggaman-Nya, sungguh kalian akan benar-benar mengikuti orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, dan sedepa demi sedepa, sehingga sekiranya mereka masuk ke lubang biawak sungguh kalian akan mengikutinya.” Para sahabat bertanya; “Siapa mereka itu wahai Rasulullah, apakah ahlul kitab?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka.”

 

Musnad Ahmad 7991: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj; Ibnu Juraij berkata: telah mengabarkan kepadaku Isma’il bin Umayyah dari Ayyub bin Khalid dari Abdullah bin Rofi’ pelayan Ummu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menggandeng tanganku seraya Bersabda: “Allah menciptakan debu (bumi) pada hari sabtu, menciptakan gunung di dalamnya pada hari ahad, menciptakan pepohonan di dalamnya pada hari senin, menciptakan sesuatu yang tidak disenangi pada hari selasa, menciptakan cahaya pada hari rabu, menyebarkan hewan-hewan melata di bumi pada hari kamis, dan menciptakan Adam ‘Alaihis Salam setelah ashar pada hari jum’at. Penciptaan yang paling akhir adalah saat-saat terakhir di hari jum’at antara waktu ashar hingga malam.”

 

Musnad Ahmad 7992: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Isa -yaitu Ibnul Musayyab- berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Zur’ah dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah beberapa orang dari Anshar dan tidak kepada rumah-rumah yang lainnya, sehingga hal itu membuat mereka merasa tidak enak, mereka berkata; “Wahai Rasulullah, maha suci Allah, engkau mendatangi rumah fulan namun tidak mendatangi rumah kami!” Abu Hurairah berkata; Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Karena di dalam rumah kalian terdapat anjing, ” mereka berkata; “Sesungguhnya di dalam rumah mereka terdapat kucing juga.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesungguhnya kucing termasuk binatang buas.”

 

Musnad Ahmad 7993: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Tholhah dari Abdullah bin Syubrumah dari Abu Zur’ah bin ‘Amru bin Jarir dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sesuatu tidak akan menulari sesuatu yang lain, sesuatu tidak akan menulari sesuatu yang lain, ” beliau ucapkan hal itu tiga kali, ” Abu Hurairah berkata; “Seorang arab badui berdiri dan berkata; “Wahai Rasulullah, penyakitnya itu bermula dari bibir unta atau ekornya, lalu menjalar kesemua badan unta.” Abu Hurairah berkata; Beliau diam sesaat lalu Bersabda: “Yang pertama tidak menulari, tidak ada penyakit yang menular tanpa taqdir Allah, tidak ada shafar – (anggapan bahwa bulan shafar termasuk bulan-bulan haram) – dan tidak ada hammah – (keyakinan bahwa tulang bisa menjadi burung yang hidup) -, Allahlah yang menciptakan setiap jiwa, lalu Ia menetapkan hidup dan matinya, musibah dan rizkinya.”

 

Musnad Ahmad 7994: Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Muhammad dari Abdullah bin Syubrumah dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah, dia berkata; Ada seorang laki-laki yang berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak untuk saya berbuat baik kepadanya?” beliau bersabda: “Ibumu, ” ia berkata; “Kemudian siapa?” beliau bersabda: “Ibumu, ” ia berkata; “Kemudian siapa?” beliau bersabda: “Ibumu, ” ia berkata; “Kemudian siapa?” Rasulullah Bersabda: “Ayahmu.”

 

Musnad Ahmad 7995: Telah menceritakan kepada kami Rib’i bin Ibrahim berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari Sa’id bin Abi Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Geraham orang kafir kelak seperti gunung uhud, lebar kulitnya tujuh puluh hasta dan pahanya seperti daun, sedangkan tempat duduknya dari neraka seperti antara saya dengan rabadzah.”

 

Musnad Ahmad 7996: Telah menceritakan kepada kami Rib’i bin Ibrahim berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ishaq dari Sa’id bin Abi Sa’id dari Abu Hurairah, dia berkata; Ada dua orang laki-laki yang bersin di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yang satu lebih terpandang dari yang lainnya, ketika orang yang terpandang bersin ia tidak bertahmid kepada Allah maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun tidak mendoakannya, sedangkan yang lain ketika bersin bertahmid kepada Allah maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakannya.” Abu Hurairah berkata; “Maka orang yang terpandang berkata; “Aku bersin di sisi tuan namun tuan tidak mendoakanku sedangkan orang ini bersin di sisi tuan dan tuan mendoakannya, ” Abu Hurairah berkata; Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Karena sesungguhnya orang ini ingat kepada Allah maka aku ingat kepadanya, dan karena kamu lupa pada Allah maka aku melupakanmu.”

 

Musnad Ahmad 7997: Telah menceritakan kepada kami Rauh telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Simak bin Harb dari Malik bin Zhalim berkata: aku mendengar Abu Hurairah menceritakan kepada Marwan bin Al Hakam, dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Abul Qosim Seorang jujur dan terpercaya Bersabda: “Hancurnya umatku ada di tangan anak-anak bodoh yang jadi pemimpin dari bangsa Quraisy.”

 

Musnad Ahmad 7998: Telah menceritakan kepada kami Abu An Nadhr telah menceritakan kepada kami Al Fudhail bin Marzuq dari ‘Adiy bin Tsabit dari Abu Hazim dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Wahai para manusia, sesunguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sesunguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang telah Dia perintahkan kepada para Rasul-Nya, maka Allah berfirman: “Wahai para Rasul makanlah dari apa saja yang baik dan beramallah yang shalih karena sesungguhnya Aku maha Tahu dengan apa saja yang kalian perbuat.” Dan Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman makanlah apa saja yang baik dari yang telah Aku rizkikan kepada kalian.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan: “seorang laki-laki yang telah lama malakukan perjalanan, rambutnya kusut dan berdebu, ia mengangkat kedua tangannya ke langit seraya memohon: “Ya Tuhanku, ya Tuhanku, ” padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya juga haram dan sumber makanannya juga dari yang haram maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya.”

 

Musnad Ahmad 7999: Telah menceritakan kepada kami Abu An Nadhr telah menceritakan kepada kami Syarik dari Al Asy’ab bin Sulaim dari Abu Al Ahwash dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Keutamaan shalat berjama’ah dari shalat sendirian adalah dua puluh tujuh derajat.”

 

Musnad Ahmad 8000: Telah menceritakan kepada kami Abu An Nadhr dan Ibnu Abi Bukair dari Ibnu Abi Dzi`b dari Sa’id Al Maqburi dari Sa’id bin Yasar dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Tidaklah mendiami, ” -Ibnu Abi Dzi`b menyebutkan; – “Tidaklah seorang lelaki muslim yang mendiami masjid untuk shalat dan dzikir kecuali Allah akan berseri-seri dengannya sehingga ia keluar dari masjid, sebagaimana berseri-serinya seseorang yang kehilangan sesuatu kemudian ketemu kembali.”

 

Sumber: CD Lidwa Pusaka

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: