Kesempurnaan Tawakal Ibunda Musa a.s.

Kesempurnaan Tawakal Ibunda Musa a.s.

Percaya secara total dengan keyakinan yang penuh kepada Allah adalah intisari ketawakalan, seperti bola mata yang hitam sebagai salah satu bagian mata yang terindah dan terelok.
Kita dapat mengilustrasikan keyakinan dan ketawakalan sebagai berikut, jika ketawakaan adalah hati, keyakinan adalah pusat hatinya. Jika ketawakalan adalah mata, keyakinan adalah pupilnya. Penyerahan diri adalah inti ketawakalan. Penisbatan penyerahan diri terhadap tawakal sama dengan penisbatan ihsan kepada iman.
Keyakinan merupakan kerelaan seseorang untuk kehilangan sesuatu yang telah ditakdirkan oleh Allah swt sekaligus modal untuk meraih keridhaan Allah. Jika dia tidak mampu menggunakan keyakinan ini, dia masih berkesempatan mendapatkan ridha-Nya dengan cara ‘ainul-yaqin atau dengan bersabar.
Oleh karena itu, kita harus melakukan apapun karena Allah dan disertai keyakinan kepada-Nya. Jika kita belum bisa mendapatkannya, kita harus bersabar karena dengan bersabar kita akan memperoleh lebih banyak kebaikan.
Kisah tentang keercayaan penuh ibunda Musa kepada Allah adalah contoh sempurna keyakinan dan ketawakalan seorang hamba kepada Allah. Allah swt berfirman,

Dan Kami ilhamkan kepada ibunda Musa,’Susuilah dia (Musa) dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul.'” (al-Qashash: 7)

Ibnu Qayyim mengatakan bahwa tindakan ibu Musa adalah bukti nyata keteguhan dan keyakinannya kepada Allah swt. Jika bukan karena keteguhan keyakinannya, dia tidak mungkin menghanyutkan Musa di sungai Nil yang deras arusnya dan entah kemana akan membawa Musa pergi.
Allah swt telah mengilhamkan kepada ibunda Musa untuk menghanyutkan anaknya ke dalam sebuah peti di sungai Nil. Dengan kepercayaan penuh kepada perintah Allah, ibunda Musa melaksanakan perintah tersebut. Peti yang ditempati Musa a.s terbawa arus sungai Nil hingga sampai di kerajaab Fir’aun.
Sebelumnya pada saat kelahiran Musa, Fir’aun bermimpi ada seorang bayi laki-laki akan menghancurkan kerajaannya. Khawatir mimpinya menjadi kenyataan, segera saja Fir’aun memerintahkan pasukannya untuk membunuh semua bayi dan anak laki-laki. Sayangnya Allah berkehendak lain, bayi lelaki yang akan menjadi musuh besarnya justru besar dihadapan matanya karena Aisyah–istri Fir’aun–sendiri yang telah memungutnya dari sungai Nil. Aisyah terpikat keelokan bayi Musa a.s yang dikisahkan Allah swt,

“…  Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (Thaha: 39)

Allah juga menanamkan rasa kasih sayang di dalam hati Aisyah. Karena kasih Aisyah kepada Musa, ia berkata kepada Fir’aun sebagaimana yang dikisahkan Allah di dalam firman-Nya,

Dan istri Fir’aun berkata,'(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya …'” (al-Qashash: 9)

Allah menjaga Musa dengan cinta yang menyelimuti kalbu Aisyah karena itu Fir’aun tidak bisa menolak permintaan istrinya. Selain itu, Allah swt juga telah mengharamkan bagi Musa untuk dapat meminum ASI dari wanita lain sehingga ibu Musa dapat menyusui anak kandungnya sendiri. Allah memenuhi janji-Nya kepada ibunda Musa untuk menjaga anaknya dan mengembalikan Musa ke pelukannya secara genap dan sempurna, Allah swt berfirman,

“…. Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikan kepadamu…” (al-Qashash: 7)

Keyakinan ibunda Musa dibayar tunai oleh Allah dengan cara mengembalikan Musa kepadanya. Bahkan Allah juga menganugerahkan risalah kenabian pada anak wanita tangguh ini (Nabi Musa a.s.)

Dari buku “Ensiklopedia Akhlak Muhammad SAW” hal. 282-284

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: