Mengapa Bukhari-Muslim tidak mencantumkan Imam Mazhab dalam haditsnya?

Al-Ustadz al-Muhaddits Syaikh Muhammad Zahid al-Kautsari ketika mengomentari Syuruth al-‘Aimmah al-Khomsah, karya Hazimi berkata :”Yang perlu diperhatikan adalah bahwa as-syaikhani (Bukhari dan Muslim) tidak menulis dalam kitab shahih keduanya, satu haditspun dari haditsnya Imam Abu Hanifah, walaupun mereka berdua bertemu dengan shabat-sahabat dari sahabat-sahabat kecilnya. Demikian pula mereka berdua tidak mencantumkan haditsnya Imam Syafi’i, meskipun mereka berdua bertemu dengan sebagian sahabat-sahabatnya. Al-Bukhari juga tidak mencantumkan hadits-haditsnya Imam Ahmad, kecuali hanya dua hadits, yang pertama sebagai komentar dan yang lainnya bukan hadits utama, padahal ia bertemu dengannya dan terus meyertai.

Muslim juga sedikitpun tidak mencantumkan dalam haditsnya satu hadits pun dari al-Bukhari, padahal ia selalu menyertainya dan mencontoh apa yang dilakukannya. Demikian pula ia tidak mencantumkan hadits dari Ahmad, kecuali hanya sekitar tiga puluh hadits. Ahmad juga tidak mencantumkan dalam musnad-nya hadits dari Malik, Nafi, dan Syafi’i padahal ia adalah jalur yang paling shahih, atau termasuk yang paling shahih-kecuali hanya empat hadits saja. Dan apa yang diriwayatkannya dari Syafi’i dengan tidak melalui jalur ini tidak lebih dari dua puluh hadits, padahal ia belajar kepadanya dan mendengar riwayat Muwattha‘ karya Imam Malik darinya dan memasukan ke dalam para perawi hadits dalam madzhab lamanya.

Al-Ustadz berkata :”Yang tampak dari sikap keberagamaan dan keterpercayaan mereka, menunjukan bahwa mereka melihat hadits-hadits tersebut (hadits-hadits para perawi yang haditsnya tidak dicantumkan) dalam kondisi aman dari kepunahan, karena banyak tokoh-tokoh yang meriwayatkannya, baik di bagian timur atau barat. Sementara itu, perhatian besar para penulis diwan-diwan hadits, tercurah pada para perawi yang hadits-haditsnya dianggap akan hilang. Karena itu, usaha mereka dibutuhkan untuk diwan-diwan hadits mereka, dibutuhkan untuk hadits-hadits mereka (para perawi yang hadits-haditsnya tidak terjaga), bukan untuk hadits-hadits mereka (para perawi yang hadits-haditsnya sudah terjaga).

AL-Ustadz kembali berkata :”Siapa yang menduga bahwa hal tersebut dalam rangka untuk menjaga mereka terhadap hadits-hadits mereka, atau karena pendapat yang ditulis dalam kitab al-jarh tentang imam-imam tersebut, seperti pendapat at-Tsauri tentang Abu Hanifah, atau pendapat lbnu Main tentang Syafi’i, atau pendapat al-Karabisi tentang Ahmad, atau pendapat adz-Dzuhli tentang al-Bukhari, dan yang sejenisnya. Penilaian mereka terlalu berlebihan.

Yang benar menurut kami, berdasarkan pendapat al-Hakim dan yang lainnya, bahwa al-Bukhari dan Muslim, atau salah satunya kenapa tidak mencantumkan hadits Imam yang terpercaya karena beberapa sebab, di antaranya :

Bisa jadi ada kelemahan dalam isnad yang ada di antara dirinya dan pengarang kitab hadits shahih, maka ia tidak meriwayatkan hadits tersebut dari jalurnya

Bisa jadi seorang imam yang haditsnya tidak dicantumkan, ia memiliki sahabat-sahabat (murid-murid) yang hebat, yang menjaga ilmu dan haditsnya, maka tidak ada ketakutan bahwa riwayat-riwayatnya akan hilang. Dengan demikian, sang pemilik kitab hadits shahih tidak mengambil riwayat darinya

Mencari tingkatan isnad yang tinggi. Kemungkinan hadits yang diriwayatkan dari jalur imam tersebut tingkatannya rendah, sedangkan dari jalur perawi-perawi terpercaya lainnya cukup tinggi, maka sudah barang tentu seorang penyusun kitab hadits shahih akan memilih isnad yang lebih tinggi, karena dianggap dekat dengan Rasulullah Saw.

Sumber:

Buku “The History of Hadith” Historiografi Hadits Nabi dari Masa ke Masa”, karya Prof. Muhammad Abu Zahw, penerbit Keira Publishing, cetakan pertama Juli 2015 hal.320-321

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: