Awal Keilmuan Imam Abu Hanifah

Di awal perjalanan hidupnya, Abu Hanifah tidak ingin menjadi seorang faqih, apalagi bercita-cita menjadi seorang pendiri mazhab tertentu dalam Islam. Awal perjalanan hidup sang Imam dimulai sebagai pedagang. sampai pada suatu hari, Imam Sya’bi memanggilnya. Sebab, ia melihat ada talenta besar pada diri Abu Hanifah. Imam Sya’bi bertanya,”Dengan siapa saja kau sering berinteraksi”Abu Hanifah menjawab,’Aku sering berinteraksi dengan orang-orang di pasar. ” Imam Sya’bi berkata,”Yang aku maksud bukan kegiatan di pasar, melainkan interaksi dengan para ulama. ” Abu Hanifah menjawab,”Aku jarang berinteraksi dengan ulama.’Sya’bi melanjutkan, “Jangan lupa :: Sering-seringlah belajar dan mengikuti pengajian para ulama. Sebab, aku melihat semangat dalam dirimu begitu tinggi. “Abu Hanifah berkata, “Kata-kata Sya’bi tersebut sangat membekas dalam hati. Setelah itu, aku meninggalkan aktivitas di pasar dan menggantinya dengan aktivitas keilmuan. Sungguh, Allah telah memberikan manfaat padaku melalui perkataannya.

Imam Abu Hanifah lantas memutuskan untuk konsentrasi sepenuhnya terhadap ilmu pengetahuan. Langkah pertama yang ia tempuh adalah menghafal al-Qur’an  qira’at Ashim, mengambil riwayat hadits, mempelajari ilmu bahasa Arab, kemudian mempelajari ilmu kalam (teologi), di mana Baghdad pada waktu itu sebagai pusat perkembangan ilmu ini.

Zufar bin Hudzail bercerita dalam riwayat yang disampaikan oleh al-Khathib al-Baghdadi melalui jalur periwayatan al-Khallal, dia berkata,”Aku mendengar Abu Hanifah berkata,’Aku mempelajari ilmu kalam sampai pada derajat yang sangat mahir. Kami biasanya mengadakan halaqah di dekat halaqah Hamad bin Abu Sulaiman. Suatu hari, ada seorang perempuan mendatangiku, lalu dia bertanya, ‘Seorang laki-laki mempunyai istri seorang budak, dia ingin menalaknya-menceraikannya. Berapa kali dia boleh menalaknya?’ Abu Hanifah berkata, ‘Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Lalu, aku menyuruhnya untuk bertanya ke Hamad. Setelah mendapat jawaban, aku suruh dia kembali lagi menemuiku.’Dia bertanya kepada Hamad. Hamad menjawab,’Suami menalaknya ketika dia sedang suci dari haid dan tidak digauli sebelumnya dengan satu kali talak. Setelah itu, dia meninggalkannya sampai dia mengalami haid dua kali. Jika sudah mandi besar dari haid yang kedua, dia boleh diperistri lagi.’

Setelah selesai, dia kembali kepadaku dan memberitahukan jawabannya. Aku berkata, ‘Aku tidak berkepentingan dengan ilmu kalam, seketika aku ambil sandal dan duduk dalam pengajian Hamad. Aku selalu mendengar masalah-masalah yang diajarkan oleh Hamad terus menghafalnya. Kemudian mengulanginya di esok hari, sehingga aku dapat menghafalnya dan mengoreksi kesalahan murid-murid yang lain. Hamad berkata, ‘Tidak ada yang boleh duduk di depan kecuali Abu Hanifah.’Abu Hanifah berkata, ‘Aku belajar kepadanya selama sepuluh tahun. Setelah itu, muncul keinginan dalam hati untuk meninggalkan halaqah Hamad dan membuat halaqah sendiri. Suatu hari, aku keluar malam-malam dan berniat melakukannya. Ketika masuk masjid, aku melihat Hamad dan muncul perasaan tidak enak dalam hati untuk meninggalkannya. Aku datang dan duduk di majelisnya. Pada malam itu datang berita kematian saudaranya di Bashrah, dia meninggalkan harta dan tidak memiliki ahli waris selain dirinya. Lantas dia memerintahkan, agar aku menggantikan dirinya mengajar. Pada waktu dia pergi, masalah-masalah yang belum pernah aku dengar darinya berdatangan. Aku menjawab dan menulisnya. Dua bulan ia pergi kemudian kembali lagi. Setelah ia datang, aku perlihatkan masalah-masalah yang ada selama ia pergi. Jumlahnya ada sekitar 6o masalah. Ia setuju dengan 4o jawaban dan sisanya ia tidak setuju. Setelah itu, aku bersumpah untuk tidak berpisah dari majelisnya sampai ia wafat.’Imam Abu Hanifah belajar kepada Hamad selama 18 tahun.

Dikutip dari buku “Biografi Imam Bukhari” karya Prof. Dr. Yahya Ismail, hal 221-222, penerbit Keira Publishing

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: