Toleransi ala Imam Malik

Coba kita lihat bagaimana sikap apresiatif dan toleran Imam Malik ketika khalifah pada masanya memintanya untuk menjadikan kitabnya yang berjudul al-Muwaththa’ sebagai rujukan bagi seluruh umat Islam. Imam Malik mengisahkan bahwa ketika Khalifah al-Manshur berhaji, dia mengundangku ke tempatnya. Aku pun mendatanginya dan berbincang-bincang. Dia berkata, “Saya ingin agar buku yang kau tulis ini –al-Muwaththa’- disalin menjadi banyak naskah dan akan kukirim ke setiap kota kaum muslim, sehingga mereka dapat mempelajari dan mengamalkan serta meninggalkan semua riwayat hadis selain yang ada di buku ini. Sebab, menurutku akar ilmu itu terdapat pada riwayat penduduk Madinah.” Aku berkata kepadanya, ” Ya Amir al-Mukminin, jangan lakukan hal seperti itu. dalam setiap masyarakat sudah berlaku berbagai pendapat. Mereka telah mendengar hadis-hadis. Mereka telah menyampaikan riwayat-riwayat. Setiap kaum telah mengambil dari pendahulunya dan sudah beramal berdasarkan itu. Jika anda mengubahnya dari apa yang mereka ketahui kepada apa yang tidak mereka ketahui, mereka akan menganggapnya sebagai kekafiran. Biarlah setiap negeri berpegang kepada ilmu ini, ambillah untuk dirimu saja. Para sahabat Rasulullah Saw. telah berikhtilaf pada hal-hal yang furu’ dan tersebar di berbagai penjuru. Semuanya benar.” Al-Manshur berkata, “Jika Anda menyetujuinya, sungguh aku akan memerintahkannya.”

Sumber:

Thabaqat al-Kabir, Ibn Sa’ad

Advertisements
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: