Menyimak al-Qur’an

MANUSIA merasa senang dan dapat menikmati sesuatu yang digemari sekaligus berguna  bagi dirinya, menyegarkan pikiran dan enak didengar. Semua kelebihan ini hanya terdapat pada Al-Quran. Al-Quran membuat jiwa senang ketika kita mendengarkan ayat-ayat Al-Quran tentang surga dibacakan, tentang apa yang Allah siapkan buat orang-orang beriman. Al-Quran juga bisa memancing rasa takut dan ngeri pembacanya manakala membaca ayat-ayat tentang neraka dan berbagai bentuk sanksi di Neraka Jahanam. Imajinasi pendengar Al-Quran juga dapat melayang begitu diberikan ayat tentang kisah-kisah. Pendengar juga akan bersiap mempraktekkan tuntutannya begitu, misalnya mendengar, perintah tentang kewarisan (faraidh) dan bersiap meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh ayat-ayatnya.

Keserasian ayat-ayat Al-Quran, emosi yang ditimbulkannya pengaruh dalam nurani yang digerakkannya, rasa takut dari azab Allah, dan sebagainya. Semua ini timbul karena Al-Quran adalah jamuan Tuhan. Isi jamuan itu semuanya baik, lezat, mendorong kepada kebaikan, melarang kejahatan.

Hadis Nabi Saw. mendukung ini semua. Syariat Islam sangat menganjurkan untuk memperbaiki suara pada waktu membaca Al-Quran. Hadis muttafaq’alaih dari Abu Hurairah r.a., ia menuturkan,”Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Allah tidak pernah mendengarkan sesuatu seperti halnya menyimak kepada seorang nabi yang bagus suaranya. Ia mengeraskan bacaan Al-Quran.”

Allah menyimak dengan baik. Artinya, dikabulkan. Allah Swt. hanya menyimak nabi atau selain nabi yang bagus suaranya melantunkan ayat-ayat Al-Quran. Membaca Al-Quran dan melembutkan cara pembacanya. Dalam sebuah hadis lain diriwayatkan Hakim dari Al-Barra’ ibn ‘Azib r.a.: “Hiasilah AI- Quran dengan suara indahmu, karena suara bagus makin menambah keindahan Al-Quran.” Yakni membaca Al-Quran dengan memiliki prinsip-prinsip tajwid yang ada, tidak ditambah-tambah, tidak juga dilagu-lagukan sehingga mirip nyanyian, tidak juga dikurangi dari proporsi tajwidnya.

Abu Daud meriwayatkan — dengan sanad baik — dari Abu Lubabah Basyir ibn Abdul Mundzir r.a., Nabi Saw. bersabda, “Siapa tidak membaguskan suaranya saat membaca AI-Quran, ia bukan golongan kita.” Yakni, tidak termasuk dalam golongan yang sejalan dengan petunjuk kami, orang yang tidak mau melagukan Al-Quran, membaguskan suara dalam membaca Al-Quran, karena suara yang bagus terdengar dapat menambah daya pikat serta pesona Al-Quran. Sejumlah nabi pada masa lalu membaca ayat-ayat yang turun pada mereka dengan suara bagus.

Bukhari dan Muslim (muttafaq’aIaih) meriwayatkan dari Abu Musa .Al-Asy’ari r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Sungguh, engkau mendapat karunia (dari Allah) berupa suara merdu dari perbendaharaan suara-suara indah keluarga Daud.” Maksudnya, suara pembacaan ayat-ayat Al-Quran oleh Abu Musa r.a. amat indah dan enak sekali terdengar. Kata mizmar atau seruling dijadikan sebagai perumpamaan untuk bagusnya suara dan kemanisan iramanya. Jadi, diserupakan dengan suara seruling. Daud a.s. adalah seorang nabi yang dikenal sebagai tokoh puncak dari segi kebagusan suaranya di dalam membaca kitab. Disebutkan dalam hadis riwayat Muslim: “Betapa akan gembira hatimu kalau kamu melihat bahwa saya menyimak bacaanmu semalam.”

Nabi Saw. mengumpamakan indahnya suara Abu Musa dengan irama seruling. Adapun yang dimaksud keluarga Daud ialah Nabi Daud a.s. sendiri, sebab tidak diketahui ada yang bersuara luar biasa indahnya selain beliau.

Ini juga merupakan dalil tentang disunnahkannya menampilkan suara bagus dalam membaca Al-Quran dalam koridor kaidah tajwid, tanpa melanggar prinsip-prinsip tajwid dengan menambah-nambahi lagu yang berlebihan dan memakai irama berlebihan.

Selanjutnya, Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Al-Barra’ ibn ‘Azib r.a., ia menuturkan, “Aku mendengar Nabi Saw. membaca surah Al-Tin pada shalat isya’ dengan suara jahar. Aku tidak pernah mendengar seorang pun yang melebihi keindahan bacaan beliau. Suara Nabi Saw. sangat bagus dalam membaca Al-Quran.”

Nabi Saw. juga mendengar Al-Quran dibacakan oleh sahabatnya bernama Ibnu Mas’ud r.a. di samping Abu Musa r.a. Disebutkan dalam hadis riwayat Muslim bahwa Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Bacakanlah Al-Quran padaku. “lbnu Mas’ud berkata, “Wahai Rasulullah, apakah aku akan membaca Al-Quran untuk Anda, sedang Al-Quran itu turunnya kepada Anda?” Beliau bersabda, “Aku senang mendengar Al-Quran itu dari orang lain.” Kata Ibnu Mas’ud, “Aku lalu membacakan untuk beliau surah Al-Nisa’ sampai pada ayat: Bagaimanakah
kala Kami datangkan kepada setiap umat seorang saksi dan kamu Kami jadikan saksi atas umat ini (QS Al-Nisa'[4]: 42). Setelah itu, beliau bersabda, ‘Cukuplah sekian bacaanmu untuk saat ini.’ Aku lihat wajah beliau, dan dua matanya mengucurkan air.”

Hadis ini menunjukkan sunnah meminta orang lain buat membacakan ayat-ayat Al-Quran, yaitu dari orang yang bagus suaranya. Sunnah pula menikmati dalam menyimak pembacaan itu disertai usaha memahami dan merenungkan isi kandungannya. Hadis-hadis dan ayat di atas bermuara pada poin tentang pentingnya membaca serta merenungkan isi kandungan Al-Quran. Di antara faktor penting yang dapat membantu kegiatan tadabur
itu adalah tajwid yang pas, ditambah suara dan irama yang bagus. Allah Swt. berfirman, “Apa mereka tidak sebaiknya merenungkan Al-Quran atau hati (mereka) terkunci rapat? (QS Muhammad [47]: 24); Maka, tidakkah mereka menghayati firman (AIlah), atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu? (QS AI-Mu’minun [22]: 68); Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, berkah, agar mereka merenung-renung ayat-ayatnya dan agar orang-orang berakal-bagus dapat menarik pelajaran (QS Shad [38]: 29).

Sumber:
Buku “Ensiklopedia Akhlak Muslim: Berakhlak terhadap Sang Pencipta” karya Wahbah Az-Zuhaili hal. 232-234.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: