Pendeta dan Khalid bin Yazid

Ada seorang pendeta di Syam yang merupakan guru besar dimana dalam satu tahun, pendeta ini satu kali turun gunung. Lantas pendeta-pendeta lain berkumpul kepadanya. Ia pun mengajari mereka terkait kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dalam ajaran agama. Maka Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah termasuk orang yang mendatanginya.

Pendeta itu bertanya kepadanya, “Apakah engkau termasuk ulama mereka (kaum muslimin)?”

Khalid menjawab, “Di antara mereka ada yang lebih alim dariku.”

Pendeta berkata, “Bukankah kalian mengatakan bahwa kalian nanti makan dan minum di surga, kemudian tidak ada kotoran yang keluar dari kalian?”

“Ya benar,” jawab Khalid

“Apakah untuk hal ini terdapat contohnya di dunia yang kalian ketahui?” tanya si Pendeta.

Kalid menjawab, “Ya, ada. Janin di perut ibunya makan dari makanan dan minuman ibunya, namun tidak ada kotoran yang keluar dari tubuhnya.”

Pendeta berkata, “Bukankah engkau mengatakan bahwa dirimu termasuk ulama mereka (kaum muslimin)?”

Khalid menjawab, “Di tengah-tengah mereka ada yang lebih alim dariku.”

Pendeta bertanya, “Bukankah kalian mengatakan bahwa di surga terdapat buah-buahan yang tidak sedikit pun pernah berkurang?”

“Ya benar” jawabnya.

“Apakah hal ini ada contohnya di dunia yang kalian ketahui?” tanya pendeta itu lagi.

Khalid menjawab, “Ya ada: Kitab (buku). Setiap orang menulis darinya, namun ternyata tidak sedikitpun isinya berkurang.”

Sumber:

Buku “Barometer Sunnah Bid’ah” karya Dr. M. Abdullah Darraz hal. 128-129, penerbit Wacana Ilmiah Press, 2011.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: