Toleransi dalam Perbedaan

Perbedaan pendapat antara kaum Muslim itu selalu ada. Akan tetapi, tentu bukan untuk dipertentangkan dan dipertajam. Apalagi saling menyesatkan dan mengafirkan! Bagaimanapun, sikap ekstrem, apalagi kepada sesama Muslim atas perbedaan furu’iyyah (cabang) adalah tanda ketidakdewasaan beragama. Atau jika perbedaan pandangan itu menjadi soal prinsip (ushuli) dari hasil konsekuensi  pilihan metodologi, sebaiknya masih bisa didialogkan. Toh, kebanyakan sasaran kritik adalah sesama Muslim yang masih berada di dalam garis-garis syariat Islam.

Alangkah baiknya jika perbedaan faham antara kaum Muslim ini diselesaikan dengan berdialog yang baik. Allah Swt. berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs Al-Nahl [16] : 125).

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. bersabda,”Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambungkanlah hubungan persaudaraan dan dirikanlah shalat di tengah malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan.”

Kunci masuk surga tidak cukup dengan hanya melakukan shalat tengah malam saja, tapi harus ada upaya untuk menyebarkan salam, memberi bantuan dan menyambung tali persaudaraan. Tanpa ketiga upaya ini, sebagian gerigi kunci surga telah hilang. Apabila perbedaan faham disikapi dengan saling sesat-menyesatkan, sudah tentu akan mengakibatkan permusuhan, membuat kesulitan, dan memutuskan tali persaudaraan.

Dakwah dengan mengolok-olok kelompok lain jelas bertentangan dengan firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah satu kelompok mengolok-olok kelompok lain, karena bisa jadi mereka yang diolok-olok itu justru lebih baik dari mereka yang mengolok-olok …. Janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan barang siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang yang zalim (Qs Al-Hujurat [49]: 11).

Selain itu, juga bertentangan dengan hadis Nabi Saw., sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, “Seorang Mukmin terhadap Mukmin yang lain laksana bangunan, yang sebagiannya mengokohkan sebagian yang lain.”

Sabdanya yang lain,”Barang siapa yang berkata pada saudaranya ‘hai kafir’, kata-kata itu akan kembali pada salah satu di antara keduanya. Jika tidak (artinya yang dituduh tidak demikian) maka kata itu kembali pada yang mengucapkan (yang menuduh)” (HR Bukhari dan Muslim).

Perhatikan juga hadis yang diriwayatkan Al-Thabrani dalam Al-Kabir, “Tahanlah diri kalian (jangan menyerang) orang ahli ‘La ilaha illallah'(yakni orang Muslim). JanganIah kalian mengafirkan mereka karena suatu dosa.”Dalam riwayat lain, dikatakan : “Janganlah kalian mengeluarkan mereka dari Islam karena suatu amal (perbuatan).”

Datam Al-Quran Surah Tha Ha ayat 43-44, Allah Swt. memerintahkan Nabi Musa dan Harun a.s. agar menemui Fir’aun-yang kafir dan melampaui batas-dan berucap kepadanya dengan kata-kata yang halus, barangkali dia (Fir’aun) bisa sadar kembali dan takut pada Allah Swt. Jika kepada Fir’aun, yang kafir dan melampaui batas, Allah memerintahkan untuk berdakwah dengan ucapan yang halus, apalagi dengan sesama Muslim.

Perhatikan hadis riwayat Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah r. a. yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh adakalanya seorang hamba berbicara sepatah kata yang tidak diperhatikan, tiba-tiba ia tergelincir ke dalam neraka oleh kalimat itu lebih jauh dari jarak antara timur dengan barat.”

Sumber:

Buku “Membongkar Kejumudan” karya A. Shihabuddin penerbit Noura Books hal viii-xi

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: