Kerancuan Akidah Nasrani

Kerancuan Akidah Nasrani

Kerancuan keyakinan kaum Nasrani tidak berbeda jauh dengan kaum Yahudi terkait Tuhan yang merupakan asas semua keyakinan. Kitab-kitab Injil yang memakai nama sebagian dari mereka (Paulus, Matius, Yohanes, dan Lukas) berisi kebohongan yang tidak bisa diterima akal sehat, sama sekali tidak laik dikaitkan dengan seorang rasul. Kekacauan mereka yang paling lancang terkait masalah ini seperti yang dituturkan Al-Qur’an tentang paham trinitas. Allah berfirman,

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga,’ padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al-Ma’idah: 73)

Kaum Nasrani menyatakan Isa adalah Tuhan, Allah berfirman,

“Sesungguhnya telah kafirlan orang-orang yang berkata:’Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam,’ padahal Al-Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.’ Sesungguhnya orang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (al-Ma’idah: 72)

Pandangan tentang kemanusiaan Tuhan karena menurut mereka Al-Masih adalah anak Tuhan, pandangan ini menyeret mereka pada keyakinan keji lain; hubungan istimewa antara mereka dengan Allah. Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan.

“Orang-orang Yahudi berkata:’Uzair itu putra Allah. ‘Dan orang-orang Nasrani berkata: ‘Al-Masih itu putra Allah.’ Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?” (at-Taubah: 30)

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: ‘Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.’ Katakanlah: ‘Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?’ (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).” (al-Ma’idah: 18)

Al-Qur’an yang menjadi rujukan kita menuturkan bentuk keyakinan mereka yang jauh dari kebenaran, seperti perbedaan antara Khalik dan makhluk. Kitab-kitab yang mereka sebarkan dan mereka sebut-sebut suci itu penuh dengan kerancuan keyakinan yang sebagian diantaranya dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Memang kitab-kitab tersebut memiliki bentuk yang berbeda, sama seperti perbedaan antar sekte dan kelompok mereka, namun isi penyimpangan tentang konsep Tuhan mereka hampir serupa.

Para ahli sejarah aliran dan sekte agama dalam pemikiran Islam sering mengisahkan tentang keyakinan-keyakinan kaum Nasrani dan kerancuan ungkapan mereka, berikut kami sampaikan sebagian diantaranya.

Qadhi Abdul Jabbar al-Hamdzani menjelaskan tentang kaum Nasrani: Menurut kami, Al-Masih berkata, “Anak manusia itulah Rabb penguasa hari Sabat.” Al-Masih juga berkata, “Aku adalah bapaku dan bapaku adalah aku, hanya anak yang mengenal bapa dan hanya bapa yang mengenal anak, Tuhan berada dalam diriku dan aku bersama-Mu.”

Al-Masih berkata, “Aku berada dalam diri bapaku dan bapaku berada pada diriku.” Al-Masih berkata, “Aku sudah ada sebelum Ibrahim, aku sudah melihat Ibrahim sementara dia tidak melihatku.” Kaum Yahudi berkata, “Engkau berdusta, bagaimana bisa engkau telah ada sebelum Ibrahim, padahal usiamu baru 30 tahun.”

Al-Masih menjawab, “Aku yang membuat tanah cikal bakal Adam dan aku dikelilingi oleh seluruh makhluk, aku datang dan pergi, pergi dan datang.” Mereka menyatakan, pandangan kami tentang Al-Masih ini benar adanya sebab andai Tuhan bukanlah Isa, berarti kata-kata tersebut tidak berarti. Menurut kami, Al-Masih adalah putra Adam sekaligus Tuhan, Sang Pencipta dan Sang Pemberi rezeki baginya. Al-Masih adalah putra Ibrahim sekaligus Tuhan, Pencipta dan yang memberinya rezeki. Al-Masih adalah putra Israil sekaligus Tuhan, Pencipta dan Sang Pemberi Rezeki. Al-Masih adalah putra Maryam sekaigus Tuhan, Pencipta dan Sang Pemberi Rezeki.”

Teks-teks di atas sudah cukup menjelaskan bagi siapapun yang paham dan merenungkan, selanjutnya setelah itu silakan dianalogikan dengan semua kerancuan dan kekafiran teks-teks Injil lain.

Imam Al-Ghazali mengomentari banyak sekali kerancuan kaum Nasrani dan mendebat keyakinan trinitas mereka seraya menjelaskan bahwa pandangan ini penuh dengan kontradiktif, terlebih aib bagi Tuhan seperti yang mereka katakan, karena mereka sangat membedakan sifat-sifat serta keistimewaan-keistimewaan Tuhan. Mereka juga membedakan sifat-sifat dan ciri khas manusia, setelah itu mereka menyatakan keduanya menyatu. Pernyataan ini hanya dikemukakan orang yang tidak berakal — meminjam istilah Imam Al-Ghazali. Selanjutnya Imam Ghazali membantah kerancuan mereka dengan menjelaskan, setiap bagian yang ada dalam suatu susunan pasti memerlukan bagian-bagian lain agar susunannya sempurna.

Dalam hal ini, Tuhan — sesuai pemahaman dan pandangan Nasrani — memerlukan manusia. Imam Al-Ghazali meneruskan, jika susunan yang dimaksud bukanlah susunan penggabungan dan penyatuan dan jika dimaksudkan lain berarti kerusakannya jauh lebih besar.

Imam Al-Ghazali juga mendebat kaum Nasrani terkait Al-Masih yang mereka sebut-sebut sebagai Tuhan, juga keyakinan-keyakinan lain yang mereka buat setelah menyimpang dari kebenaran yang disampaikan Isa.

Sumber:
Buku “Akidah Islam menurut Empat Madzhab” karangan Prof. Dr. Abul Yazid Abu Zaid al-‘Ajami terbitan Pustaka Al-Kautsar hal. 93-96.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: