AL-HIKAM: Kemasyhuran Sangat Membahayakan Seorang Murid

Kuburlah dirimu di tanah kerendahan karena sesuatu yang tumbuh

tanpa dikubur (ditanam) hasilnya kurang sempurna

(Ibnu Atha’illah al-Iskandari)

Maksud “tanah kerendahan” adalah tanah yang di sana popularitas  tak tumbuh subur. Maksud “kuburlah dirimu disana” adalah kau tidak usah menempuh sebab-sebab popularitas, seperti dengan cara menawarkan dirimu untuk sebuah jabatan yang membuatmu terkenal. Seandainya kauterpaksa terkenal, kau harus merendahkan hati dan jangan mencari kedudukan tertentu. Jangan memandang jabatan yang kausandang sebagai hal yang besar. Yakinlah bahwa kebaikan kaudapatkan saat kaumeninggalkan semua. Namun, jangan kautinggalkan semua itu, kecuali atas izin Tuhanmu.

Demikian pula seorang salik, jika ia mencari-cari popularitas di awal, jarang yang berhasil di akhir. Semakin ia merendahkan diri maka maqam ikhlas akan semakin cepat diraihnya. Bila sejak awal ia mendasari segala urusannya atas sikap menjauh dari makhluk, tidak mau dikenang, tidak suka popularitas, dan memilih bersama Tuhannya, ia akan bersama Tuhannya. Jika Tuhan berkehendak, Dia akan memunculkannya dan menjadikannya terkenal. Jika tidak, Dia akan menutupinya dan membuatnya tidak dikenal.

Abu Al-Abbas rahimahullah berkata,”Siapa yang menginginkan popularitas, ia adalah budak popularitas. Siapa yang mencintai para penguasa, ia akan menjadi budak penguasa. Siapa yang menyembah Allah, baginya sama saja, terkenal ataupun tidak.”

Sumber: Al-Hikam dgn ulasan oleh Syikh Abdullah Asy-Syarqawi al-Khalwati

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: